Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | kajian islam dan informasi
Penitipan uang beli beras untuk zakat Fitrah terlarangkah ?

Penitipan uang beli beras untuk zakat Fitrah terlarangkah ?

beli beras untuk zakat Fitrah

Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA.

Pertanyaan.

Apakah termasuk jual beli di masjid, bila panitia zakat fithri juga melayani pembayaran zakat fithri dengan uang setara dengan zakat fithri 3 kg, dengan akad titip uang kepada panitia untuk dibelikan beras di pasar. Akad tersebut dilakukan di dalam masjid, apakah cara seperti menyelisihi sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Apakah kami harus tegas hanya menerima zakat fithri dalam bentuk makanan pokok saja dan tidak menerima titipan uang untuk dibelikan zakat fithri seperti yang kami uraikan diatas ? Dan kami mengambil kebijakan seperti itu (hanya beras, tidak menerima titipan uang) sebenarnya juga bisa atau tidak ada halangan, atau apakah dalam masalah ini ada kelapangan atau boleh-boleh saja.? Mohon pencerahan ustadz.

Jawaban.

Penitipan seperti ini tidak terlarang jika dilakukan di masjid, karena ini tidak termasuk jual beli. Akad seperti ini disebut wakâlah, sementara yang terlarang di masjid adalah jual-beli. Dengan demikian, pembayar zakat mewakilkan kepada panitia untuk membelikan beras atau yang sejenisnya sebanyak zakat yang wajib ia keluarkan dan selanjutnya diberikan kepada yang berhak. Karena itu panitia hanya menerima uang dan tidak menyediakan beras. Akad wakâlah ini karena tidak bertujuan komersial dan hanya bertujuan sosial, yaitu memudahkan dan membantu para pembayar zakat, maka tidak mengurangi kesucian masjid.

Namun jika transaksi itu benar-benar jual beli sehingga panitia menyediakan beras, kemudian setiap pembayar zakat membeli beras dari panitia. Setelah membeli beras, pembayar zakat mewakilkan penyerahan beras zakat tersebut kepada panitia. Bila kasusnya demikian ini, maka ini adalah praktek jual-beli di masjid, dan tentu ini terlarang, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ
Bila kalian mendapatkan orang yang menjual atau membeli di masjid, maka ucapkan kepadanya: semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada perniagaanmu [1]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03-04/Tahun XVI/1433H/2012M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196. Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
________
Footnote
[1]HR. Tirmidzi, no.1321, Hadits ini dihukumi shahih oleh syaikh Muhammad Nashiruddin al-Abani

artikel almanhaj.or.id
Read more »
Akademi Hafiz Tingkat Sumatra Diselengarakan Surau TV Didukung Pemko Padang

Akademi Hafiz Tingkat Sumatra Diselengarakan Surau TV Didukung Pemko Padang

Akademi Hafiz surau tv

Pemerintah Kota Padang mengapresiasi diadakannya Akademi Hafiz Tingkat Sumatra di Padang yang diselenggarakan oleh Surau TV. Acara tersebut diharapkan dapat melahirkan para hafiz terbaik, khususnya di Sumatra. Demikian dikatakan Wali Kota Padang Mahyeldi pada Grand Final Akademi Hafiz Tingkat Sumatra di Studio Surau TV, Lolong Belanti Padang, Minggu (12/5/2019).

“Gelaran Akademi Hafiz ini memperkuat cita-cita Pemko Padang yang sejak tahun 2015 telah meluncurkan program hafal Al-Qur’an bagi siswa SD, SMP dan SMA sederajat. Banyak di antaranya yang sudah hafal Al-Qur’an 10 sampai 30 juz”, tutur Mahyeldi.“Apalagi di bulan Ramadan ini terasa sekali aura menghadirkan Al-Qur’an di tengah masyarakat Kota Padang. Di masjid dan di banyak tempat dilaksanakan kegiatan menghafal Al-Qur’an”, imbuh Wako.

“Dengan adanya Akademi Hafiz dari Surau TV ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk membudayakan membaca Al-Qur’an. Sesuai dengan upaya Pemko Padang menargetkan di setiap rumah di Kota Padang memiliki minimal satu hafiz Al-Qur’an”, tuturnya lagi.

“Saat ini tidak kurang dari 40 ribu orang para pelajar di Kota Padang sudah hafal Al-Qur’an dengan variasi jumlah juz. Kedepannya jika hal ini terus dibina, maka dapat dihadirkan sebanyak 200 ribu orang penghafal Al-Qur’an, sehinga di setiap rumah akan hadir hafiz Al-Qur’an”, harap Mahyeldi.
“Pemko Padang mencanangkan program hafal Al-Qur’an karena sesuai dengan falsafah orang Minangkabau “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, “Syarak mangato, adat mamakai”, dimana Al-Qur’an sebagai landasan kehidupan bagi orang Minang”, pungkas Wako.

sumber: facebook humas kota padang
Read more »
Ummul Mukminin Aisyah Binti Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anha

Ummul Mukminin Aisyah Binti Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anha

Ummul Mukminin Aisyah
ilustrasi

SILSILAH BELIAU:

▪️ Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhumaa, adalah ummul mukminin (ibu kaum mukminin) istri dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

▪️ Ayah beliau adalah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, (khalifah pertama),
▪️ Ibunda beliau bernama : Ummi Ruman binti Amir ( istri keduanya Abu Bakar ash Shiddiq). Kedua orangtuanya sudah memeluk Islam dan termasuk dari kalangan sahabat yang dimuliakan Allah ﷻ
▪️Aisyah memiliki beberapa saudara, yaitu ‘Abdurrahman, ‘Abdullah, Asma’, Ummu Kultsum dan Muhammad.

◾ KELAHIRAN AISYAH radhiyallahu 'anha:

Aisyah lahir di kota Makkah sekitar 7 tahun sebelum hijrah ke Madinah , tepatnya 4 tahun setelah diutusnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjadi Nabi dan Rasul.

Beliau lebih muda 8 tahun dari putri kesayangan Rosulullah, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu Fathimah radhiyallahu'anha.

SEBELUM MENIKAH DENGAN RASULULLAH ﷺ

Sebelum Nabi Muhammad ﷺ datang melamar 'Aisyah radhiyallahu ‘anha, awalnya beliau hendak dinikahkan dengan Jubayr bin Mut'im, tetapi rencana pernikahan tersebut dibatalkan karena istri Mut'im bin Adi mengatakan tidak mau keluarganya mempunyai hubungan dengan para muslim, yang dapat menyebabkan Jubair menjadi seorang Muslim.

SETELAH MENIKAH DENGAN RASULULLAH ﷺ

Menurut Thabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah radhiyallaahu'anha dipinang dan dinikahi Nabi Muhammad ﷺ pada usia yang sangat muda yaitu pada usia 6 tahun dengan mahar perabotan rumah senilai 50 dirham dan mulai berumah tangga, tinggal serumah dengan beliau ﷺ pada usia 9 tahun, dimana 'Aisyah radhiyallaahu'anha menjadi istri ketiga Rasulullah ﷺ setelah Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha dan Saudah binti Zam'ah Radhiyallahu ‘anha.

Aisyah radhiyallahu ‘anha hadir pada saat yang sangat tepat sebagai pelipur lara dalam kehidupan Rasulullah ﷺ, yaitu ketika Rasulullah ﷺ sedang dirundung kesedihan yang sangat mendalam dengan wafatnya Khadijah binti Khuwalid radhiyallahu ‘anha isteri pertamanya dan Abu Thalib sang paman beliau, Rasulullah ﷺ merasa sangat terpukul dengan wafatnya orang-orang yang sangat dikasihinya 2 orang sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan, mengingat semasa hidup mereka berdua sangat berjasa dalam membela dakwah Rasulullah ﷺ dengan jiwa, raga dan harta. Sementara tekanan dan penindasan kaum kafir quraisy kepada Rasulullah ﷺ dan para pengikutnya semakin lama semakin kejam dan bringas .

CIRI FISIK AISYAH BINTI ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ radhiyallaahu ‘anhumaa

Beliau memiliki kulit yang putih juga kedua pipinya putih merona kemerah-merahan ( alami ) sehingga Rasulullah ﷺ senang memanggil Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan panggilan mesra kesayanganya “Humayra” yang artinya “yang kemerah-merahan.
Sedangkan untuk panggilan kunyahnya beliau adalah : Ummu ‘Abdillah.
Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertubuh langsing dan ringan karena kebiasaan beliau tidak suka makan banyak sehingga kalau adu lomba lari bersama Rasulullah beliau sering menang .
Allah ﷻ juga telah menjadikan Aisyah Radhiyallahu’anha seorang muslimah yang cantik sejak kecil, cantik rupa dan mulia akhlaknya.

KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN 'AISYAH BINTI ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

Banyak sekali keutamaan yang dimiliki oleh Ibunda Aisyah, radhiyallahu ‘anha sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan dalam sabdanya:

“Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita sepeerti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431))

Diantara Keutamaan Aisyah radhiallahu ‘anhaa adalah :

1. Beliau masuk Islam sejak kecil , beserta kedua orangtuanya ikut hijrah bersama Rasulullah ﷺ ke Madinah , beliau lahir di masa Islam, bukan di masa Jahiliyah, sehingga beliau tidak pernah mengalami masa jahiliyah. Selain itu, ‘beliau dilahirkan dari kedua orangtua muslim yang termasuk orang-orang yang pertama-tama beriman kepada Nabi, yaitu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, dan Ummi Ruman radhiyallahu ‘anha. Sehingga keluarga di mana ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha lahir dan tumbuh berkembang adalah ‘keluarga muslim pertama’.

2. Beliau adalah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda.

3. beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan wanita. mengingat Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, sahabat tercinta Rasulullah ﷺ.

Dari ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, ia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَىُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ « عَائِشَةُ » . فَقُلْتُ مِنَ الرِّجَالِ فَقَالَ « أَبُوهَا »
“Siapa orang yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah”. Ditanya lagi, “Kalau dari laki-laki?” Beliau menjawab, “Ayahnya (yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq).” (HR. Bukhari, no. 3662 dan Muslim, no. 2384).

4. Para sahabat kalau ingin memberikan hadiah buat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka mereka memilih hari jatah nginap Nabi di rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha, mereka melakukan demikian dalam rangka mencari keridhoan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5. Banyak peristiwa turunnya ayat Al-Qur’an disaksikan langsung oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha juga satu-satunya istri Nabi yang tatkala turun wahyu kepada Nabi dalam kondisi Nabi bersamanya dalam satu selimut.

6. Beliau adalah wanita yang paling ‘alim dan sangat cerdas dalam ilmu agama juga penghafal banyak hadist.

Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengna ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11)

Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11))

7. Sebagai tempat bertanya, sumber rujukan ilmu agama.

Banyak dari kalangan pembesar dan Para sahabat radhiyallaahu apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha dan menanyakannya mereka meminta fatwa kepada beliau hingga beliau menyebutkan jawabannya. Mereka mendapati ilmu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

8. Tatkala istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lainpun mengambil sikap yang sama mengikuti pilihan Aisyah radhiyallahu'anha.

9. Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala kaumnya berusaha mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum.

10. Beliau adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh.

Allah ﷻ membebaskannya dari tuduhan bohong (haditsul ifki, seperti disebutkan dalam surah An-Nuur ayat 11-20, .), dengan menurunkan ayat akan kesuciannya. Aisyah temasuk orang baik, dijanjikan ampunan dan rezeki yang baik. Allah ﷻ juga menjelaskan bahwa berita bohong yang menimpanya adalah baik baginya dan bukan merendahkannya. Bahkan Allah ﷻ mengangkat derajatnya pada derajat yang tinggi, bahkan terus disebutkan akan kebaikan dan terbebasnya dari tuduhan keji kepadanya oleh penduduk bumi dan langit. Alangkah indahnya sanjungan pada Aisyah Radhiyallahu ‘anha tersebut.

Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Quran telah turun dan menyucikan dirinya.

11. Dengan sebab beliau Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhshanat (yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at.

12. Beliau satu-satunya isteri Rasulullahﷺ yang mendapatkan kiriman salam dari malaikat Jibril

عن أبي سلمة أن عائشة رضي الله عنها قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيْلُ يُقْرِئُكِ السَّلاَمَ) (قالت وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ )
Dari Abu Salamah bahwasanya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Aisyah, ini Jibril mengucapkan salam kepadamu”. Aisyah berkata, “Dan salam dan rahmat Allah baginya” (HR Al-Bukhari no 3217)

13. Beliau adalah Wanita yang sangat Dermawan dan hidupnya sangat sederhana.

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menerima uang sebanyak 100.000 dirham. Kemudian beliau meminta para pembantunya untuk membagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin tanpa menyisakan satu dirhampun untuk beliau. Padahal saat itu beliau sedang berpuasa.

Harta duniawi tidaklah menyilaukan mata beliau . Meskipun pada saat itu kelimpahan kekayaan berpihak kepada kaum muslimin. beliau tetap hidup dalam kesederhanaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam.

14. Sikap 'Aisyah radhiyallahu ‘anha yang agak manja dan pencemburu dimaklumi oleh istri-istri Rasulullah yang lainya ,Mengingat Beliau mempunyai keutamaan di hati Rasulullah juga beliau merupakan satu-satunya isteri Rasulullahﷺ yang usianya paling muda , sehingga beliau dengan istri-istri Rasulullah yang lainnya dapat hidup berdampingan dengan rukun saling menyayangi diantara mereka.

15. Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan pangkuan Aisyah radhiyallahu ‘anha.

16. Pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan beliau bukan sembarang pernikahan. Akan tetapi perintah langsung dari Allah Ta’ala. Sebagaimana hal tersebut dikisahkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau ditampakkan padaku dalam mimpi selama tiga malam (dalam riwayat Bukhari disebut dua kali, pen.). Ada malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih, lalu malaikat itu berkata, ‘Ini adalah istrimu.’ Maka aku menyingkap wajahmu dan ternyata engkau, lalu kukatakan,
إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ يُمْضِهِ
‘Seandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjalankannya.’” (HR. Bukhari, no. 3895 dan Muslim, no. 2438)

WAFATNYA AISYAH BINTI ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

Selang waktu sebelum Aisyah radhiyallahu ‘anha wafat, beliau sakit keras dan merasakan tanda-tanda sudah dekat ajalnya maka beliaupun berwasiat bahwasanya kalau beliau nanti wafat supaya dimakamkan di pemakaman Baqi didekat saudari-saudarinya, istri-istri Rasulullah yang lainya dan jenazah beliau saat dishalati jamaah supaya diimami oleh abu Hurairah.

Kemudian beliaupun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H setelah selesai menunaikan shalat witir , saat itu pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Aisyah radhiyallahu ‘anha dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Aamiin

Demikianlah kisah serial Sejarah Islam 

WANITA PENGHUNI SORGA :Ummul Mukminin 'AISYAH binti Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallaahu'anhuma. Semoga kita semua bisa memetik faidah dan hikmah ,pelajaran berharga yang terkandung di dalamnya juga semoga Allah ﷻ berkenan memiberi taufiq untuk kita bisa menteladani sifat akhlak mulia beliau . Aamiin.

DIRINGKAS dari :

▪️ Buku wanita-wanita Penghuni Sorga : Ummul Mukminin 'AISYAH binti Abu Bakar ash- Shiddiq , KARYA: Nizar Sa'ad Jabal.
▪️ Ditambah rujukan dari berbagai sumber.

Oleh Ummu Hanif Hafidzahallah
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Read more »
Jangan Langsung Berpindah Tempat Setelah Salam

Jangan Langsung Berpindah Tempat Setelah Salam

Jangan Langsung Berpindah Tempat Setelah Salam

Diantara orang yang dido’akan oleh para Malaikat adalah orang-orang yang tetap duduk di masjid selama wudhu’nya tidak batal.

dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

1. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِيْ مُصَلاَّهُ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.
‘Para Malaikat akan selalu bershalawat kepada salah seorang di antara kalian selama ia berada di masjid dimana ia melakukan shalat, hal ini selama ia wudhu’nya belum batal

(para Malaikat) berkata:  ‘Ya Allah, ampunilah ia, ya Allah, sayangilah ia.’” (HR. Ahmad)

2. Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan pula dari Abu ‘Abdirrahman, ia berkata:
“Aku mendengar ‘Ali berkata:  ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا جَلَسَ فِيْ مُصَلاَّهُ بَعْدَ الصَّلاَةِ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ، وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ. وَإِنْ جَلَسَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.
‘Sesungguhnya jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan shalat, maka para Malaikat akan bershalawat untuknya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berkata:  ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’

Jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a:
‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” (Al-Musnad (II/292 no. 1218)

3. Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Atha’ bin as-Sa-ib, ia berkata:  “Aku mendatangi ‘Abdurrahman as-Sulami, pada waktu itu beliau telah melakukan shalat Fajar dan sedang duduk di dalam majelis, aku berkata kepadanya:  ‘Seandainya engkau pergi ke tempat tidur, tentu hal tersebut akan lebih baik bagimu.’

Beliau berkata: ‘Aku mendengar ‘Ali berkata:  ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ ثُمَّ جَلَسَ فِيْ مُصَلاَّهُ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، وَمَنْ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.
“Barangsiapa yang melakukan shalat Fajar, lalu ia duduk di masjid, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Dan jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” (Al-Musnad (II/305-306 no. 1250).

Demikianlah diantara hadits hadits yang menerangkan jika kita ingin mendapat doa para malaikat
Maka JANGAN LANGSUNG BERPINDAH TEMPAT SETELAH SALAM

Semoga kita dapat mengamalkannya

Abu Dzakwan | Cahaya Sunnah | Almanhaj.or.id
Read more »
Kewajiban Mengikuti Jejak Salafus Shalih

Kewajiban Mengikuti Jejak Salafus Shalih

Kewajiban Mengikuti Jejak Salafus Shalih

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ يَجِئُ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِيْنَهُ، وَيَمِيْنُهُ شَهَادَتَهُ.
“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Shahabat), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya. Setelah itu akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” [Muttafaq alaih, al-Bukhari (no. 2652, 3651, 6429, 6658) dan Muslim (no. 2533 (211))]

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1- Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan tentang kebaikan mereka, yang merupakan sebaik-baik manusia serta keutamaannya.
2- Sedangkan perkataan 'sebaik-baik manusia’ yaitu tentang ‘aqidahnya, manhajnya, akhlaqnya, dakwahnya dan lain-lainnya.
3- Oleh karena itu, mereka dikatakan sebaik-baik manusia. Dan dalam riwayat lain disebutkan dengan kata (خَيْرُكُمْ) ‘sebaik-baik kalian’ dan dalam riwayat yang lain disebutkan (خَيْرُ أُمَّتِيْ) “sebaik-baik ummatku.”
4- Bahwa dengan ‘aqidah salaf ini seorang muslim akan mengagungkan al-Qur’an dan as-Sunnah, adapun ‘aqidah yang lain karena mashdarnya (sumbernya) hawa nafsu, maka mereka akan mempermainkan dalil, sedang dalil dan tafsirnya mengikuti hawa nafsu.
5- Bahwa dengan ‘aqidah salaf ini akan mengikat seorang Muslim dengan generasi yang pertama, yaitu para Shahabat ridhwanullahi ‘alaihim jamii’an yang mereka itu adalah sebaik-baik manusia dan ummat.

6- Bahwa dengan ‘aqidah salaf ini, kaum Muslimin dan da’i-da’inya akan bersatu sehingga dapat mencapai kemuliaan serta menjadi sebaik-baik ummat. Hal ini karena ‘aqidah salaf ini berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman para Shahabat. Adapun ‘aqidah selain ‘aqidah salaf ini, maka dengannya tidak akan tercapai persatuan bahkan yang akan terjadi adalah perpecahan dan kehancuran. Imam Malik berkata:
لَنْ يُصْلِحَ آخِرَ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَّ مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا.
“Tidak akan baik akhir ummat ini melainkan apabila mereka mengikuti baiknya generasi yang pertama ummat ini (Shahabat).”
7- ‘Aqidah salaf ini adalah ‘aqidah yang selamat, karena as-Salafush Shalih lebih selamat, tahu dan bijaksana (aslam, a’lam, ahkam). Dan dengan ‘aqidah salaf ini akan membawa kepada keselamatan di dunia dan akhirat, oleh karena itu berpegang pada ‘aqidah salaf ini hu-kumnya wajib.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Allah menjadikan iman para Shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai timbangan (tolak ukur) untuk membedakan antara petunjuk dan kesesatan, antara kebenaran dan kebatilan. Apabila Ahlul Kitab beriman sebagaimana berimannya para Shahabat, maka sungguh mereka mendapat hidayah (petunjuk) yang mutlak dan sempurna.
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Mahamendengar lagi Maha-mengetahui.” [Al-Baqarah: 137]

2- Mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebesar-besar prinsip dalam Islam yang mempunyai konsekuensi wajibnya ummat Islam untuk mengikuti jalannya kaum mukminin dan jalannya kaum Mukminin adalah perkataan dan perbuatan para Shahabat ridhwanullahu ‘alaihim ajma’iin. Karena, ketika turunnya wahyu tidak ada orang yang beriman kecuali para Shahabat.
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebe-naran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahan-nam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” [An-Nisaa’: 115]
Read more »
Tuma’ninah Dalam Setiap Rukun Shalat

Tuma’ninah Dalam Setiap Rukun Shalat

Tuma’ninah Dalam Setiap Rukun Shalat

Sebelum membahas rukun-rukun shalat setelah membaca surat, perlu kita pahami terlebih dahuku tentang satu rukun dalam shalat yang sering dilupakan. Itulah tumakninah.

1. Tuma’ninah adalah tenang sejenak setelah semua anggota badan berada pada posisi sempurna ketika melakukan suatu gerakan rukun shalat. Tumakninah ketika rukuk berarti tenang sejenak setelah rukuk sempurna. Tuma’ninah ketika sujud berarti tenang sejenak setelah sujud sempurna, dst.

2. Tuma’ninah dalam setiap gerakan rukun shalat merupakan bagian penting dalam shalat yang wajib dilakukan. Jika tidak tuma’ninah maka shalatnya tidak sah. Dalil yang menunjukkan wajibnya tumakninah:

Suatu ketika ada seseorang yang masuk masjid kemudian shalat dua rakaat. Seusai shalat, orang ini menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu berada di masjid. Ternyata Nabi menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Setelah diulangi, orang ini balik lagi, dan disuruh mengulangi shalatnya lagi. Ini berlangsung sampai 3 kali. kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepadanya cara shalat yang benar. Ternyata masalah utama yang menyebabkan shalatnya dinilai batal adalah kareka dia tidak tumakninah. Dia bergerak rukuk dan sujud terlalu cepat. (HR. Bukhari, Muslim, Ibn Majah dan yang lainnya)

Dari Hudzifah radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau pernah melihat ada orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujud ketika shalat, dan terlalu cepat. Setelah selesai, ditegur oleh Hudzaifah, “Sudah berapa lama anda shalat semacam ini?” Orang ini menjawab: “40 tahun.” Hudzaifah mengatakan: “Engkau tidak dihitung shalat selama 40 tahun.” (karena shalatnya batal). Lanjut Hudzaifah:

وَلَوْ مِتَّ وَأَنْتَ تُصَلِّي هَذِهِ الصَّلَاةَ لَمِتَّ عَلَى غَيْرِ فِطْرَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Jika kamu mati dan model shalatmu masih seperti ini, maka engkau mati bukan di atas fitrah (ajaran) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad, Bukhari, An-Nasai).

3. Karena tuma’ninah hukumnya wajib maka kita tidak boleh bermakmum dengan orang yang shalatnya terlalu cepat dan tidak tumakninah. Bermakmum di belakang orang yang shalatnya cepat dan tidak tumakninah, bisa menyebabkan shalat kita batal dan wajib diulangi.

4. Jika secara tidak sengaja kita mendapatkan imam yang gerakannya terlalu cepat maka kita harus memisahkan diri dan shalat sendirian.

5. Orang yang terlalu cepat shalatnya, sehingga tidak tuma’ninah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai orang yang mencuri ketika shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته
“Pencuri yang paling jelek adalah orang yang mencuri shalatnya.” Setelah ditanya maksudnya, beliau menjawab: “Merekalah orang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya.” (HR. Ibn Abi Syaibah, Thabrani, Hakim, dan dishahihkan Ad-Dzahabi).

Artikel www.CaraSholat.com
Read more »
Tidak Akan Bercampur Air dan Minyak

Tidak Akan Bercampur Air dan Minyak

Tidak Akan Bercampur Air dan Minyak

Seorang mukmin yg suci hatinya tdk akan pernah menyimpan apapun yg merusak kedamaian hatinya.

Hatinya tidak akan pernah menyimpan dendam, kecewa, dengki...!!

Karena hatinya telah dipenuhi oleh keikhlasan & keridhaan kepada Allah.

Berkata Ibnul Qoyyim- rahimahullah-,

"Seorang mukmin yg hatinya dipenuhi oleh keridhaan kpd Allah akan menjadikan hatinya bersih dari kecurangan, dendam & dengki.

Tidak seorang pun yang selamat dari adzab Allah kecuali orang yg dikaruniai hati yg bersih.

Semakin ridha hati seseorang, maka hatinya akan semakin suci.

Adapun niat busuk, kesal & dendam adalah pasangan dari kemarahan.

Sedangkan hati yg bersih, baik & suka berbenah adalah pasangan keridhaan.

Dendam, dengki, kekecewaan yg mendalam merupakan salah satu buah kemarahan.

Adapun hati yg jernih oleh keridhaan kpd Allah akan sll terjaga dari semua sifat itu.

(Madarijssalikin)

Jadi, orang masih suka menyimpan dendam, kebencian, dengki & sifat buruk lainnya, maka patut dipertanyakan keridhaannya kpd Allah??

Ya Allah karuniakanlah kpd kami ketakwaan hati & sucikanlah ia, krn hanya Engkaulah dpt mensucikannya..!

✏ Ustadz Djazuli
 IG dan TG @kajianislamchannel
Read more »
Beranda