Pentingnya Memperingati umat dari bidah dan pelakunya

Memperingati umat dari bidah dan pelakunya

Petuah Syaikh Taqiyudin Ibnu Taimiyah Al Hambali Al Harani

وَسُئِلَ - رَحِمَهُ اللَّهُ -: عَنْ الْغِيبَةِ هَلْ تَجُوزُ عَلَى أُنَاسٍ مُعَيَّنِينَ أَوْ يُعَيَّنُ شَخْصٌ بِعَيْنِهِ؟ وَمَا حُكْمُ ذَلِكَ؟ أَفْتُونَا بِجَوَابِ بَسِيطٍ؛ لِيَعْلَمَ ذَلِكَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَيَسْتَمِدُّ كُلُّ وَاحِدٍ بِحَسَبِ قُوَّتِهِ بِالْعِلْمِ وَالْحُكْمِ. 
Beliau semoga Allah merahmati beliau ditanya tentang ghibah, apakah boleh mengghibahi oknum - oknum tertentu atau bahkan menyebut nama oknum tersebut ? Apakah hukum perbuatan tersebut ? Mohon anda memberikan jawaban kepada kami agar diketahui oleh para penegak amar makruf nahi mungkar, serta agar masing - masing mengambilnya sesuai kadar kekuatannya berdasar keilmuan dan hikmah.
فَأَجَابَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .... وَمِثْلُ أَئِمَّةِ الْبِدَعِ مِنْ أَهْلِ الْمَقَالَاتِ الْمُخَالِفَةِ لِلْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ أَوْ الْعِبَادَاتِ الْمُخَالِفَةِ لِلْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ؛ فَإِنَّ بَيَانَ حَالِهِمْ وَتَحْذِيرَ الْأُمَّةِ مِنْهُمْ وَاجِبٌ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى قِيلَ لِأَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ: الرَّجُلُ يَصُومُ وَيُصَلِّي وَيَعْتَكِفُ أَحَبُّ إلَيْك أَوْ يَتَكَلَّمُ فِي أَهْلِ الْبِدَعِ؟ فَقَالَ: إذَا قَامَ وَصَلَّى وَاعْتَكَفَ فَإِنَّمَا هُوَ لِنَفْسِهِ وَإِذَا تَكَلَّمَ فِي أَهْلِ الْبِدَعِ فَإِنَّمَا هُوَ لِلْمُسْلِمِينَ هَذَا أَفْضَلُ. فَبَيَّنَ أَنَّ نَفْعَ هَذَا عَامٌّ لِلْمُسْلِمِينَ فِي دِينِهِمْ مِنْ جِنْسِ الْجِهَادِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؛ إذْ تَطْهِيرُ سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينِهِ وَمِنْهَاجِهِ وَشِرْعَتِهِ وَدَفْعِ بَغْيِ هَؤُلَاءِ وَعُدْوَانِهِمْ عَلَى ذَلِكَ وَاجِبٌ عَلَى الْكِفَايَةِ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِينَ وَلَوْلَا مَنْ يُقِيمُهُ اللَّهُ لِدَفْعِ ضَرَرِ هَؤُلَاءِ لَفَسَدَ الدِّينُ وَكَانَ فَسَادُهُ أَعْظَمَ مِنْ فَسَادِ اسْتِيلَاءِ الْعَدُوِّ مِنْ أَهْلِ الْحَرْبِ؛ فَإِنَّ هَؤُلَاءِ إذَا اسْتَوْلَوْا لَمْ يُفْسِدُوا الْقُلُوبَ وَمَا فِيهَا مِنْ الدِّينِ إلَّا تَبَعًا وَأَمَّا أُولَئِكَ فَهُمْ يُفْسِدُونَ الْقُلُوبَ ابْتِدَاءً ... 
Maka beliau menjawab : Al Hamdulillahi Rabbil 'alamin ... Dan seperti para tokoh bid'ah, baik bid'ah pemikiran yang menyilisihi Al Qur'an dan Sunnah ataupun bid'ah amaliyah ibadah yang juga menyelisihi Al Qur'an dan Sunnah, maka menjelaskan hakikat mereka serta memperingatkan umat dari mereka adalah wajib berdasar kesepakatan kaum muslimin. 

Bahkan Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya : Seorang yang berpuasa, sholat dan i'tikaf lebih anda cintai ataukah seorang yang membicarakan ahli bid'ah ? Beliau menjawab : Jika seseorang tahajjud, sholat dan i'tikaf maka manfaatnya hanya untuk dirnya, tetapi jika ia membicarakan ahli bid'ah maka manfaatnya adalah untuk kaum muslimin, jadi ini lebih afdhal tentunya.

Beliau disini menjelaskan bahwa manfaat secara agama membicarakan ahli bid'ah ini dirasakan oleh seluruh kaum muslimin, sama seperti berjihad dijalan Allah. 

Demikian karena menjaga kemurnian jalan Allah, agamaNya, manhajNya dan syariatNya serta membantah kelaliman dan permusuhan ahli bid'ah terhadap agamaNya adalah wajib kifayah berdasar kesepakatan kaum muslimin.

Andaikan Allah tidak memunculkan orang seperti ini untuk mencegah dan membantah kerusakan ahli bid'ah, niscaya agama ini akan rusak. Padahal kerusakan yang ditebarkan oleh ahli bid'ah lebih membahayakan dibandingkan kerusakan akibat kaum kafir harbi yang menguasai wilayah kaum muslimin, karena kaum kafir harbi jika menguasai wilayah muslimin maka tidak akan merusak keyakinan dan agama kaum muslimin kecuali sebagai dampak susulan, sedangkan mereka para ahli bid'ah maka mereka merusak keyakinan kaum muslimin sedari awalnya. 

selasai dari Majmu' Fatawa jilid 14 halaman 392 dan 397 cet. Obekan, Riyadh.
Info Penting:
dengan klik share, anda telah membantu admin terus semangat update artikel dan jika Terdapat kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki.

No comments: