Agar Anak Masuk Surga Bersama Keluarga

Agar Anak Masuk Surga Bersama Keluarga

Orang tua tentu berharap keturunannya menjadi anak yang beriman dan masuk surga, yang demikian itu karena orang tua akan merasakan nikmatnya kehidupan di dunia dan akhirat hanya dengan iman dan beramal shalih. Allah Subhanahu wata'ala menyifati orang yang beriman sebagai ahli surga yang senantiasa berdoa memohon kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih dan masuk surga bersama keluarganya. Mereka pun berdoa:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. al-Furqan: 74)

Dengan ilmu agama, anak dapat masuk surga

Kita sebagai hamba yang berharap masuk surga, tidak cukup hanya bercita-cita dan berdoa kepada Allah Azza wajalla tanpa disertai usaha, walaupun doa merupakan wasilah untuk meraih surga, namun kita harus berikhtiar dengan mengajari anak kita ilmu agama Islam yang cukup. Karena surga dapat dicapai dengan cara menuntut ilmu syar'i. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ بِهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh jalan mencari ilmu (agama) maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. al-Bukhari: 1/30)

Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mendidik anak semenjak kecil agar mengenal ajaran Islam, walaupun mereka belum baligh. Sebagaimana Beliau Shallallahu'alaihi wasallam mengajarkan Ibnu Abbas Radhiallahu'anhuma.

Orang tua yang menginginkan anaknya masuk surga, tentu mereka harus mendidik anaknya agar mengenal ajaran Islam yang benar semenjak dia bisa bicara. Anak-anak juga dikenalkan Islam, walaupun hanya dengan lisan, sesuai dengan umur dan kemampuan mereka. Selanjutnya, dididik membaca al-Quran, membaca hadits, sekalipun belum terampil membaca. Dan apabila sudah agak besar, jika orang tua tidak mampu mendidik mereka sendiri, maka dapat dititipkan kepada para pendidik yang bepegang dengan akidah serta metode beragama yang benar.

Dengan amal shalih, anak dapat masuk surga

Berilmu saja masih belum cukup untuk meraih surga. Hal itu karena ilmu agama akan bermanfaat bila dibuktikan dengan amalan. Orang Yahudi dikutuk dan dilaknat oleh Allah karena tidak mengamalkan ilmunya. Maka anak hendaknya diupayakan mengamalkan ilmu yang dia dapat, tentu sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Karena surga harus ditempuh dengan amal shalih. Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. (QS. az-Zukhruf: 72)

Di antara hal yang harus diperhatikan oleh orang tua agar anak tetap beramal shalih, ialah menjalankan shalat lima waktu.

Dengan bersabar, anak beserta keluarga dapat masuk ke dalam surga

Bersabar mendidik anak (terutama anak perempuan) merupakan usaha yang sangat menentukan untuk menempuh jalan menuju surga. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam juga bersabda:

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ شَيْئًا هُوَ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنْ الصَّبْرِ
“Tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (Shahih Sunan Abi Dawud: 1451)

Dan masih banyak lagi kiat-kiat agar kita dan anak kita beserta keluarga bisa masuk kedalam surga.

Semoga bermanfaat.

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc
artikel maribaraja.com

Tidak ada komentar: