-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
HUKUM MENDESAH/MERINTIH KETIKA HUBUNGAN INTIM (JIMA)

HUKUM MENDESAH/MERINTIH KETIKA HUBUNGAN INTIM (JIMA)

كشاف القناع عن متن الإقناع (17/409)
وَقَالَ) الْإِمَامُ (مَالِكُ) بْنُ أَنَسٍ (لَا جَأْسَ بِالنَّخْرِ عِنْدَ العِنْدَ العنْدَ العنْدَ العن
“Imam Malik berkata; Tidak mengapa desahan / lenguhan panjang saat Jimak (Kassyaf Al-Qina '' An Matni Al-Iqna ', vol.18 hlm 409) ”

Bahagianya Merayakan Cinta, -tanpa mengurangi penghargaan terhadap Syaikh Muhammad Umar An Nawawi Al Bantani yang telah menulis kitab tersebut, memaparkan, larangan bersuara pada saat jima ternyata bertentangan dengan riwayat sahih yang menjelaskan praktik generasi sahabat.

Abd bin Humaid meriwayatkan dari Ibnu Mundzir sebagaimana dikutip Imam As Suyuthi dalam Ad Durrul Mantsur bahwa Muawiyah bin Abi Sufyan, pernah suatu kali menjima istrinya.

Tiba-tiba sang istri mengeluarkan desahan napas dan rintihan yang penuh gairah sehingga ia sendiri pun menjadi malu pada suaminya.

Tetapi Muawiyah bin Abi Sufyan berkata, “Tidak apa-apa, tidak jadi masalah. Sungguh demi Allah, yang paling menarik pada diri kalian adalah desahan napas dan rintihan kalian.”

Senada dengan riwayat tersebut, faqihnya sahabat, Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu pernah ditanya tentang hukum rintihan dan desahan saat berjima. Beliau menjawab, “Apabila kamu menjima istrimu, berbuatlah sesukamu.”

Abdu bin Humaid meriwayatkan dari Ibnu Mudzir sebagaimana dinukil Imam A-Suyuthi dalam tafsir Ad-Duraru al-Mantsur, bahwa Muawiyah bin Abu Sufyan pernah suatu kali mengajak istrinya berhubungan intim. 
Tiba-tiba istrinya mengeluarkan desahan nafas dan rintihan yang penuh gairah, sehingga sang istri malu dengan sendirinya. Namun, beliau justru menanggapi, “Tak jadi masalah. 
Sungguh demi Allah, yang paling menarik dari diri kalian adalah desahan nafas dan rintihan kalian.”

Imam As-Suyuthi juga meriwayatkan, bahwa ada seorang Qadhi yang tengah menggauli istrinya. Tiba-tiba sang istri meliuk dan mendesah nafasnya. Qadhi pun menegurnya. Namun tatkala Qadhi menggauli istrinya lagi, ia justru berkata, “Coba lakukan lagi seperti kemarin.”

Ibnu Abbas pernah ditanya tentang hukum desahan dan rintihan yang dilakukan tatkala berhubungan seks. Beliau menjawab, “Apabila engkau mengauli istrimu, berbuatlah sesukamu!”

Dari paparan di atas, menurut saya jelas bahwa mendesah dan merintih sebagai ekspresi gairah dan letupan kenikmatan bersenggama tidaklah terlarang secara syariat. 

Tak ada dalil yang secara valid melarang mendesah dan merintih saat bersenggama karena hal itu sejatinya juga merupakan fitrah dan tabiat yang umumnya dimiliki oleh kaum wanita.

Bila ada anjuran untuk tidak mendesah dan merintih dengan desahan dan rintihan yang keras, sebagaimana yang termaktub dalam buku dan kitab yang telah saya sebutkan di muka, sesungguhnya konteksnya adalah “bila didengar atau khawatir didengar oleh orang lain”. 

Sebagaimana juga dinyatakan oleh Zainab Hasan Syarqawi dalam Ahkamul Mu’asyarah Az-Zaujiyah, “Dimakruhkan seorang suami mencium atau menggauli istrinya di dekat orang banyak atau dengan suara yang didengar oleh orang lain atau istri yang lain jika ia menikah dengan istri lain, karena ini merupakan perbuatan merendahkan.”

Berikut lima alasan kenapa istri atau seorang wanita suka mendesah saat berhubungan intim:

1. Karena nikmat dan senang

Mendesah sepertinya salah satu cara bagi wanita untuk menunjukkan bahwa ia menikmati saat berhubungan. Ini juga menunjukkan bahwa ia sangat senang dan menunjukkan gairahnya.

2. Membuat pasangan pria lebih percaya diri

Tahukah anda bahwa terkadang wanita memalsukan dengan mendesah karena ingin anda percaya diri.

3.Mengarahkan pria

Semakin keras desahannya, artinya anda berhasil membuatnya nikmat. Menjadi semacam arahan, anda jadi bisa mengetahui teknik atau gaya apa yang membuatnya merasa nyaman dan menikmatinya.

4. Meningkatkan gairah

Mendengar desahan pasangan tentunya dapat membuat pria semakin bergairah. Hal tersebut ternyata cukup banyak disadari wanita.

5. Terjadi tanpa bisa dikendalikan

Jika anda penasaran mengapa  wanita mendesah, jawabannya adalah karena mereka tidak bisa menahan untuk melakukan hal tersebut. Secara spontan wanita akan melakukannya saat berhubungan, meskipun ia berusaha menahannya.

Adapun bila situasi dan kondisinya memang aman, dalam arti tertutup sehingga tidak akan terlihat oleh orang lain dan “kedap suara” atau situasi sepi sehingga orang lain tidak akan mendengar suara desahan dan rintihan saat bersenggama, maka boleh mendesah dan merintih, karena secara fitrah memang hubungan seksual itu dibingkai oleh pengaruh lust(nafsu birahi) dan infatuation (kegilaan/petualangan) yang dapat memungkinkan timbulnya situasi “heboh dan ribut” dengan aksi fisik disertai desahan dan rintihan. 
Namun demikian jika istri tidak mau mendesah atau merintih karena malu maka tidak perlu dipaksakan. 

Wallahu a’lam bishshawab.

Copas
Read more »
Dalam al-Qur'an, istri sering diungkapkan dengan 3 lafadz

Dalam al-Qur'an, istri sering diungkapkan dengan 3 lafadz

Dalam al-Qur'an, istri sering diungkapkan dengan 3 lafadz:

1. Imro'ah (إمرأة)
2. Zauj/zaujah (زوجة)
3. Shahibah (صاحبة)

(1) Imro'ah

Adapun yang pertama "imro'ah" ini seringkali dipakai untuk hubungan suami istri hanya sebatas urusan fisik, adapun urusan non fisik seperti cinta, iman, aqidah dan manhaj mereka tidak bersatu...Contoh dlm al-Qur'an: imro`atul aziz, imro`atu Fir'aun, Imro'atu Luth dan Nuh.

Nuh dan Luth alaihimasalam keduanya adalah Nabi namun mereka mempunyai isteri yg tidak seiman dan sejalan dengan apa yg mereka yakini. Maka sebutan untuk isteri yg tak sejalan dengan keyakinan, dakwah dan jiwa suaminya disebut امرأة bukan زوجة

Demikian juga kasus isteri Firaun, tatkala isterinya beriman sedangkan suaminya kufur maka Allah menyebutnya dengan امرأة فرعون imroah fir'aun bukan زوجة zaujah fir'aun

2. Zawjah

Adapun kata zawjah, dipergunakan untuk hubungan suami istri yang harmonis, bertemu lahir dan bathin, fisik dan non fisik. Seaqidah dan sepemikiran.

Demikian juga ketika Allah menggambarkan keluarga nabi Muhammad shalallahualaihiwasallam 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ
Hai Nabi, katakanlah kepada zaujah-zaujahmu (isteri-isterimu),, (Qs. Al ahzab ayat 59).

Menggambarkan bagaiman eratnya hubungan Beliau lahir batin, perasaan keyakinan dan keimanan yang dimiliki isteri-isterinya radiallahuanhunna jamian.

SEDIKIT PERTANYAAN, Lalu mengapa Nabi Zakariya disebutkan istrinya dengan 2 hal, ya imro'ah ya zawjah?

وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا
sedang imroahku (isteriku) adalah seorang yang mandul, (Maryam ayat 5)

Ada kemungkinan bahwa hubungan mereka suami isteri itu pernah renggang karena belum hadirnya anak dalam kehidupan mereka. Olehnya Zakaria alaihissalam berkeluh pada Allah dalam doa dengan menyebutnya امرأتي..

Hal ini diperjelas oleh wahyu setelah kelahiran putra mereka Nabi Yahya alaihissalam 
Kemudian Alquran memanggil istri nabi Zakaria dengan زوجه menunjukkan indahnya hubungan mereka lahir batin sesudah datangnya putra buah cinta.

وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ
Dan Kami Perbaiki zaujahnya zakariya (Al anbiya ayat 90) yakni dg lahirnya anak.

3. Shahibah

Dipakai untuk hubungan suami istri yang tak bisa menyatu baik fisik maupun non fisik, tak menyatu baik lahir dan bathin

Maka dari itulah Allah berfirman:

أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُن لَّهُۥ صَٰحِبَةٌ
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai shohibah (isteri). (Qs. Al anam ayat 101)

Mengapa ayat di atas tidak memakai kata زوجة ؟

Ternyata Allah hendak meniadakan hubungan bahwa Dia tidak memiliki ikatan apapun dengan pihak lain. Sekalipun itu tuduhan, maka Allah tiadakan hubungan itu baik fisik maupun non fisik. Subhanallah Allahu Akbar

Fadlan Fahamsyah

========
faedah dari group WA/SM konco² Lipia..

Repost from fb ustadz fadlan fahamsyah
Read more »
Ustadz Musyaffa Addariny: Siapa yang menuduh beliau berakidah Asy'ari?

Ustadz Musyaffa Addariny: Siapa yang menuduh beliau berakidah Asy'ari?

Status sebelumnya adalah tentang sikap beliau "tidak tegas kepada akidah lain yang menyimpang", dan ini tidak pantas dilakukan oleh figur yang mengaku bermanhaj salaf.

Tapi dipahami sebagai tuduhan "beliau berakidah Asy'ari" .. Siapa ya yang menuduh beliau berakidah Asy'ari?

Memang repot ya kalau yang baca status adalah orang² yang sudah sensi dulu.

Status itu ana tulis untuk yang mau diingatkan saja .. tidak ada sedikit pun rasa hasad kepada beliau .. itu murni karena dorongan rasa sayang kepada temen² semanhaj agar tetap berada di atas manhaj salaf yang haq.

Jika pengingat itu diterima dengan baik alhamdulillah .. dan jika tidak diterima juga Alhamdulillah, karena dengannya kewajiban ana mengingatkan sudah gugur.

Selanjutnya, insyaAllah ada ustadz² lain yang punya cara lebih baik dalam mengingatkan umat dan lebih kuat pengaruhnya, amin.

Sungguh ke depan bila tidak ada lagi ustadz² yang berkorban mengingatkan umat -dengan risiko dibenci banyak orang-, maka keadaan umat akan semakin jauh dari manhaj salaf, wallahul musta'an.

Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua .. dan terus menjaga kita di atas Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam hingga ajal menjemput kita.

اللهم أمتنا على الإسلام والسنة، يا ذا الجلال والإكرام.

Read more »
Selamat Jalan Sahabatku Ustadz Achmad Handika, Lc, MA Rahimahullahu Ta'ala

Selamat Jalan Sahabatku Ustadz Achmad Handika, Lc, MA Rahimahullahu Ta'ala


Wafat tidak menunggu tua
Wafat tidak harus sakit

Sore ini kami dikabarkan berita yang mengagetkan, langsung lemes seketika atas kepergianmu disebabkan tragedi kecelakaan sepulang dari Gunung Bromo. 

Di usiamu yang masih cukup muda, semangatmu dalam berdakwah, belajar dan mengajar sungguh luar biasa.

Semoga menjadi bekalmu menghadap Allah Ta'ala, begitu juga umroh dan I'tikafmu yang terakhir kali di Masjidil Haram Ramadhan tahun ini.

Semalam masih melihat engkau secara streaming memberi kajian di Musholla Al-Ghoffar, Purwosari. 

Kami hanya bisa menerima takdir Allah, dan berkata-kata apa yang telah Allah ridhoi.

إنا لله وإنا إليه راجعون
اللهم اغفر له وارحمه واسكنه فسيح جناته
📷Foto ini saat kami makan-makan di malam hari Raya Idul Fitri 1443 H di Jabal Umar, Mekkah Al-Mukarramah

- Encang Irul, ST, MT
- Ust. Sulhan Jauhari, Lc, M.HI
- Ust. Baidhowi, Lc
- Abu Taqo

(Sahabatmu yang sangat mencintaimu karena Allah)

Madinah, 14 Syawal 1443 H
___________________
Beliau adalah Ustadz Achmad Handika, Lc., M.A.. Kami baru mendapati kabar meninggal dunianya beliau hari ini. 

Di antara riwayat hidup beliau:
- Mudir Mahad Thoifah Manshurah, Kediri
- Alumni Al-Furqon Gresik, Ustadz Aunur Rafiq sangat menyayanginya dan kagum dengan kecerdasan beliau.
- Menjadi mahasiswa Teladan di LIPIA dan mendapat beasiswa S2 LIPIA.
- Beliau sudah sangat makruf dikenal rajin meringkas ceramah Syaikh dengan cepat dan lengkap daurah seperti yang kami saksikan langsung di dauroh Batu Malang.

Bisa tonton salah satu video beliau di sini:
https://youtu.be/Lx_f5pfm_Qs

,إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَِـــيْهِ رَاجِـعونَ. 

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.

Semoga Allah merahmati beliau dan memberi kesabaran kepada keluarga yang ditinggal.

_______________
Seakan anggota tubuh kita ada yang hilang.

إنا لله وإنا إليه راجعون

Telah meninggal dunia Al Ustadz Ahmad Handika LC MA, karena kecelakaan sepeda motor .. Semoga Allah ta'ala memasukkan beliau ke dalam barisan para syuhada' di akherat. 

Semoga Allah merahmati beliau, menerima semua amal baik beliau, memaafkan semua kesalahan beliau, dan memasukkan beliau ke syurga Firdaus-Nya.

Amin ya Robbal Alamin 

_________________

إن لله وإنا إليه راجعون
Telah meninggal dunia saudara kita Fillah Al Ustadz Ahmad Handika LC MA, dan putrinya karena kecelakaan sore ini baru saja. 
Posisi saat ini masih di RS Tumpang Malang

Ya Allah berikan Rahmat dan kasih sayangmu kepadanya, dan masukkan dia di syurgamu yang luas...amin

Aamiin ya Rabb Al-Alamin 🤲🏻
____________
Kajian Tematik Spesial Touring Bromo
"Harga Diri Orang Islam"
Oleh Ustadz Achmad Handika, Lc. Ma
(Pengasuh Ponpes Al-Manshur Al Islami, kediri)
🗓️ Sabtu, 14 Mei 2022
⌚ 17.45 (bada maghrib)


Qaddarullah, ini kajian terakhir beliau, Allah arrahman tutup akhir hayat beliau dengan kebaikan, rahimahullah rahmatan wasian
Read more »
Film Tenggelamnya kapal Titanic mengajarkan kita bagaimana media mainstream islamphobia Bekerja

Film Tenggelamnya kapal Titanic mengajarkan kita bagaimana media mainstream islamphobia Bekerja

Jumlah penumpang kapal Titanic ada 2228 orang, namun setelah kecelakaan itu yang berhasil selamat dari bencana hanya 706 orang, ini berarti ada 1000 orang lebih menemui ajalnya pada musibah itu,

Dan ketika kisah ini di angkat ke layar lebar tampak jelas bahwa penyebab tewasnya para penupang sebagian besar disebabkan jatuh dan tenggelam ke dalam laut setelah kapal titanic terbelah dan karam,

Dari kisah ini hanya pemeran utama (Leornardo de caprio) yang tewas karena kedinginan setelah ia menyelamatkan kekasihnya, Dan dari ini pula pasti ribuan para penonton sangat sedih melihat dia kedinginan dan beku, dan pasti para penonton juga sangat berharap agar pemeran utamanya itu selamat dari maut dan hidup harmonis dengan sang kekasih, dan pada saat itu para penonton pasti tidak akan peduli, tidak kawatir dan tidak muncul rasa kasihan kepada para penumpang-penumpang lain yang mati (padahal jumlahnya ribuan) yang terdiri dari wanita, anak2 dan orang2 tua yang tenggelam dalam film itu,

Dan bila kita bertanya pada diri sendiri, mengapa kita kasihan/bersimpati hanya pada pemeran utamanya saja yaitu Leonardo de carprio ? padahal jelas ia seorang pencuri, perebut tunangan orang, pezina, peminum dan penjudi ? dan mengapa kita tdk simpati pada penumpang yang lainnya ??

Jawabnya adalah karena sutradara dalam film ini hanya menyorot pemeran utama, sehingga seakan-akan film titanic ini hanya menceritakan kisah hebat sepasang kekasih diatas kapal Titanic dan yg lain tidak penting,

Sebuah hikmah yang dapat kita petik dari tayangan film tersebut, Begitulah cara kerja media di zaman ini, fakta telah menunjukkan ada ribuan orang baik, ada banyak peristiwa penting yg masyarakat perlu tahu, ada banyak hal yg bermanfaat, ada jutaan orang yg mati di palestina, syiria, libia, myanmar dan seterusnya yg perlu kita bantu, Tapi media enggan menyorotnya karena itu tidak menguntungkan baginya,

Tapi sebaliknya, ketika kejadian Bom di Perancis dan pesawat yang menabrak gedung bertingkat di amerika, lihat media-media membanjiri beritanya, hingga sebagian dari kita akhirnya bersimpati, berdoa, menangis dan mengutuk keras, Padahal itu hanya oknum yg di dalam islam jelas tidak mengimani prilaku aniaya terhadap siapapun dan dimanapun sekalipun terhadap binatang,

Begitulah sistim kerja media mainstream pobia islam, dia bekerja memberikan citra buruk dan opini kepada dunia bahwa islam itu jahat, bila orang islam yg salah, mereka amat semangat memberitakan citra buruk kepada islam, namun ketika orang islam benar dan terdzalimi mereka pura-pura tidak melihat, tidak peduli bahkan media nasional pun tak ada yg mau memberitakan.

Dan inilah zaman kita hidup, dimana pengajian bernilai agama sering di bubarkan namun acara konser musik yg nyata2 maksiat tetap dibiarkan, orang mengenakan jilbab dan cadar di anggap keterbelakangan namun orang mengenakan pakaian sexy dan terbuka di puji-puji, orang menikah poligami dicaci maki namun zina dan eljibiti dibilang hak asasi.

Sungguh inilah zaman yg salah bisa menjadi benar, dan yg benar di salahkan, orang baik di musuhi, orang jahat di puji-puji, keburukan di pertontonkan, kebaikan nyaris di hilangkan.

Semoga Allah tetap teguhkan iman kita semua dan istiqomahkan untuk terus menuntut ilmu, terutama memperbanyak belajar Tauhid dan pengukuhan aqidah, karena saat ini kita hidup di zaman penuh fitnah, banyak ujian dan didominan hawa nafsu.

Habibie Quotes, 06/12/2016
Read more »
Bantahan ustadz Dr. Musyaffa Addariny terhadap Dr. Labib Najib yang mengatakan "tidak masalah kamu beraqidah Asy'ari"

Bantahan ustadz Dr. Musyaffa Addariny terhadap Dr. Labib Najib yang mengatakan "tidak masalah kamu beraqidah Asy'ari"

Dr. Labib Najib mengatakan:

"Tidak ada masalah bila kamu berakidah Asy'ariy, sedang selain kamu berakidah Atsariy (salaf), atau berakidah Maturidiy.

Karena kita semua kaum muslimin, dan setiap orang pasti ada benarnya dan ada salahnya".

=====

Sanggahan: 

a. Apakah pernyataan seperti ini akan dikatakan oleh seseorang yang bermanhaj salaf? Pantaskah kita jadikan sebagai rujukan ilmu agama kita? Semoga Allah menjauhkan kita dari sebab² penyimpangan, amin.

b. Inilah sebagian hal yang selama ini kita takutkan, tidak tegas kepada penyimpangan firqah² lain dalam akidah .. dan sungguh ini sangat bertentangan dengan prinsip manhaj Salaf.

Bisa dibayangkan bila syeikhnya seperti itu, bagaimana dengan murid²nya .. apalagi bila argumen "siapa kita menyelisihi syeikh kita?!" dikedepankan dalam hal ini! Wallahu yastur wa yuslihul ahwal.

c. Mungkin tidak lama lagi akan ada suara² bahwa akidah asy'ariyah adalah akidah salaf, dia juga akidah ahlussunnah wal jamaah .. Sungguh ini merupakan sesuatu yang sudah sangat jauh dari kebenaran.

d. Tidak lupa saya ingatkan saudara²ku seiman dan seakidah untuk membaca "doa saat melihat musibah pada orang lain", agar Allah selamatkan kita dari musibah yang sama:

الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاه به وفضَّلني على كثير ممن خلق تفضيلا
Segala Puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu, dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan

Sungguh bila bukan karena Allah, kita akan terjatuh pada hal yang sama, atau bahkan lebih buruk darinya, wallahul musta'an.

-------
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari SS ini .. dan semoga Allah tetap menjaga kita di atas nikmat Sunnah yang selama ini kita rasakan sampai ajal menjemput kita semua dalam husnul khatimah, amin ya Rabb.

Read more »
Viral sholat ghaib shireen nashri jurnalis nasrani Al-Jazeera tv tewas ditembak tentara zionis, bolehkah ?

Viral sholat ghaib shireen nashri jurnalis nasrani Al-Jazeera tv tewas ditembak tentara zionis, bolehkah ?

Yang lagi ramai dan viral di timur tengah hari² ini, tentang Shireen Nashri Abu Aqilah (شرين نصري أبو عاقلة) seorang wartawati beragama nasrani dari TV Al Jazeera. Yang tewas ditembak tentara Israel ketika menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis membela hak² Palestina.

Banyak muslim arab yang mendoakannya, termasuk tokoh Asy'ari Dr. Husain Abdul Qadir, ada juga yang menjulki syahid untuknya dan bahkan sebagian mengadakan sholat ghaib untuknya. Arab liberalpun berkata: jika Shireen tidka masuk surga, maka aku tak mau masuk surga yang tak ada shireennya. Laa haulaa wala quwwata illah Billah...

Iya benar, dia orang baik dalam membela Palestina dan mengungkap kejahatan y4hud1, kita harus bersikap adil untuknya .. tapi tetap kita punya batasan syar'i yang tak boleh dilanggar dalam bersikap terhadap kematiannya.

Hal ini mengingatkan saya bbrp tahun yang lalu ketika berada di Yordania, ramai juga orang Arab yang berpandangan bahwa orang Nasrani bukan kafir namun ahli kitab...

Benarkah demikian:

Apakah Ahli kitab itu bukan kafir?

Kejadian bulan Desember tahun 2017 lalu, ketika berada di Yordania ada teman kami bernama Adnan, orang Yordan asli, dia berkata kepada saya, kenapa kalian lengserkan gubernur Jakarta hanya gara2 dia nasrani, dan kenapa kalian menjulukinya kafir? Hampir saya tak percaya dia bilang begitu,,,..sungguh tak percaya orang arab muslim ngomong gitu....

Saya katakan: 

pertama; dia diprotes besar2an bukan kerena dia kafir, krn undang-undang di negri kami membolehkan non muslim jadi pemimpin, tapi dia diprotes besar2an karena dia menista al-Qur'an, dan jangan percaya media internasional yang mengatakan muslimin indonesia intoleran terhadap non muslim, kami muslim dan non muslim hidup damai.....terus saya lnjutkan , 

yang kedua; bagaimana anda mengatakan orang nasrani tidak kafir? 

Lalu Dia menjawab: orang nasrani itu ahli kitab, bukan kafir, kemudian dia berdalil dg surat almaidah yang mengatakan wanita ahli kitab itu halal dinikahi kaum muslimin.,...kata dia itu menujukkan dia tidak kafir.

Saya jawab: masalah boleh tidaknya menikah dg wanita ahli kitab itu bab fikih, yang tidak mengubah bahwa hukum ahli kitab itu kafir.

Karena dia masih ngeyel...saya kasih dalil bahwa ahli kitab nasrani itu kafir.

Allah berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ
Sungguh telah kafir orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu unsur dari trinitas. Padahal tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali satu tuhan. (QS. al-Maidah: 73).

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Sungguh orang-orang kafir dari golongan Ahli Kitab dan musyrik berada dalam neraka jahanam.” (QS. Al-Bayyinah: 6).

Semoga Allah memberi taufik kepada syaikh Adnan dan menjaganya.

===============

Ketika seorang di luar Islam dikatakan kafir, bukan berarti kita boleh berbuat zhalim kepada mereka, karena kezhaliman itu dilarang keras dalam islam bahkan krpada orang kafir sekalipun..,,

Dalam islam orang kafir itu ada banyak macamnya, ada mu'ahad, ada dzimmi, ada musta'min, dan ada harbi...,hanya yang ke empat yang boleh diperangi, karena mereka juga memerangi kita.

Kafir adalah sebuah istilah di agama kita, yang dimutlakkan kepada orang yang tidak beragama islam, dan setiap agama2 yg lain pun punya istilah-istilah sendiri...jadi menamai orang di luar islam sebagi kafir itu hak konstitusi, krn setiap warga negara dilindungi keyakinannya...termasuk keyakinan bahwa org dibluar islam dinamai kafir.

Sebagaimana orang nasrani menamai kita, domba2 yg tersesat...

Jadi slow aja

Read more »
Beranda