saudaraku muslim, inilah kerugian meninggalkan sholat malam

مَاذَا يَخْسَرُ الْمُسْلِمُ اِذَا تَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلُ؟
Kerugian apa saja yang akan didapatkan seorang Muslim jika dia meninggalkan Sholat malam?

الْخَسَارَةُ الْأُوْلَى: يَفْقِدُ لَقَبَ عِبَادِ الرَّحْمَنِ :
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً .....وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
Kerugian pertama: Dia tidak mendapatkan gelar ‘Ibaadur-Rahmaan (hamba Yang Maha Penyayang).

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati... (QS: Al Furqaan: 63)

dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (QS: Al Furqaan:64)

اَلْخَسَارَةُ الثَّانِيَةُ: يَفْقِدُ لَقَبَ الْمُتَّقِيْنَ :
إِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُوْنٍ... كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Kerugian yang kedua: Tidak mendapatkan gelar al-Muttaqiin (Orang-orang yang bertakwa).

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, (QS: Adz Dzariyaat: 15)
inilah kerugian meninggalkan sholat malam

di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (QS: Adz Dzariyaat: 17-18)

اَلْخَسَارَةُ الثَّالِثَةُ: يَخْسَرُ لَقَبَ الْقَانِتَ وَأُوْلِي الْأَلْبَابِ :
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ. يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
Kerugian ketiga: Tidak mendapatkan gelar Qanit (ahli ibadah) dan Ulul Albaab (orang yang berakal).

Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS: Az Zumar: 9)

اَلْخَسَارَةُ الرَّابِعَةُ: يَخْسَرُ الْمَقَامَ الْمُمَيَّزَ لِلْقَائِمِيْنَ :
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ
Kerugian keempat: Kehilangan tempat istimewa yang disediakan untuk orang-orang yang bangun malam.

Mereka itu tidak sama; di antara ahli kitab itu ada golongan yang Berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). (QS: Ali 'Imran: 113)

اَلْخَسَارَةُ الْخَامِسَةُ: يَخْسَرُ فُرْصَتَهُ فِي اِجَابَةِ الدُّعَاءِ كَمَا مَنَحَهَا رَبُّنَا لِزَكَرِيَّا :
فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ
Kerugian kelima: Kehilangan kesempatan untuk terkabulnya doa sebagaimana yang telah Allah anugerahkan kepada Nabi Zakariyya.

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat[193] (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi Termasuk keturunan orang-orang saleh". (QS: Ali 'Imran: 39)

اَلْخَسَارَةُ السَّابِعَةُ: يَخْسَرُ أَنْ لَا تُذْهِبَ حَسَنَاتُهُ سَيِّئَاتِهِ فَمِنْ أَحَدِ شُرُوْطِهَا أَنْ أُقِيْمَ الصَّلَاةُ زُلْفاً مِنَ اللَّيْلِ:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
Kerugian ketujuh: Merugi karena kebaikan-kebaikannya tidak menghapus dosa-dosa. Karena diantara syaratnya adalah mendirikan sholat malam.

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (QS: Hud: 114)

اَلْخَسَارَةُ الثَّامِنَةُ: يَخْسَرُ أَنْ لاَ يَبْعَثَهُ رَبِّيْ مَقَاماً مَحْمُوْداً :
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Kerugian kedelapan: 

Allah tidak mengangkatnya ke tempat yang terpuji dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. (QS: Al Isra’: 79)

اَلْخَسَارَةُ التَّاسِعَةُ: يَخْسَرُ الرِّضَى الَّذِيْ وَعَدَ بِهِ رَبِّيْ عَزَّوَجَلَّ :
وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ
Kerugian kesembilan: Tidak mendapatkan ridho yang dijanjikan oleh Allah ‘azza wa jalla.

Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, (QS: Thaahaa: 130)

اَلْخَسَارَةُ الْعَاشِرَةُ: يَخْسَرُ عِنَايَةَ اللهِ الَّتِيْ يُوَلِّيْهَا لِمَنْ يَرَاهُ قَائِماً بِالتَّوَكُّلِ عَلَيْهِ:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ
Kerugian kesepuluh:

Tidak mendapatkan perhatian Allah, yang Allah berikan kepada siapa saja yang Allah melihatnya bangun malam dengan bertawakkal kepada-Nya yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. (QS: Asy Syu'araa': 218-219)

اَلْخَسَارَةُ الْحَادِيَةُ عَشَرَ: يَخْسَرُ الصَّبْرَلِحُكْمِ اللهِ وَلاَ يَكُوْنُ مِمَّنْ يُقَالُ لَهُمْ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ * وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ
Kerugian kesebelas: Tidak mendapatkan kesabaran terhadap ketetapan Allah, dan tidak termasuk orang yang disebutkan oleh Allah “Sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami

dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, Maka Sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri (QS: Ath Thuur: 48)

اَلْخَسَارَةُ الثَّانِيَةُ عَشَرَ: يَخْسَرُ مَا أَخْفَى اللهُ لِلْقَائِمِيْنَ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Kerugian keduabelas: Tidak mendapatkan apa saja yang indah dipandang yang Allah simpan untuk orang-orang yang mendirikan sholat malam.

Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS: As Sajdah: 17)

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. (QS: Al-Muzzammil: 20)

فَهَلْ يَاتُرَى بَعْدَ كُلِّ هَذِهِ الْخَسَائِرِ الْفَادِحَةِ سَنُضَيِّعُ قِيَامَ اللَّيْلِ؟
قُمِ اللَّيْلَ وَلَوْ بِرَكْعَتَيْنِ
Setelah berbagai kerugian besar ini lantas apa pendapatmu, apakah kita akan menyia-nyiakan sholat malam?

Dirikanlah sholat malam meskipun hanya 2 rakaat!

اَللَّهُمَّ اَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ مُقِيْمِيْ صَلَاةِ اللَّيْلِ يَارَبِّ يَامُجِيْبُ
Ya Allah, Bantulah kamu untuk berdzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik untuk-Mu. Wahai Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri.

Ya Allah jadikan kami termasuk orang-orang yang mendirikan sholat malam, ya Rabb Wahai Yang mengabulkan doa.

Amiiiin

repost from group dakwah whatsapp
Powered by Blogger.