Perjalananku Jauh Namun Bekal Sedikit | Abu Hurairah

Perjalananku Jauh Namun Bekal Sedikit

Ketika Abu Hurairah radhiyallahu anhu berada di ambang kematiannya, ia menangis. Maka orang-orang pun bertanya: “Apa yang membuatmu menangis wahai Abu Hurairah?”Beliau radhiyallahu anhu menjawab:

أَمَّا إِنِّي لَا أَبْكِي عَلَى دُنْيَاكُمْ هَذِهِ ، وَلَكِنِّي أَبْكِي عَلَى بُعْدِ سَفَرِيْ ، وَقِلَّةِ زَادِي، وَإِنِّي أَصْبَحْتُ فِي صُعُوْدِ مَهْبِطٍ عَلَى جَنَّةٍ وَنَارٍ ، لَا أْدِرِي أَيُّهُمَا يُؤْخَذُ بِي
“Aku tidak menangisi dunia kalian ini, akan tetapi aku menangisi jauhnya perjalananku dan sedikitnya perbekalanku, sesungguhnya aku sedang mendaki sebuah jalan terjal menanjak yang ujungnya adalah surga dan neraka, sedang aku tidak tahu diujung manakah aku akan berhenti.” (Hilyah al-Auliya’: 1/383)

Kalau demikian yang dikatakan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu padahal beliau adalah sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, orang shalih, ahli ilmu dan ahli ibadah, lalu bagaimanakah dengan kita, masihkah kita merasa bekal yang kita siapkan telah cukup?!

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
artikel maribaraja.com
Disclaimer:
jika Terdapat kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki.

Perjalananku Jauh Namun Bekal Sedikit | Abu Hurairah