IBX5A47BA52847EF ISTIQOMAH SETELAH RAMADHAN

ISTIQOMAH SETELAH RAMADHAN

Tidak sedikit diantara kita yang mengeluhkan beratnya istiqomah dalam ketaatan setelah berlalunya Ramadhan. Di dalam Ramadhan, kita mudah untuk puasa, kita mudah untuk sholat malam, mudah untuk membaca alqur-an, mudah untuk sholat berjama'ah, dan lain sebagainya. Namun setelah Ramadhan itu pergi, seakan kita susah untuk melakukan ibadah.

Untuk bisa istiqomah setelah Ramadhan, kami sampaikan beberapa point penting berikut ini :

1. Memohon pertolongan kepada Allah

Kita minta kepadaNya agar kita tetap bisa istiqomah. Karena kalau bukan karena pertolongan/taufiq dari Allah, mustahil kita bisa istiqomah.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepadaMu kami beribadah dan kelapaMu kami memohon pertolongan [QS. Al-Fatihah : 5]

Apabila kita ingin rajin sholat berjama'ah di luar bulan Ramadhan, maka minta pertolongan kepada Allah, agar dimudahkan untuk bisa sholat berjama'ah. Apabila kita ingin rajin sholat malam, rajin baca al-qur'an di luar Ramadhan, maka mintalah pertolongan kepada Allah, agar kita diberi kemudahan.

2. Berjihad melawan hawa nafsu

Perlu diingat, bahwasannya hawa nafsu senantiasa mengajak kepada keburukan.

3. Bersabar diatas ketaatan

Kita mau rajin baca al-qur'an, kita butuh latihan, yang namanya latihan itu butuh kesabaran. Kita mau rajin tahajjud, rajin witir, maka perlu latihan dan kesabaran.

4. Berteman/bersahabat dengan orang-orang yang istiqomah/komitmen untuk rajin beribadah dan menjauhi kemaksiatan

5. Pilihlah amalan-amalan sunnah yang mampu kita kerjakan secara istiqomah

Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah, adalah amalan yang sedikit tapi kontinyu. Misalnya,

- dalam sehari, kita mampu membaca alqur'an sebanyak 2 lembar (4 halaman), atau kita mampu baca setengah juz,maka itulah yang kita rutintan setiap hari.

- kita mampu puasa sunnah tiga hari setiap bulan hijiriah, maka itulah yang kita rutinkan.

- kita hanya mampu bersedekah 10 ribu, seminggu sekali, maka itulah yang kita rutinkan.

- kita mampu hadir di kajian rutin, hanya dua kali dalam sepekan, maka itu yang kita rutinkan.

6. Tetap berusaha istiqomah, dan menjauhi sikap putus asa

Misalnya, sekarang sudah tanggal tiga syawwal, pada tanggal 1 dan 2 syawwal, kita absen (nggak baca alqur'an) , maka jangan putus asa, hari ini, besok, lusa, dan seterusnya kita berusaha untuk membaca alqur'an. Tiada hari tanpa membaca al-qur'an.

Postingan diatas diterjemahkan link video https://youtu.be/GtBPi24GxCk

Semoga bermanfaat.



oleh Ustadz Budi Santoso bin Suradi , Lc حفظه الله تعالى

www.suaraaliman.com
Youtube.com/user/suaraalimantv
fb.com/radiosuaraaliman
Radio 846 AM SURABAYA
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->