Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah

PEMBUKAAN SYAIKH SHALIH BIN 'ABDUL 'AZIZ SINDI -hafizhahullaah-

[1]- Allah -Subhaanahu Wa Ta'aalaa- berfirman:

{شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ...}
"Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu: agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada: Ibrahim, Musa dan Isa; yaitu: tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya..." (QS. Asy-Syuuraa: 13)

[2]- Ayat ini merupakan wasiat agung dari Allah untuk para rasul "Ulul 'Azmi", dan juga wasiat untuk kita sebagai Ummat Nabi Muhammad -shallallaahu 'alaihi wa sallam-.

Di dalam ayat ini terdapat 2 (dua) perkara yang agung:

1. "tegakkanlah agama"
2. " janganlah kamu berpecah belah di dalamnya"

[3]- Wasiat yang pertama; yakni: menegakkan agama pada diri kita dan kita juga berusaha untuk menegakkan agama pada orang lain.

Dan asas untuk bisa menegakkan agama adalah: ilmu yang benar; yakni: yang diwahyukan kepada Rasulullah -shallallaahu 'alaihi wa sallam-. Inilah Al-Haqq (kebenaran), dan dengannya akan terwujud hidayah, dan tidak mungkin bagi kita untuk mencapai hidayah; melainkan dari jalan wahyu ini. Sebagaimana firman Allah (tentang Rasul-Nya):

{...وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوْحِيْ إِلَيَّ رَبِّيْ...}
"...jika aku mendapat petunjuk; maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Rabb-ku kepadaku...” (QS. Saba': 50)


Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah

Maka kita harus mempelajari (ilmu tentang) wahyu ini. Dan untuk mendapatkan ilmu; maka dibutuhkan semangat dan kesungguhan, karena ilmu tidak akan datang hanya dengan angan-angan dan ilmu tidak akan datang hanya dengan pengakuan.

Dan keutamaan ilmu sangatlah besar -dan engkau telah mengetahui tentangnya-. Alangkah bagusnya perkataan Imam Ibnul Mubarak -rahimahullaah-: "Aku tidak mengetahui -setelah kenabian- sesuatu yang lebih utama: daripada ilmu." Dan alangkah bagusnya perkataan Imam Ahmad -rahimahullaah-: "Kebutuhan manusia terhadap ilmu: adalah lebih besar daripada kebutuhan mereka terhadap makan dan minum." Dan benar apa yang beliau katakan; karena makan dan minum adalah untuk kehidupan badan, adapun ilmu adalah untuk kehidupan ruh.

[4]- Dan untuk bisa mencapai ilmu; maka kita membutuhkan 3 (tiga) perkara:

1. Kita awali menuntut ilmu dengan yang paling penting, kemudian yang penting. Ilmu itu sangat luas; maka carilah ilmu yang paling penting terlebih dahulu; yaitu:

- keyakinan yang benar, dan hal itu bisa dicapai dengan mempelajari 'aqidah yang benar,
- dan amalan yang benar, dan hal itu bisa dicapai dengan mempelajari ilmu fiqih.

Jika engkau jadikan semangatmu berporos pada dua ilmu ini; maka engkau akan mendapatkan banyak kebaikan.

2. Teliti dan mendetail dalam belajar. Yakni: dengan membangun ilmu kita di atas pondasi dan kekokohan. Kalau tidak demikian; maka manfaatnya hanya sedikit.

Kita hidup di zaman banyaknya syubhat dan fitnah (ujian), sehingga untuk menghadapinya: kita butuh kepada pondasi yang kuat -tentunya setelah taufik dari Allah-.

3. Senantiasa mengingat-ingat ilmu kita. Karena ilmu itu bisa terus hidup: jika kita senantiasa mengingat-ingatnya.

Jika engkau menuntut ilmu, membaca kitab, dan menghadiri kajian, kemudian engkau mengatakan: "Alhamdulillaah, saya telah mendapatkan ilmu." Kemudian engkau berpaling dari ilmu tapi engkau masih mengatakan: "Saya adalah penuntut ilmu." Maka engkau telah terjatuh dalam permasalahan yang serius. Karena engkau harus terus mengingat-ingat ilmu-mu, mengulang-ulangnya, dan terus bersabar (dalam mencarinya).

Janganlah engkau mengandalkan dan mencukupkan dengan pembelajaran yang terdahulu, kemudian berhenti dari menuntut ilmu. Akan tetapi: ulang-ulanglah pembelajaranmu, seperti: dengan mendatangi dauroh ini; mungkin tidak ada ilmu yang baru, akan tetapi bisa membangkitkan semangat untuk mengingat-ingat dan mengulang-ulang ilmu, yang dengannya: ilmu akan menetap (dalam diri).

Dan ilmu akan banyak yang hilang, jika pemiliknya tidak sering mengulang-ulang.

Maka dengan 3 (tiga) perkara di atas: agama bisa ditegakkan; pada diri sendiri dan pada orang lain; dengan mendakwahkannya, dan menjelaskannya kepada orang lain.

[5]- Wasiat yang kedua: janganlah kamu berpecah belah dalam agama. Justru kewajiban kita adalah: untuk bersatu di atas kebenaran.

Dengan bersatu di atas kebenaran; maka akan menguatkan kebenaran itu sendiri. Sebaliknya, dengan berpecah belah; maka akan menjadikan kita lemah. Allah -Ta'aalaa- berfirman:

{...وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ ...}
"...dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang..." (QS. Al-Anfaal: 46)

Sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama'ah; maka konsekuensi dari Al-Jama'ah adalah: kita harus bersatu. Karena Al-Qur'an itu satu dan As-Sunnah juga satu; tidak ada perselisihan (dalam keduanya), karena memang (kenyataannya): tidak ada perselisihan dalam wahyu Allah -Subhaanahu Wa Ta'aalaa-. Sebagaimana firman-Nya:

{...وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا}
"...Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah; pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya." (QS. An-Nisaa': 82)

Kalau selain Ahlus Sunnah berpecah belah; maka itu bukan hal aneh. Akan tetapi yang aneh adalah: berpecah belahnya (Ahlus Sunnah) yang berada di atas kebenaran, padahal seharusnya kebenaran yang ada pada mereka: mengajak mereka untuk bersatu.

[6]- Jadi, landasan menegakkan agama adalah: ilmu.

Adapun landasan agar tidak berpecah belah; maka dengan akhlak yang mulia dan adab yang baik. Yakni: kita jadikan keadaan dan sifat kita (yang baik) sebagai landasan untuk ilmu.

-ditulis dengan ringkas oleh: Ahmad Hendrix-
Info Penting:
dengan klik share, anda telah membantu admin terus semangat update artikel dan jika Terdapat kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki.

No comments: