IBX5A47BA52847EF Hukum memelihara Anjing

Hukum memelihara Anjing

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda,

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ
“Barangsiapa memanfaatkan anjing selain anjing untuk menjaga hewan ternak, anjing untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman, maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qiroth”. (HR. Muslim no. 1575).

Ukuran qiroth adalah semisal gunung Uhud (Fathul Bari, 3/149).

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ ، نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ
“Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qiroth.” (HR. Bukhari no. 5480 dan Muslim no. 1574)

Hukum memelihara Anjing

Kandungan hadits

1. Anjing yang dibolehkan untuk dimanfaatkan adalah sebagai anjing yang digunakan untuk berburu, anjing yang digunakan untuk menjaga hewan ternak, anjing yang digunakan untuk menjaga tanaman, dan anjing yang digunakan sebagai penjaga.

2. Anjing yang dipelihara dengan tidak jelas peruntukannya, maka berakibat kepada berkurangnya pahala.

3. Memelihara anjing dibolehkan bila untuk keperluan yang berguna dan membantu manusia dalam perkara yang dibenarkan oleh syariat.
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki