IBX5A47BA52847EF DakwahPost: hadits
HAdist Tentang Keutamaan SURAH AL-KAHFI

HAdist Tentang Keutamaan SURAH AL-KAHFI

→ Membaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di malam jum'at atau di hari Jum’at karena pahala yang begitu besar sebagaimana, hadits berikut :

๐ŸŒฟ Hadits ke 1⃣ :

ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْูƒَู‡ْูِ ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَุถَุงุกَ ู„َู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ู†ُّูˆุฑِ ูِูŠู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ْุจَูŠْุชِ ุงู„ْุนَุชِูŠู‚
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

HAdist Tentang Keutamaan SURAH AL-KAHFI

๐ŸŒฟ Hadits ke 2⃣ :
ู…َู†ْ ู‚َุฑَุฃَ ุณُูˆุฑَุฉَ ุงู„ْูƒَู‡ْูِ ูِู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุฃَุถَุงุกَ ู„َู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ู†ُّูˆุฑِ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุชَูŠْู†
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

๐Ÿ“ข Published By: Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat
Baca selengkapnya »
HARTA KITA YANG SESUNGGUHNYA

HARTA KITA YANG SESUNGGUHNYA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

๏ปณَ๏ป˜ُ๏ปฎ๏ปُ ๏บ๏บ‘ْ๏ปฆُ ๏บ๏บฉَ๏ปกَ ๏ปฃَ๏บŽ๏ปŸِ๏ปฐ ๏ปฃَ๏บŽ๏ปŸِ๏ปฐ – ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ – ๏ปญَ๏ปซَ๏ปžْ ๏ปŸَ๏ปšَ ๏ปณَ๏บŽ ๏บ๏บ‘ْ๏ปฆَ ๏บ๏บฉَ๏ปกَ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏ปฃَ๏บŽ๏ปŸِ๏ปšَ ๏บ‡ِ๏ปปَّ ๏ปฃَ๏บŽ ๏บƒَ๏ป›َ๏ป ْ๏บ–َ ๏ป“َ๏บ„َ๏ป“ْ๏ปจَ๏ปดْ๏บ–َ ๏บƒَ๏ปญْ ๏ปŸَ๏บ’ِ๏บดْ๏บ–َ ๏ป“َ๏บ„َ๏บ‘ْ๏ป َ๏ปดْ๏บ–َ ๏บƒَ๏ปญْ ๏บ—َ๏บผَ๏บชَّ๏ป—ْ๏บ–َ ๏ป“َ๏บ„َ๏ปฃْ๏ป€َ๏ปดْ๏บ–َ
“Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.”

Beliau bersabda, “Wahai manusia, apakah benar engkau memiliki harta?

1. Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja?
2. Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang?
3. Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja? ”
(HR. Muslim no. 2958)


HARTA KITA YANG SESUNGGUHNYA

RIWAYAT YANG LAIN,

๏ปณَ๏ป˜ُ๏ปฎ๏ปُ ๏บ๏ปŸْ๏ปŒَ๏บ’ْ๏บชُ ๏ปฃَ๏บŽ๏ปŸِ๏ปฐ ๏ปฃَ๏บŽ๏ปŸِ๏ปฐ ๏บ‡ِ๏ปงَّ๏ปคَ๏บŽ ๏ปŸَ๏ปชُ ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏ปฃَ๏บŽ๏ปŸِ๏ปชِ ๏บ›َ๏ปผَ๏บ™ٌ ๏ปฃَ๏บŽ ๏บƒَ๏ป›َ๏ปžَ ๏ป“َ๏บ„َ๏ป“ْ๏ปจَ๏ปฐ ๏บƒَ๏ปญْ ๏ปŸَ๏บ’ِ๏บฒَ ๏ป“َ๏บ„َ๏บ‘ْ๏ป َ๏ปฐ ๏บƒَ๏ปญْ ๏บƒَ๏ป‹ْ๏ป„َ๏ปฐ ๏ป“َ๏บŽ๏ป—ْ๏บ˜َ๏ปจَ๏ปฐ ๏ปญَ๏ปฃَ๏บŽ ๏บณِ๏ปฎَ๏ปฏ ๏บซَ๏ปŸِ๏ปšَ ๏ป“َ๏ปฌُ๏ปฎَ ๏บซَ๏บ๏ปซِ๏บٌ ๏ปญَ๏บ—َ๏บŽ๏บญِ๏ป›ُ๏ปชُ ๏ปŸِ๏ป ๏ปจَّ๏บŽ๏บฑِ
“Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga:

1. yang ia makan dan akan sirna,
2. yang ia kenakan dan akan usang,
3. yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan.
4. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan. ”
(HR. Muslim no. 2959)

http://Telegram.me/MUMTAZ_LUMAJANG
Baca selengkapnya »
Menyedihkan, Mereka ini Diusir dari Telaga Nabi

Menyedihkan, Mereka ini Diusir dari Telaga Nabi

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Mengimani keberadaan telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari prinsip ahlus sunah. dan ini bagian dari kesempurnaan iman kepada hari akhir.

Tentang keberadaan haudh (telaga) di hari kiamat, telah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadis dengan redaksi yang berbeda. Diantaranya,

Pertama, bahwa semua nabi memiliki haudh

Dari Samurah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِู†َّ ู„ِูƒُู„ِّ ู†َุจِู‰ٍّ ุญَูˆْุถًุง ูˆَุฅِู†َّู‡ُู…ْ ูŠَุชَุจَุงู‡َูˆْู†َ ุฃَูŠُّู‡ُู…ْ ุฃَูƒْุซَุฑُ ูˆَุงุฑِุฏَุฉً ูˆَุฅِู†ِّู‰ ุฃَุฑْุฌُูˆ ุฃَู†ْ ุฃَูƒُูˆู†َ ุฃَูƒْุซَุฑَู‡ُู…ْ ูˆَุงุฑِุฏَุฉً
Sesungguhnya setiap nabi memiliki Haudh (telaga). Dan mereka akan saling berlomba, siapa diantara mereka yang telaganya paling banyak pengunjungnya. Dan saya berharap, aku adalah orang yang telaganya paling banyak pengunjungnnya. (HR. Turmudzi 2631 dan dishahihkan al-Albani)

Kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunggu kita di telaga

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِู†ِّู‰ ูَุฑَุทُูƒُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุญَูˆْุถِ ، ู…َู†ْ ู…َุฑَّ ุนَู„َู‰َّ ุดَุฑِุจَ ، ูˆَู…َู†ْ ุดَุฑِุจَ ู„َู…ْ ูŠَุธْู…َุฃْ ุฃَุจَุฏًุง
Saya menunggu kalian di telaga. Siapa yang mendatangiku, dia akan minum airnya dan siapa yang minum airnya, tidak akan haus selamanya. (HR. Bukhari 6583 & Muslim 6108)

Ketiga, ada yang disesatkan, sehingga tidak bisa mendekat ke telaga

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฃَู†َุง ูَุฑَุทُูƒُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุญَูˆْุถِ، ูˆَู„َูŠُุฑْูَุนَู†َّ ู„ِูŠ ุฑِุฌَุงู„ٌ ู…ِู†ْูƒُู…ْ، ุซُู…َّ ู„َูŠُุฎْุชَู„َุฌُู†َّ ุฏُูˆู†ِูŠ، ูَุฃَู‚ُูˆู„ُ: ูŠَุง ุฑَุจِّ، ุฃَุตْุญَุงุจِูŠ، ูَูŠُู‚َุงู„ُ ู„ِูŠ: ุฅِู†َّูƒَ ู„َุง ุชَุฏْุฑِูŠ ู…َุง ุฃَุญْุฏَุซُูˆุง ุจَุนْุฏَูƒَ
Aku menunggu kalian di telaga. Sungguh ditampakkan kepadaku beberapa orang diantara kalian, kemudian dia disimpangkan dariku. Lalu aku mengatakan, “Ya Rabbi, itu umatku.” Kemudian disampaikan kepadaku, “Kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat setelah kamu meninggal.” (HR. Ahmad 4180 dan Bukhari 6576)

Keempat, air telaga bersumber dari surga

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu,

ุณُุฆِู„َ ุนَู†ْ ุนَุฑْุถِ ุงู„ุญَูˆุถِ ูَู‚َุงู„َ « ู…ِู†ْ ู…َู‚َุงู…ِู‰ ุฅِู„َู‰ ุนَู…َّุงู†َ ». ูˆَุณُุฆِู„َ ุนَู†ْ ุดَุฑَุงุจِู‡ِ ูَู‚َุงู„َ « ุฃَุดَุฏُّ ุจَูŠَุงุถًุง ู…ِู†َ ุงู„ู„َّุจَู†ِ ูˆَุฃَุญْู„َู‰ ู…ِู†َ ุงู„ْุนَุณَู„ِ ูŠَุบُุชُّ ูِูŠู‡ِ ู…ِูŠุฒَุงุจَุงู†ِ ูŠَู…ُุฏَّุงู†ِู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง ู…ِู†ْ ุฐَู‡َุจٍ ูˆَุงู„ุขุฎَุฑُ ู…ِู†ْ ูˆَุฑِู‚ٍ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang lebar telaga. Jawab beliau, “Dari tempatku ini sampai Oman.” Lalu beliau ditanya tentang kondisi airnya, jawab beliau, “Lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, ada dua pancuran yang selalu memancar, terhubung sampai ke surga. Yang satu dari emas dan yang satu dari perak.” (HR. Muslim 6130).

Kelima, Luas telaga dan Gayungnya

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุญَูˆْุถِู‰ ู…َุณِูŠุฑَุฉُ ุดَู‡ْุฑٍ ، ู…َุงุคُู‡ُ ุฃَุจْูŠَุถُ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّุจَู†ِ ، ูˆَุฑِูŠุญُู‡ُ ุฃَุทْูŠَุจُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ِุณْูƒِ ، ูˆَูƒِูŠุฒَุงู†ُู‡ُ ูƒَู†ُุฌُูˆู…ِ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ
Telagaku lebarnya sejauh perjalanan sebulan. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari kesturi, gayungnya seperti bintang di langit. (HR. Bukhari 6579 & Muslim 6111).

Menyedihkan, Mereka ini Diusir dari Telaga Nabi

Gayungnya disamakan dengan bintang artinya sama dalam jumlah dan gemerlapnya. Mereka yang Disesatkan dari Telaga

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bercerita, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi kuburan, lalu beliau memberi salam, “Salamu alaikum, wahai penduduk negeri kaum mukminin, kami insyaaAllah akan bertemu kalian.” Lalu beliau mengatakan,

“Saya ingin ketemu dengan teman-temanku.”

“Bukankah kami ini teman-teman anda ya Rasulullah?” tanya para sahabat.

“Bukan, kalian sahabatku. Teman-temanku adalah umat islam yang akan datang setelah masa ini. Aku menunggu mereka di telagaku.” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ya Rasulullah, bagaimana anda bisa mengenali umatmu yang belum pernah ketemu dengan anda?” tanya sahabat.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat permisalan,

“ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ู„َูˆْ ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ًุง ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุฎَูŠْู„ٌ ุบُุฑٌّ ู…ُุญَุฌَّู„َุฉٌ ุจَูŠْู†َ ุธَู‡ْุฑَุงู†َูŠْ ุฎَูŠْู„ٍ ุจُู‡ْู…ٍ ุฏُู‡ْู…ٍ، ุฃَู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ูŠَุนْุฑِูُู‡َุง؟ ” ู‚َุงู„ُูˆุง: ุจَู„َู‰. ู‚َุงู„َ: ” ูَุฅِู†َّู‡ُู…ْ ูŠَุฃْุชُูˆู†َ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุบُุฑًّุง ู…ُุญَุฌَّู„ِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุฃَุซَุฑِ ุงู„ْูˆُุถُูˆุกِ، ูˆَุฃَู†َุง ูَุฑَุทُู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุญَูˆْุถِ”
“Bagaimana menurut kalian, jika ada orang yang memiliki kuda hitam yang ada belang putih di wajah dan kaki-kakinya, dan dia berada di kerumunan kuda yang serba hitam. Bukankah dia bisa mengenalinya?”

“Tentu dia bisa mengenali kudanya.” Jawab sahabat.

“Umatku akan dibangkitkan di hari kiamat dalam keadaan belang di wajah dan tangannya karena bekas wudhu. Saya menunggu mereka di telaga.” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu beliau mengingatkan,

ุฃَู„َุง ู„َูŠُุฐَุงุฏَู†َّ ุฑِุฌَุงู„ٌ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุญَูˆْุถِูŠ ูƒَู…َุง ูŠُุฐَุงุฏُ ุงู„ْุจَุนِูŠุฑُ ุงู„ุถَّุงู„ُّ، ุฃُู†َุงุฏِูŠู‡ِู…ْ: ุฃَู„َุง ู‡َู„ُู…َّ، ูَูŠُู‚َุงู„ُ: ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ุจَุฏَّู„ُูˆุง ุจَุนْุฏَูƒَ، ูَุฃَู‚ُูˆู„ُ: ุณُุญْู‚ًุง، ุณُุญْู‚ًุง
Ketahuilah, sungguh ada beberapa orang yang disesatkan, tidak bisa mendekat ke telagaku, seperti onta hilang yang tersesat. Aku panggil-panggil mereka, “Kemarilah…kemarilah.” Lalu disampaikan kepadaku, “Mereka telah mengubah agamanya setelah kamu meninggal.”

Akupun (Nabi) mengatakan, “Celaka-celaka..”. (HR. Ahmad 8214 & Muslim 607)

Dalam riwayat Bukhari, Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ู…ِู†ِّู‰ . ูَูŠُู‚َุงู„ُ ุฅِู†َّูƒَ ู„ุงَ ุชَุฏْุฑِู‰ ู…َุง ุจَุฏَّู„ُูˆุง ุจَุนْุฏَูƒَ ูَุฃَู‚ُูˆู„ُ ุณُุญْู‚ًุง ุณُุญْู‚ًุง ู„ِู…َู†ْ ุจَุฏَّู„َ ุจَุนْุฏِู‰
“Mereka umatku… “

lalu disampaikan kepadaku, “Kamu tidak tahu bahwa mereka telah mengubah (agamanya) setelah kamu meninggal”. Akupun berkomentar, “Celaka-celaka bagi orang yang mengganti agamannya setelah aku meninggal.” (HR. Bukhari 7051).

Siapakah Orang yang Mengganti itu?

Kita simak keterangan al-Qurthubi,

ู‚ุงู„ ุนู„ู…ุงุคู†ุง ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ู… ุฃุฌู…ุนูŠู† : ููƒู„ ู…ู† ุงุฑุชุฏ ุนู† ุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡ ุฃูˆ ุฃุญุฏุซ ููŠู‡ ู…ุง ู„ุง ูŠุฑุถุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ู„ู… ูŠุฃุฐู† ุจู‡ ุงู„ู„ู‡ ูู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ู…ุทุฑูˆุฏูŠู† ุนู† ุงู„ุญูˆุถ ุงู„ู…ุจุนุฏูŠู† ุนู†ู‡ ูˆ … ูˆูƒุฐู„ูƒ ุงู„ุธู„ู…ุฉ ุงู„ู…ุณุฑููˆู† ููŠ ุงู„ุฌูˆุฑ ูˆ ุงู„ุธู„ู… ูˆ ุชุทู…ูŠุณ ุงู„ุญู‚ ูˆ ู‚ุชู„ ุฃู‡ู„ู‡ ูˆ ุฅุฐู„ุงู„ู‡ู… ูˆ ุงู„ู…ุนู„ู†ูˆู† ุจุงู„ูƒุจุงุฆุฑ ุงู„ู…ุณุชุญููˆู† ุจุงู„ู…ุนุงุตูŠ ูˆ ุฌู…ุงุนุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฒูŠุบ ูˆ ุงู„ุฃู‡ูˆุงุก ูˆ ุงู„ุจุฏุน
Para ulama (guru) kami – rahimahumullah – mengatakan,

Semua orang yang murtad dari agama Allah, atau membuat bid’ah yang tidak diridhai dan diizinkan oleh Allah, merekalah orang-orang yang diusir dan dijauhkan dari telaga…. Demikian pula orang-orang dzalim yang melampaui batas dalam kedzalimannya, membasmi kebenaran, membantai penganut kebenaran, dan menekan mereka. Atau orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa besar terang-terangan, menganggap remeh maksiat, serta kelompok menyimpang, penganut hawa nafsu dan bid’ah. (at-Tadzkirah, hlm. 352).

Keterangan lain juga disampaikan Ibnu Abdil Bar,

“Semua orang yang melakukan perbuatan bid’ah yang tidak diridhai Allah dalam agama ini akan diusir dari telaga Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang paling parah adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dari pemahaman kaum muslimin, seperti khawarij, syi’ah rafidhah dan para pengikut hawa nafsu… semua mereka ini dikhawatirkan termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits ini yang diusir dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Syarh az Zarqaani ‘ala al-Muwaththa, 1/65).

Mengapa mereka diusir dari telaga?

Karena sewaktu di dunia mereka tidak mau minum sunah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka lebih memihak bid’ah dengan sejuta alasannya, demi membela ajaran tokohnya. Sebagaimana mereka tidak minum telaga sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka di akhirat kelak mereka tidak boleh minum air telaga beliau, yang merupakan janji indah untuk ahlus sunah.

Terutama Mereka Yang Mengingkari Keberadaan Telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Kita simak penuturan Imam Ibnu Katsir,

“Penjelasan tentang telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – semoga Allah Memudahkan kita meminum dari telaga tersebut pada hari kiamat – yang disebutkan dalam banyak hadis, dengan banyak jalur yang kuat, meskipun ini tidak disukai oleh orang-orang ahlul bid’ah yang keras kepala menolak dan mengingkari keberadaan telaga ini. Merekalah yang paling terancam untuk diusir dari telaga tersebut pada hari kiamat. Sebagaimana ucapan salah seorang ulama salaf,

ู…ู† ูƒุฐุจ ุจูƒุฑุงู…ุฉ ู„ู… ูŠู†ู„ู‡ุง
“Barangsiapa yang mendustakan (mengingkari) suatu kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut…”(an-Nihayah fi al-Fitan wal Malahim, 1/374).

Semoga Allah memberi kekuatan kita untuk selalu istiqamah di atas kebenaran…

Allahu a’lam.

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Baca selengkapnya »
Islam adalah Agama Yang Menyelamatkan pemeluknya dari Neraka

Islam adalah Agama Yang Menyelamatkan pemeluknya dari Neraka

Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama berikut :

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ ูƒَุงู†َ ุบُู„َุงู…ٌ ูŠَู‡ُูˆุฏِูŠٌّ ูŠَุฎْุฏُู…ُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู…َุฑِุถَ ูَุฃَุชَุงู‡ُ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุนُูˆุฏُู‡ُ ูَู‚َุนَุฏَ ุนِู†ْุฏَ ุฑَุฃْุณِู‡ِ ูَู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ ุฃَุณْู„ِู…ْ ูَู†َุธَุฑَ ุฅِู„َู‰ ุฃَุจِูŠู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ ุฃَุทِุนْ ุฃَุจَุง ุงู„ْู‚َุงุณِู…ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุฃَุณْู„َู…َ ูَุฎَุฑَุฌَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْู‚َุฐَู‡ُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†َّุงุฑِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu dia berkata : Seorang pemuda Yahudi yang biasa melayani keperluan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallama jatuh sakit. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama menjenguknya lalu beliau duduk di sisi kepalanya seraya mengatakan kepadanya : “Masukklah kamu ke dalam agama Islam!” Lalu ia memandang kepada bapaknya yang ada di dekatnya. Maka bapaknya mengatakan : “Taatilah Abu al-Qosim (Yakni Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama). Maka pemuda tersebut pun masuk Islam. Setelah itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallama keluar seraya mengatakan : “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan pemuda itu dari Neraka.” [HSR. Al-Bukhari rahimahullahu dalam kitab shahihnya no. 1356]

Islam sebagai agama yang menyelamatkan pemeluknya dari Neraka

Saudaraku seislam yang saya muliakan, jika kita renungi hadits yang mulia ini, sungguh di dalamnya mengandung banyak pelajaran yang bermanfaat untuk kita dan kaum muslimin. Di antaranya adalah :

1]
Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang diterima dan diridhai Allah Ta'aala. Di antara tanda Islam sebagai agama yang benar dan diridhai Allah adalah Allah menetapkan Islam sebagai agama yang menyelamatkan pemeluknya dari Neraka.

2] Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa menjenguk orang sakit meskipun yang dijenguknya masih kafir termasuk perkara yang diamalkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama

3] Hadits yang mulia ini menunjukkan di antara sunnah Rasulullah dalam menjenguk orang sakit yakni duduk di dekat kepalanya.

4]
Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa menyeru atau mengajak orang kafir untuk memeluk Islam dalam berbagai kesempatan termasuk amalan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama yang banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin di masa ini pada khususnya kecuali oleh mereka yang diberi rahmat dan taufiq oleh Allah. Padahal disaat kita tidak mampu mengajak mereka orang-orang kafir itu ke dalam Islam dengan lisan, tulisan, dan tindakan, kita masih mampu mendoakannya untuk mendapatkan hidayah Islam dalam berbagai kesempatan.

5]
Memuji Allah atas sesuatu yang menggembirakan termasuk amalan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama

Wallahu a'lam.
Demikian dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad

๐Ÿ“š Kumpulan Hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar
Baca selengkapnya »
Semua umatku akan masuk Surga kecuali yang enggan

Semua umatku akan masuk Surga kecuali yang enggan

Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama berikut :

ุนَู†ْ ุฃَุจِู‰ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ู‚َุงู„َ ูƒُู„ُّ ุฃُู…َّุชِู‰ ูŠَุฏْุฎُู„ُูˆู†َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ، ุฅِู„ุงَّ ู…َู†ْ ุฃَุจَู‰. ู‚َุงู„ُูˆุง ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ูŠَุฃْุจَู‰ ู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ุฃَุทَุงุนَู†ِู‰ ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ، ูˆَู…َู†ْ ุนَุตَุงู†ِู‰ ูَู‚َุฏْ ุฃَุจَู‰
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda : “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat berkata ; “Ya Rasulullah, siapakah yang enggan masuk surga itu?”

kecuali yang enggan

Beliau bersabda :

ู…َู†ْ ุฃَุทَุงุนَู†ِู‰ ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ، ูˆَู…َู†ْ ุนَุตَุงู†ِู‰ ูَู‚َุฏْ ุฃَุจَู‰
“Barangsiapa yang mentaatiku, dia masuk surga. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku/tidak mentaatiku maka itulah orang yang enggan masuk surga.” [HSR. Al Bukhari rahimahullah dalam shahihnya no. 7280]

Demikian dapat disampaikan.

Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad

๐Ÿ“š Kumpulan Hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar
Baca selengkapnya »
Bahaya Bersama Orang-orang Jahat

Bahaya Bersama Orang-orang Jahat

Dari ‘Aisyah, dia berkata, “Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

ูŠَุบْุฒُูˆ ุฌَูŠْุดٌ ุงู„ْูƒَุนْุจَุฉَ ูَุฅِุฐَุง ูƒَุงู†ُูˆุง ุจِุจَูŠْุฏَุงุกَ ู…ِู†ْ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูŠُุฎْุณَูُ ุจِุฃَูˆَّู„ِู‡ِู…ْ ูˆَุขุฎِุฑِู‡ِู…ْ ู‚َุงู„َุชْ ู‚ُู„ْุชُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูƒَูŠْูَ ูŠُุฎْุณَูُ ุจِุฃَูˆَّู„ِู‡ِู…ْ ูˆَุขุฎِุฑِู‡ِู…ْ ูˆَูِูŠู‡ِู…ْ ุฃَุณْูˆَุงู‚ُู‡ُู…ْ ูˆَู…َู†ْ ู„َูŠْุณَ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ู‚َุงู„َ ูŠُุฎْุณَูُ ุจِุฃَูˆَّู„ِู‡ِู…ْ ูˆَุขุฎِุฑِู‡ِู…ْ ุซُู…َّ ูŠُุจْุนَุซُูˆู†َ ุนَู„َู‰ ู†ِูŠَّุงุชِู‡ِู…ْ
๐Ÿ“œ Sebuah pasukan menyerang Ka’bah. Ketika mereka sampai di tanah lapang yang sepi (antara Makkah dan Madinah) mereka diluluhlantakan sejak yang pertama hingga yang terakhir.’ ‘Aisyah berkata, ‘Aku bertanya,’Ya Rasulullah, bagaimana mereka diluluhlantahkan dari yang pertama hingga yang terakhir, padahal di antara mereka terdapat para pelaku pasar-pasar mereka dan orang-orang yang tidak termasuk dari mereka ? Nabi menjawab, ‘dari yang pertama sampai yang terakhir diluluhlantahkan lalu dibangkitkan berdasarkan niat-niat mereka (HR. al-Bukhari)

Bahaya Bersama Orang-orang Jahat

๐Ÿ“š Pelajaran :

Di dalam hadis ini terdapat pelajaran, bahwa barangsiapa yang ikut serta bersama orang-orang yang berbuat kebatilan dan kedurhakaan, mereka akan besama-sama mendapatkan dampak buruknya, baik orang yang shaleh maupun orang yang tidak shaleh. Hukuman, bila ditimpakan akan menimpa siapa saja secara umum, tak meninggalkan seorang pun, kemudian pada hari Kiamat kelak mereka akan dibangkitnya sesuai dengan niat mereka masing-masing.

✒ (Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, “Syarh Roiyadhush Shalihihn”,1/4) ๐Ÿ“š

www.alsofwa.com
WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
Baca selengkapnya »
Setiap Kebaikan Yang Kita Lakukan Adalah sedekah

Setiap Kebaikan Yang Kita Lakukan Adalah sedekah

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

ุนَู†ْ ุฃَุจِู€ูŠْ ุฐَุฑٍّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ، ุฃَู†َّ ู†َุงุณًุง ู…ِู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ّٰู€ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„ُูˆْุง ู„ِู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ّٰู€ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ّٰู€ู‡ِ ! ุฐَู‡َุจَ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ุฏُّุซُูˆْุฑِ ุจِุงْู„ุฃُุฌُูˆْุฑِ ؛ ูŠُุตَู„ُّูˆْู†َ ูƒَู…َู€ุง ู†ُุตَู„ِّู€ูŠْ ، ูˆَูŠَุตُูˆْู…ُูˆْู†َ ูƒَู…َู€ุง ู†َุตُูˆْู…ُ ، ูˆَูŠَุชَุตَุฏَّู‚ُูˆْู†َ ุจِูُุถُูˆْู„ِ ุฃَู…ْูˆَุงู„ِู€ู‡ِู…ْ.

ู‚َุงู„َ : «ุฃَูˆَู„َูŠْุณَ ู‚َุฏْ ุฌَุนَู„َ ุงู„ู„ّٰู€ู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ู…َุง ุชَุตَุฏَّู‚ُูˆْู†َ ؟ ุฅِู†َّ ุจِูƒُู„ِّ ุชَุณْุจِูŠْุญَุฉٍ ุตَุฏَู‚َุฉً ، ูˆَูƒُู„ِّ ุชَูƒْุจِูŠْุฑَุฉٍ ุตَุฏَู‚َุฉً ، ูˆَูƒُู„ِّ ุชَู€ุญْู…ِูŠْุฏَุฉٍ ุตَุฏَู‚َุฉً ، ูˆَูƒُู„ِّ ุชَู‡ْู„ِูŠْู„َุฉٍ ุตَุฏَู‚َุฉً ، ูˆَุฃَู…ْุฑٌ ุจِุงู„ْู€ู…َุนْุฑُูˆْูِ ุตَุฏَู‚َุฉٌ ، ูˆَู†َู‡ْูŠٌ ุนَู†ْ ู…ُู†ْูƒَุฑٍ ุตَุฏَู‚َุฉٌ ، ูˆَูِู€ูŠْ ุจُุถْุนِ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ุตَุฏَู‚َุฉٌ». ู‚َุงู„ُูˆْุง : ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ّٰู€ู‡ِ ! ุฃَูŠَุฃْุชِู€ูŠْ ุฃَุญَุฏُู†َุง ุดَู‡ْูˆَุชَู‡ُ ูˆَูŠَูƒُูˆْู†ُ ู„َู‡ُ ูِูŠْู‡َุง ุฃَุฌْุฑٌ ؟

 ู‚َุงู„َ : «ุฃَุฑَูŠْุชُู…ْ ู„َูˆْ ูˆَุถَุนَู‡َุง ูِู€ูŠ ุญَุฑَุงู…ٍ، ุฃَูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِูŠْู‡َุง ูˆِุฒْุฑٌ ؟ ูَูƒَุฐٰู„ِูƒَ ุฅِุฐَุง ูˆَุถَุนَู‡َุง ูِู€ูŠ ุงู„ْู€ุญَู„ุงَู„ِ ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุฃَุฌْุฑًุง»
Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu bahwa beberapa orang dari Sahabat berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya telah pergi dengan membawa banyak pahala. Mereka shalat seperti kami shalat, mereka puasa seperti kami puasa, dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? 

Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan salah seorang dari kalian bercampur (berjima’) dengan istrinya adalah sedekah.” 

Mereka bertanya : “Wahai Rasulullah! Apakah jika salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (bersetubuh dengan istrinya) maka ia mendapat pahala di dalamnya?” Beliau menjawab : “Apa pendapat kalian seandainya ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, bukankah ia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang halal, maka ia memperoleh pahala.” [HR. Muslim]

Setiap Kebaikan Yang Kita Lakukan Adalah sedekah

SYARAH HADITS

Hadits yang mulia ini mencakup perkara-perkara penting, di antaranya:

1. Diperbolehkannya qiyรขs.
2. Amal-amal yang mubรขh bisa menjadi amal taqarrub dengan niat yang benar.
3. Medan-medan perlombaan dalam kebaikan.
4. Banyaknya jalan-jalan kebaikan di mana jika seorang hamba tidak mampu melakukan satu kebaikan maka ia mampu melakukan kebaikan yang lainnya dan selain dari itu.[Qawรข’id wa Fawรขid (hlm. 222)]

FAWAID HADITS

1. Para Sahabat senantiasa bersegera dan berlomba-lomba dalam mengerjakan amal shalih.

2. Para Sahabat menggunakan harta mereka pada setiap perkara yang di dalamnya terdapat kebaikan di dunia dan akhirat, yaitu mereka bersedekah dengannya.

3. Amal-amal shalih yang dilakukan dengan tubuh seperti shalat, puasa, dapat dikerjakan oleh orang-orang fakir dan orang-orang kaya.

4. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka pintu-pintu kebaikan bagi orang-orang miskin.

5. Amal shalih dalam hadits ini adalah sedekah, akan tetapi sedekah ini ada yang wajib dan ada yang sunnah, ada yang bermanfaat untuk orang lain dan ada yang bermanfaatnya hanya untuk diri sendiri.

6. Sebaik-sebaik sedekah yang dikerjakan seseorang untuk dirinya sendiri adalah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla .

7. Bahwa para Sahabat apabila mendapati suatu perkara yang musykil, maka mereka langsung bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

8. Menyertakan pendapat dengan dalil ketika menyebarkan ilmu, karena hal ini dapat membantu diterimanya kebenaran dan lebih dapat mengakar dalam hati orang yang telah terkena kewajiban. Oleh karena itu, para Ulama tidak boleh merasa sempit hati ketika mereka ditanya tentang dalil.

9. Luasnya rahmat Allah Azza wa Jalla dan banyaknya pintu-pintu kebaikan.

10. Islam adalah agama yang mudah.

11. Keutamaan orang kaya yang bersyukur dan bersedekah dan keutamaan orang miskin yang sabar dan mengharapkan pahala.

12. Orang kaya dan orang miskin sama-sama diperintahkan untuk mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang dilarang syari’at.

13. Keutamaan masyarakat para Sahabat yang sangat bersemangat untuk melakukan apa saja yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

14. Wajibnya amar ma’rรปf nahi munkar. Hukumnya fardhu kifรขyah.

15. Perkara adat dan hal-hal yang mubรขh bisa menjadi ketaatan dan ibadah apabila disertai niat yang benar.

16. Bergaul dan berbuat baik kepada istri termasuk amal-amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla .

17. Seorang jimรข’ (bersetubuh) dengan istrinya termasuk sedekah dan mendapat ganjaran.

18. Seorang suami menafkahi istri, anak, dan orang yang di bawah tanggungannya mendapatkan ganjaran yang besar.

19. Hadits ini menetapkan bolehnya qiyรขs.

20. Baiknya cara pengajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06-07/Tahun XIII/1430H/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

readmore almanhaj.or.id
Baca selengkapnya »
Nabi saja Murah senyum....mengapa kita tidak mengikutinya..??_

Nabi saja Murah senyum....mengapa kita tidak mengikutinya..??_

Nabi saja Murah senyum

ุญَุฏَّุซَู†َุง ู‚ُุชَูŠْุจَุฉُ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุงุจْู†ُ ู„َู‡ِูŠุนَุฉَ ุนَู†ْ ุนُุจَูŠْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุงู„ْู…ُุบِูŠุฑَุฉِ ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุงู„ْุญَุงุฑِุซِ ุจْู†ِ ุฌَุฒْุกٍ 
ู‚َุงู„َ ู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُ ุฃَุญَุฏًุง ุฃَูƒْุซَุฑَ ุชَุจَุณُّู…ًุง ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุฃَุจُูˆ ุนِูŠุณَู‰ ู‡َุฐَุง ุญَุฏِูŠุซٌ ุญَุณَู†ٌ ุบَุฑِูŠุจٌ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah dari 'Ubaidullah bin Al Mughirah dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i dia berkata;

"Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."

Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib."

HR. Tirmidzi No 3574
Wassalamualaikum wr wb
Baca selengkapnya »
Maka Bergembiralah dengan Surga

Maka Bergembiralah dengan Surga

Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama berikut :

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ : ุฃَุชَู‰ ู†َูَุฑٌ ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุจَุงุฏِูŠَุฉِ ุฅِู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„ُูˆุง : ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ุฅِู†َّ ุฃَู‡ْู„َ ู‚ُุฑุงู† ุฒَุนَู…ُูˆุง ุฃَู†َّู‡ُ ู„ุง ูŠَู†ْูَุนُ ุนَู…َู„ٌ ุฏُูˆู†َ ุงู„ْู‡ِุฌْุฑَุฉِ ูˆَุงู„ْุฌِู‡َุงุฏِ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ، ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : " ุญَูŠْุซُู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ูَุฃَุญْุณَู†ْุชُู…ْ ุนِุจَุงุฏَุฉَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุฃَุจْุดِุฑُูˆุง ุจِุงู„ْุฌَู†َّุฉِ "
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata : "Sekelompok orang dari Arab Badui mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka berkata, 'Ya Rasulullah, Sesungguhnya ahli Qur'an berpendapat bahwasanya amalan tidak bermanfaat tanpa hijrah dan jihad di jalan Allah.'

Maka Bergembiralah dengan Surga

Mendengar hal tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

" ุญَูŠْุซُู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ูَุฃَุญْุณَู†ْุชُู…ْ ุนِุจَุงุฏَุฉَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุฃَุจْุดِุฑُูˆุง ุจِุงู„ْุฌَู†َّุฉِ"
'Dimana saja kamu berada lalu berbuat baik dalam rangka beribadah kepada Allah maka bergembiralah dengan Surga'"

[HR. Ad-Daulabi rahimahullahu dalam al-Kuna 1/179-180. Berkata Syaikh Al Albani rahimahullah : Dan ini isnad yang hasan, selengkapnya lihat di Ash-Shahiihah no. 3146]

Demikian dapat disampaikan. Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad

Kumpulan Hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar
Baca selengkapnya »
Surga dan Neraka pun Berdoa..

Surga dan Neraka pun Berdoa..

Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah, amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari apa yang tersebut di bawah ini :

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ- ู‚َุงู„َ، ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ -ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ- ู…َู†ْ ุณَุฃَู„َ ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ุซَู„َุงุซَ ู…َุฑَّุงุชٍ ู‚َุงู„َุชِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉُ ุงู„ู„ู‡ู… ุฃَุฏْุฎِู„ْู‡ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูˆَู…َู†ْ ุงุณْุชَุฌَุงุฑَ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ ุซَู„َุงุซَ ู…َุฑَّุงุชٍ ู‚َุงู„َุชِ ุงู„ู†َّุงุฑُ ุงู„ู„ู‡ู… ุฃَุฌِุฑْู‡ُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†َّุงุฑِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama telah bersabda : "Barangsiapa yang meminta Surga kepada Allah sebanyak tiga kali maka Surga berkata, 'Ya Allah masukkan hamba-Mu itu ke dalam Surga'. Dan barangsiapa yang memohon perlindungan kepada Allah dari Neraka sebanyak tiga kali maka Neraka berkata, 'Ya Allah lindungilah hamba-Mu itu dari Neraka'."

[HR. An-Nasaa-i rahimahullahu dalam sunannya 8/674 no. 5536, Maktabah Syamilah. Hadits dengan lafazh ini dinilai Shahih oleh Syaikh Al Albani rahimahullahu dalam Shahih wa Dha’if Sunan an-Nasaa-i no. 5521, Shahih al-Jaami’ no. 6275, dan Shahih at-Targib wat Tarhib 3/242 no. 3654, Maktabah Syamilah]

Surga dan Neraka pun Berdoa

Saudaraku seislam yang saya cintai, sungguh hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama tersebut mengandung berbagai pelajaran penting yang bemanfaat untuk kita, di antaranya adalah :

1. Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa Surga dan Neraka telah Allah ciptakan.

2. Hadits yang mulia ini menunjukkan sifat ke-Mahakuasaan Allah Ta’aala. Dia telah memberikan kemampuan kepada Surga dan Neraka untuk berdoa dan berbicara kepada-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

3. Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berdoa hanya kepada Allah semata untuk memohon Surga dan berlindung dari Neraka sebanyak tiga kali. Oleh karena itu, janganlah kita lalai untuk berdoa memohon Surga dan berlindung dari Neraka. Di antaranya berdoa dengan lafazh berikut :

ุงู„ู„ู‡ู… ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูˆَุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ
Allaahumma innii as-alukal jannata wa a’uudzu bika minan-naar

Ya Allah sungguh aku meminta Surga kepada-Mu dan sungguh aku berlindung pula kepada-Mu dari Neraka [Lafazh doa ini diambil dari shahih wa dha’if Abi Dawud 2/292 no. 792, Maktabah Syamilah]

Demikian dapat disampaikan.

Semoga Allah menjadikan penulis, pembaca dan siapa pun yang mendapatkan manfaat dari tulisan ini sebagai penghuni Surga-Nya kelak, aamiin.

Wa shallallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

๐Ÿ“š Kumpulan hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar
Baca selengkapnya »
Shalatlah laksana engkau akan berpisah

Shalatlah laksana engkau akan berpisah

Shalat laksana akan berpisah, menjaga ucapan dan Tidak membutuhkan apa yang ada di tangan manusia.

Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba'du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari salah satu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallama berikut :

Shalatlah laksana engkau akan berpisah

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, beliau berkata,

ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„ูŠْู‡ِ ูˆุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„َ : ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„ِّู…ْู†ِูŠ ูˆَุฃَูˆْุฌِุฒْ ู‚َุงู„َ ุฅِุฐَุง ู‚ُู…ْุชَ ูِูŠ ุตَู„ุงَุชِูƒَ ูَุตَู„ِّ ุตَู„ุงَุฉَ ู…ُูˆَุฏِّุนٍ ูˆَู„ุงَ ุชَูƒَู„َّู…ْ ุจِูƒَู„ุงَู…ٍ ุชَุนْุชَุฐِุฑُ ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَุฃَุฌْู…ِุนِ ุงู„ْูŠَุฃْุณَ ุนَู…َّุง ูِูŠ ุฃَูŠْุฏِูŠ ุงู„ู†َّุงุณِ
"Datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallama lalu berkata: "Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku dan persingkatlah!" Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallama bersabda: "Apabila engkau shalat, maka shalatlah seperti shalatnya orang yang mau berpisah (meninggal dunia); dan janganlah engkau mengucapkan suatu perkataan yang mengakibatkan engkau meminta maaf; dan kumpulkan rasa putus asamu atas apa-apa yang ada ditangan manusia (yakni janganlah engkau menginginkan apa yang ada di tangan-tangan manusia)".

[HR. Ibnu Majah rahimahullahu Dishahihkan Syaikh Al Albani rahimahullahu dalam Shahih al-Jaami' no. 742]

Demikian dapat disampaikan.

Wa shallallahu wa sallama 'alaa Nabiyyinaa Muhammad

Kumpulan Hadits-hadits Pilihan Ibnu Mukhtar
Baca selengkapnya »
Amalan Anak Sholeh Menjadi Shodaqoh Jariah kepada Orang Tuanya

Amalan Anak Sholeh Menjadi Shodaqoh Jariah kepada Orang Tuanya

Yasarah bin shafwan menceritakan kepada kami, ia berkata : muhammad bin muslim menceritakan kepada kami dari amr, dari ikrimah :

ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ، ุงู† ุฑุฌู„ุง ู‚ุงู„ : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡، ุงู† ุฃู…ูŠ ุชูˆููŠุช ูˆู„ู… ุชูˆุต، ุงููŠู†ูุนู‡ุงุงู† ุชุตุฏู‚ ุนู†ู‡ุง؟ ู‚ุงู„ : ู†ุนู…
"Dari ibnu abbas bahwa ia berkata : "seseorang bertanya kepada rasulullah, "wahai rasulullah, ibuku telah meninggal dan belum berwasiat, apakah ada manfaat baginya jika aku bershodaqoh untuknya? Rasulullah menjawab : "ya"

Amalan Anak Sholeh

Faidah yang Diambil :

1. Hadits ini merupakan dalil dibolehkannya bershodaqoh atas nama mayyit dan itu bermanfaat baginya

2. Pahala shodaqoh akan sampai kepada si mayyit

3. Shodaqoh dan jariyah anak kepada orang tuanya yg telah meninggal akan terus mengalir dan sampai kepada kedua orang tuanya

Kitab : KITABUL AL-ADAB AL-MUFRAD
Karya : Al-Imam Al-Bukhary

ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู….. ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…...
ุณุจุญุงู†ูƒ ุงู„ู„ู‡ู… ูˆุจุญู…ุฏูƒ ุงุดู‡ุฏ ุงู† ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุงุงู†ุช ุงุณุชุบูุฑูƒ ูˆุงุชูˆุจ ุงู„ูŠูƒ...

Silahkan share kepada teman dan kerabat saudara anda. Semoga bisa mengambilkan kebaikan dan mafaatnya..
Baca selengkapnya »
KENAPA CELANA LELAKI HARUS DIATAS MATA KAKIโ€‹ ?

KENAPA CELANA LELAKI HARUS DIATAS MATA KAKI​ ?

1. ​Karena mengangkat celana sampai atas mata kaki adalah perintah Nabi -shollallohu alaihi wa sallam-.​

ุนَู† ุนَู…ุฑูˆ ุจู† ุงู„ุดَّุฑِูŠุฏ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุฃَุจْุนَุฏَ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฑَุฌُู„ุงً ูŠَุฌُุฑُّ ุฅِุฒَุงุฑَู‡ُ ูَุฃَุณْุฑَุนَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَูˆْ ู‡َุฑْู‡َูˆَู„َ ูَู‚َุงู„َ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ​«ุฅِุฑْูَุนْ ุฅِุฒَุงุฑَูƒَ ูˆَุงุชَّู‚ِ ุงู„ู„ู‡َ»​ ู‚َุงู„َ: ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุญْู†َูُ ุชَุตْุทَูƒُ ุฑُูƒْุจَุชَุงูŠَ ูَู‚َุงู„َ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ​«ุฅِุฑْูَุนْ ุฅِุฒَุงุฑَูƒَ ูَุฅِู†َّ ูƒُู„َّ ุฎَู„ْู‚ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุญَุณَู†ٌ»​ ูَู…َุง ุฑُุคِูŠَ ุงู„ุฑُّุฌُู„ُ ุจَุนْุฏُ ุฅِู„ุงَّ ุฅِุฒَุงุฑَู‡ُ ู†َุตِูŠْุจٌ ุฃَู†ْุตَุงูِ ุณَุงู‚َูŠْู‡ِ ุฃَูˆْ ุฅِู„َู‰ ุฃَู†ْุตَุงูِ ุณَุงู‚َูŠْู‡ِ.
Dari ‘Amr bin Asy-Syarid; ia berkata: Rosululloh -shollallohu alaihi wa sallam- melihat seseorang dari jauh, sedangkan orang tersebut menyeret sarungnya, maka beliau bersegera ke sana atau berkata dan berkata: ​​“Angkatlah kainmu dan bertaqwalah kepada Alloh.”​​ Orang tersebut menjawab: ​​“kakiku bengkak dan saling beradu dengan kedua dengkulku.”​​ Nabi menjawab: ​​“Angkatlah kainmu, sesungguhnya semua ciptaan Alloh adalah baik.”​​ Maka orang tersebut tidak pernah terlihat sejak itu kecuali kainnya separuh kedua betisnya.”

[HR. Ahmad (no.19364) Al-Humaidi (no.810) Ath-Thobroni (no.7240) dan berkata Syaikh Al-Albani rohimahulloh: “sanadnya shohih, periwayatnya periwayat tsiqoh dan ini atas syarat syaikhoin..” Ash-Shohihah (no.1441)]

2. ​Karena mengangkat celana sampai atas mata kaki adalah cara berpakainnya seorang mu’min.​

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ุณَุนِูŠْุฏٍ ุงู„ุฎُุฏْุฑِูŠّ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚َุงู„َ: ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆْู„ُ: ​«ุฅِุฒْุฑَุฉُ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِ ุฅِู„َู‰ ุฃَู†ْุตَุงูِ ุณَุงู‚َูŠْู‡ِ، ู„ุงَุฌُู†َุงุญَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ูƒَุนْุจَูŠْู†ِ، ูˆَู…َุง ุฃَุณْูَู„َ ู…ِู†َ ุงู„ูƒَุนْุจَูŠْู†ِ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ»​. ูŠَู‚ُูˆْู„ُ ุซَู„ุงَุซًุง: ​«ู„ุงَ ูŠَู†ْุธُุฑُ ุงู„ู„ู‡ُ ุฅِู„َู‰ ู…َู†ْ ุฌَุฑَّ ุฅِุฒَุงุฑَู‡ُ ุจَุทَุฑًุง»​
Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyaAllohu ‘anhu ia berkata; aku mendengar Rosululloh -shollallohu alaihi wa sallam- bersabda: ​​“Sarungnya seorang mu’min sampai setengah dari kedua betisnya, tidak ada dosa baginya apabila diantara betis dan diantara kedua mata kakinya, dan apa-apa yang di bawah dari kedua mata kaki di neraka.”​​ Beliau mengucapkannya tiga kali: ​​“Alloh tidak akan melihat kepada siapa saja yang menurunkan kainnya dengan sombong.”​​

[HR. Ibnu Majah (no.3573) Abu Dawud (no.4093) Ahmad (no.10627) Malik (no.1642) Ath-Thoyalisi (no.2228) Ibnu Hibban (no.5446)]

3. ​Karena Alloh tidak menyukai orang-orang yang musbil.​


ุนَู†ِ ุงู„ู…ُุบِูŠْุฑَุฉَ ุจْู†ِ ุดُุนْุจَุฉٍ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚َุงู„َ: ุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَุฎَุฐَ ุจِุญَุฌْุฒَุฉٍ ุณُูْูŠَุงู† ุจْู† ุฃَุจِูŠ ุณَู‡ْู„ٍ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَู‚ُูˆْู„ُ: ​«ูŠَุง ุณُูْูŠَุงู† ุจْู†ِ ุฃَุจِูŠ ุณَู‡ْู„ٍ ู„ุงَ ุชُุณْุจِู„ْ ุฅِุฒَุงุฑَูƒَ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ู„ุงَ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ู…ُุณْุจِู„ِูŠْู†َ»​
Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah rodhiyaAllohu anhu ia berkata; aku melihat Nabi -shollallohu alaihi wa sallam- memegang ikat pinggang Sufyan bin Abi Sahl dan beliau -shollallohu alaihi wa sallam- bersabda: ​​“Wahai Sufyan bin Abi Sahl, janganlah kamu melakukan musbil sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat musbil.”​​

[HR. Ibnu Majah (no.3574) Ahmad (no.18069) Ibnu Abi Syaibah (8/207) Ibnu Hibban (no.1449) berkata Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawa’id: periwayatnya tsiqoh]

4. ​Karena Rosululloh -shollallohu alaihi wa sallam- melarang kita untuk isbal.​

ุนَู†ْ ุฌَุงุจِุฑ ุจْู†ِ ุณُู„َูŠْู… ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ ​«..ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ูˆَุฅِุณْุจَุงู„َ ุงู„ุฅِุฒَุงุฑِ ูَุฅِู†َّู‡َุง ู…ِู†َ ุงู„ู…َุฎِูŠْู„َุฉِ، ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ู„ุงَ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ู…َุฎِูŠْู„َุฉَ.»​
Dari Jabir bin Sulaim rodhiyaAllohu anhu; bahwasanya Rosululloh -shollallohu alaihi wa sallam- bersabda kepadanya: ​​“Jauhilah dirimu dari isbal, karena itu termasuk dari kesombongan, dan Alloh tidak menyukai kesombongan.”​​

[HR. Abu Dawud (no.4084) At-Tirmidzi (no.2722) An-Nasa’i dalam ‘Amal Yaumi wa Lailah” (no.318) An-Nasa’i dalam “Al-Kubro” (no.9696) Ahmad (no.16569) lihat Ash-Shohihah (no.1403) dan hadits dalam riwayat Ahmad (Juz.5/hal.64) dishohihkan Syaikh Muqbil –rohimahulloh- dalam Ash-Shohihul Musnad (no.1490) dari seorang dari Balhujaim]

CELANA LELAKI HARUS DIATAS MATA KAKI

5. ​Karena kainnya pakainnya Nabi -shollallohu alaihi wa sallam- adalah setengah betisnya.​


ุนَู†ِ ุงู„ุฃَุดْุนَุซ ุจْู†ِ ุณُู„َูŠْู… ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุณَู…ِุนْุชُ ุนَู…َّุชِูŠ ุชُุญَุฏِّุซُ ุนَู†ْ ุนَู…ِّู‡َุง ู‚َุงู„َ: ​«...ุฅِุฒَุงุฑَู‡ُ ุฅِู„َู‰ ู†ِุตْูِ ุณَุงู‚َูŠْู‡ِ»​
Dari Al-Asy’ats bin Sulaim; aku mendengar pamanku; menceritakan dari pamannya berkata: ​​“sarungnya sampai kepada kedua betisnya.”​​

[HR. Ahmad (no.22980) At-Tirmidzi dalam Syama’il (no.97) dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani –rohimahulloh- dalam “Mukhtashor Syama’il Muhammadiyah” (hal.69)]

ุนَู†ْ ุนُุจَูŠْุฏِ ุจْู†ِ ุฎَู„َูٍ ู‚َุงู„َ: ู‚َุฏِู…ْุชُ ุงู„ู…َุฏِูŠْู†َุฉَ ูˆَุฃَู†َุง ุดَุงุจٌ ู…ُุชَุฃَุฒِّุฑٌ ุจِุจُุฑْุฏَุฉٍ ู„ِูŠ ู…ُู„ْุญَุงุก ุฃَุฌْุฑู‡َุง ูَุฃَุฏْุฑَูƒَู†ِูŠْ ุฑَุฌُู„ٌ ูَุบَู…َุฒَู†ِูŠ ุจِู…ِุฎْุตَุฑَุฉٍ ู…َุนَู‡ُ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ: ​«ุฃَู…َّุง ู„َูˆْ ุฑَูَุนْุชَ ุซَูˆْุจَูƒَ ูƒَุงู†َ ุฃَุจْู‚َู‰ ูˆَุฃَู†ْู‚َู‰»​ ูَู„ْุชَูَุชُّ ูَุฅِุฐَุง ู‡ُูˆَ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ: ู‚ُู„ْุชُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู†َّู…َุง ู‡ِูŠَ ุจُุฑْุฏَุฉٌ ู…ُู„ْุญَุงุก، ู‚َุงู„َ: ​«ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ุจُุฑْุฏَุฉ ู…ُู„ْุญَุงุก ุฃَู…َّุง ู„َูƒَ ูِูŠ ุฃُุณْูˆَุชِูŠ»​ ูَู†َุธَุฑْุชُ ุฅِู„َู‰ ุฅِุฒَุงุฑَู‡ُ ูَุฅِุฐَุง ูَูˆْู‚َ ุงู„ูƒَุนْุจَูŠْู†ِ ูˆَุชَุญْุชَ ุนَุถْู„َุฉ»
Dari ‘Ubaid bin Kholaf berkata: aku datang ke kota dan dalam keadaan saya muda memakai kain serta memakai burdah (jubah luar) yang sampai menyeret (tanah), maka aku mendapati seseorang yang memegangku dengan dengan jari telunjuknya seraya berkata: ​“tidakkah engkau angkat pakainmu, karena sesungguhnya itu lebih baik dan lebih bersih.”​ Maka aku pun menoleh dan di dapati bahwasanya itu Rosululloh -shollallohu alaihi wa sallam-. Maka aku mengatakan: wahai Rosululloh, ini hanya burdah yang bergaris putih dan hitam.” Maka beliau berkata: ​“Apakah engkau tidak melihat aku sebagai contoh?”​ kemudian aku melihatnya: ​“ternyata kainnya adalah di atas kedua kaki dan bawah dengkulnya.”​

[HR. Ahmad (no.22981) dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam “Mukhtashor Syama’il Muhammadiyah” (no.97)]

6. Isbal sebab adzab neraka.


ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : *«ู…َุง ุฃَุณْูَู„َ ู…ِู†َ ุงู„ูƒَุนْุจَูŠْู†ِ ู…ِู†َ ุงู„ุฅِุฒَุงุฑِ ูَูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ»
Dari Abu Huroiroh rodhiyaAllohu ‘anhu dia berkata, Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apa-apa yang dibawah kedua mata kaki dari sarung (atau kain) maka tempatnya adalah dineraka.”

[HR. Al-Bukhori (no.5787) An-Nasa’i (no.5346) ‘Abdurrozzaq (no.19987) Al-Baghowi (no.3081) Ibnu Abi Syaibah (no.4871) Abu Nu’aim (7/192) Al-Baihaqi (2/244)]

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ๏ทบ «ูƒُู„ُّ ุดَูŠْุกٍ ุฌَุงูˆَุฒَ ุงู„ูƒَุนْุจَูŠْู†ِ ู…ِู†َ ุงู„ุฅِุฒَุงุฑِ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ»
Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyaAllohu ‘anhuma ia berkata; bersabda Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam: “Segala sesuatu yang melewati kedua mata kaki dari kain, dineraka.”

[HR. Ath-Thobroni (3/138) berkata Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Ash-Shohihah (no.2037): Sanadnya lemah dikarenakan Al-Yaman (dia bin Al-Mugiroh), berkata Al-Hafidz rohimahulloh: “Dho’if” (lemah). Dan berkata Al-Haitsami rohimahulloh (5/124): Al-Yaman lemah menurut jumhur, dan berkata Ibnu ‘Adi :: tidak mengapa. Aku katakan (Syaikh Al-Albani rohimahulloh): dan hadits ini shohih, karena hadits ini mempunyai syawahid (penguat) yang banyak..(selesai)]

7. Karena mengangkat celana sampai atas mata kaki adalah cara berpakainnya yang dipraktekkan oleh shohabat Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam.

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนُู…َุฑَ ู‚َุงู„َ: ู…َุฑَุฑْุชُ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَูِูŠ ุฅِุฒَุงุฑِูŠ ุงุณْุชِุฑْุฎَุงุกٌ، ูَู‚َุงู„َ: «ูŠَุง ุนَุจْุฏَ ุงู„ู„ู‡ِ، ุงุฑْูَุนْ ุฅِุฒَุงุฑَูƒَ» ูَุฑَูَุนْุชُู‡ُ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ: «ุฒِุฏْ» ูَุฒِุฏْุชُ ูَู…َุง ุฒِู„ْุชُ ุฃَุชَุญَุฑَّุงู‡َุง ุจَุนْุฏُ. ูَู‚َุงู„َ ุจَุนْุถُ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ: ุฅِู„َู‰ ุฃَูŠْู†َ، ูَู‚َุงู„َ: «ุฃَู†ْุตَุงูِ ุงู„ุณَّุงู‚َูŠْู†ِ»
Dari Ibnu ‘Umar berkata: aku pernah bertemu dengan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan sarungku turun, beliau menegur: “Wahai ‘Abdulloh, angkatlah sarungmu.” Maka akupun mengangkat sarungku. Beliau berkata lagi: “Angkat lagi.” Akupun menambah lagi. Maka aku senantiasa menjaga hal tersebut setelahnya. Ada yang bertanya: sampai mana sarungnya? Maka ada yang menjawab: “Sampai setengah betis.”

[HR. Muslim (no.2086)]

Disusun: Fuad Hasan bin Mukiyi
Baca selengkapnya »
7 amalan yang terus mengalir setelah kematian

7 amalan yang terus mengalir setelah kematian

● ️ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ๏ทบ : (( ุณุจุนٌ ูŠَุฌุฑูŠ ู„ู„ุนุจุฏِ ุฃุฌุฑُู‡ُู†َّ ، ูˆ ู‡ูˆَ ููŠ ู‚َุจุฑِู‡ ุจุนุฏَ ู…ูˆุชِู‡ : ู…َู† ุนู„َّู…َ ุนู„ู…ًุง ، ุฃูˆ ุฃุฌุฑَู‰ ู†ู‡ุฑًุง ، ุฃูˆ ุญูَุฑ ุจِุฆุฑًุง ، ุฃูˆุบุฑَุณَ ู†ุฎู„ًุง ، ุฃูˆ ุจู†َู‰ ู…ุณุฌِุฏًุง ، ุฃูˆ ูˆุฑَّุซَ ู…ُุตุญูًุง ، ุฃูˆ ุชุฑَูƒَ ูˆู„ุฏًุง ูŠุณุชุบูِุฑُ ู„ู‡ُ ุจุนุฏ ู…ูˆุชِู‡ )) [ุญุณู†ู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน (3602)]
Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 7 hal yang mengalir pahalanya untuk seorang hamba, sedangkan ia berada di kubur setelah kematiannya, yaitu:

1⃣Seseorang yang mengajarkan ilmu
2⃣atau yang mengalirkan sungai
3⃣atau menggali sumur
4⃣atau menanam pohon kurma
5⃣atau membangun masjid
6⃣atau mewariskan mushaf
7⃣atau meninggalkan anak yang memintakan ampun untuknya setelah kematiannya.

Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami' 3602

7 amalan yang terus mengalir setelah kematian

Abul Hasan Aldy
https://t.me/MuliaDenganSunnah

♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
Baca selengkapnya »
Mengajarkan ilmu dengan ucapan dan perbuatan

Mengajarkan ilmu dengan ucapan dan perbuatan

ุนู† ู…ุงู„ูƒ ุจู† ุงู„ุญูˆูŠุฑุซ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„: ุฃุชูŠู†ุง ุงู„ู†ุจูŠ-ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูˆู†ุญู† ุดุจَุจَุฉ ู…ุชู‚ุงุฑุจูˆู†، ูุฃู‚ู…ู†ุง ุนู†ุฏู‡ ุนุดุฑูŠู† ูŠูˆู…ุง ูˆู„ูŠู„ุฉ، ูˆูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฑุญูŠู…ุงً ุฑููŠู‚ุงً، ูู„ู…ุง ุธู† ุฃู†ุง ู‚ุฏ ุงุดุชู‡ูŠู†ุง ุฃู‡ู„ู†ุง ุฃูˆ ู‚ุฏ ุงุดุชู‚ู†ุง ، ูุณุฃู„َู†َุง ุนู…ู† ุชุฑูƒู†ุง ู…ู† ุฃู‡ู„ู†ุง، ูุฃุฎุจุฑู†ุงู‡، ูู‚ุงู„ : ุงุฑุฌุนูˆุง ุฅู„ู‰ ุฃู‡ู„ูŠูƒู…، ูุฃู‚ูŠู…ูˆุง ููŠู‡ู…، ูˆุนู„ู…ูˆู‡ู… ูˆู…ุฑูˆู‡ู…، ูˆุตู„ูˆุง ูƒู…ุง ุฑุฃูŠุชู…ูˆู†ูŠ ุฃุตู„ูŠ، ูุฅุฐุง ุญุถุฑุช ุงู„ุตู„ุงุฉ ูู„ูŠุคุฐู† ู„ูƒู… ุฃุญุฏูƒู…، ูˆู„ูŠุคู…ูƒู… ุฃูƒุจุฑูƒู…
Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami pernah mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kami rata-rata pada waktu itu masih berusia muda. Kami tinggal di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selama 20 hari. Dan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam penyayang dan lemah lembut. 

Ketika beliau telah mengira bahwa kami telah merindukan keluarga kami, beliau pun bertanya kepada kami tentang keluarga kami dan kami pun mengabarkan kepada beliau. Beliau bersabda: Pulanglah kalian kepada keluarga kalian, tinggallah bersama mereka serta didiklah mereka dan perintahkan mereka. Beliau menyebutkan banyak hal, sebagian ada yang aku hafal dan sebagian lagi tidak aku hafal. 

(Beliau juga berkata) Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Apabila telah datang waktu shalat maka hendaknya ada salah seorang diantara kalian yang mengumandangkan adzan dan yang mengimami kalian adalah yang paling senior diantara kalian. 

(HR. Bukhari)

Mengajarkan ilmu dengan ucapan dan perbuatan

Penjelasan (Syaikh DR.Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan hafidzhullahu)[1] :

- Ucapan (kami mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Keutamaan melakukan perjalanan (safar) untuk menuntut ilmu agama.

2. Semangat untuk menuntut ilmu agama dari sumber yang tertinggi. Dan itu dengan bersungguh-sungguh belajar dari para ulama senior.

- Ucapan (Dan kami rata-rata masih berusia muda), di dalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Semangat para pemuda dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam -apalagi yang senior- dalam menimba ilmu agama.

- Ucapan (Kami tinggal di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selama 20 hari), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Ilmu itu membutuhkan keistiqomahan dalam mencarinya serta kesabaran dalam menggapainya. Yahya bin Abi Katsiir berkata: Ilmu tidak bisa digapai dengan bersantai-santai. (HR. Muslim)

2. Secara asal para penuntut ilmu agama itu tinggal di dekat seorang guru/ulama.

- Ucapan (Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam penyayang dan lemah lembut), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Keagungan akhlak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam serta kecintaan beliau kepada para penuntut ilmu agama. Allah berfirman:
ุจِูฑู„ูۡ…ُุคูۡ…ِู†ِูŠู†َ ุฑَุกُูˆูٌ۬ ุฑَّุญِูŠู…ٌ۬
Beliau amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At-Taubah : 128)

2. Kasih sayang seorang guru kepada murid-muridnya dan kelemah lembutan terhadap mereka. Dan sungguh beliau menekankan hal ini dalam wasiat beliau bagi para penuntut ilmu hadits. Dahulu Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepada mereka: Selamat datang bagi wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , dahulu Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam mewasiatkan kami (untuk memuliakan) kalian, yaitu para pencari hadist. (HR. Hakim)

- Ucapan (Ketika beliau telah mengira bahwa kami telah merindukan keluarga kami), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Kecerdasan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam .

2. Selayaknya bagi seorang guru untuk memperhatikan para muridnya serta menjaga perasaan mereka. Dan itu akan lebih menjadikan para murid menerima pengajarannya serta menanamkan cinta kepadanya dan mencontohnya.

- Ucapan (beliau pun bertanya kepada kami tentang keluarga kami dan kami pun mengabarkan kepada beliau), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Perhatian seorang guru kepada muridnya tidak hanya sebatas dalam masalah pengajaran. Bahkan mencakup segala keadaannya meskipun secara global. Ini akan semakin menambahkan kepada seorang murid kecintaan kepada gurunya dan menambahkan ilmu baginya.

- Ucapan (Pulanglah kalian kepada keluarga kalian), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Semangat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk memberikan hak segala sesuatu kepada yang berhak.

- Ucapan (tinggallah bersama mereka serta didiklah mereka dan perintahkan mereka), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik) :

1. Selayaknya bagi penuntut ilmu agama untuk memperhatikan pengajaran bagi keluarganya. Mereka adalah orang yang paling layak mendapatkan pengajaran tersebut karena itu hak mereka atasnya.

Imam Bukhari rahimahullahu berkata: Bab seseorang mengajari budak dan keluarganya. Kemudian beliau menyebutkan sanadnya kepada Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ada tiga golongan manusia yang mendapatkan dua pahala: “- Seorang ahli kitab yang beriman kepada Nabinya dan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam . – Seorang budak yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya. – Seseorang yang memiliki budak kemudian dia mendidiknya dengan sebaik-baiknya lalu dia memerdekakan budak tersebut dan menikahinya maka baginya dua pahala”.

Inti dari hadits di atas adalah ucapan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam “Seseorang yang memiliki budak kemudian dia mendidiknya”, apabila seseorang mendapatkan pahala atas pengajaran budaknya maka bagaimana kalau dia mengajari anak dan keluarganya?

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu tentang firman Allah:
ู‚ُูˆุٓงْ ุฃَู†ูُุณَูƒُู…ۡ ูˆَุฃَู‡ูۡ„ِูŠูƒُู…ۡ ู†َุงุฑًุ۬ง
Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS. At-Tahrim : 6)

Beliau berkata: Ajarkan keluargamu kebaikan. (HR. Hakim)

Imam Malik rahimahullahu berkata: Dahulu para salaf mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk mencintai Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma sebagaimana mereka mengajarkan surat Al-Qur’an. (Syarah Ushul I’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah oleh Al-Lalikai hal.1240)

Sa’id bin Al-Ash berkata: Apabila aku mengajarkan anakku Al-Qur’an dan menjelaskan kepada mereka kemudian aku menikahkannya maka aku telah melaksanakan kewajibanku. Dan tinggallah hakku atasnya. (Al-‘Iyal oleh Ibnu Abi Ad-Dunya 1/331).

- Ucapan (Shalatlah kalian sebagaimana kalian mereka aku shalat), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Mengajarkan ilmu dengan ucapan dan perbuatan.

- Ucapan (Apabila telah datang waktu shalat maka hendaknya ada salah seorang diantara kalian yang mengumandangkan adzan dan yang mengimami kalian adalah yang paling senior diantara kalian), didalamnya (ada pelajaran yang bisa dipetik):

1. Pentingnya ilmu bagi yang memilikinya. Ilmu sangat bermanfaat bagi pemiliknya ketika safar atau muqim, bersama keluarganya dan dalam segala keadaan.
—-------------------------------------------------------

[1] Diterjemahkan dari kitab Arba’uun Hadiitsan Fii At-Tarbiyah wa Al-Manhaj hadits keempat hal.14-16.

tulisan Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc
Baca selengkapnya »
Anda Ingin Selamat ? jauhi taklid buta

Anda Ingin Selamat ? jauhi taklid buta

ู„َุง ุชُู‚َู„ِّุฏْ ุฏِูŠْู†َูƒَ ุฃَุญَุฏุงً ู…ِู†ْ ู‡َุคُู„َุงุกِ، ู…َุง ุฌَุงุกَ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ؛ ูَุฎُุฐْ ุจِู‡ِ، ุซُู…َّ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠْู†َ ุจَุนْุฏُ؛ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ูِูŠْู‡ِ ู…ُุฎَูŠَّุฑٌ
“janganlah kamu taklid kepada siapapun dari mereka dalam urusan agamamu. Apa yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, itulah hendaknya yang kamu ambil. Adapun tentang tabi’in, setiap orang boleh memilihnya (menolak atau menerima).”

ุงَู„ْุงِุชِّุจَุงุนُ: ุฃَู†ْ ูŠَุชْุจَุนَ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ู…َุง ุฌَุงุกَ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุนَู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ، ุซُู…َّ ู‡ُูˆَ ู…َู†ْ ุจَุนْุฏَ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠْู†َ ู…ُุฎَูŠَّุฑٌ
“Yang disebut Ittiba’ yaitu mengikuti apa yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, sedangkan yang datang dari Tabi’in boleh dipilih.” (Masa’il Imam Ahmad, 276-277)

buta jalan

ุฑَุฃْูŠُ ุงู„ุฃَูˆْุฒَุงุนِูŠ، ูˆَุฑَุฃْูŠُ ู…َุงู„ِูƒ، ูˆَุฑَุฃْูŠُ ุฃَุจِูŠ ุญَู†ِูŠْูَุฉ؛ ูƒُู„ُّู‡ُ ุฑَุฃْูŠٌ، ูˆَู‡ُูˆَ ุนِู†ْุฏِูŠ ุณَูˆَุงุกٌ، ูˆَุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْุญُุฌَّุฉُ ูِูŠ ุงู„ْุขุซَุงุฑِ
“Pendapat Al-Auza’i, Malik, dan Abu Hanifah adalah ra’yu. Bagi saya, semua ra’yu sama saja, tetapi yang menjadi hujjah agama adalah yang ada pada atsar (hadits).” (Al-Jami’, Ibnu Abdil Barr, 2/149)

ู…َู†ْ ุฑَุฏَّ ุญَุฏِูŠْุซَ ุฑَุณُูˆْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ؛ ูَู‡ُูˆَ ุนَู„َู‰ ุดَูَุง ู‡َู„َูƒَุฉٍ
“Barangsiapa menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia sedang berada di tepi kehancuran.” (Ibnul Jauzi, 182)

Selain pernyataan para imam mazhab yang empat di atas, ada banyak sekali imbauan dan nasehat dari para Ulama murid-murid mereka hingga era kontemporer untuk menjauhi taklid buta dan untuk tidak menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.Wallahu a’lam. [Shodiq/dakwah.id]
Baca selengkapnya »
Pahala shalat jamaah 27 derajat lebih banyak dari shalat sendiri ?

Pahala shalat jamaah 27 derajat lebih banyak dari shalat sendiri ?

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasallam- bersabda "Shalat seseorang berjamaah lebih banyak pahalanya sebanyak 20 sekian derajat daripada shalatnya dirumah atau di pasar. Hal ini karna ia berwudhu dengan sempurna kemudian tidak ada yang membuatnya ke masjid kecuali shalat, maka setiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapus satu dosa. Saat di dalam masjid ia dianggap melaksanakan shalat selagi ia menunggu shalat didirikan. Para malaikat akan berdoa untuknya "Ya Allah rahmatilah ia, ampunilah dosanya dan terimalah taubatnya, hal itu ia dapatkan selama ia tidak melakukan keburukan dan tidak berhadas" (Hr. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist lain yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dinyatakan pahala shalat berjamaah 25 kali atau 27 lebih besar daripada shalat sendiri, dan hadist tersebut sudah masyhur bagi umat Islam.
Pahala shalat jamaah 27 derajat

Apakah memperoleh 25 atau 27 pahala itu sekedar shalat jamaah di masjid?

Diantara pelajaran yang kami peroleh dari daurah syarah kitab Riyadhus Shalihin bab Ikhlas pada hadist ke 10 di STAI As Sunnah Medan yang dijelaskan oleh Syaikh Dr. Sulthan bin Abdullah Al habdan -Hafizhahullah- yaitu hal yang berkaitan dengan pahala shalat jamaah:

1. Pahala 25 (27) derajat didapat apa bila berwudhu' dirumah kemudian pergi ke masjid, sebgaimana dalam hadist. Jika berwudhu di masjid, dari konteks hadist ia tidak mendapatkan 25 derajat.

2. Niatnya keluar rumah semata-mata hanya untuk shalat jamaah di masjid, jika dia berniat untuk mengunjungi saudaranya yang rumahnya sebelum masjid atau membeli sesuatu sebelum shalat kemudian ia ke masjid karna masuk waktu shalat maka dia tidak memperoleh pahala 25 atau 27 derajat tersebut.

Syaikh Al Utsaimin juga menyatakan hal yang sama "jika ia keluar dengan niat awal ke tokonya kemudian ia ke masjid untuk shalat maka ia tidak mendapatkan pahala itu dan mudah-mudahan ia mendapatkan pahala dihitung dari tokonya tersebut selagi berangkat menuju masjid dalam keadaan suci" (Syaikh Al Utsaimin : Syarhu riyadhus shalihin : 74)

Dari penjelasan diatas jelaslah bagi kita, bahwa diantara syarat terpenting mendapatkan pahala 27 kali lipat adalah niat yang ikhlas untuk shala menuju masjid dan berwudhu dengan sempurna dari rumah.

Wallahu A'lam bisshawab.

(Rail / al munir : ...)
Baca selengkapnya »
Mewaspadai Hadist Palsu Seputar Bulan Rajab

Mewaspadai Hadist Palsu Seputar Bulan Rajab

Sekarang marak beredar broadcast tentang Hadits Palsu seputar bulan Rajab. Entah broadcast dari bbm, line, whatsapp, sms, ataupun media sosial yang lainnya. Isi dari broadcast tersebut misalnya seperti ini :

Hadist pertama :

Rasullullah bersabda “Barangsiapa yang memberitahukan berita 1 Rajab kepada yang lain, maka haram api neraka baginya”.

Hadits yang disebutkan di atas adalah hadits palsu, sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaukani di Al-Fawaid Al-Majmu’ah, hlm. 215.

Hadist kedua :

“Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang agung, barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan itu, maka Allah tuliskan untuknya (pahala) puasa seribu tahun.”

(Hadis palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:206–207, Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ujbi, Hal. 26, As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 101, As Suyuthi dalam Al Lali’ Al Mashnu’ah, 2:115)

Hadist ketiga :

“Barangsiapa yang shalat pada malam pertengahan bulan Rajab, sebanyak 14 rakaat, setiap rakaat membaca Al Fatihah sekali dan surat Al Ikhlas 20 kali'”

Hadist diatas maudhu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:126, Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ujbi, Hal. 25, As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 50

Hadist keempat :

“Barangsiapa yang shalat pada malam pertengahan bulan Rajab, sebanyak 14 rakaat, setiap rakaat membaca Al Fatihah sekali dan surat Al Ikhlas 20 kali”

(Hadis maudhu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:126, Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ujbi, Hal. 25, As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 50)

Hadist kelima :

“Keutamaan Rajab dibanding bulan yang lain, seperti keutamaan Alquran dibanding dzikir yang lain.”

Ibnu Hajar mengatakan, “Perawi hadis ini ada yang bernama As Saqats, dia dikenal sebagai pemalsu hadis”

Mewaspadai Hadist Palsu Seputar Bulan Rajab

Diharamkan Menyebarkan Hadist Palsu

Masih ada belasan hingga puluhan hadist palsu yang beredar dikalangan umat Islam. Semoga kita pandai memilah sebelum menyebarkannya kepada orang lain agar tidak berdosa. Dan mengkonfirmasi balik jika sudah terlanjur menyebarkan hadist palsu.

Maka Berhati-hatilah menyebarkan hadits palsu karena yang menyebarkannya akan mendapatkan dosa dusta dan menyebabkan masuk neraka sebagaimana dalam hadits yang shahih berikut ini :

ุนَู†ْ ุงู„ْู…ُุบِูŠْุฑَุฉِ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู†َّ ูƒَุฐِุจุงً ุนَู„َูŠَّ ู„َูŠْุณَ ูƒَูƒَุฐِุจٍ ุนَู„َู‰ ุฃَุญَุฏٍ ูَู…َู†ْ ูƒَุฐَุจَ ุนَู„َูŠَّ ู…ُุชَุนَู…ِّุฏุงً ูَู„ْูŠَุชَุจَูˆَّุฃْ ู…َู‚ْุนَุฏَู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ.
“Dari Mughirah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya berdusta atas (nama)ku tidaklah sama seperti berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendak-lah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.” [HR. Al-Bukhari (no. 1291) dan Muslim (I/10)]

Marilah sama-sama kita memelihara kemuliaan bulan Rajab. Jangan sampai kemuliaan bulan Rajab sebagai salah satu bulan mulia telah dicemari dengan pengagungan yang bersumberkan kepada riwayat/hadits palsu.

Baca selengkapnya »
Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab

Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab

Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu.

Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu.

Allah juga mengkhususkan hari Jum’at dalam sepekan untuk berkumpul shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat.

Ibnul Qayyim menerangkan dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad,[1] bahwa Jum’at mempunyai lebih dari tiga puluh keutamaan, kendatipun demikian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengkhususkan ibadah pada malam Jum’at atau puasa pada hari Jum’at, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ: ู„ุงَ ุชَุฎُุตُّูˆْุง ู„َูŠْู„َุฉَ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุจِู‚ِูŠَุงู…ٍ ู…ِู†ْ ุจَูŠْู†ِ ุงู„ู„َّูŠَุงู„ِูŠْ، ูˆَู„ุงَ ุชَุฎُุตُّูˆْุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุฌُู…ُุนَุฉِ ุจِุตِูŠَุงู…ٍ ู…ِู†ْ ุจَูŠْู†ِ ุงْู„ุฃَูŠุงَّู…ِ، ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆْู†َ ูِูŠْ ุตَูˆْู…ٍ ูŠَุตُูˆْู…ُู‡ُ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at untuk beribadah dari malam-malam yang lain dan jangan pula kalian mengkhususkan puasa pada hari Jum’at dari hari-hari yang lainnya, kecuali bila bertepatan (hari Jum’at itu) dengan puasa yang biasa kalian berpuasa padanya.” [HR. Muslim (no. 1144 (148)) dan Ibnu Hibban (no. 3603), lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 980).]

Allah Yang Mahabijaksana telah mengutamakan sebagian waktu malam dan siang dengan menjanjikan terkabulnya do’a dan terpenuhinya permintaan. Demikian Allah mengutamakan tiga generasi pertama sesudah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka dianggap sebagai generasi terbaik apabila dibandingkan dengan generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Ada beberapa tempat dan masjid yang diutamakan oleh Allah dibandingkan tempat dan masjid lainnya. Semua hal tersebut kita ketahui berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan contoh yang benar.

Puasa Di Bulan Rajab

Adapun tentang bulan Rajab, keutamaannya dalam masalah shalat dan puasa padanya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya, semua haditsnya sangat lemah dan palsu. Oleh karena itu tidak boleh seorang Muslim mengutamakan dan melakukan ibadah yang khusus pada bulan Rajab.

Di bawah ini akan saya berikan contoh hadits-hadits palsu tentang keutamaan shalat dan puasa di bulan Rajab.

HADITS PERTAMA

ุฑَุฌَุจٌ ุดَู‡ْุฑُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุดَุนْุจَุงู†ُ ุดَู‡ْุฑِูŠْ ูˆَุฑَู…َุถَุงู†ُ ุดَู‡ْุฑُ ุฃُู…َّุชِูŠْ.
“Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku.

Keterangan: HADITS INI (ู…َูˆْุถُูˆْุนٌ) MAUDHU’

Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H): “Hadits ini maudhu’.” [Lihat Maudhu’atush Shaghani (I/61, no. 129)]

Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada lafazh:

ู„ุงَ ุชَุบْูُู„ُูˆْุง ุนَู†ْ ุฃَูˆَّู„ِ ุฌُู…ُุนَุฉٍ ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจٍ ูَุฅِู†َّู‡َุง ู„َูŠْู„َุฉٌ ุชُุณَู…ِّูŠْู‡َุง ุงู„ْู…َู„ุงَุฆِูƒَุฉُ ุงู„ุฑَّุบَุงุฆِุจَ…
“Janganlah kalian lalai dari (beribadah) pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab, karena malam itu Malaikat menamakannya Raghaa-ib…”

Keterangan: HADITS INI (ู…َูˆْุถُูˆْุนٌ) MAUDHU’

Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H): “Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Abdur Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Muhammad bin Sa’id al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin ‘Abdullah as-Shan’any, dari Humaid ath-Thawil dari Anas, secara marfu’. [Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if (no. 168-169)]

Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H): “Hadits ini palsu dan yang tertuduh memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata: “Rawi-rawi hadits tersebut adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab, tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka.” [Al-Maudhu’at (II/125), oleh Ibnul Jauzy]

Imam adz-Dzahaby berkata: “ ’Ali bin ‘Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan hadits.”

Kata para ulama lainnya: “Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat ar-Raghaa-ib.”

Periksa: Mizaanul I’tidal (III/142-143, no. 5879).

HADITS KEDUA

ูَุถْู„ُ ุดَู‡ْุฑِ ุฑَุฌَุจٍ ุนَู„َู‰ ุงู„ุดُّู‡ُูˆْุฑِ ูƒَูَุถْู„ِ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุนَู„َู‰ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…ِ ูˆَูَุถْู„ُ ุดَู‡ْุฑِ ุดَุนْุจَุงู†َ ูƒَูَุถْู„ِูŠ ุนَู„ู‰َ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุฃَู†ْุจِูŠَุงุกِ، ูˆَูَุถْู„ُ ุดَู‡ْุฑِ ุฑَู…َุถَุงู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ุดُّู‡ُูˆْุฑِ ูƒَูَุถْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„َู‰ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุนِุจَุงุฏِ.
“Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Qur-an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya’ban seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas semua hamba.”

Keterangan: HADITS INI (ู…َูˆْุถُูˆْุนٌ) MAUDHU’

Kata al Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany: “Hadits ini palsu.”
Lihat al-Mashnu’ fii Ma’rifatil Haditsil Maudhu’ (no. 206, hal. 128), oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky (wafat th. 1014 H).

HADITS KETIGA:

ู…َู†ْ ุตَู„َّู‰ ุงู„ْู…َุบْุฑِุจَ ุฃَูˆَّู„َ ู„َูŠْู„َุฉٍ ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจٍ ุซُู…َّ ุตَู„َّู‰ ุจَุนْุฏَู‡َุง ุนِุดْุฑِูŠْู†َ ุฑَูƒْุนَุฉٍ ูŠَู‚ْุฑَุฃُ ูِูŠْ ูƒُู„ِّ ุฑَูƒْุนَุฉٍ ุจِูَุงุชِุญَุฉِ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูˆَู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญَุฏُ ู…َุฑَّุฉً، ูˆَูŠُุณَู„ِّู…ُ ูِูŠْู‡ِู†َّ ุนَุดْุฑَ ุชَุณْู„ِูŠْู…َุงุชٍ، ุฃَุชَุฏْุฑُูˆْู†َ ู…َุง ุซَูˆَุงุจُู‡ُ ؟ ูَุฅِู†َّ ุงู„ุฑُّูˆْุญَ ุงْู„ุฃَู…ِูŠْู†َ ุฌِุจْุฑِูŠْู„ُ ุนَู„َّู…َู†ِูŠْ ุฐَู„ِูƒَ. ู‚ُู„ْู†َุง: ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ: ุญَูِุธَู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠْ ู†َูْุณِู‡ِ ูˆَู…َุงู„ِู‡ِ ูˆَุฃَู‡ْู„ِู‡ِ ูˆَูˆَู„َุฏِู‡ِ ูˆَุฃُุฌِูŠْุฑَ ู…ِู†ْ ุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูˆَุฌَุงุฒَ ุนَู„َู‰ ุงู„ุตِّุฑَุงุทِ ูƒَุงู„ْุจَุฑْู‚ِ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ ูˆَู„ุงَ ุนَุฐَุงุจٍ.
“Barangsiapa shalat Maghrib di malam pertama bulan Rajab, kemudian shalat sesudahnya dua puluh raka’at, setiap raka’at membaca al-Fatihah dan al-Ikhlash serta salam sepuluh kali. Kalian tahu ganjarannya? Sesungguhnya Jibril mengajarkan kepadaku demikian.” Kami berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui, dan berkata: ‘Allah akan pelihara dirinya, hartanya, keluarga dan anaknya serta diselamatkan dari adzab Qubur dan ia akan melewati as-Shirath seperti kilat tanpa dihisab, dan tidak disiksa.’”

Keterangan: HADITS INI (ู…َูˆْุถُูˆْุนٌ) MAUDHU’

Kata Ibnul Jauzi: “Hadits ini palsu dan kebanyakan rawi-rawinya adalah majhul (tidak dikenal biografinya).”

Lihat al-Maudhu’at Ibnul Jauzy (II/123), al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaadits Maudhu’at oleh as-Syaukany (no. 144) dan Tanziihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘anil Akhbaaris Syanii’ah al-Maudhu’at (II/89), oleh Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Araaq al-Kinani (wafat th. 963 H).

HADITS KEEMPAT

ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ูŠَูˆْู…ุงً ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจٍٍ ูˆَุตَู„َّู‰ ูِูŠْู‡ِ ุฃَุฑْุจَุนَ ุฑَูƒَุนَุงุชٍ ูŠَู‚ْุฑَุฃُ ูِูŠْ ุฃَูˆَّู„ِ ุฑَูƒْุนَุฉٍ ู…ِุงุฆَุฉَ ู…َุฑَّุฉٍِ ุขูŠَุฉَ ุงู„ْูƒُุฑْุณِูŠِّ ูˆَ ูِูŠ ุงู„ุฑَّูƒَุนَุฉِ ุงู„ุซَّุงู†ِูŠَุฉِ ู…ِุงุฆَุฉَ ู…َุฑَّุฉٍِ ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَุญَุฏ, ู„َู…ْ ูŠَู…ُุชْ ุญَุชَّู‰ ูŠَุฑَู‰ ู…َู‚ْุนَุฏَู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ุฃَูˆْ ูŠُุฑَู‰ ู„َู‡ُ.
“Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab dan shalat empat raka’at, di raka’at pertama baca ‘ayat Kursiy’ seratus kali dan di raka’at kedua baca ‘surat al-Ikhlas’ seratus kali, maka dia tidak mati hingga melihat tempatnya di Surga atau diperlihatkan kepadanya (sebelum ia mati).

Keterangan: HADITS INI (ู…َูˆْุถُูˆْุนٌ) MAUDHU’

Kata Ibnul Jauzy: “Hadits ini palsu, dan rawi-rawinya majhul serta seorang perawi yang bernama ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah perawi matruk menurut para Ahli Hadits.” [Al-Maudhu’at (II/123-124)]

Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah rawi yang lemah. [Lihat Taqriibut Tahdziib (I/663 no. 4518)]

HADITS KELIMA

ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ูŠَูˆْู…ุงً ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจٍ ุนَุฏَู„َ ุตِูŠَุงู…َ ุดَู‡ْุฑٍ
“Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan.”

Keterangan: HADITS INI (ุถَุนِูŠْูٌ ุฌِุฏًّุง) SANGAT LEMAH

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh dari Abu Dzarr secara marfu’.
Dalam sanad hadits ini ada perawi yang bernama al-Furaat bin as-Saa-ib, dia adalah seorang rawi yang matruk. [Lihat al-Fawaa-id al-Majmu’ah (no. 290)]

Kata Imam an-Nasa-i: “Furaat bin as-Saa-ib Matrukul hadits.” Dan kata Imam al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: “Para Ahli Hadits meninggalkannya, karena dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk kata Imam ad-Daraquthni.”

Lihat adh-Dhu’afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa-i (no. 512), al-Jarh wat Ta’dil (VII/80), Mizaanul I’tidal (III/341) dan Lisaanul Mizaan (IV/430).

HADITS KEENAM

ุฅِู†َّ ูِูŠ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู†َู‡ْุฑุงً ูŠُู‚َุงู„ُ ู„َู‡ُ ุฑَุฌَุจٌ ู…َุงุคُู‡ُ ุฃَุดَุฏُّ ุจَูŠَุงุถุงً ู…ِู†َ ุงู„ู„َّุจَู†ِ، ูˆَุฃَุญْู„َู‰ ู…ِู†َ ุงู„ุนَุณَู„ِ، ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจٍ ูŠَูˆْู…ุงً ูˆَุงุญِุฏุงً ุณَู‚َุงู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ู†َّู‡ْุฑِ
“Sesungguhnya di Surga ada sungai yang dinamakan ‘Rajab’ airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barangsiapa yang puasa satu hari pada bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai itu.”

Keterangan: HADITS INI (ุจَุงุทِู„ٌ) BATHIL

Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Dailamy (I/2/281) dan al-Ashbahany di dalam kitab at-Targhib (I-II/224) dari jalan Mansyur bin Yazid al-Asadiy telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Imran, ia berkata: “Aku mendengar Anas bin Malik berkata, …”

Imam adz-Dzahaby berkata: “Mansyur bin Yazid al-Asadiy meriwayatkan darinya, Muhammad al-Mughirah tentang keutamaan bulan Rajab. Mansyur bin Yazid adalah rawi yang tidak dikenal dan khabar (hadits) ini adalah bathil.” [Lihat Mizaanul I’tidal (IV/ 189)]

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: “Musa bin ‘Imraan adalah majhul dan aku tidak mengenalnya.”

Lihat Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (no. 1898).

HADITS KETUJUH

ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ุซَู„ุงَุซَุฉَ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจَ ูƒُุชِุจَ ู„َู‡ُ ุตِูŠَุงู…ُ ุดَู‡ْุฑٍ ูˆَู…َู†ْ ุตَุงู…َ ุณَุจْุนَุฉَ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจَ ุฃَุบْู„َู‚َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุณَุจْุนَุฉَ ุฃَุจْูˆَุงุจٍ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَู…َู†ْ ุตَุงู…َ ุซَู…َุงู†ِูŠَุฉَ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…ِู†ْ ุฑَุฌَุจٍ ูَุชَุญَ ุงู„ู„ู‡ُ ุซَู…َุงู†ِูŠَุฉَ ุฃَุจْูˆَุงุจِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ، ูˆَู…َู†ْ ุตَุงู…َ ู†ِุตْูَ ุฑَุฌَุจَ ุญَุงุณَุจَู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุญِุณَุงุจุงً ูŠَุณِูŠْุฑุงً.
“Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api Neraka, barangsiapa yang berpuasa delapan hari pada bulan Rajab, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu dari pintu-pintu Surga. Dan barangsiapa puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.”

Keterangan: HADITS INI (ู…َูˆْุถُูˆْุนٌ) PALSU

Hadits ini termaktub dalam kitab al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaadits al-Maudhu’ah (no. 288). Setelah membawakan hadits ini asy-Syaukani berkata: “Suyuthi membawakan hadits ini dalam kitabnya, al-Laaliy al-Mashnu’ah, ia berkata: ‘Hadits ini diriwayatkan dari jalan Amr bin al-Azhar dari Abaan dari Anas secara marfu’.’”

Dalam sanad hadits tersebut ada dua perawi yang sangat lemah:

1. ‘Amr bin al-Azhar al-‘Ataky.
Imam an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits.” Sedangkan kata Imam al-Bukhari: “Dia dituduh sebagai pendusta.” Kata Imam Ahmad: “Dia sering memalsukan hadits.”

Periksa, adh-Dhu’afa wal Matrukin (no. 478) oleh Imam an-Nasa-i, Mizaanul I’tidal (III/245-246), al-Jarh wat Ta’dil (VI/221) dan Lisaanul Mizaan (IV/353).

2. Abaan bin Abi ‘Ayyasy, seorang Tabi’in shaghiir.
Imam Ahmad dan an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya).” Kata Yahya bin Ma’in: “Dia matruk.” Dan beliau pernah berkata: “Dia rawi yang lemah.”

Periksa: Adh Dhu’afa wal Matrukin (no. 21), Mizaanul I’tidal (I/10), al-Jarh wat Ta’dil (II/295), Taqriibut Tahdzib (I/51, no. 142).

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Syaikh dari jalan Ibnu ‘Ulwan dari
Abaan. Kata Imam as-Suyuthi: “Ibnu ‘Ulwan adalah pemalsu hadits.” [Lihat al-Fawaaidul Majmu’ah (hal. 102, no. 288)]

Sebenarnya masih banyak lagi hadits-hadits tentang keutamaan Rajab, shalat Raghaa-ib dan puasa Rajab, akan tetapi karena semuanya sangat lemah dan palsu, penulis mencukupkan tujuh hadits saja.

PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB

1. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa-ib adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu’at (II/123-126)]

2. Kata Imam an-Nawawy:
“Shalat Raghaa-ib ini adalah satu bid’ah yang tercela, munkar dan jelek.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 140)]

Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khiidhir, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at berkata: “Ketahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak boleh diamalkan.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 141)]

3. Kata Syaikh Muhammad Darwiisy al-Huut: “Tidak satupun hadits yang sah tentang bulan Rajab sebagai-mana kata Imam Ibnu Rajab.” [Lihat Asnal Mathaalib (hal. 157)]

4. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H): “Adapun shalat Raghaa-ib, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), bahkan termasuk bid’ah…. Atsar yang menyatakan (tentang shalat itu) dusta dan palsu menurut kesepakatan para ulama dan tidak pernah sama sekali disebutkan (dikerjakan) oleh seorang ulama Salaf dan para Imam…”

Selanjutnya beliau berkata lagi: “Shalat Raghaa-ib adalah BID’AH menurut kesepakatan para Imam, tidak pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh melaksanakan shalat itu, tidak pula disunnahkan oleh para khalifah sesudah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pula seorang Imam pun yang menyunnahkan shalat ini, seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, Imam ats-Tsaury, Imam al-Auzaiy, Imam Laits dan selain mereka.

Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang itu adalah dusta menurut Ijma’ para Ahli Hadits. Demikian juga shalat malam pertama bulan Rajab, malam Isra’, Alfiah nishfu Sya’ban, shalat Ahad, Senin dan shalat hari-hari tertentu dalam satu pekan, meskipun disebutkan oleh sebagian penulis, tapi tidak diragukan lagi oleh orang yang mengerti hadits-hadits tentang hal tersebut, semuanya adalah hadits palsu dan tidak ada seorang Imam pun (yang terkemuka) menyunnahkan shalat ini… Wallahu a’lam.” [Lihat Majmu’ Fataawa (XXIII/132, 134)]

5. Kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah: “Semua hadits tentang shalat Raghaa-ib pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab adalah dusta yang di-ada-adakan atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada beberapa malamnya semuanya adalah dusta (palsu) yang diada-adakan.”

Lihat al-Manaarul Muniif fish Shahiih wadh Dha’iif (hal. 95-97, no. 167-172) oleh Ibnul Qayyim, tahqiq: ‘Abdul Fattah Abu Ghaddah.

6. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan dalam kitabnya, Tabyiinul ‘Ajab bima Warada fii Fadhli Rajab: “Tidak ada riwayat yang sah yang menerangkan ten-tang keutamaan bulan Rajab dan tidak pula tentang puasa khusus di bulan Rajab, serta tidak ada pula hadits yang shahih yang dapat dipegang sebagai hujjah tentang shalat malam khusus di bulan Rajab.”

7. Imam al-‘Iraqy yang mengoreksi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddin, menerangkan bahwa hadits tentang puasa dan shalat Raghaa-ib adalah hadits maudhu’ (palsu). [Lihat Ihya’ ‘Uluumuddin (I/202)]

8. Imam asy-Syaukani menukil perkataan ‘Ali bin Ibrahim al-‘Aththaar, ia berkata dalam risalahnya: “Sesungguhnya riwayat tentang keutamaan puasa Rajab, semuanya adalah palsu dan lemah, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” [Lihat al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaaditsil Maudhu’ah (hal. 381)]

9. Syaikh Abdus Salam, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at menyatakan: “Bahwa membaca kisah tentang Isra’ dan Mi’raj dan merayakannya pada malam tanggal dua puluh tujuh Rajab adalah BID’AH. Berdzikir dan mengadakan peribadahan tertentu untuk mera-yakan Isra’ dan Mi’raj adalah BID’AH, do’a-do’a yang khusus dibaca pada bulan Rajab dan Sya’ban semuanya tidak ada sumber (asal pengambilannya) dan BID’AH, sekiranya yang demikian itu perbuatan baik, niscaya para Salafush Shalih sudah melaksanakannya.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 143)]

10. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz, ketua Dewan Buhuts ‘Ilmiyyah, Fatwa, Da’wah dan Irsyad, Saudi Arabia, beliau berkata dalam kitabnya, at-Tahdzir minal Bida’ (hal. 8): “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya tidak pernah mengadakan upacara Isra’ dan Mi’raj dan tidak pula mengkhususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut. Jika peringatan malam tersebut disyar’iatkan, pasti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada ummat, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Jika pernah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pasti diketahui dan masyhur, dan tentunya akan disampaikan oleh para Shahabat kepada kita…

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak memberi nasihat kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya sebaik-baik penyampaian dan telah menjalankan amanah Allah dengan sempurna.

Oleh karena itu, jika upacara peringatan malam Isra’ dan Mi’raj dan merayakan itu dari agama Allah, tentunya tidak akan dilupakan dan disembunyikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi karena hal itu tidak ada, maka jelaslah bahwa upacara tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali. Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi ummat ini, mencukupkan nikmat-Nya dan Allah mengingkari siapa saja yang berani mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama, karena cara tersebut tidak dibenarkan oleh Allah:

ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุฃَูƒْู…َู„ْุชُ ู„َูƒُู…ْ ุฏِูŠู†َูƒُู…ْ ูˆَุฃَุชْู…َู…ْุชُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู†ِุนْู…َุชِูŠ ูˆَุฑَุถِูŠุชُ ู„َูƒُู…ُ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…َ ุฏِูŠู†ًุง
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam jadi agama bagimu.” [Al-Maa-idah/5: 3]

KHATIMAH

Orang yang mempunyai bashirah dan mau mendengarkan nasehat yang baik, dia akan berusaha meninggalkan segala bentuk bid’ah, karena setiap bid’ah adalah sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ูƒُู„ُّ ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถَู„ุงَู„َุฉٌ ูˆَูƒُู„ُّ ุถَู„ุงَู„َุฉٍ ูِูŠْ ุงู„ู†َّุงุฑِ
“Tiap-tiap bid’ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan di Neraka.” [HSR. An-Nasa-i (III/189) dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Sunan an-Nasa-i (I/346 no. 1487) dan Misykatul Mashaabih (I/51)]

Para ulama, ustadz, kyai yang masih membawakan hadits-hadits yang lemah dan palsu, maka mereka digolongkan sebagai pendusta.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ุนَู†ْ ุณَู…ْุฑَุฉَ ุจْู†ِ ุฌُู†ْุฏُุจٍ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ุญَุฏَّุซَ ุนَู†ِّูŠْ ุญَุฏِูŠْุซุงً ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุฑَู‰ ุฃَู†َّู‡ُ ูƒَุฐِุจٌ ูَู‡ُูˆَ ุฃَุญَุฏُ ุงู„ْูƒَุงุฐِุจَูŠْู†ِ
Dari Samurah bin Jundub dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menceritakan satu hadits dariku, padahal dia tahu bahwa hadits itu dusta, maka dia termasuk salah seorang dari dua pendusta.” [HSR. Ahmad (V/20), Muslim (I/7) dan Ibnu Majah (no. 39)]

Maraji’
1. Shahih al-Bukhari.
2. Shahih Muslim.
3. Sunan an-Nasaa-i.
4. Sunan Ibni Majah.
5. Musnad Imam Ahmad.
6. Shahih Ibni Hibban.
7. Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, cet. Mu-assasah ar-Risalah, th. 1412 H.
8. Maudhu’atush Shaghani.
9. Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
10. Al-Maudhu’at, oleh Imam Ibnul Jauzy, cet. Daarul Fikr, th. 1403 H.
11. Mizaanul I’tidal, oleh Imam adz-Dzahaby, tahqiq: ‘Ali Muhammad al-Bajaawy, cet. Daarul Fikr.
12. Al-Mashnu’ fii Ma’rifatil Haditsil Maudhu’, oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky.
13. Al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaadits Maudhu’at oleh asy-Syaukany, tahqiq: Syaikh ‘Abdurrahman al-Mu’allimy, cet. Al-Maktab al-Islamy, th. 1407 H.
14. Tanziihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘anil Akhbaaris Syanii’ah al-Maudhu’at, oleh Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Araaq al-Kinani.
15. Taqriibut Tahdziib, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqa-lany, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah.
16. Adh-Dhu’afa wa Matrukin, oleh Imam an-Nasa-i.
17. At-Taghib wat Tarhib, oleh Imam al-Mundziri.
18. Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.
19. Al-Laali al-Mashnu’ah, oleh al-Hafizh as-Suyuthy.
20. Adh-Dhu’afa wal Matrukin, oleh Imam an-Nasa-i.
21. Al-Jarhu wat Ta’dil, oleh Imam Ibnu Abi Hatim ar-Razy.
22. As-Sunan wal Mubtada’at, oleh Muhammad Abdus Salam Khiidhir.
23. Asnal Mathaalib fii Ahaadits Mukhtalifatil Maraatib, oleh Muhammad Darwisy al-Huut.
24. Majmu’ Fataawa, oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
25. Al-Manaarul Muniif fis Shahih wadh Dha’if, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
26. Tabyiinul ‘Ajab bimaa Warada fiii Fadhli Rajab, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany.
27. Ihya’ ‘Uluumuddin, oleh Imam al-Ghazzaly, tahqiq: Abdul Fattah Abu Ghuddah.
28. At-Tahdziir minal Bida’, oleh Imam ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz.
29. Misykaatul Mashaabih, oleh Imam at-Tibrizy, takhrij: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.

[Disalin dari kitab Ar-Rasaail (Kumpulan Risalah Fikih & HukuM) Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Jl. Meranti No. 11A Senen Kemayoran – Jakarta Pusat. Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]
_______
Footnote
[1]. Zaadul Ma’aad (I/375) cet. Muassasah ar-Risalah.

artikel: almanhaj.or.id
Baca selengkapnya »
KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR ADA 5 JENIS

KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR ADA 5 JENIS

Pertama: para Nabi dan Rasul 'alaihimussalam. Mereka dalam keadaan yang paling baik di alam kubur. Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุญุฑّู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุฑุถ ุฃู† ุชุฃูƒู„ ุฃุฌุณุงุฏ ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก
“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad pada Nabi” (HR. Al Hakim 5/776, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami' no. 2212).

Kedua: para syuhada (orang yang mati dalam keadaan syahid). Mereka mendapat nikmat kubur, selamat dari fitnah kubur (pertanyaan kubur) dan adzab kubur. Ada sahabat yang bertanya:

ู…ุง ุจุงู„ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูŠูุชู†ูˆู† ููŠ ู‚ุจูˆุฑู‡ู… ุฅู„ุง ุงู„ุดู‡ูŠุฏ ؟ ู‚ุงู„ : ูƒูู‰ ุจุจุงุฑู‚ุฉ ุงู„ุณูŠูˆู ุนู„ู‰ ุฑุฃุณู‡ ูุชู†ุฉ
“Apakah setiap Mu'minin mengalami fitnah kubur di kubur mereka kecuali para syuhada? Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: 'Cukuplah sabetan pedang di kepala mereka menjadi fitnah (ujian) bagi mereka'” (HR. An Nasa-i no. 2052, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i)


KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR ADA 5 JENIS

Ketiga: orang-orang mendapat nikmat kubur setelah melalui fitnah kubur. Mereka mendapat berbagai kenikmatan surga: di temani oleh amalan shalih, diluarkan kuburnya, diperlihatkan surga kepada mereka, sebagaimana dalam hadits:

ูุฅุฐุง ุฑุฃู‰ ู…ุง ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู‚ุงู„ : ุฑุจِّ ุนَุฌِّู„ ู‚ูŠุงู… ุงู„ุณุงุนุฉ ูƒู…ุง ุฃุฑุฌุน ุฅู„ู‰ ุฃู‡ู„ูŠ ูˆู…ุงู„ูŠ
“Ketika mereka (penghuni kubur) diperlihatkan isi dari surga, mereka mengatakan: Ya Rabb kami, percepatlah datangnya kiamat sehingga kami bisa berkumpul kembali dengan keluarga kami dan harta kami” (HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Sunan Abu Daud).

Keempat: orang-orang mendapat siksa kubur setelah melalui fitnah kubur, namun tidak selamanya.

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ู‚َุงู„َ ู…َุฑَّ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุจِุญَุงุฆِุทٍ ู…ِู†ْ ุญِูŠุทَุงู†ِ ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉِ ุฃَูˆْ ู…َูƒَّุฉَ ، ูَุณَู…ِุนَ ุตَูˆْุชَ ุฅِู†ْุณَุงู†َูŠْู†ِ ูŠُุนَุฐَّุจَุงู†ِ ูِู‰ ู‚ُุจُูˆุฑِู‡ِู…َุง ، ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – « ูŠُุนَุฐَّุจَุงู†ِ ، ูˆَู…َุง ูŠُุนَุฐَّุจَุงู†ِ ูِู‰ ูƒَุจِูŠุฑٍ » ، ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ « ุจَู„َู‰ ، ูƒَุงู†َ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง ู„ุงَ ูŠَุณْุชَุชِุฑُ ู…ِู†ْ ุจَูˆْู„ِู‡ِ ، ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ุขุฎَุฑُ ูŠَู…ْุดِู‰ ุจِุงู„ู†َّู…ِูŠู…َุฉِ »
“Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar dari sebagian pekuburan di Madinah atau Makkah. Lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yang sedang diadzab di kuburnya. Beliau bersabda, ‘Keduanya sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab karena dosa besar (menurut mereka bedua)’, lalu Nabi bersabda: ‘Padahal itu merupakan dosa besar. Salah satu di antara keduanya diadzab karena tidak membersihkankan bekas kencingnya, dan yang lain karena selalu melakukan namiimah (adu domba)” (HR. Bukhari 6055, Muslim 703).

Kelima: orang-orang mendapat siksa kubur terus-menerus hingga hari kiamat, merekalah orang-orang kafir. Mereka disiksa dengan siksaan yang mengerikan dan terus-menerus hingga hari kiamat. Sebagaimana dalam hadits:

ุซู… ูŠู‚ูŠุถ ู„ู‡ ุฃุนู…ู‰ ุฃุจูƒู… ู…ุนู‡ ู…ุฑุฒุจุฉٌ ู…ู† ุญุฏูŠุฏ ู„ูˆ ุถُุฑุจ ุจู‡ุง ุฌุจู„ ู„ุตุงุฑ ุชุฑุงุจุง ، ู‚ุงู„ ููŠุถุฑุจู‡ ุจู‡ุง ุถุฑุจู‡ ูŠุณู…ุนู‡ุง ู…ุง ุจูŠู† ุงู„ู…ุดุฑู‚ ูˆุงู„ู…ุบุฑุจ ุฅู„ุง ุงู„ุซู‚ู„ูŠู† ููŠุตูŠุฑ ุชุฑุงุจุง ، ู‚ุงู„ : ุซู… ุชุนุงุฏ ููŠู‡ ุงู„ุฑูˆุญ
“Dijadikan baginya sesososk yang buta dan bisu. Ditangan ia memegang alat pemukul dari besi yang jika digunakan untuk memukul gunung maka gunung tersebut akan menjadi debu. Maka alat tadi digunakan untuk memukul sang mayit dengan pukulan yang keras, ketika dipukulkan terdengar suaranya jeritannya antara timur dan barat kecuali oleh jin dan manusia lalu ia pun menjadi debu. Kemudian setelah itu dikembalikan lagi ruh tersebut seperti bentuknya semula” (HR. Abu Daud no. 4753, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud)

- Diringkas dari kitab Al Hayah Al Barzakhiyyah, Syaikh Abdurrahman As Suhaim

@fawaid_kangaswad
Baca selengkapnya »
-->