IBX5A47BA52847EF DakwahPost: hadits
Wahai Wanita Janganlah Berpakaian Tapi Telanjang

Wahai Wanita Janganlah Berpakaian Tapi Telanjang

HATI-HATI JADI PENGHUNI NERAKA

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Dua jenis penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:

1. Satu kaum, dengan cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka menggunakannya untuk memukul orang.

Wahai Wanita Janganlah Berpakaian Tapi Telanjang

2. Kaum wanita yang berpakaian, padahal tetap telanjang. Mereka membuat orang lain menjadi menyimpang dan mereka sendiri jauh dari ketaatan kepada Allah.

Kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Mereka tidak akan masuk surga juga tidak dapat mencium harumnya surga.

Padahal wanginya surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.”

[H.R. Muslim 2128]
Baca selengkapnya »
Doa Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan)

Doa Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan)

Aisyah berkata:

يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
“Wahai Rasulullah bagaimana menurutmu bila aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadr, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau berkata, ucapkanlah “Alloohumma innaka 'afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu 'anni" (Ya Allah Engkau Mahapemaaf, Engkau senang memaafkan hamba-Mu maka maafkanlah aku ya Allah).”

Hadits diriwayatkan oleh At-Tirmidzi 2508, An-Nasa’i dalam "Amalul Yaum wal Lailah" 872-875 dan Ibnu Sunni 246/763 dengan sanadnya. Diriwayatkan Ibnu Majah 3850, Al-Baihaqi dalam "Syu’abul Iman" 3/338-339 dan "Al-Asma’ was Shifat" hal. 55, Al-Ashbahani dalam "At-Targhib" 2/728/1772, Ahmad 6/170, 182, 183, 208 dari Ibnu Buraidah. Sebagiannya menyebutkan dari Abdullah bin Buraidah dari ‘Aisyah. (Silsilah Ash-Shahihah no. 3337)

Doa Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan)

Al-Imam Ad-Daruquthni dalam Sunannya 3/233 memberi komentar bahwa Abdullah bin Buraidah tidak mendengar dari ‘Aisyah. Penilaian beliau tersebut diikuti oleh Al-Imam Al-Baihaqi dalam Sunannya 7/118. Begitu pula Syaikh Al-Albani merujuk kepada kedua imam tersebut dalam menilai keterputusan sanad antara Abdullah bin Buraidah dan ‘Aisyah dalam "Naqdu Nushush Haditsiyah" halaman 45. Tetapi kemudian beliau mengoreksi penilaiannya sebagaimana yang diuraikan secara gamblang dalam "Silsilah Ash-Shahihah" dan beliau menilai haditsnya shahih.

Adapun tambahan lafal "karim" (Alloohumma innaka 'afuwwun karimun) dalam sebagian riwayat maka Syaikh Al-Albani menegaskan bahwa lafal tersebut tidak ada asal usulnya dari satu manuskrip pun dan yang nampak di sisi kami bahwa itu kesalahan sebagian pentranskrip. (Idem)

Dengan demikian dianjurkan berdoa “Alloohumma innaka 'afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu 'anni" dan mengulang-ngulangnya ketika diharapkan suatu malam di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai lailatul qadr. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima amalan kita dan memperbaiki keadaan kita semua, amin.

Al-Ustâdz Fikri Abul Hasan
Artikel manhajul-haq
Baca selengkapnya »
Bahaya hasad kepada diri sendiri dan orang lain

Bahaya hasad kepada diri sendiri dan orang lain

Adapun Hasad menurut kebanyakan ulama, hasad adalah menginginkan suatu nikmat orang lain itu hilang. ( Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah , 17:269)

Bahaya hasad di antaranya disebutkan dalam hadits berikut ini.

Az-Zubair bin Al-‘Awwam radhiyallahu ‘anhuberkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺩَﺏَّ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﺩَﺍﺀُ ﺍﻷُﻣَﻢِ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢُ ﺍﻟْﺤَﺴَﺪُ ﻭَﺍﻟْﺒَﻐْﻀَﺎﺀُ ﻫِﻰَ ﺍﻟْﺤَﺎﻟِﻘَﺔُ ﻻَ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﺗَﺤْﻠِﻖُ ﺍﻟﺸَّﻌْﺮَ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺗَﺤْﻠِﻖُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻯ ﻧَﻔْﺴِﻰ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻻَ ﺗَﺪْﺧُﻠُﻮﺍ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ﻭَﻻَ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺤَﺎﺑُّﻮﺍ ﺃَﻓَﻼَ ﺃُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻳُﺜَﺒِّﺖُ ﺫَﺍﻛُﻢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻓْﺸُﻮﺍ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡَ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢْ
“ Telah berjalan kepada kalian penyakit umat-umat terdahulu, yaitu hasad dan permusuhan. Dan permusuhan adalah membotaki. Aku tidak mengatakan membotaki rambut, akan tetapi membotaki agama. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku kabarkan kepada kalian dengan apa bisa menimbulkan hal tersebut? Tebarkanlah salam di antara kalian.”

(HR. Tirmidzi, no. 2510 dan Ahmad, 1:164. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan )

Bahaya hasad kepada diri sendiri dan orang lain

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺳَﻴُﺼِﻴْﺐُ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺩَﺍﺀُ ﺍﻷُﻣَﻢِ ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺩَﺍﺀُ ﺍﻷُﻣَﻢِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻷَﺷْﺮُ، ﻭَﺍﻟْﺒَﻄْﺮُ ﻭﺍﻟﺘَّﻜَﺎﺛُﺮُ ﻭَﺍﻟﺘَّﻨَﺎﺟُﺶُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟﺘَّﺒَﺎﻏُﺾُ ﻭَﺍﻟﺘَّﺤَﺎﺳُﺪُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﺍﻟْﺒَﻐْﻲُ
“ Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?”

Rasulullah berkata, “Kufur Nikmat, menyalahgunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran, pen.), saling memusuhi, dan saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman) .”

(HR. Al-Hakim, 4:168 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath , 2/275/9173. Al-Hakim menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih , perawinya tsiqah termasuk perawi Imam Muslim. Imam Adz-Dzahabi menyetujui sanadnya yang shahih . Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah , no. 680)
Baca selengkapnya »
Hadits Palsu Tentang Tembakau Berasal Dari Kencing Iblis

Hadits Palsu Tentang Tembakau Berasal Dari Kencing Iblis

Imam Ibnu Arobi menjelaskan di kitabnya tafsir muqni' al-kabir, bahwa nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"يَا أَبَا هُرَيْرَة يَأْتِي أَقْوَامٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ يُدَاوِمُوْنَ هَذَا الدُّخَان وَهُمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ مِنْ أُمَّة مُحَمَّدٍ وَلَيْسُوْا مِنْ أمَتِي وَلَا أَقُوْلُ لَهُمْ أُمَّةٌ لَكِنَّهُمْ مِنَ السَّوَامِ" قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَة: وَسَأَلْتُهُ : كَيْفَ نَبَتَ؟ قَالَ: "إِنَّهُ نَبَتَ مِنْ بَوْلِ إبْلِيْسِ، فهَلْ يَسْتَوِي اْلإِيْمَان فِي قَلْبِ مَنْ يشْرَبُ بَوْلَ الشَّيْطَانِ؟ وَلُعِنَ مَنْ غَرّسَهَا وَنَقَلَهَا وَبَاعَهَا" . قَالَ عَلَيهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَام: "يُدْخِلُهُمُ اللهُ النَّارَ وَإِنهَا شَجَرَةٌ خَبِيْثَةٌ"
 "Wahai abu hurairoh akan datang pada akhir zaman yang suatu kaum yang selalu bersama asap ini, mereka berkata: kami umat muhammad, tetapi mereka bukanlah umatku, dan aku juga tidak mengatakan mereka itu suatu umat tetapi mereka itu racun umat", abu hurairoh berkata; aku bertanya: bagaimana benda itu tumbuh?, nabi menjawab: "benda itu tumbuh dari kencing iblis, apakah sama keimanan seseorang yang meminum air kencing iblis?, dan Allah melaknat orang yang menanamnya, memindahkannya dan memperjual belikannya" Rasulullah shallalllahu alahi wa salam bersabda: "Allah memasukan mereka ke Neraka sesungguhnya pohon (tembakau) itu adalah pohon yang menjijikkan".
----------------------------
Hadits Palsu Tentang Tembakau Berasal Dari Kencing Iblis

Hadits ini tidak terdapat asal usulnya dari kitab-kitab hadits bahkan hadits tersebut palsu dan dusta yang disandarkan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana penegasan Syekh Bin Baz RAHIMAHULLAH.

Akan tetapi hadits yang shahih yang terdapat dalam musnad Ahmad bahwa Rasulullah mengutuk khamar, peminumnya, penuangnya, pemerasnya, orang yang minta diperaskan, pembawanya dan orang yang minta dibawakan, penjualnya dan pembelinya dan orang memakan hasil jualannya.

Adapun tembakau (merokok -pen) dalam Islam hukumnya haram dan termasuk kotor sementara para perokok dianggap bermaksiat kepada Allah dan RasulNya* ﷺ .

Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, Lc
Baca selengkapnya »
Hadist Shahih: Keutamaan Hari Jumat

Hadist Shahih: Keutamaan Hari Jumat

عن أبي هريرة رضى الله عنه، أن النبي صلى  الله عليه وآله وسلم :قال   خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة، فيه خلق آدم، وفيه أدخل الجنة، وفيه أخرج منها، ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة. رواه مسلم
Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alahi wasalam bersabda: sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari jumat, padanya Adam diciptakan, padanya pula ia dimasukkan ke dalam syurga dan juga dikeluarkan darinya serta kiamat tidak akan terjadi kecuali hari jumat. HR. Muslim


Hadist Shahih: Keutamaan Hari Jumat

Faedah dari Hadist Ini

1. Hari Jumat adalah hari yang terbaik diantara hari-hari yang ada.
2. Nabi Adam alahissalam diciptakan pada hari jumat, dimasukkan ke dalam syurga pada hari jumat dan dikeluarkan darinya pula pada hari jumat pula.
3. Kiamat tidak akan terjadi kecuali hari jumat.
Baca selengkapnya »
Bolehkah Puasa Sunnah pada Hari Jumat ?

Bolehkah Puasa Sunnah pada Hari Jumat ?

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ) متفق عليه 
Dari abu hurairah radhiallahu anhu, dia berkata aku mendengar Nabi shallallahu alahi wa salam bersabda: “ jangan kalian mengkhususkan berpuasa pada hari jumat kecuali jika engkau juga berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya” Muttafaqun alahi

Bolehkah Puasa Sunnah pada Hari Jumat ?

