IBX5A47BA52847EF Takkan aku berputus asa, saatnya bangkit

Takkan aku berputus asa, saatnya bangkit

Beberapa hari yang lalu tersebar kabar seorang ibu membunuh 3 orang anaknya menggunakan racun, kemudian ia bunuh diri. Berapa beratkah masalahnya hingga ia bunuh diri? Ainallah! dimana Allah yang selama ini mengasihi dan menyayanginya?

Lihatlah kisah seorang yang berperang bersama Nabi -Shalallahu a'laihi wasalam - ia berjihad dan membunuh orang-orang kafir dengan gagah berani, para sahabat ta'jub karna kehebatannya namun ia dinyatakan Nabi dalam neraka, hal ini disebabkan luka yang tak mampu ia tahan maka ia menusukkan pedangnya ke tubuhnya dan iapun mati. Ia berputus asa dan mempercepat kematiannya, tidak kuat menahan luka yang ia derita.

Ketahuilah bahwa hidup orang beriman mesti diuji. Allah taala berfirman "apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan berkata : kami telah beriman, padahal mereka belum diuji? Allah telah menguji orang-orang sebelum mereka, Allah pasti mengetahui siapa diantara mereka yang benar dan yang berdusta" (Al - Ankabut : 3-4)

Takkan aku berputus asa, saatnya bangkit

Muaz bin Amr bin Jamuh, seorang remaja yang berusia antara 12 - 14 tahun yang membunuh Abu Jahal pada perang Badar. Ia berkata kepada Abdurrahman bin Au'f "paman apakah kau mengenal Abu Jahal?" "Apa urusanmu dengannya?" Balas Abdurrahman heran."Telah sampai kabar kepadaku bahwa ia mencela Nabi Muhammad - Shalallahu alaihi wasallam - jika aku menemukannya maka tidak akan berpisah badan ini dengan badannya sampai salah seorang diantara kami meninggal dunia".

Ketika ia melihat Abu Jahal ia memfokuskan diri untuk kendekatinya, dan iapun berhasil membunuh Abu Jahal bersama Mua'wwiz bin Afra. Melihat ayahnya terbunuh Ikrimah bin Abu Jahal yang waktu itu masih musyrik tidak terima maka ia menebas tangan Muaz hingga hampir putus dan hanya bergantung pada kulitnya saja. Muaz tetap berperang sedangkan tangannya hampir putus, Muaz menyeret tangannya itu dan terus berperang sampai sore, hingga ia merasa terganggu oleh tangannya yang tergantung itu maka ia injak dengan kakinya dan menariknya dengan tangannya yang lain hingga putus. Betapa tahan dan teguhnya ia menahan sakit pada tangan yang tergantung itu!

(Riwayat ini terdapat dalam Shahih Bukhari dan riwayar Ibn Ishaq)

Terkadang kita mengeluhkan nasib yang buruk, kita harus sadar bahwa pembagian nasib, susah senangnya kita di dunia ini adalah untuk diuji Allah taala. Allah berfirman "kami akan menguji kalian dengan kebaikan dan keburukan sebagai finah (ujian)" (Al -Anbiya : 35).

Fitnah adalah segala sesuatu yang menjauhkan diri kita dari Allah jalla jalaluh, maka kebaikan yang kita dapat adalah ujian, begitu juga keburukan.

Sedangkan di akhirat pembagian nasib tergantung amal kita, Allah memberikan dunia ini kepada seluruh makhluknya, maka janganlah bersedih karna dunia ini adalah negri penuh cobaan. Lalu kenapa Allah memberikan ujian dan cobaan di dunia dan tidak semuanya di akhirat? Allah menyatakan" dan kalian akan dikembalikan kepada kami". (akhir QS. Al -An biya : 35)

Sayangnya kita mengatakan "ini ujian" saat kita susah saja, sedangkan ketika keadaan baik kita lupa bahwa itu juga ujian dari Allah taala.

Abdullah bin Masu'd berkata : ada orang yang berambisi ingin mendapatkan sesuatu, ia ingin dimudahkan urusannya, Allah melihatnya dari langit ketujuh, Allah berfirman kepada malaikat "palingkan ia dari keinginannya itu, karna kalau aku memudahkannya untuk itu maka aku memasukkannya ke neraka" orang tersebut selalu merasa sial karna hal itu, padahal ia adalah fadhlulllah (nikmat dari Allah).

Mereka yang yakin dengan takdir ilahi hidupnya akan tenang di dunia, terkadang yang pahit akan menghasilkan kebaikan.

Allah berfirman "diwajibkan atas kalian perperangan dan hal itu tidak kalian sukai, bisa jadi yang kalian benci ternyata baik untuk kalian dan sebaliknya bisa saja yang kalian sukai ternyata buruk untuk kalian". (Al - Baqarah : 216)

Misalnya ada jamaah haji, pergi ke Jakarta ternyata travelnya kabur. Apa yang ia lakukan? Ia tinggal di hotel sampai waktu haji habis kemudian pulang seperti jamaah yang kembali dari Makkah, kenapa ia lakukan itu? Malu! Tidak perlu malu, itu semua sudah ditakdirkan Allah.

Ada pula pemuda yang sudah berusaha keras untuk menikah dengan wanita yang ia sukai, ternyata calon istrinya nikah dengan lelaki lain, apakah ia putus asa? Husnuzhan bahwa itu lah yang terbaik untuknya, mungkin Allah menyediakan wanita yang lebih baik.

Allah menjelaskan tentang suami yang tidak suka dengan istrinya, Allah berfirman "jika kalian tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena boleh jadi kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya" (An - nisa : 19)

Mari kita lihat kisah-kisah berikut :

1. Allah menceritakan dalam Alquran kisah ibu Nabi Musa, Allah memerintahkannya membuang anaknya ke sungai, coba bayangkan bagaimana perasaan seorang ibu saat membuang anaknya. "Dan hati ibu Musa menjadi kosong" (Al - Qashas : 10) hatinya kosong dan hampa, yang ada dalam hati dan fikirannya hanya anaknya Musa, hampir saja ia berteriak mengatakan : anakku, anakku!. Kemudian Allah kembalikan Musa kepada ibunya, namun perjalanan dari dibuangnya Nabi musa hingga kembali ke pangkuan ibunya, semua adalah ujian.

2. Nabi Yusuf, dimusuhi oleh saudara-saudaranya dan dibuang, dijual, diuji dengan wanita, dipenjara, berpisah bertahun-tahun dengan ayahnya Nabi Ya'qub. Kemudian adiknyapun ditahan di Mesir, kakaknya yang tertua juga tidak mau pulang. Nabi Ya'kub bersedih kehilangan tiga orang anaknya, namun ia tidak berputus asa, Beliau berkata kepada anaknya yang lain "wahai anak-anakku, pergilah cari Yusuf dan saudaranya, dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, karna tak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang- orang kafir" (Yusuf : 87). Nabi Ya'qub tak berputus asa untuk menemukan Nabi Yusuf walaupun puluhan tahun telah berlalu.

3. Bagi yang belum memiliki anak dan sudah berusaha dalam waktu yang lama, lihatlah kisah Nabi Khidhir dalam surat Al Kahfi, ia membunuh seorang anak-anak, Nabi Musa mengingkari perbuatannya. Nabi Khidir menjelaskan bahwa "kedua orang tua anak itu adalah seorang yang mukmin dan kami khawatir ia memaksa mereka kepada kesesatan dan kekafiran" (Al - Kahfi : 80) Jadi kalau ada diantara kita yang belum punya anak, kita berbaik sangka terhadap Allah, bisa jadi jika kita punya anak akan menjadi penyebab kita terjerumus kedalam kekufuran. Betapa banyak anak menjadi penyebab orang tuanya sengsara dan tersesat.

4. Begitu juga dengan Nabi Zakariya bertahun-tahun menginginkan anak, dan ia tak pernah bosan memohon kepada Allah taala, Nabi Zakaria berkata "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah, dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu ya Tuhanku. Dan aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugrahilah aku seorang anak dari sisi-Mu" (Maryam : 4-5).

Setelah dapat anak, ia melihat anaknya dipenggal kepalanya untuk dijadikan mahar
seorang pelacur.

Ujian terberat adalah ujian para Nabi, "jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka" (Hr. Thabrani dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani)

5. Tentang kematian pasangan hidup, lihatlah Ummu Salamah disebutkan bahwa suaminya orang yang pertama hijrah ke Makkah, ketika Abu Salamah meninggal Ummu Salamah berdoa dari yang diajarkan Rasulullah, "inna lillahhi wa inna lillahhi rajiu'n, allahummajjurni fi mushibaty wakfluf li khairan minha" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah tempat kami kembali, Ya Allah berikanlah aku pahala lantaran musibah yang menimpaku ini dan gantilah dengan yang lebih baik) (Hr. Muslim)

Kemudian Ummu Salamah berkata : siapa yang lebih baik dari Abu Salamah? Tidak ada lelaki yang lebih baik dari Abu Salamah dalam kamusnya, baginya Abu Salamah adalah lelaki terbaik, tapi ia yakin doa itu benar, maka Allah gantikan yang lebih baik yaitu Rasulullah - Shalallahu alaihi wasallam -

6. Syaikh Tanthawi menceritakan seorang yang ketinggalan kapal, ia gelisah karna itu, beberapa menit kemudian dapat kabar kapalnya kecelakaan, maka iapun bersyukur.

7. Kisah orang Indonesia di Saudi, ia naik taxi gelap karena yang ia dapatkan hajya itu. Awalnya ia duduk di depan, kemudian ia pergi ke toilet pemiliknya mencari penumpang lain, tiba-tiba kursi yang di depan sudah ada isinya. Maka ia terpaksa duduk di belakang dengan hati gelisah, di tengah perjalanan ada truk membawa batu, batu itu jatuh menimpa bagian depan mobil, penumpang di depan luka-luka, maka dia berkata "alhamdulillah"

Diambil dari ceramah Ustadz Syafiq Reza Basalamah di Masjid Raya Pasar Atas Bukittiggi dari ba'da magrib dan isya, 23 Februari 2018.

Sesi tanya jawab.

1. Bagaimana caranya agar kita meninggal dalam keadan husnul khatimah?

Beramallah dengan sungguh-sungguh dan beramallah dengan sembunyi-sembunyi.

2. Bagaimana menumbuhkan keimanan disamping banyaknya fitnah wanita?

Jaga pandangan dan jangan sendirian, cari teman yang bisa membawamu kepada ketaatan kepada Allah jalla jalaluh. Pintu godaan wanita itu mata, disebutkan pandangan adalah anah panah iblis yang beracun. "Antum pergi kemasjid, takbiratul ihram dalam hati berkata "anak gadis siapa itu tadi ya?"

Dan menikahlah bagi yang belum menikah!

3. Bagaimana cara kita menyikapi takdir Allah yang terkadang kita anggap tidak adil?

Bicara tentang adil, antum punya hak apa dari Allah hingga mengatakan Allah tidak adil? Apa kebaikan yang telah Antum lakukan hingga mempertanyakan keadilan Allah!

Untuk menghilangkan rasa tidak adil itu yakinlah bahwa antum tak punya hak apa-apa terhadap Allah.

"Wa mallahu bizhallamil lila'bid" Allah tidak pernah menzhalimi hamba-Nya.

Huznuzhanlah kepada Allah!

4. Apa kiat husnuzhan kepada Allah?

Dengan mengenal Allah, dengan mengenal nama-nama dan sifat Allah, melihat dan merenungi tanda kebesaran Allah, melihat kebailan dan nikmat Allah kepada kita.

Istidrak : Kisah Nabi Ayyub diuji 18 tahun. Al Ustadz lupa menyebutkan kisah Nabi Ayyub yang di uji Allah selama 18 tahun lamanya dan menyampaikannya dalam sesi tanya jawab.

Catatan kecil dari kami :

1. Panitia menyampaikan larangan untuk tidak mengambil video dan menyebarkannya secara live, karna hal itu dapat mengganggu kelancaran siaran langsung ceramah itu di Akun Yotube Al Ustadz dan Surau TV, namun masih saja ada yang menyiarkannya melalui siaran langsung FB.

2. Daurah diadakan pada hari jum'at, jam 17. 40 sudah banyak yang hadir. Dalam hadist dinyatakan bahwa kita diperintahkan untuk memperbanyak shalawat pada hari jum'at dan ada hadist yang menyatakan waktu mastajab pada hari juma't, sebagian ulama menyatakan waktu itu adalah akhir waktu Ashar. Setelah kami perhatikkan jamaah disekitar kami, hanya beberapa orang saja yang berdoa atau bershalawat disaat menanti waktu magrib, mereka lebih banyak berbicara satu sama lain.

3. Ketika Ustadz Syafiq masuk dan berjalan kedepan, banyak jamaah yang berdiri. Ingin mengambil foto atau bersalaman, pertanyaannya apakah berdiri menyambut kedatangan seseorang dibolehkan dan tidak termasuk ghuluw? Apa tujuan mereka berdesak-desakan mengambil foto? Apakah ingin pamer kepada yang lain "Saya hadir di muhadharahnya Ustadz Syafiq"

Wallahu a'lam bisshawab.

(Rail / Alam takambang jadi guru : ....)
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->