IBX5A47BA52847EF DakwahPost: rumah tangga
Rubrik Rumah Tangga : Sunnah-Sunnah Bergaul Dengan Istri

Rubrik Rumah Tangga : Sunnah-Sunnah Bergaul Dengan Istri

1. Memberikan senyuman manis dihadapan istri.

Rasulullah bersabda:

تبسمك في وجه أخيك لك صدقة
"Senyummu dihadapan saudaramu bernilai shodaqoh untukmu." Hadits riwayat Tirmidzi.

ini dengan saudaramu, lalu bagaimana pahalanya jika dengan istrimu sendiri?

2. Menyuapi istri.

Rasulullah bersabda:

ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗُﻨْﻔِﻖَ ﻧَﻔَﻘَﺔً ﺗَﺒْﺘَﻐِﻲ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﺃُﺟِﺮْﺕَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻣَﺎ ﺗَﺠْﻌَﻞُ ﻓِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗِﻚَ
"Sesungguhnya tidaklah engkau berinfak sesuatupun dengan berharap wajah Allah (ikhlash) kecuali engkau akan diberi ganjaran, bahkan sampai makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu" [HR Al-Bukhari no 56 dan Muslim no 1628]

3. Bersikap romantis, dengan meminum bekas minuman istri yang ada liurnya.

Dari 'Aisyah -رضي الله عنه- :

ﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺷْﺮَﺏُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺣَﺎﺋِﺾٌ ، ﺛُﻢَّ ﺃُﻧَﺎﻭِﻟُﻪُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻴَﻀَﻊُ ﻓَﺎﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﻓِﻲَّ ، ﻓَﻴَﺸْﺮَﺏُ ، ﻭَﺃَﺗَﻌَﺮَّﻕُ ﺍﻟْﻌَﺮْﻕَ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺣَﺎﺋِﺾٌ ، ﺛُﻢَّ ﺃُﻧَﺎﻭِﻟُﻪُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻴَﻀَﻊُ ﻓَﺎﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﻓِﻲَّ
"Aisyah berkata: 'Ketika saya haid, saya pernah minum, lalu sisa minuman saya berikan kepada Rasulullah. Rasul kemudian meletakkan bibirnya persis di tempat bibir saya menempel, kemudian beliau minum. Saya juga pernah menggigit daging ketika saya sedang haidh, kemudian saya berikan sisanya kepada Rasulullah, dan beliau meletakkan bibirnya persis di mana bibir saya menempel" (HR. Muslim).

Sunnah-Sunnah Bergaul Dengan Istri

4. Bersandar di pangkuan istri

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺘَّﻜِﺊُ ﻓِﻲ ﺣَﺠْﺮِﻱ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺣَﺎﺋِﺾٌ ﺛُﻢَّ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ
"Bahwasanya Nabi ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersandar di pangkuanku dan aku dalam keadaan haid, lantas beliau membaca Al Qur`an." [HR Al Bukhari (297) dan Muslim (301)]

5. Mandi bersama dari satu bejana.

Dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh 'Aisyah, Ummu Salamah, Maimunah, dan Ibnu Umar -رضي الله عنهم- :

"Dahulu Nabi mandi bersama istrinya dari satu bejana, hingga suatu ketika Rasul bersabda:

أبقي لي
"sisakan (air) untukku."

Dan istri beliau juga berkata: "sisakan air juga untukku ya Rasul." [hadits Muttafaqun 'alaih]

6. 'Bermain-main(ملاعبة)' dengan istri, dan Menggoda Istri

Rasulullah berkata kepada Jabir:

ﻫَﻼَ ﺑِﻜْﺮًﺍ ﺗَﻼَ ﻋِﺒُﻬَﺎ ﻭَ ﺗُﻼَﻋِﺒُﻚَ
Mengapa bukan (yang masih) perawan, (hingga) engkau bisa bermain-main dengannya, dan ia pun bisa bermain-main denganmu?"

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪَ ﻗَﺎﻟَﺖْ : " ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓِﻲْ ﺳَﻔَﺮٍ ﻭَﻫِﻲَ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٌ , ﻓَﻘَﺎﻝَ ِ ﻷَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ : " ﺗَﻘَﺪَّﻣُﻮْﺍ " ﻓَﺘَﻘَﺪَّﻣُﻮْﺍ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻬَﺎ : " ﺗَﻌَﺎﻟَﻲْ ﺃُﺳَﺎﺑِﻘْﻚِ "
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha ia berkata : “Bahwasanya dia pernah bersama Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan, sedangkan ketika itu Aisyah adalah seorang gadis (belum gemuk). Lalu Nabi berkata kepada para sahabatnya : “Majulah kalian.” Maka para sahabat bergegas maju. Kemudian Nabi berkata kepada Aisyah : “Kesinilah, ayo lomba lari.”

7. Membantunya dalam Urusan-urusan Rumah Tangga

ﻣﺎَ ﻳَﺼْﻨَﻊُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓِﻲْ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ، ﻳَﺨْﺼِﻒُ ﺍﻟﻨَّﻌْﻞَ ﻭَﻳَﺮْﻗَﻊُ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏَ ﻭَﻳُﺨِﻴْﻂُ
“Beliau mengerjakan apa yang biasa dikerjakan salah seorang kalian di rumahnya. Beliau menambal sandalnya, menambal bajunya, dan menjahitnya.”

Masya Allah,, contoh dari seorang Nabi yang mulia.

8. Membersihkan Mulut Untuk Sang Istri

Berkata 'Aisyah -رضي الله عنها-

كان رسول الله إذا دخل بيته بدأ بالسواك
"Dahulu Nabi jika hendak masuk rumah beliau, beliau mendahulukan bersiwak." [Riwayat Muslim]

Termasuk juga disini adalah memakai minyak wangi dan berhias untuk istri.

Berkata Ibnu Abbas:

إني أحب أن أتزين لها كما أحب أن تتزين لي
"Sesungguhnya aku suka untuk aku berhias untuk istriku, sebagaimana aku suka dia berhias untukku."

WA Berbagi Faedah [WBF] | Diarsipkan oleh www.atsar.id
Baca selengkapnya »
Berkasih Sayang Mengikuti Sunnah Rasulullah

Berkasih Sayang Mengikuti Sunnah Rasulullah

1. Tidur satu selimut bersama isteri (HR. Tirmidzi 132)
2. Makan minum segelas berdua (HR. Bukhari VI/293)
3. Mencium isteri sering-sering  (HR. Nasai)
4. Mandi bersama isteri (HR. Nasai I/202)
5. Menyikat rambut suami (HR. Ahmad)

6. Membantu pekerjaan rumah tangga (HR. Muslim)
7. Membelai isteri (HR. Ahmad)
8. Tetap romantis walau isteri sedang haid (HR. Bukhari 7945)
9. Menemani isteri yang sedang sakit (HR. Muslim 2770)
10. Memberikan isteri hadiah (HR. Ahmad)

11. Mengajak isteri ketika hendak keluar kota (HR. Bukhari dan Muslim)
12. Mendinginkan kemarahan isteri dengan kemesraan (HR. Ibnu Sunni)
13.  Memanggil dengan kata-kata mesra (HR. Muslim)
14. Suami isteri berjalan-jalan berduaan waktu malam (HR. Muslim 2445)
15. Tidur dipangkuan isteri (HR. Bukhari)

Berkasih Sayang Mengikuti Sunnah Rasulullah

Subhanallah... Beruntunglah yg memiliki suami yg sudah melaksanakan sedikit banyak dari sunnah2 di atas, karena dapat menguatkan jalinan cinta dan mewujudkan keluarga yg SAMAWA.

Dari 15 poin diatas, berapa yang sudah dipraktekan?,
monggo jawab dalam hati masing-masing
Baca selengkapnya »
💎 CINTAILAH PASANGAN HIDUPMU ...

💎 CINTAILAH PASANGAN HIDUPMU ...

Sudah selayaknya disadari...
Cinta adalah anugerah Allah...
Allah yang menjadikan adanya cinta dan kasih sayang antara suami dan istri di dalam hati mereka...

Tetapi tahukah engkau bahwa :

  • Cinta itu butuh pembuktian...
  • Cinta itu butuh pengorbanan...
  • Cinta itu butuh diungkapkan...
  • Cinta itu butuh diperjuangkan...
  • Cinta itu butuh kesabaran...
  • Cinta itu butuh kesetiaan...
  • Cinta itu butuh keikhlasan...

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah menyebut istrinya, lalu beliau mendoakan rahmat untuknya, dan beliau berkata :

مكثنا عشرين سنة ما اختلفنا في كلمة
"Kami hidup bersama selama 20 tahun, kami tidak pernah berselisih walaupun hanya satu kalimat" (Siyar A'laamin Nubalaa' XI/333)

Syuraih bin al-Harits bin Qais al-Qadhi rahimahullah bersyair tentang cinta :

"Kulihat kaum lelaki memukul istri mereka, namun tanganku lumpuh untuk memukul Zainab. Zainab adalah matahari, sedang wanita lain adalah bintang-bintang. Jika Zainab muncul, tak akan nampak lagi bintang-bintang..." (Siyar A’laamin Nubalaa' IV/106)


Subhanallah, kenapa bisa seperti itu...?

Karena cinta adalah magnet yang merekatkan antara suami dan istri. Membuat keduanya seolah jiwa dan raga yang satu, bahkan hati yang satu...

Dengannya, engkau mendapatkan kebahagiaan yang tidak akan bisa engkau dapatkan tanpa menikahinya...

Dengannya, engkau melewati kehidupan bersama, berbagi suka dan duka, merenda impian dan harapan, menghadapi segala masalah dan rintangan...

  • Ketika sakit, dia merawatmu dengan sabar...
  • Ketika sedih, dia menghiburmu dengan ikhlas...
  • Ketika lelah, dia menyemangatimu dengan penuh kasih sayang...

  • Saat engkau lemah, maka dia menguatkanmu...
  • Saat engkau memerlukan nasihat, maka dia pun memberikan nasihat terbaik bagimu...
  • Saat tidur, dialah orang terakhir yang engkau lihat...
  • Saat bangun, dialah orang pertama yang kau dekap...
  • Saat engkau bepergian jauh, dia selalu ada di dalam hati dan pikiranmu...

Dia selalu memikirkan dirimu...
Dia selalu berdoa untukmu...
Dia selalu merindukanmu...
Dia selalu mengkhawatirkan keselamatanmu...

Dia adalah kekasih hatimu...
Dia belahan jiwamu, lentera hidupmu...
Pendamping setia dan sahabat terbaikmu...
Engkau menjadi dunianya, dia menjadi duniamu...

Janganlah letih untuk mencintainya...
Janganlah menyimpan dendam dan kemarahan kepadanya, maafkan kekurangannya, pahami relung jiwanya dan selami dasar hatinya...

Karena cinta sejati bukanlah sehidup semati...
Tetapi sehidup se-Surga, cinta karena Allah...
Ya Allah, jadikanlah cinta kami sehidup dan se-Surga yang kekal abadi selamanya...

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
Baca selengkapnya »
Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu

Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu

Saya terima nikahnya.... binti.... dengan mas kawin......di bayar tunai....”.

Singkat, padat ringkas dan jelas.

Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar” tersebut?
Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat?

Yang tersirat ialah : Artinya: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya."

Dosa apa saja yang telah dia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat.

Semua yang berhubungan dgn si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung.

Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu

Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku” juga sadar, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku.

Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si istri dan si ibu bapa istri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAAH Subhanahu Wa Ta'ala ".

Jika aku GAGAL (si Suami) ?”Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.

Duhai para istri...

Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu.

Karena saat Ijab terucap, Arsy Allaah Subhanahu wa ta'ala berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan Allaahu Ta'ala dengan disaksikan para malaikat dan manusia.

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.

Semoga... ini menjadi perenungan untuk sudah nikah maupun yg belum menikah.

Subhaanallaah..

beratnya beban yang di tanggung suami. Bukankah untuk meringankan tanggung jawabnya itu berarti seorang istri harus patuh kepada suami, menjalankan perintah Allaah Subhanahu wa ta'ala dan menjauhi larangan-Nya?

Juga mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.

Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Saudara dan sahabatku ......

Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan kesehatan, kebahagiaan, keselamatan dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya.

"Ya Allaah, muliakanlah sdr dan sahabat-sahabat Kami, Berikanlah Kami pasangan yang setia, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Kelak masukkanlah Kami disurga yang terindah.

Rasulullaah shallallahu alahi wa salam bersabda : "Barang siapa yang menyampaikan 1(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Subhaanallaah.....
Semoga kita menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Yaa Allaah terimalah dari kami (amalan kami). Aamiin...

artikel republish
Baca selengkapnya »
Pituah untuk mereka yang belum dan sudah menikah

Pituah untuk mereka yang belum dan sudah menikah

Melihat dan mendengar banyaknya kasus rumah tangga yg berakhir dgn perceraian, jadi teringat sebuah petuah yg mengatakan :

افتح عينيك جيدا قبل الزواج, و أغمضهما جيدا بعد الزواج
"Bukalah kedua matamu baik-baik sebelum menikah, dan tutuplah keduanya dgn baik setelah menikah"

Hendaknya petuah ini menjadi nasehat bagi yang akan memasuki bahtera pernikahan agar betul-betul mencari calon suami/istri dan calon bapak/ibu bagi anak-anaknya kelak. Buka kedua matamu, perhatikan dengan seksama. Carilah pasangan yg terbaik buat dirimu.

Jika engkau sudah menikah, maka tutuplah kedua matamu tersebut. Jangan suka mencari-cari kesalahan dari pasanganmu.

Kebanyakan kita terkadang tidak menggubris nasehat ini atau terbalik menerapkannya. Ketika mau menikah, matanya hanya tertuju dan terfokus pada tampilan fisik belaka.

Konsentrasinya hanya terpusat pada kecakepan si fulaan atau kecantikan si fulaanah saja. Mereka lupa membuka matanya lebih lebar lagi. Mereka lalai melihat agama dan akhlak calon pasangannya.

Akhirnya apa yg terjadi?

Setelah menikah malah membuka matanya dengan sangat lebar. Kesalahan kecil dari pasangannya dibesar-besarkan seakan-akan di matanya ada kaca pembesar.

Tiada hari tanpa mencari dan menemukan kesalahan pasangannya. Walhasil, angka perceraian semakin tinggi, jumlah wanita-wanita tak bersuami lagi makin banyak, problema sosial kemasyarakatan makin ruwet.

Pituah untuk mereka yang belum dan sudah menikah

Oleh karena itu, petuah ini semestinya ditanggapi oleh semua kalangan, baik yg belum menikah maupun yg sudah menikah.

Buka mata lebar-lebar, cari dan telitilah orang yg akan menjadi pasangan hidupmu. Di saat engkau menjalani hidup dengannya, tutuplah kedua matamu dari melihat kesalahan dan kekurangannya. Ingatlah kebaikan-kebaikan dan kelebihan-kelebihannya.

Sungguh orang yg paling baik terhadap pasangannya telah memberikan kita peringatan. Beliau ﷺ bersabda:

"Janganlah seorang mukmin itu membenci istrinya. Jika ia tidak senang terhadap salah satu tabi'atnya, maka ia ridha terhadap tabi'atnya yg lain." (HR. Muslim)

Penulis: Ust. Abu Yazid Teuku Muhammad Nurdin
(Pimred Website muslim.or.id)
Baca selengkapnya »
Wahai Suami Istri, CINTAILAH PASANGAN HIDUPMU...

Wahai Suami Istri, CINTAILAH PASANGAN HIDUPMU...

Sudah selayaknya disadari...
Cinta adalah anugerah Allah...
Allah yang menjadikan adanya cinta dan kasih sayang antara suami dan istri di dalam hati mereka...

Tetapi tahukah engkau bahwa :

Cinta itu butuh pembuktian...
Cinta itu butuh pengorbanan...
Cinta itu butuh diungkapkan...
Cinta itu butuh diperjuangkan...
Cinta itu butuh kesabaran...
Cinta itu butuh kesetiaan...
Cinta itu butuh keikhlasan...

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah menyebut istrinya, lalu beliau mendoakan rahmat untuknya, dan beliau berkata :

مكثنا عشرين سنة ما اختلفنا في كلمة
"Kami hidup bersama selama 20 tahun, kami tidak pernah berselisih walaupun hanya satu kalimat" (Siyar A'laamin Nubalaa' XI/333)


CINTAILAH PASANGAN HIDUPMU...

Syuraih bin al-Harits bin Qais al-Qadhi rahimahullah bersyair tentang cinta :

"Kulihat kaum lelaki memukul istri mereka, namun tanganku lumpuh untuk memukul Zainab. Zainab adalah matahari, sedang wanita lain adalah bintang-bintang. Jika Zainab muncul, tak akan nampak lagi bintang-bintang..." (Siyar A’laamin Nubalaa' IV/106)

Subhanallah, kenapa bisa seperti itu...?

Karena cinta adalah magnet yang merekatkan antara suami dan istri. Membuat keduanya seolah jiwa dan raga yang satu, bahkan hati yang satu...

Dengannya, engkau mendapatkan kebahagiaan yang tidak akan bisa engkau dapatkan tanpa menikahinya...

Dengannya, engkau melewati kehidupan bersama, berbagi suka dan duka, merenda impian dan harapan, menghadapi segala masalah dan rintangan...

Ketika sakit, dia merawatmu dengan sabar...
Ketika sedih, dia menghiburmu dengan ikhlas...
Ketika lelah, dia menyemangatimu dengan penuh kasih sayang...

Saat engkau lemah, maka dia menguatkanmu...
Saat engkau memerlukan nasihat, maka dia pun memberikan nasihat terbaik bagimu...
Saat tidur, dialah orang terakhir yang engkau lihat...
Saat bangun, dialah orang pertama yang kau dekap...
Saat engkau bepergian jauh, dia selalu ada di dalam hati dan pikiranmu...

Dia selalu memikirkan dirimu...
Dia selalu berdoa untukmu...
Dia selalu merindukanmu...
Dia selalu mengkhawatirkan keselamatanmu...
Dia adalah kekasih hatimu...
Dia belahan jiwamu, lentera hidupmu...

Pendamping setia dan sahabat terbaikmu...
Engkau menjadi dunianya, dia menjadi duniamu...

Janganlah letih untuk mencintainya...
Janganlah menyimpan dendam dan kemarahan kepadanya, maafkan kekurangannya, pahami relung jiwanya dan selami dasar hatinya...

Karena cinta sejati bukanlah sehidup semati...
Tetapi sehidup se-Surga, cinta karena Allah...

Ya Allah, jadikanlah cinta kami sehidup dan se-Surga yang kekal abadi selamanya...

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
Baca selengkapnya »
KESUKSESAN SETAN ADALAH BERHASIL MENCERAIKAN SUAMI-ISTRI

KESUKSESAN SETAN ADALAH BERHASIL MENCERAIKAN SUAMI-ISTRI

Terdapat hadits bahwa Iblis memuji setan yang berhasil menceraikan suami-istri

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن إبليس يضع عرشه على الماء ثم يبعث سراياه فأدناهم منه منزلة أعظمهم فتنة، فيقول: فعلت كذا وكذا، فيقول: ما صنعت شيئاً. قال: ثم يجيىء أحدهم يقول: ما تركته حتى فرقت بينه وبين امرأته! 
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya.

Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”.

Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”.

Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya.

Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau”

(HR Muslim)

BERHASIL MENCERAIKAN SUAMI-ISTRI

Al-Munawi menjelaskan,

“Hadits ini menunjukan peringatan yang sangat menakutkan tentang celaan terhadap perceraian. Hal ini merupakan tujuan terbesar (Iblis) yang terlaknat karena perceraian mengakibatkan terputusnya keturunan. Bersendiriannya (tidak ada pasangan suami/istri) anak keturunan Nabi Adam akan menjerumuskan mereka ke perbuatan zina” [Faidhul Qadiir II/408]

Kerugian akibat perceraian lainnya:

[1] Rumah tangga adalah miniatur masyarakat dan bangsa, jika rumah tangga tidak harmonis demikian juga dengan masyarakat.

[2] Anak-anak akan menjadi korban, sering melihat pertengkaran di rumah tangga, kurang perhatian dan pendidikannya. Bisa jadi anak tersebut menjadi nakal dan inilah tujuan besar setan

Salah satu cara agar rumah tangga harmonis:

🌸 Sering-sering mengingat kebaikan pasangan dan melupakan serta buang jauh-jauh ingatan kekurangan pasangan, ini lebih baik daripada saling memikirkan kekurangan.

Pasangan hidup adalah cerminan kita karena janji Allah "yang baik akan mendapat yang baik-baik juga dan sebaliknya".

Allah berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Wallahu'alam

Sumber: muslimafiyah.com
Baca selengkapnya »
AGAR ISTRI-MU SELALU TERLIHAT CANTIK DAN MULIA DI MATA-MU ❤

AGAR ISTRI-MU SELALU TERLIHAT CANTIK DAN MULIA DI MATA-MU ❤

Istri Shalehah yang telah Allah anugerahkan kepada kita merupakan perhiasan paling indah di dunia yang Fana ini.

Nabi -صلى الله عليه و سلم- bersabda:

"الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ"
"Dunia ini merupakan perhiasan yang sementara, dan sebaik-sebaik perhiasan dunia adalah Wanita Shalehah" [HR Imam Muslim, dari Abdullah Bin 'Amr, No 1467]

Allah Ta'ala Berfirman:

"و عاشرواهن بالمعروف"
"Dan bergaullah dengan mereka (istri2 kalian) dwngan cara yang ma' ruf (patut)". [QS: An-Nisa ayat 19]

Dan Nabi bersabada:

"اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ"
"Saling berwasiatlah tentang para wanita dengan kebaikan. karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. jika kamu mencoba (paksa) untuk meluruskannya maka dia akan patah, namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu saling berwasiatlah sesama kalian terhadap para wanita dengan kebaikan". [HR Imam Bukhori No 3331 dan Imam Muslim No 1468]
AGAR ISTRI-MU SELALU TERLIHAT CANTIK

Berkata Imam An-Nawawi -رحمه الله-:

"فيه الحث على الرفق بالنساء والإحسان إليهن والصبر على عوج أخلاقهن، واحتمال ضعف عقولهن وكراهة طلاقهن بلا سبب، وأنه لا مطمع في استقامتهن"
"Pada hadits tersebut ada anjuran agar (kaum lelaki) berlemah-lembut dan berbuat baik kepada kaum wanita, serta bersabar atas kekurangan akhlak mereka,dan bersabar atas kurangnya akal mereka. Janganlah menceraikan mereka tanpa sebab(syar'i, pent) dan agar tidak tergesa-gesa dalam meluruskan mereka" [ lihat Syarh shahih Muslim, karya Nawawi pada no hadits:1468]

Beranjak dari ayat dan hadits di atas, saya ingin mencoba untuk menyebutkan beberapa hal agar istri kita selalu terlihat "Cantik dan Mulia" di mata kita kaum Suami.
Berikut ini beberapa rangkaiannya dengan ringkas :

Bersyukur kepada Allah atas Nikmat Istri yang telah Allah berikan kepadamu.

"وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ"
"Dan ingatlah , tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". [QS. 14:7]

Betapa banyak lelaki di luar sana yang sampai hari ini belum Allah anugrahkan kepada mereka seorang istri yang mendampingi, menyejukkan, dan membuat mereka tentram dunia ini. Karena yang namanya Nikmat itu sekecil apapun harus di syukuri.

Menundukkan pandangan mata dari Wanita lain yang haram di lihat.

Allah Ta'ala berfirman :

"قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون(30)وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن"
" Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya" [QS An-Nur Ayat 30-31].

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

"لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ"
"janganlah engkau ikutkan pandangan pertama dengan pandangan yang lain (berikutnya), sesungguhnya bagimu pandangan yang pertama tidak pandangan yang lainnya (berikutnya)." [HR Imam Abu Daud No 2149 dan Imam Tirmizi No 2777]

Berkata Al-Imam Ibnul Qoyyim-رحمه الله - :

"والنظر أصل عامة الحوادث التي تصيب الإنسان، فإن النظرة تولد خطرة، ثم تولد الخطرة فكرة، ثم تولد الفكرة شهوة، ثم تولد الشهوة إرادة، ثم تقوى فتصير عزيمة جازمة، فيقع الفعل، ولا بد، ما لم يمنع منه مانع"
"Dan pandangan itu merupakan sumber segala maksiat menimpa seorang insan.
Karena dari pandangan akan lahir bisikan jiwa, karena bisikan jiwa lahirnya pikiran, dari sebuah pikiran akan lahirnya Syahwat, kemudian dari syahwat menjadi sebuah keinginan, kemudian keinginan tersebut menguat sehingga menjadi sebuah tekad, dan tatkala sudah menjadi sebuah tekad, Maka pasti dia akan melakukannya selama tidak ada yang menghalanginya.

Berkata Penyair Arab:
كل الحوادث مبداها من النظر,
ومعظم النار من مستصغر الشرر،
كم نظرة بلغت من قلب صاحبها،
كمبلغ السهم بين القوس والوتر .
"Seluruh maksiat itu bersumber dari pandangan,
Dan mayoritas penghuni api neraka itu adalah mereka yang suka meremehkan dosa,
Sungguh betapa banyak kerusakan di buat oleh pandangan terhadap sebuah hati,
sebagaimana kerusakan yang di timbulkan anak panah yang keluar dari busurnya".
[ Lihat : Addaau Waddwa', karya Ibnu Qoyyim].

Dan sebagian Ulama Menyatakan :

"الصبر عن محارم الله أيسر من الصبر على عذابه"
"Sesungguhnya bersabar menahan diri dari bermaksiat kepada Allah itu lebih ringan daripada bersabar dari 'azab Allah"

Maka setiap kali engkau memandang yang haram, hendaknya setiap itulah engkau bayangkan akan' azab api neraka.

Satu hari di dalamnya bagaikan lima puluh ribu tahun di dunia !

Mampu kah engkau menahannya !?.

Sebenarnya suka memandang pandangan yang di haramkan Allah dan Rasul-Nya adalah hanya menyiksa dirinya sendiri.

karena dia tidak akan mampu melampiaskan syahwat nya terhadap setiap apa yang dia pandang.
Oleh karena itu, sebagian Ulama berkata:

"الصبر على غض البصر أيسر من الصبر على ألم ما بعده "
"Sungguh bersabar menahan pandangan itu lebih mudah/ringan daripada bersabar menahan syahwat setelah memandang

Mengingat akan kebaikan istri tatkala muncul darinya kekurangan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ"
"Janganlah seorang Mukmin(suami, pent) membenci wanita Mukminah(istrinya, pent) , jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain." [HR Imam Muslim, No:1469]

Introspeksi kekurangan diri sendiri.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"يبصر أحدكم القذى في عين أخيه، وينسى الجِذْعَ في عينه"
"Terkadang diantara kalian itu bisa melihat kotoran kecil di mata saudaranya, Namun(sangat di sayangkan, pent) dia lupa akan batang pohon di depan matanya(kotoran yg lebih besar di matanya) "
Berkata Penyair Arab:

Sungguh buruk perangai seorang Insan, lupa akan kekurangannya,
Namun selalu ingat akan kekurangan saudaranya yang tertanam,
Kalaulah ia berakal, tentu tidak akan merendahkan orang lain dengan suatu kekurangan,
Sedangkan pada dirinya banyak kekurangan
Andainya ia berpikir, sungguh telah cukup.

Catatan:

Kalaulah kita mau jujur, Maka sungguh kebaikan atau kesempurnaan istri kita itu mungkin lebih banyak dari kekurangan atau kekhilafahannya.

Dan andainya seorang suami inshaf dalam menilai dirinya, niscaya dia akan mendapatkan kekurangan dan khilafahannya tidak kalah banyak atau sering ketimbang kekurangan dan kekhilafahan Istrinya.

Melihat kepada orang di bawahmu dalam kesempurnaan Istrinya.

Karena Nabi bersabda:

"انظروا إلى من هو أسفل منكم و لا تنظروا إلى من هو فوقكم ذالك أجدر ألا تزدروا نعمة الله عليكم "
" (dalam perkara dunia,pent) Lihatlah kepada yang di bawah kalian, dan janganlah melihat kepada yang di atas kalian, agar kalian tidak merendahkan nikmat Allah atas kalian".

Catatan:
Kalau engkau mau melihat kepada orang di sekitarmu, maka niscaya engkau akan mendapati lelaki2 yang mungkin lebih sempurna darimu baik dari sisi dunia ataukah agamanya, namun tidaklah istri dia lebih sempurna daripada istrimu.

Tidak menilainya dari sisi dunawi saja.

Jadikanlah kelebihan dari sisi agama sesuatu yang utama dan pertama dalam menilai atau memandang mulia atau tidaknya istrimu.

Bisa jadi wanita yang engkau pandang di luar sana yang lebih cantik dan sempurna di matamu daripada istrimu, namun tidaklah sebaik istrimu dari sisi ketaatan kepada Allah, ilmu agama, dan akhlaknya.

Perkara akhirat itu tidak akan pernah dapat di bandingkan dengan perkara dunia.

Semoga bermanfaat, Baarokallahufiik.....

Ustadz Abu Furaihan Farhan Bin Ramli Ahmad hafizhahullah
💻 Web: www.madrosahsunnah.com
Baca selengkapnya »
5 Tips Rumah Tangga Bahagia (terutama yang mau nikah wajib tahu)

5 Tips Rumah Tangga Bahagia (terutama yang mau nikah wajib tahu)

Ingin rumah tangga bahagia? Coba jalankan 5 tips yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai berikut.

1- Membina Rumah Tangga dengan Agama

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At- Tahrim: 6)

Adh-Dhahak dan Maqatil mengenai ayat di atas,

حَقُّ عَلَى المسْلِمِ أَنْ يُعَلِّمَ أَهْلَهُ، مِنْ قُرَابَتِهِ وَإِمَائِهِ وَعَبِيْدِهِ، مَا فَرَضَ اللهُ عَلَيْهِمْ، وَمَا نَهَاهُمُ اللهُ عَنْهُ
“Menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengajari keluarganya, termasuk kerabat, sampai pada hamba sahaya laki-laki atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang.” (HR. Ath-Thabari, dengan sanad shahih dari jalur Said bin Abi ‘Urubah, dari Qatadah. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 321)
5 Tips Rumah Tangga Bahagia

Kepala rumah tangga yang baik mengajak anaknya untuk shalat sebagaimana yang suri tauladan kita perintahkan,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ
“Perhatikanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Jika mereka telah berumur 10 tahun, namun mereka enggan, pukullah mereka.” (HR. Abu Daud, no. 495; Ahmad, 2: 180. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Coba perhatikan nikmatnya jika rumah tangganya dibina dengan agama. Sungguh nikmat dan seuju. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh suami-istri untuk shalat malam bareng,

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah suaminya.” (HR. Abu Daud, no. 1450; An-Nasa’i, no. 1611. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

2- Istri Taat Pada Suami

Rumah tangga akan berbahagia, jika istri itu taat pada suami. Karena istri seperti inilah yang akan menyenangkan hati suami,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai, no. 3231; Ahmad, 2: 251. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Bahkan istri yang seperti inilah yang akan dapat jaminan masuk surga lewat pintu surga mana saja yang ia mau. Disebutkan dalam hadits,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

3- Punya Banyak Anak

Karena makin banyak anak, makin banyak yang mendo’akan. Namun dituntut anak tersebut adalah anak yang shalih.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631).

Dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata, “Ada seseorang yang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak.”
Kemudian ia mendatangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang.

Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَم
“Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud no. 2050 dan An Nasai no. 3229. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan)

4- Menafkahi dengan Cukup

Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ
“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud, no. 2142. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Hindun binti ‘Utbah, istri dari Abu Sufyan, telah datang berjumpa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang yang sangat pelit. Ia tidak memberi kepadaku nafkah yang mencukupi dan mencukupi anak-anakku sehingga membuatku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah berdosa jika aku melakukan seperti itu?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خُذِى مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ وَيَكْفِى بَنِيكِ
“Ambillah dari hartanya apa yang mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut.” (HR. Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714)

5- Tidak Mudah-Mudahan Minta Cerai

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ
“Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, no. 2226; Tirmidzi, no. 1187; Ibnu Majah, no. 2055. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Ingat pula kata Ibnu Taimiyah,

وَالدَّوَامُ أَقْوَى مِنْ الِابْتِدَاءِ
“Meneruskan lebih kuat daripada memulai.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 148)

Yang jelas, jika ingin mewujudkan rumah tangga bahagia, berjalanlah di atas sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga bermanfaat.


Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
Baca selengkapnya »
Anak Diciptakan Di Atas Fitroh Yang Suci Dan Bakat Yang Unik

Anak Diciptakan Di Atas Fitroh Yang Suci Dan Bakat Yang Unik

PARENTING NABAWI DALAM SURAT LUQMAN

🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Allah berfirman:

خَلَقَ السَّمَوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الأرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنزلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ. هَذَا خَلْقُ اللَّهِ
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. Inilah ciptaan Allah.
(Luqman : 10 - 11)

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Allah telah menciptakan langit, bumi, gunung, samudra, dan semua makhluq Nya dengan sangat Indah dan sempurna. Semua makhluq memiliki karakteristik yang unik dan sifat alami yang indah.

Terlebih penciptaan manusia yang paling sempurna sebagaimana Allah berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (at- Tin:4)

Imam Ibnu A'syur dalam tafsir at Tahrir wat Tanwir menyebutkan bahwa makna sebaik-baik bentuk bukan hanya bentuk fisik semata akan tetapi mencakup kesempurnaan fitroh mereka. Setelah itu beliau berkata:

ولهذا كان الأصل في الناس الخيرَ والعدالة والرشد وحسن النية عند جمهور من الفقهاء والمنحدِّثين .
"Oleh sebab itu asal manusia adalah baik, adil, petunjuk, niat yang bagus. Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama fikih dan hadits"
Anak Diciptakan Di Atas Fitroh

Maka nikmat yang paling agung adalah ketika Allah menciptakan manusia di atas fitroh yang suci dan karakter yang unik, sebagai persiapan untuk mengemban tugas yang sangat mulia yaitu khoolifah di muka bumi.

Kita harus terus menikmati dan mensyukuri karunia yang telah Allah berikan dari fitroh dan bakat yang diinstal dalam diri setiap anak, dan kita jangan sekali-kali merubah dan memalingkan fitroh tersebut karena pasti akan gagal total. Dan tugas orang tua dan guru hanya menjaga, mengawasi, mengasah, dan merangsang supaya fitroh ini tumbuh dan keluar.

🌴 Fithroh ( الفطرة)

Fithroh secara bahasa terpecah dari asal kalimat ( فطَرَ الشيءَ يَفْطُرُه فَطْراً فانْفَطَر وفطَّرَه ).
Pecahan kalimat ini dipakai dengan makna yang bermacam- macam, diantaranya:

- Memecah ( الشق ) seperti ayat Syuro : 5
- Menciptakan ( الخلق ) seperti surat Fathir : 1
- Menerima ( القبول ) seperti surat Muzammil: 12.

Sedangkan kalimat fithroh ( الفطرة ) sendiri hanya Allah sebutkan sekali dalam surat ar Rum : 3

🌴 Allah menciptakan semua manusia dalam kondisi fitroh yang suci dan bakat yang unik

Allah berfirman:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (ar Rum:30)

Imam Ibnu Abdil Bar menukilkan ijma' ulama bahwa makna fitroh Allah dalam ayat ini adalah agama islam (at Tamhid : 18/ 72)

Imam Ibnu Katsir berkata : "Sesungguhnya Allah telah memfitrohkan manusia diatas Ma'rifatullah (mengenal Allah), tauhid kepada Nya, dan keyakinan bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Dia" ( Tafsir:6/320)

Dari Abu Huroiroh, Rosulullah bersabda:

( ما من مولود يولد إلا على الفطرة ، فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه )
"Tidak ada anak yang dilahirkan melainkan di atas fitroh, orang tuanya lah yang merubah menjadi yahudi, nasrani, atau majusi" (H.R Bukhori Muslim)

Imam Nawawi setelah menjelaskan panjang lebar tentang khilaf para ulama dalam memahami hadits ini, beliau berkata: " Pendapat yang paling benar dalam makna hadits ini bahwa setiap anak dilahirkan dalam kondisi telah disiapkan untuk islam. Maka siapa yang kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya muslim maka anaknya terus menurus di atas islam dalam hukum dunia dan akhiratnya. Tapi jika kedua orang tuanya kafir maka anaknya dihukumi sesuai dengan orang tuanya di dunia".

Imam Ibnu Hajar menukilkan dari imam at Tibby beliau berkata: " Maksud fitroh dalam hadits ini adalah kemampuan manusia untuk menuju hidayah, asal karakter, dan kesiapakan untuk menerima kebenaran. Jika manusia dibiarkan di atas fitrohnya maka ia senantiasa menetapi fitroh (diatas kebaikan) dan tidak akan berpaling darinya krn kebenaran agama islam telah menancap dan terinstal dalam jiwa, akan tetapi yang memalingkan manusia dari agama karena ada penyakit dari pengaruh manusia".

Dari Iyadh bin Himar, Rosulullah bersabda bahwa Allah berfirman:

وإني خلقت عبادي حنفاء كلهم ، وإنهم أتتهم الشياطين فأضلتهم عن دينهم ، وحرمت عليهم ما أحللت لهم ، وأمرتهم أن يشركوا بي ما لم أنزل به سلطانا
" Aku telah menciptakan hamba Ku semuanya dalam kondisi Hanif, lalu datang syaithon dan menyesatkan mereka dalam agama mereka, syaithon ini mengharamkan bagi mereka apa yang Aku halalkan, dan menyuruh mereka untuk berbuat kesyirikan padahal belum Aku turunkan ilmunya" (H.R Muslim)

🌴 Para Nabi ditugaskan untuk mengokohkan fitroh bukan merubahnya

Syaikhul Islam berkata:

« الرسل إنما تأتي بتذكير الفطرة ما هو معلوم لها، وتقويته وإمداده، ونفي المغير للفطرة، فالرسل بعثوا بتقرير الفطرة وتكميلها، لا بتغيير الفطرة وتحويلها، والكمال يحصل بالفطرة المكملة بالشرعة المنزلة ».
"Rosul datang untuk mengingatkan fitroh terhadap perkara yang jelas baginya, untuk menguatkannya, mensuplainya, dan menghalau perkara yang bisa merubah fithroh. Maka Rosul diutus untuk mengokohkan fitroh dan menyempurnakanyabukan untuk merubah fitroh dan memalingkannya. Kesempurnaan bisa diraih dengan fithroh yang menyempurnakan syariat yang diturunkan" (Majmu' Fatawa: 16/348)

🌴 Pendidikan terbaik ketika kembali kepada fitroh manusia diciptakan oleh Allah

Prof. DR Sa'ad bin Ali  asy Syahroni (anggota dewan pengajaran fakultas aqidah di universitas Ummul Quro') berkata: " Jika kita dalam pendidikan kembali kpd konsep alQur'an dengan pemahaman Salafus Sholih kita akan mendapatkan bahwa konsep ini sangat cukup sekali sehingga tidak membutuhkan kurikulum sekolah konvensional dan  filsafat yang sudah menyibukkan kaum muslimin dengan permasalahan yang tidak menumbuhkan keyakinan dan keimanan bahkan bisa melahirkan keraguan, kebimbangan, dan kegoncangan.
Dan yang lebih menyedihkan bahwa materi dan argumentasi konsep pendidikan bid'ah ini senantiasa menjadi rujukan kurikulum pendidikan kita, sehingga kita menyimpang dari metode Qur'an yang Robbani yaitu wahyu ilahi yang Ma'shum dan tidak mungkin diselipi kebatilan dari depan dan belakang" ( I'jazul Qur'an Fi Dalalati Alal Iman : 4 )

🌴 Pendikan adalah ( in side out ) bukan ( out side in )

Dari pembahasan ini kita mengetahui bahwa setiap anak diciptakan oleh Allah di atas fitroh yang suci dan potensi yang unik. Dan maksud fitroh adalah berisi keislaman, kebaikan, kekuatan dan potensi untuk menduduki peran peradaban.

Oleh sebab itu kewajiban pendidikan hanya merangsang fitroh, karakter, potensi, dan bakat yang terinstal dalam diri anak ini supaya keluar dan tumbuh yaitu in side out.

Sedangkan sistem pendidikan konvensional sekarang telah menyimpang dari konsep ini dengan mengatakan bahwa fitroh anak adalah kosong bagaikan kertas yang bersih atau botol yang kosong sehingga sistem mendidik adalah menjejali dan mencetak anak sesuai dengan keinginan pendidiknya.

Konsep pendidikan ini diambil dari teori Tabula Rasa, berasal dari bahasa latin yang artinya adalah “kertas kosong”, a blank sheet of paper, merupakan teori yang terlahir dari seorang filosuf di abad 17 dari Inggris bernama John Locke. Sebuah teori yang menyatakan bahwa setiap anak lahir tanpa membawa bakat pembawaan apa-apa dan siap dibentuk sesuai keinginan orang dewasa yang memberikan warna pada pendidikannya (out side in).

Mari kita kembali kepada konsep pendidikan salaf krn mereka telah menjayakan umat ini. Sebagaimana Mmam Malik berkata

( لن يصلح اخر هذه الامة الا بما صلح به اوله )
"Akhir umat ini tidak akan jaya kecuali dengan sistem yang telah menjayakan generasi pertamanya"

Semoga Allah menjadikan anak didik kita tumbuh di atas fitroh sucinya dan bakat uniknya untuk memberikan manfaat kepada Agama, manusia, dan negara. Amin.

و الله اعلم و صلي الله علي نبينا محمد و اصحابه و من تبعه الي يوم الدين..
Baca selengkapnya »
Ukhti Muslimah, Inilah Ciri-Ciri Istri Sholihah harus kamu tahu

Ukhti Muslimah, Inilah Ciri-Ciri Istri Sholihah harus kamu tahu

Inilah di antara sifat seorang isteri yang shalihah dan sangat kuat kepatuhannya kepada suaminya :

🌷 Jika ia dipandang, maka menyenangkan suaminya
🌷 Jika ia diperintah, maka mematuhi suaminya
🌷 Jika suaminya tidak ada di sisinya, maka ia menjaga kehormatannya dan harta suaminya...
🌷 Jika suaminya berpaling muka dari dirinya, maka ia tahu apa yang menyebabkan suaminya tersebut marah, lalu ia berhenti darinya (membuat suaminya marah)...
🌷 Tidak ada tindakan-tindakan yang tidak diridhainya
🌷 Tidak pula sedikit atau banyak yang tidak dikehendakinya..
🌷 Ia tidak berani melakukan hal-hal yang tidak disukai suamiya,
🌷 Tidak pula mengurangi atau menambah apa yang diinginkan suaminya.
🌷 Tidak mengangkat suara keras melebihi daripada suami.
🌷 tidak membantah perintahnya dal hal yang ma'ruf.
🌷Berusaha membuat hati suami ridho
Ciri-Ciri Istri Sholihah

👸 Rasulullah ﷺ bersabda,

ﺃﻟَﺎﺃﺧﺒﺮُﻛﻢ ﺑﻨﺴﺎﺋِﻜُﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨَّﺔِ ؟ ﻗُﻠﻨَﺎ : ﺑﻠَﻰ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ !ﻗﺎﻝَ : ﻛُﻞُّ ﻭﺩﻭﺩٍ ﻭَﻟﻮﺩٍ ، ﺇﺫﺍ ﻏَﻀِﺒﺖْ ، ﺃﻭ ﺃُﺳﻲَﺀَ ﺇﻟﻴﻬَﺎ ، ﺃﻭ ﻏﻀِﺐَ ﺯﻭﺟُﻬﺎ ، ﻗﺎﻟﺖْ : ﻫﺬﻩِ ﻳﺪِﻱ ﻓﻲ ﻳﺪِﻙَ ، ﻻ ﺃﻛﺘﺤِﻞُ ﺑﻐَﻤﺾٍ ﺣﺘَّﻰ ﺗَﺮﺿَﻰ. (ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ‏:1941)
"Maukah kamu aku beritahu (ciri-ciri) istri-istri kalian di surga nanti? (Mereka adalah) para istri yang penyayang kepada suaminya lagi subur (akan keturunan), jika suaminya marah atau ia berbuat salah kepada suaminya, ia  pun mendatanginya dan berkata,

 "wahai suamiku, aku tidak bisa tidur nyenyak sampai engkau memaafkanku." (Shahih At Targhib 1941).

👸 Istri yang shalihah akan selalu ingat sabda nabinya ﷺ ;

ﻻ ﻳﻨﻈﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻟﻰ ﺍﻣﺮﺃﺓٍ ﻻﺗﺸﻜُﺮُ ﻟﺰﻭﺟِﻬﺎ ؛ ﻭﻫﻲَ ﻻ ﺗَﺴﺘَﻐﻨﻲ ﻋَﻨْﻪُ (ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ : 1944)
"Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak pandai berterima kasih kepada kebaikan suaminya."

👸 Seorang istri yang shalihah tiada pernah lenyap dari benaknya sabda nabi :

ﻟَﻮْ ﺃَﻣَﺮْﺕُ ﺃﺣﺪًﺍ ﺃﻥْ ﻳَﺴْﺠُﺪَ ﻷَﺣَﺪٍ ؛ ﻷَﻣَﺮْﺕُ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓَﺃﻥْ ﺗَﺴْﺠُﺪَ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬﺎ ؛ ﻣﻦ ﻋِﻈَﻢِ ﺣَﻘِّﻪِ ﻋﻠﻴْﻬﺎ.  (ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ‏: 1939)
"Kalau seandainya dibolehkan untuk memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka akan aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya."

👸 Karena syarat diterimanya amalan seorang istri adalah bila suaminya ridha kepadanya.

👸 Rasulullah ﷺ bersabda :

" ﺣَﻖُّ ﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻪِ ﺃَﻥْ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻪِ ﻗُﺮْﺣَﺔٌ ﻓَﻠَﺤَﺴَﺘْﻬَﺎ ﺃَﻭِ ﺍﺑْﺘَﺪَﺭَ ﻣَﻨْﺨِﺮَﺍﻩُ ﺻَﺪِﻳﺪًﺍ ﺃَﻭْ ﺩَﻣًﺎ ﺛُﻢَّ ﻟَﺤَﺴَﺘْﻪُ ﻣَﺎ ﺃَﺩَّﺕْ ﺣَﻘَّﻪُ " ‏[ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ : ١٩٣٤)
"Seorang istri tidak akan dapat menunaikan hak Allah Azza waJalla hingga ia bisa menunaikan semua hak suaminya."  (Shahih At Targhib 1934).

👸 Nabi ﷺ juga memperingatkan para istri dalam sabdanya,

‏( ﺍﺛﻨﺎﻥ ﻻ ﺗﺠﺎﻭﺯ ﺻﻼﺗﻬﻤﺎ ﺭﺅﺳﻬﻤﺎ 👈 ﻋﺒﺪ ﺁﺑﻖ ﻣﻦ ﻣﻮﺍﻟﻴﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺮﺟﻊ 👈 ﻭﺍﻣﺮﺃﺓ ﻋﺼﺖْ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﺟﻊ ‏(ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ‏: 1948)
"Ada dua golongan manusia yang shalatnya tidak sampai ke kepalanya, seorang budak yang durhaka kepada majikannya sampai ia kembali (taat) dan seorang istri yang durhaka kepada perintah suaminya sampai ia kembali (taat dan meminta maaf kepada suami)."
(Shahih At Targhib 1948).

🎑Besarnya Hak Suami👇

Rosulullah ﷺ bersabda :

ﻟَﻮْ ﻛُﻨْﺖُ ﺁﻣِﺮًﺍ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺠُﺪَ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻟَﺄَﻣَﺮْﺕُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓَ ﺃَﻥْ ﺗَﺴْﺠُﺪَ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (Riwayat At-Tirmidzi)

👸 Wahai para wanita, jadilah kalian wanita yang sholiha. Tidakkah kalian ingin menjadi wanita surga ?

Rosulullah ﷺ bersabda :

ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَﺖِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺧَﻤْﺴَﻬَﺎ ، ﻭَﺻَﺎﻣَﺖْ ﺷَﻬْﺮَﻫَﺎ ، ﻭَﺣَﺼَﻨَﺖْ ﻓَﺮْﺟَﻬَﺎ ، ﻭَﺃَﻃَﺎﻋَﺖْ ﺑَﻌْﻠَﻬَﺎ ، ﺩَﺧَﻠَﺖْ ﻣِﻦْ ﺃَﻱِّ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺷَﺎﺀَﺕْ
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.”  (HR. At-Tirmidzi)
Baca selengkapnya »
Untuk Ayah dan Ibu yang sering jengkel dengan si buah hati

Untuk Ayah dan Ibu yang sering jengkel dengan si buah hati

Hanya soal waktu...
Saat rumahmu akan sebersih dan serapih rumah-rumah dalam majalah-majalah yang sering kau irikan itu..
Maka... nikmatilah setiap detik letihmu yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka buat

Hanya soal waktu...
Saat mereka tak mau lagi kau gandeng, peluk atau sekedar kau cium rambutnya
Maka... berbahagialah ketika mereka selalu membuntutimu kemanapun kakimu melangkah, meski kadang hal itu mengesalkanmu, bagi mereka tak ada selainmu
Untuk Ayah dan Ibu

Hanya soal waktu...
Saat kau tak lagi jadi si serba tahu dan tempat mengadu
Maka... bersabarlah dengan rentetan pertanyaan juga celoteh riang dari mulut mungil mereka yang kadang membuat dahimu mengerunyit atau keasyikanmu terhenti

Hanya soal waktu...
Saat mereka mulai meminta kamarnya masing-masing dan melarangmu mengutak atik segala rupa apa yang di dalamnya
Maka... tahan emosimu dari rengekan manja mereka saat minta kelon (dipeluk) atau dongeng sebelum tidur ketika mata 5 wattmu juga meminta haknya

Hanya soal waktu...
Saat mereka menemukan separoh hatinya untuk selanjutnya membangun sarangnya sendiri. Mungkin saat itu posisimu tak lagi sepenting hari ini
Maka... resapilah setiap mili kebersamaanmu dengan mereka selagi bisa

Karena tak butuh waktu lama menunggu kaki kecil mereka tumbuh menjadi sayap yang kan membawanya pergi menggapai asa dan cita

Kelak kau hanya bisa menengok kamar kosong yang hanya sekali dua akan ditempati penghuninya saat pulang...

Termangu menghirup aroma kenangan di dalamnya dan lalu tercenung "Dulu kamar ini pernah begitu riuh dan ceria" Dan kau akan begitu merindukannya

Kelak kau akan sering menunggu dering telepon mereka untuk sekedar menanyakan "Apa kabarmu ibu, ayah"?

Dan kau akan begitu bersemangat menjawabnya dengan cerita-cerita tak penting hari ini

Kelak kau akan merindukan acara memasak makanan kegemaran mereka dan merasa sangat puas saat melihat hasil masakanmu tandas di piring mereka

Janganlah keegoisanmu hari ini akan membawa sesal di kelak kemudian hari

Kau takkan pernah bisa memundurkannya sekalipun sedetik untuk sekedar sedikit memperbaikinya

Karena waktu berjalan...

Ya... ia berlari...
Tidak.... ia bahkan terbang...
Dan dia tak pernah mundur kembali...

MARI KITA SAYANGI ANAK KITA SEPENUH HATI, SELAGI MASIH ADA WAKTU"

artikel repost from strobela
Baca selengkapnya »
Sesibuk apapun, Sebaiknya ada Waktu Bermain dengan Anak

Sesibuk apapun, Sebaiknya ada Waktu Bermain dengan Anak

BERCANDA tentu tidak terlarang, apalagi kepada anak. Sebab jika tidak, boleh jadi hubungan orangtua anak akan kaku. Dan, tentunya akan susah untuk membangun keakraban.

Rasulullah sendiri, kerap bercanda kepada anak-anak dan sama sekali tidak merendahkan martabat beliau sebagai utusan Allah.

Membayangkan bahwa Rasulullah di tengah kesibukan mengurusi umat, panglima pasukan tempur, keluarga, dan masalah-masalah duniawi, tetapi Nabi tetap selalu memberi dan menakar sesuatu sesuai dengan haknya.
Waktu Bermain dengan Anak

Beliau memberikan anak-anak kecil haknya untuk disayang, dan dimanja. Beliau seringkali bermain dan bercanda bersama mereka, untuk membuat mereka ceria dan senang.

Di banyak riwayat kita bisa temukan bagaimana Rasulullah berinteraksi kepada anak-anak yang tentunya memberi ruang bagi orangtua untuk mengambil ibrah darinya.

Abu Hurairah pernah menceritakan bagaimana Nabi Suatu kali bermain dan bercanda dengan cucu beliau, Al-Hasan.

“Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira”.

Anas bin Malik Ra menuturkan, bahwa beliau juga senang bercanda dengan Zainab. “Rasulullah sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Ra, beliau memanggilnya dengan: Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali”. Zuwainab artinya Zainab kecil.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “Mereka (anak-anak itu) berkata, “Ya Rasulullah, mengapa engkau bercanda dengan kami?” Kemudian Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pun menjawab, “Ya, akan tetapi aku selalu berkata benar, walau dalam senda gurau.” (HR Ahmad)

Di antara candaan beliau adalah apa yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa beliau memanggilnya dengan sebutan, “Wahai orang yang berkuping dua” (HR Abu Daud).

Seorang anak kecil bernama Abu Umair adalah anak Ummi Sulaim yang sering diajak bercanda oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.

Pada suatu hari, terlihat wajah anak ini kelihatan murung. Rupanya dia sedang bersedih karena burung pipit peliharaannya mati. Kemudian Rasulullah pun menghampirinya dan mencoba untuk menghiburnya dengan berkata, “Hai Abu Umair, apa yang dilakukan burung pipitmu?” (Muttafaq ‘alaih)

Pada kesempatan lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam nampak asyik saat bercanda dengan anak-anak (kedua cucunya), sering kali Rasulullah digelantungi oleh mereka berdua.

Al-Barra berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam digelantungi Hasan, dan Beliau berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah ia.” (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).

Al-Barra’ juga mengatakan, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memperhatikan Hasan dan Husain, lalu berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mencintai keduanya, maka cintailah keduanya” (HR Tirmidzi)

Sungguh beliau yang mulia, dengan kedudukannya. Tidak lantas memberi jarak antara ia dan anak-anak, justru kemudian memberi contoh kepada para ayah dan ibu. Tentang begitu semestinya mereka terhadap sang buah hati mesti bersikap.

Sebab jika anak kerap melempar candaan yang tak lagi terdengar lucu, seperti lelucon jorok atau menyakiti orang lain yang tidak sesuai dengan tumbuh kembangnya. Justru akan berbahaya.

Jika hal tersebut yang terjadi, sebaiknya segera temukan penyebabnya. Apakah anak hanya ikut-ikutan mengucapkan tanpa tahu artinya. Atau bahkan ia justru senang melakukannya.

Perhatikan reaksi lingkungan ketika anak mengatakan kata-kata tertentu. Siapa tahu perilakunya menjadi-jadi jika Anda atau teman-temannya selalu tertawa mendengar leluconnya. Bisa jadi dia butuh perhatian dari anda atau orang lain.

Beri penjelasan dengan lembut bahwa kata-katanya dapat menyakiti hati orang atau kurang pantas diucapkan. Terus beri bimbingan tentang apa yang harus dan tidak harus diucapkan. Ajarkanlah sang anak berbicara sopan dan bertingkah sopan secara verbal maupun nonverbal.

Tanyakan kepada si kecil, bagaimana reaksinya jika orang lain mengatakan hal yang sama padanya. Bagaimana persaannya saat ia berada pada posisi orang lain. Cara ini efektif untuk dapat mengasah empati anak dan meningkatkan keterampilan sosialnya.

Selanjutnya, tegaskan pada si kecil dengan membicarakan konsekuensi jika ia masih mengulangi lelucon yang sama. Tentunya dengan konsekwensi yang juga mendidik. Jangan segan untuk meberi pujian padanya saat ia melakukan sesuatu yang benar.

Ajak si kecil bercanda mungkin ia jenuh. Berikan contoh dengan candaan-candaan yang mendidik serta mengedukasi si kecil untuk berkembang sesuai masa dan waktunya.

Terakhir, intropeksi diri jangan sampai kata kotor dan tak berpendidikan itu justru berasal dari lingkungan rumah, atau bahkan orang tualah yang menjadi sumbernya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Siapa memiliki anak kecil, hendaklah ia bercanda dan bermain dengan mereka.” (HR. Ad-Dailami dan Ibnu ‘Asakir).

Baca selengkapnya »
DOSA WANITA YANG TIDAK BERSYUKUR KEPADA SUAMINYA

DOSA WANITA YANG TIDAK BERSYUKUR KEPADA SUAMINYA

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :

"Diperlihatkan kepadaku bahwa sebagian besar penduduk neraka adalah wanita. Mereka telah ingkar.

Dikatakan kepada beliau, "Apakah mereka ingkar kepada Allāh ?"

Beliau bersabda,

"Mereka ingkar kepada suami-suami mereka. Mengingkari kebaikan-kebaikan mereka. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka sekian lama, kemudian dia melihat darimu sesuatu yang tidak membuat dia senang, maka wanita tersebut akan berkata, "Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun darimu". "

(HR. Bukhari dan Muslim)
DOSA WANITA

Seorang wanita yang sholihah hendaklah bersyukur kepada Allāh, kemudian bersyukur kepada suaminya, karena dengan sebabnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjaga dia sebagai seorang istri, menutupi kekurangannya, menunaikan hajatnya dan lain-lain.

Dan secara umum, bersyukur kepada orang lain yang pernah berbuat baik kepada kita diperintahkan dalam agama islam. Apabila seseorang tidak bisa membalas maka hendaknya dia mendoakan dengan kebaikan, baik di hadapan orang tersebut maupun tidak di hadapannya.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :

"Barang siapa yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah. Kalau kalian tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah dengan kebaikan sampai kalian merasa bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya."

(Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan An-Nasa'i)

Kesabaran di dalam menahan hawa nafsu di dunia, bagi seorang muslim jauh lebih ringan dan lebih mudah dari pada kesabaran di dalam menghadapi adzab neraka di akhirat.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla melindungi kita dan keluarga kita dari api neraka.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
--------------------------------------------------------------
Abdullah Roy Di kota Al Madinah
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS

🌎 BimbinganIslam.com
Selasa, 14 Dzulhijjah 1438 H / 05 September 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
🔊 Halaqah 63 | Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 4)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-AR-S05-H63
Baca selengkapnya »
MAU TAHU TIPS ULAMA MENGATASI KONFLIK RUMAH TANGGA?

MAU TAHU TIPS ULAMA MENGATASI KONFLIK RUMAH TANGGA?

Nasehat Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy- Syinqithiy hafidzahullah...

Oleh karena itu, bersemangatlah melaksanakan shalat-shalat sunnah di rumah. Itulah diantara tujuan sunnah Nabi.

Rumah yang banyak dilakukan shalat di dalamnya, maka Allah akan menjadikan didalamnya kebaikan yang banyak. Hal ini banyak diperbincangkan para ulama dan orang-orang shalih.

Sebagian orang mengeluhkan di rumahnya selalu ada masalah.
suami istri dekat kabah

Dia bercerita, “Kemudian aku mendatangi salah seorang ulama dan beliau bertanya kepadaku tentang shalat malam dan shalat rowatib.”

Ulama bertanya, “Apakah engkau termasuk orang yang menyia-nyiakan shalat sunnah rowatib?

Jawab orang tadi, “Ya benar.”

Rowatib maksudnya shalat sunnah yang dikerjakan sesudah atau sebelum shalat fardhu.

Ulama tersebut bertanya lagi, “Apakah engkau juga tidak shalat witir?”

Jawabnya, “Benar aku juga tidak shalat witir.”

Ulama tersebut berkata, “Kalau begitu rutinkan shalat sunnah rowatib dan tunaikan seperti Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menunaikan shalat tersebut di rumahmu. Begitupula rutinkan shalat witir jangan pernah engkau tinggalkan.”

“Al-Witir itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang tidak shalat witir maka bukan golongan kami.” (HR. Ahmad dan Abu Daawud. Dinilai shahih oleh Al-Hakim)

“Wahai Ahlul Qur’an, shalat witirlah kalian karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat Witir.”

“Sungguh Allah telah melengkapi kalian dengan suatu shalat yang lebih baik dari unta merah.”

Para sahabat bertanya, “Shalat apakah itu wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Shalat Witir yang dikerjakan antara waktu ‘Isya dan terbit fajar."

Kemudian subhanallah dalam waktu satu minggu, tiba-tiba di rumahnya keadaan berubah sempurna; akhlak istri berubah, anak-anak mudah diarahkan. Semua perkara telah berubah.

Karena apa?

ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻋﻞ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ﻣﻦ ﺻﻼﺗﻪ خيرأ
“Maka Allah jadikan baginya di rumahnya banyak kebaikan dari shalat yang dia lakukan.” (HR. Muslim no.778)

Khairan dalam hadis ini bentuknya nakiroh (umum) mencakup semua kebaikan.

Jika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan bahwa didalamnya ada kebaikan pasti ada kebaikan.

Sungguh apa yang beliau sabdakan adalah kebenaran. Dan tidaklah beliu berucap mengikuti hawa nafsu, sesungguhnya itu adalah wahyu yang diturunkan.

Wallallahua’lam bishshowab.

Sumber: Channel Duror Asy Syaikh Muhammad hin Mukhtar Asy Syinqithi
Di share oleh, @STaushiyyah Telegram channel
Baca selengkapnya »
Suamiku, Engkau Cintaku, pelabuhan hatiku.. (yang jomblo jangan baper yach)

Suamiku, Engkau Cintaku, pelabuhan hatiku.. (yang jomblo jangan baper yach)

CATATAN SANG ISTRI

Suamiku...
Entah dengan apa aku harus menggambarkan/memulai segala perasaanku padamu..

Tak cukup bagiku hanya dengan untaian kata, dan barisan kalimat indah, serta tetesan airmata..

Tak mampu bagiku untuk menggoreskan penaku ini diatas kertas, karena semuanya terlalu indah dihatiku...

Tahukah engkau betapa besar rasa syukurku kepada ALLAH, ketika ALLAH سبحانه وتعالى mempertemukanku untuk menjadi pendamping dirimu..

Betapa bahagianya aku ketika kau memilihku diantara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah di luar sana..
suami dan di istri di depan kabah

Kau tahu dan sangat tahu, aku hanyalah wanita dengan segala keterbatasan & kekurangan namun kau tetap memilihku..

Duhai suamiku...
Tahukah engkau betapa goncangan di dada ini seakan ingin meledak, membawaku terbang ke awan... namun aku hanya mampu mengekspresikan dengan air mataku ini...

ketika dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul...

ketika itu pula ku hempaskan diriku padamu, dengan segala ketundukan yang kumiliki..

dan kau tahu, bahwa akan ku patuhi segala keinginanmu dan perintahmu selama tak bermaksiat kepada ALLAH سبحانه وتعالى ....

Duhai suamiku, penghias mata dan hatiku..
Tak pernah ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta padamu..
Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu, karena disini di hati ini kaulah yang terindah bagiku...

Dan akupun berharap dengan segala kekuranganku, kau sudi menjadikanku perhiasan terindah di mata dan lubuk hatimu..

Suamiku..., pewarna terindah dalam hidupku..

Tahukah engkau??
betapa tiap pagi kulalui dengan rasa cemas melepas kepergianmu, sungguh bukannya aku tak percaya pada kesetiaanmu padaku...

Namun mungkin karena perasaan cinta ini padamu, dan akan berakhir dengan pelukan penuh rindu ditiap senjaku.. menyambutmu dengan segenap rindu dan cintaku.

Pelipur laraku..
Aku pun tahu betapa lelah dan penat harimu, bergelut dengan rutinitas kerjamu untuk memenuhi kebutuhan keluargamu...

Kau lalui dengan penuh keikhlasan untuk aku, anak-anak kita, demi kami amanahmu dariNya..
Sungguh, ketika kau lelap dalam tidurmu, aku menangis menatapmu dalam wajah lelahmu..

Betapa aku hargai tiap tetesan keringatmu, bukan berapa banyaknya harta yang telah kau berikan untukku, namun berapa banyak cinta dalam tiap tetes keringatmu, dalam tiap lelahmu.. Dan aku selalu merasa cukup dengan itu..

Cintaku, pelabuhan hatiku..
Gandeng tanganku, ajak diriku dan anak-anak kita ke JannahNya..

Wahai suamiku...
Jangan pernah engkau segan membangunkanku di 1/3 malam terakhir, untuk beribadah kepada ALLAH سبحانه وتعالى dalam lautan dzikir..

Jangan pernah segan menegurku dalam tiap khilafku, aku adalah wanita biasa, ada kalanya ku berbuat salah padamu, maka bersabarlah padaku, dan jangan engkau membiarkanku dalam kesalahan..

Dan kau mengetahui aku adalah kaum yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok..

Tataplah mataku dengan cintamu, genggam tanganku dan nasihati aku dengan penuh kelembutan. kau akan menemukanku menangis dalam dekapanmu.. dan kau akan kembali memiliki hatiku..

Wahai suamiku...
Kau adalah pemimpin atas rumah tanggamu, kemana kau mengarahkan haluan rumah tangga kita, disitu pula aku akan mengikutimu..

Maka jadilah pemimpin yang baik untukku..
  • Ajarkan aku mencintaimu karenaNya..
  • Ajarkan aku amal-amal yang mengantarkan diriku ke syurga dan amal-amal yang akan menjauhkanku dari neraka...
  • Ajarkan aku akhlak dan adab islami...
Ridholah padaku, maka Rabb kitapun akan Ridho padaku..

Sungguh, cintaku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu padaNya, dan akan berkurang dengan kemaksiatanmu pada-NYa.. Aku mencintaimu karena Allah..

✒ Ditulis oleh Ust. Akhukum Ahmad Ferry Nasution.
Baca selengkapnya »
Dialah SUAMIKU............."yang belum nikah jangan baper yach"

Dialah SUAMIKU............."yang belum nikah jangan baper yach"

Suamiku …Dia adalah yang menaklukan hatiku ketika pertama memandang
Dia adalah hadiah Ar Rahman kepadaku setelah kesabaranku menanti

Betapa sering dalam sujudku bermunajat Agar dianugerahi teman yang shalih Teladan dalam meniti hidup Yang menjaga rahasiaku Dan, Mengusap air mataku 

S’lalu berusaha mengembalikan senyuman Di bibirku. 
suami istri

Dia lah suamiku
Nahkoda bahteraku

Dia adalah orang yang membangunkan di kelam malam Dengan setiap rakaatnya… kian bertambah cintaku padanya

Dia tak kan nyenyak tidur ketika sakitku
Dia membetulkan bacaan dan hapalan Al-Qur'anku

Bersama mempelajari hadits-hadits Al Mushthafa Dan menerapkan dalam setiap muamalah

Yang memaafkan salahku Dengan akhlak Nabi ia memperlakukanku
Dialah teman dunia dan akhiratku

Ya Allah jagalah ia dan mudahkanlah urusannya
Jauhkanlah ia dari fitnah dunia dan perhiasannya

Sibukkan dia dengan cita-cita akhirat dan jadikan dia ridha kepadaku

Jasad kami fana di dunia ini.. maka jadikanlah cinta dan kasih sayang kami sepanjang masa hingga di surga

Segala puji bagiMu ya Rabb Yang telah menganugerahkan pria ini untukku

Sungguh! Aku bersaksi kepadaMu bahwa Kucintakan dia di jalan Mu

Jangan lah jauhkan aku dari dia
Dan jadikanlah aku bidadarinya dunia dan akhirat

✒ Ditulis oleh Ustadz Abu Zubair Al Hawary. Lc

Puisi ini ditulis oleh Ustadz Abu Zubair Al Hawary, Lc dengan sudut pandang seorang istri, sebagai nasehat baik bagi para suami dan juga para istri

Artikel Muslimah.or.I'd.
Baca selengkapnya »
Berhiaslah untuk Isteri Anda, Sebagaimana Anda Senang Jika Ia Berhias untuk Anda

Berhiaslah untuk Isteri Anda, Sebagaimana Anda Senang Jika Ia Berhias untuk Anda

Biasanya suami menuntut kepada isteri supaya berhias diri untuknya, dan selalu berpenampilan terbaik. Hal tersebut memang tidak terlarang bagi suami, namun persoalannya adalah apakah ia juga berhias diri untuk istrinya dan istrinya melihatnya selalu berpenampilan terbaik?

Apakah seorang suami mengira bahwa berhias itu hanya dikhususkan bagi para wanita (isteri) saja, sedangkan bagi dirinya tidak perlu berbuat yang demikian sekalipun awut-awutan dan berpenampilan jelek ?! Dan apakah seorang isteri tidak terpengaruh oleh penampilan suaminya ?!

Jikalah memang demikian, mengapa kita mendapati seorang suami sebelum menikah dengan isterinya dan pada saat-saat melamar (khithbah) berdandan dengan rapi dan berpakaian bagus. Kemudian, setelah menikah ia tidak lagi peduli terhadap penampilannya?!

Apa yang merubahnya? Sepantasnya ia tetap seperti hal tersebut [yaitu berpenampilan yang baik], jangan sampai tidak memperhatikan penampilan dirinya. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, ”Sesungguhnya aku tetap berhias untuk isteriku, sebagaimana aku menyukainya berhias untuk diriku.”


Telah datang seorang perempuan kepada Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu – Khalifah kaum Muslimin – lalu ia mengadu suaminya kepada beliau, dan meminta kepada Umar agar menceraikannya. Maka Umar mengutus seseorang untuk memanggil suami perempuan tadi, maka suami itu datang kepadanya. Lalu Umar mendapatinya dalam keadaan berpakaian usang, berambut gondrong, dan sama sekali tidak memperdulikan kebersihan atau bentuk penampilan pribadinya.

Karena itu, Umar memerintahkan para sahabat yang lain untuk membawa suami perempuan tersebut dan menyuruh mereka mengganti pakaiannya, menyuruhnya untuk mandi, membereskan rambutnya, dan memperhatikan dirinya.

Maka suami tadi melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, kemudian Umar mempertemukannya kepada isterinya. Ketika ia masuk ternyata isterinya tidak langsung mengenali dirinya, sehingga perempuan tersebut merasa malu kepadanya. kemudian lelaki itu berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah suamimu, tidakkah engkau mengenaliku?!”

Setelah isterinya lama menatapnya, barulah ia menyadari bahwa orang itu adalah suaminya. Ia pun merasa gembira dengan hal itu dan mengerti bahwa Amirul Mu’minin Umar yang menjadi penyebab terjadinya perbaikan pada diri suaminya itu. Maka keadaan keduanya pun menjadi baik.

Ketika itu Umar mengatakan, ”Demi Allah, sesungguhnya mereka [para isteri] benar-benar menyukai kalian berhias diri untuk mereka, sebagaimana kalian menyukai mereka berhias diri untuk kalian.”

Islam adalah agama kita yang hanif (lurus), yang memperhatikan kebersihan dan kerapian. Karena itu, Islam memerintahkan kita semua, laki-laki maupun perempuan agar selalu memperhatikan kebersihan dan bentuk penampilan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَتْ لَهُ جُمَّةٌ (يعني شَعْرًا طَوِيْلَةً ) فَلْيُكْرِمْهَا
”Barangsiapa memiliki jummah (yakni rambut yang panjang) maka hendaklah ia merawatnya”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa dengan semisalnya

Maknanya adalah hendaknya seseorang memperhatikan rambutnya, yaitu dengan membersihkan dan merapikannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika melihat permukaan air, beliau lalu menyisir rambutnya, seolah-olah [permukaan] air itu cermin. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyenangi minyak wangi yang baik.

Beliau memerintahkan kepada para sahabatnya agar tidak menolak jika di mereka ditawari minyak wangi. Beliau bersabda,

مَنْ عُرِضَ عَلَيْهِ رَيْحَانٌ فَلاَ يَرُدَّهُ فَإِِنَّهُ طَيِّبُ الرِّيْحِ خَفِيْفُ الْمَحْمَل
”Barangsiapa ditawarkan kepadanya raihan [sejenis minyak wangi], maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia adalah sebaik-baik wewangian, yang ringan untuk di bawa.” HR. Muslim.

artikel: http://klikuk.com/LIbsB                        
Baca selengkapnya »
Cinta suami istri "yg jomlo jangan baper yach"

Cinta suami istri "yg jomlo jangan baper yach"

Sepasang suami istri sedang makan malam, sang istri membuka pembicaraan.

Istri : “Suamiku sayang, bolehkah aku usul ???”

Suami : “Boleh istriku sayang, silahkan !!! ”.

Istri : “Saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong... agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersinggung. Bagaimana sayang” ???

Suami : “Baik istriku...”

Sambil tersenyum manis Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan 2 pulpen.

Tiga Puluh menit kemudian...

Istri : “Sayang saya sudah selesai menulisnya... apakah engkau juga sudah??? ”

Suami : “Iya , saya juga sudah selesai !!!”.

Istri : “Baiklah, sekarang tukar kertas kita. Jangan dibuka dulu. Nanti kita baca secara terpisah.

Suami : “Iya sayang!!! ” Sambil kecup istri.

Istri : “Suamiku, Silahkan buka kertasnya dan baca di kamar. saya akan mbaca di dapur"
Cinta suami istri

Suami langsung membuka kertas & membacanya.

Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya.

Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas. Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar dengan raut muka masam.

Istri : “Bagaimana suamiku, engkau telah membacanya ???”

Suami : “Sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu … maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir

Istri : “Iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu ??? Padahal aku telah menulis segala kekuranganmu...”

Suami : “Istriku tercinta, tahukah engkau ...

aku mencintaimu apa adanya…
Sehingg aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu ALLOH menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku... aku mencintaimu karena ALLOH memilihmu sebagai pendampingku”.

Sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri, Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.

Banyaknya pertengkaran suami istri sebab utamanya adalah EGOIS saling menuntut cinta, saling meminta diperhatikan, saling minta disayang, gengsi meminta maaf duluan jika melakukan kesalahan, tidak mau berlomba memberi yang terbaik duluan, yang berakibat hilangnya rasa syukur dan rasa menerima apa adanya.
Mari kita cintai pasangan kita apa adanya Dan BUKAN ada apanya
Tidak ada manusia yang sempurna, Tiada juga Istri atau Suami yang serba sempurna tapi bila kau mendambakan kehidupan yang sempurna maka Cintailah Suamimu/Istrimu dengan cara yang Sempurna...
"JIKA ANDA MENCARI YANG SEMPURNA, MAKA ANDA AKAN KEHILANGAN YANG TERBAIK" !
Selamat mencintai pasangan masing masing

Semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat utk diri dan sekitarnya.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

republish from whatsapp group
Baca selengkapnya »
Ada 13 Permintaan ANAK yang mungkin TIDAK PERNAH Mereka UCAPKAN :

Ada 13 Permintaan ANAK yang mungkin TIDAK PERNAH Mereka UCAPKAN :

1. Cintailah aku  Sepenuh hatimu.

2. Jangan marahi aku di Depan Orang Banyak.😡

3. Jangan bandingkan Aku dengan Kakak atau Adikku atau Orang Lain.👐

4. Ayah Bunda jangan lupa, Aku adalah Fotocopy-mu.

5. Kian hari Umurku kian Bertambah, maka jangan selalu anggap aku Anak Kecil. 🙇

6.  Biarkan aku Mencoba, lalu Beritahu Aku bila Salah.🏃
13 Permintaan ANAK
7. Jangan ungkit-ungkit Kesalahanku.🙈

8. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.🎁

9. Jangan Memarahiku dengan Mengatakan hal-hal Buruk, bukankah apa yang Keluar dari Mulutmu sbgai Orang Tua adalah DOA Bagiku?😔

10. Jangan hanya melarangku dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah Penjelasan kenapa aku Tidak Boleh melakukan Sesuatu.😇

11. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau Bentak-bentak aku setiap Hari.

12. Jangan ikutkan aku dalam Masalahmu yang tidak ada Kaitannya denganmu. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.

13. Aku ingin Kau Sayangi Cintai karena Engkaulah yang ada diKehidupanku dan Masa Depanku.

Wallahu a'lam....

Semoga menjadi pelajaran buat saya dan kita semua....

Mohon di share....

republish from whatsapp group
Baca selengkapnya »
-->