Islam Indonesia tertindas, islam di Arab saudi makmur, kenapa?

Kenapa umat Islam di Indonesia selalu tertindas ?
Kenapa umat Islam di Saudi Arabia makmur sejahtera ?

Ibrah (pelajaran) dari hadits Nabi ﷺ dibawah, kenapa kita umat Islam selalu kalah dlm banyak hal.

Mengapa umat Islam kalah dalam perang

Peringatan dari Allah ta'ala, bahwa setiap kekalahan umat Islam adalah akibat durhaka kepada perintah Nabi Muhammad ﷺ.

"Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran :162)

Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada perang uhud). (QS Ali Imran: 165)

Yakni apa yang menimpa sebagian dari kalangan mereka dalam peperangan Uhud, yakni tujuh puluh orang dari kalangan mereka gugur.
islam di Arab saudi makmur

padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuh kalian (pada perang Badar). (QS Ali Imran: 165)

Yaitu dalam Perang Badar, karena sesungguhnya pasukan kaum muslim sempat membunuh tujuh puluh orang dari kalangan musuh-musuh mereka dan menawan tujuh puluh orang dari kalangan musuh-musuh mereka.

kalian berkata, "Dari mana datangnya (kekalahan) ini?" (Ali Imran: 165)

Yakni mengapa hal ini dapat terjadi pada diri kami.

Katakanlah, " Itu dari (kesalahan) kalian sendiri ." (Ali Imran: 165)

Dari Umar ibnul Khattab yang menceritakan bahwa ketika peperangan Uhud terjadi, yaitu setahun setelah Perang Badar, maka kaum muslim memperoleh hukuman disebabkan kesalahan mereka berani menerima tebusan dari tawanan Perang Badar kaum musyrik. Akhirnya dalam Perang Uhud, tujuh puluh orang dari pasukan kaum muslim gugur, dan sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ lari meninggalkan beliau ﷺ hingga gigi seri beliau ﷺ rontok dan topi besi pelindung kepalanya pecah serta darah mengalir pada wajahnya karena terluka.

Lalu Allah menurunkan firman-Nya: Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuh kalian (pada peperangan Badar) kalian berkata, "Dari manakah datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) diri kalian sendiri." (Ali Imran :165) Yakni karena kalian lebih suka menerima tebusan dari tawanan Perang Badar.

Dari Ali radhiallahu anhu yang menceritakan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata: Hai Muhammad, sesungguhnya Allah benar-benar tidak menyukai apa yang dilakukan oleh kaummu dalam mengambil (tebusan) tawanan-tawanan Perang (Badar), padahal Allah telah memerintahkan kepadamu agar memberitahukan kepada mereka untuk memilih salah satu di antara dua perkara. 

Yaitu adakalanya para tawanan itu dihukum mati dengan dipenggal lehernya. Dan pilihan lainnya ialah mereka (kaum muslim) boleh mengambil tebusan, tetapi kelak akan terbunuh dari kalangan mereka sejumlah orang-orang musyrik (yang terbunuh dalam Perang Badar). Sahabat Ali radhiallahu anhu melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Rasulullah ﷺ memanggil orang-orang dan diceritakan kepada mereka hal tersebut. 

Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, mereka adalah keluarga dan teman-teman kita. Mengapa kita tidak ambil saja tebusan mereka, yang hasilnya nanti dijadikan sebagai biaya untuk memerangi musuh-musuh kita. Biarpun ada yang gugur dari kalangan kita sejumlah mereka, kami tidak akan menolak pilihan ini." 

Sahabat Ali radhiallahu anhu melanjutkan kisahnya, bahwa pada peperangan Uhud akhirnya terbunuh dari pasukan kaum muslim yang bilangannya sama saja dengan mereka (pihak musuh) yang tertawan di dalam peperangan Badar.

(HR Ahmad)

Muhammad ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Katakanlah, "Itu dari (kesalahan) diri kalian sendiri." (Ali Imran: 165) Yakni disebabkan durhaka kalian kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau ﷺ memerintahkan kepada kalian agar jangan meninggalkan posisi kalian itu, tetapi kalian mendurhakainya. Yang dimaksud ialah pasukan pemanah. 

Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran: 165) Artinya, Dia berbuat apa yang dikehendaki-Nya dan memutuskan menurut apa yang disukai-Nya, tiada seorang pun yang mempertanyakan tentang keputusan-Nya.

sumber : Tafsir Ibnu Katsir as Syafi'i.

republish from whatsapp group
Powered by Blogger.