Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | kajian islam dan informasi
Muhammad Rasulullah memiliki Ketegaran dan keberanian Tiada Banding

Muhammad Rasulullah memiliki Ketegaran dan keberanian Tiada Banding

Muhammad Rasulullah

Suatu ketika, di tengah jalan, Rasulullah berpapasan dengan Umayyah bin Khalaf. Umayyah bin Khalaf adalah seorang pemuda berperangai buruk. Ia suka bermusuhan dan tidak punya rasa takut kepada siapa pun. Sekali pun Umar bin Khatthab dan Hamzah bin Abdul Muthalib telah bergabung dengan pasukan kaum Muslimin. Umayyah menganggap enteng-enteng saja. Dia bahkan telah sesumbar akan membunuh Rasulullah dengan tangannya sendiri.

Oleh karena itu, ketika berpapasan dengan Rasulullah, Umayyah langsung menggertak sambil menunjuk kuda yang dituntunnya, "Aku beri makan kuda ini, tidak lain adalah untuk membunuhmu!"

Rasulullah menatap Umayyah dengan tajam sambil membalas cepat, "Tidak, justru akulah yang akan membunuhmu dengan izin Allah."

Kini Rasulullah tidak segan lagi menjawab setiap ejekan dan ancaman orang-orang Quraisy. Beliau semakin gencar dan tekun berdakwah tanpa memperdulikan resikonya lagi. Keberanian Rasulullah ini meruntuhkan wibawa musuh-musuh beliau yang selama ini selalu membangga-banggakan diri.

Masyarakat kecil perlahan mulai terpengaruh dengan keberanian Rasulullah ini. Mereka merasa, jika bergabung dengan kaum Muslimin, mereka tidak akan diejek dan disakiti semena-mena lagi. Kekukuhan hati Rasulullah dalam menghadapi bahaya merambah ke hati orang-orang yang tertindas.

Suatu hari, seorang pria asing menjerit, "Wahai orang-orang Quraisy! Adakah orang yang bersedia menolong diriku? Hakku dirampas oleh Amr bin Hisyam (Abu Jahal)! Aku adalah pendatang dan telah dilakukan sewenang-wenang!"

Siapa orang Quraisy yang berani menantang keganasan Abu Jahal untuk menolong laki-laki malang ini?

Keberanian Rasulullah

Memang tidak ada yang berani! Tidak seorang pun! Namun, mereka menyarankan kepada laki-laki asing itu,

"Carilah Muhammad dan minta tolong kepadanya."

Walau menyarankan begitu, hampir semua orang yakin, Rasulullah tak akan mampu melakukannya. Semua tahu bahwa Abu Jahal adalah musuh Rasulullah yang paling jahat dan beringas.

"Ada apa, Saudara? Apa yang bisa kubantu?" Demikian sapa Rasulullah ketika orang asing itu datang.

"Tuan, aku adalah orang asing di sini. Amr bin Hisyam tidak mau membayar unta yang dibeli dariku!"

Rasulullah mengajak lelaki itu ke rumah Abu Jahal. Melihat mereka, orang-orang tertawa gaduh. Mereka yakin Muhammad tidak akan punya cukup keberanian untuk menghadapi Abu Jahal. Muhammad pasti akan mengecewakan laki-laki asing itu. Mereka bersiap-siap melontarkan ejekan paling menyakitkan untuk meruntuhkan wibawa Rasulullah di hadapan para pengikutnya.

Ketika Rasulullah dan orang asing itu tiba di rumah Abu Jahal, ia sedang berada ditengah-tengah budak dan para penunggang kudanya. Tiba-tiba pintu diketuk dengan keras. Wajah Abu Jahal memerah menahan marah,

"Siapa yang berani mengetuk pintuku sekeras itu? Tidak tahu dia kalau aku sedang bersama bawahanku! Dengan mudah, mereka bisa kusuruh melumatkan orang itu!"

Abu Jahal membuka pintu dan terkejut melihat Rasulullah di depannya. Saat itu wajah Rasulullah tampak sangat penuh percaya diri. Hati beliau sudah bulat untuk membela orang yang teraniaya ini.

Abu Jahal tidak berkata sepatah kata pun. Ia masuk ke rumah dan keluar lagi untuk membayar pembelian unta laki-laki asing itu.

Orang asing itu sangat berterimakasih kepada Rasulullah. Ia segera pergi dan bercerita kepada orang-orang di sekitar Ka'bah. Mau tidak mau, keberanian Rasulullah ini menimbulkan rasa kagum di hati mereka. Mereka yang tadi sudah siap mengejek pun membubarkan diri dengan perasaan bercampur aduk, kesal, geram, tetapi sekaligus hormat dan kagum.

Laki-laki dari Suku Ghifar

Kabar tentang ajaran Islam sudah mulai menyebar ke seluruh pelosok Jazirah Arabia. Suatu hari, datanglah seorang laki-laki berwajah ramah dan bijaksana. Abu Thalib melihatnya, lalu menegur, "Sepertinya Anda laki-laki asing?"

"Betul, namaku Abu Dzar dari suku Ghifar."

Sebelum datang sendiri, Abu Dzar mengutus seorang saudaranya untuk mencari tahu tentang Rasulullah. Sesudah melihat apa yang dilakukan Rasulullah, saudara Abu Dzar melaporkan,

"Demi Allah, aku telah melihat orang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan."

Karena belum puas dengan berita itu, Abu Dzar pun datang ke Makkah. Ali bin Abu Thalib mengajak Abu Dzar bermalam di rumahnya. Esok harinya, Ali bertanya kepada Abu Dzar,

"Jika Anda tidak berkeberatan bercerita, apa yang mendorong Anda datang ke negeri ini?"

"Kalau Anda berjanji untuk merahasiakannya, aku akan menceritakannya."

Ali mengangguk.

Kemudian, Abu Dzar berkata,

"Di kampungku, kami mendengar tentang seseorang yang bernama Muhammad. Orang mengatakan bahwa ia membawa ajaran baru. Aku ingin menemuinya. Namun, aku tahu pemerintah Quraisy akan menindak setiap orang asing yang sengaja menemuinya."

"Ikuti saya," bisik Ali bin Abu Thalib, "masuklah ke tempat saya masuk. Jika saya melihat orang yang saya khawatirkan akan mengganggu keselamatan Tuan, saya akan merapat ke tembok dan Tuan silahkan berjalan terus."

Malam itu juga, Abu Dzar bertemu Rasulullah.

"Hatiku sangat pedih melihat orang-orang kaya yang congkak, budak-budak yang sengsara, kaum perempuan yang tertindas, kaum miskin yang tidak mampu berbuat apa-apa. Apa yang Islam tawarkan untuk mengatasi semua ini?" tanya Abu Dzar.

Rasulullah menjawab semua pertanyaan itu sampai Abu Dzar merasa sangat puas. Saat itu juga, Abu Dzar menyatakan keimanannya dengan semangat menggelora.

Ketika Abu Dzar berpamitan, Rasulullah berpesan.

"Wahai Abu Dzar, kembalilah ke masyarakatmu. Kabarkanlah kepada mereka ajaran Islam, dan rahasiakanlah pertemuan kita ini dari penduduk Makkah karena aku khawatir mereka akan mengganggu keselamatanmu."

Abu Dzar malah pergi ke Ka'bah dan berseru-seru mengajak orang masuk Islam.

Anjuran bersabar kepada Abu Dzar

Suatu hari, Rasulullah bertanya kepada Abu Dzar,

"Wahai Abu Dzar, bagaimana pendapatmu jika menjumpai para pembesar yang mengambil barang upeti untuk mereka pribadi?"

Jawab Abu Dzar,

"Demi yang telah mengutus Anda dengan kebenaran, akan saya tebas mereka dengan pedang saya!"

Sabda Rasulullah,
"Maukah kamu aku beri jalan yang lebih baik dari itu? Yaitu bersabarlah sampai kamu menemuiku."

Wallahu A'lam Bishowwab
Read more »
Amerika Serikat menghalalkan riba, zina dan alkohol tapi mengharamkan MLM

Amerika Serikat menghalalkan riba, zina dan alkohol tapi mengharamkan MLM

mengharamkan MLM

Sore-sore ditawari seseorang untuk ikut sebuah bisnis yang menjual berbagai produk, setelah ngobrol panjang lebar saya tanya soal sistem penghasilannya, lalu dia jelaskan sistem bonus perekrutannya, SubhanaAllah, langsung tau itu jelas MLM atau Multi Level Marketing, seketika saya menolak tawaran tersebut dengan alasan sibuk urusan yang lain sehingga tidak mungkin terjun ke bisnis tersebut.

Dalam sebuah kajian Ustadz Erwandi Tarmizi menjelaskan "Antum lihat di Amerika Serikat, pemerintah disana menghalalkan riba , menghalalkan zina dan menghalalkan alkohol, tapi mereka mengharamkan MLM, tau kenapa?, sebabnya karena kita tau sendiri sistem MLM menimbulkan banyak masalah di beberapa negara karena sistem bonus menggunakan sistem pyramid atau Ponzinya, dimana member pertama menzalimi member setelahnya, ketika sudah banyak merekrut member ternyata mereka tidak mendapatkan janji yang disampaikan kepada mereka, akhirnya mereka demo dan berbuat anarkis dan ini menjadi masalah keamanan bagi pemerintah Amerika Serikat.

Seperti dijelaskan dalam banyak penelitian disebut hanya 6 persen yang menikmati bisnis dengan MLM ini, dan sisanya adalah korbannya, hal ini menunjukkan bahwa terjadi perbuatan saling menzalimi dalam mendapatkan rizki, dan ini adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam, waalahua'lam."

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” [an-Nisa/2 : 29]

Oleh Siswo Kusyudhanto
Read more »
Pemkab Lahat : Warga berobat gratis tanpa BPJS, cukup Tunjukkan KTP dan KK

Pemkab Lahat : Warga berobat gratis tanpa BPJS, cukup Tunjukkan KTP dan KK

Pemkab Lahat : Warga berobat gratis

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat tak lagi pakai BPJS Kesehatan untuk melayani berobat warganya.

Pemkab Lahat mulai tahun ini beralih menggunakan program berobat gratis.

Jadi warga cukup menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peralihan ini dikarenakan, naiknya iuran dari BPJS Kesehatan.

Wakil Bupati Lahat Haryanto membenarkan, masyarakat Lahat yang ingin berobat, saat ini cukup menggunakan KTP dan KK.

Bahkan meskipun tidak menggunakan BPJS Kesehatan, bagi masyarakat yang terpaksa rawat jalan ke RSMH Palembang juga tetap bisa menggunakan KTP dan KK.

"Walau harus dirujuk ke Palembang, juga bisa. Nanti ada petugas yang kita tunjuk yang mengurusnya. Jadi nanti RS rujukan, langsung klaim ke Pemkab Lahat," ujar Haryanto, Jumat (3/1).

Dari data Dinas Kesehatan Lahat, setidaknya tahun 2018 ada 168.385 jiwa terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

Tahun 2019 jumlah tersebut meningkat hingga 200 ribu jiwa.

Angka tersebut dipastikan membengkak jika program berobat gratis menggunakan BPJS Kesehatan.

"Kalau menggunakan KTP dan KK, cukup bagi yang sakit saja yang kita bayar. Kalau selama ini kan, warga yang sakit atau tidak, kita harus bayar iuran. Lebih baik uang tersebut kita gunakan untuk keperluan lain masyarakat," ucap Haryanto.

Kepala BPJS Palembang Iwan mengatakan Kabupaten Lahat masuk dalam wilayah tugas BPJS Lubuklinggau sehingga bukan kapasitasnya mengomentari terkait munudrnya Lahat dari keanggotan BPJS.

"Lahat itu bukan wilayah Palembang tapi sudah masuk kantor cabang Lubuklinggau," ujarnya singkat

Kepala BPJS Lubuklinggau Eka Susilawati saat dikonfirmasi terkait masalah mundurnya Kabupaten Lahat dari BPJS karena adanya kenaikan iuran enggan berkomentar.

"Saya no comment masalah itu, jangan diperkeruh dulu, silakan konfirmasi kepada BPJS Palembang, Senin saya akan bertemu dulu dengan pak gubernur," katanya singkat.

Kepala BPJS Lubuklinggau Eka Susilawati saat dikonfirmasi terkait masalah mundurnya Kabupaten Lahat dari BPJS karena adanya kenaikan iuran enggan berkomentar.

"Saya no comment masalah itu, jangan diperkeruh dulu, silakan konfirmasi kepada BPJS Palembang, Senin saya akan bertemu dulu dengan pak gubernur," katanya singkat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan tetap menjamin pembayaran Peserta BPJS Kesehatan (JKN-KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang berasal dari alokasi APBD Provinsi Sumatera Selatan di tahun ini.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, sudah menjadi kewajibannya menyiapkan anggaran untuk pembayaran tersebut meski ada kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020.

Dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 46 miliar.

"Kita akan kaji dan upayakan ini, karena saya ingin masyarakat Sumsel sehat dengan fasilitas yang memadai. Walaupun anggaran tidak bertambah tapi ini harus tetap jalan, jangan sampai pelayanan kesehatan warga Sumsel terganggu," ujarnya, Jumat (3/1/2020)

Namun demikian, Gubernur mewanti-wanti khususnya dinsos agar memastikan bahwa peserta penerima benar-benar tepat sasaran.

Jangan sampai mereka yang benar-benar berhak justru tidak mendapatkan PBI atau BPJS yang dibayarkan oleh Pemerintah.

Ia pun meminta agar BPJS memberikan pelayanan yang sama bagi penerima ini dengan peserta BPJS mandiri.

"Saya minta pelayanan bagi peserta ini benar-benar diutamakan. Karena sesuai kontraknya ini kita bayar langsung setahun. Ini dilanjutkan dulu jangan mandek, sambil kita bahas lagi bersama," tuturnya

Rincian Kenaikan

Per 1 Januari 2020, iuran Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi naik.

Iuran BPJS Kesehatan naik untuk menambal defisit yang makin membesar.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 24 Oktober 2019.

Kenaikan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) tersebut untuk seluruh segmen peserta BPJS:

1. Penerima Bantuan Iuran (PBI), iuran naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 42.000 per jiwa.

Besaran iuran ini juga berlaku bagi Peserta yang didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD). Iuran PBI dibayar penuh oleh APBN, sedangkan Peserta didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD) dibayar penuh oleh APBD.

2. Pekerja Penerima Upah Pemerintah (PPU-P), yang terdiri dari ASN/TNI/POLRI,

Semula besaran iuran adalah 5% dari gaji pokok dan tunjangan keluarga, dimana 3% ditanggung oleh Pemerintah dan 2% ditanggung oleh ASN/TNI/POLRI yang bersangkutan, diubah menjadi 5% dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, tunjangan profesi, dan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan bagi PNS Daerah, dengan batas sebesar Rp 12 juta, dimana 4% ditanggung oleh Pemerintah dan 1% ditanggung oleh ASN/TNI/POLRI yang bersangkutan.

3. Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU-BU),

Semula 5% dari total upah dengan batas atas upah sebesar Rp 8 juta, dimana 4% ditanggung oleh Pemberi Kerja dan 1% ditanggung oleh Pekerja, diubah menjadi 5% dari total upah dengan batas atas upah sebesar Rp 12 juta, dimana 4% ditanggung oleh Pemberi Kerja dan 1% ditanggung oleh Pekerja.

4. Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)/Peserta Mandiri:

Kelas 3: naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa;
Kelas 2: naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa;
Kelas 1: naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa.

Defisit neraca BPJS Kesehatan yang makin membesar menjadi dasar pemerintah menaikkan iuran BPJS.

Catatan Kementerian Keuangan, sejak tahun 2014, program JKN terus mengalami defisit. Besaran defisit JKN sebelum memperhitungkan intervensi pemerintah masing-masing sebesar Rp 1,9 triliun (2014), Rp 9,4 triliun (2015), Rp 6,7 triliun (2016), Rp 13,8 triliun (2017), dan Rp 19,4 triliun (2018).

Dalam rangka membantu mengatasi defisit ini, pemerintah melakukan intervensi dengan memberikan Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun (pada tahun 2015) dan Rp 6,8 triliun (2016), serta memberikan bantuan belanja APBN sebesar Rp 3,6 triliun (2017) dan Rp 10,3 triliun (2018).

Intervensi pemerintah dalam bentuk PMN maupun bantuan belanja APBN itu sendiri belum dapat menutup keseluruhan defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, sehingga masih menyisakan defisit sebesar Rp 1,9 triliun (2014), Rp 4,4 triliun (2015), Rp 10,2 triliun (2017), dan Rp 9,1 triliun (2018).

Tanpa kenaikan iuran, besaran defisit DJS Kesehatan akan terus naik, diperkirakan akan mencapai Rp 32 triliun di tahun 2019, Rp 44 triliun (2020), Rp 56 triliun (2021), dan Rp 65 triliun (2022).

Pemkab Lahat Tinggalkan BPJS Kesehatan, Warga Berobat Gratis Cukup Pakai KTP dan KK 

Read more »
Kenali Ciri-Ciri Dajjal lalu Segera Menghindar sejauh mungkin Dari-nya

Kenali Ciri-Ciri Dajjal lalu Segera Menghindar sejauh mungkin Dari-nya


Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah berkata tentang Dajjaal:

وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَقُولَ لأَعْرَابِيٍّ أَرَأَيْتَ إِنْ بَعَثْتُ لَكَ أَبَاكَ وَأُمَّكَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَبُّكَ ؟ فَيَقُولُ : نَعَمْ . فَيَتَمَثَّلُ لَهُ شَيْطَانَانِ فِي صُورَةِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَقُولانِ يَا بُنَيَّ اتَّبِعْهُ فَإِنَّهُ رَبُّكَ
"Dan sesungguhnya termasuk diantara fitnah Dajjaal adalah ia berkata kepada seorang A'rabiy : 'Bagaimana pendapatmu apabila aku bangkitkan ayah dan ibumu untukmu, apakah engkau akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu ?'. Ia menjawab : 'Ya'. Maka dua orang setan (pembantu Dajjaal) menjelma untuknya dalam bentuk ibu dan bapaknya seraya keduanya berkata : 'Wahai anakku, ikutilah dirinya (Dajjaal), karena sungguhnya ia adalah Rabbmu...." [Diriwayatkan oleh Ibnu Maajah; shahih].

Jelas bukan jenis fitnah ecek-ecek. Jangan pernah dibayangkan jenis fitnah Dajjaal ini sekelas permainan syirik jalangkung yang sering kita lihat di TV. Penjelmaan yang disebutkan dalam hadits adalah penjelmaan fisik yang menyerupai ayah dan ibu si A'rabiy yang mampu bercakap-cakap dengannya - dengan izin Allah ta'ala.

Sehebat apapun keimanan seseorang, jangan pernah berharap dan tertantang untuk bertemu Dajjal. Dajjaal adalah fitnah terbesar bagi manusia semenjak penciptaannya hingga hari kiamat sebagaimana sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam:

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةٌ أَكْبَرُ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
"Tidak ada fitnah yang lebih besar semenjak diciptakannya Adam hingga tegak hari kiamat daripada fitnah Dajjaal" [Diriwayatkan oleh Ahmad; shahih].

Kita dianjurkan untuk berdoa agar dijauhkan dari fitnah Dajjaal setiap akhir shalat sebelum salam:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ "
"Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil-qabri, wa min fitnatil-mahyaa wal-mamaati, wa min syarri fitnatil-masiihid-dajjaal (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam,adzab kubur, fitnah kehidupan dan sesudah mati, serta kejelekan fitnah Al-Masiih Ad-Dajjaal)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 588].

Kenali ciri-cirinya agar kita bisa MENGHINDARI-nya. Saya tulis dengan huruf kapital sebagai penekanan bahwa menghindari fitnah Dajjaal bukan sekedar menghindari secara maknawi, akan tetapi benar-benar menghindar secara fisik. Lari menjauh darinya, sebagaimana sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ الرَّجُلَ يَأْتِيهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَمَا يُزَالُ بِهِ حَتَّى يتبعهُ لِمَا يَرَى مَعَهُ مِنَ الشُّبُهَات
“Barangsiapa yang mendengar tentang Dajjaal, hendaklah ia lari darinya sejauh-jauhnya. Sesungguhnya kelak ada seorang laki-laki yang menyangka dirinya dalam keadaan beriman – dan keadaannya terus demikian – hingga kemudian ia mengikuti Dajjal dikarenakan berbagai syubhat yang ia temui pada dirinya (Dajjal)” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan lain-lain; shahih].

Tidak ada yang akan memberikan ucapan selamat ketika ada seseorang yang memberanikan dirinya sebagai bumper penahan serangan fitnah Dajjaal. Bukannya menjadi penyelamat orang lain, malah dia akan terfitnah dan menjadi sebab orang lain terfitnah.

Diambil ibrah dari hadits di atas,..... seseorang tidak boleh berhusnudhdhan pada dirinya sendiri mampu menghadapi fitnah, terlebih fitnah dalam agama. Senantiasa berdoa agar diberikan kekuatan iman, terhindar dari fitnah, tutup mata dan telinga, lari. Tak mengapa kita dianggap sebagai pecundang, karena keselamatan bukan dibuat sebagai ajang taruhan pujian.

sumber : Dony Arif wibowo
Read more »
Membantah Tuduhan Dusta Rahmat Baequni : Raja Arab saudi keturunan yahudi

Membantah Tuduhan Dusta Rahmat Baequni : Raja Arab saudi keturunan yahudi



dunia maya, tuduhan Raja Arab Saudi sebagai keturunan Yahudi merupakan kebodohan yang paling nyata. Apakah umat Islam terlalu mudah dibodohi?

RB mengatakan bahwa Raja Arab Saudi merupakan keturunan Yahudi berasal dari Irak. Dia menulis di white board saat berceramah, nama pendiri Arab Saudi, Abdurrahman bin Abdulaziz Al Su’ud adalah cucu dari seorang Yahudi Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe.

Di kesempatan lain, dia menyebut nama pendiri Arab Saudi adalah Abdulaziz bin Abdurrahman Al Su’ud, terbolak-balik.

Dalam ceramahnya, RB selalu mengutip buku “Simbol-simbol Iluminati di Tanah Haram,” karya Muhammad Abu Ezza. Menurutnya, buku tersebut sudah ditarik peredaran, padahal masih bisa dipesan di toko online.

Yang unik lagi, referensinya adalah cerita dari orang-orang yang pernah tinggal di Arab Saudi dan seorang tamu majhul dari Pakistan saat mengikuti daurah dakwah di Jakarta dan Makassar.

RB juga mengaku merujuk ke Ahmad Sakhir, tokoh sejarah Arab Saudi, yang menurutnya, sejarawan tersebut dan seluruh keluarganya dibunuh setelah mengungkap asal keturunan raja Arab Saudi seperti di atas (?).

Dengan sangat berani pula, RB mengutip perkataan Raja Faisal, tahun 1960-an, entah 1965 atau 1967, dia sendiri ragu, konon dimuat di Washington Post: “Sesungguhnya kami bangga menjadi komunitas kecil Yahudi yang berada di tanah Arab.”

Benarkah apa yang dikatakan RB di atas dalam ceramah-ceramahnya yang disampaikannya di berbagai tempat tersebut?

Untuk menjawabnya, perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa bangsa Arab merupakan bangsa yang sangat memperhatikan dan menjaga nasab, serta hubungan kekerabatan, karena mereka tidak lupa nenek moyang mereka.

Nasab atau silsilah keturunan merupakan perkara penting bagi bangsa Arab. Mereka mengandalkan kekuatan hafalan, selain menjadikan lebih terhormat, kala itu kebanyakan mereka buta huruf.

Data pembukuan silsilah keturunan mulai menjadi tradisi di kalangan Arab, pasca seringnya terjadi peperangan antar kabilah.

Hafalan dan pembukuan inilah yang dilakukan pula oleh Alu Su’ud, pendiri kerajaan Arab Saudi.

Seharusnya RB merinci Abdurrahman atau Abdulaziz yang dimaksud raja di masa Kerajaan Arab Saudi yang ke berapa? Mengingat Saudi mengalami 3 fase; Saudi pertama (1744 M), Saudi kedua (1824 M), dan generasi ketiga saat ini yang dimulai tahun 1902 M.

Pembahasan asal usul Al Saud sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh para peneliti dan sejarawan. Di antara mereka terdapat ikhtilaf, berbeda pendapat.

Banyak buku yang telah ditulis dan bukti-bukti dokumen yang dipaparkan. Dari sekian seminar dan simposium yang telah dilakukan, memperjelas garis keturunan pendiri kerajaan Arab Saudi yang sebenarnya.

Di antaranya, manuskrip di bawah ini yang menunjukkan garis silsilah Al Su’ud:

Manuskrip tersebut bertuliskan: Saud bin Abdulaziz bin Muhammad bin Saud bin Muhammad bin Muqrin bin Markah bin Ibrahim bin Musa bin Rabia bin Manea bin Rabiaa Al-Rubai Al-Waazid Al-Yazidi dari Al-Waazid Bani Hanifah.

Di bagian kanan naskah adalah referensi waktu penulisan, yaitu pada masa pemerintahan Imam Turki bin Abdullah Al Saud (1240-1249 H), yang mengatakan: Dan Abdullah Abu Turki, yang terkenal saat ini.

Manuskrip tersebut di antara puluhan dokumen yang menunjukkan garis keturunan mereka dari Bani Hanifah, tersimpan baik di Daarah Malik Abdulaziz, Riyadh, sebuah yayasan penelitian dan pelestarian sejarah Arab Saudi.

Selain yang tertulis di atas, masih banyak bukti lain bahwa leluhur raja Saudi adalah berasal dari Bani Hanifah dari Wail bin Rabi’ah yang tiba di Diri’yah sejak 850 H.

Yang menarik terkait dengan keturunan dan sejarah Arab Saudi adalah peristiwa yang terjadi pada tahun 1365 H (1946 M) di Mina. Saat itu, Raja Abdulaziz menerima kepala delegasi jamaah haji, mempertegas dasar negara Saudi, dengan mengatakan:

“Mereka mengatakan bahwa kami adalah kaum wahhabi dan sebenarnya adalah bahwa kami adalah kaum salafi yang mempertahankan agama kita dan mengikuti Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”

Jika demikian, wajar Saudi menjadi biladul mustahdaf (“negara target”), sebagaimana penuturan banyak warganya hari ini. (saudinesia.com)
Read more »
Sekilas tradisi menikah di Arab Saudi yang banyak belum diketahui

Sekilas tradisi menikah di Arab Saudi yang banyak belum diketahui

Sekilas tradisi menikah di Arab Saudi

Cara menikah di setiap negara boleh berbeda, tetapi tujuannya haruslah sama, yaitu melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangga. Berikut sekilas tradisi menikah di Arab Saudi.

Seorang laki-laki di Saudi, jika telah cukup usia dan siap untuk berkeluarga, maka ibu atau saudara perempuannya mencarikan calon istri untuknya.

Setelah ada yang terpilih, kemudian dibagi informasi detail (maushufat) calon istri kepada anak laki-lakinya.

Jika setuju, selanjutnya berziarah ke rumah keluarga calon wanita untuk membicarakan mahar dan beberapa hal antar kedua keluarga.

Dilakukan proses nadzar syar’i, yaitu sang calon mempelai pria diperkenankan melihat wajah tunangannya.

Wanita di negeri Arab terkenal memasang mahar tinggi bagi calon suaminya. Tetapi, tentu ini tidak semuanya.

Terkadang orang tua calon mempelai wanita yang memberatkan syarat. Oleh karenanya, dianjurkan yang se-kufu’, kesepadanan atau sederajat dalam hal harta dan agama.

Jika proses musyarawah dan nadzar sukses, dilangsungkan akad nikah. Secara syar’i, kedua mempelai telah halal. Tetapi tradisinya, kedua pengantin tersebut baru memulai masa “pacaran.”

Selama masa “pacaran halal” tersebut, mereka tidak melakukan khalwat (berdua di tempat sunyi atau tanpa mahram). Layaknya pacaran di negeri kita, mereka melakukan proses saling mengenal, berkencan. Bedanya, di Saudi setelah menunaikan akad pernikahan.

Setelah masa tersebut usai dan keduanya merasa cocok dan sepakat, maka dilangsungkan pesta pernikahan. Jika gagal, mempelai pria berhak menerima kembali mahar yang telah diserahkan kepada istrinya saat akad. saudinesia.com
Read more »
Jembatan Penghubung Arab Saudi-Bahrain boleh dilewati sepeda motor

Jembatan Penghubung Arab Saudi-Bahrain boleh dilewati sepeda motor

Jembatan Penghubung Arab Saudi-Bahrain

Direktorat Umum untuk Jembatan Raja Fahd, pada hari Rabu (25/12), melakukan uji coba penyeberangan pengendara roda dua antara Saudi dan Bahrain.

Setelah disepakati dua otoritas yang berwenang dari kedua negara Arab Saudi dan Bahrain, para pengendara motor dapat menyeberang di King Fahd Causeway mulai Januari 2020.

Sebagaimana laporan Kantor Berita Arab Saudi (SPA), Kepala Pelaksana Direktorat Umum untuk Jembatan Raja Fahd, Ir. Imad al-Muhsin, mengatakan: “Pengendara kendaraan roda dua diizinkan menyeberang jembatan King Fahd selama masa uji coba saat ini.”

Akan tetapi, menurut Imad, kendaraan yang digunakan untuk melintas King Fahd Causeway, baik dari Saudi maupun Bahrain, “harus dilengkapi dengan surat-surat yang berlaku dan memiliki plat kendaraan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Saudi dan Bahrain.”

Imad menambahkan, izin menyeberang bagi kendaraan roda dua berlaku setiap hari, sepanjang minggu, kecuali jika cuaca buruk dan membahayakan pengendaranya, maka sewaktu-waktu ditutup.

Sementara infrastruktur di jembatan penghubung Saudi-Bahrain tersebut, telah disediakan lajur khusus motor di sebelah paling kanan jalan.

Biaya melewati jembatan King Fahd bagi pengendara motor sama dengan kendaraan roda empat, yaitu 25 Reyal Saudi atau 2.5 Dinar Bahrain. saudinesia.com
Read more »
Beranda