IBX5A47BA52847EF Orang tuamu, harus didahulukan dari siapapun juga

Orang tuamu, harus didahulukan dari siapapun juga

Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban yang tertuang dalam berbagai hukum, ia bagaikan janji yang harus ditepati dan hutang yang mesti dilunasi.

Sebagai keluarga yang ekonominya dibawah garis menengah kebawah tentulah orang tua membutuhkan perhatian dan kepedulian Sang anak dari segi bantuan materi.

Seharusnya kita sebagai anak peka bahwa mereka membutuhkan kita, tulang mereka sudah rapuh, matapun kabur, otot kendur dan tenaga menurun sehingga matapencaharian satu persatu mulai menghilang, terakhir tiada lagi sumber penghasilan, mereka berusaha semampunya dan hasilnya tak berbilang angka.
Orang tuamu, harus didahulukan dari siapapun juga

Sedangkan anaknya jauh disana telah memiliki pekerjaan dan hasilnya juga tak seberapa, orang tua menunggu perhatian Si anak, sedangkan anaknya menanti penghasilan cukup.

Dalam keadaan seperti ini seharusnya si anak harus cerdas dan bersikap hikmah, ia masih muda, pikiran terang dan tajam, tenaga kuat, kesempatan banyak dan waktu luas untuk menambah penghasilan. Maka ia harus berusaha mencari jalan lain agar dapat memenuhi kebutuhan orang tuanya.

Seandainya penghasilannya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-harinya, maka hendaklah orang tuanya dimasukkan kedalam daftar kebutuhannya.

Jangan pernah menanti penghasilan berlebih, betapa jahatnya dirimu! Apakah orang tuamu dulu menunggu semua kebutuhan mereka terpenuhi baru memberikan apa yang kau butuhkan? Atau mereka mendahulukanmu dari diri mereka sendiri?

Biar mereka lapar, yang penting anaknya kenyang, berselimut panas dan berpayungkan hujan tak pernah dihiraukan, yang penting tubuhmu tetap hangat, manahan kantuk untuk menjagamu tidur, banting tulang memeras keringat untuk biaya sekolahmu, bercucur air mata memikirkan nasib dan masa depanmu. Pantaskah kau memikirkan mereka pada hari ini dengan sebelah mata?

Jika ditunggu penghasilan cukup, maka sampai matipun takkan cukup, pandailah mencukup-cukupkan apa yang kau dapat dari hasil kerjamu.

Jadikan orang tuamu kedalam kebutuhan dirimu, sehingga tiada "penyisihan" tapi "pemisahan" dana untuk mereka, maka setiap bulannya setelah gajian sebelum mengambilnya untuk kebutuhanmu pisahkan terlebih dahulu untuk orang tua dan langsung kirim.

Perbuatanmu kepada orang tuamu akan diwarisi oleh anak-anakmu Insyaallah. Jika ingin mereka memperhatikanmu maka perhatikanlah orang tuamu.

Sebenarnya bukan "jumlah" pemberianmu yang mereka lihat, tapi bakti perhatianmu yang dinilai. Mereka tidak pernah meminta dan jika kau beri tak pula mereka tentukan jumlahnya, sedikit banyak yang kau beri sangat mempengaruhi hati mereka.

Ingatlah firman Allah "Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandung dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula" (QS. Al Ahqaf : 15)

Dalam Riawayat Bukhari dan Muslim dinyatakan bahwa salah seorang diantara sahabat bertanya "Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih berhak untuk kuperlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab ibumu sebanyak tiga kali dan keempat kalinya ayahmu.

Dari hadist diatas sangat jelas bahwa orang tua lebih didahulukan dari siapapun juga, termasuk anak dan istri.

Mari kita perhatikan kisah tiga orang yang terkurung dalam goa yang diceritakan Nabi Shalallahhu alaihi wasallam dari riwayat Muttafaqun Alaihi bahwa salah seorang diantara mereka memiliki berkebiasaan setiap hari memberikan minum susu kedua orang tuanya, ketika ia terlambat pulang dan ayah ibunya sudah tidur dengan senang hati ia menunggu mereka bangun, berdiri disamping keduanya, gelas susu itu ia pegang dari malam hingga fajar menyingsing, sedangkan anak-anaknya menangis kelaparan meminta susu yang ada ditanganya, namun ia tak pedulikan sampai kedua orang tuanya minum.

Pada kesempatan lain Rasulullah: bersabda "Kamu dan hartamu milik bapakmu" (Ibn Majah dan Thabrani)

Bagi yang memiliki orang tua berkecukupan, tak ada salahnya kau memberi mereka, mungkin pemberianmu tak begitu berarti secara fisik namun jiwa merekalah yang menerima. Hal itu sama saat adikmu atau keponakanmu memberimu sesuatu, pemberiannya mungkin tak begitu berarti tapi kebahagiaan dari perhatian dan kasih sayangnya lebih mahal dari nilai apapun.

Jika ayah dan ibumu telah meninggal maka bersedekahlah atas nama mereka, perbanyak doa, berbuat baik kepada keluarga dan teman-teman mereka agar baktimu tak terputus.

(Rail / Usrah mardiyah : ...)
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
dukung operasional dan pengembangan dakwah online, salurkan ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) a/n Atri Yuanda
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->