BINGUNG DENGAN SIKAP KEBANYAKAN ORANG YANG TIDAK PAHAM KEBENARAN?

Bismillah. Apakah anda merasa bingung dengan sikap kebanyakan orang - utamanya di masa sekarang kini yang semakin mendekati Kiamat - yang seakan benar-benar tidak paham akan jalan kebenaran? Bahkan menolaknya?

Menolak keshalihan, menolak jalan keselamatan, menolak perintah Allah, Tuhan Yang Maha Esa?

Wah, justru semakin mendekati Kiamat inilah, kiranya, semakin banyak kekacauan terjadi. Semakin banyak kemaksiatan. Sudah diberitahukan Allah di banyak risalah.

Hingga hal yang benar dipropagandakan sebagai hal yang salah. Dan hal yang salah dicitrakan sebagai hal yang benar.

Sampai datangnya Rosululloh 'Isa bin Maryam - 'alaihis salaam - dan Imam Al Mahdi, menegaskan jalan keselamatan. Dan barulah dunia akan sangat sejahtera. Sebelum Kiamat, Hari Akhir, dan Kehidupan Alam Akhirah.
BINGUNG DENGAN SIKAP KEBANYAKAN ORANG

Namun sebelum itu, kini, bahkan kebanyakan orang di dunia memang adalah kaum Kafiriin, Fasiqiin, Munafiqiin, dan seterusnya.

Saya pilihkan saja, tiga di antara banyak ayat Al Qur'an tentang ini.

Allah berfirman:

وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  ؕ   اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanyalah persangkaan belaka, dan mereka hanyalah membuat kebohongan." (QS. Al-An'aam: Ayat 116)

Allah berfirman:


وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّا   ؕ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْـئًا   ؕ  اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
Dan kebanyakan dari mereka hanyalah mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. Yunus: Ayat 36)

Allah berfirman:

وَمَا وَجَدْنَا  لِاَڪْثَرِهِمْ مِّنْ عَهْدٍ ۚ  وَاِنْ وَّجَدْنَاۤ اَكْثَرَهُمْ لَفٰسِقِيْنَ
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik. (QS. Al-A'raf: Ayat 102)

Masih banyak lagi.

Juga masih banyak Hadits tentang ini. Namun kiranya cukuplah yang di bawah ini, untuk kiranya menyemangati kita:

Pada suatu hari, Rosululloh - shollollohu 'alaihi wasallam - bersabda kepada para Shahabahnya (rodhiyollohu 'anhum):

“Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, yakni: Menyuruh kepada yang ma’ruf, Mencegah dari yang mungkar (amar ma'ruf nahi munkar) Dan berjihad (berusaha sungguh-sungguh) di jalan Allah.

Kemudian muncul di kalangan kamu dua (2) hal yang memabukkan, yakni: Kemewahan hidup (lupa diri) Dan kebodohan.

Kamu beralih kesitu, dan berjangkitlah di kalangan kamu, kecintaan kepada dunia (yang berlebihan).

Kalau terjadi yang demikian, maka kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf, nahi mungkar, dan berjihad di jalan Allah.

Di kala itu terjadi, yang menegakkan Al Qur’an dan Sunnah, baik dengan cara sembunyi-sembunyi, maupun dengan cara terang-terangan, tergolongkan orang-orang terdahulu (pendahulu), dan yang pertama-tama masuk Islam."

(HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Maa syaa Allah!

Maka mari bersemangatlah! Walaupun di masa Akhir Jaman kini!

ALLAH Subhanahu Wa Ta'aala sudah mengutus 124.000 nabi dan rosul sejak masa awal jaman, untuk. memberitahukan jalan keselamatan, jalan kebenaran.

Petunjuk.

Apakah anda kira mereka semua tidak benar?

Sementara Iblis sudah berjanji akan menyesatkan kita?

Dan sudah entah berapa milyar manusia menolaki 124.000 nabi di Bumi yang konon sudah berusia sekitar 5 milyar tahun, di dalam lingkup banyak lapisan langit yang sudah berusia 12 mikyar tahun, menurut pakar Sains?

Allah berfirman:

قَالَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ  لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ
(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku (*), pasti aku akan selalu menghalangi mereka (manusia) dari jalan-Mu yang lurus. (QS. Al-A'raf: Ayat 16)

(*) Karena kelakuan Iblis menentang Allah, maka ia ditetapkan sebagai yang tersesat.

Dan di ayat berikut ini dia berjanji:

ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ  ؕ  وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
Kemudian pasti aku (Iblis) akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (QS. Al-A'raf: Ayat 17)

Allah berfirman:

وَاِخْوَانُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ
"Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu Setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)." (QS. Al-A'raf: Ayat 202)

Demikian.

Dan ingatlah, nama lain dari kaum Muslimiin, yang terkenal, dari banyak pesan As Sunnah atau Al Hadits adalah "Ahlus Sunnah", "Al Jama'ah", dan juga adalah:

"Al Ghurobaa" (kaum yang asing dan dianggap aneh oleh kebanyakan orang utamanya saat kebanyakan orang justru berpesta-pora bermaksiat)

Al Firqotun Najiyah (kaum yang selamat dari perpecahan ummah yang semuanya mengaku Muslimiin)

Ath Thoifatul Manshuroh (kaum yang dimenangkan ALLAH walaupun jumlahnya hanya sedikit)

Dan sebutan para Imam, para 'Ulama terhadap kita, yakni:

"Ahlul Hadits", "Ahlul Ittiba'", "Ahlul Atsar", "As Salafiyyiin (pengikut kaum Pendahulu Yang Salih atau As Salafush Sholih)", dll.

Jadi, kawan, saudara.

Tetaplah di jalan kebenaran. Sedapat mungkin.

Walaupun hanya 'sesederhana' macam tersenyum tulus kepada saudara kita, menjabat tangannya, menemani-menghibur menolong siapapun saja yang sedang kesusahan, membuatkan-membelikan makanan bagi yang kelaparan, berlaku lembut dan takzim kepada orangtua, menyingkirkan batu penghalang perjalanan, menyebarkan-meneruskan tulisan berisi nasihat yang Islami, menjaga mata dari memandang yang tidak halal, mengaji satu ayat Al Qur'an berikut tadabburnya dan melaksanakannya per hari, mendalami satu Hadits dan melaksanakannya per hari, mencegah diri sendiri dari berbuat maksiat kejahatan yang mana saja, dll.

Pahala pelakunya, para pengamal Islam, yang sudi beramar ma'ruf nahi munkar, di masa Akhir Jaman yang penuh dengan kekacauan dan kerumitan ini, maa syaa Allah, jadi tinggi sekali!

Sungguh, ALLAH sungguh Maha Adil. Maha Pengasih dan Penyayang. Maha Mengetahui.

Alhamdulillah.

Abu Taqi Mayestino

republish from whatsapp group
Powered by Blogger.