IBX5A47BA52847EF DakwahPost: doa
CARA ISTIGHOTSAH NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

CARA ISTIGHOTSAH NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

Dari Anas bin Malik, beliau berkata : Dahulu Nabi ﷺ ketika ada suatu perkara yang memberatkan beliau, maka beliau mengucapkan :

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
(Wahai Dzat Yang Maha hidup, wahai Dzat Yang Maha berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.)

[As-Silsilah ash-Shahihah no.3182]

Dari Hudzaifah bin al-Yaman berkata :

Dahulu Rasulullah ﷺ ketika ada suatu perkara yang memberatkan beliau, maka beliau bergegas mengerjakan shalat.

[Dihasankan oleh al-Albani di Shahih Abu Dawud no.1319]


CARA ISTIGHOTSAH NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

┉┉✽̶»̶̥▪»̶̥✽̶┉┉
سُنة قولية وسُنة فعلية (( مهجورتان )) عند شدائد الامور 
عن أنس بن مالك ، قال : كان صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر ، قال : " يا حي ! يا قيوم ! برحمتك أستغيث " . [ السلسلة الصحيحة ( ٣١٨٢ ) ]. 

عن حُذيفة بن اليمان ، قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر ، فزع إلى الصلاة .
حسنه الالباني في [ صحيح أبي داود ( ١٣١٩ ) ] .
Fiqhul Hadits :

1. Termasuk sunnah Nabi untuk beristighotsah

2. Istighotsah hanya kepada Allah taala saja tidak dengan makhlukNya

3. Istighotsah dengan cara sholat, berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah taala

4. Istighotsah hanya untuk perkara yang berat

5. Istighotsah selain Allah hukumnya syirik

Abu Muhammad Al-Aini Muhammad Ilham
Baca selengkapnya »
DOA UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR

DOA UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR

Kita dianjurkan untuk mendoakan anak yang baru lahir diantaranya:

Pertama, memohon keberkahan untuk si anak

Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِلَيَّ
“Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku. (HR. Bukhari 5467 dan Muslim 2145).

Teks Doa Memohon Keberkahan

Tidak ada teks doa khusus yang isinya permohonan berkah untuk anak.

Karena itu, kita bisa berdoa dengan bahasa apapun yang kita pahami. Misalnya dengan membaca

بَارَكَ اللّهُ فِيك
"ْBaarkallahu fiik" (semoga Allah memberkahi kamu) atau semacamnya.

Kedua, memohon perlindungan dari godaan setan

Salah satu diantara contoh hal ini adalah apa yang dipraktekkan oleh istri Imran, yang merupakan ibunya maryam. Allah menceritakan kejadian ketika istri Imran melahirkan Maryam,

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (QS. Ali Imran: 36).


DOA UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR
Satu hal yang istimewa, karena doa ibunda Maryam ini, ketika Maryam lahir, dia tidak diganggu setan, demikian pula ketika Nabi Isa dilahirkan. Allah mengabulkan doa ibunya Maryam. Dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا
Setiap bayi dari anak keturunan adam akan ditusuk dengan tangan setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia berteriak menangis, karena disentuh setan. Selain Maryam dan putranya. (HR. Bukhari 3431). 

Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, membaca surat Ali Imran ayat 36 di atas.

Kita bisa meniru doa wanita sholihah, istri Imran ini. Hanya saja, perlu disesuaikan dengan jenis kelamin bayi yang dilahirkan. Karena perbedaan kata ganti dalam bahasa arab antara lelaki dan perempuan.

a. Jika bayi yang dilahirkan perempuan, Anda bisa baca

اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

b. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca

اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهُ بِكَ وَذُرِّيَّتَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya dua teks doa ini sama,

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan untuk keturunannya dari setan yang terkutuk.”

Kita juga bisa memohon perlindungan untuk anak dari gangguan setan, dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika mendoakan cucunya: Hasan dan Husain.

Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani).

Kita bisa meniru doa beliau ini, dengan penyesuaian jenis kelamin bayi.

a. Jika bayi yang dilahirkan perempuan, Anda bisa baca

أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuki …..

b. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
U’iidzuka …..

Berbeda pada kata ganti; ‘…ka’ dan ‘…ki’

Allahu a’lam

Artikel : www.KonsultasiSyariah.com
✒ Editor : Admin AsySyamil.com
https://t.me/MuliaDenganSunnah
Baca selengkapnya »
Doa Untuk Keamanan Negeri

Doa Untuk Keamanan Negeri

Saudara. Kita rasakan kiranya bahwa negara ini semakin banyak bermasalah.

Kita lihat bahkan alami berbagai kebohongan, pencurian harta rakyat, harga-harga kebutuhan macam tak terkendali, kriminalisasi bahkan serangan jelas terhadap para 'ulama, janji-janji politik yang dilanggari sendiri, pembunuhan, negara berhutang Riba besar, pajak- pajak meningkat, banyak generasi muda yang macam semakin jahil (tak berpengetahuan), serangan dan persekusi serta bentrok, manipulasi, korupsi, negara tak dihormati di luar negeri, banyak orang yang stress tertekan, kemiskinan meningkat, kesehatan berkurang, keanehan gelombang impor barang sementara sebenarnya ada pasokan dari dalam negeri, banyak bencana alam, dll.

Doa Untuk Keamanan Negeri

Oleh karenanya, selain kita berusaha keras (berjihad) memperbaikinya, marilah kita juga sudi sering-sering dan baik-baik mendoakan negeri kita.

Ada doa untuk ini yang diajarkan di Al Qur'aan. Bacaan transliterasinya:

"Robbij'al haadzaa baladan aaminan warzuq ahlahu minas samarooti man aamana minhum, billaahi walyawmil aakhir."

Artinya:

Yaa Tuhan Pengaturku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman, dan berikanlah rizki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian."

Selengkapnya:

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ؕ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗۤ اِلٰى عَذَابِ النَّارِ ؕ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ‏
Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa:

"Yaa Tuhan Pengaturku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berikanlah rizki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian." Beliau (Allah) berfirman, "Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali." (QS. Al-Baqarah: Ayat 126)

Dan ingatlah, Rosuululloh, shollollohu 'alaihi wa sallam, bersabda:

Bagaimana kamu apabila dilanda lima (5) perkara?

Kalau aku (Rosuululloh, shollollohu 'alaihi wa sallam), aku berlindung kepada Allah agar tidak menimpa kamu, atau kamu mengalaminya:

(1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan terang-terangan, maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu.

(2) Jika suatu kaum menolak mengeluarkan zakat, maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan karena binatang-binatang ternak, tentulah hujan tidak akan diturunkan sama sekali.

(3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan (termasuk manipulasi, korupsi, dll.) maka Allah akan menimpakan paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman Penguasa.

(4) Jika Penguasa-penguasa mereka melaksanakan hukum yang bukan dari Allah, maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta kekayaan mereka.

(5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabulloh dan Sunnah Nabi maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka.

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Abu Taqi Mayestino
Baca selengkapnya »
DOA AGAR ANAK KETURUNAN MENJADI ORANG ORANG MENDIRIKAN SHOLAT

DOA AGAR ANAK KETURUNAN MENJADI ORANG ORANG MENDIRIKAN SHOLAT

MENDIRIKAN SHOLAT

Agar keluarga rajin sholat dan taat beribadah, dianjurkan membaca doa di bawah ini. Doa tersebut terdapat dalam Surat Ibrahim ayat 40:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Rabbij 'alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyatii, rabbanaa wa taqabbal du'aa."

Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikanlah aku sebagai orang yang mendirikan sholat dan juga keturunanku. Yaa Tuhanku yang Maha Mengabulkan doa."
Baca selengkapnya »
Doa mengobati sedih, susah, pelit, terlilit hutang, tertindas, lemah dan malas

Doa mengobati sedih, susah, pelit, terlilit hutang, tertindas, lemah dan malas

Sedih ? Susah ? Lemah dan Malas ? Pelit ? Terlilit hutang ? Tertindas ?

Semua itu ada solusinya, Tetap ikhtiar dan sering ucapkan do’a yang diajarkan oleh Nabi ﷺ :

‎اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, sifat bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” (HR. Al-Bukhari 7/158)

‎اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu laki-laki (bapakku) dan anak hamba perempuan-Mu (ibuku). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, ketetapan-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu, nama yang telah Engkau tetapkan untuk diri-Mu, atau nama yang Engkau sebutkan dalam kitab-Mu, atau nama yang Engkau ajarkan kepada seseorang diantara makhluk-Mu, atau nama yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu (hanya Allah yang tahu), agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” (HR. Ahmad 1/391, shahih)

‎لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai Arasy, Yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai langit dan bumi. Rabb Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” (HR. Al-Bukhari 7/154, Muslim 4/2092)


Doa mengobati sedih

‎اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmat-Mu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, hasan)

‎لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.” (HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim, shahih)

‎اللهُ اللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا.
“Allah.. Allah adalah Rabbku. Aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud 2/87, shahih)

(Sumber Hisnul Muslim)
Baca selengkapnya »
Doa pemuda pejuang Islam

Doa pemuda pejuang Islam

Ya Allah, Yaa Rabb kami..
jadikanlah Kami yang hina ini menjadi mulia disaat org2 mulia satu persatu mulai tergelincir menjadi Hina...

Ya Allah, Yaa Rabb kami...
masukanlah kami kedalam Naungan Kemah Iman dimana manusia berlomba2 masuk kedalam kemah Hipokrit...

Ya Allah, Yaa Rabb kami...
Muliakan, luruskan Aqidah kami, baikkan Iman Kami agar kelak berjumpa dengan Panglima Kami Muhammad Bin Abdullah...

Doa pemuda pejuang Islam

Ya Allah, Ya Rabb kami...
jadikanlah kami generasi selanjutnya yang berada dibarisan Al-Mahdi dimana Bani Kalb, Persia, Rum berada dibawah Kaki kami...

Ya Allah, Ya Rabb kami...
jauhkanlah kami dari penyakit Wahn, jadikanlah Kami pemuda2 pencinta  kematian sebagaimana org2 kafir mencintai Dunia...

Ya Allah, Ya Rabb kami...
permudahkanlah Urusan2 kami disaat kami mengambil Pedang pedang Nabi kami yang lama digantung dipohon2 Zaitun...

Ya Allah, Ya Rabb kami...
selamatkanlah saudara saudara kami dari fitnah Qainath, fitnah Duhaima dan Puncak Fitnah (fitnah Dajjal)...

Ya Allah, Ya Rabb Kami...
Bantulah Para Mujahidin, Para perjuang, Para Pembantu Agama-Mu di seluruh alam yang membantu Agama-Mu, Terimalah amal mereka...

Ya Allah, Rabb kami...
hinakanlah, hancurkanlah  dan musnahkanlah musuh-musuh Agama-Mu, Dengan azab yang pedih...

Aamiin...
Baca selengkapnya »
11 DOA MUSAFIR DARI KITAB HISNUL MUSLIM

11 DOA MUSAFIR DARI KITAB HISNUL MUSLIM

1. DOA NAIK KENDARAAN

بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesung-guhnya kami akan kembali kepada Ranb kami (di hari Kiamat).

Segala puji bagi Allah (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

[HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156]
11 DOA MUSAFIR DARI KITAB HISNUL MUSLIM

2. DOA SAFAR

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ.

وَإِذَا رَجَعَ قَالَهُنَّ وَزَادَ فِيْهِنَّ: آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ.
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat).

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam perjalanan ini, kami memohon hidayah untuk melakukan amalan yang meridhakan-Mu.

Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami.

Ya Allah, Engkau-lah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga yang kutinggalkan.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga.”

Apabila kembali, doa di atas dibaca, dan ditambah: “Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Rabb kami.”

[HR. Muslim 2/998]

3. DOA MASUK DESA ATAU KOTA

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنَ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا.
“Ya Allah, Rabb tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Rabb tujuh bumi dan apa yang di atasnya, Rabb yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Rabb yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya.
Aku mohon kepada-Mu kebaikan kota ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan kota ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.”

[HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: “Hadits tersebut adalah hasan.” Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37]

4. DOA MASUK PASAR/MAL

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
“Tidak ada yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

[HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538, dan Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152]

5. DOA APABILA KENDARAAN TERGELINCIR

بِسْمِ اللهِ.
“Dengan nama Allah.”

[HR. Abu Dawud 4/296 dan Al-Albani menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud 3/941]

6. DOA MUSAFIR KEPADA ORANG YANG DITINGGALKAN

أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ.
“Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya.” [HR. Ahmad 2/403, Ibnu Majah 2/943, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/133]

7. DOA ORANG MUKIM KEPADA MUSAFIR

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ.
“Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan akhir amalanmu kepada Allah.” [HR. At-Tirmidzi 2/7, At-Tirmidzi 5/499, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/155]

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ.
“Semoga Allah memberi bekal taqwa kepadamu, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana saja kamu berada.” [HR. At-Tirmidzi, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/155]

8. TAKBIR DAN TASBIH DALAM PERJALANAN

قال جابر رضي الله عنه: كُنَّا إِذَا صَعَدْنَا كَبَّرْنَا، وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا.
Sahabat yang Mulia Jabir radhiyallahu'anhu berkata: “Kami apabila berjalan naik, membaca takbir, dan apabila kami turun, membaca tasbih.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 6/135]

9. DOA MUSAFIR KETIKA MENJELANG SHUBUH

سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللهِ، وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللهِ مِنَ النَّارِ.
“Semoga ada yang memperdengarkan kepada selain kami; pujian kami kepada Allah (atas nikmat-Nya) dan ujian-Nya yang baik bagi kami. Wahai Rabb kami, temanilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami, serta kami berlindung kepada Allah dari api Neraka.” [HR. Muslim 4/2086, Syarah An-Nawawi 17/39]

10. DOA APABILA MENDIAMI SUATU TEMPAT, BAIK DALAM BEPERGIAN ATAU TIDAK

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya.” [HR. Muslim 4/2080]

11. DOA APABILA PULANG DARI BEPERGIAN

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ، صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertaubat, beribadah dan memuji kepada Rabb kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh dengan sendirian”.

[HR. Al-Bukhari 7/163, Muslim 2/980]

📚 [Dari Kitab Hisnul Muslim min Adzkaaril Kitab was Sunnah karya Asy-Syaikh Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qohthoni hafizhahullah]

💻 Sumber: Ustadz sofyanruray
Baca selengkapnya »
Rutinkan membaca doa Sapu Jagad ini

Rutinkan membaca doa Sapu Jagad ini

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. 

Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. 

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].” 

(QS. Al Baqarah: 200-201)
doa Sapu Jagad

Dari ayat ini kebanyakan ulama salaf menganjurkan membaca do’a “Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” di hari-hari tasyriq. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh ‘Ikrimah dan ‘Atho’.

Do’a sapu jagad ini terkumpul di dalamnya seluruh kebaikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam paling sering membaca do’a sapu jagad ini. Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – 
“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 

« اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ »
“Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”

[Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].” (HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690)

Di dalam do’a telah terkumpul kebaikan di dunia dan akhirat.

Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah. Kebaikan di akhirat adalah surga.” Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan rizki yang thoyib. Sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.”
Baca selengkapnya »
DOa yang harus diucapkan BILA DIPUJI ORANG

DOa yang harus diucapkan BILA DIPUJI ORANG


اَللَّھُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا یَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَالاَ یَعْلَمُوْنَ وَاجْعَلْنِيْ خَیْرًا مِمَّا یَظُنُّوْنَ

"allahumma laa tu'aqhiznii bima yakhulun wa'qfirlii maa laa ya'lamuna waj'alnii qhairan mimma yazunnuna"

“Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan”. 

HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 761. Isnadnya dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 585. Kalimat dalam kurung tambahan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman: 4/228 dari jalan lain. 
Baca selengkapnya »
DO’A AGAR MENCINTAI DAN DICINTAI ALLAH…❤

DO’A AGAR MENCINTAI DAN DICINTAI ALLAH…❤

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِى يُبَلِّغُنِى حُبَّكَ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِى وَأَهْلِى وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ
“Allohumma innii as’aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal ‘amalal-ladzii yubbalighunii hubbaka. Allohummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal-maa’il-baarid.”

Artinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu, amalan yang mengantarkanku menggapai cinta-Mu. Ya Allah, jadikan kecintaanku kepada-Mu lebih aku cintai daripada cintaku pada diriku sendiri, keluargaku, dan air dingin.”

(HR. At-Tirmidzi dari jalan Abu Darda’ radhiyallahu anhu, dan beliau (At-Tirmidzi) berkata derajat hadits ini hasan (baik)).
DO’A AGAR MENCINTAI DAN DICINTAI ALLAH

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى
🌎http://bbg-alilmu.com/archives/12073
Baca selengkapnya »
DO’A SAAT GUNDAH DAN BERDUKA

DO’A SAAT GUNDAH DAN BERDUKA

اللَّھُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْھَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّیْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
allahumma inni a'uzubika minal hammi wal hazni wal a'jzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa dhola'id dain wa qholabatir rijaal

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari cengkraman utang dan laki-laki yang menindas-(ku)“.

HR. Bukhari: 7/158, “Adalah Rasulullah banyak (membaca) doa ini, lihat Bukhari dalam Fathul baari: 11/173
DO’A SAAT GUNDAH DAN BERDUKA

اللَّھُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِیَتِي بِیَدِكَ، مَاضٍ فِـيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِـيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ ھُوَ لَكَ، سَمَّیْتَ بِھِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَھُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَھُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِھِ فِي عِلْمِ الْغَیْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِیْعَ قَلْبِي، وَنُوْرَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَھَابَ ھَمِّي.
“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasib-ku) ada di tangan-Mu, telah lalu hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku“.

HR. Ahmad: 1/391, dishahihkan oleh Al Al Bani. 
Baca selengkapnya »
DO'A APABILA ADA YANG MENAKUTKAN DALAM TIDUR

DO'A APABILA ADA YANG MENAKUTKAN DALAM TIDUR


أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ االلهِ التَّامّاتِ مِنْ غَضَبِه وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ ھَمَزَاتِ الشَّیَاطِیْنِ وَأَنْ یَحْضُرُوْنَ
a'uzu bikalimatillah hittammah min qhodobihi wa i'kho'bihi wa syarri i'badhihi wa min hamazatis syayathin wa an yahdhuruun

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan, siksaan dan kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari godaan setan serta jangan sampai setan mendatangiku".

HR. Abu Dawud: 4/12. Shahih Tirmidz:i 3/171.
Baca selengkapnya »
DO’A SETELAH TASYAHUD AKHIR SEBELUM SALAM

DO’A SETELAH TASYAHUD AKHIR SEBELUM SALAM

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَھَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْیَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِیْحِ الدَّجَّالِ.
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal."

HR. Bukhari: 2/102 dan Muslim: 1/412. Lafadz hadits ini dalam riwayat Muslim.

doa mohon perlindungan dari azab kubur

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِیْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْیَا وَالْمَمَاتِ. اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Almasih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan kerugian.”

HR. Bukhari: 1/202,Muslim: 1/412

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِیْرًا، وَلاَ یَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِیْمُ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

HR. Bukhari: 8/168 dan Muslim: 4/2078

اللَّھُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِھِ مِنِّيْ. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْت الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَـھَ إِلاَّ أَنْتَ.
”Ya Allah! Ampunilah aku akan (dosaku) yang aku lewatkan dan yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan dan yang kutampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada diriku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau”. HR. Muslim: 1/534.

اللَّھُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut nama-Mu, mensyukuri-Mu dan ibadah yang baik kepada-Mu.”

HR. Abu Dawud: 2/86 dan An-Nasai: 3/53. Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Abi Dawud, 1/284.

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، ُّنْیَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الد وَعَذَابِ الْقَبْرِ
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.” HR. Bukhari dalam Fathul Baari: 6/35.

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada- Mu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka.” HR. Abu Dawud dan lihat di Shahih Ibnu Majah: 2/328.

اللَّھُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَیْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْیِنِيْ مَا عَلِمْتَ الْحَیَاةَ خَیْرًا لِيْ، وَتَوَفَّنِيْ إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَیْرًا لِيْ، اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَشْیَتَكَ فِي الْغَیْبِ وَالشَّھَادَةِ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْغِنَى وَالْفَقْرِ، وَأَسْأَلُكَ نَعِیْمًا لاَ یَنْفَدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَیْنٍ لاَ یَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ، وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَیْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْھِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِيْ غَیْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلاَ فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اَللَّھُمَّ زَیِّنَّا بِزِیْنَةِ اْلإِیْمَانِ وَاجْعَلْنَا ھُدَاةً مُھْتَدِیْنَ.
“Ya Allah, dengan ilmu-Mu atas yang gaib dan dengan keMaha Kuasaan-Mu atas seluruh makhluk, perpanjanglah hidupku, bila Engkau mengetahui bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku. Dan matikan aku dengan segera, bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku. 

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi (sepi) atau ramai. Aku mohon kepada-Mu, agar dapat berpegang dengan kalimat hak di waktu rela atau marah. 

Aku minta kepada-Mu, agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan kaya atau fakir, aku mohon kepada-Mu agar diberi nikmat yang tidak akan habis dan aku minta kepada-Mu, agar diberi penyejuk mata yang tak terputus. Aku mohon kepada-Mu agar aku dapat rela setelah qadha’-Mu (turun pada kehidupanku). 

Aku mohon kepada-Mu, kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajahMu, rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dari-Mu

HR. An-Nasai: 3/54-55 dan Ahmad: 4/364. Dinyatakan oleh AlAlbani shahih dalam Shahih An-Nasai: 1/281.

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ یَا اَاللهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ یَلِدْ وَلَمْ یُوْلَدْ وَلَمْ یَكُنْ لَھُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِیْمُ. 
“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu, ya Allah! Dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal tidak membutuhkan sesuatu, tapi segala sesuatu butuh kepada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada seorang pun yang menyamai-Mu, aku mohon kepada-Mu agar mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

HR. An-Nasai, lafadz hadits menurut riwayatnya: 3/52 dan Ahmad: 4/338. Dinyatakan Al-Albani shahih dalam Shahih An-Nasai: 1/280.

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَـھَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِیْكَ لَكَ، الْمَنَّانُ، یَا بَدِیْعَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ یَا ذَا الْجَلاَلِ ُّوْمُ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ. ُّ یَا قَی وَاْلإِكْرَامِ، یَا حَي
“Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu. Sesungguhnya bagi-Mu segala pujian, tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi nikmat, Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Pemurah, wahai Tuhan Yang Hidup, wahai Tuhan yang mengurusi segala sesuatu, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka.

HR. Seluruh penyusun As-Sunan. Lihat Shahih Ibnu Majah: 2/329.

َللَّھُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنِّيْ أَشْھَدُ أَنَّكَ أَنْتَ لاَ إِلَـھَ إِلاَّ أَنْتَ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ یَلِدْ وَلَمْ یُوْلَدْ وَلَمْ یَكُنْ لَھُ كُفُوًا أَحَدٌ.
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan bersaksi, bahwa Engkau adalah Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Maha Esa, tidak membutuhkan sesuatu tapi segala sesuatu butuh kepada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak seorang pun yang menyamai-Nya.”

HR. Abu Dawud: 2/62. At-Tirmidzi: 5/515, Ibnu Majah: 2/1267, Ahmad: 5/360, lihat Shahih Ibnu Majah: 2/329 dan Shahih AtTirmidzi: 3/163.


ini diantara pilihan doa yang disunnahkan untuk diamalkan setelah tasyahud akhir sebelum salam
Baca selengkapnya »
 DOA APABILA MASUK RUMAH

DOA APABILA MASUK RUMAH

doa masuk rumah

بِسْمِ االلهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ االلهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
"bismillahi walajnaa wa bismillahi qharajnaa wa a'laa rabbina takkalnaa"

“Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah), dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada Tuhan kami, kami bertawakkal”. 

 ثُمَّ لِیُسَلِّمْ عَلَى أَھْلِهِ
Kemudian mengucapkan salam kepada keluarga-nya atau pemilik rumah.  (Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh)

HR. Abu Dawud: 4/325, dan Al-‘Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, no. 28. Dalam Kitab Shahih: “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu berdzikir kepada Allah ketika masuk rumah dan makan, syaitan berkata (kepada teman-temannya), "Tiada tempat tinggal dan makanan bagi kalian (malam ini)’.” Muslim, no. 2018.
Baca selengkapnya »
Doa KETIKA KELUAR RUMAH

Doa KETIKA KELUAR RUMAH

Doa KETIKA KELUAR RUMAH

بِسْمِ االلهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى االلهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِااللهِ.

"bismillahi tawakkaltu alallahi wa laa haula wa laa khuwata illa billah"

“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah”.

HR. Abu Dawud: 4/325, At-Tirmidzi: 5/490, dan lihat Shahih AtTirmidzi: 3/151

اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْھَلَ، أَوْ یُجْھَلَ عَلَيَّ. 
"allahumma inni auzubika an adhilla au' udhilla au azilla au' uzilla au' azlama au' uzlima au ajhala au' yujhala a'laiya"

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi”. 

HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, dan lihat Shahih At-Tirmidzi: 3/152 dan Shahih Ibnu Majah: 2/336.
Baca selengkapnya »
DO’A MASUK DAN KELUAR WC/TOILET

DO’A MASUK DAN KELUAR WC/TOILET

toilet

(بِسْمِ االلهِ) اَللَّھُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.
"bismillah, allahumma inni auzubika minal qubtsi wal qhoba'iz"

Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan”.

HR. Al-Bukhari: 1/45 dan Muslim: 1/283. Sedang tambahan bismillah pada permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari: 1/244.

adab masuk wc/toilet hendaklah dimulai dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan

doa keluar wc
غُفْرَانَكَ.

QUFRONAKA

“Aku minta ampun kepada-Mu”.

HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/122. 
Baca selengkapnya »
DO’A KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN

DO’A KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN

DO’A KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN

اَلْحَمْدُالِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ ھَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِیْهِ مِنْ غَیْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.
"alhamdulillahi lazi kasa'ni haza (tsaubun) wa razakhonihi min qhairi haulin minni wa laa kuwwatin"

“Segala puji bagi Allah Yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-pada-Nya tanpa daya dan kekuatan dari-ku.”

HR. seluruh penyusun kitab sunan, kecuali Nasa’i, lihat; Irwaa’ul ghalil: 4/47. 
Baca selengkapnya »
DOA KETIKA BANGUN DARI TIDUR

DOA KETIKA BANGUN DARI TIDUR

DOA KETIKA BANGUN DARI TIDUR

الْحَمْدُ لِلَّه الَّذِي أَحْیَاناَ بَعْـدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَیْهِ النُّشُوْرِ
"alhamdulillahi lazi ahzana ba'da ma' amatana' wa ilahin nusyur"

“Segala puji bagi Allah Yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan”  (HR. Bukhari dalam Fathul Bari: 11/113 dan Muslim: 4/2083)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِيْ وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ
"Segala puji bagi Allah Yang telah memberikan kesehatan kepada-ku, mengembalikan ruh dan merestuiku untuk berdzikir kepada-Nya” (H.R: Tirmidzi: 5/473, lihat Shahih Tirmidzi: 3/144)



Baca selengkapnya »
Sebaik-Baik Do’a, Do’a pada Hari Arafah

Sebaik-Baik Do’a, Do’a pada Hari Arafah

Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah -9 Dzulhijjah-. Maksudnya, do’a ini paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini di pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).
Sebaik-Baik Do’a, Do’a pada Hari Arafah

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).

Apakah keutamaan do’a ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah? Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?

Yang tepat, mustajabnya do’a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat. Demikian kata Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatawanya no. 70282.

Tanda bahwasanya do’a pada hari Arafah karena dilihat dari kemuliaan hari tersebut dapat kita lihat dari sebagian salaf yang membolehkan ta’rif. Ta’rif adalah berkumpul di masjid untuk berdo’a dan dzikir pada hari Arafah. Yang melakukan seperti ini adalah sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Imam Ahmad masih membolehkannya walau beliau sendiri tidak melakukannya.

Syaikh Sholih Al Munajjid -semoga Allah berkahi umur beliau- menerangkan, “Hal ini menunjukkan bahwa mereka menilai keutamaan hari Arafah tidaklah khusus bagi orang yang berhaji saja. Walau memang berkumpul-kumpul seperti ini untuk dzikir dan do’a pada hari Arafah tidaklah pernah ada dasarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu Imam Ahmad tidak melakukannya. Namun beliau beri keringanan dan tidak melarang karena ada sebagian sahabat yang melakukannya seperti Ibnu ‘Abbas dan ‘Amr bin Harits radhiyallahu ‘anhum.” (Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 70282)

Para salaf dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah dan memperbanyak do’a serta tidak banyak bergaul dengan manusia. ‘Atho’ bin Abi Robbah mengatakan pada ‘Umar bin Al Warod, “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.” (Ahwalus Salaf fil Hajj, hal. 44)

Do’a ini bagi yang wukuf dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan do’a pada hari Arafah.

✒ Oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Msc
artikel rumaysho.com
Baca selengkapnya »
Momentum Terbaik Arafah, jangan lewatkan tanpa berdoa

Momentum Terbaik Arafah, jangan lewatkan tanpa berdoa

“Pada hari Arafah, Allah turun ke langit dunia dan membanggakan mereka yang wukuf di hadapan para malaikat. Allah berkata, “Lihatlah hamba-hamba-Ku itu! Mereka datang dari segala penjuru dengan rambut kusut dan tubuh berdebu… saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku telah mengampuni mereka”.

Para malaikat menyela, “Akan tetapi di sana ada si fulan dan si fulan ?”, namun kata Allah: “Aku telah mengampuni mereka”.

Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Tidak ada satu hari pun yang saat itu Allah demikian banyak membebaskan manusia dari neraka, melebihi hari Arafah.”

HR. Ibnu Khuzaimah no. 2840 dan Ibnu Hibban no. 3853. Hadits ini dihasankan oleh Ibnu Mandah dalam kitab At Tauhid, no. 984
Momentum Terbaik Arafah

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Do’a yang paling utama adalah di hari Arafah, dan sebaik-baik apa yang aku dan para nabi sebelumku baca pada hari itu, adalah...

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan

Sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah. Maksudnya, do’a saat itu paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini di pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Maka berdoalah saudaraku...

Berdoa sekhusyuk-khusyuk nya harapan diri di hari ini.

Dan saya titip satu doa :

Semoga Rabb berikan tempat tinggal yang baik di dunia dan akhirat. Semoga Rabb hantarkan kita untuk dapat bersimpuh di sudut Rumah Nya, memperoleh pandangan indah Allah saat berwukuf. Rabb kuatkan saudara-saudara kita di Syiria, Palestina, Rohingya, dan Indonesia. Semoga Rabb hadirkan pemimpin yang rahmatan lil 'alamiin.

Aamiin.

#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah

artikel republish from whatsapp group
Baca selengkapnya »
-->