fakta sejarah, ayo dijawab "7 pertanyaan seputar perayaan maulid nabi"

1. Berapa kali Nabi Shallallahu alaihi wa sallam merayakan maulid (ultah) beliau?

2. Sebutkan satu dalil saja dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang memerintahkan para sahabat Radhiyallahu 'anhum utk merayakan maulid beliau?!

3. Siapakah dari khalifah rasyidin yang pertama kali merayakan maulid Nabi yang mulia?

4. Di manakah para sahabat ridhwanullah alaihim pertama kali merayakan maulid Nabi yang mulia?

5. Sebutkan bagaimana cara perayaan maulid Nabi di zaman sahabat? Dan jenis manisan dan makanan apa saja yang dibagikan saat acara maulidan tsb?

6. Sebutkan tahun berapa para imam yang empat mengadakan peringatan maulid Nabi yang mulia?

7. Apakah nasyid populer yang disenandungkan saat peringatan maulid di zaman sahabat Radhiyallahu anhum dan tabi'in??

PERHATIAN :
Jawaban haruslah dari al-Qur'an dan sunnah, atau atsar sahabat Radhiyallahu anhum dan tabi'in rahimahumullâhu.

Apabila tdk Anda dapati, mungkin bisa Anda infokan kpd kami darimana dan bagaimana bisa peringatan seperti ini muncul? Dan mengapa pula para sahabat Radhiyallahu anhum dan para tabi'in
Kami mengimani dan meyakini bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam meninggalkan kita di atas hal yang terang benderang, malamnya bagaikan siangnya dan tidaklah melenceng darinya melainkan pasti binasa. Tidaklah ada kebaikan pasti telah beliau tunjukkan kepada kita, dan tidaklah ada keburukan pasti telah beliau peringatkan kita darinya.

Kami pun meneladani beliau dalam segala hal dan di dalam setiap ibadah, karena beliau shallallahu alaihi wa sallam memperoleh kebaikan dari umatnya yang semisal.

Beliau shallallahu alaihi wa sallam adalah lebih kami cintai dari apapun, walaupun dari diri kami sendiri. Karena itu siapa saja yang menghendaki agar rasa gundah gulananya sirna dan diampuni dosa²nya, maka hendaknya dia memperbanyak sholawat.

Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabat beliau sampai hari kiamat kelak.


Alih Bahasa : Abu Salma Muhammad
Sumber: Channel Telegram al-Wasathiyah wal I'tidal

Tidak ada komentar: