Media Dakwah dan dunia islam, bantu share sobat. barakallahu fikum
Arab saudi serahkan peralatan bantuan via udara untuk gaza kepada Yordania

Arab saudi serahkan peralatan bantuan via udara untuk gaza kepada Yordania


Kerajaan Arab Saudi yang diwakili oleh King Salman Center for Relief and Humanitarian Aid menyerahkan peralatan kepada Kerajaan Yordania yang diwakili oleh Organisasi Amal Hasyimiyah Yordania untuk diserahkan kepada Angkatan Bersenjata Yordania (Al-Jaisy Al-Arabiy) dan otoritas terkait.


Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya kemanusiaan yang dilakukan oleh Kerajaan Yordania dalam menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza guna meringankan krisis kemanusiaan rakyat Palestina.


Di antara peralatan yang disiapkan adalah payung dan jaring yang diperuntukkan penyebaran bantuan kemanusiaan seberat 30 ton dari udara, sebagai bagian dari kampanye rakyat Saudi untuk meringankan beban rakyat Palestina di Jalur Gaza.


Dukungan ini juga merupakan perpanjangan dari tekad Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pertolongan darurat ke daerah-daerah yang terkena dampak di Jalur Gaza dengan berbagai cara, sebagai kelanjutan dari upaya yang diberikan oleh Kerajaan untuk meringankan dampak bencana dan penderitaan rakyat Palestina

Reportase tim peduli kemanusiaan, Gaza
___________________________

Siapkan infaq terbaik untuk bantu korban krisis kemanusiaan Palestina

Salurkan donasi terbaik anda melalui Rekening Yayasan: BSI 711 614 9847 a.n. Peduli Kemanusiaan gaza
 
Informasi & Konfirmasi: 082149627298
 
Semoga Allah memudahkan & memberkahi semuanya, aamiin
jazakumullahu khaira wabarakallahu fikum

@Peduli Kemanusiaan Gaza
Read more »
Mengeksploitasi ust, agar sebanding dengan amplopnya. Keterlaluan.

Mengeksploitasi ust, agar sebanding dengan amplopnya. Keterlaluan.



Saudaraku, betapa sering saya marah kepada panitia pengundang karena ia bernafsu mengajukan usulan jadwal yang kuli bangunan saja mungkin tidak kuasa menjalankannya.

Namun sayang banyak yang tidak menyadari kalau ditegur atau dimarahi. Sehingga terpaksa saya menuliskannya di sini, agar menjadi pelajaran terbuka bagi semua.

Betapa tidak, 
1. perjalanan jauh agar sampai di tempat kajian.

2. Kajian ba'da subuh dengan kedok kultum.

3. Kajian siang dari pukul 09 s/d zuhur.

4. Kajian ba'da asar s/d magrib.

5. Kajian ba'da maghrib s/d isya', kalaupun tidak sepadat di atas, tapi ust dipindah dari satu tempat ke tempat lain yang cukup melelahkan, sesampai di tempat lain langsung tancap gas, berceramah dan,...dan...., semuanya berdalih, mumpung atau kapan lagi?

5. Obrolan panitia, jamaah yang konsultasi, sepanjang jalan penjemputan, nemani santap pagi, nemani santap siang, nemani santap malam.

6. Perut ustadz masih juga diperlakukan bagaikan kulkas, tempat penyimpanan berbagai menu makanan, dengan dalih menghormati tamu, mengganti energi yang terkuras, padahal mobil yang terbuat dari besi saja, tidak bisa dipaksa memuat bahan bakar yang melebihi kapasitasnya.

7. Perjalanan pulang, yang bisa jadi berjam jam, dan kadang kala harus berganti satu moda transportasi ke moda lainnya.

Saudaraku, sudah berapa orang ust dan juru dakwah yang kelelahan,ada yang jatuh sakit, ada pula yang harus dirawat di rumah sakit dan ada pula yang.....

Kalau anda berkata: bukankah ustadz wajib menyampaikan ilmu? 

Ingat sobat, ustadz tuh hadir di tempat anda, sering kali setelah anda desak desak atau bujuk rayu agar datang. Mengapa bukannya anda yang berusaha sekuat tenaga untuk datang ke tempat ust untuk menimba ilmu? 

Kalau anda berkata: kesempatan kami belajar hanya akhir pekan, maka apakah anda lupa bahwa banyak ustadz yang kehabisan waktu? Di akhir pekan menghadiri undangan anda, di hari kerja mereka mengajar di lembaga pendidikannya?

Walau demikian, mereka menyempatkan diri untuk menyampaikan ilmu ke tempat anda? Mengapa anda merasa tidak sempat untuk menimba ilmu ke tempat ustdz walau hanya di akhir pekan?

Sudah begitu masih teganya sebagian orang mengeksploitasi ust dengan jadwal yang super padat, dengan dalih "mumpung".

Yang lebih tragis ada pula yang berkata: kan kami sudah siapkan amplop yang super tebal!

Saudaraku! Hentikan budaya buruk ini, jangan engkau jebak ust dan jangan pula biarkan ust terjerembab pada lembah "menjual ilmu" . Sebaliknya jangan pula anda terus berada pada lembah nista membeli ilmu. Ilmu itu dituntut karena Allah dan disampaikan juga harus karena Allah.

Ustadz dituntut ikhlas, panitia juga demikian, karena ikhlas adalah pondasi setiap amalan kita, ustadz tidak ikhlas lebih baik diam, panitia tidak ikhlas juga sia sia.

Semoga di kemudian hari, setiap akhir pekan lembaga pendidikan dan kediaman ust dibanjiri oleh para penuntut ilmu, bukan malah sebaliknya.

Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri
Read more »
PENEMUAN KEMBALI AIR ZAM-ZAM

PENEMUAN KEMBALI AIR ZAM-ZAM


Ketika Abdul Muthalib sedang tidur di Hijr Ismail, dia mendengar suara yang menyuruhnya menggali tanah.

“Galilah thayyibah (yang baik)!”

“Yang baik yang mana?” tanyanya.

Esoknya, ketika tidur di tempat yang sama, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali barrah (yang baik)?”

Dia bertanya, “Benda yang baik yang mana?” Lalu dia pergi.

Keesokan harinya, ketika tidur di tempat yang sama di Hijr Ismail, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali madhmunah (sesuatu yang berharga).

Dia bertanya,” Benda yang baik yang mana?”

Akhirnya pada hari yang keempat dikatakan kepadanya : “Galilah Zam-Zam!”

Dia bertanya,”Apa itu Zam-Zam?”

Dia mendapat jawaban : “Air yang tidak kering dan tidak meluap, yang dengannya engkau memberi minum para haji. Dia terletak di antara tahi binatang dan darah. Berada di patukan gagak yang hitam, berada di sarang semut”.

Sesaat Abdul Muthalib bingung dengan tempatnya tersebut, sampai akhirnya ada kejelasan dengan melihat kejadian yang diisyaratkan kepadanya. Kemudian iapun bergegas menggalinya.

Orang-orang Quraisy bertanya kepadanya,”Apa yang engkau kerjakan, hai Abdul Muthalib?

Dia menjawab,”Aku diperintahkan menggali Zam-Zam,” sampai akhirnya ia beserta anaknya, Harits mendapatkan apa yang diisyaratkan dalam mimpinya, menggali kembali sumur Zam-Zam yang telah lama dikubur dengan sengaja oleh suku Jurhum, tatkala mereka terusir dari kota Mekkah.

Bidayah wan-Nihayah, Ibnu Katsir, 2/244-245.

Ustadz Mu'tashim
Read more »
Saudi Angkat Rektor Baru UIM Alumni Kampus Inggris

Saudi Angkat Rektor Baru UIM Alumni Kampus Inggris


Selamat atas dilantiknya rektor baru Universitas Islam Madinah: Dr. Saleh bin Ali Al Uqla. 

Beliau menamatkan pendidikan S1 jurusan akuntansi di Universitas King Abdul Aziz Jeddah. Sedangkan jenjang S2 dan S3 nya diselesaikan di Universitas Durham, Inggris, pada bidang Akuntansi. 

Kenapa memilih rektor alumni barat? 

Sejak sekitar 10 tahunan belakangan, banyak perguruan tinggi di Saudi yang dipegang oleh alumni barat. Hal ini pernah mendapatkan kritik oleh Syaikhul Muhaddits Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr, saat penunjukkan rektor UIM beberapa tahun silam.

Untuk kampus-kampus lain, terutama yang menjagokan bidang riset, dipilih pimpinan alumni kampus luar yang bergengsi. 

Teringat saat rektor pertama King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) mengangkat Prof. Choon Fong shih, yang saat itu beliau baru saja selesai menjadi rektor National University of Singapore (NUS). Dan setelah Prof. Choon selesai tugas, digantikan oleh Prof. Jean Lou Chameau (eks rektor California Institute of Technology - Caltech). 

Dekade terakhir ini, Saudi banyak mensekolahkan warganya ke Amerika dan Eropa, yang setelah pulang, mereka mengabdi di kampus-kampus dalam negeri Saudi. 

Dampak positif dari kembalinya anak-anak yang mendapat beasiswa ke barat ini, menjadikan manajemen kampus semakin rapi, tertib, juga meningkatkan kualitas riset dan mutu pendidikan.

Read more »
Sheikh Ahmed Deedat: Syi'ah bukan dari Islam

Sheikh Ahmed Deedat: Syi'ah bukan dari Islam

Raja Iran telah memanggil semua Ulama 'Sunnah dan Syiah, bertujuan untuk mengetahui perbedaan diantara mereka. 

Para Ulama 'Syaih menghadirkan diri, tetapi seorang Ulama' Sunnah tiba sedikit terlambat berbanding Ulama 'Sunnah yang lain2. 

Ulama 'Sunnah tersebut berjalan sambil mengepitkan sepatunya di celah lengannya. 

Ulama 'Sy1ah memandang keheranan sambil berkata, "Kenapa kamu mengepitkan sepatu kamu begitu?" 

Ulama 'Sunnah itu menjawab, "Saya mendengar bahwa saat zaman Rasulullah, Syiah gemar mencuri sepatu!" 

Ulama 'Syiah menjawab, "Mana ada Syiah saat zaman Rasulullah"

Ulama 'Sunnah seraya berkata, "Jadi perdebatan kita telah berakhir. Kesimpulannya, dari mana datangnya agama kamu?" 

-Sheikh Ahmed Deedat (rahimahullah)-
Read more »
Muhammadiyah Kaltim bertemu dengan ustadz Muflih safitra untuk meredakan ketegangan

Muhammadiyah Kaltim bertemu dengan ustadz Muflih safitra untuk meredakan ketegangan

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kaltim menggelar pertemuan dengan Ustadz Muflih Safitra (UMS). Hal ini untuk meredakan ketegangan yang sempat terjadi terkait polemik perbedaan pendapat di media sosial. Di mana komentar yang muncul telah berakibat kegaduhan di tengah kaum muslimin.

Dalam pertemuan tersebut, UMS menyebut rencana evaluasi dalam menyampaikan pendapat di media sosial. Karena memang postingan yang ada mendapatkan perhatian dari orang banyak dengan latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda. Bahkan mungkin saja ada oknum yang berniat membuat dirinya dan pihak Muhammadiyah saling bersitegang.

“Melihat kondisi ini saya sudah takedown semua postingan. Ada pro dan kontra dari beberapa akun media sosial, namun masing-masing akun baik pro maupun kontra adalah akun tanpa postingan dan pengikut. Sangat memungkinkan masing-masing akun ini baru dibuat dan pemiliknya bekerjasama untuk menimbulkan adu domba dan keluar dari ranah kritik ilmiah,” ujarnya, Senin (20/05) malam.

Dirinya, lanjut UMS, sedari awal hanya ingin meluruskan diksi Al-Qur’an surat pemusik dan sahabat Hasan bin Tsabit musisi Nabi, bukan demi rating media sosial. Ia juga tidak memperkirakan video kritik ini bakal viral mengingat akunnya terbilang hanya akun kecil.

“Kami mohon maaf. InsyaAllah apa yang terjadi bisa menjadi pembelajaran seputar dakwah di media sosial. Kami akan perhatikan dan evaluasi demi menjaga ukhuwah Islamiyyah. Agar terhindar dari dosa dan permusuhan,” tuturnya lagi.

Menurut UMS, pertemuan bersama PWPM Kaltim ini merupakan kesempatan untuk saling berkomunikasi. Agar persoalan yang sempat muncul bisa mendapatkan solusi terbaik. “Harapannya semoga ke depan ada forum komunikasi para da’i yang bisa jadi wadah menyampaikan saran dan kritik secara langsung dan terarah. Semoga kita bisa sinergi dalam dakwah seperti di banyak daerah. Kami juga terbuka bila suatu saat saudara kami ingin menyampaikan kritik dan saran, karena sebagai manusia jadi kita tidak mungkin luput dari kesalahan, dan sesama muslim menjadi cermin bagi saudaranya yang lain,” tambahnya.

Sementara perwakilan PWPM Kaltim, Rahiman al Banjari mendukung penuh adanya islah kedua belah pihak. Mengingat di daerah lain cukup banyak gejolak dari warga Muhammadiyah. Salah satunya ada upaya untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Sementara pihak PWPM Kaltim lebih menempuh jalur mediasi sebagai saudara semasa muslim.

“Alhamdulillah tadi kita sudah berdiskusi dan saling memberi masukan. Intinya melakukan langkah perbaikan. Karena memang kita sama tahu kalau sudah masuk medsos jadi bola liar. Banyak pihak yang mungkin komentar lalu bikin gaduh,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Rahiman, dirinya juga setuju tidak perlu ada permintaan maaf dalam bentuk video. Cukup narasi pemberitaan berisi islah dan perbaikan dari kedua belah pihak. Diharapkan ke depan bisa memunculkan sinergi dan kolaborasi dalam dakwah serta mencegah kegaduhan.

“Kami sepakat dokumentasi pertemuan dan narasi ishlah dengan UMS lewat tulisan saja. Kalau konten video nanti malah salah tafsir lagi,” ujar pria yang juga Komandan Wilayah Kokam Kaltim ini. (zha)

kabarmuh.id

Read more »
MENGAJARI ANAK SOPAN SANTUN DAN KEBERANIAN

MENGAJARI ANAK SOPAN SANTUN DAN KEBERANIAN


Sebagian orang beranggapan bahwa sopan santun dan keberanian tidak bisa dipadupadankan. Sehingga menurut mereka, kesopansantunan itu harus identik dengan pakewuh dan perasaan ndak enak; sehingga tidak berani menyampaikan kebenaran. Sebaliknya, keberanian itu dianggap identik dengan kekasaran dan pemilihan kata yang menyakitkan orang lain.

Padahal sejatinya, kesopansantunan dan keberanian bukan dua hal yang kontradiktif. Alias kita bisa tetap berani menyampaikan kebenaran, namun dengan cara yang sopan. Begitupula kesopansantunan itu tidak perlu membuat kita takut dan malu untuk mengungkapkan kebenaran. Inilah yang dibiasakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada anak-anak kecil di zaman beliau.

Dalam Shahih Bukhari (no. 2351) dan _Muslim (no. 2030) dikisahkan bahwa suatu ketika, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minum. Saat itu di sebelah kanan beliau ada anak kecil dan di sebelah kirinya banyak orang tua. Maka beliau meminta izin kepada si kecil agar berkenan mendahulukan orang-orang tua tersebut untuk minum setelah beliau. Namun ternyata si anak kecil tidak memperkenankan haknya diambil. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menuruti keinginan si kecil dan mendahulukannya untuk minum sesudah beliau.

Hadits di atas menggambarkan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam_ mengajarkan sopan santun dan keberanian di waktu yang sama.

Mengajarkan sopan santun

Perhatikan momen Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam meminta izin kepada si kecil; supaya ia berkenan memberikan jatahnya kepada orang lain. Ternyata beliau tidak serta merta mendahulukan orang-orang yang lebih tua. Sebab saat itu posisi mereka ada di sebelah kiri beliau. Sedangkan si kecil berada di sebelah kanannya. Jadi dialah yang lebih berhak untuk minum lebih dulu sebelum orang-orang yang berada di sebelah kiri Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, walaupun mereka lebih tua. 

Di sini kita belajar bagaimana anak kecil dididik untuk bersopan santun. Yakni meminta izin terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Sebagaimana yang dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat meminta izin kepada si kecil.

Mengajarkan keberanian

Si kecil tidak rela jatahnya diambil orang lain. Kesempatan bisa minum dari wadah yang baru saja dipakai Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wasallam_ adalah momen sangat berharga. Belum tentu di kemudian hari ia bisa mendapatkan kesempatan serupa. Maka iapun berani untuk mempertahankan haknya; dengan tidak mengizinkan orang lain mengambil jatah istimewanya. Ternyata Nabi _shallallahu ‘alaihi wasallam_ tidak memarahi si kecil. Apalagi mengata-ngatainya sebagai anak yang tidak punya malu, tidak sopan, atau bahkan kurang ajar. Sebab ia tidak melakukan kesalahan apapun.

Di sini kita belajar bagaimana anak kecil dididik untuk memiliki keberanian. Yakni berani untuk mengambil keputusan yang diyakininya. Selama itu tidak melanggar aturan agama, juga tidak menzalimi hak orang lain.

Aplikasi Keseharian

Orang tua memiliki tanggungjawab untuk mengajari anaknya sopan santun dan keberanian. Sopan santun identik dengan perilaku dan tutur kata. Cara duduk, cara berjalan, cara berdiri, cara menatap orang lain, cara memilih diksi dan kata, serta yang semisal dengan itu. Sedangkan keberanian identik dengan keteguhan dalam memegang prinsip dan menyatakannya.

Contoh: saat ada tamu datang, anak diajari untuk menjawab salam, menyambutnya dengan raut muka yang ramah, bertanya tentang keperluan si tamu, mempersilahkannya duduk, serta menyajikan suguhan. Dalam sekian aktivitas barusan, anak telah belajar sopan santun dan keberanian sekaligus. 

Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Dzulqa’dah 1445 / 20 Mei 2024

Youtube
https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma
Read more »
Beranda