Faedah hadist

1. Larangan mengkhususkan hari jumat untuk berpuasa sunnah

2. Boleh berpuasa sunnah di hari jumat jika berpuasa sebelumnya atau sehari sesudahnya atau bertepatan puasa yang memiliki sebab tertentu, seperti puasa arafah dan lain sebagainya.
Baca selengkapnya »
Larangan Mengejek Saudara yang Sedekahnya Hanya Sedikit

Larangan Mengejek Saudara yang Sedekahnya Hanya Sedikit

عن أبي مسعود عقبة بن عمرو الأنصاري البدري رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ آيةُ الصَّدَقَةِ كُنَّا نُحَامِلُ عَلَى ظُهُورِنَا، فَجَاءَ رَجُلٌ فَتَصَدَّقَ بِشَيءٍ كَثيرٍ، فقالوا: مُراءٍ، وَجَاءَ رَجُلٌ آخَرُ فَتَصَدَّقَ بِصَاعٍ، فقالُوا: إنَّ اللهَ لَغَنيٌّ عَنْ صَاعِ هَذَا! فَنَزَلَتْ: {الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لا يَجِدُونَ إِلا جُهْدَهُمْ} [التوبة: 79]. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 
Dari Abu Mas'ud bin 'Uqbah bin 'Amr al-Anshari al-Badri r.a., katanya: "Ketika ayat sedekah turun, maka kita semua mengangkat sesuatu di atas punggung-punggung kita -untuk memperolehi upah dari hasil mengangkatnya itu untuk disedekahkan. Kemudian datanglah seseorang lalu bersedekah dengan sesuatu yang banyak benar jumlahnya. 

Orang-orang sama berkata: "Orang itu adalah sengaja berpamir saja - memperlihatkan amalannya kepada sesama manusia dan tidak kerana Allah Ta'ala melakukannya. Ada pula orang lain yang datang kemudian bersedekah dengan barang sesha' - dari kurma. Orang-orang sama berkata: "Sebenarnya Allah pastilah tidak memerlukan makanan sesha'nya orang ini." Selanjutnya turun pulalah ayat - yang artinya:

Larangan Mengejek Saudara yang Sedekahnya Hanya Sedikit

"Orang-orang yang mencela kaum mu'minin yang memberikan sedekah dengan sukarela dan pula mencela orang-orang yang tidak mendapatkan melainkan menurut kadar kekuatan dirinya," (at-Taubah: 79) (Muttafaq 'alaih)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1- Sedekah menjadi amalan yang dianjurkan dalam agama Islam. Selain bernilai pahala, perbuatan yang satu ini juga dapat menjadi media untuk membantu sesama. Dalam bersedekah tidak pernah ditetapkan jumlah dan bentuknya kecuali sedekah wajib seperti zakat.

2- Kita dianjurkan bersedekah sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan tanpa unsur paksaan. 

3- Dimata manusia banyak sedikitnya suatu sedekah menjadi hal yang diperhatikan. Banyak di antara mereka yang mengejek orang lain karena bersedekah lebih sedikit darinya. 

Hal yang demikian ini sering dijumpai dalam lingkungan tempat tinggal seperti adanya ejekan saudara. Tidak hanya dapat melukai perasaan orang yang diejek, ternyata juga ada hukumnya di dalam ajaran Islam. 

4- Di dalam ajaran Islam, kaum muslimin dilarang untuk mencela atau mengejek saudaranya yang hanya bersedekah sedikit. Karena pada dasarnya, sedekah itu harus dilakukan secara ikhlas dan sesuai rezeki yang dimiliki. Tidak ada halangan bagi seseorang untuk bersedekah meskipun dengan sesuatu yang sangat sederhana. Selama benda yang ingin kita sedekahkan itu masih layak dan patut.

5- Tidak seharusnya kita menjadikan sedikitnya sedekah saudara sebagai bahan pembicaraan untuk mengejeknya. Jangan menghina seseorang yang sudah berbaik sekalipun perbuatan yang mereka lakukan sangat sederhana.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Apa yang disebutkan oleh ayat ini pun merupakan sebagian dari sifat orang-orang munafik. Tidak ada seorang pun yang luput dari celaan dan cemoohan mereka dalam semua keadaan, hingga orang-orang yang taat bersedakah pun tidak luput dari cercaan mereka.
الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 
(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekah­kan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.[ At-Taubah :79]

2- Mengejek orang lain yang sudah berbuat kebaikan juga akan dibalas oleh Allah Azza Wa Jaala dengan azab untuk mereka.
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
"Sesungguhnya telah pernah beberapa Rasul diejekan sebelum engkau. Maka turunlah balasan (azab) menimpa orang-orang yang mengejekan itu apa yang diejekannya." Al-An'am [6]: 10.
Baca selengkapnya »
Malu Lah Kalian Kepada Allah Dengan Sebenar-Benar Malu

Malu Lah Kalian Kepada Allah Dengan Sebenar-Benar Malu

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

«اسْتَحْيُوا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الحَيَاءِ». قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَسْتَحْيِي وَالحَمْدُ لِلَّهِ، قَالَ: «لَيْسَ ذَاكَ، وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنَ اللَّهِ حَقَّ الحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى، وَالبَطْنَ وَمَا حَوَى، وَلْتَذْكُرِ المَوْتَ وَالبِلَى، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الحَيَاءِ»
"Malulah kepada Allah dengan sebenar-benar malu”, Lalu kata Ibnu Mas'ud, “Kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kami sudah benar-benar malu kepada Allah, Alhamdulillah?”, Beliau menjawab, “Bukan seperti itu, akan tetapi malu kepada Allah yang benar itu adalah dengan memelihara kepala dan apa yang ada disekitarnya, memelihara perut dan apa yang berhubungan dengannya, dan mengingat mati dan kehancurannya. Siapa saja yang menghendaki akhirat maka hendaklah ia meninggalkan perhiasan dunia. Siapa saja yang telah melakukan itu semua, maka ia sungguh telah malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu." (HR Tirmidzi : 2458, disahihkan oleh Al Albani didalam Shahih Sunan tirmidzi 2/590)

Malu Lah Kalian Kepada Allah

Al Mubarakfuri rahimahullah mengatakan tentang maksud hadits diatas :

أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ أَيْ عَنِ اسْتِعْمَالِهِ فِي غَيْرِ طَاعَةِ اللَّهِ بِأَنْ لَا تَسْجُدَ لِغَيْرِهِ وَلَا تُصَلِّيَ لِلرِّيَاءِ وَلَا تَخْضَعَ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَا تَرْفَعَهُ تَكَبُّرًا وَمَا وَعَى أَيْ جَمَعَهُ الرَّأْسُ مِنَ اللِّسَانِ وَالْعَيْنِ وَالْأُذُنِ عَمَّا لَا يَحِلُّ اسْتِعْمَالُهُ وَتَحْفَظَ الْبَطْنَ أَيْ عَنْ أَكْلِ الْحَرَامِ وَمَا حَوَى أَيْ مَا اتَّصَلَ اجْتِمَاعُهُ بِهِ مِنَ الْفَرْجِ وَالرِّجْلَيْنِ وَالْيَدَيْنِ وَالْقَلْبِ فَإِنَّ هَذِهِ الْأَعْضَاءَ مُتَّصِلَةٌ بِالْجَوْفِ وَحِفْظُهَا بِأَنْ لَا تَسْتَعْمِلَهَا فِي الْمَعَاصِي بَلْ فِي مَرْضَاةِ اللَّهِ تَعَالَى
"Agar menjaga kepala jangan digunakan pada perkara bukan ketaatan, seperti sujud kepada selain Allah, janganlah shalat karena riya, jangan merendahkan kepala untuk selain Allah, jangan mengangkat kepala karena sombong, dan juga menjaga apa yang ada disekitar kepala yaitu lisan, mata, telinga dari perkara yang tidak halal menggunakannya. Menjaga perut yakni dari memakan yang haram, adapun makna yang ada disekitar perut yaitu anggota badan yang menyambungkan ke perut kemaluan, dua tangan, dua kaki dan hati, semua anggota badan ini menyambungkan ke rongga mulut, maka peliharlah agar tidak menggunakannya untuk kemaksiatan tapi untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala." (Tuhfatul Ahwadzi, syarah Sunan Tirmidzi 7/155).
Baca selengkapnya »
Benarkah tidur orang yang puasa bernilai ibadah?

Benarkah tidur orang yang puasa bernilai ibadah?

Jawaban:

Hadis tentang “tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” merupakan hadis yang tidak benar. Hadis ini diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Abdullah bin Abi Aufa radhiallahu ‘anhu. Hadis ini juga disebutkan Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, 1:242. Teks hadisnya,

‎نوم الصائم عبادة ، وصمته تسبيح ، ودعاؤه مستجاب ، وعمله مضاعف
“Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan, dan amalnya dilipatgandakan.”

Dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang bernama Ma’ruf bin Hassan dan Sulaiman bin Amr An-Nakha’i. Setelah membawakan hadis di atas, Al-Baihaqi memberikan komentar, “Ma’ruf bin Hassan itu dhaif, sementara Sulaiman bin Amr lebih dhaif dari dia.”

Benarkah tidur orang yang puasa bernilai ibadah

Dalam Takhrij Ihya’ Ulumuddin, 1:310, Imam Al-Iraqi mengatakan, “Sulaiman An-Nakha’i termasuk salah satu pendusta.” Hadis ini juga dinilai dhaif oleh Imam Al-Munawi dalam kitabnya, Faidhul Qadir Syarh Jami’us Shaghir. Sementara, Al-Albani mengelompokkannya dalam kumpulan hadis dhaif (Silsilah Adh-Dhaifah), no. 4696.

Oleh karena itu, wajib bagi seluruh kaum muslimin, terutama para khatib, untuk memastikan kesahihan hadis, sebelum menisbahkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita tidak boleh mengklaim suatu hadis sebagai sabda beliau, sementara beliau tidak pernah menyabdakannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memperingatkan,

‎إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Sesungguhnya, berdusta atas namaku tidak sebagaimana berdusta atas nama kalian. Siapa saja yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaknya dia siapkan tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allahu a’lam.

🌐 Tanya-jawab ini disadur dari Fatwa Islam (http://www.islam-qa.com/ar/ref/106528) oleh Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Munajid.
Diposting dan disebarkan kembali oleh Maa Haadzaa
Baca selengkapnya »
Tanda-tanda (Malam) Lailatul Qadar [1]

Tanda-tanda (Malam) Lailatul Qadar [1]

Ketahuilah, wahai hamba yang taat, mudah-mudahan Anda mendapatkan pertolongan-Nya, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah menyifati pagi hari dari Lailatul Qadar agar seorang Muslim mengetahui tentang malam apakah itu: Dari Ubay Radhiallahu' Anhu, dia bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

(صَبِيْحَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ تَطْلُعُ الشَمسُ لاَ شُعَاعَ لَهَا، كَاَنَهَا طَشْتٌ حَتَّى تَرْتَفَعَ )
“Pagi hari (setelah) malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak bersinar cerah, seakan-akan ia seperti nampan ia hingga meninggi.” [2]

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'Anhu, dia menuturkan: "Kami pernah membicarakan tentang Lailatul Qadar di dekat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Maka beliau bersabda: "Siapa di antara kalian yang masih ingat, yaitu ketika bulan terbit seperti separuh mangkuk besi." [3]

Tanda-tanda (Malam) Lailatul Qadar

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu 'Anhuma, dia menuturkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu' Alaihi wa Sallam bersabda:

( لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاءَ)
“Lailatul Qadar merupakan malam penuh kelembutan, cerah, tidak panas, dan tidak pula dingin. Pada pagi harinya matahari tampak lemah dan merah." [4]

