Meraih surga dengan tauhid | Ringkasan Kajian Ustadz Yazid

Ringkasan Kajian Al Ustadz Yazid Bin Abdul Qodir Jawas حفظه الله تعالى

Meraih surga dengan tauhid

Ahad 9 Desember, 09:30 - Dzuhur Jakarta Islamic Center. Jl kramat jaya koja jakarta utara.

Muqqodimmah :

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ان الحمدلله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله،

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ.

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا.

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. اما بعد

Kepada bapak2 ibu2 ikhwan dan akhwat yg di rahmat oleh Allah ﷻ Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah ﷻ kita masih di berikan nikmat sehat nikmat iman nikmat 'afiah nikmat di jauhkan dari segala macam malapetaka.

Nikmat di berikan hidayah islam dan sunnah, nikmat di berikan waktu ut menuntut ilmu syar'i.

Sebagaimana Allah ﷻ berfirman

وَءَاتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim 14: Ayat 34)

Wajib atas kita untuk bersyukur atas semua yg kita peroleh adalah dari Allah ﷻ .

Dan pangkal syukur adlh mentauhidkan oleh Allah ﷻ . Sebagaimana yg di jelaskan imam ibnu qoyyim al jauziyah dlm kitab Addaa wa Dawwa.

Nabi ﷺ jg berpesan kepada shabat nya muadz bin jabal

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Aku memberikanmu nasehat, wahai mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat (di akhir shalat setelah sama) bacaan doa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu).

Tolong perhatikan dan dengarkan.. kita datang ke tempat ini ingin mendapatkan ilmu yg bermanfaat.. sebagaimana kita berdoa setiap pagi

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَرِزْقًا طَيِّبًا ، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah… aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thayyib, dan amal yang diterima.

Duduk dengar dan diam.. setelah itu pahami dan kita amalkan ke keluarga dan kerabat.

Sebab kita menutut ilmu untuk di amalkan.

Tauhid ini penting krn harus di kaji dan di ulang ulang. Untuk semua kaum muslimin apalagi para dai.

Hakikat agama islam adalah tauhid. Dan orang jika ingin mencari kebahagiaan maka dengan tauhid. Sebagaimana syaikhul islam dalam menjelaskan majmu fatawa nya. Apa sih dakwah itu? Dakwah adalah mengajak org bagaimana kita memahami tauhid dan mengamalkan nya.

Syaikhul islam ibn taimiyyah dlm majmu fatawa juz ke 15:

Hati manusia tdk akan baik kecuali mereka beribadah hanya kepada Allah saja. Tdk ada kesenangan dan kegembiraan hati manusia kecuali mentauhidkan Allah ﷻ.

Meraih surga dengan tauhid

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هٰذَا صِرٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ
"Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 51).

Orang orang yg mentauhidkan Allah ﷻ pasti berbahagia. Lain halnya org2 yg berbuat syirik.. pasti akan gundah gulana.

Makna Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja.

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya. Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi berupa Malaikat, para Nabi, orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja

Allah ﷻ berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ سِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُّشْرِكِينَ
"Katakanlah (Muhammad), Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyekutukan (Allah)." (QS. Ar-Rum 30: Ayat 42)
Maka kita lihat banyak org yg berbuat syirik.. syirik adalah kedzholiman dan kemungkaran yg paling besar.

Bab pertama

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Beribadah maksudnya adalah mentauhidkan Allah ﷻ . Seorang muslim harus ingat bahwa hidup kita adalah ut beribadah..

Lain dgn orang orang kafir

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعٰمُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ
"Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia), dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka." (QS. Muhammad 47: Ayat 12)

Allah ﷻ berfirman:

كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُّجْرِمُونَ
"(Katakan kepada orang-orang kafir), Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!" (QS. Al-Mursalat 77: Ayat 46)

Orang orang kafir Allah sebutkan bahwa mereka hnya bersenang senang di dunia ini.. dan mereka bersenang senang hanya sebentar paling lama 70 tahun setelah itu mereka di masukkan ke dalam neraka selama nya.

Tujuan dari dakwah adalah

1. Supaya tidak ada alasan bagi manusia di hadapan Allah ﷻ

Allah ﷻ berfirman:

رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
"Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 165)

2. Memberikan hidayah kepada manusia ke jalan yg lurus.

Allah ﷻ berfirman:

وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
"Dan sungguh engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus." (QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 73)

Allah ﷻ berfirman:

وَكَذٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِى مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْإِيمٰنُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَنْ نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) roh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus," (QS. Asy-Syura 42: Ayat 52)

Dan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya

Allah ﷻ berfirman:

الٓر ۚ كِتٰبٌ أَنْزَلْنٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلٰى صِرٰطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
"Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji." (QS. Ibrahim 14: Ayat 1)

3. Lepas tanggung jawab di hadapan Allah ﷻ d hari kiamat.

Allah ﷻ berfirman:

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 164).

Dan wajib bagi para dai menyampaikan ilmu nya. Jika menyembunyikan ilmi nya maka berat hukuman nya .

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتٰبِ ۙ أُولٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُونَ
"Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Quran), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 159)

Allah ﷻ berfirman:

وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيمُ
"Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 163)

Imam Al qurthubi menafsirkan ayat diatas bahwa Yang disembunyikan oleh para dai dan ulama adalah tauhid maka mereka akan di azab oleh Allah ﷻ.

Dan Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولٰٓئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 174)

Lanjut ke halaman berikutnya

Allah ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. An-Nahl 16: Ayat 36)

Setelah kita mendakwahkan tauhid.. ada yg mendapatkan hidayah dan ada yg tetap dlm kesesatan. Pasti akan ada yg menerima dan ada yg menolak..bahkan nabi ﷺ sekali pun seperti itu. Tugas kita hanya menyampaikan adapun hidayah murni hanya milik Allah ﷻ .

Allah ﷻ berfirman:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلٰى قَوْمِهِۦ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِّنْ إِلٰهٍ غَيْرُهُۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
"Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat)." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 59)

Semua nabi semua rasul dakwah nya adalah sebagaimana yg telah Allah jelaskan :

Allah jala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. An-Nahl 16: Ayat 36)

Setiap dakwah yg tdk berporos dari dakwah untuk menyerukan Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut adalah dakwah yg sia sia.

Bab 6 Penjelasan tauhid dan syahadat

Rasulullah ﷺ bersabda:

من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله
“Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallah dan mengingkari semua yang disembah selain Allah, haramlah harta dan darahnya dan hisabnya tergantung kepada Allah.”

An-Nafyu (Peniadaan/penolakan), rukun ini diambil dari petikan kalimat tauhid lā ilāha. rukun peniadaan di sini maksudnya adalah:Meniadakan seluruh sesembahan selain Allah.Menolak mempersembahkan ibadah kepada selain Allah.

Rukun Iṡbāt (Penetapan), rukun ini diambil dari petikan kalimat tauhid illallāh. Rukun penetapan disini maksudnya:Menetapkan satu-satunya Sesembahan yang benar adalah Allah Ta‘ala.Menetapkan bahwa peribadatan hanya ditujukan kepada Allah saja.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَشَآءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرٰىٓ إِثْمًا عَظِيمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 48)
Allah ﷻ berfirman:

بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِينَ
"Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 66).

Jalan menuju syurga dan menggapai nya adalah dengan kita mentauhidkan Allah ﷻ dan menjauhi dari segala macam kesyirikan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Di ringkas oleh محمد فجر.
Disclaimer:
jika Terdapat kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki.

No comments: