-->

Kisah Zubair yang dipukul benda keras oleh sekumpulan pemuda hindu india

Kisah Zubair yang dipukul benda keras

Mentari sedang memperlihatkan sinar terang di atas kepala. Jamaah shalat Zuhur baru saja bubar. Salah satunya Mohammad Zubair.

Ia sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah masjid di New Delhi dan menemukan kerumunan besar warga. Zubair pun berbalik aras. Mencari jalan alternatif.

Keputusannya tersebut terbukti kesalahan.

Dalam hitungan detik, Zubair dikelilingi oleh lebih dari selusin pemuda. Mereka langsung memukulinya dengan tongkat kayu dan batang logam.

Darah mengalir dari kepalanya. Membasahi pakaiannya. Pukulan demi pukulan semakin intensif. Namun tak lagi dirasakannya. Mulutnya komat kamit menyebut nama Allah.

Pandangannya lambat laun semakin gelap...

Saat terbangun, Zubair sudah berada di rumah sakit. Dengan kepala terbungkus perban.

Aksi barbar itu tertangkap juru foto Reuterz.

"Saya mengira saya akan mati. Dan saya tahu, tidak ada pertolongan yang bisa saya harapkan selain pertolongan Allah. Sebisa mungkin saya mengucap Laa Ila ha Ilallaah. Jika disitu ajal saya, saya ingin mati dengan kalimat itu," beber Zubair kepada Reuters.

"Mereka berani karena melihat saya sendirian, mereka melihat topi saya, jenggot, shalwar kameez (pakaian) dan melihat saya sebagai seorang Muslim," sambungnya.

Keresahan di seluruh India dimulai pada bulan Desember dengan disahkannya undang-undang diskriminatif terhadap muslim di India.

Lucunya, agama minoritas di India ada Sikh dan Kristen. Namun hanya Islam yang tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan.

Di dekat daerah ibukota India bentrok antara pemrotes Muslim dan Hindu telah terjadi selama berjam-jam. Batu dan bom molotov melayang di udara. (posmetro-medan.com)
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: