apa itu iman ? simak paparan imam syafii menjelaskan definisi iman

Iman secara bahasa artinya membenarkan. Namun dalam istilah syar'i, para ulama mendefinisikan iman dengan 'keyakinan dengan hati disertai ucapan lisan dan amal anggota badan'.
apa itu iman ?

Imam Asy Syafi'i memberikan argumen yang sangat brilian tentang definisi iman tersebut, beliau berkata:

الإيمان قول وعمل واعتقاد بالقلب، ألا ترى قول الله عز وجل: {وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ}، يعني صلاتكم إلى بيت المقدس فسمى الصلاة إيماناً وهي قول وعمل وعقد
“Iman itu perkataan, perbuatan dan keyakinan hati. Bukankah anda melihat firman Allah Ta'ala (yang artinya) 'dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman (shalat) kalian' ayat ini bicara tentang shalat kalian yang menghadap Baitul Maqdis. Dalam ayat ini shalat disebut sebagai iman, sedangkan shalat itu mencakup perkataan, perbuatan dan keyakinan” (I'tiqad A'imatus Salaf, 1/44).

Terkadang para ulama juga mengatakan secara ringkas bahwa 'iman itu ucapan dan perbuatan', tanpa menyebut keyakinan. Karena keyakinan itu sudah tercakup dalam setiap perkataan dan perbuatan.

Al Hafidz Al Hakami berkata:

“bahwa iman itu adalah qaulun (ucapan) maksudnya ucapan hati dan ucapan lisan, dan iman itu 'amalun (perbuatan) maksudnya perbuatan hati, perbuatan lisan dan perbuatan anggota badan” (Ma'arijul Qabul, 2/588).

Lalu untuk memahami definisi iman ini, mari kita terapkan pada contoh yang lebih memahamkan. Jika seseorang berkata 'saya iman kepada Allah' ini artinya 'saya mengikrarkan bahwa saya meyakini apa-apa yang wajib diyakini tentang Allah, saya akan mengucapkan apa-apa yang wajib diucapkan tentang Allah dan saya akan lakukan setiap perbuatan merupakan konsekuensi keyakinan saya terhadap Allah'.

Dari definisi ini jelas bahwa iman itu tidak cukup hanya meyakini. Sehingga tidak mungkin orang yang tidak bersyahadat itu diklaim sebagai orang beriman. Juga tidak cukup hanya meyakini dan mengakui secara lisan. Sehingga tidak disebut beriman orang yang hanya mengaku iman atau mengaku Islam dengan lisannya, namun perbuatannya bertentangan dengan pengakuannya. Karena iman itu keyakinan hati perkataan, dan perbuatan.

sumber fb yulian purnaman

Tidak ada komentar: