Ya Allah hujanilah hati kami agar segera menuntut ilmu syar'i

بِسمِ اﷲِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيمِ

Hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri..

Inilah pribahasa tak lapuk kena hujan, dan tak lekang kena panas..

Secara naluri kemanusiaan ia lebih mencintai negerinya sendiri, apalagi negeri yang abadi yaitu negeri akhirat.

Prinsip seorang Muslim sejati adalah konsisten & istiqomah diatas agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Tidak tenggelam karena gelombang & tidak hanyut karena arus, agar selalu melakukan amalan-amalan shaleh, untuk mendapatkan surga firdaus

Untuk mencapai tujuannya tersebut penuh dengan onak dan duri, syubhat dan syahwat.

segera menuntut ilmu syar'i

Untuk mematahkan syubhat (keraguan) dengan ilmu, untuk mendapatkan ilmu dengan belajar, dengan pemahaman yang shahih.

Untuk menundukkan syahwat dengan amal shalih yang di dapatkan dari ilmu yang shahih pula, sesuai dengan Al-Qur'an & As-Sunnah yang di pahami oleh salafush shaleh.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda:

طَلَبُ العِلمِ فَرِيضَۃٌ عَلیَ كُلِّ مُسلِمٍ
"Mencari ilmu pengetahuan adalah wajib setiap orang muslim." (HR. Ibnu Majah no. 224)

Dari Abu Ad-Darda Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

اِنَّمَا العِلمُ بِالتَعَلُّمِ
"Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar." (hadits shahih riwayat Abu Khuitsamah)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

وَمَن سَلَكَ طَرِيقًا يَلتَمِسُ فِيهِ عِلمًا سَهَّلَ اﷲُ لَهُ طَرِيقًا اِلَی الجَنَّۃِ
"Barang siapa menempuh jalan menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga"  (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, Abu Daud & Ibnu Majah) dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Imam Bukhari Rahimahullah dalam shahihnya membuat bab tersendiri dengan judul "Wajib Berilmu sebelum berucap & berbuat"

اَلعِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ
"Berilmu dahulu sebelum berbuat & beramal".

Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah berkata: "Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat".

Menuntut ilmu di waktu kecil, bagaikan melukis diatas batu, akan selalu teringat karena menyatu & tertanam dalam hati.

Menuntut ilmu setelah tua, bagaikan melukis diatas air, akan sering lupa & kurang berbekas, namun demikian selalulah menuntut ilmu.

Alhamdulillah, setiap orang muslim sejak kecil tentunya sudah pernah belajar agama islam, terutama dengan orang tua, karena ayah disamping kewajibannya mencarikan nafkah untuk keluarga, ia juga sebagai guru yang pertama dalam rumah tangganya untuk membekali anak-anak sebuah hatinya dimulai dari TAUHIDULLAH terlebih dahulu baru ilmu yang lainnya.

Seperti nasehat luqman kepada anaknya dalam Al-Qur'an surat Luqman : 13

وَاِذْقَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِه وَهُوَ يَعِظُه يٰبُنَيَّ لَاتُشْرِكْ بِاللهِ, اِنَّ اشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar".

Kemudian baru dengan para ustadz, akan tetapi tidak cukup belajar agama hanya sampai disitu saja. Kita terus belajar dengan para ustadz yang lain dengan pemahaman yang berbeda dari sebelumnya, untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki dalam agama islam & membaca kitab-kitab para ulama ahlus sunnah waljama'ah tentang semangat para Sahabat Radhiyallahu 'Anhum menuntut ilmu kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, kita akan terharu & terkesima seolah-olah kita berada diantara mereka, karena keilmuan mereka & keindahan bahasa & juga tutur katanya, sepertinya surga dihadapan kita & bisa juga sebaliknya sepertinya neraka dihadapan kita.

Tatkala kita menjauh dari menuntut ilmu, rasanya kita akan hidup di dunia selamanya bukan berarti kita tidak butuh dunia, akan tetapi dunia diletakkan ditangan & akhirat di hati.

Kalau Kita Membuka Lembaran-Lembaran Al-Qur'an & Membacanya, Kitab-Kitab Al-Hadits & Membacanya Kita Akan Terkejut Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tidak Pernah Memuji Dunia Sekalipun, Sementara Manusia Memuji & Memujinya Dengan Sikap Berlebih-Lebihan Terhadap Dunia.

Cukuplah Kepergian Orang-Orang Yang Kita Cintai Ke Alam Barzah, Merupakan Nasehat Yang Sangat Brrharga Bagi Kita

Hujan diturunkan kepada kami, karena keutamaan & rahmat Allah. (HR. Bukhari & Muslim).

Ya Allah hujanilah hati-hati kami agar kami bersegera menuntut ilmu syar'i, dengan sisa umur yang engkau berikan kepada kami.

Wallahu A'lam Bisshawab.

Oleh: Al-Basyir Edi Malin Kayo As-soloky
Disclaimer:
jika Terdapat kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki.

No comments: