IBX5A47BA52847EF DakwahPost: dakwah
PALING ENGGAK ENAK KALAU PUNYA SUAMI JELALATAN

PALING ENGGAK ENAK KALAU PUNYA SUAMI JELALATAN

Bismillah, walhamdulillah, wash shalatu wassalamu 'ala rasulillah wa alihi wash shahbah...

Wahai saudari muslimah ...

Paling nggak enak ya, kalau punya suami matanya jelalatan, ada yang bening putih dikit matanya jelalatan, ada yang ayu dikit dipanggil istrinya nggak noleh-noleh, BAHKAN kadang istri ditinggal di dalam pasar, tiang listrik di depan ditambrak, gara-gara mata jelalatan... benar nggak?!?

Padahal sang istri sudah berusaha berdandan maksimal di hadapan suami...

- dimarahin, nggak enak karena suami yang membiayai hidup...
- dicuekin, eh suami malah semakin menjadi-jadi... serba salah pokoknya..

Wahai para suami ... ketauhilah baik-baik... itu adalah CURHATAN ISTRIMU, TEMAN HIDUPMU, PAKAIANMU!

PALING ENGGAK ENAK KALAU PUNYA SUAMI JELALATAN

saya mewakili mereka hanya ingin memberikan nasehat ;

1). Tidak melihat kecuali kepada wanita yang halal dan salah satu wanita yang paling halal adalah Istri, hal tersebut merupakan KETAATAN KEPADA ALLAH YANG MAHA MELIHAT KEPADA MATA-MATA YANG BERKHIANAT. (Lihat QS. An Nur: 30)

2). Tidak melihat kecuali kepada wanita yang halal dan salah satu wanita yang paling halal adalah Istri, hal tersebut merupakan KETAATAN KEPADA RASULULLAH YANG SANGAT PERCAYA UMATNYA PEMEGANG AMANAH.

لا تتبع النظر النظرة، فإن لك الأولى وليس لك الآخرة. 
Artinya: "Jangan ikuti pandangan dengan pandangan berikutnya, karena sesungguhnya bagi yang pertama, dan bukan untukmu yang kedua." (HR. Tirmidzi)

3). Tidak melihat kecuali kepada wanita yang halal dan salah satu wanita yang paling halal adalah Istri, hal tersebut MEMBERIKAN CAHAYA DI DALAM HATI, SEHINGGA MENGUKUR MANA YANG BAIK DAN BURUK.

4). Tidak melihat kecuali kepada wanita yang halal dan salah satu wanita yang paling halal adalah Istri, hal tersebut MERUPAKAN PENJAGA KEMALUAN TERKUAT.

5). Tidak melihat kecuali kepada wanita yang halal dan salah satu wanita yang paling halal adalah Istri, hal tersebut MENSUCIKAN JIWA DARI SYAHWAT YANG HARAM. : ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ (hal tersebut lebih suci bagi mereka/para suami. (lihat QS. An Nur: 30)

6). Tidak melihat kecuali kepada wanita yang halal dan salah satu wanita yang paling halal adalah Istri, hal tersebut MERUPAKAN WUJUD KESYUKURAN KEPADA ALLAH TELAH DIBERI MATA.
هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَا تَشْكُرُونَ 
Artinya: "Dialah (Allah) Yang telah menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit sekali kali bersyukur." (QS. Al Mulk: 23)

7). Tidak melihat kecuali kepada wanita yang halal dan salah satu wanita yang paling halal adalah Istri, hal tersebut MENDATANG CINTA PALING AGUNG YAITU CINTA ALLAH.

Imam Mujahid berkata:
غض البصر عن محارم الله يورث حب الله
Artinya: "Menundukkan pandangan dari yang haram mewariskan CINTA ALLAH".

Para suami yang gagah dan ganteng-ganteng ...

ANDA AKAN LEBIH DIHARGAI DAN LEBIH... LEBIH LAGI, TATKALA MENJAGA PANDANGAN!

✍ Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Baca selengkapnya »
TIGA HAL YG MENYEDIHKAN

TIGA HAL YG MENYEDIHKAN

Ada Tiga perkara yang menyedihkan seseorang yg katanya islam

1: Seorang lelaki yang tidak pernah masuk masjid kecuali jenazahnya.
2: Seorang wanita yang tidak pernah menutupi auratnya kecuali ketika dikafankannya.
3.Seseorang yg tdk pernah mau sedekah kecuali ketika keluarganya sedekah atas namanya ketika di alam kubur. itupun jika keluarganya peduli.

IA SELALU TERLAMBAT BAGAI SEBUAH PENYESALAN

Tetapi ia begitu cepat dan sigap perkara dunia.

Firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

بل تؤثرون الحياة الدنيا
“Sedangkan kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia...” (QS Al-A'la: 16)


TIGA HAL YG MENYEDIHKAN

Demikianlah sikap kebanyakan manusia:

1: Mereka  masuk ke tempat kerja sebelum waktunya.
2: Mereka  tiba di lapangan terbang sebelum waktunya.
3: Mereka datang (menunggu giliran) di rumah sakit sebelum waktunya.
4: Mereka  berada di dalam stasiun kereta api, 2 atau 3 jam sebelum berangkat

Akan tetapi tatkala mereka mendengar Azan mereka bersantai tanpa merasa  bersalah apa-apa..

ASTAGHFIRULLAH

Semoga Allah menjaga kita semua dalam ketaatan. Aamiin

Muhasabah diri sendiri😭
Baca selengkapnya »
Memenuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

Memenuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahwasanya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan bahwasanya kepada-Nya-lah kalian akan dikumpulkan (Qs. al-Anfal : 24)

Ayat ini mengandung beberapa hal, yaitu bahwa kehidupan yang berguna hanya terwujud dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada kehidupan baginya, sekalipun dia tetap memiliki kehidupan hewaniyah yang dia dengan hewan yang paling rendah bersekutu padanya.

Memenuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

Kehidupan hakiki yang baik adalah kehidupan orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya lahir dan batin. Mereka adalah orang-orang yang hidup, sekalipun mereka sudah mati, sedangkan orang-orang selain mereka adalah orang-orang yang mati, sekalipun nafas mereka masih dikandung badan.

Karena itu, manusia yang paling sempurna kehidupannya adalah yang paling sempurna dalam memenuhi seruan Rasul, karena apa yang Rasul serukan adalah kehidupan, barangsiapa kehilangan sebagian darinya, maka dia kehilangan sebagian dari kehidupan, dan pada dirinya ada kehidupan sesuai dengan kadar sikapnya memenuhi seruan Rasul.

✒ ((Dr. Ahmad bin Utsman al-Mazyad, Mukhtashar al-Fawaid, , (e.i, hal.59) 

www.alsofwa.com
WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
Baca selengkapnya »
ikhlaskan Amal-amal Kalian !

ikhlaskan Amal-amal Kalian !

Dari adh-Dhahhak bin Qais, ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ يَقُوْلُ : أَنَا خَيْرُ شَرِيْكٍ, فَمَنْ أَشْرَكَ مَعِي شَرِيْكًا فَهُوَ لِشَرِيْكِي, يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَخْلِصُوْا أَعْمَالَكُمْ فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الأَعْمَالِ إِلَّا مَا خَلُصَ لَهُ وَلَا تَقُوْلُوْا : هَذِهِ لِلَّهِ وَلِلرَّحِمِ فَإِنَّهَا لِلرَّحِمِ وَلَيْسَ لِلَّهِ مِنْهَا شَيْءٌ وَلَا تَقُوْلُوْا هَذِهِ لِلَّهِ وَلِوُجُوْهِكُمْ فَإِنَّهَا لِوُجُوْهِكُمْ وَلَيْسَ لِلَّهِ مِنْهَا شَيْءٌ
📜 Sesungguhnya Allah berfirman,”Aku adalah sebaik-baik sekutu. Barangsiapa menyekutukanKu dengan seorang sekutu, maka ia untuk sukutuKu. Wahai manusia, ikhlashkan amal-amal kalian, kerena Allah tidak menerima amal secuali apa yang diikhlashkan untuk-Nya. Jangan kalian berkata,’Ini karena Allah dan kerabat, karena ia adalah karena kerabat dan tak ada sesuatu pun daripadanya karena Allah. Jangan pula berkata ini karena Allah dan wajah-wajah kalian, karena ia adalah karena wajah-wajah kalian, dan tak sesuatupun darinya karena Allah

📚 (Diriwayatkan oleh al-Bazzar dengan sanad tidak mengapa dan al-Baihaqi) ✒

Ihklashkan Amal-amal Kalian !

www.alsofwa.com
WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
Baca selengkapnya »
Ujian Berat itu Bernama Wanita

Ujian Berat itu Bernama Wanita

Perhatikan hadist Riwayat Imam Ahmad ini:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء
Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.”

Kemudian:

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَغلَبُ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ. فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا نُقْصَانُ عَقْلِهَا؟ قاَلَ: أَلَيْسَتْ شَهَادَةُ الْمَرْأَتَيْنِ بِشَهَادَةِ رَجُلٍ؟ قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا نُقصَانُ دِينِهَا؟ قَالَ: أَلَيْسَتْ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ
“Aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya paling bisa mengalahkan akal lelaki yang kokoh daripada salah seorang kalian (kaum wanita).” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa maksudnya kurang akalnya wanita?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki?” Ditanyakan lagi, “Ya Rasulullah, apa maksudnya wanita kurang agamanya?” “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa?”, jawab beliau. (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 1462 dan Muslim no. 79)

Ujian Berat itu Bernama Wanita

⛔ Wanita adalah pintu utama bagi pria untuk melakukan zina. Larangan besar yang harus dijauhi sejauh-jauhnya. Karena itu Allah melarang mendekati.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya: “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra [17]: 32).

Karena wanita merupakan pintu fitnah yang sangat besar, maka wanita tidak semestinya terlalu banyak berada di luar rumah. Terlebih dengan kondisi berhias atau tabaruj.

➡️ Diingatkan kepada para pria, terutama pemuda untuk mentataburi kisah Nabi Allah Yusuf Alahaisalam. Pria dengan iman sempurna di masanya. Hamba dengan ketaatan pada Allah terbaik di masanya, namun tak luput dari fitnah wanita.

➡️ Sebagai manusia dengan usia muda, Nabi Yusuf tentulah juga memiliki syahwat. Karenanya, jika tidak karena diselamatkan Allah, maka ia pun akan terjerumus pada kekejian.

بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (24)
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24)

Perhatikanlah besarnya godaan yang dirasa Nabi Yusuf ketika itu dari fitnah wanita.

1. Masih muda, 2. Orang asing yang jauh dari keluarganya (karena itu kerap orang asing ringan melakukan kemaksiatan yang berat dilakukannya ketika di kampung), 3. Dia tampan, 4. Yang menggodanya wanita terpandang yang teramat cantik, 5. Wanita penggoda telah menutup seluruh pintu, 6. Wanita penggoda itu memaksa.

➡️ Cara Menolong Diri dari Fitnah Wanita

✔ Menolong diri dari fitnah wanita dengan doa. Sebagaimana Nabi Yusuf minta tolong pada Allah untuk diselamatkan dari godaan wanita, tidak hanya dari Zulaikha, tapi darinya banyak wanita di masanya.

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ
Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".(Yusuf 33)

✔ Meyakini fitnah wanita hanya bermuara pada kehancuran. Menjadi sebab dijauhkan dari keberuntungan. Jika tidak dunia, pasti di akhirat.

✔ Memiliki ilmu mengenai sifat Allah, terutama mengetahui dan meyakini Allah Maha Melihat. Tidak ada sesuatupun yang luput dari pengawasan Allah.

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
“Sejatinya yang menciptakan itu sangat mengetahui. Dan Dia adalah yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mulk: 14)

إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ
“Sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu benar-benar mengetahui tentang diri mereka.” (QS. Al-‘Adiyat: 11)

- Dan banyak lagi dalil Allah mutlak mengawasi seluruh ciptaanya beserta semua perbuatannya, baik yang tersembunyi, terlebih yang nampak.

✔ Iklas juga bisa menjadi penolong. Semakin kuat keiklasan, jauh dari keinginan mendapat sanjungan manusia, maka semakin besar peluangnya ditolong Allah dari fitnah wanita. Sebagai mana Nabi Yusuf ditolong Allah karena keiklasannya.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba Kami yang terpilih. [Yusuf/12: 24]
✔ Segera lari dari fitnah wanita. Seperti yang dilakukan Nabi Yusuf yang langsung lari begitu digoda Zulaikha. Jangan diam ketika fitnah wanita datang, tapi langsung menghindar. Menjauh dari sumber godaan.

- Karena sesungguhnya zina tidak langsung terjadi, tetapi bertahap. Ada langkah-langkah yang mendahului sebelum terjadi. Langkah awal harus langsung dihindari.

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (169)
“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)

✔ Menolong dengan sebab-sebab syar'i. Berdoa dan sungguh-sungguh menghindar.

✔ Meyakini Hanya Allah yang bisa menolongnya dari fitnah wanita.

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ﴿٣٣﴾فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Yusuf berkata: “Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh. Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Yusuf/12:33-34]

▶️ Kisah Nabi Yusuf ini penting untuk sering-sering ditadaburi. Diambil hikmahnya dalam menghindarkan diri dari fitnah wanita.

- Dibaca tafsirnya. Terutama tafsir Syekh As'Sadi.

 Taklim Prof DR Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr dengan penerjemah Ust DR Firanda Ardija di Masjid Abu Ad Darda, Sabtu 22 Rajab 1439/ 7 April 2018
Baca selengkapnya »
FENOMENA IKHWAN GOMBAL VS AKHWAT GENIT

FENOMENA IKHWAN GOMBAL VS AKHWAT GENIT

“Ukhti, aku tertarik ta’aruf sama anti.” Itulah kalimat yang sering diadukan oleh para akhwat,, Dalam satu minggu bisa ada dua tawaran ta’aruf dari ikhwan dunia maya.

Berdasarkan curhat para akhwat, rata-rata si ikhwan tertarik pada akhkwat melalui penilaian komentar akhwat.

Banyaknya jaringan sosial di dunia maya seperti facebook, yahoo messenger, dll, menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas.

Begitu lembut dan halusnya jebakan dunia maya, tanpa disadari mudah menggelincirkan diri manusia ke jurang kebinasaan.

Kasus ta’aruf ini sangat memprihatinkan sebenarnya. Seorang bergelar ikhwan memajang profil islami, tapi serampangan memaknai ta’aruf. Melihat akhwat yang dinilai bagus kualitas agamanya, langsung berani mengungkapkan kata ‘ta’aruf’, tanpa perantara.

Jangan memaknai kata “ta’aruf” secara sempit, pelajari dulu serangkaian tata cara ta’aruf atau kaidah-kaidah yang dibenarkan oleh Islam. Jika memakai kata ta’aruf untuk bebas berinteraksi dengan lawan jenis, lantas apa bedanya yang telah mendapat hidayah dengan yang masih jahiliyah? Islam telah memberi konsep yang jelas dalam tatacara ta’aruf.

Suatu ketika ada sebuah cerita di salah satu situs jejaring sosial, pasangan akhwat-ikhwan mengatakan sedang ta’aruf, dan untuk menjaga perasaan masing-masing, digantilah status mereka berdua sebagai pasutri, sungguh memiriskan hati.

Pernah juga ada kisah ikhwan-akhwat yang saling mengumbar kegenitan di dunia maya,berikut ini petikan obrolannya:

“Assalamualaikum ukhti,” Sapa sang ikhwan.

“‘Wa’alikumsalam akhi,” Balas sang akhwat.

“Subhanallah ukhti, ana kagum dengan kepribadian anti, seperti Sumayyah, seperti Khaulah binti azwar, bla bla bla bla…” puji ikhwan tersebut.

Apakah berakhir sampai di sini? Oh no…. Rupanya yang ditemui ini juga akhwat genit,maka berlanjutlah obrolan tersebut, si ikhwan bertanya apakah si akhwat sudah punya calon, lantas si akhwat menjawab:

“Alangkah beruntungnya akhwat yang mendapatkan akhi kelak.”

Sang ikhwan pun tidak mau kalah, balas memuji akhwat. “Subhanallah, sangat beruntung ikhwan yang mendapatkan bidadari dunia seperti anti.”

….Banyaknya jaringan sosial di dunia maya menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas. Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya….

Owh mengerikan, berlebay-lebay di dunia maya, syaitan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Lalu tertancaplah rasa, bermekaran di dada dua sejoli tersebut, yang belum ada ikatan pernikahan.

Dengan bangganya sang ikhwan menaburkan janji-janji manis, akan mengajak akhwat hidup di planet mars, mengunjungi benua-benua di dunia. Hingga larutlah keduanya dalam janji-janji lebay.

Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya…… a’udzubillah, bukan begitu ta’aruf yang Rasulullah ajarkan.

Wahai Ikhwan, Jangan Permainkan Ta’aruf!

Muslimah itu mutiara, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, tidak sembarang orang boleh memandangnya.

Jika kalian punya keinginan untuk menikahinya, carilah cara yang baik yang dibenarkan Islam. Cari tahu informasi tentang akhwat melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya.

Jika maksud ta’arufmu untuk menggenapkan separuh agamamu, silakan saja, tapi prosesnya jangan keluar dari koridor Islam.

….Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan?….

Jagalah izzah muslimah, mereka adalah saudaramu. Pasanglah tabir pembatas dalam interaksi dengannya. Pahamilah, hati wanita itu lembut dan mudah tersentuh, akan timbul guncangan batin jika jeratan yang kalian tabur tersebut hanya sekedar main-main.

Jagalah hati mereka, jangan banyak memberi harapan atau menabur simpati yang dapat melunturkan keimanan mereka.

Mereka adalah wanita-wanita pemalu yang ingin meneladani wanita mulia di awal-awal Islam, biarkan iman mereka bertambah dalam balutan rasa nyaman dan aman dari gangguan JIL alias Jaringan Ikhwan Lebay.

Wahai Ikhwan,

Ini hanya sekedar nasihat, jangan mudah percaya dengan apa yang dipresentasikan orang di dunia maya, karena foto dan kata-kata yang tidak kamu ketahui kejelasankarakter wanita, tidak dapat dijadikan tolak ukur kesalehahan mereka, hendaklah mengutus orang yang amanah yang membantumu mencari data dan informasinya.

….luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis….

Duhai Akhwat, Jaga Hijabmu!

Duhai akhwat, jaga hijabmu agar tidak runtuh kewibaanmu. Jangan bangga karena banyaknya ikhwan yang menginginkan taaruf. Karena ta’aruf yang tidak berdasarkan aturan syar’i, sesungguhnya sama saja si ikhwan merendahkanmu.

FENOMENA IKHWAN GOMBAL VS AKHWAT GENIT

Jika ikhwan itu punya niat yang benar dan serius, tentu akan memakai cara yang Rasulullah ajarkan, dan tidak langsung menembak kalian dengan caranya sendiri.

Duhai akhwat,
Terkadang kita harus mengoreksi cara kita berinteraksi dengan mereka, apakah ada yang salah hingga membuat mereka tertarik dengan kita? Terlalu lunakkah sikap kita terhadapnya?

Duhai akhwat, sadarilah, orang-orang yang engkau kenal di dunia maya tidak semua memberikan informasi yang sebenarnya,

waspadalah,
karena engkau adalah sebaik-baik wanita yang menggenggam amanah Ilahi. Jangan mudah terpedaya oleh rayuan orang di dunia maya.

….berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram….

Duhai akhwat, ta’aruf yang sesungguhnya haruslah berdasarkan cara Islam, bukan dengan cara mengumbar rasa sebelum ada akad nikah..

repost from whatsapp group
Baca selengkapnya »
Merahasiakan amal kebaikan merupakan keutamaan yang besar

Merahasiakan amal kebaikan merupakan keutamaan yang besar

Allah berfirman,

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah : 271)

Di antara golongan yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat nanti adalah,

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
“Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari, 1423 dan Muslim, 1031)



Sikap ini merupakan tanda kuatnya iman seseorang di mana cukup baginya bahwa Allah mengetahui amalannya sehingga tidak butuh diketahui oleh orang lain. Dan hal ini menunjukkan sikap menyelisihi hawa nafsu, karena hawa nafsu ingin agar dirinya memperlihatkan sedekahnya dan ingin dipuji oleh manusia. Oleh karenanya sikap menyembunyikan sedekah membutuhkan keimanan yang sangat kuat untuk melawan hawa nafsu. (Ibnu Rojab al-hambaly, Fathul Baari 4/62)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.” (HR. Muslim, 2965)

Waki' berkata, " Tidaklah kita hidup kecuali di balik tirai. Seandainya tirai itu dibuka maka akan nampak perkara yang sangat besar, yaitu benar atau tidaknya niat seseorang.” (Siyar A'lāmin Nubalā’ 7/568)

Imam Asy Syafi’i berkata, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.” (Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, 230-232)

Namun demikian janganlah seseorang meninggalkan amalan kebaikan karena khawatir dilihat manusia.

Alangkah indahnya perkataan Al-fudhail bin iyadh dalam menjelaskan riya’ :

“Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya` sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan, adapun yang namanya ikhlash adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.” (Tazkiyyatun Nufuus, 17)

Ahli hikmah berkata ; "Menyembunyikan Ilmu adalah kebinasaan, sedangkan menyembunyikan Amalan adalah keselamatan "

Wallahu a'lam

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc
Baca selengkapnya »
Antara Angan-Angan Murahan Dan Mahal

Antara Angan-Angan Murahan Dan Mahal

Bismillah, walhamdulillah, wash shalatu wassalamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Temanku... Angan-angan murahan adalah:

- Memiliki rumah megah
- Memiliki mobil mewah
- Memiliki harta bertumpuk
- Memiliki jabatan tinggi
- Memiliki popularitas (terkenal)
- Dan semisalnya dari perkara duniawi

Karena semua itu pasti, habis, hancur, binasa dan sementara. Persis seperti angan-angannya pengagung Qarun yang celaka:

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". QS. Al Qashash: 79.

Antara Angan-Angan Murahan Dan Mahal

Adapun angan-angan mahal adalah:
- Mati saat iman paling tinggi
- Mati dalam Islam
- Mati saat beribadah paling ikhlas
- Dan di akhirat berkumpul dengan para rasul, nabi dan orang-orang shalih.

Karena semua itu akan sangat indah dengan kekekalan abadi tanpa batas sesuai kehendak Allah Taala.

Perhatikan Doanya nabi Yusuf ‘alaihissalam:

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Artinya: “....wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. QS. Yusuf: 101.

Ayo teman... tentunya kamu tidak ingin angan-angan murahan!

Ttd
Ahmad Zainuddin Al Banjary

Follow IG: ahmadzainuddinalbanjary
Baca selengkapnya »
Penyebab Hilangnya Kewibawaan Umat Islam di depan Musuh

Penyebab Hilangnya Kewibawaan Umat Islam di depan Musuh

1. Dulu ketika melaksanakan umrah di Makkah, waktu itu makkah dikuasai para manusia kafir, maka rasulullah memerintahkan para sahabat untuk ber-idhthiba' menyingkap pundak kanan ketika thowaf, dan memerintahkan pula agar para sahabat berlari2 kecil pada 3 putaran pertama thawaf. Kenapa Rasul melakukan itu? Tentunya Agar para musuh merasa gentar dengan kekuatan dan kewibawaan Islam.

2. Dulu ketika perjalanan menuju Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah), rasulullah memerintahkan agar 10.000 pasukan islam menyalakan obor api, hingga api itu terlihat laksana lautan menyala menuju lembah makkah. kenapa rasul melakukan itu? Tentunya agar musuh gentar dan takut dengan kekuatan dan kewibawaan tentara Islam.

Kewibawaan Umat Islam

3. Dulu rasul pernah melihat seorang perwira islam berjalan dengan penuh kewibawaan dan kesombongan dalam perang Uhud, maka rasul pun berkata: "sesungguhnya cara jalan seperti ini dimurkai oleh Allah, kecuali di medan perang" .... Kenapa rasul berkata demikian? Tentunya agar musuh merasa gentar melihat kewibawaan kaum muslimin.

4. Dulu dalam perang Yarmuk, panglima Romawi yang bernama Mahan berkata kepada khalid bin Walid radhiyallahu anhu, " Wahai khalid bukankah kalian datang ke tempat kami karena kelaparan dan tidak tersedianya makanan di negeri kalian, kemarilah.... saya akan berikan setiap prajurit di antara kalian dengan 10 dinar, pakaian dan makanan, kemudian pulanglah ke negeri kalian, jika datang tahun depan maka kami akan kirimkan lagi semisalnya kepada kalian".

Khalid pun menjawab: " bukan itu yang membuat kami keluar menuju tempat kalian, akan tetapi, kami adalah kaum peminum darah, dan telah sampai kepada kami bahwa tiada darah yang selezat darahnya orang Romawi, maka dari itulah kami datang ke negeri ini (untuk meminum darah kalian) ."

Kenapa Kholid bin Walid berkata demikian? tentunya agar panglima musuh gentar dan takut melihat kewibawaan dan kekuatan tentara Islam.
=========================

Lalu Kenapa sekarang orang asing aseng kafir berani "mencak-mencak" di negeri ini?
Karena kewibawaan telah hilang dari negeri ini.. Hilang dari rakyat dan pemimpinnya.

Dan tiada yang bisa memberi kita kewibawaan dan kemuliyaan kecuali Islam.

Pulanglah Menuju Islam kita.

Oleh Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, M.HI حفظه الله تعالى
Baca selengkapnya »
Mengenal Pengertian Riya’ Lebih Dekat

Mengenal Pengertian Riya’ Lebih Dekat

Riya’ adalah menampakkan amalan sholih dalam rangka mencari pujian manusia.

Menampakkan sedekah supaya di puji,menampakkan sholat dan puasa supaya dipuji,berjihad,menuntut ilmu,dan menampakkan berbagai amal ibadah lainnya demi pujian dan sanjungan manusia.

Apa hukumnya?

Riya’ merupakan dosa besar. Karena riya’ termasuk perbuatan syirik kecil.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya’.”

Bahaya riya’ ?

apabila suatu amalan dilandasi rasa riya dari awalnya maka ini bisa menyebabkan suatu amalan tertolak dan tidak diterima di sisi Allah Azza wa Jalla. Allah subhanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian menghilangkan pahala sedekahmu dengan selalu menyebut-nyebut dan dengan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang-orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir”.
(Al Baqarah: 264)

Mengenal Pengertian Riya’ Lebih Dekat

Dalam ayat di atas, Allah subhanahu wata’ala mengabarkan bahwa sedekah yang selalu disebut-sebut atau menyakiti perasaan si penerima akan menyebabkan hilangnya pahala sedekah tersebut di sisi Allah subhanahu wata’ala sebagaimana orang yang riya’ dalam infaq dan sedekahnya.

Selain tertolaknya amalan, pelaku riya’ juga di ancam dengan neraka.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam sebuah hadits bahwa yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah tiga golongan manusia:

pertama; seseorang yang mati di medan jihad
kedua; pembaca Al Qur’an, dan yang
ketiga; seseorang yang suka berinfaq.

Ketiga golongan manusia ini Allah subhanahu wata’ala campakkan dalam An Naar (neraka) karena mereka beramal bukan karena Allah subhanahu wata’ala namun sekedar mencari pujian dan popularitas. (HR. Muslim no. 1678)

Bagaimana jika rasa riya’itu muncul di tengah-tengah amalan?

Seseorang melakukan suatu amalan dengan niat awal dalam hatinya adalah hanya untuk Allah kemudian ditengah-tengah melakukan amalan tersebut terbersit rasa riya'( ingin dipuji).

Maka yang seperti ini dirinci :

Apabila dia berusaha untuk menghilangkan rasa riya’ yang tiba-tiba hinggap tersebut dan tidak memperdulikannya serta bersungguh-sungguh berusaha untuk memurnikan niatnya hanya untuk Allah semata maka riya’ tersebut tidak akan membahayakannya.

Apabila riya tersebut terus diikuti hingga akhir amalannya dan amalan yang dilakukan adalah jenis amalan yang bersambung dari awal sampai akhir seperti sholat, maka amalan tersebut akan tertolak dan pelakunya pun akan mendapatkan ancaman siksa neraka.

Dan apabila amalannya adalah amalan yang terpisah antara awal dengan yang akhir misalnya sedekah untuk dua orang dalam waktu yang sama.

Ketika bersedekah kepada yang ke-1 ikhlas kemudian kepada yang ke-2 muncul rasa riya’, maka riya’ tidak akan membahayakannya pada keadaan pertama,dan akan membahayakannya pada keadaan kedua.

(Jamii’ul ‘uluumi wal hikam Ibnu Rajab Al Hambali)

dikutip dari WhatsApp Minhajus Sunnah Kendari dari KHAS
source: salafy.or.id
Baca selengkapnya »
Setiap bida'h tempatnya di neraka

Setiap bida'h tempatnya di neraka

Sering kita mendengarkan ucapan para khatib dan penceramah "setiap perkara baru dalam agama bida'h, setiap bida'h sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka" ini adalah nukilan dari hadist Nabi -Shalallahu alaihi wasalalam-

Orang-orang yang tidak senang dengan pendapat bida'hnya perayaan maulid nabi, kenduri arwah, zikir jamaah dan semisalnya menyatakan "sedikit-sedikit bida'h, sedikit-sedikit sesat dan semua kesesatan di nereka, hanya mereka saja yang masuk surga, emangnya kunci surga di tangan mereka"

Ini adalah cara pikir orang yang gegabah dan emosi atau orang yang tidak paham, mari kita bawa dalam kehidupan nyata untuk perkara yang sama atau mirip. Kita sering mengatakan "pelajar rajin akan berhasil dan pelajar yang malas akan gagal"

Setiap bida'h tempatnya di neraka

Apakah keberhasilan seseorang dan kegagalannya kita yang menentukan? Jelas tidak, itu adalah sebuah kaedah alam. Begitu juga dengan "setiap kesesatan tempatnya di neraka" adalah kaedah agama.

Tidak semua pelajar malas itu gagal, kita akan tahu mereka gagal atau tidak setelah nilai ujian diumumkan, apalah lagi dalam perkara akhirat tentang surga dan neraka, tidak akan ada yang tahu kecuali Allah taala.

Hal ini berbeda dengan kata "kafir" setiap orang yang meninggal diatas kekafiran pasti dalam neraka walaupun kebaikannya terhadap manusia menggunung. Pelajar yang berhasil di sekolah adalah yang meraih nilai bagus dengan akhlak yang baik, sedangkan orang kafir seperti anak yang tidak mendaftarkan diri ke sekolah, betapapun cerdas dan baiknya akhlak anak itu, ia tidak bisa dikatakan lulus dengan nilai yang baik, sebab pada dasarnya namanya tidak ada dalam daftar. Begitulah orang kafir, mereka tidak mendaftarkan diri sebagai calon penghuni surga dengan mengucapkan syahadatain.

Disini jelaslah bahwa pernyataan setiap kesesatan atau bida'h tempatnya di neraka bukanlah mengklaim pelakunya pasti di neraka, melainkan hanya sebagai timbangan hukum dalam agama.

Dan setiap orang menyatakan suatu amalan sesat atau bida'h berdasarkan kadar ilmu dan pemahamannya, jika ada yang mengatakan kenduri arwah bida'h maka itu hak dia, begitu juga dengan yang menyatakannya tidak bida'h juga haknya untuk berpendapat karna semua punya dalil masing-masing, namun yang pasti salah satu dari keduanya mesti ada yang salah.

(Rail / al munir : ...)
Baca selengkapnya »
Jangan Pernah Menyepelakan Doa

Jangan Pernah Menyepelakan Doa

Kepada saudaraku yang hatinya terluka…kalbunya dimakan kesedihan dan kegelisahan…

Kepada saudaraku yang dilindas dan digilas beratnya kemiskinan…

dililit hutang yang menggunung….

Kepada saudaraku yang memikul segunung problematika….yang merasa seluruh jalan dan sebab telah tertutup…

Apakah kau lupa senjatamu yang sangat ampuh…??,

Doa…dialah permohonan yang ditujukan kepada Pencipta alam semeseta ini…??

Apakah kau meremehkannya???

Al-Imam As-Syaafi'i rahimahullah berkata :

أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيهِ  وَمَا تَدْرِي بِمَا صَنَعَ الدُّعَاءُ
Apakah engkau mengejek doa dan menyepelekannya….
Tidakkah engkau tahu apa yang bisa diperbuat oleh doa?

سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي وَلَكِنْ لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ
Anak panah yang dilepaskan di malam hari, tidak akan meleset, akan tetapi…
Anak panah teresbut ada waktunya/tempo untuk mengenai…dan setiap waktu pasti ada akhirnya

Jangan Pernah Menyepelakan Doa

Janganlah pernah meremehkan doa…
ia adalah senjata kaum sholihin…
bahkan senjata para Nabi 'alaihim as-salaam.

Angkatlah kedua tanganmu…

mintalah kepada Robmu…

jangan pernah malu untuk meminta kepada Robmu yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada para hambaNya…

Curahkan segala keluh kesahmu kepada Robmu yang lebih rahmat kepada seorang hamba dari kasih sayang seroang ibu kepada anaknya…

Masihkah engkau berburuk sangka kepadaNya…,
masihkah engkau enggan untuk berdoa… ??!!

Bangunlah di gelapnya malam tatkala semua orang tertidur pulas…keluhkan seluruh bebanmu kepada Allah….

لاَ تَسْأَلَنَّ بَنِي آدَمَ حَاجَةً وَسَلِ الَّذِي أَبْوَابُهُ لاَ تُحْجَبُ
Jangan sekali-kali engkau meminta hajatmu kepada anak Adam…

Akan tetapi mintalah kepada Dzat yang pintu-pintunya tidak pernah tertutup

اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ وَبَنِي آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ
Allah murka jika engkau tidak meminta kepadaNya

Adapun anak Adam jika engkau meminta-minta kepadanya maka ia marah.

Baca selengkapnya »
Ilmu Yang Benar Sarana Menuju Takwa

Ilmu Yang Benar Sarana Menuju Takwa

Allah azza wajalla berfirman :

كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia, supaya mereka bertakwa (Qs. Al-Baqarah : 187)


🌾 Ilmu yang benar adalah sarana menuju takwa. Karena apabila mereka telah mengetahui kebenaran dengan jelas, mereka akan mengikutinya dan apabila mereka mengetahui kebatilan dengan jelas, mereka akan menjauhinya. Dan barang siapa yang mengetahui kebenaran lalu meninggalkannya dan mengetahui kebatilan lalu mengikutinya, nilai kejahatannya akan lebih besar dan dosanya akan lebih berat.

✒ (As-Sa’diy, Khulashatu Tafsiril Qur’an, hal. 171)📚

WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
Baca selengkapnya »
Satu Nafas Yang Sebanding Dengan Lebih Dari Semilyar Tahun

Satu Nafas Yang Sebanding Dengan Lebih Dari Semilyar Tahun

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan:
"Manfaatkanlah kehidupanmu yang berharga, dan jagalah waktumu yang bernilai tinggi (semoga Allah merahmatimu-)
Ingatlah bahwa masa hidupmu itu terbatas, dan nafasmu itu terhitung, dan setiap nafas (yg keluar) itu mengurangi bagian dari dirimu.

Umur ini semuanya pendek, dan sisa dari umur itu tinggal sedikit, dan setiap bagian dari umur itu adalah mutiara berharga yang tiada bandingannya dan tiada gantinya, karena dengana kehidupan yang sedikit ini akan (didapatkan) keabadian yang tiada akhir; dalam kenikmatan atau dalam azab yang pedih.

Manfaatkanlah kehidupanmu yang berharga

Dan jika kau bandingkan kehidupan ini dengan keabadian yang tiada akhir itu, kamu akan tahu bahwa setiap nafas itu sebanding dengan lebih dari SEMILYAR tahun dalam kenikmatan yang tak terbayangkan atau sebaliknya.

Maka, janganlah kamu sia-siakan umurmu yg merupakan mutiara berharga itu dengan tanpa amal, dan jangan sampai dia pergi tanpa ganti.

Bersungguh-sungguhlah agar setiap nafasmu tidak kosong dari amal ketaatan atau amal ibadah yang mendekatkanmu (kepada-Nya).

Karena seandainya kamu memiliki suatu perhiasan dunia saja; kamu akan merugi bila dia hilang, lalu bagaimana meruginya bila kamu menyia-nyiakan waktu-waktumu, dan bagaimana kamu tidak sedih karena umurmu hilang tanpa ada ganti?”

[Kitab: Ghidza'ul Albab 2/351]

Subhanallah, ternyata setiap nafas Anda itu sangat berharga sekali. Sudahkah Anda menghargainya sesuai dengan nilainya? Jawablah untuk diri Anda sendiri.

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Baca selengkapnya »
Adzan Tak Perlu Teriak Teriak Dan Tak Perlu Pakai Pengeras Suara

Adzan Tak Perlu Teriak Teriak Dan Tak Perlu Pakai Pengeras Suara

Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras?
Pakai speaker pula. Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim?

Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?”

Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini

“Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.

Adzan Tak Perlu Teriak Teriak

Teman saya membalas “Tapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim?”.

Saya jawab lagi “Benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding?

Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”

Dia tersenyum namun membalas lagi “Tapi kan hari gini semua orang sudah tahu dengan teknologi jam berapa waktu sholat apa, apa masih harus adzan keras-keras?”.

Saya pun kemudian menjawab “Ya setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?

Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar-benar panggilan sholat,
karena kami harus menyegerakan sholat.

Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu”.
.
Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk saya sambil menepuk-nepuk bahu saya dan berkata  “Super .. I got it bro“

Note.
Masih banyak orang tidak rela ketinggalan Pesawat dibanding ketinggalan Sholat

Bahkan lebih rela menunggu pesawat yang belum datang dibandingkan menunggu Azan datang...

ayo kita share rame-rame di wall Fb dan wa, kita masing-masing biar mereka yang kepanasaan dengar adzan, mudah-mudahan terbuka hatinya... Aamiin

Hayya 'Alash Sholah = Ayo Sholat..
Hayya 'Alal Falah = Ayo Sukses..

Sholat adalah jalan KESUKSESAN dunia akherat

Wassalam
Baca selengkapnya »
Sayangilah Ibumu

Sayangilah Ibumu

Perkataan Salafush Shalih (Generasi Pendahulu yang Saleh) tentang Berbakti kepada Kedua Orang Tua

Suatu ketika Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada seseorang, 

“Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.”  (HR. Bukhari)

Sayangilah Ibumu

Rasulallah ﷺ bersabda:

“Celaka, celaka, celaka!” Ada yang bertanya,”Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,“Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga” (HR. Muslim)

@muslimah
#ummuumar

Baca selengkapnya »
sekarang kita tiba di Surat Al Maidah ayat 58

sekarang kita tiba di Surat Al Maidah ayat 58

Apakah ini suatu kebetulan atau ini sebuah skenario Tuhan untuk membuka mata kita....semua cerita sesuai alurnya

Kejadian yang menimpa umat Islam saat ini, benar-benar mengikuti alur cerita dalam Al Quran,saling beriringan...

Belum lama ini penista agama yg menghina Al Maidah ayat 51dipenjarakan,

Kemudian Al Maidah ayat 57: "Allah melarang kita menjadikan mereka yang suka mengejek agama Islam sebagai pemimpin".

Surat Al Maidah ayat 58

sekarang kita tiba di Surat Al Maidah ayat 58.

Allah berfirman :

"Jika kalian kumandangkan adzan untuk sholat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. (Puisi SUKMAWATI DAN puisi GUS MUS yang dibacakan oleh salah seorang gubernur) Yang demikian itu adalah karena mereka termasuk kaum yang tidak mengerti".

Momen milih pemimpin pas dengan kejadian di Indonesia saat ini....

Tidak ada yg kebetulan dg semua kejadian diatas. Semuanya sdh menjadi rencana dan skenario Allah Subhanahu wa ta'ala.

Subhanallah....
Baca selengkapnya »
JUJURLAH MAKA ANDA AKAN SELAMAT

JUJURLAH MAKA ANDA AKAN SELAMAT

Banyak orang menganggap bahwa dengan dusta dia akan mencapai tujuan dan ambisinya, sebaliknya jujur akan menjadi penghalang baginya untuk meraih apa yang dicita-citakan, bahkan moto hidup mereka adalah” jujur terbujur”, maksudnya siapa yang jujur pasti akan tersingkir.

Dalam realita kehidupan, terkadang ungkapan di atas seolah terbukti, siapa yang jujur pasti disingkirkan , yang pintar melakukan tipu muslihat, karirnya terangkat dan terhormat. Apalagi seperti zaman kita ini, sangatlah sesuai dengan apa yang telah disabdakan Nabi-shallalah a’laihi wa sallam:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّة (رواه ابن ماجة وأحمد )
“Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan, para pendusta dianggap orang jujur sementara orang yang jujur dituduh pendusta, zaman ketika diberikan amanah kepada orang yang berkhianat, sementara orang yang amanah akan diaggap berkhianat, zaman tatkala yang patut berbicara adalah para ruwaibidah, maka ditanyakan kepada Nabi: apa itu ruwaibidhah?beliau menjawab: orang bodoh yang berbicara tentang urusan orang banyak”. HR. Ibnu Majah dan Ahmad.

JUJURLAH MAKA ANDA AKAN SELAMAT

Benarkah semboyan” Jujur Terbujur” di atas??. Jawabannya adalah “Tidak”. Walaupun tampaknya dusta itu dapat menyelamatkan seseorang, tetapi sifatnya sementara…lambat laun kedustaannya akan terbongkar, boroknya akan tersingkap, seiring dengan itu pujian yang dia peroleh akan berubah menjadi celaan dan hinaan.

“Sepandai-pandai tupai melompat suatu saat akan terjatuh jua”, itulah ungkapan pribahasa kita yang menunjukkan sehebat apa kejelekan disembunyikan, lambat laun akan diketahui juga. seandainya dustanya berhasil dia sembunyikan di dunia , kelak di hari kiamat akan permaklumkan kepada orang banyak segala kebusukannya, pada hari segala yang disembunyikan manusia akan terungkap, Allah berfirman:

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ [الطارق : 9]
“Pada hari disingkap segala yang di rahasiakan”. QS. At-Thariq: 9

Berkata Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas: “yaitu akan ditampakkan segala yang tersembunyi di dalam dada manusia. Dalam hadis yang terdapat di sahih Bukhari dan Muslim Rasulullah bersabda:

“يُنْصَب لكل غادر لواء عند اسُتِه يوم القيامة، فيقال: هذه غَدْرة فلان ابن فلان”
“ akan dipancangkan kelak pada hari kiamat bendera dibokong para pendusta dan akan diserukan: inilah penghianatan si pendusta fulan bin fulan”.

Lihatlah betapa lihainya kaum munafiq di masa Rasulullah berdusta untuk menyelamatkan diri dan mencapai tujuan-tujuan mereka….toh akhirnya borok mereka tersingkap dan celaan terhadap mereka diungkapkan dalam bentuk Alquran yang dibaca sepanjang zaman. Karena itulah diantara syarat sahnya ucapan syahadat seorang adalah”jujur” dan sebaliknya pembatalnya adalah”dusta”.

Allah telah menempatkan kaum munafiq di kerak neraka yang paling bawah atas balasan kedustaan mereka dalam firmannya:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا )النساء: 145)
“Sesungguhnya orang-orang munafiq di kerak neraka terendah dan kamu tidak akan pernah mendapatkan bagi mereka seorang penolongpun. QS. An-Nisa: 145.

Bergabunglah bersama orang-orang yang jujur

Diantara bentuk rahmat Allah, bahwa Allah tidak menuntut kita agar termasuk kedalam golongan orang-orang yang jujur, karena beratnya kejujuran, tapi Allah-subhahanahu wata ‘ala- hanya menuntut kita untuk ikut menyertai orang –orang yang jujur,sebagaimana firmannya:

يَـۤأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ كُونُواْ مَعَ ٱلصَّادِقِينَ .
“wahai orang-orang beriman takutlah kepada Allah dan jadilah kalian senantiasa bersama orang-orang yang jujur”. QS. At-Taubah :119.

Maksudnya…tatkala anda senantiasa berteman dengan orang-orang yang jujur, niscaya anda akan terpengaruh mengikuti jejak dan karakter mereka, sebaliknya berteman dengan para pendusta menggiring anda akan menjadi pendusta seperti mereka.

source: abufairuz.com
Baca selengkapnya »
DAKWAH SALAFIYAH TERUSLAH BERKEMBANG

DAKWAH SALAFIYAH TERUSLAH BERKEMBANG

Begitu mempesonanya dakwah ini, hingga banyak yang perhatian...

Mengharumkan alam....menggembirakan kaum yang beriman

Bagai hujan yang menumbuhkan rerumputan

Menghijaukan bumi setelah gersang dan kekeringan

Dakwah salaf yang elok nan rupawan... menawan hati kaum yang beriman

Masjid-Masjid rumah Allah mulai ramai dikunjungi.
Yang sebelumnya sepi bagai kuburan

Lihatlah di kampus, pasar, terminal, stasiuan, mall dan perkantoran....Jilbab lebar nan anggun mulai berseliweran

Yang sebelumnya hanyalah baju ketat dan rok mini yang kelihatan

Puasa dawud, senin kamis, dan puasa 3 hari tengah bulan mulai dijalankan
Yang sebelumnya tiada yang mengenalnya kecuali sekedar puasa bulan ramadhan

DAKWAH SALAFIYAH TERUSLAH BERKEMBANG

Doa-doa harian mulai terlafadzkan
Doa pagi dan petang terpanjatkan
Berkat karunia Allah kemudian pejuang-pejuang dakwah panutan

Manusia mulai paham bahwa kuburan bukanlah tempat pemujaan

Orang awam pun mulai mengerti bahwa selamatan kematian dan tingkepan tiada tuntunan dari Nabi Akhir Zaman.

TV-TV dan Radio-radio sunnah mulai bersuara lantang...bak suara adzan yang mengingatkan manusia untuk mengingat Rabb Semesta Alam

Teruslah berlayar....bahtera dakwah...arungilah samudra yang luas untuk sampai di pulau impian

Teruslah berkibar panji-panji sunnah ... menghiasi angkasa dengan gagah dan penuh kewibawaan

Meski musuh telah menggerutu....
Meski lawan telah menghadang....

Ucapkanlah terima kasih kepada musuhmu....karena mereka ikut andil untuk menyebarkan keagunganmu

Engkau semakin dicaci...engkau semakin dicari
Semakin dihadang engkau semakin berkembang....

Ingatlah....
sesungguhnya kayu Gaharu tidak tercium wangi dan harumnya sebelum dibakar dengan api yang menyala

Ingatlah pesan sang penyair:
وَإِذَا أَرَادَ اللهُ نَشْرَ فَضِيْلَةٍ طُوِيَتْ أَتَاحَ لَهَا لِسَانَ حَسُوْدِ
لَوْلاَ اشْتِعَالُ النَّارِ فِيْمَا جَاوَرَتْ مَا كَانَ يُعْرَفُ طِيْبُ عَرْفِ الْعُوْدِ

Bila Allah berkehendak menyebarkan keutamaan yang tersimpan Maka Dia memberi kesempatan lidah pendengki untuk ikut menyebarkan

Seandainya bukan karena rayapan nyala api Maka wanginya kayu gaharu tidak akan diketahui

(Diwan Abu Tammam no. 45–46 )

Dakwah salaf akan menjadi Masa Depan
Menawan hati kaum yang beriman....

Aamiin....
✒ Ditulis oleh Ustadz Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I حَفِظَهُ اللهُ تَعَال. 

Sumber : SalamDakwahCom

☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum.
Baca selengkapnya »
Yang Disuka dan Yang Dibenci

Yang Disuka dan Yang Dibenci

Allah azza wajalla berfirman,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Qs. Al-Baqarah : 216)

Yang Disuka dan Yang Dibenci

Ayat ini menyimpan sejumlah hikmah, rahasia dan kemaslahatan bagi manusia. Karena apabila seseorang mengetahui bahwa sesuatu yang dibenci terkadang mendatangkan sesuatu yang disukai, dan sesuatu yang disukai terkadang mendatangkan sesuatu yang dibenci, tentu ia tidak akan merasa aman dari duka di kala suka dan tidak akan putus asa dari suka di kala duka. Kerena ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Sedangkan Allah mengetahui apa yang tidak diketahui manusia.

✒ (Ibnul Qayyim, al-Fawaid, hal. 146)

Konsultasi Islam & Keluarga (021-7817575)
WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
Baca selengkapnya »
-->