Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | kajian islam dan informasi
'Sex's Education' dalam Perspektif Islam (Mengkritisi film Dua Garis Biru)

'Sex's Education' dalam Perspektif Islam (Mengkritisi film Dua Garis Biru)

Wara-wiri gambar film Dua Garis Biru yang sudah rilis di bioskop-bioskop. Katanya film ini syarat dengan edukasi seks pada anak usia remaja. Saya tidak ingin memberikan kesimpulan tentang film tersebut, terlebih karena belum menonton keseluruhan filmnya.

Namun sebagai seorang ibu dan pemerhati generasi, muncul rasa kuatir jikalau film ini ditonton oleh para remaja. Terlebih karena film ini dibintangi oleh dua artis belia yang sudah memiliki penggemar tersendiri. Meskipun katanya"syarat dengan sex's education," namun film ini tetap memberikan gambaran tentang pergaulan bebas di kalangan remaja.

Benarkah pendidikan seks pada anak khususnya remaja harus dengan tontonan atau gambar? Berikut pokok-pokok pendidikan seks(sex education) secara praktis yang bisa diterapkan pada anak sejak dini yang saya kutip dari tulisan Zulia Ilmawati, Psikolog Pemerhati Masalah Anak dan Remaja dalam tulisannya Pendidikan Seks Untuk Anak-anak:

film Dua Garis Biru

1. Menanamkan rasa malu pada anak

Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan membiasakan anak untuk selalu menutup auratnya.

2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.

Berikan pakaian yang sesuai dengan jenis kelamin anak, sehingga mereka terbiasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya.

Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:
Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).

3. Memisahkan tempat tidur mereka

Usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya.

Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.

4. Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu)

Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Dengan pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.

Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training).

Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

6. Mengenalkan mahram-nya


Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati.

Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.

7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata

Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

8. Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilât

Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.

9. Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat

Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

10. Mendidik etika berhias

Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan yang dilakukan secara berlebihan, sehingga menimbulkan godaan bagi lawan jenisnya. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.

11. Ihtilâm dan haid

Ihtilâm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata.

Jika terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi.

Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.

Itulah beberapa poin tentang pendidikan seks pada anak yang bisa dilakukan sebagai pembiasaan sehari-hari tanpa harus memberikan tontonan yang justru dapat menjerumuskan mereka ke dalam pergaulan bebas.

Wallahu a'lam bisshawab

Oleh : Indah Ummu Izzah
facebook Belajar Parenting ala Nabi
Read more »
Di Jerman, sebanyak 800 sekolah Umum buka Kelas Agama Islam

Di Jerman, sebanyak 800 sekolah Umum buka Kelas Agama Islam

Kelas Agama Islam

Saat ini, Jerman telah menganggap Islam perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah dasar dan menengah. Secara bertahap, kelas-kelas agama Islam mulai dimasukkan ke dalam sistem pendidikan di sekolah umum. Meski mendapat pertentangan dari beberapa pihak, namun kelas-kelas Islam telah berkembang pesat di banyak negara bagian Jerman.

1. Kelas Islam telah diluncurkan sejak tahun 2000

Seperti dilansir dari The Washington Post, kelas-kelas Islam mulai diluncurkan pada awal tahun 2000 dan sekarang sudah diajarkan di 800 sekolah dasar dan menengah. Pelajaran agama Islam sudah menjadi mata pelajaran pilihan di sembilan dari enam belas negara bagian Jerman. Beberapa topik yang dibahas dalam bidang studi ini di antaranya tentang Al-Quran, sejarah Islam, perbandingan agama dan etika keislaman.

Kerstin Griese, seorang anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat menyatakan bahwa Jerman membutuhkan lebih banyak pendidikan agama. “Pendidikan agama adalah satu-satunya cara untuk memulai dialog tentang tradisi dan nilai-niai yang kita anut, serta memahami tradisi orang lain.”

2. Sebanyak 54 ribu siswa telah menerima pelajaran agama Islam di sekolah

Tujuan yang ditekankan dari kelas-kelas Islam adalah mencegah radikalisme. Seperti diketahui, sejak 2013, lebih dari 1.000 orang meninggalkan Jerman untuk bergabung dengan ISIS dan organisasi teroris lainnya, sebagian besar dari mereka berusia di bawah 30 tahun.

Rauf Ceylan, profesor studi Islam kontemporer di Universitas Osnabrück mengatakan bahwa permintaan untuk pelajaran agama Islam sangat tinggi.

“Jerman memiliki tiga pilar pendidikan agama, yaitu keluarga, masyarakat (gereja atau masjid) dan sekolah. Sekolah akan mendidik siswa tentang kedewasaan beragama. Pelajaran agama dimaksudkan sebagai pelengkap sistem pendidikan.”

Media lokal Jerman, Deutsche Welle menyebut bahwa saat ini, 54 ribu siswa telah menerima pelajaran agama Islam. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat. Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi memetakan potensi siswa yang tertarik mengikuti kelas Islam sejumlah 580 ribu.

3. Kelas Islam diharapkan akan mengurangi perilaku diskriminatif

Pada 2016, data statistik kependuduan menyebutkan bahwa warga muslim di Jerman berjumlah 4,95 juta atau 6,1 persen dari total penduduk Jerman. Ini sekaligus menjadikan Jerman sebagai negara dengan populasi muslim kedua terbesar di Uni Eropa setelah Perancis.

Meski begitu, siswa muslim di Jerman masih sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Seperti yang dialami oleh Gulendam Velibasoglu, 17, siswa kelas 10 sekolah menengah saat Ia bergaul dengan warga lokal.

“Ketika ada yang bertanya dari negara mana saya berasal, saya selalu menjawab Turki. Jika saya mengatakan Jerman, mereka tidak akan menerima jawaban itu. Mereka akan melihat saya sebagai orang asing, meskipun saya warga negara Jerman.”

4. Kelas Islam dapat wujudkan integrasi budaya Islam dan Jerman

Tahun lalu, terjadi penolakan besar terrhadap Islam di Jerman. Kampanye “Stop Islamisasi” sempat membuat warga muslim Jerman gelisah, bahkan di poster-poster tertulis “sekolah-sekolah bebas Islam."

Aksi penolakan terhadap Islam tidak berhenti di situ saja. Awal tahun ini, politisi lokal Jerman membahas larangan jilbab. Namun, sebagian politisi lain justru mendorong ekspansi kelas-kelas Islam di sekolah-sekolah umum. Mereka beranggapan bahwa kelas-kelas Islam akan mewujudkan integrasi budaya Islam dan Jerman. (idntimes.com)
Read more »
Benarkah Wahabi Sesat...??

Benarkah Wahabi Sesat...??

mikir bro

Sebagian dari kalangan awam yang terprovokasi oleh syi’ah yang sangat memusuhi Wahabi mengatakan, Wahabi adalah sebagai golongan sesat.

Benarkah Wahabi Sesat...??

– Kalau Wahabi sesat, mengapa Allah Ta'ala membiarkan keraja’an Arab Saudi yang di sebut Wahabi, menjaga, mengatur dan mengurus Masjid Nabawi dan Masjid Al-Haroom...??

– Mengapa Allah Ta'ala tidak memberikannya kepada orang-orang yang sangat memusuhi Wahabi yaitu orang-orang sufi dan syi’ah untuk menjaga dan mengurus Masjid Al-Haroom dan Masjid Nabawi juga mengurus dan mengatur orang melaksanakah Haji dan Umroh...??

– Kalau Wahabi sesat, bagaimana dengan kaum sufi dan syiah ketika melaksanakan Haji atau Umroh yang ketika shalat harus bermakmum kepada Wahabi, apakah shalatnya sah, di Imami oleh Imam yang di katakan sesat...??

– Kalau shalat tidak sah karena di Imami orang Wahabi, mengapa mereka yng mengatakan Wahabi sesat tidak mengulangi lagi shalatnya...??

– Kalau Wahabi sesat mengapa Allah Ta'ala membiarkan Wahabi berada di Makkah dan Madinah bukankah kedua kota itu di jaga para Malaikat...??

Sebagaimana Rasulullah bersabda : “Setiap jalan masuk kedua kota tersebut (Makkah dan Madinah) dijaga oleh para Malaikat yang berbaris-baris”  [HR.Al-Bukhari no. 1881 dan Muslim no. 2943].

Manhaj Salaf
Read more »
Bedanya Warung di Arab Saudi dengan di Indonesia

Bedanya Warung di Arab Saudi dengan di Indonesia

Warung di Arab Saudi

Baqolah (بقالة) atau biasa juga disebut Bagalah, kalau di negara kita, semacam warung. Tapi bukan warung kopi, bubur kacang ijo, atau indomie ya.

Disini, barang yang dijual; deterjen, sabun mandi, shampo, minuman ringan, snack, dan yang semisalnya. Tidak ada barang matang yang di masak langsung.

Sama kayak di kita, warung disini biasanya diberi nama. Di bawah ini namanya Baqolah Afif. Entahlah, mungkin itu nama pemiliknya, atau nama anaknya, atau nama keponakannya. Saya tidak tahu. :)

Khusus di Mekkah, banyak dijumpai baqolah bertuliskan "Toko Indonesia", artinya, warung ini menjual barang-barang yang biasa di konsumsi jamaah umrah dan haji asal Indonesia. Pelayannya pun rata-rata bisa bahasa Indonesia.

Pemilik baqolah melihat peluang bisnis jualan produk Indonesia sangat menjanjikan, karena jumlah jamaah umrah dan haji asal Indonesia sangat banyak. Tahun ini, jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 231 ribu orang.

Saat saya ambil foto, baqolah ini dalam keadaan tutup (pas abis adzan Isya) jadi tidak bisa melihat apa saja barang yang dijual.

Merujuk kepada definisi baqolah disini, kalau kita terapkan di Indonesia, Alfamart dan Indomaret, nampaknya pas juga jika disebut baqolah.

Keterangan foto: Salah satu baqolah di dekat Daker Mekkah.

Budi Marta Saudin
Read more »
Jangan Pernah Menyalahkan Rencana Allah

Jangan Pernah Menyalahkan Rencana Allah

Jangan Pernah Menyalahkan Rencana Allah

Ada seorang tukang TAHU... Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.

Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Allah agar dagangannya laris.

Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis...

Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah...
Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!
Mengeluh ia kepada Allah, bahkan "menyalahkan" Alloh, mengapa ia diberi cobaan seperti ini ? Padahal ia selalu berdo'a setiap pagi.

Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.

Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yg setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu2nya calon penumpang yg selamat, "gara- gara" tahu nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu-tahunya yg sdh remek tadi.

sorenya ada seorg peternak bebek mencari dia dan hendak membeli tahu utk makanan bebek namun anehnya peternak bebek itu mencari tahu yg rusak/hancur krn hanya utk campuran makann bebek saja..spontan bapak itu nangis bahagia krn tahunya yg remek dibeli semua oleh peternak bebek itu..

Sahabatku...Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Allah dengan sesuatu yg jauh lebih baik daripada yg diminta.

Allah Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

Karena itu, janganlah jemu berdo'a, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk!
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu
padahal ia amat buruk bagimu.
Allah mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui”.

“Jika Allah menjawab do'amu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Ia tidak menjawab do'amu, Ia sedang mempersiapkan yang jauh lebih baik untukmu.

Maka berhusnudzonlah

#subhanallahwabihamdihi

Elvina Yani Ummu Hafidz
Read more »
Sunnah Nabi: Adab Memberi Salam

Sunnah Nabi: Adab Memberi Salam

Sunnah Nabi: Adab Memberi Salam

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: [قَالَ] رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِيُسَلِّمْ اَلصَّغِيرُ عَلَى اَلْكَبِيرِ, وَالْمَارُّ عَلَى اَلْقَاعِدِ, وَالْقَلِيلُ عَلَى اَلْكَثِيرِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Abu Huroirah rodhiyallohu ta'aala ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang besar ( lebih tua ), hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk dan hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Al Isti’dzan ( meminta izin ) Dalam Bab keempat yaitu Bab “Mengucapkan salam dari yang sedikit kepada yang banyak” dan pada Bab “Orang yang sedikit memberi salam pada orang yang banyak”. Juga hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

FAEDAH

1. Hendaklah yang kecil mengucapkan salam pada yang lebih dewasa karena inilah hak orang yang lebih tua. Sebab yang lebih muda diperintahkan untuk menghormati yang lebih tua dan diperintahkan tawadhu’ atau rendah hati.

2. Boleh saja yang lebih tua mengucapkan salam pada anak-anak karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengucapkan salam pada anak-anak. Mengucapkan salam seperti ini termasuk dalam mengajarkan hal sunnah dan mengajarkan adab yang baik kepada mereka. Sehingga nantinya ketika sudah dewasa terbiasa untuk mempraktikkan adab salam. Namun anak kecil kalau diberi salam tidak dibebani wajib untuk menjawabnya karena ia belum dikenakan hukum syariat. Akan tetapi sesuai adab, anak kecil tersebut disunnahkan menjawabnya.

3. Orang yang berjalan hendaklah memberi salam kepada orang yang sedang duduk. Ini juga dimisalkan untuk orang yang masuk memberi salam kepada penghuni rumah.

KITAB : SHOHIHUL BUKHORI ( no.6231 )

✓ Boleh di share seluasnya tanpa mengurangi isi tulisan.

Dibagikan oleh : Rumah Ilmu Dar Alamiyyah & Kampus dakwah Utsman di bawah bimbingan Ustadz Anton Abdillah Al Atsar

https://www.facebook.com/368891123961042/posts/433892960794191/?app=fbl
Read more »
Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili : Ciri-Ciri Manhaj Salaf

Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili : Ciri-Ciri Manhaj Salaf

Ciri-Ciri Manhaj Salaf

1. Manhaj Salaf adalah cara beragama yang benar yang semestinya segenap kaum Muslimin menisbatkan diri kepadanya.

2. Manhaj Salaf terkandung di dalamnya keadilan, kejujuran dan sifat rohmatan lil 'alamin.

3. Manhaj Salaf berlaku adil, jujur, dan sebagai nasehat terhadap siapa saja, baik yang jauh maupun yang dekat.

4. Manhaj Salaf menjelaskan al-haq sebagai penunaian kewajiban dan menjalankan tanggungjawab.

5. Salafiyyin mencintai kaum Muslimin agar mendapat hidayah tauhid dan sunnah.

6. Dakwah Salafiyyah bersungguh-sungguh mengajak manusia ke jalan Allah, mengajak kepada sunnah Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, menjelaskan bahaya lawannya yaitu bid'ah agar manusia tidak tertipu oleh kesesatan.

7. Manhaj Salaf adalah cahaya yang terang dan kebaikan yang besar yang semestinya kita nampakkan di tengah-tengah manusia.

8. Jika manusia menyadari keadilan, kebaikan, dan keistimewaan manhaj Salaf, niscaya mereka akan menerimanya, maka wajib bagi para penuntut ilmu untuk menjelaskannya, khususnya di zaman ini yang dimunculkan stigma negatif dan kebencian terhadap manhaj Salaf.

9. Di sana ada orang-orang yang menamakan dirinya dengan "Salafy", mengaku mengikuti Salaf, namun pada hakikatnya tidak berjalan di atas pokok-pokok manhaj Salaf dan tidak mencerminkan perilaku Salafussholih.

10. Adanya orang-orang yang membikin lari manusia dari manhaj Salaf dengan mengatakan Salafy adalah kelompok yang baru dibentuk oleh pihak tertentu. Ketahuilah, bahwa manhaj Salaf adalah cara beragama para Shohabat Nabi yang diikuti oleh para Ulama robbani dan diwariskan turun-temurun dengan silsilah keilmuan yang terang.

ranskrip dan diterjemahkan dari audio "Min Awshofis Salafiyyah".

Fikri Abul Hasan
Published By: Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 
Read more »
Beranda