IBX5A47BA52847EF Penjelasan Singkat Tentang IMAN KEPADA MALAIKAT (Bagian 02)

Penjelasan Singkat Tentang IMAN KEPADA MALAIKAT (Bagian 02)

Poin-poin Iman kepada Malaikat

 Kita mengimani bahwa malaikat berjumlah sangat banyak sekali dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. Disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat mendatangi Baitul Ma’mur untuk menunaikan shalat, dan jika mereka telah keluar dari sana, maka mereka tak akan pernah kembali lagi.

Kita mengimani wujud mereka dan bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah yang diciptakan dari cahaya dan mempunyai jasad, bukan sesuatu yang maknawi dan bukan kekuatan yang tersembunyi. Mereka adalah merupakan salah satu makhluk Allah, dan mereka bertempat tinggal di langit. Malaikat mempunyai bentuk yang besar, di antara mereka ada yang mempunyai dua sayap, ada yang tiga, ada yang empat dan ada pula yang memiliki lebih banyak lagi, telah sahih bahwa malaikat Jibril ‘alaihissalam memiliki enam ratus sayap.

IMAN KEPADA MALAIKAT

Para malaikat adalah pasukan di antara pasukan-pasukan Allah, mereka sanggup berubah wujud menjadi apapun dan mengubah bentuk seperti manusia sesuai dengan keadaan yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka adalah makhluk yang dekat dengan Allah dan dimuliakan. Mereka tidak disifati dengan laki-laki ataupun perempuan, tidak menikah dan tidak berketurunan. Mereka tidak makan dan tidak minum, tetapi makanan mereka adalah tasbih (ucapan subhanallah) dan tahlil (ucapan laa ilaaha illallaah), dan mereka tidak merasa bosan, lelah, maupun letih. Mereka disifati dengan kebaikan, keindahan, malu dan disiplin. (Al-Wajiiz fii Aqiidatis Salafis Shaalih hal. 33)

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman mensifati malaikat-malaikatNya:

بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ. لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
“Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.” (QS. al-Anbiya [21]: 26-27)

وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ. يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
“Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. al-Anbiya: 26-27)

Allah ta'ala menutupi mereka dari kita sehingga kita tidak bisa melihatnya, dan terkadang Allah memperlihatkan mereka kepada sebagian dari hamba-Nya sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melihat malaikat Jibril dalam bentuknya yang asli. Ia mempunyai enam ratus sayap yang menutupi ufuk. Malaikat Jibril pernah menemui Maryam ‘alaihassalam dalam bentuk sama seperti manusia, malaikat Jibril berbicara kepada Maryam dan Maryam pun berbicara kepadanya. 

Malaikat Jibril juga pernah mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya dalam rupa seorang laki-laki yang tidak dikenal dan tidak terlihat padanya tanda-tanda orang yang sedang bepergian, bajunya sangat putih dan rambutnya sangat hitam, kemudian ia duduk di hadapan Nabi, lalu menyandarkan lututnya ke lutut Nabi dan meletakkan telapak tangannya di atas kedua pahanya, lalu berbicara kepada Nabi dan Nabi pun berbicara kepadanya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepada para sahabatnya bahwa orang itu adalah malaikat Jibril. (Aqidah Ahlissunnah wal Jamaah, hal. 16)

✏ Abu Ibrohim Ari bin Salimin
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->