IBX5A47BA52847EF DakwahPost
Bahagiakan Istri, Rasulullah Lakukan Cara Ini

Bahagiakan Istri, Rasulullah Lakukan Cara Ini

Sebagai imam dalam rumah tangga, seorang suami bukan hanya memimpin dengan gaya kepemimpinan otoriter. Tetapi, ia juga harus bersikap baik. Terutama membahagiakan istri, menjadi salah satu hal yang perlu suami lakukan.

Rasulullah ﷺ pun selalu membahagiakan istri-istrinya. Dan sebagai seorang muslim, tak ada salahnya jika Anda mengikuti jejak Rasul.

Lantas, seperti apakah cara Rasul membahagiakan istri?

1. Rasulullah Membantu Pekerjaan Istrinya

Pekerjaan seorang istri adalah mengurusi pekerjaan rumah tangga. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Rasulullah untuk tetap membantu istrinya dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sebagai sepasang suami istri hendaknya kita saling membantu satu sama lain. Pekerjaan seorang istri tidaklah mudah. Oleh karena itu, bantuan dari suami akan meringankan pekerjaan istrinya sehingga tidak mengalami kelelahan.

2. Rasulullah Sering Berbincang-bincang dengan Istrinya pada Malam Hari

Pasangan suami istri hendaknya saling berbagi atas apa yang mereka rasakan dan mereka lakukan dalam hari itu. Dengan bercerita maka komunikasi akan terjalin dengan baik dan merasakan kenyamanan tinggal di rumah. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa suami yang baik adalah suami yang meluangkan sedikit waktunya untuk berbincang-bincang dengan istrinya. Keharmonisan keluarga akan terjalin dengan sempurna antarkeluarga.

Bahagiakan Istri

3. Rasulullah Tidak Pernah Benci pada Istrinya

Sebagai manusia, seorang istri pasti juga memiliki kekurangan dalam dirinya. Karena tak ada manusia yang sempurna. Ketika seorang istri memiliki sifat yang tidak disukai oleh suaminya, maka sang suami tidak berhak untuk membenci sang istri. Karena selain memiliki kekurangan, pastilah dia memiliki kelebihan yang bisa kita lihat. Ketika seorang istri melakukan kesalahan, janganlan suami langsung membentaknya. Karena bisa saja sang istri berperilaku tersebut karena ada penyebab tertentu. Ingat-ingatlah kebaikan yang pernah dilakukan sang istri untuk menurunkan emosi sejenak pada suami.

4. Rasulullah Mengungkapkan Cintanya dengan Kata-kata

Apabila seorang suami tidak mengungkapkan perasaannya, maka seorang istri akan menebak-nebak perasaan suami. Hal ini sangatlah tidak menyenangkan bagi perempuan. Hampir setiap perempuan akan merasa senang jika pasangannya mengungkapkan rasa cinta dengan sebuah ucapan yang jujur. Menampakkan rasa cinta satu sama lain dapat mendekatkan hubungan pasangan suami istri dalam pernikahan dan menjadi tips cara membahagiakan istri. Dalam sebuah hadis pun juga dijelaskan bahwa laki-laki dianjurkan untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang istri.

5. Rasulullah Selalu Menghibur Istrinya yang Sedih

Kehidupan tidaklah selalu bahagia. Pasti kita akan mengalami pasang surut emosi dan kondisi. Hal ini membuat kehidupan kita terkadang menjadi sedih. Sehingga kita tidak bisa selamanya bersenang-senang dengan istri. Pada kondisi tertentu, pastilah sang istri memiliki masalah yang membuatnya sedih. Oleh karena itu, suami berkewajiban menghibur istrinya. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah, ketika salah satu istri Rasulullah menangis, beliau datang dan langsung menghapus air matanya.

6. Rasulullah Tidak Memukul Istrinya

Sebagai seorang suami yang mengerti agama, cara membahagiakan istri tercinta hendaknya ia akan berperilaku lemah lembut pada istrinya. Ia tidak akan mudah untuk menyiksa, menampar atau memukul istrinya. Karena pada dasarnya, Islam sangat memuliakan seorang perempuan. Namun pada kondisi tertentu seorang suami diperkenankan memukul istri, jika ia membangkang. Tapi memukulnya pun tidak diperkenankan pada mukanya. Rasulullah justru berperilaku lemah lembut pada istrinya.
Read more »
AKIBAT BURUK DEMAM PIALA DUNIA

AKIBAT BURUK DEMAM PIALA DUNIA

Muqoddimah

Perhelatan akbar Piala Dunia 2018 di Rusia sudah dimulai. Gegap gempita dan berbagai pernik-pernik Piala Dunia menyambut ajang paling bergengsi di dunia sepak bola itupun sudah terasa, termasuk di Indonesia.

Bagi para penggemar sepak bola ikut larut dalam kemeriahan event dunia ini dan menyaksikan kesebelasan unggulan dari tiap negara yang akan menyajikan atraksi, permainan, dan strategi hebat menggocek si kulit bundar demi sebuah gelar bergengsi.

Wabah demam Piala Dunia sudah menjangkiti mayoritas penggila bola, termasuk kaum muslimin nusantara, bahkan juga para penuntut ilmu agama, padahal demam piala dunia memiliki beberapa efek negatif dan pelanggaran agama. Nah, apa saja dampak buruknya?! Mari kita simak bersama ulasan berikut. Semoga bermanfaat.

Hukum Asal Permainan Sepak Bola

Ketahuilah wahai saudaraku seiman bahwa hukum asal permainan dan olah raga adalah boleh-boleh saja selama tidak ada larangannya atau memiliki beberapa pelanggaran syari’at yang lebih banyak daripada maslahatnya.

Sepak bola tidak bisa dihukumi boleh secara mutlak atau tidak boleh secara mutlak, namun harus dilihat terlebih dahulu gambaran permainannya, sifatnya, sisi positif dan negatifnya dan lain sebagainya sehingga bisa dirinci sebagai berikut:

Jika sepak bola tersebut sekedar untuk permainan dan olah raga, tanpa ada pelanggaran-pelanggaran syari’at di dalamnya seperti melalaikan sholat, judi, fanatik, buka aurat dan lain sebagainya maka hukumnya adalah mubah (boleh).

AKIBAT BURUK DEMAM PIALA DUNIA

Jika sepak bola tersebut dijadikan sebagai pertandingan resmi seperti yang semarak pada zaman sekarang –termasuk piala dunia- yang mengandung banyak pelanggaran dan madharat seperti judi, fanatik, buka aurat, melalaikan sholat dan sebagainya maka hukumnya adalah haram.

Demikianlah kesimpulan penjelasan para ulama dalam masalah ini seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Lajnah Daimah yang diketuai Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syiakh, Syaikh Humud at-Tuwaijiri, Muhammad bin Shalih al- Utsaimin dan lain sebagainya.
Sengaja kami menyampaikan muqoddimah ini, sehingga tidak ada anggapan bahwa tulisan ini bermaksud untuk mengharamkan sepak bola secara mutlak.

Dampak Buruk Demam Piala Dunia

Jika kita cermati dengan kepala dingin, niscaya akan kita dapati beberapa pelanggaran nyata dalam perhelatan piala dunia yang menyihir banyak kalangan ini, di antaranya:

1. Loyal Kepada Orang Kafir

Ini adalah dampak buruk yang sangat berbahaya. Terkadang seorang tidak menyadari bahwa dengan menyaksikan Piala Dunia dapat mengikis aqidahnya tentang wala’ wal baro’ (cinta kepada orang yang beriman dan benci kepada orang kafir) yang merupakan salah satu landasan utama agama seorang hamba. Allah berfirman:

﴿ لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ﴾[المجادلة22] 
(QS. Al-Mujadilah: 22)

Dampak ini sangat nampak nyata terbukti dalam beberapa fenomena berikut:

- Sedih dan menangis ketika tim jagoannya kalah dan gembira jika tim kebanggaannya menang.

- Fanatik dan mencela orang yang mendukung lawan tim pujaannya

- Memakai kaos yang bertuliskan nama-nama atau mengoleksi gambar/foto bintang sepak bola yang kafir seperti Cristian Ronaldo (Partugal), Lionel Messi (Argentina), Neymar (Brazil), dan lain sebagainya.

- Lebih mengunggulkan pemain kafir daripada pemain muslim sehingga mengatakan: Lihatlah orang kafir!! Mereka lebih lihai dan piawai daripada pemain muslim dalam sepak bola.

- Lambang-lambang kekufuran dan vatikan yang gencar dipublikasikan lewat piala dunia seperti salib dan sebagainya, karena memang mereka yang memprogramnya dan paling banyak mendapatkan keuntungan darinya.

- Jangan lupa juga para wanita-wanita supporter bola yang siap meramaikan suasana dengan mengumbar aurat mereka yang sengaja diliput media. Bukankah semua itu adalah manuver orang kafir kepada kita?!!

- Menjadikan bintang bola sebagai idola dan panutan dalam gaya hidup. Banyak kaum muslimin terhipnotis dengan piala dunia yang notabene mayoritas pemainnya adalah dari kaum kafir lalu memiliki pandangan yang salah fatal. Dalam pikiran mereka, orang yang hebat dan bintang serta pahlawan sejati adalah mereka yang piawai mengolah si kulit bundar di lapangan hijau atau memiliki jurus-jurus tertentu dan teknik jitu dalam menendang bola seperti tendangan pisang, tendangan maut, tendangan si Madun dan sebagainya.

Belum lagi pengaruh lainnya, banyak kaum muslimin terpengaruh dengan gaya hidup bintang pemain bola tersebut yang melanggar agama seperti dugem, potongan rambut, tato, minum dengan tangan kiri dan lain sebagainya.

Tidak tersayatkah hati kita tatkala melihat banyak kaum muslimin begitu mengenal para bintang sepak bola spektakuler seperti Lionel Messi, Cristian Ronaldo, Van Persie, Neymar, Rooney, dan sebagainya. Namun jika kamu tanyakan kepada mereka tentang agama seperti syarat La Ilaha Illa Allah, syarat sholat, nama sahabat dan tabi’in, justru mereka tidak mengenalnya!!! Allahul Musta’an.

2. Begadang Malam

Perbedaan waktu antara Negara Eropa dengan Indonesia menjadikan jadwal tayang Piala Dunia yang disiarkan di Televisi kita berkisar sekitar jam 1 hingga jam 3 waktu malam hari, sehingga secara otomatis hal itu menjadikan para penggila bola harus rela untuk melekan (begadang) demi menunggu jadwal tayang dimulai sembari ditemani makanan ringan plus wedang kopi pengusir ngantuk. 

Akibatnya, shalat subuhnya seringkali keteteran atau bahkan kebablasan, aktivitas di pagi hari baik sekolah atau kerja seringkali terbengkalai gara-gara ngantuk dan lemas akibat begadang sampai larut malam, penyakit-penyakit badan yang sudah lumayan “libur” kembali muncul berdatangan karena kondisi fisik yang menurun.

Sungguh betapa banyak pelajar dan pegawai yang terlambat datang atau malas bekerja bahkan mungkin absen karena akibat semalaman tidak tidur sehingga dia meninggalkan amanat yang dibebankan padanya, padahal Allah berfirman:

(QS. An-Nisa’: 58)

Rasululullah memberikan kita tuntunan agar segera istirahat tidur usai sholat isya’ supaya kondisi bugar untuk bangun menjalankan shalat malam dan shalat shubuh.

عَنْ أَبِى بَرْزَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ : كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
Dari Abu Barzah bahwasanya Rasulullah membenci tidur sebelum ’Isya dan bercakap setelahnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Dibencinya tidur sebelum ‘Isya karena hal itu dapat melalaikan pelakunya dari shalat ‘Isya sehingga keluar waktunya, sedangkan bergadang setelah isya’ -yang tidak ada manfaatnya- hal itu karena dapat menyebabkan tidur hingga luput shalat shubuh dan luput dari shalat malam”. 

Alangkah bagusnya apa yang diceritakan oleh Imam Malik dalam kitabnya al-Muwattho’ bahwasanya pada suatu hari Umar bin Khotthob tidak melihat Sulaiman bin Abi Hatsmah shalat subuh berjama’ah di masjid. Ketika pagi harinya, Umar pergi ke pasar dan melewati rumahnya Ummu Sulaiman, lantas Umar bertanya: Subuh tadi aku tidak melihat Sulaiman, kemana dia? Ummu Sulaiman menjawab: Tadi malam dia shalat tahajud semalam suntuk hingga tidak kuat bangun dan tertidur lelap. Umar berkata: “Sungguh, aku hadir shalat subuh berjama’ah hal itu lebih aku sukai daripada begadang untuk shalat malam”.

Perhatikanlah kisah ini baik-baik, Umar mencela Sulaiman bin Abi Hatsmah yang begadang untuk shalat dan berdo’a tatkala begadangnya tersebut menjadikannya dari meninggalkan kewajiban (sholat shubuh berjama’ah), lantas bagaimana kiranya orang yang begadang bukan untuk berdoa dan sholat malam, melainkan untuk nonton piala dunia?!! Bukankah itu lebih utama untuk dicela wahai saudaraku?!!!. Subhanallah, akankah kita melalaikan kewajiban sholat hanya karena nonton bola?!! Jika dahulu ada ungkapan para ulama yang sangat indah:

مّنْ شَغَلَهُ الْفَرْضُ عَنِ النَّفْلِ فَهُوَ مَعْذُوْرٌ, وَمَنْ شَغَلَهُ النَّفْلُ عَنِ الْفَرْضِ فَهُوَ مَعْذُوْرٌ
“Siapa yang sibuk dengan kewajiban lalai dari sunnah maka dia diberi udzur. Namun siapa yang sibuk dengan perkara sunnah lalai dari kewajiban maka dia tertipu”.

Fikirkanlah, kita akan menjadi orang-orang yang tertipu jika sibuk melakukan perbuatan sunnah tapi melalaikan yang wajib. Lantas, bagaimana kiranya jika kita meninggalkan kewajiban bukan karena perbuatan sunnah, tetapi karena kecanduan nonton Piala Dunia?!! Bukankah ini orang yang tertipu bin terfitnah, wahai saudaraku?!!

3. Fanatisme Kelompok atau Negara

Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. 

Fanatik ini bisa terjadi antar kelompok, organisasi, madzhab, individu, Negara dan lain sebagainya.
Hal ini sering terjadi di Piala dunia, sehingga dia menjadikan negara atau kesebelasan sebagai tolok ukur untuk cinta dan benci. Adapun hadits yang populer:

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الإِيْمَانِ
Cinta tanah air termasuk iman.

Hadits ini tidak ada asalnya. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: "Hadits ini sangat masyhur sekali di kalangan masyarakat awam sebagai hadits yang shohih, padahal hadits ini adalah palsu dan dusta, bahkan makna kandungannya juga tidak benar, karena cinta negeri bisa termasuk fanatisme".

Fanatisme memiliki banyak dampak negatif dan kerusakan, diantaranya yang paling menonjol adalah menyebabkan permusuhan, tawuran, perpecahan, pertengkaraan, persaingan tak sehat. Hal yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sangat menganjurkan persatuan dan kedamaian serta menjauhi perpecahan dan persengketaan. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Kaidah agung ini yaitu berpegang teguh dengan tali Allah dan tidak berpecah belah termasuk kaidah dasar Islam yang paling agung yang sering diwasiatkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan Rasulullah dan banyak haditsnya serta celaan kepada orang-orang yang melalaikan kaidah ini”. 

Imam asy-Syaukani mengatakan: “Persatuan hati dan persatuan barisan kaum muslimin serta membendung segala celah perpecahan merupakan tujuan syari’at yang sangat agung dan pokok di antara pokok-pokok besar agama Islam. Hal ini diketahui oleh setiap orang yang mempelajari petunjuk Nabi yang mulia dan dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah”. 

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata: “Sesungguhnya kaidah agama yang paling penting dan syari’at para Rasul yang paling mulia adalah memberikan nasehat kepada seluruh umat dan berupaya untuk persatuan kalimat kaum muslimin dan kecintaan sesama mereka, serta berupaya menghilangkan permusuhan, pertikaian dan perpecahan di antara mereka. 

Kaidah ini merupakan kebaikan yang sangat diperintahkan dan melailaikannya merupakan kemunkaran yang sangat dilarang. Kaidah ini juga merupakan kewajiban bagi setiap umat, baik ulama, pemimpin maupun masyarakat biasa. Kaidah ini harus dijaga, diilmui dan diamalkan karena mengandung kebaikan dunia dan akherat yang tiada terhingga”.

4. Judi

Judi adalah transaksi oleh kedua pihak untuk memiliki barang atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan pada hal-hal yang tidak jelas hasilnya seperti suatu aksi atau perlombaan.

Di antara bentuk judi misalnya jika ada dua kubu melakukan permainan lalu masing-masing mengeluarkan sejumlah uang dengan syarat siapa yang menang maka dia berhak mengambil seluruh uang tersebut. Contoh lainnya jika ada dua orang atau lebih pasang taruhan dengan mengatakan:

“Jika yang menang dalam pertandingan nanti adalah Spanyol maka saya yang menang dan berhak mendapatkan uang taruhan, tapi jika yang menang adalah Brazil maka kamu yang berhak”. Semua ini hukumnya haram karena perjudian yang diharamkan oleh Allah.

(QS. Al-Maidah: 90-91)

Para ulama telah sepakat melarang semua bentuk perjudian, bahkan dalam permainan kelereng untuk anak-anak. Ibnu Abdil Barr meriwayatkan bahwa Ibnu Umar melarang anak-anak kecil yang bermain kelereng dengan taruhan.

Judi dan taruhan bola bukan suatu hal yang rahasia lagi dalam Piala Dunia, terutama oleh para penonton yang mengidolakan tim pujaannya dari negara-negara kuat kandidat juara piala dunia 2014 seperti Brazil sebagai tuan rumah, Spanyol sebagai juara bertahan, Jerman dan Italia yang pernah menyabet gelar juara. 

Seiring dengan itu, sangat laris dunia klenik dan jasa ramalan taruhan; mbah dukun, peramal, togel, bursa taruhan, prediksi akurat, begitu semarak di dunia maya, bahkan sekarang sudah ada judi jenis “judi online”. Wallahu Al-Musta’an.

Dan jika sudah terjadi judi, maka jangan tanyakan lagi dampak buruknya. Di antara pengaruh buruknya piala dunia adalah keretakan hubungan keluarga. Betapa banyak istri dan anak menjadi korban tamparan dan dambratan sanga ayah ketika tim unggulannya kalah dalam sepak bola. Betapa banyak istri mengeluh dan marah karena suami melalaikan kewajiban dan mengindahkan mereka jika sudah larut asyik menonton piala dunia, apalagi jika mengganggu pulasnya tidur mereka dan anak-anak karena teriakan di tengah heningnya malam suara: “Gooooooooolll”.!!!

5. Menyia-Nyiakan Waktu

Waktu adalah sesuatu yang amat berharga dan mahal harganya.

الْوَقْتُ أَنْفَسُ مَا عُنِيْتَ بِحِفْظِهِ
وَأَرَاهُ أَسْهَلَ مَا عَلَيْكَ يَضِيْعُ
Waktu adalah barang paling berharga yang harus kamu perhatikan
Namun aku melihat justru yang paling kamu gampang kamu remehkan.

Allah bersumpah seringkali dengan waktu sebagai bukti akan urgensinya dan keagungannya. Alloh berfirman:

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS.al-Ashr: 1-3).

Rasulullah juga sering mengingatkan agar kita menggunakan waktu semaksimal mungkin. Rasulullah bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya; nikmat sehat dan waktu luang.

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ : عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ وَ عَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ فِيْهِ وَ عَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَ فِيْمَ أَنْفَقَهُ وَ عَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ 
Tidak akan bergeser kedua kaki hamba sampai ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa di habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang harta dari mana dan untuk apa dia belanjakan dan tentang badannya untuk apa dia lelahkan. (HR. Tirmidzi 2417 dan dihasankan al-Albani dalam Ash-Shahihah 946)

Seorang muslim sejati adalah yang menghabiskan waktunya untuk kebaikan, bukan kemaksiatan dan dosa atau hal-hal yang tidak ada faedahnya. Seorang muslim sejati seharusnya meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya. Rasulullah bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
Diantara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.

Imam Ibnul Qoyyim mengatakan: “Pokok bagusnya ketenangan jiwa adalah dengan menyibukkan diri dalam perkara yang bermanfaat. Dan hancurnya jiwa adalah dengan tenggelam dalam perkara yang tidak bermanfaat”.

Sungguh, betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia karena melototi bola yang dijadikan rebutan oleh para pemainnya dalam Piala Dunia bahkan mereka harus jungkir balik memperebutkannya!. Aduhai, alangkah indahnya waktu tersebut jika digunakan untuk ketaatan dan amal kebajikan. Maka mulai detik ini, marilah kita menyadari betapa mahalnya waktu yang terus berjalan ini. Isilah waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. 

Jangan kau sia-siakan!! Alangkah menariknya tatkala Syaikh Jamaluddin Al-Qosimi melewati beberapa orang yang menyia-nyiakan waktunya di warung, beliau berkata: “Demi Allah, seandainya waktu mereka bisa dibeli, maka akan aku beli”!!!

FATWA ULAMA TENTANG PIALA DUNIA

Dalam Fatwa Lajnah Daimah 15/239 no fatwa 18951 perah ada pertanyaan yang diajukan kepada lembaga fatwa Saudi Arabia tersebut:

Soal: Apa hukum menonton pertandingan sepak bola dalam Piala Dunia dan sejenisnya?!
Jawaban: Sepak bola yang di dalamnya ada taruhan untuk mendapatkan piala hukumnya adalah haram karena termasuk perjudian karena tidak boleh mengambil hadiah pertandingan kecuali yang diizinkan syari’at yaitu lomba kuda, unta dan memanah. Oleh karenanya, menghadiri dan menyaksikan pertandingan seperti ini hukumnya haram karena berarti menyetujuinya.

Adapun apabila sepak bola tersebut tidak ada unsure perjudiannya, tidak melalaikan kewajiban sholat dan lainnya, dan tidak mengandung kemungkaran seperti buka aurat, campur baur lelaki perempuan atau nyanyian, maka hukumnya boleh. Demikian juga menyaksikannya boleh. Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad. 

Lajnah Daimah lil Buhuts Ilmiyyah wal Ifta’
Ketua: Abdul Aziz bin Baz. Wakil ketua: Abdul Aziz Alu Syaikh. Anggota: Shalih bin Fauzan dan Bakr bin Abdillah Abu Zaid.

PENUTUP

Akhirnya, kami menasehatkan kepada para saudara kami penggila bola dan piala dunia: “Sesungguhnya kita semua diciptakan oleh Allah di dunia ini untuk tujuan mulia yaitu beribadah hanya kepada Allah bukan untuk bermain dan larut dalam permainan. Marilah kita semua focus kepada tujuan hidup dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak ada faedahnya”. Semoga Allah menjadikan kita semua hamba-hambaNya yang mendengarkan nasehat dan mengamalkannya. Amiin.
Read more »
PUASA YANG SEBENARNYA

PUASA YANG SEBENARNYA

Ayyuhal ikhwan wal akhawat fillah.

Banyak orang yang berpuasa dengan menahan makan dan minum namun ia tidak mendapatkan nilai pahala dari puasanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

ﺭُﺏَّ ﺻَﺎﺋِﻢٍ ﺣَﻈُّﻪُ ﻣِﻦْ ﺻِﻴَﺎﻣِﻪِ ﺍﻟْﺠُﻮﻉُ ﻭَﺍﻟْﻌَﻄَﺶُ 
"Kadang seorang yang berpuasa namun hanya mendapatkan bagian dari puasanya tersebut rasa lapar dan haus. " HR. Ahmad (8693).

Lalu bagaimanakah sebenarnya puasa yang sebenarnya??

PUASA YANG SEBENARNYA

Yuk, perhatikan ucapan Ibnul Qayyim rahimahullah berikut ini:

ﻭﺍﻟﺼَّﺎﺋﻢ ﻫﻮ ﺍﻟَّﺬﻱ ﺻﺎﻣﺖ ﺟﻮﺍﺭﺣﻪ ﻋﻦ ﺍﻵﺛﺎﻡ, ﻭﻟﺴﺎﻧﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻔﺤﺶ ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﺰُّﻭﺭ, ﻭﺑﻄﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ, ﻭﻓﺮﺟﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺮَّﻓَﺚ؛ ﻓﺈﻥْ ﺗﻜﻠَّﻢ ﻟﻢ ﻳﺘﻜﻠَّﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺠﺮﺡ ﺻﻮﻣﻪ,
Dan orang yang berpuasa adalah yang anggota badannya berpuasa dari dosa-dosa, lisannya (berpuasa) dari dusta, ucapan keji dan persaksian palsu, perutnya (berpuasa) dari makan dan minum, kemaluannya dari berhubungan intim, maka jika ia berbicara tidaklah berbicara dengan perkara yang mencacati puasanya,

ﻭﺇﻥ ﻓﻌﻞ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻞ ﻣﺎ ﻳﻔﺴﺪ ﺻﻮﻣﻪ, ﻓﻴﺨﺮﺝ ﻛﻼﻣﻪ ﻛﻠُّﻪ ﻧﺎﻓﻌًﺎ ﺻﺎﻟﺤًﺎ, ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺃﻋﻤﺎﻟﻪ, ﻓﻬﻲ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﺍﻟﺮَّﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟَّﺘﻲ ﻳﺸﻤُّﻬﺎ ﻣﻦ ﺟﺎﻟﺲ ﺣﺎﻣﻞ ﺍﻟﻤﺴﻚ, ﻛﺬﻟﻚ ﻣﻦ ﺟﺎﻟﺲ ﺍﻟﺼَّﺎﺋﻢ ﺍﻧﺘﻔﻊ ﺑﻤﺠﺎﻟﺴﺘﻪ, ﻭﺃَﻣِﻦ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺰُّﻭﺭ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻔﺠﻮﺭ ﻭﺍﻟﻈُّﻠﻢ,
Jika ia berbuat tidaklah melakukan perkara yang bisa merusak puasanya, sehingga keluarlah dari ucapannya tersebut seluruhnya bermanfaat nan baik, demikian pula perbuatannya, sehingga kedudukannya bagaikan aroma yang tercium oleh seorang yang berteman dengan penjual minyak wangi, demikian pula seorang yang duduk bersama seorang yang berpuasa, akan memberikan manfaat dengan kebersamaannya tersebut, serta ia aman dari kedustaan, persaksian palsu, kekejian serta kezhaliman,

ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺼَّﻮﻡ ﺍﻟﻤﺸﺮﻭﻉ ﻻ ﻣﺠﺮَّﺩ ﺍﻹﻣﺴﺎﻙ ﻋﻦ ﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ... ؛ 
Inilah puasa yang disyariatkan, bukan sekedar menahan dari makan dan minum...,

ﻓﺎﻟﺼَّﻮﻡ ﻫﻮ ﺻﻮﻡ ﺍﻟﺠﻮﺍﺭﺡ ﻋﻦ ﺍﻵﺛﺎﻡ, ﻭﺻﻮﻡ ﺍﻟﺒﻄﻦ ﻋﻦ ﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ؛ ﻓﻜﻤﺎ ﺃﻥَّ ﺍﻟﻄَّﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸَّﺮﺍﺏ ﻳﻘﻄﻌﻪ ﻭﻳﻔﺴﺪﻩ, ﻓﻬﻜﺬﺍ ﺍﻵﺛﺎﻡ ﺗﻘﻄﻊ ﺛﻮﺍﺑَﻪ, ﻭﺗﻔﺴﺪُ ﺛﻤﺮﺗَﻪ, ﻓﺘُﺼَﻴِّﺮﻩ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺼُﻢ.
Maka puasa itu adalah puasa anggota badan dari dosa-dosa, puasa perut dari makan dan minum,
Maka sebagaimana makan dan minum bisa memutuskan dan merusak puasa, maka demikian pula dosa-dosa itu bisa memutuskan pahalanya dan merusak hasilnya, sehingga jadilah ia bagaikan seorang yang tidak berpuasa.

Al Wabilus Shoyyib (31-32).

Ustadz Fauzan Abu Muhammad Alkutawy Hafizhahullah - Silsilah Durus
join https://t.me/MuliaDenganSunnah
Read more »
Ini Ciri Rumah Dihuni Jin dan Cara Mengusirnya

Ini Ciri Rumah Dihuni Jin dan Cara Mengusirnya

BANYAK dari kita tidak sadar, kalau rumah yang dihuni jadi sarang jin. Padahal keberadaan jin tersebut terutama jin yang jahat bisa mengganggu kehidupan kita.

Lantas bagaimana kita mengetahui keberadaan jin tersebut sementara kita tidak bisa melihatnya.

Ini 10 ciri - ciri jin penganggu didalam rumah:

1. Penghuni rumah sering mimpi buruk
2. Adanya perasaan tidak nyaman dan panas di dalam rumah
3. Sering terjadi pertengkaran antara anggota keluarga, yang kadang hanya karena hal sepele
4. Adanya anggota keluarga yang melihat penampakan makluk halus di rumah atau sekitar rumah
5. Sering tercium bau harum atau bau busuk di rumah

6. Terdengar suara - suara yang aneh atau suara orang mengetuk pintu
7. Anak atau anggota keluarga kita yang lain sering mengalami sakit yang tidak jelas penyebabnya
8. Jikalau kita punya toko atau usaha lain di rumah, maka biasanya tidak akan sukses
9. Terkadang kita mendapatkan adanya belatung di rumah kita
10. Penghuni rumah biasanya akan terpengaruh untuk malas beribadah dan membaca Al Quran.

Karena mengganggu, jin ini tentunya perlu diusir.

Ini Ciri Rumah Dihuni Jin dan Cara Mengusirnya

Bagaimana cara mencegah dan menangani gangguan jin didalam rumah?

Sungguh banyak hadist - hadist rasulullah yang mengajarkan hal ini, yakni;

1. Bacalah Al Qur`an di rumah 

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة
“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

2. Seringlah Mengerjakan shalat Sunnah di Rumah

Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah bagian shalat kalian di rumah kalian. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, dan yang lainnya).

3. Bacalah Bismillah ketika Masuk Rumah dan Makan

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يُذْكَرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ
“Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’ Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 dan yang lainnya)

4. Bacalah Bismillah Ketika Menutup Pintu

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak saran agar kita tidak terganggu setan. Salah satunya:

وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا
“Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 dan yang lainnya)
5. Berdoalah Ketika Keluar Rumah

Satu doa ketika keluar rumah. Ringkas, mudah dihafal, tapi khasiatnya besar:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
(Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.)

Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak:

كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
“Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani)

6. Jauhkan Rumah dari Gambar - Gambar Bernyawa, Seperti Memajang Foto dan Lukisan Makhluk Bernyawa

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 dan yang lainnya).

7. Jauhkan Rumah dari Musik

Banyak orang tidak sadar, ternyata suara ini berbahaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya mizmarus syaithan (musik setan).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

فِي الْجَرَسِ مِزْمَارُ الشَّيْطَانِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang lonceng: musik setan. (HR. Abu Daud 2556)

Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَصْحَبُ رُفْقَةً فِيهَا جَرَسٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di sana ada loncengnya.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, 1001).

8. Menyemprotkan Air Ruqyah di Sudut - sudut Rumah

Jika memang telah terasa ada gangguan, maka hal ini bisa menjadi solusinya. Ambillah air secukupnya lalu masukkan dalam botol parfum, kemudian bacakan padanya ayat kursi, al fatihah,al ikhlash, al falaq, an nas, masing - masing 3x. Setelah itu semprotkanlah di sekitar rumah anda, mulai dari pintu jendela, ventilasi, dinding, lantai, dan sudut - sudut rumah.
Read more »
Apa yang dimaksud paling baik akhlaknya ?

Apa yang dimaksud paling baik akhlaknya ?

Rasulullah shalallhu alaihi wasalam bersabda:

اِنَّ مِنْ اَحَبِّكُمْ اِلَىَّ وَاَقْرَ بِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَحْسَنُكُمْ اَخْلاَقًا.
“ Sesungguhnya, orang yang paling aku senangi dan paling dekat kepadaku tempat duduknya pada hari kiamat, adalah orang yang paling baik akhlaknya”. ( HR. Bukhari).

Akhlak Baik menurut Kaum Salaf sebagaimana dikatakan; Al-Hasan berkata: ”Berakhlak baik
itu adalah bermuka cerah, ramah, dan tidak menyakiti orang lain.”

Abdullah Ibn Al-Mubarak berkata: . ”Berakhlak baik itu terdapat dalam tiga hal, yaitu menjauhi yang haram, mencari yang halal, dan lapang dada terhadap keluarga.”

Apa yang dimaksud paling baik akhlaknya ?

Sebagian ulama lainnya menyebutkan makna secara rinci tentang akhlaq mulia yaitu:
Pemalu, banyak berbuat baik, jujur, sedikit bicara banyak bekerja, tidak sombong, suka memberi, berwajah ceria dan ramah, sabar, bersyukur, rela dan lemah-lembut, tepat janji, tidak mudah mencela, tidak menyakiti, tidak ghibah(menggunjing), tidak tergesa-gesa, tidak mendendam, tidak dengki, suka menggembirakan orang lain, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, rela karena Allah, dan marah karena Allah.

Kata kata diatas mudah diucap.. Namun berat amalannya.. Kecuali yg Allah berikan kemudahan..

Ya Allah lapangkanlah dada kami untuk berakhlaq mulia.. Agar kami dapat dekat nabiMu dihari qiyamah.
Read more »
Wajibnya menjaga lisan terutama ketika puasa

Wajibnya menjaga lisan terutama ketika puasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah Ta’ala tidak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya.” (Shahih HR. Al-Bukhari no. 1804)

Maka semestinya orang yang berpuasa tidak mendatangi pasar, supermarket, mal, atau tempat-tempat keramaian lainnya kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Karena biasanya tempat-tempat tersebut bisa menyeretnya untuk mendengarkan dan melihat perkara-perkara yang diharamkan Allah Ta’ala. Begitu pula menjauhi televisi karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa efek negatifnya sangat besar baik bagi orang yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa.

Bersabar untuk menahan diri dan tidak membalas kejelekan yang ditujukan kepadanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
“Puasa adalah tameng, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti maka katakanlah saya sedang berpuasa.” (Shahih, HR. Muslim)

Wajibnya menjaga lisan terutama ketika puasa

Dari hadits tersebut bisa diambil pelajaran tentang wajibnya menjaga lisan. Apabila seseorang bisa menahan diri dari membalas kejelekan maka tentunya dia akan terjauh dari memulai menghina dan melakukan kejelekan yang lainnya.

Sesungguhnya puasa itu akan melatih dan mendorong seorang muslim untuk berakhlak mulia serta melatih dirinya menjadi sosok yang terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى. Namun mendapatkan hasil yang demikian tidak akan didapat kecuali dengan menjaga puasanya dari beberapa hal yang tersebut di atas.

Puasa itu ibarat sebuah baju. Bila orang yang memakai baju itu menjaganya dari kotoran atau sesuatu yang merusaknya, tentu baju tersebut akan menutupi auratnya, menjaganya dari terik matahari dan udara yang dingin serta memperindah penampilannya. Demikian pula puasa, orang yang mengamalkannya tidak akan mendapatkan buah serta faidahnya kecuali dengan menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pahalanya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: Ceramah dan tanya jawab Masyayikh Salafiyyin (Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, Asy-Syaikh Muhammad Al-’Utsaimin rahimahullah dan Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah)

Sumber Majalah Asy Syariah Edisi 03
Read more »
ISTIQOMAH SETELAH RAMADHAN

ISTIQOMAH SETELAH RAMADHAN

Tidak sedikit diantara kita yang mengeluhkan beratnya istiqomah dalam ketaatan setelah berlalunya Ramadhan. Di dalam Ramadhan, kita mudah untuk puasa, kita mudah untuk sholat malam, mudah untuk membaca alqur-an, mudah untuk sholat berjama'ah, dan lain sebagainya. Namun setelah Ramadhan itu pergi, seakan kita susah untuk melakukan ibadah.

Untuk bisa istiqomah setelah Ramadhan, kami sampaikan beberapa point penting berikut ini :

1. Memohon pertolongan kepada Allah

Kita minta kepadaNya agar kita tetap bisa istiqomah. Karena kalau bukan karena pertolongan/taufiq dari Allah, mustahil kita bisa istiqomah.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepadaMu kami beribadah dan kelapaMu kami memohon pertolongan [QS. Al-Fatihah : 5]

Apabila kita ingin rajin sholat berjama'ah di luar bulan Ramadhan, maka minta pertolongan kepada Allah, agar dimudahkan untuk bisa sholat berjama'ah. Apabila kita ingin rajin sholat malam, rajin baca al-qur'an di luar Ramadhan, maka mintalah pertolongan kepada Allah, agar kita diberi kemudahan.

2. Berjihad melawan hawa nafsu

Perlu diingat, bahwasannya hawa nafsu senantiasa mengajak kepada keburukan.

3. Bersabar diatas ketaatan

Kita mau rajin baca al-qur'an, kita butuh latihan, yang namanya latihan itu butuh kesabaran. Kita mau rajin tahajjud, rajin witir, maka perlu latihan dan kesabaran.

4. Berteman/bersahabat dengan orang-orang yang istiqomah/komitmen untuk rajin beribadah dan menjauhi kemaksiatan

5. Pilihlah amalan-amalan sunnah yang mampu kita kerjakan secara istiqomah

Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah, adalah amalan yang sedikit tapi kontinyu. Misalnya,

- dalam sehari, kita mampu membaca alqur'an sebanyak 2 lembar (4 halaman), atau kita mampu baca setengah juz,maka itulah yang kita rutintan setiap hari.

- kita mampu puasa sunnah tiga hari setiap bulan hijiriah, maka itulah yang kita rutinkan.

- kita hanya mampu bersedekah 10 ribu, seminggu sekali, maka itulah yang kita rutinkan.

- kita mampu hadir di kajian rutin, hanya dua kali dalam sepekan, maka itu yang kita rutinkan.

6. Tetap berusaha istiqomah, dan menjauhi sikap putus asa

Misalnya, sekarang sudah tanggal tiga syawwal, pada tanggal 1 dan 2 syawwal, kita absen (nggak baca alqur'an) , maka jangan putus asa, hari ini, besok, lusa, dan seterusnya kita berusaha untuk membaca alqur'an. Tiada hari tanpa membaca al-qur'an.

Postingan diatas diterjemahkan link video https://youtu.be/GtBPi24GxCk

Semoga bermanfaat.



oleh Ustadz Budi Santoso bin Suradi , Lc حفظه الله تعالى

www.suaraaliman.com
Youtube.com/user/suaraalimantv
fb.com/radiosuaraaliman
Radio 846 AM SURABAYA
Read more »
Beranda
-->