Musik, Penentram Hati benarkah?

Dahulu, Abu Rudhabari pernah ditanya tentang seorang yang mendengar nyanyian dengan alasan: Nyanyian halal bagiku, karena saya telah sampai kepada derajat yang tidak mungkin ada perubahan? Beliau menjawab dengan enteng: Benar, dia telah sampai, tetapi ke Neraka Saqor!!. (Al-Hilyah 10/356 dan Siyar 14/536).

Sebagian orang beranggapan bahwa musik adalah halal dan bisa menentramkan hati? Tapi benarkah klaim tersebut? Bukankah banyak para musisi dan vokalis terkenal yg berhamburan harta tapi tidak merasakan kebahagiaan, banyak banyak yg tersandung skandal narkoba, seks bebas, bahkan bunuh diri? Itukah kebahagian yg kalian inginkan?
Musik, Penentram Hati benarkah?

Ketahuilah saudaraku, bahwa kebahagiaan dan ketentraman tidaklah diraih dengan melimpahnya harta, cantiknya wanita, tingginya pangkat dan tahta, karir dan populeritas yg melejit, atau hiburan-hiburan semu yang bersifat sementara! Tidak.... Sama sekali tidak...Namun ketenangan hanyalah dapat diraih dengan keimanan dan amal sholeh berupa sholat, baca Al Quran, sedekah dan lain sebagainya. Bacalah firman Allah:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُون
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". (QS. An-Nahl: 97)

Ibrahim bin Adham berkata: "Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kenikmatan hati kami, niscaya mereka akan menebas kami dengan pedang-pedang mereka!!". (Hilyatul Auliya, Abu Nuaim 7/370, az-Zuhud, al-Baihaqi 2/81).

Channel Telegram @yusufassidawi
📲 JOIN : http://bit.ly/LenteraDakwah
Powered by Blogger.