[1] Mengenai tanda-tanda Lailatul Qadar ini masyarakat awam memiliki banyak khurafat dan keyakinan yang menyimpang, di antaranya adalah bahwa pohon pun bersujud dan gedung-gedung tidur, dan demikian seterusnya.
[2] Diriwayatkan oleh Ahmad (20253) dan Muslim (no. 762).
[3] Al-Qadhi Iyadh berkata: "Di dalamnya terkandung isyarat yang menunjukkan bahwa Lailatul Qadar itu muncul di akhir-akhir bulan karena bulan tidak mungkin berwujud separuh mangkuk saat terbit, kecuali di akhir bulan."
[4 Diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (III/231), dan Al-Bazzar (I/486). Sanad hadits ini hasan.
----------------------------------------

Asy-Syaikh Abu Al-Harits - 'Ali bin Hasan bin 'Ali bin 'Abdul Hamid Al-Halabi &
Asy-Syaikh Abu Usamah - Salim bin 'Ied Al-Hilali

Judul Asli : Shifatu Shaumin Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam fii Ramadhan - Ahkaamul 'Iidain fis Sunnatil Muthahharah; Penerbit/Tahun : Al-Maktabah Al-Islamiyyah, Yordania. Cet. IV, Th. 1412 H - 1992 M | Daar Ibnu Hazm, Libanon. Cet. II, Th. 1414 H - 1993 M; 

Judul Terjemahan : Meneladani Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam Berpuasa & Berhari Raya; Penerjemah : M. Abdul Ghofar E.M.; Editor : Taufik Saleh AlKatsiri, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Arman Amry, Lc; 

Murajaah Akhir : Tim Pustaka Imam Asy-Syafi'i; Cetakan Keempat : Rajab 1435 H/Mei 2014 M; Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi'i; Kesembilan Belas : Lailatul Qadar; D. Tanda-tanda (Malam) Lailatul Qadar; Hal. : 124-125
Baca selengkapnya »
Jangan Tiup Makanan Dan Minuman

Jangan Tiup Makanan Dan Minuman

Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu 'anhu mengatakan,

نَهَى رَسُول اللَّه ﷺ عنِ النَّفخِ في الطعامِ والشَّرابِ
"Rasulullah ﷺ melarang meniup makanan dan minuman."

Seseorang bertanya kepada beliau, "Wahai Rasulullah, aku tidak puas minum dari satu nafas."

فَأَبِنْ القَدَحَ عَنْ فِيْكَ ، ثُمَّ تَنَفَّسْ
"Kalau begitu, pisahkan bejana dari mulutmu, lalu bernafaslah." jawab beliau.

Jangan Tiup Makanan Dan Minuman

"Bagaimana jika aku melihat kotoran padanya (aku tiup agar kotorannya hilang)?"

فأهرقها
"Tuangkan saja kotoran tersebut." jawab beliau.

HR. Malik dan At Tirmidzi, hasan, Silsilah Ash Shahihah
Baca selengkapnya »
Kabar Gembira Untuk mereka Yang Berpuasa

Kabar Gembira Untuk mereka Yang Berpuasa

Kabar Gembira Untuk mereka Yang Berpuasa

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Telah berfirman Allah subhanahu wa ta’ala :

ﻛﻞ ﻋﻤﻞ ﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﺟﺰﻱ ﺑﻪ ﻭﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﺟﻨﺔ ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﻮﻡ ﺻﻮﻡ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻼ ﻳﺮﻓﺚ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﻭﻻ ﻳﺴﺨﺐ ﻓﺈﻥ ﺳﺎﺑﻪ ﺃﺣﺪ ﺃﻭ ﻗﺎﺗﻠﻪ ﻓﻠﻴﻘﻞ ﺇﻧﻲ ﺍﻣﺮﺅ ﺻﺎﺋﻢ ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺲ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻴﺪﻩ ﻟﺨﻠﻮﻑ ﻓﻢ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺃﻃﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻤﺴﻚ ﻭﻟﻠﺼﺎﺋﻢ ﻓﺮﺣﺘﺎﻥ ﻳﻔﺮﺣﻬﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﺃﻓﻄﺮ ﻓﺮﺡ ﺑﻔﻄﺮﻩ ﻭﺇﺫﺍ ﻟﻘﻲ ﺭﺑﻪ ﻓﺮﺡ ﺑﺼﻮﻣﻪ
“Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberi pahala atasnya. Puasa itu adalah perisai, maka pada saat berpuasa hendaknya seseorang diantara kamu tidak melakukan rafats (yaitu : berjima’ dan berbicara keji – Pent.) dan tidak juga membuat kegaduhan. Jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan,”Sesungguhnya aku berpuasa”. 

Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi di hari kiamat. Dan bagi orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Rabbnya, ia gembira dengan puasanya”

(HR. Al-Bukhari; no. 1904 dan Muslim; no. 1151)
Baca selengkapnya »
Hadits Palsu: "Suara Keras di Bulan Romadhon dan Huru-Hara di Bulan Syawwal"

Hadits Palsu: "Suara Keras di Bulan Romadhon dan Huru-Hara di Bulan Syawwal"

● Tanya:

Beredar video yang menyebutkan hadits akan terdengar suara keras di bulan Ramadhan dan akan terjadi huru hara di bulan syawwal, shahihkah ustadz riwayatnya?

● Jawab:

Hadits yang dimaksud sebagai berikut:

يكون في رمضان هدة توقظ النائم ، وتقعد القائم ، وتخرج العواتق من خدورها ، وفي شوال مهمهة ، وفي ذي القعدة تميز القبائل بعضها من بعض ، وفي ذي الحجة تراق الدماء
"Akan terdengar suara keras di bulan Romadhon yang membangunkan orang yang tidur, mendudukkan orang yang berdiri, mengeluarkan gadis-gadis dari rumahnya, dan di bulan Syawwal akan terjadi huru-hara, di bulan dzulqo'dah kabilah-kabilah saling bermusuhan, di bulan dzulhijjah akan terjadi pertumpahan darah."

Huru-Hara di Bulan Syawwal

Hadits ini dikeluarkan oleh Nu'aim bin Hammad dalam kitab "Al-Fitan" 1/160 dalam sanadnya ada rowi pendusta yaitu Al-Harits bin Abdillah Al-A'war. Nu'aim sendiri adalah rowi yang dho'if dan kitabnya "Al-Fitan" keabsahan riwayat-riwayatnya diingkari oleh para Ulama.

Haditsnya juga dikeluarkan oleh Abu Nu'aim dalam "Akhbar Ashbahan" 2/199 dalam sanadnya ada rowi matruk yaitu Maslamah bin 'Ali. Al-Imam Adz-Dzahabi berkata, "Maslamah rowi yang saqith matruk." 

Jalan-jalan lain hadits ini juga tidak akurat sehingga Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini tergolong palsu lihat "Silsilah Adh-Dho'ifah" nomor 6178 & 6179. Maka tidak halal bagi siapapun menyebarkan hadits ini dan menganggapnya sebagai sabda Nabi shollallahu 'alaihi wasallam.

Al-Ustâdz Fikri Abul Hasan
Artikel manhajul-haq
Baca selengkapnya »
Beberapa Sifat Orang yang Beruntung dengan Bulan Keberkahan

Beberapa Sifat Orang yang Beruntung dengan Bulan Keberkahan

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنَ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Telah datang kepada kalian, (bulan) Ramadhan. Bulan berberkah yang Allah wajibkan puasa terhadap kalian. Di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka Jahîm ditutup, dan para syaithan dibelenggu. Padanya, terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barangsiapa yang kebaikan (bulan tersebut) diharamkan terhadapnya, berarti ia telah (betul-betul) diharamkan.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasâiy, dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albany rahimahullah dalam Tamâmul Minnah hal. 395 lantaran beberapa jalurnya.]

Bulan Keberkahan

Penjelasan 

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada para shahabatnya akan datangnya bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.

Beliau tegaskan kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan dengan menjelaskan beberapa keutamaan yang terselip dalam lembaran-lembaran ibadah yang disyari’atkan dalam bulan Ramadhan yang mulia.
Dalam siratan hadits, terdapat isyarat akan banyaknya anugrah dan pemberian Allah untuk hamba di bulan Ramadhan, berupa berbagai keutamaan puasa, shalat malam (tarawih), membaca Al-Quran, sedekah, i’tikaf, sepuluh malam terakhir, zakat fitri, dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Tersirat pula dalam hadits, bahwa siapa yang ingin memperoleh kebaikan pada bulan Ramadhan ini, hendaknya dia memiliki beberapa sifat, 

Pertama, mengharap rahmat dan surga Allah sehingga selalu memotivasinya untuk menyambut pintu-pintu ketaatan yang mengantar kepada surga.

Kedua, rasa takut kepada Allah yang menghardiknya untuk meninggalkan dosa dan maksiat serta segala sebab yang mengantar kepada neraka.

Ketiga, mewaspadai makar syaithan dan hawa nafsu jiwa yang senang mengikuti jalan-jalan syaithan dalam menjauhkan hamba dari kebaikan.

Keempat, memahami besarnya nikmat Allah dengan berbagai kebaikan dan keberkahan dalam bulan Ramadhan ini.

Kelima, mengkhawatirkan diri untuk tergolong kepada orang-orang yang merugi di bulan yang penuh dengan kebaikan.

Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab pada kemudian.
Gunakan nikmat dengan baik sebelum datang suatu hari yang segala nikmat akan dipertanyakan.
Ingatlah, bahwa kesempatan itu tidak selalu berulang.
Wallahul Muwaffiq.

Faidah Hadits

1. Syari’at memberi kabar gembira kepada orang lain akan datangnya Bulan Ramadhan.
2. Penetapan Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan keberkahan.
3. Kewajiban puasa Ramadhan terhadap umat Islam.
4. Terbukanya pintu kebaikan dan surga di bulan Ramadhan.
5. Tertutupnya pintu neraka di bulan Ramadhan.
6. Terbelenggunya Syaithan pada bulan Ramadhan.
7. Keutamaan Laitul Qadri.
8. Kerugian yang sangat besar terhadap siapa yang tidak mendapatkan kebaikan dari lailatul qadri.
9. Pada musim ketaatan, sangatlah merugi siapa yang melantarkan kesempatan dan lahan pahala.
10. Penetapan adanya Surga dan Neraka.
11. Penetapan adanya para syaithan.

Oleh : Al-Ustâdz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
• Website : dzulqarnain.net
Baca selengkapnya »
Keutamaan berdoa pada hari jumat

Keutamaan berdoa pada hari jumat

عن أبي هريرة رضى الله عنه أن رسول الله - صلّى الله عليه وسلّم – ذكر يوم الجمعة، فقال:" فيه ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلّي يسأل الله تعالى شيئاً، إلا أعطاه إيّاه وأشار بيده يقلّلها" متفق عليه 
Dari Abu hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alahi wa salam bersabda, pada hari jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan permintaannya, beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. HR. Bukhari-Muslim

Keutamaan berdoa pada hari jumat

Faedah dari hadist ini

1. Keutamaan berdoa pada hari jumat
2. Orang yang rajin beribadah adalah orang yang paling patut diterima doanya
3. Anjuran untuk mencari waktu-waktu yang afdhol untuk berdoa
Baca selengkapnya »
Perbanyaklah Membaca al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Perbanyaklah Membaca al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Ibnu Rajab bekata: Dalam hadits Fathimah-semoga Allah meridhinya- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau mengabarkan kepadanya:

أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يُعَارِضُهُ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً وَأَنَّهُ عَارَضَهُ فِي عَامِ وَفَاتِهِ مَرَّتَيْنِ
Sesungguhnya Jibril ‘alaihissalam menyimak Al-Qur’an yang dibacakan Nabi sekali pada setiap tahunnya, dan pada tahun wafatnya Nabi, Jibril menyimaknya dua kali. (Muttafaq ‘Alaihi)

Perbanyaklah Membaca al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Dan dalam hadits Ibnu Abbas :

أَنَّ الْمُدَارَسَةَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ جِبْرِيْلَ كَانَتْ لَيْلاً
Bahwasanya pengkajian terhadap Al-Qur’an antara beliau dengan Jibril terjadi pada malam bulan Ramadhan. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Hadits ini menunjukkan disunnahkannya memperbanyak membaca Al-Quran pada malam bulan Ramadhan, karena waktu malam terputus segala kesibukan, terkumpul pada malam itu berbagai harapan, hati dan lisan pada malam hari bisa berpadu untuk bertaddabur, sebagaimana Allah ta’ala berfirman

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْءاً وَأَقْوَمُ قِيلاً
Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (Al-Muzammil: 6)

(Latha-if Ma’arif, 355) (Ali bin Na-yif asy-Syahuud, Ramadhan Syahr al-Huda Wa al-Furqan, 1/241)

WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
situs www.alsofwa.com
Baca selengkapnya »
Syarah Hadist keutamaan menunjuki orang lain kepada kebaikan

Syarah Hadist keutamaan menunjuki orang lain kepada kebaikan

عن عقبة بن عمر بن ثعلبة رضى الله عنه أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم قال (من دل على خير فله مثل أجر فاعله) روه مسلم 
Dari sahabat uqbah bin amr bin tsa’labah radhiallahu anhu bahwa rasulullah shallallahu alahi wa salam bersabda “barangsiapa menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” HR.MUSLIM

keutamaan menunjuki orang lain kepada kebaikan

Faedah dari hadist ini

1. Keutamaan dakwah dijalan Allah dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia maupun akhirat

2. Orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karna telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya

3. Amal yg bisa dirasakan orang lain, lebih besar manfaatnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri

4. Hadist ini mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya meskipun tidak dengan lisannya seperti orang yang menyebarkan buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat islam agar manusia bisa meneladaninya

5. Keutamaan mengajarkan ilmu dan besarnya pahala seorang pengajar yang mengharapkan pahala di akhirat

6. Dianjurkan seseorang untuk meminta kepada Allah agar menjadi teladan dalam kebaikan

Dikutib dari kitab syarah buluqul maram karya syeikh Sa’ad bin Nasyr assafry
Baca selengkapnya »
Paling Banyak Pahalanya Dalam Berpuasa

Paling Banyak Pahalanya Dalam Berpuasa

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ: أَيُّ الْجِهَادِ أَعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ: ” أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ذِكْرًا ” قَالَ: فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا؟ قَالَ: ” أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ذِكْرًا “، ثُمَّ ذَكَرَ لَنَا الصَّلَاةَ، وَالزَّكَاةَ، وَالْحَجَّ، وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ذِكْرًا ” فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ لِعُمَرَ: يَا أَبَا حَفْصٍ ذَهَبَ الذَّاكِرُونَ بِكُلِّ خَيْرٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَجَلْ
Sahl bin Mu’adz meriwayatkan dari ayahnya beliau berkata: Sesungguhnya ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seraya berkata: "Apakah jihad yang paling besar/banyak pahalanya ?" Beliau menjawab : "Mereka yang paling banyak dzikirnya kepada Allah". Ia bertanya lagi : "Siapakah orang yang berpuasa yang paling besar/banyak pahalanya ?" Beliau menjawab : "Mereka yang paling banyak dzikirnya kepada Allah".

Kemudian ia bertanya tentang shalat, zakat, haji dan shadaqah (siapakah yang paling besar pahalanya?), semuanya di jawab oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan jawaban : "Mereka yang paling banyak dzikirnya kepada Allah". Lalu Abu Bakar berkata kepada Umar: "Wahai Abu Hafsh, sungguh orang yang (banyak) berdzikir telah pergi membawa seluruh kebaikan, maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berkata: "Ya, benar"

(HR. Ahmad no. 15614)

Dari hadits diatas jelaslah bahwa orang yang paling utama dan paling besar/ banyak pahalanya dalam berpuasa adalah orang yang paling banyak dzikirnya kepada Allah dalam setiap kesempatan dan keadaan.

Paling Banyak Pahalanya Dalam Berpuasa

Oleh karena itu terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadits perintah untuk banyak berdzikir di pagi dan petang hari serta dalam setiap kondisi dan keadaan, bahkan tidak terdapat didalam al-Qur’an perintah untuk banyak beribadah selain dzikir kepada Allah, hal ini menunjukan akan keagungan dzikir dan besar pahalanya disisi Allah Ta’ala.

والذاكرين الله كثيرا والذاكرات أعد الله لهم مغفرة وأجرا عظيما
"Dan orang yang banyak berdzikir kepada Allah dari kalangan lelaki dan wanita, Allah janjikan bagi mereka ampunan dan pahala yang agung/besar"

يا أيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا وسبحوه بكرة وأصيلا
"Wahai orang orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan banyak, dan bertasbihlah kepadanya di pagi dan petang”

قالت عائشة رضي الله عنها: (كان النبي صلى الله عليه وسلم يذكر الله في كل أحيانه
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : "Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap waktu" (HR. Muslim no. 373)

Oleh Karena itu gunakanlah lisan kita untuk selalu banyak menyebut Allah dan dzikir kepada-Nya, terutama dalam ibadah kita, dan secara khusus puasa yang kita laksanakan di bulan Ramdhan yang penuh berkah.

Semoga Allah memberikan pertolongan-Nya kepada kita dalam berdzikir, bersyukur dan melakukan ibadah yang berkualitas.

اللهم أعنا على ذكرك، وشكرك، وحسن عبادتك
"Ya Allah, berilah kami pertolongan untuk berdzikir kepada-Mu, mensyukuri nikmat-Mu dan melakukan ibadah yang terbaik kepada-Mu"

✍ Al-Ustâdz Najmi Umar Bakkar
Baca selengkapnya »
Penyesalan Orang-orang Kafir dan Keberuntungan Kaum Muslimin

Penyesalan Orang-orang Kafir dan Keberuntungan Kaum Muslimin

Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama berikut :

عن أبي موسى - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - :
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama bersabda :

" إذا اجتمع أهل النار في النار ، ومعهم من شاء الله من أهل القبلة ، يقول الكفار : ألم تكونوا مسلمين ؟ قالوا : بلى .
Ketika ahli neraka berkumpul di dalam Neraka sementara bersama mereka ada dari kalangan ahli kiblat yang dikehendaki Allah untuk berada di dalamnya, orang-orang kafir bertanya : 'Bukankah kalian adalah orang-orang Islam?'. Mereka menjawab : 'Benar, kami adalah orang-orang Islam.'

Keberuntungan Kaum Muslimin

قالوا : فما أغنى عنكم اسلامكم ! فقد صرتم معنا في النار ؟
Orang-orang kafir berkata : 'Apakah keislaman kalian tidak berguna bagi kalian hingga kalian bersama kami di dalam Neraka?'

قالوا : كانت لنا ذنوب فأخذنا بها
Orang-orang Islam yang di Neraka berkata : 'Kami memiliki berbagai dosa maka kami pun di siksa karenanya.'

فيسمع الله ما قالوا ، فأمر بمن كان من أهل القبلة فأخرجوا
Mendengar apa yang mereka katakan, maka Allah memerintahkan ahli kiblat (orang-orang Islam) untuk dikeluarkan dari Neraka lalu mereka pun dikeluarkan darinya.

فلما رأى ذلك أهل النار قالوا : يا ليتنا كنا مسلمين فنخرج كما خرجوا "
Melihat hal tersebut, ahli neraka dari kalangan orang-orang kafir mengatakan : 'Duhai sekiranya kami dahulu termasuk kaum muslimin niscaya kami keluar dari Neraka sebagaimana mereka keluar darinya.

قال : و قرأ رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : ( الر تلك آيات الكتاب وقرآن مبين ربما يود الذين كفروا لو كانوا مسلمين )
Abu Musa berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama membaca firman Allah Ta'aala : 'Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan. Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. [QS. Al Hijr : 1-2]
[HR. Ibnu Abi Ashim & lainnya dinyatakan Shahih oleh Syaikh Al Albani dalam zhilalul Jannah no. 843]

Saudaraku seislam yang saya muliakan, sungguh dalam hadits yang mulia ini terkandung banyak pelajaran dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Di antaranya adalah :

1] Hadits ini menunjukkan ke Maha Kuasaan Allah Ta'aala atas segala sesuatu. Dia memberi rahmat dan ampunan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya sebagai Keadilan dari-Nya. Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, kitalah yang akan ditanyai oleh-Nya.

2] Hadits yang mulia ini merupakan salah satu kabar gembira bagi seluruh kaum muslimin bahwa Islam adalah agama yang benar dan diridhai Allah Ta'aala, dan pemeluknya tidak akan pernah kecewa dan merugi meski ia harus disiksa dan dibersihkan dosa-dosanya di Neraka.

3] Hadits yang mulia ini merupakan salah satu dalil yang membantah pemahaman kaum khawarij dan yang semisal/sefaham dengan mereka yang menetapkan bahwa orang muslim yang masuk Neraka karena dosa-dosanya maka ia akan kekal di dalamnya.

4] Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa semua agama selain Islam adalah agama yang tidak benar, tidak bermanfaat dan akan merugikan dan menghinakan pemeluknya.

5] Hadits yang mulia ini menunjukkan orang-orang yang tidak beragama Islam dinamakan Orang Kafir.

6] Hadits yang mulia ini menunjukkan penyesalan orang-orang kafir, kehinaan mereka dan Neraka sebagai tempat tinggal mereka yang abadi.

ْDemikian dapat disampaikan. Semoga bermanfaat

Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad

Kumpulan Hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar
Baca selengkapnya »
keutamaan menghafal dan menyampaikan hadits Nabi

keutamaan menghafal dan menyampaikan hadits Nabi

قال النبي صلى الله عليه و سلم : نضر الله امرأ سمع مقالتي فوعاها وحفظها وبلغها، فرب حامل فقه إلى من هو أفقه منه
Rasulullah shallalalhu alahi wa salam bersabda : semoga Allah menjadikan berseri-seri wajah orang yang mendengar sabdaku lalu memahaminya dan menghafalnya kemudian dia menyampaikannya karna boleh jadi orang yang mendengarkan kemudian memahami hadist tersebut akan menyampaikan kepada orang yang lebih paham darinya. (HR. Ashabus sunan)

keutamaan menghafal dan menyampaikan hadits Nabi

faedah dari hadist ini

sufyan bin uyainah rahimahullah berkata "tidak seorang pun yang mempelajari hadist kecuali wajahnya akan berseri dan menjadi cerah disebabkan doa Nabi shallallahu alahi wa salam yang terdapat di dalam hadist ini

wallahu a'lam bisshowab
Baca selengkapnya »
-->