Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | kajian islam dan informasi
Tak cocok dengan kalian, kalian tuduh wahabi anti toleransi

Tak cocok dengan kalian, kalian tuduh wahabi anti toleransi

kalian tuduh wahabi anti toleransi

Saat kami berteriak pegang teguh Tauhid, kau katakan kami wahabi anti toleransi.

Saat kami inginkan jauhi syirik, kau sebut sebagai dakwah wahabi anti para wali.

Saat kami ingatkan pegang teguh sunnah Nabi, kau sebut wahabi yang sok suci.

Saat kami ingatkan jauhi bid'ah, kau sebut kami wahabi yang dakwahnya penuh amarah.

Namun, saat memuja-muja kubur dilakukan, kalian anggap itu adalah bukti cinta pada waliyyur rahman.

Saat tarian sufi didendangkan, kalian justru asyik mendengarkan.

Saat bid'ah disebarkan, kalian sebut ini adalah bid'ah yang penuh kebaikan.

Dakwah kami yang mengharamkan demonstrasi. Justru kalian anggap dakwah wahabi yang intoleransi.

Dakwah kami yang justru mengharamkan memberontak pada pemerintah muslim ini, tapi kau fitnah dakwah wahabi anti NKRI.

Sementara yang suka mengancam dan mengerahkan masa justru menganggap dakwah yang paling bijaksana. Dakwah yang paling setia pada negara.

Beginikah cara kalian menghukumi ?


Semoga Allah meneguhkan hati ini. Untuk selalu teguh berjalan di atas manhaj Salafi.

Tak peduli kalian menyebut kami wahabi intoleransi, wahabi tak cinta wali, wahabi merasa paling benar sendiri, wahabi anti NKRI, fitnah telah sering kami alami. Insya Allah kami tetap akan bersabar diri, seraya mengharap pahala dari Ilahi.

Insya Allah kami akan tetap kokoh di manhaj ini sampai ajal kelak merenggut diri-diri kami.

Semoga ampunan Allah dilimpahkan untuk kami dan kalian. Hasbiyallahu wa ni'mal wakil.

Walhamdu lillahi rabbil 'aalamiin, wa shallallahu 'alaa Muhammadin.

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah
Read more »
Kini Kuliah DI UIM Bisa Untuk Pria dan Wanita

Kini Kuliah DI UIM Bisa Untuk Pria dan Wanita

Kini Kuliah DI UIM Bisa Untuk Pria dan Wanita

Pada hari ini 26 Dzulhijjah 1440/27 Agustus 2019 telah terlaksana 'Tadsyin' (peluncuran) 'Kulliyyah 'an Bu'd' (KJJ - Kuliah Jarak Jauh) oleh Plt. Rektor UIM Dr. Abdullah bin Muhammad al-Utaibi di Universitas Islam Madinah

Jadi sekarang antum dan antunna, baik laki-laki dan perempuan bisa mulai mendaftarkan diri KJJ (Kuliah Jarak Jauh) di Universitas Islam Madinah (yang ditargetkan akan berjumlah 30.000 mahasiswa/i dalam waktu 2 tahun)

Program kuliah jarak jauh yang dibuka untuk saat ini ada 2 :
  1. Fakultas Syariah
  2. Fakultas Bahasa Arab

Silakan akses link berikut untuk mendaftar, buruan!

https://www.islamicuniversity.online/apply
Read more »
Larangan duduk-duduk di atas Kuburan

Larangan duduk-duduk di atas Kuburan

Larangan duduk-duduk di atas Kuburan

Tidak sedikit diantara kaum muslimin yang belum mengetahui larangan duduk di atas kuburan. Lihatlah setiap kali kita mengantar jenazah ke kuburan dan mayat sedang dikuburkan, orang-orang yang mengantar duduk-duduk santai di atas kubur. Padahal duduk di atas kuburan haram hukumnya dan dosa besar.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ
“Lebih baik salah seorang di antara kalian duduk di atas bara api hingga membakar pakaian dan kulitnya, daripada duduk di atas kubur” (HR. Muslim).

Dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَجْلِسُوا عَلَى الْقُبُورِ، وَلَا تُصَلُّوا إِلَيْهَا
“Jangan duduk di atas kubur dan jangan pula shalat menghadapnya.” (HR. Muslim).

Yang lebih parah lagi, mereka berjalan dengan menginjak-injak kuburan, seakan-akan itu perkara yang remeh dan bukan suatu pelanggaran.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَأَنْ أَمْشِيَ عَلَى جَمْرَةٍ، أَوْ سَيْفٍ، أَوْ أَخْصِفَ نَعْلِي بِرِجْلِي، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَمْشِيَ عَلَى قَبْرِ مُسْلِمٍ، وَمَا أُبَالِي أَوَسْطَ الْقُبُورِ قَضَيْتُ حَاجَتِي، أَوْ وَسْطَ السُّوقِ
“Sungguh! Berjalan di atas bara api atau pedang atau aku ikat sandal dengan kakiku lebih aku sukai daripada berjalan di atas kubur seorang muslim. Sama saja buruknya bagiku, buang hajat di tengah kubur atau buang hajat di tengah pasar” (HR. IIbnu Majah. Berkata Syeikh Al Albani : Hadist Shahih).

Berkata Imam Asy Syafii rahimahullah :

وَأَكْرَهُ وَطْءَ الْقَبْرِ وَالْجُلُوسَ وَالِاتِّكَاءَ عَلَيْهِ، إِلَّا أَنْ لَا يَجِدَ الرَّجُلُ السَّبِيلَ إِلَى قَبْرِ مَيِّتِهِ، إِلَّا بِأَنْ يَطَأَهُ، فَذَلِكَ مَوْضِعُ ضَرُورَةٍ، فَأَرْجُو حِينَئِذٍ أَنْ يَسَعَهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
“Aku membenci menginjak kubur, duduk atau bersandar di atasnya; kecuali apabila seseorang tidak menemukan jalan lain ke kubur yang ditujunya melainkan dengan menginjaknya. Kondisi tersebut adalah darurat, dan aku harap ia mendapat keringanan (keluasaan) insya Allahu ta’ala.” [Al-‘Umm, 1/277-278].

Mudah-mudahan Allah Ta'ala senantiasa memberi petunjuk dan hidayah sunnah kepada kita semua dan mengampuni sebagian kaum muslimin yang belum tahu akan haramnya duduk di atas kuburan dan menginjaknya.

Oleh : Abu Fadhel Majalengka
Read more »
Wamena seperti kota hantu penuh ketakutan

Wamena seperti kota hantu penuh ketakutan

Wamena seperti kota hantu penuh ketakutan

Wamena, 13 Oktober 2019, Jam : 20.04 WIT

Resah bukanlah candaan, apalagi berpura-pura ketakutan, sama sekali tidak. Masih tersisa nyawa yang hidup di balik dinding rumah, gelisah tak menentu. Masih gamang, mau pulang atau tetap bertahan mencari penghidupan yang layak.

Pasca tragedi 23 September 2019 di Wamena yang melenyapkan banyak korban jiwa dan harta benda, fenomena eksodus membludak ribuan bahkan belasan ribu manusia berusaha keluar dari Wamena. Bukan berarti kalau tinggal di Wamena pasti mati. Dimana pun kita, meski keluar dari Wamena, jika sudah ajal pasti akan mati. Tapi ada rasa nyaman sudah hilang. Bukan hanya harta dan nyawa yang turut hilang.

Kepercayaan dan harapan masyarakat akan jaminan keamanan turut terbakar bersama aroma hangus manusia yang dibakar bersama gedung-gedung dan rumah. Pemerintah berupaya keras meyakinkan masyarakat bahwa Wamena aman dan akan tetap aman.

Tanggal 7 Oktober 2019 Wamena dinyatakan berangsur pulih, aman dan kondusif. Semua aktivitas wajib berjalan seperti sedia kala. Termasuk giat trauma healing. Dengan keadaan seperti itu, eksodus mulai dibatasi bahkan dilarang agar lembah itu tak disebut kota mati. Bahkan para eksodus dijemput gratis demi menghidupkan kota Wamena agar kelihatan aman.

Tinggallah para istri dan anak yang duluan dievakuasi dalam penantian panjang di tanah kelahiran.
Bagaimana tidak, eksodus yang kebanyakan laki-laki ini menanti dipulangkan demi menenangkan diri tertahan tak jelas. Kapal yang sedianya memulangkan ribuan eksodus, memijakkan kaki mencari tanah aman dilarang beroperasi. Ada apa?

Nikmat aman mulai dijejali. Beberapa hari, para pengungsi di polres dan kodim mulai kembali tidur di rumah masing-masing. Namun, hanya untuk sesaat. Beberapa hari saja. Semalam kembali mencekam. Lonceng panjang, dan riuh tiang listrik dipukul bersahutan. Tanggal. 12 Okt 2019, masih ada Saudara kita suku Toraja yang ditikam dan akhirnya meninggal dunia setelah koma menahan derita tusukan sepanjang 20 cm. Sebelumnya pun ada modus penjambretan yang meninggalkan jejak luka jahitan akibat sabetan parang di kepala korban.

Bisa jadi besok dan besoknya lagi masih ada masyarakat yang jadi tumbal bagi penguasa yang belum juga tergugah melihat bahwa di Wamena sedang ada masalah.

Harus berapa lama, berapa nyawa, berapa bukti, berapa cerita dan berapa kali derita yang bisa menggugah para penguasa menolong dan menyelamatkan Lembah Baliem yang terkenal kota aman dan damai????

Kota itu tak lagi sejuk. Seperti kota hantu yang penuh ketakutan. Yaa.. Disana tidak ada rasa aman. Keluar rumah sedikit saja, nyawa taruhannya. Di luar rumah dan dijalan, sewaktu-waktu ada penunggu nyawa yang siap membantai, menyicil menghabisi nyawa yang tersisa. Di dalam rumah pun sama. Apa nikmat nya tidur beratapkan lemparan batu? Berjaga disebelah parang? Tentu sangat mencekam.

Setiap keluhan, jeritan isi hati, ketakutan dan kecemasan masyarakat yang masih bertahan diisukan hoaks. Dianggap lebay. Alangkah miris. Masyarakat yang bertahan atau memilih pergi bukanlah aktor yang sedang melakonkan drama tragis nan pilu.

Butuh terjemahan yang nyata kata AMAN bagi semua warga, masyarakat pendatang juga pribumi atau OAP. Sebab, yang renggang kemarin mulai terjalin. Semua butuh rasa Aman.

Mohon bantu doakan, agar wamena kembali aman, damai, dan rukun. Apa pun keyakinan kita, apa pun bahasa kita, sebab Tuhan Maha mendengar dan Maha mengetahui.

#Copas dari Grup persatuan

sumber fanpage ustadz Zainal Abidin, Lc., M.M
Read more »
Warga Malaysia Luncurkan Kampanye "Beli Produk Muslim"

Warga Malaysia Luncurkan Kampanye "Beli Produk Muslim"

Beli Produk Muslim

Kampanye “Beli Produk Muslim”, yang diperjuangkan oleh kelompok Gerakan Pembela Umat (LSM) telah dimulai di Penang pada Ahad (8/9/2019).

Peluncuran kampanye ini diikuti sekitar lima puluh pengusaha Muslim yang berkumpul di Pen-Pearl Hotel pada Ahad.

Wakil ketua nasional Ummah Mohd Zai Mustafa mengatakan, Penang dipilih karena negara bagian tersebut memiliki ekosistem bisnis yang baik dan merupakan salah satu kota terbesar di wilayah utara.

“Penang dapat memberikan peluang bagi produk-produk Muslim, jadi saya pikir kami dapat membantu pengusaha Muslim mempromosikan produk mereka di sini,” katanya pada konferensi pers saat peluncuran kampanye, lansir The Star.

Dia juga menekankan bahwa kampanye itu bukan kampanye boikot tetapi untuk memberdayakan ekonomi dan menciptakan lingkungan yang sehat antara komunitas Muslim dan lainnya.

“Kami tidak melakukan boikot, kami hanya membantu Muslim dan juga pemerintah mempromosikan ekonomi yang lebih sehat, lebih baik,” terangnya. (arrahmah.com)
Read more »
Jangan Biarkan Iman Kita drop, segera cas

Jangan Biarkan Iman Kita drop, segera cas

Jangan Biarkan Iman Kita drop, segera cas

Aqidah Ahlussunnah waljamaah dalam hal keimanan, mereka menyakini bahwa iman itu dapat bertambah dan berkurang. Bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. al-Anfal: 2)

Karenanya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan umatnya untuk senantiasa memperbaharui keimanannya. Karena kalau tidak diperbarui ia akan lusuh seperti lusuhnya pakaian. Jika dibiarkan lusuh maka ia akan rusak dan hancur. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلَقُ فِى جَوفِ أَحَدِكمُ كَـمَا يَخْلَقُ الثَّوبُ فَاسْأَلُوا اللهَ أَنْ يُـجَدِّدَ الِإيمَانَ فِى قُلُوبِكُم
Sesungguhnya iman itu bisa memudar pada hati kalian, sebagaimana kain bisa memudar. Karena itu, berdoalah kepada Allah untuk memperbarui iman di hati kalian. (HR. Hakim: 1/4, Ash-Shahihah: 1585)

Oleh sebab itu, jangan biarkan keimanan kita lusuh, jangan biarkan dia seperti baju yang usang atau seperti gadget yang kehabisan baterai. Segera perbaharui, cas dan refresh karena kalau tidak begitu dia akan padam dan rusak. Istiqomah dalam ketaatan, banyak-banyak membaca Al-Qur’an dan jangan lupa berdo’a meminta pembaruan iman kepada Allah, karena itulah diantara cara untuk memperbaharuinya.


Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh: Zahir al-Minangkabawi
Diterbitkan oleh: Lajnah Dakwah Yayasan Maribaraja
Read more »
Istighfar pembuka pintu rezeki

Istighfar pembuka pintu rezeki

Istighfar pembuka pintu rezeki

Diantara dampak dosa dan maksiat yang dilakukan seorang hamba adalah terhalang nya rezeki. baik terhalang mendapatkannya maupun terhalang dari keberkahan rezeki yang kita dapat.

Agar pintu rezeki kembali terbuka dan keberkahan menghampiri maka perbanyaklah mohon ampun dan taubat kepada Allah azza wa jalla.

Allah azza wa jalla berfirman

فقلت استغفروا ربكم إنه كات غفارا. يرسل السماء عليكم مدرارا ويمددكم بأموال وبنين ويجعل لكم جنات و يجعل لكم أنهارا
Maka aku ( Nuh ) berkata mohonlah ampun kepada Tuhan kalian sesungguhnya ia maha pengampun. Dia akan menurunkan dari langit hujan yg lebat. Dan akan memberikan kalian harta dan anak anak.dan akan menjadikan bagi kalian kebun kebun dan menjadikan bgi kalian sungai sungai (surah Nuh ayat 10-12)

Rasulullah shallallahu alahi wa salam bersabda :

منْ أكثرَ منَ الاستغفارِ، جعلَ اللهُ لهُ منْ كلِّ همِّ فرجًا، و منْ كلِّ ضيقٍ مخرجًا، و رزقَهُ منْ حيث لا يحتسبْ
Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari kesedihannya dan melapangkan kesempitannya dan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka  (Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad dari sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu.)

Semoga bermanfaat tulisan singkat ini
بارك الله فيكم جميعا و نسأل الله التوفيق و السداد و الاستقامة

Read more »
Beranda