ingatLah baik - baik dan ukirLah di hati bahwa :

kita tidak diperintahkan untuk menyatukan pemahaman kelompok - kelompok yang ada yang saling bertentangan.. karena itu adalah yang menyelisihi kodrat dan sunnatullah, dan dalil - dalil TELAH menyatakan bahwa umat ini pasti berselisih dan berpecah belah...

Allah ta'ala berfirman :

ولا يزالون مختلفين

"Dan mereka senantiasa berselisih."

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

ستفترق هذه الأمة إلى ثلاث وسبعين فرقة

"Dan Umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan."

namun kita hanya diperintahkan untuk menyatukan pemahaman kita dengan pemahaman Rasulullah dan para sahabatnya, meskipun harus bertentangan dengan kelompok - kelompok yang ada.

sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

ما أنا عليه وأصحابي

"Apa yang Aku dan para shahabatku berada diatasnya."

___

yang ingin membLi buku syarah aqidah ahlussunnah

atau

buku muLia dengan manhaj saLaF

silakan menghubungi admn Bukuberkah.com melalui WA 082389284929

semoga bermanfaaat
Read more »
Ahli Ibadah Yang Jahil Dan Ahli Ilmu Yang Fajir

Ahli Ibadah Yang Jahil Dan Ahli Ilmu Yang Fajir

Ahli Ibadah yang JAHIL dan ahli ilmu yang FAJIR … Dua orang yang menjadi cobaan paling berat bagi kaum muslimin dalam agamanya.

=====

Sufyan Ats-Tsauri -rohimahulloh- mengatakan:

“Ada yang mengatakan: Berlindunglah kepada Allah dari fitnah yang ditimbulkan oleh ahli ibadah yang jahil, dan ahli ilmu yang fajir, karena fitnah yang ditimbulkan oleh keduanya merupakan fitnah yang nyata bagi siapapun yang terkena fitnah.” [Akhlaqul Ulama, karya: Al-Ajurri, hal: 63]

Kenapa demikian? Alasannya telah dijelaskan oleh Ibnul Qayyim -rohimahulloh-, beliau mengatakan:

“Karena manusia biasanya akan mengikuti ulamanya dan ahli ibadah mereka. Apabila para ulamanya fajir, dan para ahli ibadahnya jahil, maka musibah dari keduanya mudah menyebar, dan fitnahnya menjadi sangat besar pengaruhnya, baik untuk kalangan khusus maupun untuk kalangan umum.” [Miftahu Daris Sa’adah 1/160]

Ahli Ibadah Yang Jahil Dan Ahli Ilmu Yang Fajir
——-

Oleh karenanya, marilah kita kembalikan semua perkara kepada Alqur’an dan Sunnah, dan pahamilah keduanya sebagaimana pemahaman ulama salaf yang merupakan generasi terbaik umat ini.

Sungguh di akhir-akhir ini, fitnah dari dua jenis orang ini sangat kita rasakan di sekitar kita.. orang yang bergelar profesor atau doktor, tapi banyak membawa pemikiran yang nyeleneh, dan kaum muslimin banyak terfitnah atau tertipu olehnya.

Begitu pula halnya dengan tokoh yang terkenal ibadahnya, tapi kurang dalam ilmu syariatnya.. kaum muslimin mengikutinya tanpa menanyakan dalil amalan yang dibawa, padahal amalan itu tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga tidak mendatangkan pahala.. atau bahkan membahayakan keamanan dan keutuhan negara.

Saudaraku seiman, sudah saatnya untuk selalu memegang teguh perkataan salah seorang ulama salaf: “Sungguh ilmu (syariat) ini adalah agama, maka lihatlah dari siapakah kalian mengambil agama kalian!”

Semoga Allah meneguhkan kita di atas jalan kebenaran.. dan melindungi kita dari fitnah dua orang di atas, amin.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat…

Oleh Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى
BBG Al-Ilmu
Read more »
Penuhi Lah Seruan Allah Dan Rasul-Nya Agar Hidupmu Bermakna

Penuhi Lah Seruan Allah Dan Rasul-Nya Agar Hidupmu Bermakna

Allah Ta’ala berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ}
“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagimu” (QS al-Anfaal:24).

Imam Ibnul Qayyim – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – berkata, “(Ayat ini menunjukkan) bahwa kehidupan yang bermanfaat (indah) hanyalah didapatkan dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya maka dia tidak akan merasakan kehidupan (yang bahagia dan indah)…Maka kehidupan baik (bahagia) yang hakiki adalah kehidupan seorang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya secara lahir maupun batin” [Kitab “al-Fawa-id” (hal. 121- cet. Muassasatu ummil qura’).

Penuhi Lah Seruan Allah Dan Rasul-Nya

Jika kita tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya maka konsekuensinya adalah hidup kita menjadi sempit dan di akherat nanti akan dibangkitkan menjadi orang yang buta, padahal saat di dunia kita melihat. Ini konsekuensi daripada tidak mempedulikan seruan Allah dan Rasul-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 124)

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْۤ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا
"Dia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?" (QS. Ta-Ha 20: Ayat 125)

قَالَ كَذٰلِكَ اَتَـتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَا ۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى
"Dia (Allah) berfirman, Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 126)

وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ اَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِۢاٰيٰتِ رَبِّهٖ ۗ وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ اَشَدُّ وَاَبْقٰى
"Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 127)

Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bishowab.
Read more »
PELAJARAN PENTING DAN BERHARGA

PELAJARAN PENTING DAN BERHARGA

Hatim Al Ashamm rahimahullah ditanya oleh Syaqiq, "Sejak engkau menjadi temanku, pelajaran apa yang engkau dapatkan?", Hatim pun menjawab mengatakan,

PELAJARAN PENTING DAN BERHARGA

ست كلمات :
- رأيت الناس في شك من أمر الرزق ، فتوكلت على الله . قال الله تعالى : وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها .
- ورأيت لكل رجل صديقا يفشي إليه سره ، ويشكو إليه ، فصادقت الخير ليكون معي في الحساب ، ويجوز معي الصراط .
- ورأيت كل أحد له عدو ، فمن اغتابني ليس بعدوي ، ومن أخذ مني شيئا ليس بعدوي ; بل عدوي من إذا كنت في طاعة ، أمرني بمعصية الله ، وذلك إبليس وجنوده ، فاتخذتهم عدوا وحاربتهم .
- ورأيت الناس كلهم لهم طالب ، وهو ملك الموت ، ففرغت له نفسي .
ونظرت في الخلق ، فأحببت ذا ، وأبغضت ذا . فالذي أحببته لم يعطني ، والذي أبغضه لم يأخذ مني شيئا ، فقلت : من أين أتيت ؟ فإذا هو من الحسد فطرحته ، وأحببت الكل ، فكل شيء لم أرضه لنفسي لم أرضه لهم .
- ورأيت الناس كلهم لهم بيت ومأوى ، ورأيت مأواي القبر ، فكل شيء قدرت عليه من الخير قدمته لنفسي لأعمر قبري .
- ورأيت الناس كلهم لهم بيت ومأوى ورأيت مأواي القبر فكل شيء قدرت عليه من الخير قدمته لنفسي لأعمر قبري
"Ada enam hal:

1. Saya melihat orang-orang ragu dalam hal rezeki, maka saya pun bertawakal kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, "Tidak ada satu binatang melata pun di atas bumi, kecuali rezekinya dijamin Allah."

2. Saya melihat, setiap orang memiliki teman untuk menceritakan rahasianya dan mengadu kepadanya. Maka saya pun berteman dengan amalan baik, agar bersamaku ketika hisab dan bersamaku melewati shirath.

3. Saya melihat bahwa setiap orang memiliki musuh. Yang mengghibahiku bukan musuhku. Yang mengambil sesuatu dariku bukanlah musuhku. Justru musuhku adalah yang ketika aku taat, dia memerintahkan maksiat. Itulah Iblis dan tentaranya. Maka aku jadikan dia sebagai musuh dan memeranginya.

4. Saya melihat bahwa setiap orang ada yang mencarinya. Dialah malaikat maut. Maka saya pun fokus dalam mempersiapkan diri bertemu dengannya.

5. Saya melihat manusia. Saya cinta kepada yang ini dan benci kepada yang itu. Orang yang kucintai tidaklah memberiku (karena itu adalah rezeki dari Allah). Orang yang kubenci tidak mengambil sesuatu milikku (karena apa yang kumiliki adalah milik Allah). Saya pun bertanya, 'Apa sebab hal ini?' Ternyata, itu disebabkan hasad. Aku pun melepaskan hasad dan mencintai semua orang. Segala sesuatu yang aku tidak senang menimpaku, aku tidak senang menimpa mereka.

6. Saya melihat semua orang memiliki rumah dan tempat tinggal. Namun saya melihat tempat tinggalku [kelak] adalah kubur, maka segala kebaikan yang aku mampui, aku pergunakan untuk memakmurkan kuburanku (yakni dengan banyak beramal sebagai bekal ketika mati)."

Siyar A'lam An Nubala 1/486
Channel Telegram majalah tashfiyah
Read more »
Berapa jarak antara langit dan bumi?

Berapa jarak antara langit dan bumi?

Berapa jarak antara langit dan bumi?

Dari Abbas bin Abdul Muththalib berkata; Kami bermajlis bersama Rasulullah ﷺ di Al Bathha`, Beliau ﷺ bertanya, "Apakah kalian tahu berapa jarak antara langit dan bumi?"

Kami menjawab; "Allah dan RasulNya lebih mengetahui."

Beliau ﷺ berkata;  Jaraknya adalah sejauh perjalanan lima ratus tahun. 

Jarak antara langit yang satu dengan langit berikutnya adalah sejauh perjalanan lima ratus tahun juga.
Tebal langit adalah sejauh perjalanan lima ratus tahun.
Di atas langit ke tujuh ada lautan yang jarak antara dasar dengan permukaannya adalah sebagaimana jarak bumi dan langit.
Lalu di atasnya lagi ada delapan penyangga yang jarak antara ujung dengan pangkalnya seperti jarak antara langit dan bumi.
Di atasnya lagi ada Arsy yang jarak antara dasar dan permukaannya adalah seperti jarak antara langit dan bumi.
Allah Tabaraka Wa Ta'ala berada di atasnya.

Tidak ada satu amalan pun yang dilakukan oleh keturunan Adam yang tersembunyi dari-Nya.
(HR Ahmad 1676)
‎قَالَ بَيْنَهُمَا مَسِيرَةُ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَمِنْ كُلِّ سَمَاءٍ إِلَى سَمَاءٍ مَسِيرَةُ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَكِثَفُ كُلِّ سَمَاءٍ مَسِيرَةُ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَفَوْقَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ بَحْرٌ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ فَوْقَ ذَلِكَ ثَمَانِيَةُ أَوْعَالٍ بَيْنَ رُكَبِهِنَّ وَأَظْلَافِهِنَّ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ فَوْقَ ذَلِكَ الْعَرْشُ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَوْقَ ذَلِكَ وَلَيْسَ يَخْفَى عَلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِ بَنِي آدَمَ شَيْءٌ
Read more »
MENUTUP PINTU GHIBAH

MENUTUP PINTU GHIBAH

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

Diantara akhlak Salaf adalah mereka menutup pintu ghibah rapat-rapat dari majelis-majelis mereka agar tidak menjadi majelis ajang berbuat dosa. Karena sangat mungkin amalan-amalan sholeh mereka tidak diterima karena sebuah ghibah pada hari kiamat.

Sebagian dari mereka memperbanyak amal shaleh agar menjadi amal yang bermanfaat pada hari kiamat yang bisa diberikan kepada orang yang menuntutnya karena terkurangi harta dan harga dirinya.

MENUTUP PINTU GHIBAH

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang." [QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
"Tahukah kalian apa itu ghibah?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda, "Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka." Lalu ditanyakan kepada beliau, "Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?" Maka beliau bersabda, "Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya (berbuat buhtan)." [HR. Muslim]

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: "Bicarakanlah saudaramu jika engkau bersembunyi darinya, sebagaimana halnya engkau suka dibicarakan saudaramu ketika dia bersembunyi darimu."

Malik bin Dinar berkata: "Cukuplah seseorang telah berdosa karena ia tidak shalih ketika ia duduk di suatu mejelis lalu memperbincangkan harga diri orang-orang shalih."

Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata: "Di antara ghibah yang diharamkan yang tidak disadari oleh banyak orang yaitu perkataan mereka bahwa fulan lebih mengerti dari fulan, kemudian orang yang tidak memiliki kelebihan tersinggung dengan hal ini. Sebagaimana diketahui bahwa batasan ghibah yaitu seseorang yang membicarakan apa yang dibenci saudaranya."

Jauhilah masalah ini wahai saudaraku. Lihatlah dirimu, sudahkah engkau bebas dari hal ini? Maka bersyukurlah kepada Allah Ta'ala jika engkau selamat dari perbuatan ini. Dan bila engkau menghibah, maka beristighfarlah kepada Allah Ta'ala.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Referensi: Kitab "Beginilah Akhlak Salaf." Karya Ahmad Farid dengan sedikit penambahan.

Disusun: Akhukum Fillah Abu Muhammad Royhan
sumber: http://kontakk.com/@permatasunnah
Read more »
Kebaikan Berat dilakukan tapi keburukan ringan dilakukan

Kebaikan Berat dilakukan tapi keburukan ringan dilakukan

MENGAPA KEBAIKAN ITU BERAT DILAKUKAN SEORANG HAMBA, DAN KEJELEKAN ITU RINGAN DILAKUKAN

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

وقـد سـئل بعـض السّـلف عـن سـبب ثقـل الحسـنة وخـفّة السّـيّئة
Sebagian salaf ditanya; Apa sebabnya mengapa kebaikan itu berat dan kejelekan itu ringan dilakukan

kenapa Kebaikan Berat dilakukan

Dia menjawab:

لأنّ الحسـنة حضـرت مـرارتها وغـابت حـلاوتها فـثقلت فـلا يحمـلنّك ثقـلها عـلى تركـها
Karena kebaikan itu telah hadir pahitnya dan belum terlihat manisnya (nikmat surga), maka berat (dilakukan).

Maka janganlah beratnya itu membawamu untuk meninggalkannya.

والسّـيّئة حضـرت حـلاوتها وغـابت مـرارتها فلـذلك خفّـت فـلا يحمـلنّك خـفّتها علـى ارتكابـها
Sementara kejelekan itu telah hadir manisnya dan belum terlihat pahitnya (adzab di neraka), maka dari itu ia mudah dilakukan.

Maka janganlah mudahnya (kejelekkan) itu membawamu untuk terjatuh ke dalamnya.

Sumber : [Fathul Bari juz 13 h. 614]

Editor : Abu Dirga hafizhohullah
sumber : https://t.me/ilmusyar1
Read more »
Beranda