Viral Praktik Syirik Dukun di Kantor DPR, Wakil Ketua Umum MUI Angkat Bicara

Viral Praktik Syirik Dukun di Kantor DPR,

Jelang pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Ahad (20/10/2019), viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pria menggelar ritual di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta di media sosial.

Video dengan durasi dua menit yang juga diunggah akun YouTube itu menggegerkan medsos karena dikaitkan dengan acara pelantikan Jokowi-Ma’ruf.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menanggapi beredarnya video yang menunjukkan seorang pria mengaku bernama Ki Sabdo tengah melakukan ritual di Gedung Nusantara V DPR RI itu.

“MUI sendiri tidak merekomendasikan praktik ritual seperti itu karena menjurus pada perbuatan klenik, khurafat, dan dekat dengan syirik yang dilarang oleh agama,” ujar Zainut kepada hidayatullah.com, Sabtu (19/10/2019) malam.

Dalam video tersebut Ki Sabdo mengaku tengah melakukan geladi bersih untuk “mengamankan” pelantikan Presiden Jokowi-Ma’ruf dengan memanggil bangsa jin.

MUI meyakini untuk pengamanan kegiatan pelantikan Presiden besok, pihak keamanan pasti sudah memiliki standard operasional prosedur (SOP) yang sudah digariskan oleh negara.

Menurut Zainut ritual tersebut belum tentu menjadi agenda yang dibuat oleh Kesekjenen MPR.

“Boleh jadi hanya inisiatif orang perorang yang tidak ada kaitannya dengan rencana agenda kegiatan MPR. Pihak Pimpinan MPR dan Kesekjenan juga sudah membantah dan mengklarifikasi hal tersebut. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.

Sehingga, katanya, “MUI mengajak kepada semua pihak untuk tidak menjadikan hal tersebut sebagai polemik yang menguras energi.”* (hidayatullah.com)
______________________________
support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: