wooy haram tuh', kubu lain wooy syirik tuh

wooy haram tuh', kubu lain wooy syirik tuh

Ketika beredar foto seseorang yg sujud di hadapan pak jokowi dengan caption semisal 'wooy haram tuh', langsung muncul tandingan foto pak prabowo sujud di makam bung karno dengan caption semisal 'wooy syirik tuh'. Sama halnya, ketika ada yg mengatakan 'lihat! arab saudi juga menjalin kerjasama dengan china, jadi jangan kritisi kerjasama indonesia-china', maka dijamin tak lama akan ada yg membantah 'holang kayah mah bebas, kalau indonesia mah dijajah'

Kalau kita cermati satu persatu pernyataan2 tsb, semua esensi yg ingin disampaikan ada benarnya. Lepas dari niatan sang pelaku, zahirnya kita hukumi haram sujud di hadapan mahluk, dan zahirnya yg suka sujud di kuburan itu adalah musyrikin penyembah kubur.

Tidak juga salah ajakan untuk tidak nyinyir terkait kerjasama bilateral dgn china. Lha wong negara hitech sekelas Jerman, industri robotic-nya yg paling advance, Kuka dimiliki oleh investor China (Midea). Did you know? Beberapa nuclear powerplant di Inggris didanai oleh investasi China. Apakah karena Jerman atau Inggris negara kismin? No way. Tapi bener juga sih kalau dibilang 'holang kayah mah bebas', itu pula sebabnya investasi china di negara berflower seperti indonesia tak mungkin diimbangi oleh investasi Indonesia di china.

Jadi, sebenarnya tak ada yg salah ... akan menjadi salah atau bermasalah, jika contoh caption di atas dibaca pakai perasaan alias baper ... baper entah akibat korban rasa 01 atau rasa 02. That's the evil side of democracy, yg tak akan bisa sembuh meski diguyur kuah opor atau dilempari ketupat lebaran.

katon kurniawan
______________________________
support channel youtube DAKWAHPOST dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: