-->

Istriku Dia Sangat Special, Menerima Disaat yang lain enggan


Saat itu saya masih kuliah, tidak punya track record kesholehan, gak punya uang, gak punya pekerjaan, masih dikirimi uang sama orangtua.

Ada perempuan berjilbab lebar. Temen sekelas. Anak Rohis. Saya nekad ngajak dia nikah. Dia mau.

Abis nikah, kita tinggal di kontrakan. Saya jualan apa yang bisa dijual. Pulsa, bahkan pernah jualan es pisang ijo di lampu merah, meskipun cuma beberapa hari doank. Dia gak malu.

Lulus S1 saya sudah punya anak satu. Berbulan-bulan belum juga dapat pekerjaan. Tetangga sudah berbisik-bisik. Dia sabar.

Saya pun diterima kerja di Cikarang. Namun setelah 6 bulan terjadi perampingan struktur yang memaksa saya harus 'out'. Dia tetap setia.

Saya memutuskan tidak mau melamar kerja lagi di perusahaan. Saya mencoba jualan. Biaya keluar banyak, namun hasil tidak sesuai harapan. Dia tetap sabar.

Saya memutuskan lanjut kuliah di Jogja. Untuk menghemat biaya, saya di Jogja sendirian, nge-kos. Dia tinggal di rumah orangtua saya di Bekasi bersama anak saya selama 2 tahun. Dia pun sabar menerima.

Setelah 5 tahun menikah. Masalah seakan berlalu. Saya diterima jadi dosen tetap di salah satu PTS terbaik di Indonesia. Dia selalu disisi.

Dia sangat spesial. Menerima disaat yang lain mungkin tidak mau menerima. Sabar disaat yang lain mungkin akan menuntut. Bertahan disaat yang lain mungkin akan pergi.

Istriku.
_______________
Instagram: https://instagram.com/hendymustikoaji
source https://www.facebook.com/1080795800/posts/10215977909935515/?app=fbl
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: