Surat Terbuka Untuk Santri Dan Santriwati

Bismilah

Anak-anakku penuntut ilmu...
Kau telah banyak berkorban..
Kau telah banyak meninggalkan....
Kau telah banyak tertinggal.....

Berkorban menelan pahitnya kerinduan....
Meninggalkan teman sekitaran rumahmu,  permainan, ....
Kau tertinggal dalam banyak pergaulan dengan keluarga , saudara... sepupu...

Bahkan diantaramu ada yang sejak SD..... Merasakan hal itu...
Kadang kau seperti terbuang....
Kau menangis dalam antrian panjang tuk makan.....

Bila malam tiba.....
Kegelapan ruangan justru menjadi penerang khayalmu....
Ingin berjumpa keluarga....
Ingin berjumpa Abi... Umi... Ayah Bunda....

Lamunan panjangmu...
Kadang menjadi pengantar tidurmu.....
Terjagamu dari tidur tengah malam...
Kadang membuatmu meneteskan air mata...
Karena mimpi-mimpi kebahagiaan sewaktu di rumah....

Ya... Itu adalah pahit dan pedih...
Ya... Itu adalah berat dan menyiksa
Ya... Itu semu adalah warna kehidupan yang kamu harus lalui..

Ketahuilah......
Air matamu...
Kerinduanmu....
Pengorbananmu...
Itu semua akan lebih menyakitkan lagi jika kau lalui tanpa bertambahnya ilmu dan ketaqwaanmu.......
Santriwati

Jangan kau tengok kebelakang...
Jangan kau iri dengan mereka yang  memenuhi tempat-tempat permainan....
Jangan kau tergiur dengan tingkah laku sebayamu di luar...

Ya seusiamu di luar....
Seperti suami istri ketika berboncengan....
Ya seusiamu....
Ada yang menghabiskan hidupnya dengan bergadang...
Ya seusiamu...
Ada yang tewas balapan liar...
Bahkan tewas dalam oplosan...
Sekali lagi jangan kau melirik kepada kesenangan dunia yang semu....

Namun sebaliknya....
Ketika pengorbananmu....
Sebagai pupuk tumbuhnya kesadaran dan ketqwaanmu..
Dan menumpuknya ilmu di dadamu..
Maka kau kan menjadi hamba Allah yang beruntung.....

Karena kebaikan bukan dari banyaknya harta.....
Karena kehinaan bukan dari ketiadaan harta....
Kebaikan dan kemulian dari ilmu dan ketaqwaan yang Allah berikan padamu......

Ingatlah...
Pahitnya hari ini...
Untuk kau raih manisnya kehidupan kelak...
Ketika kau menjadi anak-anak Soleh solehah..
Ketika kau berumah tangga dan bermasyarakat...
Ketika kau menjadi tamu-tamu di rumah Allah....

Diantaramu...
Ada yang menjadi Imam....
Diantaramu....
Ada yang menjadi khotib...
Diantaramu....
Ada yang mengisi majlis-majlis ilmu
Diantaramu....
Ada yang membuka ponpes-ponpes baru... Tuk maraknya dakwah... Dan tingginya kalimat Tauhid..  

Dan in syaa Allah kamu menjadi tamu-tamu Allah kelak di surga Firdaus yang tinggi...

Dan jangan kau lupakan kedua orang tuamu.....
Mereka banyak meneteskan air mata... Ketika kau di ponpes..
Meneteskan keringat dan banting tulang tuk biayamu....

Mereka banyak menelan pil pahit kehidupan...
Menahan kerinduan buah hati...
Memeras otak ntuk kelangsunganmu menuntut ilmu...
Maka doakanlah kedua orang tuamu...
Jadilah kamu.. Wasilah tuk tingginya posisi mereka di Surga...

Juga banyak-banyaklah kau berdoa dan membantu para gurumu....
Jangan kau bakhil pada mereka yang telah berjasa padamu...

Kunjungilah kelak...
Ketika mereka telah tua renta...
Jadilah kamu hamba yang brsyukur pada Allah Ta'ala...
Dengan bersyukur pada siapa saja yang telah berjasa padamu....

Mudah-mudahan nasihat ini,  menjadi cemeti tuk bangkit dari lamunanmu...
Tuk bangun asa yang bermanfaat..
Tuk menata masa depan yang kian berat dan kian tak bersahaja...
Terutama panasnya kesabaran dalam berpegang dengan agama yang lurus ini.....

Ya Allah kuatkanlah kami dan anak-anak kami tuk meraih kebaikan dunia dan akhirat... Aamiin.

Tengah Malam Pondok Aren
Abu Salman Abdurrahman Ayyub
1 orang mendapat hidayah lebih baik dari pada dunia dan isinya, yuk share
kunjungan anda kembali = penyemangat untuk update artikel selalu
broadcast whatsapp dakwahpost

Surat Terbuka Untuk Santri Dan Santriwati
-->