LAWANLAH 14 MUSUH INI DENGAN TAQWA

LAWANLAH 14 MUSUH INI DENGAN TAQWA

Berkata seseorang kepada Imam Abu Hazim rahimahullah: "Sesungguhnya kamu ini orangnya terlalu keras."

Maka Abu Hazim pun menyatakan: "Bagaimana aku tidak keras sementara ada 14 musuh yang sedang mengintaiku.

Empat musuh itu adalah:

1. Syaithon yang memfitnah diriku.
2. Yang kedua orang mukmin yang hasad kepadaku.
3. Yang ketiga orang kafir yang [ingin] membunuhku.
4. Yang keempat orang munafik yang membenciku.

Adapun sepuluh sisanya itu adalah:

1. Kelaparan
2. Dahaga
3. Panas
4. Dingin
5.Telanjang
6. Kepikunan
7. Sakit
8. Kefakiran
9. Kematian dan Neraka

Aku tak akan mampu melawan itu semua kecuali dengan senjata yang kuat dan aku tak mendapati senjata yang lebih ampuh untuk meredam itu semua kecuali ketakwaan."

Sumber: almuntaqo annafiis min kitab Hilyatul Aulia 3/ 231

LAWANLAH 14 MUSUH INI DENGAN TAQWA

قال رجل لأبي حازم

إنك متشدد، فقال أبو حازم - رحمه الله: " وما لي لا أتشدد وقد ترصدني أربعة عشر عدوا، أما أربعة: فشيطان يفتنني، ومؤمن يحسدني، وكافر يقتلني، ومنافق يبغضني، وأما العشرة فمنها: الجوع، والعطش، والحر، والبرد، والعري، والهرم، والمرض، والفقر، والموت، والنار، ولا أطيقهن إلا بسلاح تام، ولا أجد لهن سلاحا أفضل من التقوى "
[3/231] المنتقى النفيس من كتاب (حلية الأولياء ، وطبقات الأصفياء)

KajianIslamTemanggung
Channel TG t.me/KJMuslim
Read more »
ISTIGHFAR, SOLUSI BERAGAM PERSOALAN

ISTIGHFAR, SOLUSI BERAGAM PERSOALAN

ISTIGHFAR, SOLUSI BERAGAM PERSOALAN


Imam Al-Qurthubi rahimahullah menukil dari Ibnu Shubaih dalam tafsirnya , bahwasanya ia berkata,

شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ” نُوحٍ”
”Ada seorang laki-laki mengadu kepadanya Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi maka beliau berkata kepadanya, ”beristighfarlah kepada Allah!”, yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, ”beristighfarlah kepada Allah!” yang lain lagi berkata kepadanya, ”Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!” 

maka beliau mengatakan kepadanya, ”beristighfarlah kepada Allah!” Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan pula kepadanya, ”beristighfarlah kepada Allah!” Dan kamipun menganjurkan demikian kepada orang tersebut.

Maka Hasan Al-Bashri menjawab: ”Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh [ayat 10-12].”

(Jami’ Liahkamil Quran 18/302)
Read more »
DOSA BESAR KE-6: DURHAKA KEPADA ORANGTUA

DOSA BESAR KE-6: DURHAKA KEPADA ORANGTUA

Wahai saudaraku, Rasulullah ﷺ menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Allah. Dalam hadits Abi Bakrah, Beliau bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
"Maukah kalian aku beritahukan dosa yg paling besar?” Para sahabat menjawab,”Tentu.” Nabi ﷺ bersabda,”(Yaitu) berbuat syirik, dan durhaka kepada orang tua.” (HR Bukhari 5975)

DURHAKA KEPADA ORANGTUA

Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagai perbuatan durhaka. Tangisan mereka berarti terkoyaknya hati oleh polah sang anak. Ibnu ‘Umar pernah menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan dan dosa besar.” (HR Bukhari, Adabul Mufrad hlm. 31. Lihat Ash Shahihah, 2898)

Bagaimana tidak disebut sebagai kedurhakaan? Bukankah ucapan “uh” atau “ah” dilarang dilontarkan kepada mereka berdua? Allah berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
"Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ahh” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik dan sopan." (Al Isra`: 23)

Maka dari itu ya ikhwah, menjaga hubungan baik kepada kedua orangtua adalah suatu kewajiban bagi setiap insan. Allah Ta'ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ ...
"Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua ibu bapaknya..." (QS. Al-'Ankabut: 8)

Wallaahu ta'ala a'lam.

Al-Kabair

Sumber : https://t.me/salafittiba
Read more »
MENGAPA HATI INI MASIH MERASA IRI

MENGAPA HATI INI MASIH MERASA IRI

Pernah mungkin kita mendengar kisah dua orang tetangga dekat bisa saling bunuh. Penyebabnya karena yang satu buka toko dan lainnya pun ikut-ikutan. Akibat yang satu merasa tersaingi, akhirnya ada rasa iri dengan kemajuan saudaranya. Tetangga pun tidak dipandang. Awalnya rasa iri dipendam di hati. Namun karena semakin hangat dan memanas, akhirnya berujung pada pertikaian yang berakibat hilangnya nyawa. Sikap seperti ini pun mungkin pernah terjadi pada kita. 

MENGAPA HATI INI MASIH MERASA IRI

Namun belum sampai parah sampai gontok-gontokan. Rasa iri tersebut muncul kadangkala karena persaingan. Sikap iri semacam ini jarang terjadi pada orang yang usahanya berbeda. Jarang tukang bakso iri pada tukang becak. Orang yang saling iri biasanya usahanya sama. Itulah yang biasa terjadi. Tukang bakso, yah iri pada tukang bakso sebelah. Si empunya toko sembako iri pada orang yang punya toko yang semisal, dan seterusnya.

Perlu diketahui bahwa iri, dengki atau hasad –istilah yang hampir sama- adalah menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Asal sekedar benci orang lain mendapatkan nikmat itu sudah dinamakan hasad, itulah iri. Hasad seperti inilah yang tercela. Adapun ingin agar semisal dengan orang lain, namun tidak menginginkan nikmat pada orang lain itu hilang, maka ini tidak mengapa. Hasad model kedua ini disebut ghibthoh. Yang tercela adalah hasad model pertama tadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Janganlah kalian saling hasad (iri), janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi (saling mendiamkan/ menghajr). Jadilah kalian bersaudara, wahai hamba Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Selengkapnya : rumaysho.com
Read more »
Pesan tersembunyi dari Peristiwa Rohingya dan Uighur

Pesan tersembunyi dari Peristiwa Rohingya dan Uighur

Umat Islam harus tegak diatas kaki mereka sendiri, mereka harus berjuang membela hak mereka sendiri, berbagai kekejaman dan kebiadaban terhadap umat Islam yg minoritas diberbagai penjuru dunia menjadi tontonan dunia, tdk pernah ada tuduhan anti hak asasi atau intoleran apalagi tuduhan radikal dan teroris terhadap mereka yg melakukan kebiadaban tersebut.

Media-media nyaris tdk memberitakannya apalagi dijadikan topik utama dlm pemberitaan.

Pembukaan UUD 45 secara tegas menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi, tapi blm ada sikap resmi dari bangsa kita mengutuk kebiadaban tsb. Kemana Partai, Ormas dan Komnas Ham yg selama ini teriak-teriak kemanusian dan kebebasan...?

Peristiwa Rohingya dan Uighur

Coba kalau yg terusik itu adalah non muslim, semua kaum liberal dan sekuler teriak dg suara lantang, media-media akan mengulang minimal 3x sehari pemberitaannya.

Ini menunjukkan kepada kita bahwa isu hak asasi manusia atau kebebasan hanya utk membela hak-hak non muslim dan melegalkan segala bentuk konsep kaum liberal dan sekuler semata, tapi bila orang Islam yg memakai isu kebebasan dan kemanusian akan dicap sebagai kaum intoleran dan radikal.

Kenapa dunia tdk menghukum pemerintah Miyamar dan Cina seperti menyikapi Irak dan Afganistan..? Pada hal kebiadaban yg mereka lakukan jauh lebih keji dr apa yg dilakaukan Saddam Husain dan Usamah bin Ladin.

Hal ini menjadi pesan bagi setiap muslim bahwa program anti poligami atau program KB bagian dari skenario agar umat Islam di Nusantara menjadi muslim minoritas, lalu pada akhirnya akan mengalami teagedi seperti Rohingya dan Uighur, maka umat Islam di Indonesia harus mawas diri jangan menjadi Pilipina ke dua di Asia Tenggara.

Lihat bagaimana kum liberal membela kaum LGBT tapi menolak hal yg dihalalkan agama, hukum syariat ditolak, hukum liberal dan sekuler dipuja-puja.

Tambah lagi kelompok kaum munafiqin yg selalu membela hak-hak orang kafir dan menjatuhkan kemulian umat Islam.

Solusinya, Mari perteguh keyakinan kita dg belajar Islam kepada Ahlinya bukan kepada kaum orentalis dan agen-agennya.

sumber fb Ustadz Ali musri Semjan Putra
Read more »
Perilaku Jahiliyah : Berbangga-bangga dengan garis keturunan

Perilaku Jahiliyah : Berbangga-bangga dengan garis keturunan

Menepuk dada di bawah bayang-bayang orang lain. Bangga dengan nenek moyang adalah sebuah penyakit. Namun, penyakit itu tetap saja dirawat oleh orang-orang dari zaman ke zaman. Betapa banyak manusia yang menjadi congkak dan sombong karena keturunan.

“Saya keturunan raja, berdarah biru. Saya cucu kiay dan ulama. Saya ahlul bait, panggil saya habib. Saya anak pejabat kaya, bapak saya orang ternama dan berjasa.”

Berbangga-bangga dengan garis keturunan

Padahal, hal itu adalah perangai jahiliyah. Dari Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ
“Empat perkara yang masih dikerjakan umatku dari perkara jahiliyah yang belum ditinggalkan; bangga dengan keturunan, mencela nasab, meminta hujan dengan bintang dan nihayah.” (HR. Muslim: 934)

Imam al-Munawi rahimahullah menjelaskan dalam Faidhul Qadir: “Sabda beliau ‘bangga dengan keturunan’, yaitu bangga dengan nenek moyang, merasa besar dengan keutamaan dan kedudukan mereka yang sudah berlalu, jelas ini adalah sebuah kebodohan. Tidak ada kebanggaan kecuali dengan ketaatan dan tidak ada kemuliaan bagi seorang kecuali dengan beriman kepada Allah.”

Oleh karena itu tinggalkanlah perangai jahiliyyah tersebut, bagun kemuliaan diri dengan ketaatan kita sendiri bukan dengan membanggakan bapak dan nenek moyang. Orang-orang Arab mengatakan:

إِنَّ الفَتَى مَنْ يَقُوْلُ هَاأَنَذَا ، لَيْسَ الفَتَى مَنْ يَقُوْلُ كَانَ أَبِي
Pemuda sejati ialah yang berkata: “Inilah aku”, bukan yang mengatakan: “Bapakku dahulu begini dan begitu.”

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi

Diterbitkan oleh: Lajnah Dakwah Yayasan Maribaraja
artikel : maribaraja.com
Read more »
DOSA BESAR KE-7: MEMAKAN RIBA

DOSA BESAR KE-7: MEMAKAN RIBA

Tahukah anda bahwa diantara kejahatan yang barang kali tidak anda sadari dan banyak dari orang-orang yang nampaknya baik, bahkan agamis ialah kejahatan memakan riba?

Dan seberapa berat kejahatan pemakan riba? temukan jawabannya pada sabda Nabi ﷺ berikut;

الرِّبا ثلاثةٌ وسبعون بابًا ، أيسرُها مثلُ أن ينكِحَ الرَّجلُ أمَّه
“Riba itu ada tujuh puluh tiga model (pintu) dan dosa model riba yang paling ringan bagaikan dosa orang yang menggauli ibu kandungnya sendiri.” (HR. Al Hakim, Ibnu Majah, dll, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 3539)

DOSA BESAR KE-7: MEMAKAN RIBA

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ [278] فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ ...
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu..." (QS. Al-Baqarah 278-279)

Allah Ta'ala juga berfirman,

...وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"...orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah 275)

Saudaraku, setelah mengetahui beratnya dosa riba, masihkah anda dapat merasa tenang menikmati atau memungut riba walaupun dengan sebutan “bunga” ?

Masihkah anda merasa aman dengan menyimpan riba di rumah atau di brangkas atau di rekening anda?

Allahul musta'an.

sumber : https://t.me/salafittiba
Read more »
Beranda