Antara kebaikan menurut kita dan kebaikan sebenarnya

Saudaraku..
Lihatlah diri kita..
Lihat tujuan kita..

Sampai saat ini yakinkah kita bahwa waktu yang kita habiskan setiap saat sudah membuat Allah menghendaki kebaikan bagi diri kita?

Baik dari habisnya waktu kita maupun waktu lelah kita..

🔺 Saudaraku coba perhatikan.. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari 71 dan Muslim 1037)
practice islam

👤 Syaikh Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata :

"Yang dimaksud fakih (Paham) dalam hadits ini bukanlah hanya mengetahui hukum-hukum syar’i, tetapi lebih dari itu. Dikatakan fakih (paham) jika seseorang memahami tauhid dan pokok Islam (pondasi islam), serta yang berkaitan dengan syari’at Allah." (Kitabul ‘Ilmi, 21)

👤 Imam an-Nawawi rahimahullah berkata :

“Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu agama dan keutamaan mempelajarinya, serta anjuran untuk menuntut ilmu.” (Syarah Shahih Muslim 7 : 128)

👤 Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata:

“Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia, dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya.” (Fathul Bari 1 : 165)

Bukan hartamu saudaraku..
Bukan pula jabatanmu..
Bukanlah pula ilmu duniamu..
Tapi ilmu agamamu.. agamamu...

Mari mulai perlahan persiapkan waktu untuk mendatangi majlis-majlis ilmu, kajian-kajian secara langsung maupun dengan streaming video kajian/radio ataupun pula dengan membaca buku.. Semoga dengannya Allah kehendaki kita dengan kebaikan..

Nasihat bagi kita khususnya, keluarga, kerabat serta saudara-saudara kita..
__________

👤 Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
Telegram : ShahihFiqih
Powered by Blogger.