IBX5A47BA52847EF Harus Tahu, Inilah Tawassul Yang Tidak Disyariatkan

Harus Tahu, Inilah Tawassul Yang Tidak Disyariatkan

Hukum asalnya tawassul itu diperbolehkan. Allah Ta'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah "Al-Wasilah" (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung" (QS. Al-Maidah : 35).

Adapun tawassul syirik maka tidak diperbolehkan, seperti menjadikan Nabi atau orang shalih yang telah meninggal sebagai perantara dalam berdo’a kepada Allah, dengan mengatakan misalnya : 

"Ya Allah, dengan melalui Syaikh fulan (yang telah meninggal), kabulkanlah permintaanku". 

Atau bicara kepada penghuni kubur : "Ya Syaikh, sampaikanlah kepada Allah agar melancarkan rezekiku". 

kerbau albino

Ini adalah bentuk kesyirikan yang dilakukan oleh kaum musyrikin arab di zaman di utusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman :

"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar" (QS. Az-Zumar : 3)

Imam Qatadah rahimahullah berkata :

"Dahulu (sebagian orang-orang kafir quraisy) apabila dikatakan kepada mereka : "Siapa Rabb dan pencipta kamu ? Siapa yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit ?" Mereka menjawab : "Allah". Dikatakan kepada mereka : "Lalu apa makna ibadahmu kepada patung-patung ?" Mereka menjawab : "Agar mereka (patung-patung yang diberi nama dengan nama-nama orang shalih itu) mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya, dan memberikan syafa’at kepada kami disisi-Nya" (Al-Jaami’ li Ahkaamil Qur’an 15/233 oleh Imam al-Qurthubi)).

Dalam ayat ini kaum musyrikin ketika menyembah Latta, Hubal, dan patung-patung lainnya yang diberi nama orang-orang shalih mengatakan bahwa tujuan mereka bukanlah menyembah patung-patung tersebut bahkan mereka meyakini bahwa patung-patung tersebut tidak dapat menciptakan apa-apa, namun tujuan mereka adalah agar orang-orang shalih yang telah meninggal itu dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.

Ini tidak ada bedanya dengan para penyembah kuburan di zaman ini, mereka datang kepada kuburan-kuburan para wali dan berkata : "Kami tidak menyembah kuburan, namun kami ingin agar do’a kami di sampaikan kepada Allah Ta’ala dan agar orang shalih yang telah mati itu memberikan syafaat kepada kami di sisi Allah". Padahal kaum musyrikin arabpun sama mengatakan demikian bahwa tujuan mereka bukan menyembah patung, tapi agar dapat menyampaikan doa-doa mereka kepada Allah dan memberikan syafaat kepada mereka di sisi-Nya.

Allah Ta'ala berfirman :
إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
"Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu, dan kalau pun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai mana yang diberikan oleh (Allah) Yang Maha Mengetahui" (QS. Fathir : 14)

Tidak ada seorangpun dari para sahabat mendatangi kubur Nabi –atau kubur lainnya- untuk minta hujan dll. Bahkan ketika terjadi kekeringan, Umar tidak meminta lewat Nabi (setelah wafat beliau), tetapi memohon hujan kepada Allah lewat perantaraan doa Abbas (yang masih hidup), dan tidak ada seorangpun dari para sahabat yang mengingkari Umar, maka hal itu menunjukkan bahwa itu adalah disyariatkan.

Contoh Kesyirikan Kitab Maulid al-Barzanji

Kitab Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barjanzi al-Madani dan dia wafat di Madinah pada tahun 1177 H atau 1763 M. Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermadzhab Syiah Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga, keturunan dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Salah satu dari sekian banyak penyimpangan dan kesyirikan Kitab BARZANJI yaitu perkataan :

Engkau adalah penutup bagi para Rasul...
Engkau sangat bersyukur kepada Tuhan...
Hambamu yang miskin ini mengharapkan akan anugerahmu yang banyak lagi melimpah...
Padamu sungguh aku telah berbaik sangka...
Wahai pemberi kabar gembira..
Wahai pemberi peringatan...
Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku...
Wahai pelindung dari Neraka Sa’ir...
Wahai penolongku dan pelindungku dari perkara-perkara yang menyulitkan... (hal 121)

Doa itu ibadah dan ibadah itu hanya kepada Allah, maka tidak boleh berdoa kepada selain Allah. Ini adalah syirik akbar, dengan berdoa dan meminta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi berada di alam kubur, sedangkan orang yang berdoa seperti di atas berada di alam dunia. Begitu juga kita lihat pada contoh di bawah ini.

Contoh Kesyirikan Maulid BURDAH
يـــَـارَبِّ باِلْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنـــَا
ِوَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الْكَرَم
Wahai Rabb dengan musthafa sampaikan doa doa kami dan ampuni bagi kami apa yang telah lalu wahai yang maha luas kemurahannya...
يا أكرم الخلق ما لي من ألوذ بــــــه
سواك عند حلول الحادث العمـــــمِ
Wahai Makhluk Termulia Tiada Tempat Perlindungan diriku Selain kepadamu tatkala Huru Hara Kiamat Melanda Semua Manusia...

ولن يضيق رسول الله جاهك بــــــي
إذا الكريم تحلَّى باسم منتقــــــــــمِ
Wahai Rasul Allah, Keagunganmu Tiada Sempit bagiku. Tatkala Dzat Yang Mulia Bersifat Dengan Nama Dzat Penyiksa...

فإن من جودك الدنيا وضرتهـــــــــا
ومن علومك علم اللوح والقلـــــمِ
Sesungguhnya di antara Kemurahanmu Adalah Dunia Dan Akhirat kekal dan Diantara Ilmumu Adalah Ilmu Lauhul Mahfudh Dan Qalam Pena...

Qashidah Burdah karangan al-Bushairi ini sangat kental kesyirikannya, maknanya sangat jelas telah menjadikan kedudukan Nabi seperti kedudukan Allah Taala. Padahal maulid burdah ini sangat menyebar dikalangan masyarakat dan mereka pun tidak tahu maknanya.

Para kyai dan panutan agama telah bertanggung jawab atas sesatnya keyakinan umat Islam ini.
Janganlah sampai menuhankan Nabi seperti kaum Nasrani telah menuhankan Nabi mereka.

Bagaimana bisa mereka meminta-minta dan berdoa kepada Nabi, padahal beliau tidak memiliki kekuasaan untuk mengabulkan doa dll ? Bukankah Allah Ta'ala telah berfirman :
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Katakanlah : Aku (Nabi) tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman" (QS. Al-A'raf : 188)

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kaum muslimin sehingga terhindar dari dosa syirik.

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
join ↪https://telegram.me/najmiumar
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki