Hati dag dig dug ? Itulah Pertanda Cinta

Ketika namanya disebut, hatiku terasa dag dig dug. Itulah pertanda cinta. he he he

Sobat! pernahkah anda mencintai seorang wanita yang cantik jelita atau seorang lelaki yang tampan rupawan?

Bagaimana perasaan anda saat itu? Selalu merindukanya, namanya selalu menghiasi jiwa anda, dan ketika namanya disebut, sekejap hati anda berbinar binar, dan tentunya anda begitu hanyut dalam rindu kepadanya setiap kali berpisah darinya.
Itulah Pertanda Cinta

Pernahkah anda mencari tahu, mengapa anda bisa mengalami semua itu?

Karena dia begitu indah? tampan? atau begitu baik kepada anda, hinga akhirnya anda tak kuasa menahan aliran badai cinta kepadanya?

Tenang sobat, wajar kok, dahulu aku juga merasakan hal yang serupa. Tapi pernahkah anda merasakan hal yang serupa kepada Allah Ta’ala? bukankah anda sadar bahwa Allah Ta’ala pemilik segala keindahan? Bukankah anda juga percaya bahwa Allah Ta’ala yang telah memberikan segala kebaikan kepada anda?

Namun mengapa rasa cinta kepada-Nya kok seakan redup di hati anda? Apa sebabnya? ya sebabnya adalah dosa dosa anda yang menjadikan rasa cinta anda kepada-Nya layu.

Andai anda rajin menyirami rasa cinta kepada-Nya dengan amal sholeh dan nama nama-Nya selalu menghiasi hati dan lisan anda, niscaya jiwa anda dipenuhi kecintaan kepada-Nya. Dan setiap kali anda mendengar nama-Nya disebut, niscaya jiwa anda tergetar oleh rasa rindu kepada-Nya berkobar. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى َربِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ {2} الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (Al Anfal 2-4)

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Powered by Blogger.