Daripada Hura-Hura di tahun baru mendingan I'tikaf ?

Ada orang bilang, merayakan tahun baru masehi daripada hura-hura mending mabit (nginap) di masjid, diisi dengan dzikir-dzikir dan qiyamul lail.

Padahal Allah berfirman tentang ciri hamba Allah yang sejati :

وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
"dan jika mereka melewati laghwun, mereka melewatinya dengan mulia" (QS. Al Furqon: 72).

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini:

أَيْ: لَا يَحْضُرُونَ الزُّورَ، وَإِذَا اتَّفَقَ مُرُورُهُمْ بِهِ مرُّوا، وَلَمْ يَتَدَنَّسُوا مِنْهُ بِشَيْءٍ
"maksudnya, tidak menghadiri az zuur dan jika tidak sengaja perjalanan mereka bertemu tempat yang ada az zuur, mereka lalui tanpa ternodai oleh az zuur sedikit pun"

Daripada Hura-Hura di tahun baru mendingan I'tikaf

Dan makna az zuur disebutkan oleh sebagian ulama: hari-hari perayaan orang kafir.

Ringkasnya, hamba Allah yang sejati itu kalau ada perayaan orang kafir, dia bablasss lewatin, nggak nengok, ngelirik, dateng, ataupun ngikut ngerayain dengan cara yang berbeda. Lewat bener-bener lewat, kayak ngga ada apa-apa. Jadi sama sekali ia tidak ternodai kehormatannya, jadilah ia orang yang mulia.

Intinya, cara mulia melewati malam tahun baru masehi adalah dengan menganggapnya malam-malam seperti biasa aja. Anggap aja engga ada apa-apa.

Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya, Barakallah fikum.

Fawaid Kang Aswad
______________________________
support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: