IBX5A47BA52847EF DakwahPost: keutamaan
KEUTAMAAN MENDALAMI AGAMA

KEUTAMAAN MENDALAMI AGAMA

💬 Berkata As-Syaikh DR. Shaleh bin Fawzan Al-Fawzan hafizhahullah ta'ala:

الحمد رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحابته والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد:
🌾▪ Sesungguhnya ber-tafaqquh (mendalami) agama termasuk dari seutama-utama amalan, dan itu adalah tanda-tanda kebaikan.

💐Bersabda shallallahu 'alaihi wa sallam:

"ﻣﻦ ﻳﺮﺩ اﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﺧﻴﺮاً ﻳﻔﻘﻬﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻳﻦ"
🌾" Barangsiapa yang Allah kehendaki dengannya kebaikan maka Allah akan fahamkan baginya akan agamanya. "[1] ;

🌾Yang demikian itu dikarenakan ber-tafaqquh dalam agama akan mendatangkan ilmu yang bermanfaat yang diatasnya tegaknya amalan shaleh.

KEUTAMAAN MENDALAMI AGAMA

Dan Allah ta'ala berfirman:

(هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ) [سورة الفتح 28]
" Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar. " [Qs. Al-Fath: 20],

🌾maka petunjuk yang dimaksud adalah ilmu yang bermanfaat, sedangkan agama yang benar maksudnya adalah amal shaleh.

💐Dan Allah subhanah telah memerintahkan nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta kepada-Nya tambahan ilmu.

Allah ta'ala berfirman:

(وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا) [سورة طه 114]
" dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ” [Qs. Thaha: 114]

▪ Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar: dan firman Allah 'Azza wa Jalla:

(وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا) [سورة طه 114]
" dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. ” [Qs. Thaha: 114]

Sangat jelas menunjukkan tentang keutamaan ilmu; karena Allah tidak memerintahkan nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta tambahan sesuatu pun melainkan (tambahan) ilmu [2]. [selesai] ¬

↪[Bersambung insya Allah sesuai urutan halaman kitab, pent]
__
[1]. Muttafaq 'alaihi: dari hadits Mu'awiyah radhiallahu ' anhu, Bukhari (71) (1/216) Kitab Al-Ilmi (13) bersama Fathul Bari, dan Muslim (2386) (4/128) Kitab Az-Zakat (33) bersama Syarh An-Nawawi.

[2]. Lihat: Fathul Bari (1/187).

📚 Al-Mulakkhash Al-Fiqhi (hal. 5).
-----------
- فضل التفقه في الدين -
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحابته والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد:

فإن التفقه في الدين من أفضل الأعمال، وهو علامة الخير. قال صلى الله عليه وسلم: "ﻣﻦ ﻳﺮﺩ اﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﺧﻴﺮاً ﻳﻔﻘﻬﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻳﻦ" [١] ؛ وذلك لأن التفقه في الدين يحصل به العلم النافع الذي يقوم عليه العمل الصالح.

قال الله تعالى : (هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ) [سورة الفتح 28]، فالهدى هو : العلم النافع، ودين الحق هو : العمل الصالح.

وقد أمر الله سبحانه نبيه صلى الله عليه وسلم أن يسأله الزيادة من العلم.

قال تعالى : (وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا) [سورة طه 114].

قال الحافظ ابن حجر : وقوله عزوجل : (وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا) واضح الدلالة في فضل العلم؛ لأن الله لم يأمر نبيه صلى الله عليه وسلم بطلب الازدياد من شيء؛ إلا من العلم [٢]. اهـ

[١]. متفق عليه : من حديث معاوية رضي الله عنه، البخاري (٧١) (٢١٦/١) كتاب العلم (١٣) مع فتح الباري، ومسلم (٢٣٨٦) (١٢٨/٤) كتاب الزكاة (٣٣) مع شرح النووي.

[٢]. انظر : فتح الباري (١٨٧/١).

📚 الملخص الفقهي للعلامة فوزان الفوزان (صـ ٥).

#terjemahan kitab mulakhash

Artikel butiranfaedah
Baca selengkapnya »
Tafsir Ibnu Katsir tentang Kemuliaan AL-QUR'AN

Tafsir Ibnu Katsir tentang Kemuliaan AL-QUR'AN

عنابن عباس : أنزلت سورة الأنعام بمكة سبب نزولها . وقال الطبراني : حدثنا علي بن عبد العزيز ، حدثنا حجاج بن منهال ، حدثنا حماد بن سلمة، عن علي بن زيد ، عن يوسف بن مهران ، عن ابن عباس ، قال : نزلت سورة الأنعام بمكة ليلا جملة ، حولها سبعون ألف ملك يجأرون حولها بالتسبيح 
"Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas: surat al-An`aam diturunkan di Makkah. Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Abbas: seluruh surat al-An`aam diturunkan di Makkah pada malam hari. Pada saat diturunkan, ia dkelilingi oleh 70.000 malaikat sambil membaca tasbih. Al Hakim meriwayatkan dalam Mustadrak-nya dari Jabir, "Tatkala surat al-An`aam turun, RasuluLLAH ShalALLAHu `alayhi wa Sallam bertasbih lalu bersabda, "Surat ini diantarkan oleh malaikat yang memenuhi cakrawala." (HR. al-Hakim, shohih)

Tafsir Ibnu Katsir tentang Kemuliaan AL-QUR'AN

Kemudian al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini sahih menurut kriteria periwayatan Muslim. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa RasuluLLAH ShalALLAHu alayhi wa Sallam bersabda, "Surat al-Anaam diturunkan dengan diikuti rombongan malaikat yang memenuhi jarak antara timur dan barat. Mereka bergemuruh membaca tasbih dan bumi pun berguncang karena mereka." RasuluLLAH bersabda, "Mahasuci ALLAH Yang Maha Agung, Mahasuci ALLAH Yang Maha Agung."
---------------------------------

seandainya seluruh manusia tahu bahwa tiap ayat-ayat Al Qur`an itu ketika diturunkan penuh dengan kehormatan dan penghormatan, akan berhentilah segala perlakuan dan ucapan buruk mereka kepada kitab ini.

terjemahan buku Tafsir ibnu katsir

semoga bermanfaaat
Baca selengkapnya »
Keutamaan cinta teman

Keutamaan cinta teman

Keutamaan cinta teman

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ
“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR Muslim no.2567).
Baca selengkapnya »
Kehebatan Bahasa Arab yang harus dipelajari

Kehebatan Bahasa Arab yang harus dipelajari

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Allah menciptakan semua makhluk-Nya, dan Allah memilih sesuai yang Dia kehendaki. Allah menjadikan sebagian makhluk-Nya lebih istimewa dibandingkan yang lain. Allah berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ
Rabmu yang menciptakan apapun yang Dia kehendaki dan Dia memilih (sesuai yang Dia kehendaki). Sementara mereka sama sekali tidak memiliki pilihan. (QS. al-Qashas: 68).

Ada manusia yang dimuliakan oleh Allah melebihi yang lain, seperti para nabi dan rasul. Ada tempat yang dipilih oleh Allah, sehingga lebih istimewa dibandingkan yang lain, seperti 2 tanah suci. Ada waktu yang lebih istimewa dibandingkan waktu lain, seperti hari jum’at atau hari arafah. Termasuk, ada bahasa yang dipilih oleh Allah, sehingga dia lebih mulia dibandingkan yang lain.

Diantara bahasa yang dipilih Allah adalah bahasa arab. Bahasa ini sudah sangat tua, sudah dipakai sejak zaman Nabi Hud ‘alaihis salam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan para nabi yang berbahasa arab,

وَأَرْبَعَةٌ مِنَ العَرَبِ هُودٌ وَصَالِح وَشُعَيب وَنَبِيُّكَ يَا أَبَا ذَرّ
“Ada 4 nabi dari arab, yaitu Hud, Shaleh, Syuaib, dan nabimu ini, wahai Abu Dzar.”(HR. Ibnu Hibban dan dihasankan al-Hafidz Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, 1/120).

Padahal Nabi Hud ‘alaihis salam hidup sekian abad sebelum masehi. Bahasa arab berusia ribuan tahun, namun dia tetap bertahan dan bisa dipelajari dengan mudah. Sumbernya melimpah, penuturnya juga masih sangat banyak.

Pada tahun 2009, UNESCO menginformasikan, saat ini ada 6.000 bahasa di dunia. Sebanyak lebih dari 200 bahasa telah punah dalam tiga generasi terakhir ini, 538 masuk level kritis (hampir punah), 502 sangat terancam, 632 terancam, dan 607 tidak aman. Sebanyak 200 bahasa di dunia kini hanya memiliki penutur kurang dari 10 orang, dan 178 lainnya antara 10 hingga 50 penutur.

Di Indonesia sendiri, dari 742 bahasa daerah, 169 di antaranya terancam punah karena jumlah penuturnya kurang dari 500 orang. (antaranews.com)

Di tanah jawa, kita mengenal bahasa sansakerta, tapi bahasa itu telah sirna. Kita mengenal bahasa kawi, tapi saat ini tinggal bakwan kawi… bahasa itu hilang, ketika Allah tidak menjaganya.

Kehebatan Bahasa Arab yang harus dipelajari

Keistimewaan Bahasa Arab

Informasi di atas sebenarnya sudah menunjukkan keistimewaan bahasa arab. Meskipun Allah memberikan sejuta keistimewaan lainnya, yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya,

[1] Bahasa al-Quran yang paling fasih

Allah menjadikan bahasa arab sebagai bahasa kitab suci yang paling mulia, al-Quran.

Allah berfirman,

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ
“Al-Quran itu berbahasa arab yang jelas.” (QS. as-Syu’ara: 195).

Allah menjelaskan wahyu-Nya kepada hamba-Nya dengan penjelasan yang paling sempurna. Dan Allah memilih bahasa untuk menjelaskan itu dalam bentuk bahasa arab.

Abul Husain Ahmad bin Faris mengatakan,

فلما خَصَّ – جل ثناؤه – اللسانَ العربيَّ بالبيانِ، عُلِمَ أن سائر اللغات قاصرةٌ عنه، وواقعة دونه
Ketika Allah mengistimewakan bahasa arab untuk menjelaskan firman-Nya, menunjukkan bahwa bahasa yang lain tingkat kejelasannya lebih rendah dan di bawah bahasa arab. (as-Shahibi fi Fqh al-Lughah, 1/4).

[2] Belajar bahasa arab bagian dari belajar agama

Sumber keterangan syariat berbahasa arab. Al-Quran, sunah dan keterangan para ulama semuanya berbahasa arab. Sementara tidak ada jalan untuk bisa memahaminya kecuali dengan memahami bahasa arab.

Karena itu, Umar bin Khatab menyebut bahwa belajar bahasa arab sebagai bagian dari mempelajari islam. artinya, orang yang mempelajarinya akan mendapatkan pahala. Umar bin Khatab mengatakan,

تعلَّموا العربيةَ؛ فَإنَّها مِنْ دِينِكُم
Pelajarilah bahasa arab, karena dia bagian dari agama kalian.

Di kesempatan yang lain, Umar mengatakan,

فَتَفَقّهُوا في السُّنّةِ، وَتَفَقَّهُوا فِي العَرَبِيّة
“Pelajari sunah dan pelajarilah bahasa arab” (Masbuk ad-Dzahab fi Fadhl al-Arab, 1/9)

Syaikhul Islam menjelaskan maksud Umar,

لأنَّ الدِّينَ فيه فقهُ أقوال وأعمال، ففقه العربية هو الطريقُ إلى فقه الأقوال، وفقه الشريعة هو الطريقُ إلى فقه الأعمال
Karena agama bentuknya fiqh ucapan dan amalan. Memahami bahasa arab adalah cara untuk memahami fiqh ucapan. Sementara memahami syariat (sunah) adalah cara untuk memahami fiqh amal. (Iqtidha as-Shirat al-Mustaqim, 1/425).

[3] Bahasa arab alat bantu memahami fiqh

Seperti itulah yang diakui para ulama. Bukan para ulama Indonesia, tapi para ulama yang memang bahasa aslinya adalah bahasa arab. Bekal kaidah bahasa arab yang mendalam, memudahkan mereka menjawab banyak kasus fiqh. Kita simak pernyataan mereka,

1. Imam as-Syafi’i mengatakan,

لا أُسأل عن مسألةٍ من مسائل الفقه، إلا أجبت عنها من قواعدِ النحو
“Setiap kali aku ditanya tentang satu masalah Fiqh, pasti aku jawab dengan kaidah nahwu.”

2. Imam as-Syafi’i juga mengatakan,

ما أردت بها – يعني: العربية – إلا الاستعانةَ على الفقه
“Tidak ada keinginanku untuk mempelajari bahasa arab, selain untuk membantu memahami fiqh.”

2. Imam as-Syafi’i juga mengatakan,

من تبحَّرَ في النحوِ، اهتدى إلى كلِّ العلوم
“Siapa yang mendalam dalam nahwu maka akan dimudahkan untuk mempelajari semua ilmu agama.” (Syadzarat ad-Dzahab, hlm. 231)

3. Imam al-Kisa’i,

Imam al-Kisa’i termasuk pemimpin dalam bahasa arab. Beberapa kali beliau ditanya tentang masalah fiqh, dan beliau jawab dengan bahasa arab. Diantara buktinya bisa kita lilhat dari dialog antara al-Kisa’i dengan Muhamad bin Hasan as-Syaibani – murid senior Abu Hanifah –,

Al-Kisa’i mengatakan, “Siapa yang mendalam ilmu nahwunya, akan dimudahkan untuk memahami semua ilmu.”

Mendengar ini, Muhammad langsung bertanya, “Apa jawaban kamu untuk kasus orang yang lupa sujud sahwi, apakah dia harus sujud lagi?”

“Tidak perlu!” jawab al-Kisa’i.

“Mengapa?” tanya Muhammad.

“Karena para ahli nahwu mengatakan,

المصغَّر لا يُصغر
“Cabang tidak bisa dicabang.” [1]

Kemudian Muhammad bin Hasan bertanya lagi,

“Bagaimana jawaban kamu untuk kasus orang yang menyatakan, jika saya memiliki budak langsung merdeka.”

“Tidak sah.” jawab al-Kisa’i.

“Mengapa?” tanya Muhammad.

Jawab al-Kisa’i,

لأنَّ السيل لا يسبق المطر
“Karena adanya air mengalir tidak mendahului hujan.” (Samthu an-Nujum, 2/201)

Jika kita perhatikan, khazanah ilmu islam ditulis para ulama dengan bahasa arab. Ada jutaan kitab yang mereka tulis di berbagai disiplin ilmu, dan yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi belum ada 1%. Karena itu, ingin menjadi tokoh agama namun tidak paham bahasa arab, masih jauh dari harapan. Sehingga kita sangat menyayangkankan dengan hadirkan da’i yang punya banyak pengikut di media, namun dia tidak paham bahasa arab.

Kita berlindung kepada Allah dari kehadiran orang bodoh yang berbicara masalah agama.

Demikian. Allahu a’lam..

[1] Sujud sahwi adalah amal cabang, dalam arti dia baru ada jika seseorang melakukan shalat dan lupa dalam shalatnya. Sehingga ketika tidak ada shalat, tidak ada sujud sahwi.

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Baca selengkapnya »
Pahala shalat jamaah 27 derajat lebih banyak dari shalat sendiri ?

Pahala shalat jamaah 27 derajat lebih banyak dari shalat sendiri ?

Rasulullah -Shalallahu alaihi wasallam- bersabda "Shalat seseorang berjamaah lebih banyak pahalanya sebanyak 20 sekian derajat daripada shalatnya dirumah atau di pasar. Hal ini karna ia berwudhu dengan sempurna kemudian tidak ada yang membuatnya ke masjid kecuali shalat, maka setiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapus satu dosa. Saat di dalam masjid ia dianggap melaksanakan shalat selagi ia menunggu shalat didirikan. Para malaikat akan berdoa untuknya "Ya Allah rahmatilah ia, ampunilah dosanya dan terimalah taubatnya, hal itu ia dapatkan selama ia tidak melakukan keburukan dan tidak berhadas" (Hr. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist lain yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dinyatakan pahala shalat berjamaah 25 kali atau 27 lebih besar daripada shalat sendiri, dan hadist tersebut sudah masyhur bagi umat Islam.
Pahala shalat jamaah 27 derajat

Apakah memperoleh 25 atau 27 pahala itu sekedar shalat jamaah di masjid?

Diantara pelajaran yang kami peroleh dari daurah syarah kitab Riyadhus Shalihin bab Ikhlas pada hadist ke 10 di STAI As Sunnah Medan yang dijelaskan oleh Syaikh Dr. Sulthan bin Abdullah Al habdan -Hafizhahullah- yaitu hal yang berkaitan dengan pahala shalat jamaah:

1. Pahala 25 (27) derajat didapat apa bila berwudhu' dirumah kemudian pergi ke masjid, sebgaimana dalam hadist. Jika berwudhu di masjid, dari konteks hadist ia tidak mendapatkan 25 derajat.

2. Niatnya keluar rumah semata-mata hanya untuk shalat jamaah di masjid, jika dia berniat untuk mengunjungi saudaranya yang rumahnya sebelum masjid atau membeli sesuatu sebelum shalat kemudian ia ke masjid karna masuk waktu shalat maka dia tidak memperoleh pahala 25 atau 27 derajat tersebut.

Syaikh Al Utsaimin juga menyatakan hal yang sama "jika ia keluar dengan niat awal ke tokonya kemudian ia ke masjid untuk shalat maka ia tidak mendapatkan pahala itu dan mudah-mudahan ia mendapatkan pahala dihitung dari tokonya tersebut selagi berangkat menuju masjid dalam keadaan suci" (Syaikh Al Utsaimin : Syarhu riyadhus shalihin : 74)

Dari penjelasan diatas jelaslah bagi kita, bahwa diantara syarat terpenting mendapatkan pahala 27 kali lipat adalah niat yang ikhlas untuk shala menuju masjid dan berwudhu dengan sempurna dari rumah.

Wallahu A'lam bisshawab.

(Rail / al munir : ...)
Baca selengkapnya »
Jarang diketahui, Inilah Keutamaan Berwudhu

Jarang diketahui, Inilah Keutamaan Berwudhu

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال, أنَّ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((إِذَا تَوَضَّأ العَبْدُ المُسْلِمُ، أَو المُؤمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَينهِ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيهِ كُلُّ خَطِيئَة كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ المَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مشتها رِجْلاَهُ مَعَ المَاء أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ)). رواه مسلم.
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda:

"Jikalau seseorang hamba muslim ataupun mu'min berwudhu', kemudian ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya itu setiap kesalahan yang dilihat olehnya dengan menggunakan kedua matanya bersama dengan air atau bersama dengan titisan air yang terakhir. Selanjutnya apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya itu semua kesalahan yang diambil - dilakukan - oleh kedua tangannya bersama dengan air atau bersama titisan air yang terakhir. Kemudian apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua kesalahan yang dijalani oleh kedua kakinya itu bersama dengan air atau bersama dengan titisan air yang terakhir, sehingga keluarlah orang tersebut dalam keadaan bersih dari semua dosa." (Riwayat Muslim)

Keutamaan Berwudhu

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Hadits ini menerangkan tentang keutamaan berwudhu.
2- Diantara keutamaannya, bisa menghapus kesalahan- kesalahan yang disebabkan oleh anggota badan.
3- Wudhu Juga bisa menghapus dosa.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

- Ayat ini memerintahkan berwudu di saat hendak mengerjakan salat; tetapi bagi orang yang berhadas hukumnya wajib, sedangkan bagi orang yang masih suci hukumnya sunah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 
Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan salat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan sapulah kepala kalian dan (basuh) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki; dan jika kalian junub, maka mandilah; dan jika kalian sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah muka kalian dan tangan kalian dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur.
[ Al-Maidah:6]
Baca selengkapnya »
Keutamaan Menyantuni Janda Dan Orang Miskin

Keutamaan Menyantuni Janda Dan Orang Miskin

Keutamaan Menyantuni Janda Dan Orang Miskin

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَكَالَّذِي يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ".
"Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin laksana mujahid di jalan Allah dan orang yang berpuasa di siang hari serta bangun (shalat) di malam hari." HR. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod (no.133)

Dikutip dari channel @warisansalaf
Baca selengkapnya »
keutamaan mempelajari kitab Shahih Bukhari

keutamaan mempelajari kitab Shahih Bukhari

Diantara keutamaan mempelajari kitab Shahih Bukhari ialah seolah olah kita telah mempelajari Islam secara keseluruhannya mulai dari aqidah, ibadah, hukum hukum, siyasah, siyar, tafsir al qur'an, adab adab dalam kehidupan keseharian kita, muammalah, sumpah dan nadzar dan lain lain dari hampir keseluruhan ajaran Islam. 

Dan memang hal ini sebagaimana sesuai nama kitab tersebut, yaitu al Jaami'ush Shahih, yang merupakan sebuah kitab yang mengumpulkan hampir seluruh bab bab syari'at yang ada dalam agama kita yamg mulia ini al Islam. Kitab yang diawali dengan pembahasan aqidah dan diakhiri juga dengan pembahasan aqidah.
keutamaan mempelajari kitab Shahih Bukhari

Mempelajarinya seoalah kita sedang memgarungi perjalanan panjang dalam mengenal dan mengetahui tentang ajaran ajaran Islam dari satu bab didalam Islam kepada bab bab yang lain yang ada didalam Islam, yang penulisnya yakni al Imam Bukhari himpun kedalam beberapa kitab. 

Sungguh benarlah apa yang dikatakan oleh para ulama bahwa al Imam Rahmatullahi 'alaihi merupakan seorang mujtahid mutlak dengan ijtihad ijtihadnya dan istimbath istimbath nya yang sebagiannya bahkan banyak sekali sangat halus seperti mata pisau yang sangat tipisnya namun sangat tajamnya. 

Beliau berikan judul pada bab bab yang beliau bawakan yang merupakan fiqih beliau dan pendapat beliau dalam bab yang beliau bawakan. 

Tidak sedikit dari judul judul bab yang beliau bawakan sampai menguras keringat dan energi para ulama setelah beliau untuk dapat memahami apa yang beliau maksudkan dan kearah mana beliau bawa faham beliau tersebut. Sehingga dikatakan bahwa kitab Shahih Bukhari ini ditulis oleh al Imam untuk memberikan PR (Pekerjaan Rumah) untuk ahli ilmu dan para pelajar untuk mampu mendirasahkannya. 

Dan sangat sering kita dibuat ta'jub atas kecerdikan dan kecerdasan al Imam dalam bab bab yang beliau berfiqih dengan nya. Adapun dari sisi kekuatan sanad dari riwayat riwayat yang masuk kedalam al ashlu shahih Bukhari yang beliau bawakan maka seolah olah para ulama itu dihadapkan dengan tembok yang sangat kokoh sekali. Dimana hampir tidak diberi ruang bagi para ahli untuk dapat mengkritiknya. Karena selalu saja ada jawaban(hujjah) bagi beliau dari setiap sanad yang telah beliau pilih untuk dibawakan dalam kitabnya ini. Masya Allah.

Maka ayyuhal ikhwah sungguh sangat sayang bagi kita ketika masih ada dalam jangkauan kita sebuah majelis yang didalam nya didirasahkan kitab yang cukup besar manfa'atnya tersebut kemudian kita tidak berusaha untuk mendatanginya. Karena sungguh ilmu yang telah lewat belum tantu ia akan datang kembali. Yakni ketika kita tidak mendapatkan faedah ilmu disuatu waktu, maka pada waktu itulah kita kehilangan faedah ilmu pada suatu waktu tersebut.

Kembali kami mengajak kepada kaum lelaki dari ummat ini dan terlebih lagi bagi yang ada dikota ini untuk menghadiri majelis yang membahas kitab sebagaimana disebutkan diatas bila ingin mendatanginya yaitu kitab Jami' nya al Imam Bukhari rahimahullahu ta'ala bersama pengajar yang merupakan seorang Alim di kota kita ini al Fadhil al Ustadz Abu Unaisah Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullahu ta'ala, pada:

Hari : Insya Allah setiap sabtu (sabtu besok masuk)
Waktu : jam 08.30-10.30/11.00
Tempat : Masjid al Mubarak krukut Gajah Mada Kota, belakang kantor Poskota.
Baca selengkapnya »
Keutamaan kembali dari Jihad

Keutamaan kembali dari Jihad

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الجهاد باب في فضل القفل في سبيل الله تعالي

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ عَنْ ابْنِ شُفَيٍّ عَنْ شُفَيِّ بْنِ مَاتِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ هُوَ ابْنُ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ "قَفْلَةٌ كَغَزْوَةٍ." رواه أبو داود
Artinya Dari Abdullah bin 'Amr (w. 63 H) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: "Kembali dari bepergian (Jihad) adalah seperti berperang." HR. Abu Daud (w. 275 H)

Keutamaan kembali dari Jihad

Istifadah:
Perlu diketahui bahwa Jihad tidak hanya identik dengan perang. Menurut Imam Sayyid Muhammad Syatha dalam kitab I'annatuth Thalibin Syarh Fathul Mu'in, jihad adalah bersungguh-sungguh dalam menyiarkan agama Islam, mengajarkan ilmu syari'at, melindungi warga sipil, menebarkan kebaikan dan kedamaian.

Menurut Syeikh Muhammad Syams Al Haq dalam kitab Aunul Ma'bud Syarh Sunan Abi Daud, makna kata "qaflah" adalah kembali dari perjalanan Jihad.

Maksudnya, pahala orang yang kembali dari Jihad sama dengan orang yang pergi untuk berjihad. Allah akan memberikan keutamaan bagi orang-orang yang berjihad mengharap pahala darinya.
Dalam hal ini, Nabi menerangkan dan memotivasi ummatnya keutamaan dalam berjihad di Jalan Allah subhanahu wa ta'ala

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]
Baca selengkapnya »
Keutamaan Mengucapkan Salam Dan Berjabat Tangan Saat Bertemu Saudara Muslim

Keutamaan Mengucapkan Salam Dan Berjabat Tangan Saat Bertemu Saudara Muslim

1. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

إن المؤمن إذا لقي المؤمن فسلم عليه وأخذ بيده فصافحه تناثرت خطاياهما كما يتناثر ورق الشجر
📡 "Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan saudara mukmin lainnya, lalu ia mengucapkan salam kepadanya dan menjabat tangannya, maka akan berguguran dosa keduanya sebagaimana bergugurannya daun dari pohonnya." (Ash-Shahihah no.526)

Berjabat Tangan Saat Bertemu Saudara Muslim

2. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

ما من مسلمين يلتقيان فيتصافحان إلا غفر لهما قبل أن يتفرقا
"Tidaklah dua orang muslim bertemu, lalu keduanya berjabat tangan melainkan akan diampuni (dosa-dosa)nya sebelum keduanya berpisah." (Ash-Shahihah no.525)

Sumber: Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no.525-526)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim warisansalaf.com
Baca selengkapnya »
BEBERAPA AMALAN YANG MEMILIKI KEUTAMAAN DI HARI JUM'AT

BEBERAPA AMALAN YANG MEMILIKI KEUTAMAAN DI HARI JUM'AT

☝ Saudaraku Seiman...

Hari Jum'at adalah hari yang termulia dari seluruh hari yang ada dalam satu pekan, oleh sebab itu seorang muslim lebih dicintai ketika beramal dengan amalan kebaikan dihari tersebut.

Dan ada beberapa amalan yang memiliki keutamaan khusus ketika dilakukan dihari Jum'at, diantaranya;

✔ Membaca Surat Al-Kahfi
✔ Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
✔ Berinfaq di jalan Allah.
KEUTAMAAN DI HARI JUM'AT

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
"Barangsiapa yang membaca surah Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at." HR. An-Nasa’i, dan dishahihkan oleh Asy Syeikh Al Albani dalam Shahihul Jami’: 6470.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;

أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة و ليلة الجمعة ، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." HR. Al-Baihaqi(3/249)

Adapun berkaitan dengan infaq dan sedekah dihari Jum'at, maka telah berkata Ka'ab bin Malik radhiyallahu anhu:

ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻴﻪ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻦ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻻﻳﺎﻡ
»» Dan sedekah dihari jum'at lebih agung dari hari lainnya. Mushannaf 'Abdurrozzaq (5558).

▪ Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:

ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻴﻪ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﺎﺋﺮ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻷﺳﺒﻮﻉ ﻛﺎﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻟﺸﻬﻮﺭ
»» Dan sedekah pada hari jum'at dibandingkan seluruh hari pada satu pekan adalah seperti sedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan seluruh bulan lainnya. Madarijus Salikin.

Wallohu a'lam.

Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy -hafidzahullah-.
https://t.me/MuliaDenganSunnah
Baca selengkapnya »
Keutamaan Shalat malam (Tahajud)

Keutamaan Shalat malam (Tahajud)

Waktu Utama untuk Shalat Tahajud

Waktu utama untuk shalat malam adalah di akhir malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ (خرجه البخاري في صحيحه (1145) ومسلم (1261))
“Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.
Keutamaan Shalat malam (Tahajud)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا - روى البخاري (1131) ومسلم (1159) 
“Sesungguhnya puasa yang paling dicintai di sisi Allah adalah puasa Daud dan shalat yang dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Beliau biasa tidur di separuh malam dan bangun tidur pada sepertiga malam terakhir. Lalu beliau tidur kembali pada seperenam malam terakhir. Nabi Daud biasa sehari berpuasa dan keesokan harinya tidak berpuasa.”

‘Aisyah pernah ditanyakan mengenai shalat malam yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah menjawab,

كَانَ يَنَامُ أَوَّلَهُ وَيَقُومُ آخِرَهُ ، فَيُصَلِّى ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى فِرَاشِهِ ، فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ وَثَبَ ، فَإِنْ كَانَ بِهِ حَاجَةٌ اغْتَسَلَ ، وَإِلاَّ تَوَضَّأَ وَخَرَجَ - أخرجه مسلم 739
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur di awal malam, lalu beliau bangun di akhir malam. Kemudian beliau melaksanakan shalat, lalu beliau kembali lagi ke tempat tidurnya. Jika terdengar suara muadzin, barulah beliau bangun kembali. Jika memiliki hajat, beliau mandi. Dan jika tidak, beliau berwudhu lalu segera keluar (ke masjid).”

Waktu Shalat Tahajud

Shalat tahajud boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam. Ini semua pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin Malik -pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan,

مَا كُنَّا نَشَاءُ أَنْ نَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اللَّيْلِ مُصَلِّيًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ وَلَا نَشَاءُ أَنْ نَرَاهُ نَائِمًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ - رواه النسائي
“Tidaklah kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari mengerjakan shalat kecuali pasti kami melihatnya. Dan tidaklah kami bangun melihat beliau dalam keadaan tidur kecuali pasti kami melihatnya pula.”

Ibnu Hajar menjelaskan,

إِنَّ صَلَاته وَنَوْمه كَانَ يَخْتَلِف بِاللَّيْلِ وَلَا يُرَتِّب وَقْتًا مُعَيَّنًا بَلْ بِحَسَبِ مَا تَيَسَّرَ لَهُ الْقِيَام
“Sesungguhnya waktu shalat malam dan tidur yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbeda-beda setiap malamnya. Beliau tidak menetapkan waktu tertentu untuk shalat. Namun beliau mengerjakannya sesuai keadaan yang mudah bagi beliau.” (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i, 3/23, Darul Ma’rifah Beirut, 1379)

Shalat Tahajud Ketika Kondisi Sulit

Bermunajatlah pada Allah di akhir malam ketika kondisi begitu sulit.

‘Ali bin Abi Tholib pernah menceritakan,

رَأَيْتُنَا لَيْلَةَ بَدْرٍ وَمَا مِنَّا إِنْسَانٌ إِلاَّ نَائِمٌ إِلاَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَإِنَّهُ كَانَ يُصَلِّى إِلَى شَجَرَةٍ وَيَدْعُو حَتَّى أَصْبَحَ وَمَا كَانَ مِنَّا فَارِسٌ يَوْمَ بَدْرٍ غَيْرَ الْمِقْدَادِ بْنِ الأَسْوَدِ
“Kami pernah memperhatikan pada malam Badar dan ketika itu semua orang pada terlelap tidur kecuali Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. Beliau melaksanakan shalat di bawah pohon. Beliau memanjatkan do’a pada Allah hingga waktu Shubuh. Dan tidak ada di antara kami tidak ada yang mahir menunggang kuda selain Al Miqdad bin Al Aswad.”

Dalam riwayat lain disebutkan,

يُصَلِّى وَيَبْكِى حَتَّى أَصْبَحَ
“Beliau melaksanakan shalat sambil menangis hingga waktu shubuh.” (HR. Ahmad 1/125. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

artikel republish
Baca selengkapnya »
BERGEMBIRALAH! INI (KEUTAMAAN) HARI (DAN MALAM) JUM'AT (JUMU’AH)!

BERGEMBIRALAH! INI (KEUTAMAAN) HARI (DAN MALAM) JUM'AT (JUMU’AH)!

MUKADIMAH

Telah tiba saat Kamis malam Jum’at (Jumu’ah) dan kemudian hari Jum’at, in syaa Allah.
Hari ini adalah hari yang istimewa dalam Islam.

Dan Islam adalah agama sejak awal jaman, agama Tauhiid, Ketuhanan Yang Maha Esa, Monoteisme, yang menyembah Tuhan yang Satu, dari Allah, Al Ilah (Sang Tuhan, satu-satunya Tuhan), yang telah mengutus 124.000 nabi bagi manusia (sesuai keterangan dari Hadits Riwayah Ahmad dengan sanad hasan dan dari Al Qur’an Surah Al Mu’miin ayat 78, An Nisaa’ ayat 164, dan dari berbagai ramalan-nubuwwah/nubuat dari berbagai naskah, kitab suci, manuskrip sebelum Al Qur’an dan Al Hadits).

Dan para ahli Bahasa juga mengatakan, asal kata “Jumu’ah” atau "Jum'at", adalah serumpun atau berasal dari "Jama'ah", "Jami'ah", dan sebagainya, yang artinya "berkumpul".
jumat penuh berkah

Maka Syaikh Al-Hafidz Ibnu Katsir pun berkata:

"Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata "al-jam'u" yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas.

Dan inilah juga hari raya yang berulang setiap pekannya. Dengan sejumlah keistimewaannya. Keterangan mengenai ini in syaa Allah dapat dibaca di bawah ini, di bagian penjabarannya.

Dan dalam menyambut hari Jum’at ini, maka MARILAH KITA MULAI MEMBACA QUR’AN SURAT "AL KAHFI" SEJAK KAMIS MALAM/MALAM JUM’AT, DIMULAI DI SETELAH MAGHRIB HARI KAMIS dan DENGAN RENTANG WAKTU HINGGA JUM’AT SEBELUM ADZAN MAGHRIB, karena diriwayatkan oleh Al-Hakim dari hadits Abi Said Al-Khudri – rodhiollohu ‘anhu - bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at maka akan maka sinar akan memancar meneranginya antara dua Jum’at”. (Al-Hakim: 3/81))

Masih banyak pula cara untuk merayakan hari Jum'at ini, sesuai petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta'aala. In syaa Allah dapat dibaca di bawah ini di bagian penjabarannya.

PENJABARAN MENGENAI JUM’AT (JUMU’AH)

A'udzubillahiminassyaithoonirrojiim. Bismillahirrohmaanirrohiim.

Al Qur’an Surat Al Jumu'ah ayat 9-10 (62:9-10)

(9) Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Sholat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

(10) Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Beberapa Keutamaan Hari Jum'at:

1. Adalah Hari Yang Terbaik

Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - meriwayatkan bahwa Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Hari paling baik dimana Matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam Surga, serta diturunkan dari Surga, pada hari itu juga Kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mu'min sholat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya." (HR. Muslim)

Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir - rodhiollohu 'anhu - berkata, Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam – berkata:

"Hari Jum'at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari Jum'at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari Jum'at terdapat lima (5) peristiwa: diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari Jum'at juga Adam dimatikan, di hari Jum'at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haraam, dan di hari Jum'at pula akan terjadi Kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari Jum'at." (HR. Ahmad)

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.

Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - berkata Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan sholat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rosululloh sholollohu ‘alaihi wasallam - mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (Hadits Muttafaqun 'Alaih)

Dari Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy'ari - rodhiollohu 'anhu - , katanya: "Abdullah bin Umar - rodhiollohu 'anhu- berkata:

"Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menceritakan tentang Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - dalam hal sholat Jum'at?" Ia berkata: "Saya -Abu Burdah- menjawab: "Ya, saya pernah mendengar ia berkata: "Saya mendengar Rosululloh sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Waktu yang mustajab itu ialah antara duduknya imam - maksudnya khotib - yang dalam dua khutbah diselingi dengan duduk sesaat-." (Riwayat Muslim)

Diriwayatkan oleh Al-Nasaa'i dari Jabir rodhiollohu 'anhu bahwa Nabi Muhammad - sholollohu'alaihi wasallam - bersabda:

“Hari Jum'at itu dua belas jam, tidaklah seorang hamba yang muslim memohon kepada Allah sesuatu pada hari itu kecuali Beliau akan memperkenankan permohonan hamba -Nya itu, maka carilah dia pada akhir waktu Ashar." (HR. An-Nasaâ'i no: 1389).

Ibnu Qoyyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Di antara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih:

Pertama saat duduknya khotib sampai selesainya sholat.

Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

Pendapat inilah yang dipegang oleh sebagian besar golongan Salaf, dan telah didukung oleh berbagai hadits.

Adapun tentang hadits riwayat Abi Musa yang sebelumnya maka hadits tersebut memiliki banyak cacat dan telah disebutkan oleh Al-hafiz Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Bari.

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibandingkan dengan sedekah pada hari-hari lainnya.

Ibnu Qoyyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya".

Hadits dari Ka'ab - rodhiollohu 'anhu - menjelaskan:

"Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya". (Mauquf Shohih)

4. Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

Sahabat Anas bin Malik - rodhiollohu 'anhu - dalam mengomentari ayat: " Mereka di dalamnya (di dalam Surga) memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya." (Al Qur’an Surat Qaaf ayat 35 (50:35)) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

5. Hari besar (hari raya) yang berulang setiap pekan.

Ibnu Abbas - rodhiollohu 'anhu - berkata : Rosululloh - sholollohu 'ala'hi wasallam - bersabda:

"Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi umat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri sholat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ..." (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa

Salman Al Farisi - rodhiollohu 'anhu – berkata, bahwa Rosululloh -sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian sholat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

Dari Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - dari Risululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Sholat lima waktu, dari Jum'at yang satu ke Jum'at yang berikutnya, dari Ramadhan yang satu ke Ramadhan yang berikutnya itu dapat menjadi penghapus dosa-dosa antara jarak keduanya itu, jikalau dosa-dosa besar dijauhi." (Riwayat Muslim)

Keterangan:

Imam an Nawawi – rahimahulloh - menerangkan bahwa semua janji ampunan dosa itu berlaku untuk dosa-dosa kecil. Adapun mengenai dosa besar, tentu saja harus melalui pertobatan.

7. Orang yang berjalan kaki untuk sholat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun sholat dan puasa

Aus bin Aus - rodhiollohu 'anhu - berkata: Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:
"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shof terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan sholat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Aneka pahala istimewa Jum'at dan Adab di hari Jum'at.

Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - mengatakan bahwa Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam – bersabda:

"Barangsiapa yang mandi Jumat seperti mandi junub kemudian berangkat (ke masjid), maka seolah-olah ia berkurban Unta. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang kedua, maka seolah-olah ia berkurban Lembu. Barangsiapa yang berangkat pada saat ketiga, maka seolah-olah ia berkurban Kambing Kibas yang bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada saat yang keempat, maka seolah-olah ia berkurban Ayam. Dan, barangsiapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah ia berkurban Telur. Apabila imam keluar (naik mimbar), maka para Malaikat mendengarkan khutbah."

Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - berkata, "Nabi - sholollohu 'alaihi wasallam –bersabda:
“Apabila hari Jumat, maka para Malaikat berdiri di pintu masjid sambil mencatat orang yang datang dahulu, lalu yang dahulu (sesudah itu). Perumpamaan orang-orang yang datang pada waktu yang paling awal adalah seperti orang yang berkurban seekor Unta, berkurban Sapi, berkurban Kambing Kibas, berkurban seekor Ayam, lalu berkurban sebutir Telur. Kemudian apabila imam sudah keluar (dalam satu riwayat: duduk 4/79), para Malaikat itu melipat buku-buku catatannya dan mendengarkan zikir (khutbah)." (Shohih Bukhori)

Amr bin Sulaim al-Anshari - rodhiollohu 'anhu - berkata, "Aku bersaksi kepada Abu Sa'id, ia berkata, 'Saya bersaksi atas Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - , beliau bersabda:

“Mandi pada hari Jumat itu wajib atas setiap orang yang sudah baligh (dewasa), menggosok gigi, dan memakai minyak wangi jika ada.'"

Amr berkata, "Adapun mandi, maka saya bersaksi bahwa ia adalah wajib. Sedangkan, menggosok gigi dan mengenakan wewangian, maka Allah lebih tahu apakah ia wajib atau tidak. Akan tetapi, demikianlah di dalam hadits." (Shohih Bukhori)

Dari Ibnu Umar - rodhiollohu 'anhu - bahwasanya Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Jikalau seseorang diantara engkau semua mendatangi sholat Jum'at, maka hendaklah mandi dulu." (Hadits Muttafaq 'alaih)
Dari Samurah - rodhiollohu 'anhu -, katanya: "Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Barangsiapa berwudhu' pada hari Jum'at, maka dengan keringanan itu -bolehlah dilakukan dan tanpa mandi- dan itupun sudah baik. Tetapi barangsiapa yang mandi, maka mandi itu adalah lebih utama." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

Dari Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - , katanya: "Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Barangsiapa yang berwudhu' lalu memperbaguskan wudhu'nya kemudian mendatangi sholat Jum'at, lalu mendengarkan -khutbah serta berdiam diri- tidak bercakap-cakap sedikitpun, maka diampunilah untuk antara Jum'at itu dengan Jum'at yang berikutnya dan ditambah pula dengan tiga hari lagi. Barangsiapa yang memegang -mempermainmainkan- batu kerikil -di waktu ada khutbah- maka ia telah berbuat kesalahan." (Riwayat Muslim)

Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - mengatakan bahwa Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam – bersabda:

"Apabila kamu mengatakan kepada temanmu, 'Diamlah', padahal imam sedang berkhutbah, maka kamu telah berbuat sia-sia (pahala kamu menjadi sia-sia)." (Shohih Bukhori)

Jabir bin Abdullah - rodhiollohu 'anhu – berkata:

"Seorang laki-laki datang dan Nabi sedang berkhutbah kepada para manusia pada hari Jumat. Lalu beliau bertanya, 'Apakah kamu sudah sholat, hai Fulan?' Ia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Berdirilah dan sholatlah dua rakaat.'" (Shohih Bukhori)

Ibrahim bin Sa'd berkata dari az-Zuhri, "Apabila muadzin telah mengumandangkan adzan pada hari Jumat, padahal seseorang sedang bepergian, maka hendaklah ia menghadiri sholat Jumat itu." (Shohih Bukhori)

Abu Hurairah - rodhiollohu 'anhu - mengatakan bahwa Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam – bersabda:

"Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan orang-orang beriman (dalam hadis riwayat Zuhair, umatku), niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali akan sholat." (Shohih Muslim)

Dari Aus bin Aus - rodhiollohu 'anhu - , katanya: " Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Sesungguhnya di antara hari-harimu semua yang lebih utama ialah hari Jum'at, maka dari itu perbanyakkanlah membaca Sholawat padaku dalam hari Jum'at itu, sebab sesungguhnya shalawatmu semua itu ditunjukkan kepadaku." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih. (Riyadhu Sholihin)

9. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda Khusnul Khotimah (akhiran yang baik), yaitu dibebaskan dari Fitnah (azab) Kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru - rodhiollohu 'anhu - , bahwa Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - bersabda:

"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shohihnya dari Abi Hurairah dan Hudzaifah - rodhiollohu anhum - berkata:

“Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah merahasiakan hari Jum'at terhadap umat sebelum kita, maka orang-orang Yahudi memiliki hari Sabtu, orang-orang Nashrani hari Ahad, maka Allah Subhanahu Wa Ta'aala mendatangkan umat ini, lalu Beliau menunjukkan kita hari Jum'at ini, maka Beliau menjadikan urutannya menjadi Jum'at, sabtu ahad, demikian pula mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat, kita adalah umat terakhir di dunia ini namun yang pertama di hari kiamat, yang akan diputuskan perkaranya sebelum makhluk yang lain.” (Shohih Muslim no: 856 dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dengan maknanya dari Abi Hurairah ra no: 876).

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan sholat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. Jumuah ayat 9 (62:9))

Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan sholat Jum'at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan hasrat, bukan dengan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk sholat itu dilarang.

Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tetapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum'at seperti waktu mustajab pada malam Lailatul Qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma'ad: 1/398).

Dari Anas - rodhiollohu ‘anhu - dari Rosululloh - sholollohu 'alaihi wasallam - :

"Siapa yang pada hari Jum'at sebelum Sholat Subuh mengucapkan "Astaghfirullohal ladzi laa ilaa ha illa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ‘ilahi (aku memohon ampunan kepada Allah Yang Tiada Tuhan Yang Patut Disembah Selain Beliau Yang Maha Hidup lagi Maha Menghidupkan dan aku bertobat kepadaNya) sebanyak tiga (3) kali, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (dari Kitab Ibnus Sunni)

Keterangan:

Imam an Nawawi – rahimahulloh - menerangkan bahwa semua janji ampunan dosa itu berlaku untuk dosa-dosa kecil. Adapun mengenai dosa besar, tentu saja harus melalui pertobatan.

ADAB HARI JUM'AT

Di antara adab-adab Jum’at yang perlu dijaga oleh orang yang beriman adalah:

Pertama:

Disunnahkan bagi imam untuk membaca (الم تنزيل) yaitu surat as-Sajdah dan surat Al-Insan pada saat sholat Fajar pada hari Jum’at. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits riwayat Ibnu Abbas – rodhiollohu ‘anhu - bahwa Nabi Muhammad – sholollohu ‘alaihi wasallam - membaca pada waktu sholat Fajar pada hari Jum’at (الم تنزيل) as-sajdah dan (هل أتى على الإنسان حين من الدهر)

Kedua:

Disunnahkan memperbanyak Sholawat kepada Nabi Muhammad – sholollohu ‘alaihi wasallam - pada hari Jum’at atau pada waktu malamnya, berdasarkan sabda Nabi – sholollohu ‘alaihi wasallam - dalam riwayat An-Nasa’i dari Aus bin Aus – rodhiollohu ‘anhu -:

“Hari terbaik kalian adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dicabut nyawanya, pada hari itu akan terjadi tiupan sangkakala, pada hari itu dimatikannya seluruh makhluk pada hari Kiamat, maka perbanyaklah membaca Sholawat bagiku sebab Sholawat kalian didatangkan kepadaku”. Mereka bertanya, “Wahai Rosululloh bagaimana Sholawat kami didatangkan kepadamu padahal dirimu telah menjadi tulang belulang yang telah remuk? Atau mereka berkata: Engkau telah remuk mejadi tanah?” Maka Nabi Muhammad – sholollohu ‘alaihi wasallam - bersabda: Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah mengharamkan kepada bumi memakan jasad para Nabi ‘alaihimus sholawatu wassalam”. ( An—Nasa’I no: 1374)

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab sunannya dari Anas bin Malik – rodhiollohu ‘anhu - bahwa Nabi Muhammad – sholollohu ‘alaihi wasallam - bersabda:

"Perbanyaklah membaca Sholawat bagiku pada hari Jum’at dan malam Jum’at, sebab barangsiapa yang membaca Sholawat kepadaku satu Sholawat saja maka Allah subhanahu wata'ala akan membaca Sholawat kepadanya sepuluh kali Sholawat”.

Contoh sholawat yang benar-benar langsung diajarkan dengan dalil shohih:

"Allohumma sholli 'alaa Muhammad, wa 'alaa azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama shollaita 'alaa Ibrahim. Wa baarik 'alaa Muhammad, wa 'alaa azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama barokta 'alaa Ibrahim. Innaka hamidum majid."

Artinya:

“Yaa Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada Ibrahim.

Dan berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia.”

(Sholawat yang diajarkan dari Hadits Muttafaq 'alaih)

Ketiga:

Perintah untuk mandi Jum’at dan masalah ini sangat ditekankan, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Sa’id Al-Khudri – rodhiollohu ‘anhu - berkata: Aku bersaksi bahwa Rasulullah – sholollohu ‘alaihi wasallam - bersabda: “Mandi pada hari Jum’at diwajibkan bagi orang yang telah mencapai usia baligh dan menjalankan Sholat Sunnah dan memakai minyak wangi jika ada”.

Keempat:

Disunnahkan menggunakan minyak wangi dan siwak (menggosok gigi), memakai pakaian yang terbaik. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya dari Abi Sa’id Al-Khudri dan Abi Hurairah – rodhiollohu ‘anhum - bahwa Nabi Muhammad – sholollohu ‘alaihi wasallam - bersabda:

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at, memakai siwak, memakai pakaian yang terbaik, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, memakai pakaian yang terbaiknya kemudan mendatangi mesjid sementara dia tidak melangkahi punak-pundak orang lain sehingga dia ruku’ (sholat) sekehendaknya, kemudian mendengarkan imam pada saat dia berdiri untuk berkhutbah sehingga selesai sholatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara Jum’at ini dengan hari Jum’at sebelumnya.” ( Imam Ahmad: 3/81)

Kelima:

Membaca surat Al-Kahfi. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari hadits Abi Said Al-Khudri – rodhiollohu ‘anhu - bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca surat Al-kahfi pada hari Jum’at maka akan maka sinar akan memancar meneranginya antara dua Jum’at”. (Al-Hakim: 3/81)

Keenam:

Disunnahkan bersegera menuju sholat Jum’at. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari Aus Al-Tsaqofi dari Abdullah bin Amru – rodhiollohu ‘anhu - berkata:

“Aku telah mendengar Rasulullah – sholollohu ‘alaihi wasallam - bersabda: Barangsiapa yang memandikan dan mandi, lalu bergegas menuju mesjid, mendekat kepada posisi imam, mendengar dan memperhatikan khutbah maka baginya dengan setiap langkah yang dilangkahkannya akan mendapat pahala satu tahun termasuk puasanya”. ( Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya: 2/209)

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah – rodhiollohu ‘anhu - bahwa Nabi Muhammad – sholollohu ‘alaihi wasallam - bersabda:

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at yang sama seperti mandi Janabah kemudian bersegera pergi ke mesjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor Unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada masa ke dua maka dia seakan berkurban dengan seekor Sapi, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke tiga maka dia seakan telah berkurban dengan seekor Kambing yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor Ayam, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ke empat maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir Telur, dan apabila Imam telah datang maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir (khutbah).”

BEBERAPA DOA YANG SUNNAH DIBACA DI HARI JUMU’AH

Diriwayatkan dari Kitab Ibnus Sunni, dari Anas – rodhiollohu ‘anhu -, dari Nabi – shollollohu ‘alaihi wasallam – bahwa beliau bersabda:

“Siapa yang pada hari Jumu’ah sebelum sholat Subuh (di riwayat lain dikatakan sebelum sholat Jumu’ah) mengucapkan: Astaghfirullohalladzii laa ilaa ha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ‘ilaihi (aku memohon ampunan kepada Allah Yang Tiada Tuhan Yang Patut Disembah Selain Beliau Yang Maha Hidup dan Menghidupkan dan aku bertobat kepadaNya), sebanyak tigak kali, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan”

Dari Abu Hurairah – rodhiollohu ‘anhu -, dia berkata, “Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – apabila masuk masjid pada hari Jumu’ah, beliau berpegangan kepada penyangga pintu masjid dan mengucapkan:

Allohummaj ‘alni aujaha man tawajjaha ilaika, wa aqroba ma taqarroba ilaika, wa afdhola ma sa’alaka wa raghiba ilaika

(Yaa Allah, jadikanlah aku orang yang paling lurus dalam menghadap kepadaMu, paling mendekatkan diri kepadaMu, dan paling utama dalam memohon dan berharap kepadaMu)

Diriwayatkan di Kitab Ibnus Sunni dari ‘Aisyah – rodhiollohu ‘anha – beliau berkata bahwa Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – bersabda:

“Siapa selepas sholat Jumu’ah membaca Qul Huwallohu Ahad (Suratul Ikhlas), Qul A‘udzu bi Robbil Falaq (Suratul ‘Falaq), dan Qul A’udzu bi Robbin Naas (Surah An Naas) sebanyak tujuh (7) kali, niscaya Allah akan menjaganya dari setiap keburukan sampai hari Jumu’ah berikutnya”

Selepas sholatul Jumu'ah (Jum'at), perbanyaklah dzikr, agar beruntung:

QS Al Jumu'ah ayat 10:

Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

PENUTUP

Sholat Jum'at itu wajib, dan bersegera diri menuju masjid terdekat untuk Sholat Jum’at termasuk perbuatan sunnah yang agung nilainya, dan amat banyak faedah-manfaatnya, namun sayang sekali ini banyak dilalaikan oleh banyak kalangan dari masyarakat dalam kehidupan yang hanya sekali di dunia yang amat hina ini jika dibandingkan dengan Jannah Allah (Surga Allah) dan seluruh kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'aala.

Semoga hadits-hadits yang telah disebutkan di atas dapat memberikan motivasi dan memperkuat tekad, serta mengasah semangat untuk bersegera meraih nilai yang utama ini.

Allah Subhanahu Wa Ta'aala berfirman:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Al Qur’an Surat Aali imron ayat 133 (3:133))

Segala pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta'aala, Tuhan Semesta Alam di Seluruh Langit dan Bumi, Tuhan Maha Raja di Raja, Tuhan Yang Memberikan Rizki, Tuhan Yang Maha Mengampuni, Tuhan Yang Maha Adil, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Tuhan Yang Mengetahui Segala Sesuatunya, Tuhan Yang benar, Tuhan Yang Tiada Tuhan Melainkan Allah Yang Awal dan Yang Akhir.

Allahu Akbar!

Semoga Sholawat dan Salaam tetap dicurahkan, ditambahkan, kepada Nabi kita, Nabi Terakhir, Rosulolloh Muhammad – sholollohu ‘alaihi wasallam - dan kepada keluarga, sahabat serta seluruh pengikut beliau. Aamiiin.

Allohumma sholli 'alaa Muhammad, wa 'alaa azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama shollaita 'alaa Ibrahim. Wa baarik 'alaa Muhammad, wa 'alaa azwajihi wa dzurriyyatihi. Kama barokta 'alaa Ibrahim. Innaka hamidum majid."

Artinya:

“Yaa Allah, berikanlah tambahan kerahmatan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan tambahan kerahmatan pada Ibrahim.

Dan berikanlah tambahan keberkahan pada Muhammad dan pada istri-istri dan keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah menambahkan keberkahan pada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Termulia.”

(Sholawat yang diajarkan dari Hadits Muttafaq 'alaih)

Dari berbagai sumber.
Wallohua'lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillah.

Abu Taqi Mayestino (ATM)
Baca selengkapnya »
Inilah Keutamaan Dan Doa Menjenguk orang sakit

Inilah Keutamaan Dan Doa Menjenguk orang sakit

۝🔖Nikmatnya sehat bisa dirasakan oleh mereka yang sedang ditimpa sakit.

┏🍃🌹 Nabi ﷺ mengabarkan keutamaan membesuk orang yang sakit.

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.
🍃 Apabila seseorang menjenguk saudara muslim-nya 'yg sedang sakit', maka 'seakan-akan' dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras.

🍃 Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba.

Apabila menjenguknya di sore hari, 70 ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. Turmudzi).
Inilah Keutamaan Dan Doa Menjenguk orang sakit

💐 Do'a yg bisa dibaca: Saat membesuk orang yg sakit.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
🌹 Allahumma Rabban Naas Mudzhibal Ba’si isyfi Antasy-Syaafii Laa Syaafiya illa Anta Syifa'an Laa Yughaadiru Saqoman.

۝ "Ya Allah, Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi ".

📘📗Nabi ﷺ berpesan; ❝Janganlah kamu mencaci maki penyakit, karena sesungguhnya 'dengan penyakit itu' Allah akan mengahapuskan dosa dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran pada besi❞. (HR. Muslim).

༺ Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang beriman.

༺ Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim).

semoga bermanfaat untuk kita semua.

Barakallahu fiikum.

🌹Aamiin Allahumma Aamiin.
Baca selengkapnya »
Inilah diantara keutamaan sedekah berdasarkan hadist shahih

Inilah diantara keutamaan sedekah berdasarkan hadist shahih

✔ Malaikat mendoakan orang yang bersedekah agar mendapatkan gantinya :

» اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا «
“Ya Allah, berilah orang yang bersedekah, gantinya!” (HR. Bukhari Muslim)

✔ Orang yang bersedekah ditolong dari setan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« ماَ يُخْرِجُ رَجُلٌ شَيْئًا مِنَ الصَّدَقَةِ حَتىَّ يَفُكَّ عَنْهَا لِحْيَيْ سَبْعِيْنَ شَيْطَانًا »
“Tidaklah seseorang mengeluarkan sedikit dari sedekah hingga keluarlah 70 setan dari kedua rahangnya.” (HR. Ahmad (al-Musnad; 23012), al-Hâkim (al-Mustadrak; 1521), al-Baihaqi (Syu’abul Iman; 3474), dishahîhkan oleh al-Albani dalam Shahîh al-Jami’ (5814))
keutamaan sedekah berdasarkan hadist shahih

✔ Sedekah dapat menyembuhkan penyakit.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ »
“Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah!” (HR. Abû Daud, Thabrani, dan al-Baihaqi dari sekumpulan para sahabat, hadîts hasan lighairihi, lihat Shahîh at-Targhib wat Tarhib (I/182))

✔ Sedekah meredamkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ »
“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan murka Allah.” (HR. Turmudzi, Ibnu Hibbân, dihasankan oleh at-Turmudzi, dan didha’ifkan oleh al-Albani, lihat Dha’iful Jami’ (1489))

✔ Sedekah akan memadamkan dosa

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ »
“Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Turmudzi, Ahmad, al-Baihaqi, an-Nasa`i, dishahîhkan oleh al-Albani, lihat Shahihul Jami’ (5136))

✔ Sedekah dapat menjaga kehormatan dan kemuliaan. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« ذَبُّوا عَنْ أَعْرَاضِكُمْ بِأَمْوَالِكُمْ »
“Belalah kehormatanmu dengan hartamu!” (HR. al-Khatib dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dishahîhkan oleh al-Albani, lihat Shahîh al-Jami’ (3426))

✔ Sedekah membantumu untuk meraih khusnul khotimah. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيَ مَصَارِعَ السُّوْءِ »
“Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi dari kematian yang buruk.” (HR. al-Hâkim dengan sanad shahîh (Shahîh al-Jami’ (3795), Thabrani dengan sanad hasan (Shahîh al-Jami’ (3797))

Beliau juga bersabda :

« إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مَيْتَةَ السُّوْءِ »
“Sesungguhnya sedekah memadamkan murka Allah dan mencegah kematian yang buruk.” (HR. Turmudzi, Ibnu Hibbân, At-Turmudzi berkata: ‘Hadîts hasan gharib’, didha’ifkan oleh al-Albani (al-Misykah (1919), al-Irwa` (885), Dha’iful Jami’ (1489))

✔ Sedekah melindungimu dari nyala api.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« كُلُّ امْرِئٍ فِيْ ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتىَّ يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ »
“Setiap orang akan berada di dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.” (HR. Ibnu Hibban, al-Hakim dengan sanad shahîh, berdasarkan syarat Muslim, lihat Shahîh al-Jami’ (4510))

✔ Sedekah melepaskan hutangmu pada hari kiamat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« مَنْ فَكَّ رِهَانِ مَيِّتٍ عَلَيْهِ الدَّيْنُ فَكَّ اللهُ رِهَانَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »
“Siapa yang melepaskan hutang seorang mayit yang menanggung hutang, maka Allah akan melepaskan tanggungannya pada hari kiamat.” (HR. Daraquthni, al-Baihaqi, hadîts dha’if (Dha’if at-Targhib wa at-Tarhib (1134))

✔ Sedekah melindungimu dari siksa api neraka.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

« يَا عَائِشَة اسِتَتِرِيْ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ,فَإِنَّهَا تَسُدُّ مِنَ الْجَائِعِ مَسَدَّهَا مِنَ الشَّبْعَان »
“Wahai ‘Aisyah, berlindunglah dari siksa api neraka walau dengan sebutir kurma, karena ia menutupi kelaparan dari orang yang lapar dan menggantinya dengan kenyang!” (HR. Ahmad, al-Bazzar, Ibnu Khuzaimah, al-Albani Rahimahullah berkata: Hasan Lighairihi (Shahîh At-Targhib (865))
Baca selengkapnya »
KEUTAMAAN MEMBANGUN MASJID

KEUTAMAAN MEMBANGUN MASJID

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى – قَالَ بُكَيْرٌ: حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ: يَبْتَغِيْ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ – بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا
“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga” HR Al-Bukhari (1/172, no. 439) dan Muslim (no. 533)
KEUTAMAAN MEMBANGUN MASJID

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Baca selengkapnya »
[ 💰Keutamaan Sedekah Jariyah 💰]

[ 💰Keutamaan Sedekah Jariyah 💰]

🍇 "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah:261)
[ 💰Keutamaan Sedekah Jariyah 💰]

🍓 "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do'a anak yang sholeh." (HR. Muslim no. 1631)

🍒 "Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf Alquran yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil yang dibangunnya, sungai (air) yang dialirkannya untuk umum, atau shadaqah yang dikeluarkannya dari hartanya diwaktu sehat dan semasa hidupnya, semua ini akan menemuinya setelah dia meninggal dunia." (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi).
Baca selengkapnya »
Keutamaan memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita

Keutamaan memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita

Jika salah, mintalah maaf. Jika ada yang buat salah pada kita, terimalah permintaan maafnya.

Mudah Raih Rumah Di Surga

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Keutamaan memaafkan

Bisa Memaafkan Itu Bagian Akhlak Mulia

Kalau kita menelusuri kitab Riyadhus Sholihin, setelah Imam Nawawi menyebutkan bab “Husnul Khuluq” yaitu berbudi pekerti yang baik, lantas beliau menyebutkan bab “Al-Hilm wal Aanah war Rifq” yaitu santun dan lemah lembut. Ini dalil Al-Qur’an yang beliau maksudkan dalam bab tersebut agar kita sebagai seorang muslim dapat memiliki sifat santun dan lemah lembut. Inilah yang menunjukkan akhlak mulia.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
“Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syura: 43)

Kalau kita melihat kandungan ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa termasuk akhlak mulia yaitu:

1. Menahan amarah.
2. Memaafkan kesalahan orang.
3. Mengerjakan yang ma’ruf.
4. Berpaling dari orang yang bodoh.
5. Membalas kejelekan dengan kebaikan.

Semoga bermanfaat.
___
Sumber : rumaysho.com
Baca selengkapnya »
KEUTAMAAN ILMU DALAM AL QURAN

KEUTAMAAN ILMU DALAM AL QURAN

Ayat yang menerangkan tentang keutamaan ilmu dan celaan terhadap orang yang beramal tanpa ilmu sangatlah banyak [bnul Qayyim menyebutkan permasalahan ini dalam kitab Beliau yang masyhur, Miftah Darus Sa`adah.

Cobalah untuk menelaahnya. Sungguh untuk memperolehnya, para ulama kita berjalan kaki yang tidak sanggup ditempuh oleh kuda. Allah Subhanahu wa Ta'ala membedakan antara orang yang berilmu dengan orang yang bodoh, bagaikan orang yang melihat dengan si buta.

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? [Ar Ra`ad:19].
KEUTAMAAN ILMU DALAM AL QURAN

Bahkan tidak sekedar buta, akan tetapi juga tuli dan bisu .

Di berbagai tempat dalam Al Qur’an Allah l mencela orang-orang yang bodoh, yaitu:
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [Al Araf:187].
وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
Dan kebanyakan mereka tidak berakal. [Al Maidah:103].

Bahkan mereka disamakan dengan binatang, dan lebih dungu daripada binatang:
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah, ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa. [Al Anfal: 22].

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan, bahwa orang-orang bodoh lebih buruk dari binatang dengan segala bentuk dan macamnya.

Dimulai dari keledai, anjing, serangga, dan mereka lebih buruk dari binatang-bintang tersebut. Tidak ada yang lebih berbahaya terhadap agama para rasul dari mereka, bahkan merekalah musuh agama yang sebenarnya.
>>>>>
terjemahan buku Miftah Darus Sa`adah
Baca selengkapnya »
KEUTAMAAN MENIKAH (yang masih lajang wajib tahu nih)

KEUTAMAAN MENIKAH (yang masih lajang wajib tahu nih)

 Al-Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah

 Pertanyaan:

‏بماذا تطيب الحياة للرجل والمرأة في هذه الدنيا ؟
Dengan apa ketentraman hidup bagi seorang pria dan wanita di dunia ini?
KEUTAMAAN MENIKAH

 Jawaban:

فالرجل لا يتم حاله ولا تطيب له الحياة إلا بالزوجة الصالحة
Seorang pria tidak akan sempurna keadaannya dan tidak akan tentram kehidupannya, kecuali dengan isteri yang shalehah.

- والمرأة لا تطمئن ولا تطيب لها الحياة إلا بالزوج الصالح
Dan seorang wanita tidak akan tenang dan tidak akan tentram kehidupannya kecuali dengan suami yang shaleh.

[Ta'sisul Ahkam 4/172]
Baca selengkapnya »
-->