Hadits shahih Perihal keutamaan menjenguk orang sakit

Terdapat keutamaannya dalam banyak hadits diantaranya adalah sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ (رواه مسلم، رقم 2568)
“Sesungguhnya orang muslim ketika mengunjungi saudaranya yang muslim, dia sedang panen di surga sampai dia pulang.” (HR. Muslim, no. 2568)

Kata ‘Khurfatil jannah’ adalah memanennya. Diperumpamakan seperti orang yang kembali mendapatkan pahala sebagaimana orang yang memanen buah.
musyari rasyid menjenguk orang sakit

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ : أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلا ) حسنه الألباني في صحيح الترمذي
“Siapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah. Maka ada suara memanggil ‘Semoga anda baik, dan baik tempat perjalananmu dan anda mendapatkan surga sebagai tempat tinggal.” (HR. Tirmizi, no. 2008 Dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam kitab Shahih Tirmizi)

Diriwayatkan Imam Ahmad dari Jabir radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihiwa sallam bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ , فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا ) صححه الألباني في السلسلة الصحيحة، رقم 2504)
“Siapa yang mengunjungi orang sakit, dia senantiasa mendapatkan rahmat sampai dia duduk. Ketika duduk, maka masuk di dalamnya.” (Dinyatakan shahih Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 2504)

dari Ali radhiallahunahu berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu alai wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ , وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ (صححه الألباني في صحيح الترمذي)
“Tidaklah seorang muslim mengunjungi muslim (yang sakit) di pagi hari melainkan ada tujuh puluh ribu malaikan mendoakan sampai sore hari. Kalau dia mengunjungi sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikan akan mendoakan sampai pagi hari. Dia pun memiliki taman di surga.” (HR. Tirmizi, (969) Dishahihkan Al-Albani di Shahih Tirmizi)

Mengunjungi orang sakit tidak khusus bagi orang yang dikenalnya saja. Bahkan dianjurkan bagi orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Hal itu dikatakan oleh An-Nawawi dalam ‘Syarah Muslim’

source: https://islamqa.info/id/71968
Powered by Blogger.