Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | kajian islam dan informasi
Larangan Shalat Setelah Subuh dan Ashar

Larangan Shalat Setelah Subuh dan Ashar

Larangan Shalat Setelah Subuh dan Ashar

عن على رضي الله عنه قال، كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ ؛ إِلاَّ الْفَجْرَ وَالْعَصْرَ
Dari Ali rodhiAllahu anhu berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat dua rakaat setiap kali selesai shalat fardhu, kecuali shalat Subuh dan shalat ‘Ashar.” [Hr. Al-Baihaqi rahimahullah dan adh-Dhiyâ’ rahimahullah dalam kitab al-Mukhtârah (I/185)]. Silsilatul Ahâdîtsis Shahîhah,1/387, no. 200

Dalam riwayat lain. Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, dari beberapa jalan dan dari beberapa sahabat Nabi radhiallahu’anhum, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, bahwasanya beliau bersabda:

لا صلاة بعد الصبح حتى تطلع الشمس
“Tidak ada shalat setelah shalat shubuh, hingga matahari terbit”

Dalam riwayat lain:

حتى ترتفع الشمس، ولا صلاة بعد العصر حتى تغيب الشمس
“… sampai matahari meninggi. Dan tidak ada shalat setelah shalat ashar hingga matahari tenggelam“

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Seorang Muslim tidak boleh shalat sunnah pada waktu-waktu tersebut. Adapun shalat yang terluput, boleh dilakukan di waktu-waktu tersebut. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

من نام عن الصلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها لا كفارة لها إلا ذلك
“Barangsiapa yang ketiduran sehingga terluput shalat, atau kelupaan, maka hendaknya ia kerjakan shalat tersebut ketika ingat. Tidak ada kafarah kecuali itu“.

2- Shalat yang dzawatul asbab seperti shalat jenazah setelah shalat ashar atau setelah shubuh, demikian juga shalat gerhana, shalat tahiyyatul masjid, shalat thawaf, ini semua boleh dilakukan di waktu terlarang. Karena semuanya termasuk dzawatul asbab. Dan semua shalat ini diperintahkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tanpa mengecualikan waktu-waktu yang terlarang.

3- Adapun shalat sunnah yang dilakukan tanpa sebab (shalat sunnah mutlaq) jika dikerjakan setelah shubuh, maka ini terlarang. Atau juga jika dikerjakan setelah ashar, ini juga terlarang.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:

- Shalat itu mempunyai waktu, sama seperti ibadah haji mempunyai waktu yang tertentu baginya.

إِنَّ الصَّلاةَ كانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتاباً مَوْقُوتاً
Sesungguhnya salat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An-Nisa: 103)
Read more »
BERDAKWAH DAN BERSABAR

BERDAKWAH DAN BERSABAR

BERDAKWAH DAN BERSABAR

Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

Allah Jalla wa 'Ala berfirman:

‏﴿ وَأمُر بِالمَعروفِ وَانهَ عَنِ المُنكَرِ وَاصبِر عَلى ما أَصابَكَ إِنَّ ذلِكَ مِن عَزمِ الأُمورِ﴾.
"Dan perintahkanlah kepada kebaikan dan cegahlah dari kemungkaran serta bersabarlah terhadap musibah yang menimpamu, sesungguhnya hal tersebut termasuk perkara yang paling mulia."

‏فمن أمر ولم يصبر، أو صبر ولم يأمر، أو لم يأمر ولم يصبر، حصل من هذه الأقسام الثلاثة مفسدة، وإنما الصلاح في أن يأمر ويصبر.
Maka barangsiapa yang memerintahkan kepada kebaikan namun tidak bersabar, atau bersabar namun tidak memerintahkan kepada kebaikan, atau tidak memerintahkan kepada kebaikan dan tidak bersabar,

Maka akan mendapatkan pada tiga bentuk ini sebuah kerusakan,

dapun kebaikan hanya didapatkan dengan memerintahkan kepada kebaikan dan bersabar.
Read more »
Menjadi Anak Buah Iblis Terbaik, Ternyata inilah Misinya

Menjadi Anak Buah Iblis Terbaik, Ternyata inilah Misinya

Anak Buah Iblis Terbaik

MISI SETAN YANG PALING TINGGI DAMPAK MUDHARATNYA?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّ إبليسَ يضَعُ عرشَه على الماءِ ثمَّ يبعثُ سراياهُ فأدناهم منهُ منزلةً أعظمُهم فتنةً يجيءُ أحدُهم فيقولُ فعلتُ كذا وَكذا فيقولُ ما صنعتَ شيئًا قال ثمَّ يجيءُ أحدُهم فيقولُ ما ترَكتُه حتَّى فرَّقتُ بينَه وبينَ امرأتِه قال فيدنيهِ منهُ ويقولُ نِعمَ أنتَ قَالَ اْلأَعْمَشُ : أُرَاهُ قَالَ : فَيَلْتَزِمُهُ
"Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air. Lantas ia mengirim tentara-tentaranya (anak buahnya dari kalangan setan), maka yang paling dekat di antara mereka dengan Iblis adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya. Salah seorang dari mereka datang seraya berkata: “Aku telah melakukan ini dan itu". Maka Iblis menjawab: “Kamu belum melakukan apapun”. Lalu datang yang lain seraya berkata: “Aku tidak tinggalkan mereka sampai aku berhasil memisahkan ia dengan istrinya (perceraian suami istri)”. Iblis pun mendekatkan anak buahnya tersebut dengan dirinya dan memujinya seraya berkata: “Kamu adalah (anak buahku) terbaik". [HSR. Muslim no.2813]

Al-A’masy rahimahullah berkata: 

“Aku kira Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda saat itu: “Iblis lantas merangkul anak buahnya itu“.

Maka aku nasehatkan kepada saudaraku khususnya dari kalangan salafiyyun.

Jangan main-main dalam masalah cerai. Upayakan pertahankan pernikahan kalian semaksimal mungkin.

Demi Allah perceraian suami-istri yang terjadi diantara kalangan salafiyyun lebih besar lagi dampaknya dibandingkan perceraian suami istri yang bukan salafiyyun. Karena perceraian diantara kalian langsung atau tak langsung dapat digunakan sebagai senjata membuat citra negatif dakwah salafiyyah.

Andai ada 1000 pasangan di daerahmu yang bercerai, maka seakan biasa-biasa saja. Tetapi bila ada satu saja dikalangan kalian yang telah mengenal sunnah, celana cingkrang, jenggot panjang, istrinya berhijab syar'i, bahkan bercadar, tiba-tiba kalian bertengkar hebat sampai terdengar oleh mereka, apalagi kalian (terutama para suami) mengusir istrimu saat bertengkar dengan cara kasar dan bahkan na'uudzu billah, sampai meludahi atau menamparnya di depan umum, maka kalian bukan saja telah dicabut rasa belas kasihan dan rasa malu, tapi kalian juga benar-benar telah merusak image kesucian manhaj ini. Maka usahakan semaksimal mungkin agar rumah tangga anda tetap utuh.

Dan andaipun benar-benar tak ada jalan lain selain perceraian, maka lakukan itu semua dengan kelembutan dan penuh adab, dan bukan membuang istrimu seenaknya seakan dia makhluk menjijikkan yang padahal dulu kamu sampai bersumpah mati mencintainya. Tetap hargai dia, perlakukan dengan baik, antarkan keorang tuanya dengan penuh kehormatan, dan usahakan tak ada seorang tetanggamu pun yang mengetahuinya.

Stop kekejaman, tetap tumbuhkan adab dalam keadaan paling emosional sekalipun.Allaahul musta’an…

Barakallahu fiikum.

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah | dakwahmanhajsalaf.com
Read more »
Jangan Pernah Menyalahkan Rencana Alloh | Kisah Tukang Tahu

Jangan Pernah Menyalahkan Rencana Alloh | Kisah Tukang Tahu

Kisah Tukang Tahu

Ada seorang tukang TAHU... Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.

Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Alloh agar dagangannya laris.

Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis...

Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah... 

Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!
Mengeluh ia kepada Alloh, bahkan "menyalahkan" Alloh, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.

Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.

Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yg setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu2nya calon penumpang yg selamat, "gara- gara" tahu nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu-tahunya yg sdh remek tadi.

sorenya ada seorg peternak bebek mencari dia dan hendak membeli tahu utk makanan bebek namun anehnya peternak bebek itu mencari tahu yg rusak/hancur krn hny utk campuran makann bebek saja..spontan bapak itu nangis bahagia krn tahunya yg remek dibeli semua oleh peternak bebek itu..

Sahabatku...Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Alloh dengan sesuatu yg jauh lebih baik daripada yg diminta.

Alloh Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

Karena itu, janganlah jemu berdoa, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk! 

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.
Alloh mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui”.

“Jika Alloh menjawab doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Ia tidak menjawab doamu, Ia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu.”

Aamiin

repost from whatsapp group
Read more »
Berusaha Menjadi Pribadi Yang Mudah Memberi Udzur

Berusaha Menjadi Pribadi Yang Mudah Memberi Udzur

Mudah Memberi Udzur

Abu Qilabah - SAUDARAKU PASTI PUNYA UDZUR

Alangkah indahnya ucapan Abu Qilabah rahimahullah. Seandainya kita mampu melakukannya pada diri kita masing-masing, maka tentu persaudaraan antar sesama muslim akan menjadi lebih berarti dan semakin erat. Beliau rahimahullah pernah mengatakan:

‏إِذَا بَلَغَكَ عَنْ أَخِيْكَ شَيْءٌ تُكْرِهُهُ؛ فَالتَمِسْ لَهُ العُذْرَ جَهْدَكَ، فَإِنْ لَمْ تَجِدْ لَهُ عُذْرًا فَقُلْ فِي نَفْسِكَ: لَعَلَّ لِأَخِي عُذْرًا لَا أَعْلَمُهُ
"Apabila sampai kepadamu sesuatu yang tidak engkau sukai dari saudaramu maka carilah udzur untuk dirinya semampumu. Jika engkau tak mendapati untuknya suatu udzur pun maka katakanlah pada dirimu; 'Barangkali saudaraku ini memiliki udzur yang tidak aku ketahui.'" (Hilyahtul Auliya': 2/285)

Karena memang kita ini anak keturunan Adam 'alaihissalam yang tidak lepas dari cacat, salah dan cela. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam berdosa dan sebaik-baik mereka yang berdosa adalah mereka yang mau bertaubat.” (HR. Tirmidzi: 2499)

Maka saling memberi udzur dan memaklumi adalah hal yang sangat dituntut. Sebagaimana kita bahagia ketika diberikan udzur, demikian pula dengan saudara kita. Jika kita mudah memberi udzur, kita pun akan mudah diberi udzur. Karena, balasan sesuai dengan amalan kita.

Oleh sebab itu, mari berusaha menjadi pribadi yang mudah memberi udzur dan memaafkan agar kita hidup dengan kebahagiaan jiwa.

Semoga bermanfaat

Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
artikel maribaraja.com
Read more »
Ditanggal Ini Matatahari Tepat Diatas Kabah, Cek Arah Kiblat

Ditanggal Ini Matatahari Tepat Diatas Kabah, Cek Arah Kiblat

Matatahari Tepat Diatas Kabah

Sore ini Matahari akan tepat berada diatas Ka’bah, tepatnya pukul 16:26 WIB.

Waktu tersebut merupakan saat yang tepat bagi umat muslim untuk meluruskan arah kiblat kembali.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resminya, Senin (15/7/2019). BMKG memaparkan cara melakukan pengecekan arah kiblat secara sederhana menggunakan batang lurus atau penggaris kayu panjang.

Saat matahari tepat berada di atas Kakbah, bayang-bayang kayu dipastikan mengarah ke kiblat.

“Kondisi seperti ini akan terulang tiap tahunnya pada tanggal 27-28 Mei dan 15-16 Juli,” tulis BMKG.

Dijelaskan BMKG, peristiwa ini hanya bisa diamati di wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Tengah. Sementara itu, di wilayah Indonesia Timur, peristiwa ini tidak akan teramati karena matahari sudah terbenam.

“Untuk wilayah Indonesia Timur, dapat dilakukan pengamatan saat matahari tepat di antipoda (di sebalik arah) Kakbah, yang terjadi setiap 16 Januari pukul 06.29 WIT dan 28 November pukul 06.09 WIT,” jelas BMKG.

Begini caranya

BMKG memberikan petunjuk cara mengecek arah kiblat. “Ayo lakukan pengecekan ulang arah kiblat di masing-masing tempat tinggalmu dengan cara yang sederhana!” seru BMKG.

Berikut adalah caranya:
  1. Tancapkan/pasangkan batang lurus (contohnya penggaris kayu panjang) secara tegak lurus pada tanah/lantai sebelum matahari tepat berada di atas Kakbah pada pukul 16.26 WIB. Pastikan batang tersebut terkena sinar matahari dan akan menghasilkan bayangan nantinya.
  2. Tandai arah bayangan yang dihasilkan oleh batang lurus yang telah disediakan tepat pada pukul 16.26 WIB.
  3. Arah kiblat mengarah dari ujung bayangan menuju batang yang disediakan.
  4. Kondisi seperti ini akan terulang tiap tahunnya pada tanggal 27-28 Mei dan 15-16 Juli.

source aktaindonesia.com
Read more »
Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-Cari Kesalahan

Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-Cari Kesalahan

Hukum Berburuk Sangka

Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus. Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا
“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [1]

Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata, “Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”

Ibnu Katsir menyebutkan perkataan Umar di atas ketika menafsirkan sebuah ayat dalam surat Al-Hujurat.

Bakar bin Abdullah Al-Muzani yang biografinya bisa kita dapatkan dalam kitab Tahdzib At-Tahdzib berkata : “Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu”.

Disebutkan dalam kitab Al-Hilyah karya Abu Nu’aim (II/285) bahwa Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata : “Apabila ada berita tentang tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri, “Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut”.

Sufyan bin Husain berkata, “Aku pernah menyebutkan kejelekan seseorang di hadapan Iyas bin Mu’awiyyah. Beliaupun memandangi wajahku seraya berkata, “Apakah kamu pernah ikut memerangi bangsa Romawi?” Aku menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya lagi, “Kalau memerangi bangsa Sind [2], Hind (India) atau Turki?” Aku juga menjawab, “Tidak”. Beliau berkata, “Apakah layak, bangsa Romawi, Sind, Hind dan Turki selamat dari kejelekanmu sementara saudaramu yang muslim tidak selamat dari kejelekanmu?” Setelah kejadian itu, aku tidak pernah mengulangi lagi berbuat seperti itu” [3]

Komentar saya : “Alangkah baiknya jawaban dari Iyas bin Mu’awiyah yang terkenal cerdas itu. Dan jawaban di atas salah satu contoh dari kecerdasan beliau”.

Abu Hatim bin Hibban Al-Busti bekata dalam kitab Raudhah Al-‘Uqala (hal.131), ”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya. Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya”.

Beliau juga berkata pad hal.133, “Tajassus adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana sebaliknya prasangka yang baik merupakan cabang dari keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka. Sedangkan orang yang bodoh akan selalu berprasangka buruk kepada saudaranya dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita”.

[1]. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563
[2]. Sind adalah negara yang berbatasan dengan India, -ed
[3]. Lihat Kitab Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir (XIII/121)
الفقير بن ضيف
Read more »
Beranda