IBX5A47BA52847EF Mengapa Enggan Belajar Bahasa Arab?

Mengapa Enggan Belajar Bahasa Arab?

Betapa banyak kaum muslimin yang lebih rela menyisihkan waktunya, menghabiskan uangnya untuk kursus, membeli buku, mengikuti test-test bahasa Inggris, Mandarin, Jepang atau bahasa asing lainnya, tetapi di saat yang sama tidak ada waktu, tidak punya uang, tidak ada buku, tidak ada tempat belajar bahasa yang dekat, sudah terlalu tua untuk belajar bahasa Arab, sibuk dan alasan - alasan lainnya.

Layakkah kita memperlakukan bahasa Al-Qur'an yang begitu istimewa seperti itu dan meremehkannya?

Allah ﷻ berfirman :

{إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ} [يوسف : 2]
"Wahai manusia, sungguh kami telah menurunkan Al-Qur'an dengan bahasa Arab, agar kalian mudah mengerti maksudnya."(QS.Yusuf : 2)

Allah ﷻ juga berfirman :

{إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ} [الزخرف : 3]
"Kami telah jadikan Al-Qur'an ini bacaan dalam bahasa Arab supaya kalian dapat memahami(nya)."(QS.Zukhruf : 3)

Mengapa Enggan Belajar Bahasa Arab?

Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, maka untuk memahaminya tentu diperlukan kemampuan bahasa Arab. Dalam hal ini, mempelajari bahasa Arab adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi karena tidak mungkin kita bisa memahami Al-Qur'an dengan baik tanpa pemahaman bahasa Arab yang baik pula. Itu sebabnya, Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu berkata,

"Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian."

Umar radhiyallahu 'anhu juga mengingatkan para sahabatnya yang bergaul bersama orang asing untuk tidak melalaikan bahasa Arab. Ia menulis surat kepada Abu Musa Al-Asy'ari,

"Adapun setelah itu, pelajarilah sunnah dan pelajarilah bahasa Arab, i'rablah Al-Qur'an karena dia (Al-Qur'an) dari Arab." (Iqtidha, Ibnu Taimiyah).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menyatakan,
"Bahasa Arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa Arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya (mempelajari bahasa Arab), maka ia (mempelajari bahasa Arab) menjadi wajib."

Bahasa Arab Itu Mudah

Allah ﷻ telah memudahkan Al-Qur’an untuk dibaca, dipelajari, dihafal, diajarkan, dipahami, dan diamalkan. Dia telah memudahkan semua sarana dan jalan untuk mempelajari Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an itu berbahasa Arab. Dengan demikian, mempelajari bahasa Arab bukanlah sesuatu hal sulit seperti anggapan banyak orang.

Mungkin, banyak orang enggan belajar bahasa termulia ini dan berusaha membela dirinya dengan 1001 alasan.

Mari jauhi ucapan yang sering terdengar di telinga kita: “Sesungguhnya bahasa Arab itu susah”.

Mari kita ingat-ingat kembali, siapakah ulama paling terkenal dalam Ilmu Nahwu dan Sharaf? Jawabnya : Imam Sibawaih.

Nama ini sangat akrab di kalangan santri di pesantren-pesantren dan mahasiswa di kampus-kampus Islam khususnya di Timur tengah.

Siapakah Sibawaih? Dari mana asalnya? Apakah ia orang Arab?

Sibawaih bukan orang Arab, melainkan orang Persia asli, non-Arab. Lidah dan dialek bahasa orang Persia tidak akrab dengan bahasa Arab dan sangat jauh dari sentuhan bahasa Al-Qur’an. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang begitu akrab dengan nuasa keAraban.

Bahkan, banyak kata atau istilah bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab yang sangat sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Sibawaih telah meletakkan kaidah-kaidah Ilmu Nahwu, banyak mengajar para ulama dan orang Arab. Kitab yang beliau tulis adalah Al-Kitab yang menjadi rujukan dalam ilmu nahwu.

Siapa di antara kita yang tidak pernah mendengar nama Imam Bukhari? Ia telah menyusun kitab hadits paling shahih. Apakah dia orang Arab? Bukan. Bukhari orang Bukhara, Samarkand, Asia Tengah.

Imam Tirmidzi, ahli hadits penyusun kitab Sunan Tirmidzi, juga bukan orang Arab, namun berasal dari Tirmidzi, Utara Iran.

Namun banyak orang Arab belajar kepadanya. Mari kita ingat kembali, siapakah ulama asal Banten Jawa Barat yang popularitasnya sangat mendunia itu? Benar, dialah Syeikh Nawawi Al-Bantani. Ia banyak menulis syarah kitab yang semuanya ditulis dalam bahasa Arab. Karena banyak menghasilkan karya, maka ia digelar sebagai Imam Nawawi Tsani (Imam Nawawi Kedua).

Masih segudang orang non-Arab seperti mereka. Ringkasnya, banyak orang non-Arab yang mampu berbahasa Arab dengan baik, bahkan mengungguli orang orang Arab itu sendiri.

Jadi, setelah kita mengetahui banyak orang atau ulama tersohor bukan orang Arab namun fasih berbahasa Arab, jangan ada lagi kata-kata bahasa Arab itu susah dan sebagainya.

Kalau pun sampai sekarang merasa bahasa Arab itu susah, kemungkinan karena mengikuti pembelajaran bahasa Arab dengan metode yang kurang tepat. Namun sekarang sudah banyak dikembangkan metode mudah belajar bahasa Arab dengan mudah dan cepat. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita enggan belajar bahasa Arab.

Coba buka surat 54 (Al-Qomar) ayat 17, 22, 32, dan 40.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (54:17, 22, 32, 40)

Allahu A'lam

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Ustadz Miftahuddin (Alumni Ma'had Hidayatullah, pengajar bahasa Arab sistem cepat, dll)
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki