-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
Pesan Ayah yang Sholeh kepada Anak Gadisnya

Pesan Ayah yang Sholeh kepada Anak Gadisnya


Duhai anakku... Kemarin aku bertemu teman-temanku.Mereka dgn bangga menceritakan anak2nya yg baru selesai S3 ;

-ada yang baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne

-ada yang bangga krn anak semata wayangnya sudah menjadi dokter,

-ada yang bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer,

-ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang cover girl,

-ada yang bangga karena anaknya menjabat asisten manager,

-ada yang bangga karena anaknya menjadi fashion designer,

Ayah hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pada mereka semua.

Bukan karena ayah iri ataupun kecewa, bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka, melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu ...

-Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia.
-Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara
-Yang pribadinya ayah doakan mampu menjadi anak sholihah.

Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka, atau bahkan melebihi mereka, karena ayah sadar kebahagiaan dunia tak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri yang selalu ayah cinta.

-Dengan kesederhaan dan hijab syar’inya.
-Dengan ketaatanmu kepada Allah semata.
-Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja.

Cukuplah kau tutup auratmu !
Cukuplah kau jadikan Al-qur’an sebagai teman hidupmu !
Cukuplah doamu selalu untukku !

Duhai putriku... Cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih surga Allah, tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya.

Maka ayah akan slalu bangga memilikimu | Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu.

Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka.

Sungguh.! ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita sholihah. sedang dunia dan rezeki yang lainnya semata-mata bonus dari Allah saja.

#dakwahtauhid #dakwah #tauhid #doa #anaksholeh #anaksholehah

penulis unknown
Baca selengkapnya »
Adab yang harus diperhatikan ketika beri'tikaf di masjid

Adab yang harus diperhatikan ketika beri'tikaf di masjid

Ketika I'tikaf pada masa Nabi صلى الله عليه وسلم, Beliau melarang para sahabat mengeraskan bacaan Alquran mereka karena dapat menganggu jamaah i'tikaf yang lain. 

Bahkan, bagi yang shalat sekali pun dilarang oleh Nabi صلى الله عليه وسلم mengeraskan bacaan Alquran. I'tikaf adalah proses berdiam diri di dalam mesjid diiringi niat untuk beribadah kepada Allah تعالى. 

Pilihan ibadah orang yang beri'tikaf bisa berbeda-beda. Ada yang berdoa, ada yang bertadarus membaca Alquran, ada yang shalat, ada yang berzikir, dan ada juga yang tidur / istrahat sebentar.

Apapun pilihan ibadah, jangan sampai satu sama lain saling mengganggu. 

Bagi yang tadarus jangan menganggu yang shalat, bagi yang shalat jangan mengganggu yang tadarus, dst. Makanya Nabi صلى الله عليه وسلم melarang para sahabat mengeraskan bacaan Alquran, bahkan didalam sholat mereka sekalipun. 

****
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ : اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ وَقَالَ : " أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ ". أَوْ قَالَ : " فِي الصَّلَاةِ ".

Dari Abu Said رضي الله عنه berkata: "Rasulullah صلى الله عليه وسلم beri'tikaf di mesjid, lalu beliau صلى الله عليه وسلم mendengar mereka (sahabat) mengeraskan bacaan Alquran mereka. Kemudian beliau صلى الله عليه وسلم membuka tirai beliau seraya berkata: Mohon diketahui, sesungguhnya kalian semua disini sedang bermunajat dengan Tuhannya. Jadi, janganlah satu sama lain saling mengganggu. Dan jangan juga sebagian kalian mengeraskan bacaan Alqurannya atas sebagian yang lain". Atau beliau صلى الله عليه وسلم bersabda: "Didalam Shalat". [Sunan Abu Daud: 1332, Hadis Shahih]

Baca selengkapnya »
Universitas Islam Madinah, Kampus Pengkaderan Ulama Bermanhaj salaf

Universitas Islam Madinah, Kampus Pengkaderan Ulama Bermanhaj salaf


Selayang Pandang

Berdiri pada 25 Robiul Awwal 1381 H. Universitas Islam Madinah memiliki misi menjadi lembaga pendidikan Arab Saudi yang memberikan pengajaran ilmu-ilmu syariat, bahasa Arab dan pengetahuan-pengetahuan lain bagi para penuntut ilmu dari berbagai penjuru dunia.

Didirikan atas putusan resmi Raja Saud bin Abdul Aziz nomor 11, tanggal 25/03/1381. Kampus ini memulai KBM-nya 3 bulan setelah putusan itu diterbitkan, yaitu pada hari Ahad, 2 Jumadi Akhir 1381.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh ditunjuk sebagai rektor pertama kampus ini. Setelah beliau diangkat menjadi mufti kerajaan, posisi beliau digantikan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz.

Pada mulanya kampus ini hanya memiliki satu fakultas, yaitu fakultas Syariah. 5 tahun berikutnya baru dibuka fakultas Dakwah. Adapun fakultas lain menyusul di tahun-tahun berikutnya.

Setiap tahunnya, kampus ini menerima kurang lebih 5000 mahasiswa dari berbagai negara dan semuanya full beasiswa.

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kampus Ini:

1. UIM menjadi salah satu kampus pengkaderan calon ulama'. Syaikh Prof. Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad, Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Ar-Ruhaily dan Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar-Ruhaily adalah nama-nama ulama' yang tak asing lagi di telingamu. Mereka itu diantara sederet ulama' hasil didikan UIM. Indonesia juga punya ulama' hasil gemblengan kampus ini, seperti; Dr. Syafiq Reza Basalamah, MA., Dr. Arifin Badri, MA. dan Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA. Maka tak heran jika begitu banyak orang yang mendambakan kuliah di UIM.

2. Selain belajar formal di kampus, mahasiswa UIM juga bisa menambah wawasan keislamannya dengan menghadiri majelis-majelis ulama' di Masjid Nabawi.

3. Full beasiswa, terhitung semenjak nama muncul di antara mahasiswa yang diterima, tiket dan visa akan diperoleh secara gratis. Sesampainya di kampus ini, kamu akan dikejutkan dengan uang kaget (badal tajhiz), sebagai ganti saat pengurusan keberangkatanmu (medical chek up dll). Belum lagi asrama full ac beserta perlengkapannya, uang saku tiap bulan, makan bersubsidi dan uang buku. Ditambah lagi kalau kamu bisa mempertahankan nilai cumlaude (mumtaz) selama dua semester berturut-turut, badal imtiyaz akan kamu kantongi.

4. Tiket liburan, kamu tak usah risau dengan penatnya belajar selama 4 tahun di negeri orang. Kampus ini menyediakan tiket pesawat yang dibagikan pada setiap mahasiswa untuk liburan musim panas ke negara masing-masing. Tiket dibagikan setahun sekali dan itu gratisss.

5. Kesempatan besar bertemu dengan para ulama' yang berkompeten dan mengambil ilmu langsung dari mereka. Seperti ahli hadist Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad, Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily, dan masih banyak ulama' lainnya.

6. Sholat di Masjid Nabawi, gak kebayangkan kamu bisa sholat di Masjid Nabawi setiap hari, yang setiap sholatnya diganjar 1000 kali lipat sholat di masjid lain. UIM menyediakan bis antar-jemput dari kampus ke Nabawi setiap hari. Bis berjajar di parkiran kampus sebakda ashar, bis siap mengantarkanmu ke Nabawi dan ini juga gratiiisss.

7. Umroh dan haji, kamu memiliki kesempatan besar untuk mengunjungi Masjidil Haram baik itu untuk umroh atau haji. Kamu bisa umroh setiap bulan atau bahkan setiap pekan kalau kamu mau. Tentu dengan biaya sendiri. Tapi ada juga yang menyediakan umroh dan haji dengan biaya murah atau bahkan gratis.

Perjalanan Menuju Madinah, 25 April 2018
Hamzah Abror

(Mahasiswa Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)

Baca selengkapnya »
Apakah selain salafi berarti sesat ?, setiap muslim wajib tahu

Apakah selain salafi berarti sesat ?, setiap muslim wajib tahu

APAKAH SELAIN SALAFY BERARTI SESAT..?

Tak jarang, sebagian saudara kita mengajukan pertanya'an bernada sinis, yang entah disebabkan ketidaktahuan atau hanya sekedar untuk menebar syubhat.

"Oooo, jadi semua yang diluar salafi sesat semua??

Masuk neraka semua, hanya salafi aja yang pasti benar dan dijamin masuk surga??"

Saudaraku...
Salafi (pengikut salaf) itu tidak ma'shum, sebagai manusia biasa kita juga pernah khilaf, bisa futur, bahkan bisa jadi juga terkadang berbuat maksiat, bisa terkena penyakit hati, dan lain sebagainya. Dan juga, tidak ada diantara kita yang yakin pasti masuk surga, apalagi dijamin surga.

Justru karena kita semua sangat mengharap surga dan takut masuk neraka, maka kita selalu berusaha tunduk dan patuh, serta berusaha mengajak semua saudara kita yang se-islam dan se-iman agar ta'at terhadap syari'at.

Dan lagi.. Perkata'an-perkata'an semisal "selain Salafi" atau "diluar Salafiy" sangatlah salah kaprah, seolah-olah dianggapnya Salafi itu adalah sebuah organisasi atau aliran atau semisalnya. 

*Padahal sejatinya, Salafi adalah penisbatan terhadap generasi salaf, jadi siapa saja yang mengikuti Qur'an dan Sunnah menurut pemahaman Salaful Ummah, maka ia Salafi.*

Pertanya'an yang benar seharusnya :

"Apakah dibenarkan jika beragama mengikuti selain manhaj salaf??"

Atau..

"Apakah jika tidak mengikuti Qur'an dan Sunnah menurut pemahaman Salaful Ummah bisa dibenarkan??"

Maka jawabannya adalah : 

1. Al Imam Abdurrahman bin 'Amr Al Auza'i berkata :

"Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun banyak orang menolakmu, dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah)" 
(Asy Syari'ah, karya Al Imam Al Ajurri, hal. 63).
   
2. Al Imam Abu Hanifah An Nu'man bin Tsabit berkata :

"Wajib bagimu untuk mengikuti atsar dan jalan yang ditempuh oleh salaf, dan hati-hatilah dari segala yang diada-adakan dalam agama, karena ia adalah bid'ah".
(Shaunul Manthiq, karya As Suyuthi, hal. 322, dinukil dari kitab Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 54).    

3. Al Imam Abul Mudhaffar As Sam'ani berkata :

"Syi'ar Ahlus Sunnah adalah mengikuti manhaj salafush shalih dan meninggalkan segala yang diada-adakan (dalam agama)" 
(Al Intishaar li Ahlil Hadits, karya Muhammad bin Umar Bazmul hal. 88)

4. Al Imam Qawaamus Sunnah Al Ashbahani berkata :

"Barangsiapa menyelisihi sahabat dan tabi'in (salaf) maka ia sesat, walaupun banyak ilmunya" 
(Al Hujjah fii Bayaanil Mahajjah, 2/437-438, dinukil dari kitab Al Intishaar li Ahlil Hadits, hal. 88)    

5. Al-Imam As Syathibi berkata :

"Segala apa yang menyelisihi manhaj salaf, maka ia adalah kesesatan" 
(Al Muwafaqaat, 3/284), dinukil melalui Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 57).     

6. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

"Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar" 
(Majmu' Fatawa, 4/149). 

Beliau juga berkata : 
"Bahkan syi'ar Ahlul Bid'ah adalah meninggalkan manhaj salaf" 
(Majmu' Fatawa, 4/155).    

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala :

"Dan apa saja yang kalian perselisihkan maka keputusannya kembali kepada Allah" 
(QS. Asy Syuura: 10).

Sabda Rasulullah Shallallahu 'ala­ihi Wa sallam :

"Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat) kemudian generasi berikutnya (tabi'in) kemudian generasi berikutnya (tabiu't tabi'in)".
(Hadits Bukhari dan Muslim).

"Aku Wasiatkan kepada kalian (untuk mengikuti) para sahabatku, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka".
(Shahih Sunan Ibnu Majah).

Dan Rasulullah pun telah menjelaskan bahwa hanya ada satu golongan yang berada diatas kebenaran dan keselamatan. Dalam sebuah riwayat, para sahabat bertanya siapakah yang selamat itu?

Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Mereka adalah orang-orang yang memegang ajaranku dan para sahabatku pada hari ini"
(H.R. Ibnu majah dari hadits Anas bin Malik).

Oleh karena itu :

"Bersabarlah dirimu diatas sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para sahabat tegak diatasnya. Katakanlah sebagai mana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan salafush shalih karena akan mencukupimu apa saja yang mencukupi mereka".

"Maka segala keputusan yang diambil oleh Al Kitab dan As Sunnah serta dipersaksikan keabsahannya oleh keduanya itulah al haq (kebenaran). Dan tidak ada sesudah kebenaran melainkan kesesatan…". 
(lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, II/250).

Semoga Allah Ta'ala senantiasa membimbing kita untuk mengikuti manhaj salaf di dalam memahami dienul Islam ini, mengamalkannya dan berteguh diri di atasnya, sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamin..

Wallahu a'lamu bish shawaab

Barakallahu fiikum...
Baca selengkapnya »
Dr. Hamid Choi Yong Kil, muslim Korea Pertama Penerjemah Alquran

Dr. Hamid Choi Yong Kil, muslim Korea Pertama Penerjemah Alquran

Soal korea, jangan hanya drakor... 
Yg ini kita juga musti tahu....

Dr. Hamid Choi Yong Kil hafizhahullah, muslim Korea asli yang menerjemahkan Alquran ke bahasa Korea pertama kalinya. Proyek penerjemahan ini memakan waktu kurang lebih 7 tahun.

Saat ini, selain menjadi da'i beliau juga berprofesi sebagai dosen study islam dan bahasa Arab di salah satu universitas di Korea Selatan. Beliau sempat mengenyam pendidikan di Universitas Islam Madinah, saat itu yang menjadi rektor adalah samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah.

Beliau mendapat kedudukan khusus di dalam hati Syaikh. Beliau sering diundang dan dijamu di rumah syaikh. Mungkin karena asal beliau dari negeri yang muslim menjadi minoritas. Begitu pula sosok Syaikh bin Baz sangat berkesan di dalam hatinya dalam kedalaman ilmu dan kemuliaan akhlaq.

Karya ilmiah beliau selain menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Korea juga menerjemahkan Shahih Bukhari, dan beliau juga mempunyai karya tulis lainnya baik yang ditulis sendiri atau terjemahan dalam bidang keislaman lebih dari 90 judul.

Sumber : StoriesFact.id
Baca selengkapnya »
15 ton paket sembako dari Raja Salman untuk rakyat Indonesia ramadhan 2021

15 ton paket sembako dari Raja Salman untuk rakyat Indonesia ramadhan 2021

🌷 Maa Syaa Allah 🌸

Inilah Negeri WAHABI ‼️
Pemerintah Arab Saudi melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi untuk Indonesia memberikan sejumlah paket sembako kepada Indonesia pada awal bulan Ramadhan tahun ini. Sebanyak 15 ton paket sembako dari Raja Salman Bin Abdul Aziz akan dibagikan kepada ormas-ormas Islam yang ada di Tanah Air.

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Altaghfi mengatakan, paket sembako ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Arab Saudi terhadap Indonesia yang telah menjalin hubungan baik selama ini. Terutama pada bulan Ramadhan, Indonesia merupakan negara Muslim yang sangat dekat dengan Arab Saudi.

Dirjen Binmas Islam Kementrian Agama Komarudin Amin menyampaikan rasa syukur kepada pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan paket sembako kepada Indonesia. Hal ini kata dia merupakan bentuk kerja sama yang baik selama ini. Ia pun berterima kasih atas perhatian pemerintah Arab Saudi terhadap masyarakat Indonesia.
===
https://buff.ly/2RwIRCp
Baca selengkapnya »
PERMUSUHAN TURKI UTSMANI KEPADA ARAB SAUDI DAN DAKWAH SALAF

PERMUSUHAN TURKI UTSMANI KEPADA ARAB SAUDI DAN DAKWAH SALAF


Sejarah Kerajaan Arab Saudi, tidak bisa terlepas dari rangkaian Saudi pertama, kedua dan generasi ketiga saat ini. Misi dakwah Islam pendirian kerajaan tidak bisa dinafikan, atas peran di antaranya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.

Baik sejarawan maupun ulama, bersepakat bahwa penyerangan terhadap Arab Saudi tidak terlepas karena motif akidah. Tidak terkecuali Daulah Utsmaniyah - yang kita kenal Turki hari ini, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai “Kekhalifahan”.

Sejak zaman Syaikkh Muhammad Bin Abdul Wahhab, Turki senantiasa memerangi Saudi dalam rangka untuk mematikan dakwah yang mereka juluki dengan “Wahabiyyah”.

Karena mereka takut dakwah Salaf mempengaruhi rakyatnya yang bergelimang dengan khurafat, bid’ah, mengagungkan kubur, pemahaman tasawuf dan berbagai penyimpangan lainnya.

Dulu mereka memerangi dengan senjata, sekarang mereka memerangi dengan pemikiran, dengan opini dan pemberitaan media dan dengan berbagai cara untuk menjelekkan Kerajaan Arab Saudi dan Dakwah Salaf.

Berkata asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah,

الدولة العثمانية عندهم خرافات، وعندهم أضرحة، وعندهم تصوف، وبدع، فخشوا أن دعوة الشيخ محمد بن عبد الوهاب تصلهم في بلادهم، لذلك حاربوا الدولة السعودية
“Daulah ‘Utsmaniyyah (Turki) di sisi (pada) mereka terdapat khurafat, terdapat kuburan-kuburan (yang diagungkan), (pemahaman) tasawuf, dan bid’ah. Maka mereka takut (kuatir) dengan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sampai ke negara mereka. Karena itu mereka memerangi Negara Saudi”. (Sumber: al-Ijabatul Fashilah hal 39).

Dakwah Salaf dilabeli Wahabi oleh Daulah Turki Utsmani

Istilah Dakwah Salaf dilabeli Wahabi sejak Daulah Turki Utsmani memerangi dan ingin menumpas gerakan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

Mereka - negara Turki -, para pembesar dan ulama su’nya, mempunyai andil besar dengan stigma wahabi untuk orang-orang yang mendakwahkan tauhid dan sunnah, yang memerangi kesyirikan dan bid’ah.

Dan mereka yang pertama kali mempopulerkan dan menyebarkan istilah ini di tengah-tengah masyarakat.

Berkata Syekh al-Albani rahimahullah,

كلمة الوهابية هي سياسة تركية للصد عن الإسلام الصحيح
“Kata (istilah) Wahabi adalah (berasal dari) siyasah politik Turki untuk menghalangi (manusia) dari Islam yang benar”. (Silsilatul Huda wan Nur kaset, no. 176, menit ke: 49).

Turki Menuduh Mazhab Hanbali Sebagai Wahabi

Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah adalah seorang ulama yang bermazhab Hanbali, namun musuh-musuhnya menuduh bahwa beliau anti mazhab dan menggelarinya dengan wahabi.

Para ulama dan ahli fiqh yang dibayar oleh para sultan Turki menulis dan mengarang risalah atau kitab dalam rangka menjelekkan Dakwah Salaf Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah agar kaum muslimin seluruh dunia membenci dan memeranginya.

Berkata al-‘Allamah Ibnu Badis rahimahullah,

الأتراك هم الذين أطلقوا على حنابلة نجد مسمى (الوهابية)، وهم الذين نشروا عنهم التهم والأكاذيب في العالم الإسلامي، وأستأجروا الفقهاء في جميع الأقطار ليؤلفوا، ويكتبوا، ويكذبوا، على حنابلة نجد

“Para Sultan Turki, merekalah orang-orang yang memanggil (menyebut) Hanabilah (pengikut madzhab Hambali) di Najd dengan nama Wahhabiyyah. Dan merekalah orang-orang yang menyebarkan tuduhan dan kedustaan-kedustaan di seluruh penjuru dunia Islam. Mereka membayar para ahli fiqh di penjuru negeri untuk mengarang, menulis (kitab-kitab), dan berdusta atas nama Hanabilah Najd”. (Majalah ash-Shirath no: 5).

Dua Perintang Dakwah Salafiyah Paling Utama

Perintang, penghalang dan yang paling memusuhi Dakwah Salafiyyah adalah dari sekte shufiyyah dan syiah rafidhah.

Sekte shufiyyah diwakili oleh negara Turki dan sekawanannya, dan sekte syiah rafidhah oleh negara Iran dan serumpunnya.

Kenapa bisa demikian, mereka membenci dan memusuhi dakwah salafiyyah ?

Karena Dakwah Salafiyyah membongkar habis penyimpangan mereka. Mempreteli bid’ah-bid’ah dan kesyirikan mereka dan menurunkan omset lumbung-lumbung penghasilan mereka lewat bisnis kuburan dan tempat keramat.

Berkata al-‘Allamah Hammad al-Anshari rahimahullah,

لم يؤلف وينشر ويطبع ضد الدعوة السلفية أحد في الدنيا مثل تركيا ودولة الروافض في إيران، فإن العقيدة السلفية ما قل انتشارها حتى حكم الأتراك وهم نقشبندية، والنقشبندية أعداء للعقيدة السلفية
“Tidak ada yang menulis, menyebarkan dan mencetak (kitab-kitab) untuk melawan Dakwah Salafiyyah, satupun di dunia ini semisal Turki dan Daulah Rafidhah (syiah) di Iran. Dan sesungguhnya Dakwah Salafiyyah tidak sedikit penyebarannya, sampai penguasa Turki, dan mereka (penganut tarekat shufi) Naqsyabandiyah (memerintahkan untuk merintangi penyebaran dakwah salafiyyah) dan Naqsyabandiyah adalah musuh aqidah salafiyyah". (Al-Majmu’ Fiy Tarjamatih 2/691).

https://saudinesia.com/2020/07/10/mereka-memerangi-kerajaan-arab-saudi-karena-aqidah
Baca selengkapnya »
Beranda