Sholat Jum’ah Bertepatan Dengan Hari ‘Ied

ASY-SYAIKH AL-ALBANI ROHIMAHULLOH BERKATA:

ظَاهِرُ حَدِيْثِ زَيْدِ بْنِ أَرْقَم عِنْدَ أَحْمَدَ وَأَبِي دَاوُدَ وَالنَّسَائِي وَابْنِ مَاجَه بِلَفْظٍ : «أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ صَلَّى العِيْد ثُمَّ رَخَّصَ فِي الجُمُعَةِ فَقَالَ :
Dzohir hadits Zaid bin Arqom riwayat Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dengan lafadz: bahwasanya Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam melaksanakan sholat ‘Ied kemudian diberikan keringanan pada hari jum’at seraya beliau berkata:

 مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ». يَدُلُّ عَلَى أَنَّ الجُمُعَةَ تَصِيْرُ بَعْدَ صَلاَةِ العِيدِ رُخْصَةٌ لِكُلِّ النِّاسِ فَإِنْ تَرَكَهَا النَّاسُ جَمِيْعًا فَقَد عَمِلُوا بِالرُّخْصَةِ وَإِن فَعَلَهَا بَعْضُهُمْ فَقَدْ استَحَقَّ الأَجْرَ وَلَيْسَتْ بِوَاجِبَةٍ عَلَيهِ مِنْ غَيْرِ فَرْقٍ بَينَ الإِمَامِ وَغَيْرِهِ.
 “barang siapa yang ingin sholat, maka sholatlah.” Maka ini menunjukkan bahwasanya sholat jum’at setelah sholat ‘ied menjadi rukhshoh (keringanan) bagi setiap manusia, kalaupun manusia meninggalkan semuanya, maka sungguh mereka telah mengamalkan rukhshoh (keringanan), dan kalaupun mereka mengerjakannya (sholat jum’at), maka ia telah pantas mendapatkan pahala dan bukanlah suatu kewajiban baginya tanpa ada perbedaan antara Imam maupun selainnya.” [Al-Ajwibah An-Nâfi’ah]

catatan
- keringanan ini membolehkan bagi mereka yg hendak sholat jumat atau zhuhur saja, bukan menggugurkan keduanya
Sholat Jum’ah Bertepatan Dengan Hari ‘Ied

Sholat Jum’ah Bertepatan Dengan Hari ‘Ied

-->