Ketika IRT Keranjingan Gawai (smartphone)

Ketika IRT Keranjingan Gawai (smartphone)

Menjelajahi medsos dengan gawai adalah kegiatan yang paling mengasyikan bagi kebanyakan orang, tak terkecuali bagi orang yang berstatus sebagai ibu rumah tangga atau IRT. Bahkan ada IRT yang keranjingan gawai, rela menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk 'mantengin' gawainya.

"We are Social" pada bulan Januari 2018 merilis data bahwa orang Indonesis mampu daring selama 8 jam 51 menit dalam sehari. Dan mengalokasikan waktunya untuk medsos dengan rincian "platform". YouTube 43%, Facebook 41%, WhatApp 40%, Instagram 38%, dan Line 33%.

Dengan gawai yang terhubung medsos, seorang IRT bisa bebas berekspresi. ia bisa mengirim kata-kata, foto-foto gambar-gambar, simbol-simbol, video-video atau apapun tanpa persyaratan yang rumit.

Lewat medsos pula seorang IRT bisa mengirim informasi yang bermanfaat kepada orang lain. Dan pada saat yang sama, ia pun dapat dengan mudah memperoleh informasi dari orang lain. Apa yang ia peroleh itu terkadang merupakan "hoax" (berita bohong), ujaran kebencian, ajakan menyebarkan fitnah atau ajakan berbuat anarkis tanpa ia sadari.

IRT yang bijak tentu menggunakan gawainya untuk seperlunya saja dan sesuai dengan fungsinya sebagai sarana komunikasi era digital yang efektif. 

Sayangnya, masih banyak IRT yang belum bijak menyikapi kehadiran medsos di gawainya. Mereka berupaya 'update status', mengikuti 'trending' topik atau apa yang sedang viral di medsos. Sehingga urusan keluarga mereka jadi terabaikan.

Jika IRT bukan pekerja media seperti jurnalis atau penulis maka IRT tak perlu berlama-lama "mantengin" gawainya dan berselancar di medsos. Karena. terlalu akrab dengan medsos dapat memicunya terserang FoMo (Fear of Missing Out) yaitu rasa takut ketinggalan informasi. Akibatnya, penderita FoMo tidak bisa lepas sedikit pun dari gawainya. Hidupnya tergantung kepada gawai alias keranjingan gawai. Padahal seharusnya tergantung kepada-Nya saja dan ia harus bertanggung jawab mengurus keluarganya .

Beberapa kasus, Balita yang ibunya penderita FoMo akan mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya. Misalnya, anak mengalami gangguan berbicara, terlambat berjalan, masih balita sudah kecanduan gawai dan sebagainya..

Jika IRT memanfaatkan medsos di gawainya untuk sarana dakwah, menginformasikan, atau menyebar luaskan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala kebaikan. Hal ini sesuai hadis berikut, "Barang siapa yang mentradisikan hal yang baik maka baginya pahala kebaikan dan pahala orang yang melakukan kebaikan itu tanpa mengurangi pahala masing-masing.

Sebaliknya jika IRT menggunakannya untuk menyebar berita bohong, memantik pertengkaran dan semacamnya maka baginya berlaku hadis berikut. 

من سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أوزارهم شيئا
"Barang siapa mentradisikan hal yang buruk maka baginya dosa keburukan itu dan dosa orang yang melakukan keburukan itu, tanpa mengurangi dosa masing-masing.(HR Muslim )

IRT yang bijak tentu punya pilihan yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. 

Oleh Ummu Hana Hamidah
diedit kembali oleh admin
______________________________
support channel youtube DAKWAHPOST dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: