5 hakikat ketulusan dijelaskan oleh Ibnu hajar dalam kitab fathul bari

Alloh ta’ala berfirman:

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَى وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ، مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ، وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.
“Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit, dan orang-orang yang tidak mendapatkan sesuatu untuk mereka belanjakan (orang-orang miskin), apabila mereka bersikap tulus kepada Alloh dan Rosul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [at-Tawbah: 91]
Ibnu hajar dalam kitab fathul bari

Kedudukannya

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى إِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ.
“Diriwayatkan dari Jarir bin ‘Abdulloh, dia berkata: Aku berbaiat (berjanji setia) kepada Rosululloh untuk menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan bersikap tulus kepada setiap muslim.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhoriy dan Muslim]

Kepada Siapa Ketulusan Diberikan.

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّينُ النَّصِيحَةُ، قَالُوا: لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ.
“Diriwayatkan dari Tamim ad-Dariy rodhiyallohu ‘anh bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Agama itu adalah ketulusan.’ Mereka berkata: ‘Kepada siapa?’ Beliau bersabda: ‘Kepada Alloh, kepada Kitab-Nya, kepada Rosul-Nya, kepada para imam (pemimpin) kaum muslimin dan awam mereka.’” [Diriwayatkan oleh al-Bukhoriy dan Muslim]

Hakikat Ketulusan

Ibnu Hajar al-‘Asqolaniy. berkata dalam Fathul Bari:

1. Ketulusan kepada Alloh ta’ala:. menyifatinya dengan apa yang layak untuk-Nya, tunduk kepada-Nya secara lahir dan batin, berkeinginan untuk mendapatkan cinta-Nya dengan mengerjakan ketaatan kepada-Nya, takut akan murka-Nya dengan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya, dan berjuang untuk mengembalikan kepada-Nya orang-orang yang durhaka.

2. Ketulusan kepada Kitab Alloh: mempelajarinya, mengajarkannya, menegakkan huruf-hurufnya dalam tilawah, memperbagusnya dalam tulisan, memahami makna-maknanya, menjaga had-had (batasan-batasan)nya, mengamalkan isinya, dan mempertahankannya dari penyelewengan para pendusta.

3. Ketulusan kepada Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam: mengagungkannya, menolongnya semasa hidup dan setelah mati, menghidupkan Sunnahnya dengan mempelajarinya dan mengajarkannya, mengikutinya dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatannya, serta mencintainya dan mencintai para pengikutnya.

4. Ketulusan kepada para imam (pemimpin) kaum muslimin: membantu mereka dalam melaksanakan apa yang mereka pikul, mengingatkan mereka saat lalai, menutup aib mereka saat khilaf, bersatu mendukung mereka, dan mengembalikan kepada mereka “hati-hati yang lari”. 

Di antara ketulusan yang paling agung kepada mereka adalah: menghalangi mereka dari berbuat kezaliman dengan cara yang paling baik. Termasuk ke dalam golongan para imam kaum muslimin adalah: para imam ijtihad. Dan ketulusan kepada mereka dilakukan dengan menebarkan ilmu-ilmu mereka, menyebarkan kebajikan-kebajikan mereka, dan berbaik sangka kepada mereka.

5. Ketulusan kepada awam kaum muslimin: berbelas kasih kepada mereka, mengusahakan apa yang mendatangkan manfaat kepada mereka, mengajari mereka apa yang bermanfaat bagi mereka, mencegah segala bentuk gangguan terhadap mereka, menyukai untuk mereka apa yang disukainya untuk dirinya sendiri, dan membenci untuk mereka apa yang dibencinya untuk dirinya sendiri.

Wallahua'lam
republish from whatsapp group
Powered by Blogger.