Beberapa tahun Terakhir, makanan Halal Menjadi Tren di Rusia

makanan Halal Menjadi Tren di Rusia

Ekonomi halal Rusia tumbuh 15 persen setiap tahun. Hal itu terjadi di tengah lesunya perekonomian negara beribu kota Moskow tersebut.

Pemerintah Rusia memprediksi, pertumbuhan ekonomi negaranya pada 2019 hanya 1,3 persen. Sebelumnya pada 2018 sekitar 2,3 persen.

Wakil Ketua Pertama Dewan Mufti Rusia Rushan Abbyasov mengatakan Kementerian Pertanian Rusia mendukung peningkatan ekspor ke dunia Arab dan negara-negara bekas Uni Soviet. Pasalnya, warga di beberapa negara itu mayoritas Muslim.

"Kami sudah melihat pengalaman internasional di dunia Arab dan di Malaysia. Kami telah mengembangkan standar (sertifikasi halal) Rusia, mengikuti model tersebut," ujar Abbyasov seperti dilansir AFP.

Manajer Pabrik Sosis Halal Ash di Kota Moskow Arslan Gizatullin mengaku merasakan pertumbuhan ekonomi halal di Rusia. Menurutnya, kini pesaing bisnis di industri halal bermunculan.

Ia menuturkan, sudah tujuh tahun menggeluti bisnis sosis halal. "Dalam beberapa tahun terakhir, halal pun menjadi tren di Rusia," kata Gizatullin.

Gizatullin melanjutkan, pabriknya membuat sosis gaya Soviet yang dibuat sesuai hukum Islam, ini berbeda dengan produk sosis lainnya. Hanya saja, kata dia, sekarang telah banyak produsen makanan halal sepertinya.

"Saya pergi ke toko pajangan dan saya melihat sosis dari satu, dua, tiga produsen. Saya melihat persaingan semakin meningkat," ujarnya.

Selain lewat daging, ekonomi halal Rusia yang bernilai 2,1 triliun dolar AS tersebut datang pula dari beragam bisnis, meliputi kosmetik halal serta layanan hotel halal. Keduanya sudah mendapat lisensi dari lembaga yang mengawasi produksi Islam di Rusia.

Perusahaan kosmetik di Moskow yaitu Alif kini sudah mulai mengekspor produk halal. Manager Alif Halima Hosman menyatakan, setahun setalah bisnis diluncurkan, produknya gencar dijual di negara mayoritas Muslim di kawasan Rusia seperti Dagestan serta Chechnya.

Produk Alif populer pula di Uzbekistan dan Kazakhstan. "Target utama ekspor kami sekarang adalah Perancis, Turki, Iran Arab Saudi," ujar Halima.

Halima menambahkan, perusahaan mendapat dukungan nonfinansial dari pusat sertifikasi halal. Ia memastikan, kosmetik Alif bebas dari alkohol serta lemak hewani.

Pusat Standardisasi dan Sertifikasi Halal di bawah wewenang Dewan Mufti Rusia telah menyetujui 200 lebih perusahaan sejak 2007. Setiap tahunnya jumlah perusahaan yang disetujui meningkat menjadi lima sampai hingga tujuh.

Dewan Mufti Rusia pun menyatakan, pameran tahunan barang-barang dan produsen halal di Republik Tatarstan Rusia menjadi pameran terbesar tahun ini di sana. Pejabat Tatarstan menyebutkan, pasar makanan halal menyumbang sekitar tujuh miliar rubel per tahun atau tiga persen lebih dari hasil pertanian bruto di kawasan Tatarstan. (ihram.co.id)

Tidak ada komentar: