SAYA BINGUNG,,, UANG 1 MILYAR MAU SAYA APAIN USTADZ ???

Pagi menjelang zuhur tadi ada seorang Nenek-nenek berusia 70 tahunan yang hanya duduk dan bersandar pada tiang tongkat penyanggah badan. Setelah beliau menyaksikan iklan perumahan kami di Dramaga Bogor, beliau memutuskan untuk membeli rumah di sana yang akan diwakafkan untuk Para Penghafal Al-Qur’an, beliau menghubungi kami dan minta untuk datang segera ke kediaman putra beliau karena beliau berdomisili di Bandung dan hanya beebrapa hari saja di Bekasi.

Tanpa menunda-nunda, saya pun merespon positif “Bak gayung bersambut”, kebetulan juga memang sedang tidak terlalu padat dan rumah beliau tidak terlalu jauh hanya 40 menit tadi.

Sesampainya di kediaman putra beliau yang masih berada di bilangan Bekasi Barat, beliau cerita panjang lebar tentang kehidupan beliau dan mendiang suami beliau –rahimahullah- yang merupakan seorang perwira militer. Beliau memiliki 8 putera dan puteri yang Alhamdulillah sudah pada mapan, sambil menitikan air mata beliau bilang di depan kami dan disaksikan oleh salah satu putera beliau :
UANG 1 MILYAR MAU SAYA APAIN USTADZ

“Saya punya uang 1 (satu) Milyar bingung mau diapakan, saya tidak tahu kapan ajal akan tiba, mungkin saja setelah ini, kalau saya diamkan saja maka uang tersebut akan jadi HAK WARIS anak-anak saya padahal mereka tidak terlalu membutuhkan, akan tetapi kalau saya infakkan/ wakafkan ini akan jadi milik saya di akherat kelak atau bahkan bisa Allah ganti yang lebih besar sebelum saya meninggal, makanya saya mau beli rumah tersebut dan langsung saya Wakafkan untuk para Penghafal Al-Qur’an, walaupun saya belum lihat rumahnya tapi saya yakin Ustadz pasti amanah”

Mungkin karena terbawa perasaan, tiba-tiba mata ini juga berkaca-kaca, subhaanallah siapa yang tidak terharu dengan ucapan Nenek tersebut. Nenek pendiri dan pemilik salah satu sekolah di Bandung ini pun yakin dengan sangat kalau harta yang dikeluarkan di jalan Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Semoga Allah menjadikannya sebagai Shadaqah Jariah yang akan terus mengalirkan pahala sampai kapan pun selagi Wakafnya dimanfaatkan, walaupun beliau sudah di Alam Kubur nan jauh di sana. Aaamiin

#############################
Allah yang di tangan-Nyalah segala perbendaharaan langit dan bumi berfirman:


{وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ}
“Dan apa saja yang kamu nafkahkan (sedekahkan), maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS Sabaa’:39).

Makna firman-Nya “Allah akan menggantinya” yaitu dengan keberkahan harta di dunia dan pahala yang besar di akhirat. Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (3/713).”

Dan dalam hadits yang shahih Rasulullah bersabda:

«مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ»
“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri di (hadapan) Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya” HR Muslim (no. 2588).

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : ذَبَحْنَا شَاةً فَتَصَدَّقْنَا بِهَا فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ :مَا بَقِيَ إِلاَّ كَتِفَهَا, قَالَ: كُلُّهَا بَقِيَ إِلاَّ كَتِفَهَا
‘Aisyah رضي الله عنها pernah menuturkan bahwa dahulu sahabat menyembelih kambing, maka Nabi صلى الله عليه و سلم bertanya: “Apa yang masih tersisa dari kambing itu?” ‘Aisyah berkata: “Tidak tersisa darinya kecuali tulang bahunya.” Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Semuanya tersisa, kecuali tulang bahunya.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2470).

Maksudnya, prinsip Harta Kita dalam Islam adalah:

“Harta yang telah kita nafkahkan di jalanAllah (Sedekah, Nafkah Keluarga, Pengeluaran2 yang diridhai Allah) itu sebenarnya adalah HARTA KITA yang kekal di sisi Allah dan yang belum dibelanjakan di jalanNya maka sebenarnya itu BUKAN HARTA KITA dan tidak kekal di sisi-Nya, itu akan jadi milik orang lain (mungkin jadi warisan anak-anak kita atau jadi milik suami atau istri kita (mungkin untuk NIKAH LAGI dan untuk pasangan barunya 😀) atau jadi milik orang terdekat yang kita tinggalkan)”

Wallahu a'lam

republish from whatsapp group
Powered by Blogger.