Menanti Jodoh itu bagaikan menunggu waktu berbuka puasa.

Akhir-akhir ini tak jarang kita temukan orang-orang yang menanti berbuka puasa justru dengan hal hal yang dilarang Penciptanya. Penantian jodohpun diawali dengan hal-hal yang Allah tidak suka. Mulai dari hubungan tanpa status (HTS-an), Pacaran Long Distance (LDR), sampe Pacaran Islami?

Menanti Jodoh itu bagaikan menunggu waktu berbuka puasa.

HTS adalah hubungan ketika lelaki dan perempuan yang bukan mahrom menjalani hubungan yang sangat akrab dan intens. Mereka terkadang akrab seperti kakak-adek yang ketemu gede. Boro-boro status suami istri. Status pacaran aja bukan. Ini sungguh kasian. Bukan penantian seperti ini yang seharusnya dilakukan.

Nah ada lagi pacaran LDR. Suatu hubungan lelaki dan perempuan yang bukan mahrom dengan status teman akrab “banget” alias pacaran namun dilakukan didaerah yang terpisah. Misalnya sang lelaki di kutub utara dan sang perempuan di kutub selatan. Lalu mereka menganggap hubungan ini adalah sebuah penantian yang wajar. “Gakpapa dong, kita kan cuma chatting-an atau telfonan aja, ketemu nggak, pegangan juga kita nggak. Mata gak zina, sentuhan juga nggak! Darimana zinanya coba???”

eiits masi ada hati nih. Walau mata tak memandang, tangan tak pegangan, tapi hati tetap jadi sasaran. Waspadalah.. waspadalah..
1 orang mendapat hidayah lebih baik dari pada dunia dan isinya, yuk share
kunjungan anda kembali = penyemangat untuk update artikel selalu
broadcast whatsapp dakwahpost

Menanti Jodoh itu bagaikan menunggu waktu berbuka puasa.
-->