KEWAJIBAN KITA MEMBELA MUSLIM ROHINGNYA

Khuthbah I

Amma badu:

Maasyiral muslimin, bertakwalah kepada Allah (, sebab takwa kepada-Nya adalah cara terbaik untuk menolak balak dan mengangkat kehinaan.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan mereka yang berbuat ihsan.” (QS. Al-Nahl: 128)

Ma’asyiral muslimin, Di zaman yang penuh ujian dan cobaan ini kita perlu mengingatkan tentang hakikat ajaran Islam yang sangat mendasar, yaitu wajibnya saling menolong diantara kaum muslimin, dan wajibnya membela saudara muslim yang terzhalimi dan tertindas.
MUSLIM ROHINGNYA

Apabila kita memiliki kemampuan untuk membela maka kita wajib membela dengan cara yang kita mampu.

Allah ( berfirman:

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Dan jika mereka meminta tolong kepadamu dalam agama maka kamu wajib menolong, kecuali atas kaum yang terdapat perjanjian antara kamu dan mereka. Sedangkan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Anfal: 72)

Jika kita tidak saling menolong, maka Allah ( menjadikan kita lemah dan hina dan kekufuran dan orang kafir merajalela.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
“Dan orang kafir itu sebagian mereka menolong sebagian yang lain, maka jika kalian tidak melakukannya (saling menolong dalam agama) maka aka nada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al-Anfal: 73)

Sebagian ahli ilmu menyebut bahwa fitnah disini adalah fitnah perang, pembunuhan terhadap muslim, pengusiran, dan penangkapan. Sedangkan kerusaan yang besar adalah munculnya syirik dan keburukan di permukaan.

Maasyiral muslimin ramihaullah.

Orang muslim selalu berbagi rasa dengan saudaranya, sedih karena sedihnya, senang karena senangnya. Orang muslim tidak membiarkan saudaranya, tidak menelantarkannya, tidak menyerahkannya kepada musuh. Tetapi wajib peduli, memperhatikan nasibnya, membelanya dan menolongnya.

Nabi shallallahu alahi wa sallam bersabda:

مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ، وَمَا مِنِ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ
“Tidak ada seorang yang membiarkan seorang muslim di tempat dia dihinakan kehormatannya, dan dilanggar kemuliaannya (hak-haknya), melainkan Allah pasti menghinakannya di tempat yang dia ingin mendapatkan pertolongan. Dan tidak ada seorang yang menolong seorang muslim di tempat dia dihinakan kehormatannya dan dilanggar kemuliaannya (hak-haknya) melainkan Allah pasti menolongnya di tempat yang dia ingin ditolong di dalamnya. (HR. Abu Daud, Thabrani dalam al-Ausath, dihasankan sanadnya oleh Haitsami)

Rasulullah shallallahu alahi wa sallam bersabda:

المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لَا يَخُونُهُ وَلَا يَكْذِبُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ
Orang muslim itu saudara muslim lainnya, tidak mengkhianatinya, tidak mendustainya dan tidak menghinakannya.” (HR Turmudzi)

الْمُسْلِمُونَ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ. يَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ، وَيُجِيرُ عَلَيْهِمْ أَقْصَاهُمْ، وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ
“Orang muslim itu nilai darahnya sama (dalam qishah dan diyat), yang paling rendah bisa berjalan membawa tanggungan mereka, dan yang paling jauh melindungi (memberikan jiwar/perlindungan) atas mereka. Mereka adalah satu tangan atas selain mereka. (HR. Abu Daud, shahih)

Maasyiral muslimin.

Kita bangsa Indonesia sekarang ini (Akhir Agustus dan awal September 2017) dikagetkan dengan adanya genosida terbaru terhadap umat Islam etnis Rohingya di Arakan Utara. Kondisi sangat mengenaskan dan memilukan. Betapa tidak, genosida bulan Oktober-Nopember belum bisa mengatasinya, kini disusul oleh genosida baru, yang katanya memasuki tahap akhir. 

Genosida adalah the deliberate and systematic destruction of a racial, political, or cultural group (penghancuran yang disengaja dan sistematis dari kelompok ras, politik, atau budaya). Bangsa Rohingya yang 100 % muslim, penduduk asli Arakan telah lama mengalami proses genosida oleh militer Burma/Myanmar dan Ekstrimis Budha.

Tahun 1942 M (75 tahun lalu), Pembantaian besar-besaran teradap umat Islam. 100.000 muslim dibantai, dan ratusan ribu hijrah.

Tahun 1962 M kudeta militer dan berdirilah pemerintah Budha Sosialis (Komunis). Umat Islam diusir dari pekerjaannya yang ada di ketentaraan dan dari jabatan yang lain .

Ini babak kekejaman sampai sekarang.

Tahun 1978 M, pengusiran besar besaran terhadap umat Islam. Hampir 500.000 muslim diusir dari kampungnya, 40.000 diantaranya meninggal.

