Perang Pemikiran: Hukum di Indonesia ini tergantung opini yang beredar.

INTISARI NASIHAT CERAMAH UBN GHAZWUL FIKRI (PERANG PEMIKIRAN) .

Hukum di Indonesia ini tergantung opini yang beredar.

Andai Ust. Abu Bakar Ba’asyir menang opini, tidak akan dipenjara. tapi karena kalah opini maka beliau dipenjara.

Habib Rizieq itu dipenjara tiga kali, tiga-tiganya karena kalah opini.

Indonesia ada hukum, tapi bukan hukum yang berkeadilan. Sehingga andai tidak ada ABI 1, apa ahok akan diproses hukum? andai tidak ada ABI 2, apa ahok akan diproses secara cepat, tegas & transparan? andai tidak ada ABI 3, apa ahok akan jadi tersangka? .
Hukum di Indonesia ini tergantung opini yang beredar

TIDAK MUNGKIN ... !!! .
Ini menunjukan Skeptisismenya umat terhadap penegakan hukum.

Handphone yang ada ditangan umat Islam ini lebih dari pada “AK47”, karena perang sekarang ini adalah “PERANG PEMIKIRAN”, Maka gunakanlah senjata anda untuk berperang dimedia sosial.

Link Video : https://youtu.be/ob1 (link tak lagi bisa ditonton)

Buka Mata, Buka Telinga dan buka Hati ini

Sambil nunggu motor saya dicuci, saya mengambil sebuah majalah usang yang disediakan oleh jasa pencucian motor tersebut untuk saya baca…

Saking tuanya sehingga jangankan sampul, banyak halamannya yang sudah robek dan lecek…

Tandanya bahwa pelanggan malas membaca, sehingga pemilik jasa pencucian tidak berminat mengganti majalahnya…

Majalah tahun 90an itu isinya tentang perang Bosnia. Salah satu yang saya ingat adalah sebuah testimoni warga Bosnia di awal-awal berkobarnya perang.

Pemuda itu berkata: "Sebelum pecah perang, kami anak-anak muda kaum Muslimîn di Bosnia hidup dengan cara hidup mereka para pemuda Serbia. Berpesta, fashion, minuman keras, dan segala macam cara hidup mereka. Tak ada yang membedakan kami dengan mereka, kecuali hari Jum‘at dan Hari Raya. Tapi ketika pecah perang, mereka yang dulunya adalah teman-teman kami berpesta, kini memerangi dan membantai kami!"

Selesai.

Saya lalu berpikir, saat ini musuh-musuh Islâm menyerang Islâm tahap demi tahap. Awalnya dengan issue ISIS. Mereka berteriak bantai ISIS karena mereka tahu mayoritas kaum Muslimîn juga tidak setuju dengan ideologi ISIS, sehingga mereka bisa menyalurkan kebencian terhadap Islâm dengan mengatasnamakan kebencian terhadap ISIS.

Setelah itu mereka menyerang FPI, karena praktek amar ma’ruf nahi munkar FPI yang banyak mendapat kritikan, sehingga mereka nebeng menyerang FPI. Padahal sebenarnya yang mereka ingin serang adalah Islâm.

Selanjutnya kejadian kemarin, Sekjen MUI Pusat yang mereka berusaha untuk serang. Mereka mengatasnamakan "Cinta NKRI" dan menuduh Tengku Zulkarnain tidak tahu berbhinneka, sehingga mereka menyerangnya.

Demikian seterusnya…

Maka anda jangan menganggap bahwa jika anda bukan anggota FPI, maka anda akan aman.

Tidak…

Karena mereka akan memerangi kalian selama kalian "Muslim", walaupun anda Muslim yang sekuler, muslim yang katanya berbhinneka, Muslim yang mengucapakan selamat terhadap hari raya agama lain, Muslim yang mabuk, Muslim yang dukung pemimpin kâfir dlsb.

Atau anda mungkin mengatakan bahwa cara beragama anda lebih hikmah dan lebih lurus dari FPI, maka pasti jika tiba peluang itu, maka anda akan diperangi. Jangankan kalian, bahkan anak bayi kalian pun yang tidak tahu apa-apa, mereka semua akan diperangi!

Atau mungkin anda katakan bahwa anda tidak setuju FPI karena FPI tidak berilmu, tapi yakinlah jika tiba saatnya, maka kalian juga akan diperangi oleh musuh-musuh Islâm itu!

Karena yang mereka benci sebenarnya bukan FPI, bukan yang menuntut Ahok dipenjara.

Tetapi yang mereka benci adalah Islâm!

Maka jika anda Muslim, maka anda adalah target mereka.

Jadi pilihan hanya dua: with us or against us.

Bersama kita rapatkan shoff dalam bingkai aqidah Islâmiyah, atau menjadi musuh Islâm itu sendiri.

Tak ada tempat yang ketiga – lâ manzila bayna manzilatain.

Bergabung dengan perahu besar Kaum Muslimîn, karena jika anda hanya mengandalkan sekoci, maka sekejap ia akan hilang ditelan oleg gelombang serangan musuh yang makin membabi buta.

Ingatlah peristiwa inkuisisi di Granada, ketika kaum Muslimîn, baik yang shôlih maupun thôlih diberi pilihan, masuk ke dalam agama mereka atau dibunuh? Tak peduli apakah kaum Muslimîn itu rajin sholât atau rajin mabuk, mereka sama di hadapan Majelis Inkuisisi, karena dosa mereka satu, yaitu: mereka adalah Muslim.

Wallôhul musta‘an..

Sebarkan sebagai amal sholeh

Sumber: Fathul Andalush
fb habibrizieq
dibutuhkan donasi perpanjang sewa domain, salurkan ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama Atri Yuanda. konfirmasi via whatsapp ke 085362377198. semoga menjadi amal jariah

1 orang mendapat hidayah lebih baik dari pada dunia dan isinya, yuk share
kunjungan anda kembali = penyemangat untuk update artikel selalu

Perang Pemikiran: Hukum di Indonesia ini tergantung opini yang beredar.

-->