Jangan Ditiru, Pasangan Selegram Inggris ini telah mencoreng citra islam

penipuan donasi

Pasangan selebgram itu memang mengesankan sebagai pasangan muslim yg taat; sang wanita bercadar dan sang pria berjenggot. Mereka gemar mempublikasi aktivitas kesehariannya di sosmed, mulai urusan dapur sampai keagamaan: sholat bersama anak istri sampai kegiatan ruqyah (karena memang mereka mengiklankan sebagai ahli ruqyah).

Sebagai bumbu2, mereka tak segan mengekspose kemesraan di ruang publik (yg bagi westerner tentunya hal yg lumrah). Mereka juga mengumumkan poligami yg diakuinya melibatkan sahabat kental sang istri.

Dengan gaya "dakwah"-nya yg unik, selebgram ini berhasil menggaet banyak follower muslim (semi-liberal) di Inggris sana. Ketenaran itu membuat mereka dengan mudah menggalang donasi ... salah satunya yg paling fenomenal adalah mengumpulkan sekitar 300 ribu poundsterling atau senilai lebih dari 5 milyard rupiah untuk muslim rohingya, muslim india yg terkena banjir, dll.

Potret sesungguhnya pasangan itu mulai terkuak ketika tanpa sengaja netizen menemukan kemiripan foto2 yg mereka upload dengan foto yg diupload oleh akun instagram yg lain. Foto2 di Doha March 2019 ini akhirnya memunculkan spekulasi bahwa pasangan itu memiliki kehidupan ganda ... di satu sisi islami, di sisi lain seperti umumnya kehidupan glamour ala european. Spekulasi demi spekulasi muncul ... mulai dari dugaan sang wanita adalah seorang model sampai dugaan penyalah-gunaan uang donasi yg berakibat pembekukan dana tsb (yg mereka klaim dilakukan pemerintah Inggris)

Dan berita paling mengejutkan adalah pengakuan sang istri bahwa suaminya sesungguhnya adalah seorang agnostik ... yaitu orang yg netral alias tidak memastikan Tuhan itu ada atau tidak. How on earth ... muslim tapi agnostik??? Lebih dari itu, dari info yg saya dapatkan langsung dari kawan di Inggris, Polisi telah mengeluarkan surat perintah penahanan/penyidikan untuk sang suami karena salah seorang istri melaporkan tindak kekerasan yg dialaminya. Dan kedua istrinya itu pun telah kembali ke keluarganya masing2.

Pelajarannya ... Bukan cadarnya yg salah, bukan jenggotnya yg salah, tetapi itu lah realitasnya yakni Islam selalu menarik untuk dijadikan komoditas dagangan atau kedok oleh siapa saja: politikus, selebritis, orang awam, bahkan mungkin ustadz sendiri untuk meraih keuntungan pribadi. Dan sosmed menjadi media atau wahana yg ideal untuk itu. Itulah sebabnya akal sehat dan tidak baper diperlukan untuk sebuah interaksi sosmed yg sehat. Waspada!

Wahai para penipu, bertobatlah! Perilaku anda itu tidak saja mencoreng melecehkan agama yg mulia ini, tetapi merugikan banyak orang yg benar2 ditimpa kemalangan, karena perilaku anda itu membuat orang ragu menolong mereka.

Allahul Musta'an

Katon Kurniawan

Tidak ada komentar: