umat islam tidak boleh mengucapkan selamat natal, inilah alasannya

Janganlah engkau menghina atau mencela sesama manusia & agama lain

Natal bagi kaum nasrani adalah peringatan kelahiran tuhan mereka, yaitu Yesus.

Mereka bergembira menyambutnya. Dan peringatan natal ini terjadi belasan abad yang lalu sekitar 336M, yaitu sebelum lahirnya manusia mulia Muhammad ﷺ.

Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal.

(Seperti peringatan Maulid Nabi ﷺ ?)
muslim yang baik tidak mengucapkan selamat natal

Kemudian kaum nasrani menjadikan Yesus sebagai sesembahan.

Doktrin Tritunggal atau Trinitas (kata Latinyang secara harfiah berarti "tiga serangkai", dari kata trinus, "rangkap tiga")[1] menyatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi[2] atau hipostasis[3] yang sehakikat (konsubstansial)—Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus—sebagai "satu Allah dalam tiga Pribadi Ilahi". Ketiga pribadi ini berbeda, namun merupakan satu "substansi, esensi, atau kodrat" (homoousios).[4] Dalam konteks ini, "kodrat" adalah apa Dia, sedangkan "pribadi" adalah siapa Dia.[5][6][7]

1^ Oxford Dictionaries

2^ The Family Bible Encyclopedia, 1972 p. 3790

3^ See discussion in Wikisource-logo.svg Herbermann, Charles, ed. (1913). "Person". Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.

4^ Definition of the Fourth Lateran Council quoted in Catechism of the Catholic Church, 253

5^ "Frank Sheed, ''Theology and Sanity''". Ignatiusinsight.com. Diakses tanggal 3 November 2013.

6^ "Understanding the Trinity". Credoindeum.org. 16 May 2012. Diakses tanggal 16 Aug 2016.

7^ "Baltimore Catechism, No. 1, Lesson 7". Quizlet.com. Diakses tanggal 3 November 2013

Ucapan "*Selamat Natal*" yang disampaikan beberapa orang Muslim sebenarnya adalah suatu penghinaan yang hebat kepada pengikut agama nasrani.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al Maidah:72)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS An Nisa:48)

Dari dua ayat di atas, Al Maidah 72 & An Nisa 48, jelas bahwa kaum nasrani tempatnya adalah neraka, dan mereka akan kekal di dalamnya.

Lebih hinanya lagi, bahwa kaum nasrani adalah kaum yang tidak pernah dinilai amalannya, walaupun amalan mereka dalam kebaikan adalah setinggi langit.

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS Az Zumar 65-66)

Bagaimana jika ada seorang muslim yang mengucapkan selamat natal kepada temannya atau kerabatnya ?

Orang yang mengucapkan ini sungguh telah menghina dan mengejek agama lain, seakan-akan temannya atau kerabatnya tersebut diberi selamat bahwa kelak dia pasti akan masuk neraka.

Atau, mensyukuri bahwa kaum nasrani itu pasti tempatnya kelak adalah di neraka. Atau, bodohnya tuhanmu yang mengajakmu kepada neraka. Sebagai umat Islam, sangat tidak patut jika melakukan seperti itu.

Seperti kita ketahui bahwa kita tidak boleh mencela tuhan orang kafir karena akan muncul kemungkaran lebih besar yaitu mereka malah mencela Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” (QS. Al An’am: 108).

Semoga Allah senantiasa memberi taufik pada kita pada kebenaran. Hanya Allah yang memberi petunjuk dan hidayah.

Allahu a'lam

(disalin dari beberapa sumber : Ust Firanda, Ust Abduh Tuasikal, kajian Sunnah, wikipedia)
-----------------------------------------------------------
dibutuhkan donasi perpanjang sewa domain, salurkan ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama Atri Yuanda. konfirmasi via whatsapp ke 085362377198. donasi masuk masih nol.semoga menjadi amal jariah

1 orang mendapat hidayah lebih baik dari pada dunia dan isinya, yuk share
kunjungan anda kembali = penyemangat untuk update artikel selalu

umat islam tidak boleh mengucapkan selamat natal, inilah alasannya
-->