Tahun 1982 M, ditetapkan Undang-undang kewarganegaraan baru, yaitu mencabut kewarganegaraan bangsa Muslim Rohingya, sehingga menjadi bangsa asing di negerinya sendiri, tanpa KTP, tanpa Paspor, tanpa hak apapun, lebih buruk dari budak.

1988, pengusiran 150.000 muslim disebabkan pembangunan desa percontohan untuk Budha, untuk mengubah demografi.

1989 Burma diganti jadi Myanmar, Rangon jadi Yangon, setelah 1988 membantai 3000 demonstran anti Junta militer

Tahun 1991 M, pengusiran besar besaran yang kedua (500.000 muslim) karena UU1982, akibat pembatalan hasil pemilu yang memenangkan oposisi sebab muslim memberikan suara kepada partai nasional demokrasi (NLD)

1994 perlakuan keji kepada para ulama dan umat islam secara umum oleh NASAKA (Polisi perbatasan).

Tahun 2010 M, Myanmar menjadi pemerintah sipil, hanya secara formalitas, juga pemilu hanya formalitas, karena itu ditolak oleh PBB.

Tahun 2012 M, pembantaian para da'i dan pembantaian-pembantaian susulan (20.000 muslim), pembakaran dan pengusiran. Di Kota Sittwe saja ada 140.000 muslim hidup tidak layak dalam penjara besar yang disebut kamp-kamp pengungusiran, setelah rumah, tanah dan tokonya dibakar dan diambil alih oleh pemerintah dan kaum Budha.

Tahun 2013, “GERAKAN 969 BUDDHISME” pimpinan Ashin Wirathu (pemimpin 2.500 biksu di biara Mandalay), yang didukung oleh militer mengubah masjid bersejarah di Akyab yang dibangun tahun 1727 M menjadi pagoda dan kembali melakukan kejahatannya kepada umat Islam, hingga sampailah pengungsi Rohingya di Indonesia tahun 2013.

Tahun 2015 (Mei) gelombang pengungsi Rohingya dan Bangladesh sampai di Aceh, Indonesia. Ini babak baru dan harapan baru bagi bangsa Muslim Rahingya yang dijajah dan ditindas selama 231 tahun (waktu itu).

Jargon kampanye Gerakan 969 Budhisme: “Burma kosong dari umat Islam th 2025, benar-benar akan diwujudkan, khususnya dengan adanya genosida tahun 2016 dan 2017!!

4 Desember 2016 dilaporkan: “Di seluruh wilayah Arakan ada 1873 desa. 25 desa saat itu telah dibakar.

Sejak tahun 1962, sudah 895 desa muslim yang dihancurkan lalu ditempati Budha.

Laporan terakhir dari Markaz Rohingya Internasional: Selama Okt-Nop, 2000 dan 1923 rumah dibakar. 200 muslimah diperkosa, muslim yang Syahid- lebih dari 500 orang, lebih dari 2000 dinyatakan hilang, korban luka 490 muslim.

Sejak Oktober 2016 ada 100.000 muslim terusir melarikan diri, lebih dari 100.000 yang lain yang melarikan diri pada kerusuhan 2012, kini di Bangladesh ada 400.000 pengungsi Rohingya, hampir 100.000 anak-anak muslim Rohingya terancam kelaparan dan kematian.

Kini tragedy 25 Agustus 2017, hampir 100.000 muslim terusir melarikan diri, 25 desa muslim dihanguskan, entah berapa yang wafat dan yang hilang, tidak ada yang bisa mengitung sebab tidak ada wartawan yang boleh masuk.

Maasyiral muslimin rahimahullah.

Ketahuilah bahwa kita sangat-terlambat, sebab tidak ada akses berita tentang saudara kita umat islam Rohingnya, bahkan banyak berita yang menyatakan bahwa berita penyiksaan itu bohong, atau dibalik bahwa itu adalah karena kesalahan umat Islam, sehingga kita pun tidak berbuat-apa-apa, padahal sejatinya penjajahan dan penindasan itu sudah berlangsung lama sejak tahun 1784 M, artinya selama 233 tahun yang lalu, namun kita baru percaya setelah lebih dari dua juta muslim rahingnya hidup diluar negrinya, dan lebih dari 500.000 mati teraniaya rahimahumullah.

Oleh karena itu, pembelaan di tingkat pertama ini adalah memberikan informasi yang benar tentang kezhaliman yang mereka alami.

Berikut ini adalah ringkasan dari tragedi yang dihadapi oleh umat Islam di sana oleh pemerintah militer Burma:


Pertama: penghapusan kewarganegaraan Rohingya Muslim di Arakan berdasarkan undang-undang yang mereka buat tahun 1982 M. Mereka dianggap Bengali yaitu imigran gelap dari Bangladesh.

Maasyiral muslimin,

Ketahuilah bahwa Islam masuk Arakan sejak abad pertama Hijriyyah, zaman sahabat Nabi (, 1400 tahun yang lalu. Islam masuk dibawa oleh para pedagang Arab pimpinan Waqqash bin Malik RA dan sejumlah tokoh Tabiiin.

Kemudian gelombang kedua, Islam dibawa oleh para pedagang Arab Muslim pada abad kedua Hijriyah, tahun 172 H/788 M di masa Khalifah Harun al-Rasyid.

Mereka singgah di Pelabuhan Akyab Ibukota Arakan. Umat Islam terus berkembang di Arakan hingga berdirilah Kerajaan Islam oleh Sultan Sulaiman Syah dan berlanjut hingga 3,5 abad lamanya (1430- 1784 M), dipimpin oleh 48 raja Islam, dan berakhir dengan Raja Sulaim Syah.

Kemudian kerajaan Islam runtuh oleh serbuan umat Budha tahun 1784 M. sejak saat itulah sampai hari ini umat Islam ditindas dan diperlakukan seperti hewan.

Kedua: Mencekal Muslim dari bepergian dan perjalanan baik di dalam negri maupun di luar negeri.

Ketiga: Penangkapan dan penyiksaan Muslim di kamp-kamp penahanan tanpa dosa.

Keempat: Memaksa umat Islam untuk melakukan kerja paksa tanpa upah, seperti pembuatan jalan, penggalian parit di daerah pegunungan di Burma.

Kelima: Pengusiran umat Islam dan penempatan umat Buddha di rumah-rumah mereka.

Keenam: Menyita Wakaf-wakaf umat Muslim dan lahan pertanian mereka.

Ketujuh: Menjarah kekayaan umat Islam, dan mencegah mereka dari mengimpor dan mengekspor atau melakukan kegiatan bisnis.

Kedelapan: Menghalangi umat Islam untuk menjadi pejabat atau pegawai di pemerintahan, dan sebagian kecil dari mereka yang telah mendapatkan kedudukan dalam masa penjajahan Inggris dulu dipaksa untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.

Kesembilan: Menghalangi dan merintangi anak-anak Muslim dari menempuh pendidikan di sekolah-sekolah, dan universitas negri.

Kesepuluh: Melarang umat Islam untuk berpartisipasi dalam muktamar dan konferensi Islam International.

Kesebelas: Mulai tahun ini, pemerintah Myanmar mengubah bahasanya, yang tadinya etnis Rohingya disebut kaum minoritas, maka sekarang disebut teroris, sebab berani melawan pembantaian yang dilakukan terhadap mereka.

Keduabelas: banyak umat Islam yang mempercayai bahwa mereka adalah teroris dan militer Myanmar serta ekstrimis Budha yang membantainya adalah benar. Ini tentu musibah di atas musibah.

Oleh karena itu mari kita memperbaiki keadaan ini dengan ilmu dan amal, dengan meluruskan berita yang salah dan dengan panjatan doa, qunut nazilah, dan donasi kemanusiaan serta tekanan-tekanan politis kepada pemerintah Myanmar yang telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Demikian maasyiral muslimin yang bisa kita sampaikan dalam kesempatan khutbah kali ini.

Semoga apa yang kita sampaikan menggugah hati kita tentang kewajiban kita terhadap saudara kita yang lama kita lupakan dan dihalangi oleh orang-orang yang zhalim untuk berhubungan dengan mereka.
أقول قولي هذا واستغفروا إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah II

(Mukaddimah)

Ma’asyiral muslimin.

Ketahuilah bahwa kezhaliman yang dirasakan oleh umat islam Rohingnya adalah kezhaliman yang ditimpakan kepada kita. Kita semua dizhalimi.

Maka mari bersemangat untuk berdoa bagi kita dan bagi muslim Rohingnya sebab kita semua mazhlum dan doa orang yang mazhlum diijabahi oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Nabi shallallahu alahi wa sallam bersabda:

Tiga orang doanya tidak ditolak: orang yang puasa hingga berbuka, imam yang adil dan doa orang yang dizhalimi yang Allah mengangkatnya di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berkata kepadanya: demi Kemulian-Ku dan keagungan-ku, Aku pasti akan menolongnya walau kemudian. (HR Ahmad.)

Ketahuilah bahwa kezhaliman tidak akan langgeng, pasti sirna dan hancur.
وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya (QS.Yusuf:21)

Mari bershalawat dan berdoa untuk kita dan saudara kita umat Islam khususnya umat Islam Rohingnya:..

Demikian...

Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc. M.Ag
dibutuhkan donasi perpanjang sewa domain, salurkan ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama Atri Yuanda. konfirmasi via whatsapp ke 085362377198. semoga menjadi amal jariah

1 orang mendapat hidayah lebih baik dari pada dunia dan isinya, yuk share
kunjungan anda kembali = penyemangat untuk update artikel selalu

KEWAJIBAN KITA MEMBELA MUSLIM ROHINGNYA

-->