Media Dakwah dan dunia islam, bantu share sobat. barakallahu fikum
Inilah diantara Buku Karya Ilmiah Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah

Inilah diantara Buku Karya Ilmiah Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah

" BUKU-BUKU KARYA USTADZ YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS RAHIMAHULLAH DIANTARANYA YAITU:

1. Syarah Kitab Tauhid
2. Syarah Akidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
3. Mulia dengan Manhaj Salaf
4. Syarah Arbain Nawawi
5. Ritual Sunnah Setahun
6. Amar Ma’ruf Nahi Munkar
7. Prinsip Akidah Ahlus Sunnah
8. Memahami Kalimat Syahadat
9. Menuntut ilmu Jalan Menuju Surga
10. Jihad Dalam Syari’at Islam
11. Fiqih Shalat
12. Sifat Wudhu Dan Shalat Nabi
13. Panduan keluarga Sakinah
14. Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah
15. Waktumu Dihabiskan Untuk Apa
16. Sifat Shalawat Nabi
17. Doa dan Wirid
18. Kumpulan Do’a
19. Dunia lebih Jelek daripada Bangkai Kambing
20. Taubat Kewajiban Seumur Hidup
21. Haramnya Darah Seorang Muslim
22. Panduan Shalat Jum’at Keutamaan Adab
23. Kiat-Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan
24. Sebaik-Baik Amal Adalah Shalat
25. Jalan Kebahagiaan Keselamatan Keberkahan
26. Istiqamah Konsekuen Konsisten Menetapi Jalan Ketaatan
27. Dzikir Pagi Petang Dan Sesudah Shalat Fardhu
28. Jangan Dekati Zina
29. Sedekah Bukti Keimanan
30. Hukum Meminta-minta
31. Hikmah dibalik musibah
32. Hukum Lagu dan Musik
33. Wasiat Nabi kepada Abu Dzar
34. Wasiat Nabi kepada Ibnu Abbas
35. Ayat kursi
36. Utangnya
37. Birrul walidain
38. Tazkiyatun Nafs
39. Kedudukan Sunnah Dalam Syari’at Islam
40. Dan Lain-lain masih banyak ....

Semoga informasi ini bermanfaat. Aamiin ya Allah.

•┈┈┈┈•⊰✿✿✿⊱•┈┈┈┈•

๐ŸŒ https://bit.ly/4b0jKhP
Read more »
bid'ah memecah belah Umat Islam | Kisah kedatangan tamu Muslim dari Bosnia

bid'ah memecah belah Umat Islam | Kisah kedatangan tamu Muslim dari Bosnia

Bismillah,

Bagaimana bid'ah memecah belah Umat Islam

By Siswo Kusyudhanto

Ini sebuah kisah yang menjadi bukti bahwa amalan bid'ah mencerai beraikan Umat Islam, diceritakan seorang teman yang kedatangan tamu seorang Muslim dari Bosnia Herzegovina, yang merupakan salah satu negara di Eropa dengan penduduknya mayoritas Muslim,

Sii tamu bule ini sempat tinggal beberapa bulan di sebuah kota di Pulau Jawa untuk sebuah penelitian, ketika tinggal di sana suatu hari mendapatkan undangan tahlil kematian dari salah satu tetangga yang anggota keluarga nya meninggal dunia, pertama datang ke acara itu dia sangat terheran-heran, maklum di negaranya meskipun mayoritas Muslim belum pernah dia jumpai ada amalan seperti ini,

 Setelah acara selesai karena penasaran si bule mencari informasi dari beberapa teman Muslim lainnya yang dia temui juga membaca beberapa buku sejarah tahlil kematian, kemudian itu menjawab penasarannya, ternyata tahlil kematian adalah bentuk sinkretisme, atau percampuran budaya Hindu yang merupakan adat kebiasaan nenek moyang orang Jawa yang beragama Hindu merayakan kematian 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari dengan budaya Islam dimana dalam acara tersebut dibaca doa dan dzikir dari Al-Qur'an, , keterangan soal tahlil kematian ini dia temukan di Kitab Wedha Smerti Hindu Bali bab upacara kematian.

Cerita soal tahlil kematian ini juga datang dari teman orang Indonesia yang baru tinggal di Ohio, Amerika Serikat, suatu hari ada salah satu anggota keluarga nya meninggal dunia, maka seperti kebiasaan ketika di Indonesia dia mengadakan tahlil kematian, dia mengundang beberapa teman satu masjid di Ohio yang terdiri dari beberapa orang dengan asal negara yang berbeda, ada yang dari Yordania, ada yang dari Lebanon, ada yang dari Suriah dan ada dari Bangladesh, 

Ketika teman-temannya itu datang dan diberitahu bahwa acara tersebut adalah tahlil kematian dimana ada doa, dzikir dan makan-makan, maka beberapa orang temannya ini bingung, maklum di negara mereka tidak ada acara seperti tahlil kematian ini, bahkan salah satunya berkata, sebaiknya kami pulang, sebuah yang tidak bagus ketika salah satu anggota keluarga mu meninggal dunia justru kita isi dengan makan-makan. Akhirnya acara itu bubar.

Demikianlah kisah bagaimana sebuah amalan bid'ah memecah belah Umat Islam menjadi banyak kelompok yang berbeda, maka cara menyatukan Umat Islam adalah meninggalkan amalan-amalan menyimpang seperti bid'ah dan kembali kepada ajaran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wa sallam, Allahua'lam. 

-------
Suatu saat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkisah,

ุฎَุทَّ ู„َู†َุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฎَุทًّุง ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู‡َุฐَุง ุณَุจِูŠู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุซُู…َّ ุฎَุทَّ ุฎُุทُูˆุทًุง ุนَู†ْ ูŠَู…ِูŠู†ِู‡ِ ูˆَุนَู†ْ ุดِู…َุงู„ِู‡ِ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู‡ุฐู‡ ุณุจู„ ูˆ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุณَุจِูŠู„ٍ ู…ِู†ْู‡َุง ุดَูŠْุทَุงู†ٌ ูŠَุฏْุนُูˆ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุซُู…َّ ู‚َุฑَุฃَ {ูˆَุฃَู†َّ ู‡َุฐَุง ุตِุฑَุงุทِูŠ ู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…ًุง ูَุงุชَّุจِุนُูˆู‡ُ ูˆَู„ุงَุชَุชَّุจِุนُูˆุง ุงู„ุณُّุจُู„َ ูَุชَูَุฑَّู‚َ ุจِูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุณَุจِูŠู„ِู‡ِ}
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’ kemudian beliau membaca,

{ูˆَุฃَู†َّ ู‡َุฐَุง ุตِุฑَุงุทِูŠ ู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…ًุง ูَุงุชَّุจِุนُูˆู‡ُ ูˆَู„ุงَุชَุชَّุจِุนُูˆุง ุงู„ุณُّุจُู„َ ูَุชَูَุฑَّู‚َ ุจِูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุณَุจِูŠู„ِู‡ِ}
‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya)

Para imam tafsir menjelaskan bahwa pada ayat ini, Allah Tabaraka wa Ta’ala menggunakan bentuk jamak ketika menyebutkan jalan-jalan yang dilarang manusia mengikutinya, yaitu {ุงู„ุณُّุจُู„َ}, dalam rangka menerangkan cabang-cabang dan banyaknya jalan-jalan kesesatan. Sedangkan pada kata tentang jalan kebenaran, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggunakan bentuk tunggal dalam ayat tersebut, yaitu {ุณَุจِูŠู„ِู‡ِ}. karena memang jalan kebenaran itu hanya satu, dan tidak berbilang. (Sittu Duror, hal.52).

Sumber referensi muslim. Or. Id. Co

Read more »
24 tahun lalu awal hijrahku ketika di arab saudi (kaset kajian ustadz Yazid Jawaz)

24 tahun lalu awal hijrahku ketika di arab saudi (kaset kajian ustadz Yazid Jawaz)

Saya pribadi memiliki kisah menarik mengenai sosok Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas rahimahullah. Berbeda dengan kebanyakan murid-murid beliau, saya mengenal beliau bukan dari teman saya atau kenalan, bukan dari orang Indonesia, dan juga bukan di Indonesia. Disaat saya masih menjalani masa transisi dalam beragama, belum hijrah dan belum mengenal hakikat Sunnah, maka Allah memberi kemudahan kepada saya untuk mengenal Sunnah melalui perantara beliau rahimahullah. 

Ketika itu saya masih menjalani kontrak kerja di negara Saudi sekitar 24 tahun lalu atau di tahun 2000. Selama tahun pertama di Saudi, saya belum mengambil banyak faidah keilmuan agama karena belum memiliki sirkel pertemanan yang baik. Kemudian di tahun kedua, saya mulai dikenalkan dengan beberapa aktivis dakwah dan Masyaikh, yang kemudian saya aktif di majelis ilmu mereka secara rutin setiap pekan. Disanalah kemudian saya dikenalkan dengan perpustakaan Islam milik beberapa pusat dakwah pemerintah Saudi. Ada beberapa hal menarik yang saya temukan di perpustakaan tersebut, yaitu banyak buku-buku dakwah terjemahan dari berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia. Saya juga menemukan puluhan kaset pita ceramah berbahasa Indonesia. Dan yang sangat menariknya, saya boleh mengambil semaunya buku-buku dan kaset-kaset ceramah tersebut secara gratis. Kesempatan baik yang tidak boleh saya lewatkan begitu saja. 

Saya pun membawa pulang banyak buku-buku dan kaset ceramah tersebut. Saya pilih salah salah kaset ceramahnya dan kemudian saya putar dan dengarkan. Saya lupa apa judul kaset yang pertama kali saya putar, tapi isi ceramahnya langsung membuat saya tertarik dan menerima dakwahnya. Seorang penceramah yang memiliki gaya bicara yang khas, tegas dan serius. Isi ceramahnya sedikit-sedikit membawakan dalil Qalallah wa Qala Rasulullah (perkataan Allah dan perkataan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam), setiap pembahasan selalu ada referensi ilmiah. Ketika menyebutkan nama Rasulullah, penceramah itu selalu bershalawat atasnya. Prioritas dakwahnya adalah Tauhid, mengesakan Allah dan menolak segala kesyirikan. Dan saya punya buku khusus yang saya gunakan untuk menyalin isi dari ceramah-ceramah beliau. Saya banyak terinspirasi dari ceramah-ceramahnya. Bahkan saya tergerak untuk mengenalkan ceramahnya ke teman-teman. Alhamdulillah sebagian ada yang tertarik isi ceramahnya sehingga kami bersama-sama mengkoleksi kaset-kasetnya. 

Saya mencoba mencari tahu siapa profil penceramah di kaset tersebut? Yang kaset-kasetnya banyak memenuhi di setiap sudut perpustakaan Islam di Saudi. Beliau adalah seorang da'i muda kala itu asal Indonesia, pernah menjadi penuntut ilmu di Saudi dan belajar dengan ulama-ulama besar. Nama beliau adalah ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawwas. Beliau adalah sosok pertama dari dai Indonesia yang menjadi jalan bagi saya mengenal Sunnah dan Manhaj diatas pemahaman para Salaf. Saya mengenalnya dari kaset ceramah yang terdapat di perpustakaan, bukan dari teman dan kenalan. Mengenalnya di Saudi, bukan di Indonesia. Dimana nama beliau sudah banyak dikenal di negeri lain dibandingkan di negerinya sendiri.

Kaset-kaset beliau memiliki pengaruh besar dalam kehidupan saya, dan juga posisi di rak kamar saya yang mampu menggeser posisi koleksi kaset pribadi. Bahkan mampu menutup usia beberapa koleksi kaset yang sudah lama bertahan di rak tersebut seperti Yngwie Malmsteen, Metallica Tribute, Paul Gilbert, Ritchie Blackmore, dll. Setidaknya ini bisa memotivasi ikhwah yang memiliki pengalaman yang sama dalam perjalanan 'hijrah'nya.

Saya ingin bertemu langsung dengan sosok yang ada di kaset tersebut, ingin duduk di majelisnya, ingin menjadikan beliau sebagai guru sekaligus orangtua. Harapan saya itu bisa terealisasi jika saya sudah menyelesaikan kontrak kerja dan kembali ke tanah air. Hingga setelah 4 tahun saya menunggu, saya kembali ke tanah air dan saya akhirnya bisa menghadiri majelis ilmu beliau di Bogor diantar oleh adik kandung saya, tepatnya di tahun 2005. 

Perjumpaan pertama yang sangat berkesan dengan beliau, saya bisa melihat sosok yang saya kagumi selama ini. Perjalanan saya dengan beliau sangat panjang sekali. Selalu untuk hadir di setiap jadwal kajian maupun daurah beliau. Ketika ada kasus besar yang menimpa saya, beliau termasuk orang yang banyak membantu kasus saya secara internal. Saya ingat ketika menjadi relawan bersama para ikhwah menjaga masjid beliau dari ancaman dan serangan oleh beberapa kumpulan oknum selama beberapa hari. 

Dan yang sangat berjasa untuk saya adalah, kedua orangtua saya selalu rutin hadir di majelis beliau dan mengambil ilmu dari beliau. Hingga bapak saya rahimahullah menutup usianya sekitar 10 tahun lalu, adapun ibu saya hafizhahallah masih rutin mendengarkan dan mengambil ilmu dari beliau sampai sekarang. 

Kemaren, tanggal 11 Juli 2024 saya kaget ketika istri memberitahukan bahwa beliau sudah menutup usia. Sempat beberapa lama saya tidak mampu berbicara. Walaupun jasad beliau sudah tiada, tapi nama beliau akan selalu hidup dalam kehidupan saya. Sosok beliau tidak hanya sebagai guru, tapi juga sebagai orangtua bagi saya, ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawwas rahimahullah. 

Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal ibadahnya.


Ket foto : Sebagian besar kaset adalah ceramah Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas rahimahullah. Selain ini saya juga punya lebih banyak koleksi ceramah beliau dalam format MP3
Read more »
Duka Masyaikh Palestina atas meninggalnya ustadz Yazid Jawaz Rahimahullah

Duka Masyaikh Palestina atas meninggalnya ustadz Yazid Jawaz Rahimahullah


๐ƒ๐ฎ๐ค๐š ๐Œ๐š๐ฌ๐ฒ๐š๐ข๐ค๐ก ๐๐š๐ฅ๐ž๐ฌ๐ญ๐ข๐ง๐š ๐š๐ญ๐š๐ฌ ๐Œ๐ž๐ง๐ข๐ง๐ ๐ ๐š๐ฅ๐ง๐ฒ๐š ๐”๐ฌ๐ญ๐š๐๐ณ ๐˜๐š๐ณ๐ข๐ ๐‰๐š๐ฐ๐š๐ฌ ๐‘๐š๐ก๐ข๐ฆ๐š๐ก๐ฎ๐ฅ๐ฅ๐š๐ก
---
Ustadz Yazid Jawas rahimahullah merupakan sosok yang memiliki perhatian yang besar atas kondisi saudara-saudara kita di Palestina. Bukan hanya sekadar dukungan lisan dan doa, tetapi juga tindakan. Terdapat sebuah amalan yang beliau rahasiakan semasa hidup, dan mudah-mudahan tidak termasuk khianat saat menceritakannya setelah beliau meninggal dunia, yaitu beliau menginfaqkan dari harta pribadi beliau sebesar ๐‘๐ฉ ๐Ÿ๐Ÿ“ ๐ฃ๐ฎ๐ญ๐š ๐ก๐ข๐ง๐ ๐ ๐š ๐‘๐ฉ ๐Ÿ๐Ÿ“ ๐ฃ๐ฎ๐ญ๐š ๐“๐ˆ๐€๐ ๐๐”๐‹๐€๐ (+/- $ ๐Ÿ,๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ - $ ๐Ÿ,๐Ÿ“๐ŸŽ๐ŸŽ) dengan mengamanahkannya melalui Ustadz Muadz Mukhadasin. Bersama Tim Rodja, Ustadz Muadz kemudian menyalurkannya ke saudara-saudara kita di Palestina melalui lembaga resmi (legal atas pengesahan pemerintah otoritas Palestina) yang dibentuk para Masyaikh di Palestina, yaitu Al-Markazul Ilmi Al Khairiyyah yang berkantor pusat di Ramallah, atau Daar Kitab was Sunnah yang berkantor di Gaza.

Kabar meninggalnya Ustadz Yazid Jawas rahimahullah cukup mengagetkan bagi masyaikh Palestina. Sebelumnya, Ustadz Muadz pernah merencanakan agenda pertemuan masyaikh ke kediaman Ustadz Yazid Jawas, tetapi Allah ta'ala mentaqdirkan yang lain, walhamdulillah 'ala kulli haal.

๐€. ๐๐ž๐ฌ๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฌ๐ฒ๐š๐ข๐ค๐ก ๐๐š๐ฅ๐ž๐ฌ๐ญ๐ข๐ง๐š (๐Œ๐ž๐ฅ๐š๐ฅ๐ฎ๐ข ๐’๐ฒ๐š๐ข๐ค๐ก ๐Œ ๐Š๐ก๐š๐ฅ๐ข๐ฅ ๐‰๐ฎ๐ฆ๐ก๐ฎ๐ซ)

๐˜ˆ๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ,

๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜œ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข, ๐˜‹๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ตo๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ต ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜š๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ง๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜—๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜‘๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ธ๐˜ข๐˜ง๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜š๐˜บ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฉ ๐˜ ๐˜ข๐˜ป๐˜ช๐˜ฅ ๐˜‘๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ด. ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ (๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข).

๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด.

๐˜ ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ.

๐˜š๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข-๐˜•๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช.

๐. ๐๐š๐ฅ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐ค๐š๐ฆ๐ข:

๐˜ž๐˜ข'๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ.

๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜’๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ค๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Ž๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข, ๐˜œ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ป ๐˜ ๐˜ข๐˜ป๐˜ช๐˜ฅ ๐˜‘๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ด.

๐˜š๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ป๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜—๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข $ 1,000 ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข $ 1,500 ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜—๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜œ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ป ๐˜”๐˜ถ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ป. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.

๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ถ. ๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ค๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ.

----

Kami bukan orang terdekat Ustadz Yazid Jawas rahimahullah. Kami yakin, bahwa sangat banyak amal kebaikan beliau yang hanya diketahui orang-orang terdekat beliau, dari pihak keluarga, asatidzah, maupun murid-murid mulazamah beliau.

Dengan tidak bermaksud ghuluw kepada Ustadz Yazid Jawas rahimahullah, kami tuliskan cerita ini sekadar bermaksud agar dapat menjadi ibrah & motivasi bagi kita semua agar terus bersemangat dalam ilmu dan amal (sebagaimana yang sering beliau ulang-ulang dalam berbagai momen pengajian beliau), termasuk agar setiap insan memiliki amal-amal rahasia yang dapat membantunya dalam menjaga keikhlasan, semata-mata mengharap wajah Allah ta'ala.

Wallahu ta'ala a'lam.

Yogyakarta, 13 Juli 2024
Read more »
YANG ANDA UCAPKAN BISA KEMBALI PADAMU!

YANG ANDA UCAPKAN BISA KEMBALI PADAMU!


Ibnul Jauzy rahimahullah berkata : 

ูˆู…ู…ุง ูŠู†ุจุบูŠ ู„ู„ุนุงู‚ู„ ุฃู† ูŠุชุฑุตุฏู‡ ูˆู‚ูˆุน ุงู„ุฌุฒุงุก، ูุฅู† ุงุจู† ุณูŠุฑูŠู† ู‚ุงู„: ุนูŠุฑุช ุฑุฌู„ًุง ูู‚ู„ุช: ูŠุง ู…ูู„ุณ! ูุฃูู„ุณุช ุจุนุฏ ุฃุฑุจุนูŠู† ุณู†ุฉً
“Termasuk yang harus diwaspadai oleh orang bijak adalah terkena hukuman (sesuai jenis perbuatan yang diucapkanya). Ibnu Sirin pernah berkata : 'Saya pernah merendahkan seseorang dengan berkata ‘Hai Bangkrut,’ maka saya pun mengalami kebangkrutan setelah empat puluh tahun dari sejak peristiwa tersebut." (Shaid al-Khathir 1/39)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

ู‚َุฏْ ู„َุง ูŠُุคَุซِّุฑُ ุงู„ุฐَّู†ْุจُ ูِูŠ ุงู„ْุญَุงู„ِ
"Demikianlah, terkadang efek dosa tidak menimpa secara langsung.” (Al-Da’ wa ad-Dawa’ 1/53)
Read more »
Kewajiba kia sebagai murid Ustadz Yazid abdul qadir Jawaz rahimahullah

Kewajiba kia sebagai murid Ustadz Yazid abdul qadir Jawaz rahimahullah


๐Ÿ”˜ Kewajiban kita sebagai murid Ustadzuna al-Faadhil Yazid bin Abdul Qadir Jawas -rahimahullah- adalah:

1. Bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala, karena telah memberikan kepada kita kesempatan untuk menimba ilmu syar'i dari seorang 'alim dari Ahlussunnah wal Jama'ah semisal Ustadz Yazid rahimahullah. 

2. Senantiasa mendoakan beliau, semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau, menerima seluruh amal ibadah beliau, memasukkan beliau ke surga-Nya, dan mengangkat derajat beliau. 

3. Mengamalkan ilmu-ilmu yang telah kita dapatkan dari beliau, agar beliau juga mendapatkan ganjarannya. 

4. Mendakwahkan atau menyebarkan ilmu-ilmu tersebut kepada kaum muslimin, semampu kita, utamakan keluarga kita yang terdekat. 

5. Perkenalkan kepada kaum muslimin tentang buku-buku karya beliau yang sangat bermanfaat, anjurkan mereka untuk membeli dan membacanya, InsyaAllah harta yang kita keluarkan untuk itu akan bermanfaat buat kita di akhirat kelak. 

6. Sebarkan video ceramah-ceramah beliau, yang InsyaAllah sangat bermanfaat, karena yang beliau sampaikan adalah dalil, Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman para salafushshalih. 

7. Jangan guluw atau melampaui batas terhadap beliau, ini yang selalu beliau ingatkan kepada kita, dan itulah yang diingatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

8. Yang terbaik adalah menyebarkan faedah-faedah ilmu beliau, bukan foto-foto beliau, karena dapat membawa kepada sikap guluw. 

9. Menghormati dan mencintai anak keturunan beliau rahimahullah, seperti kita menghormati dan mencintai beliau rahimahullah. 

10. Melanjutkan perjuangan dakwah beliau dalam mengajak umat untuk beribadah hanya kepada Allah dan ittiba' kepada Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-, serta mengikuti pemahaman slafushshaalih. 

11. Usahkan membaca seluruh buku-buku karya beliau yang penuh dengan faedah ilmu yang sangat bermanfaat. 

Demikian, semoga Allah mengampuni dan merahmati Syaikhunal kariim al-Ustadz al-Faadhil Yazid bin Abdul Qadir Jawas -rahimahullah-

-Jumat sore, 6 Muharram 1446 H/12 Juli 2024 M. Di Ponpes Minhajussunnah Bogor. 
Abdul Aziz bin Ahmad Abu Adam
Read more »
lebih dari 50 buku telah di tulis ustadz Yazid Jawaz rahimahullah

lebih dari 50 buku telah di tulis ustadz Yazid Jawaz rahimahullah

Malam ini adalah malam pertama guru kita berada di alam kubur. Malam pertama yang tidak ditemani keluarga. Malam pertama berada di alam yang berbeda. 

Semoga Allah menerangi kubur beliau dan menjadikannya sebagai taman diantara taman-taman surga.

Memang kematian adalah sebaik-baik nasehat.
Sungguh itu betul. Bila sering-sering kita ingat, akan melunakkan hati yang bebal sekeras besi sekalipun. 
Sebuah nasehat yang sering diulang oleh manusia paling jujur; Rasul Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam-

ุฃูƒุซุฑูˆุง ู…ู† ุฐูƒุฑ ู‡ุงุฏู… ุงู„ู„ุฐุงุช 
“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan dunia.”

Yaitu kematian….

Ustadz Yazid telah berpisah secara ruh dan fisiknya dengan kita, yang masih berada di dunia penuh kefanaan ini. 

Namun…. 

beliau tetaplah hidup sepanjang waktu. 

Beliau senantiasa hidup dengan ilmu yang beliau ajarkan, dengan dakwah tauhid yang telah beliau perjuangkan, dengan ribuan atau bahkan jutaan orang yang mengenal hidayah melalui perantara dan perantara murid-murid beliau, dengan karya-karya beliau yang sangat bermanfaat. 

Coba anda perhatikan tumpukan buku pada foto ini, itu semua adalah buah karya Ustadz Yazid -rahimahullah-. Saya mencoba menghitung buku yang bertumpuk di gambar ini ada 54 buku. Jika diasumsikan saja setiap buku ada 100 halaman; dan saya yakin lebih, maka total seluruh halaman dari buku-buku ini adalah 5400 halaman. 

Ustadz Yazid meninggal di usia 61 tahun, coba kita bagi 5400 : 61, akan ketemu angka 88,…
Artinya untuk bisa menghasilkan karya buku sebanyak itu, Ustadz Yazid menulis 88 halaman setiap harinya. Dan itu harus beliau mulai sejak beliau lahir. Tentu ini tidak mungkin terjadi!

Kita coba asumsikan saja beliau mulai menulis di usia baligh yang mulai matang, yaitu usia 20 tahun. Maka beliau memiliki usia produktif berkarya selama 41 tahun. 5400 : 41 = 131,.. Artinya beliau setidaknya menulis sebanyak 131 halaman setiap harinya. 

Subhanallah, Ini dahsyat! 
Sungguh sebuah keajaiban karomah yang luar biasa. Sebuah inspirasi berkarya yang amat dahsyat. Sebuah tanda akan keberkahan pada umur beliau. Kalau bukan karena kegigihan dan ketulusan setelah pertolongan Allah, ini mustahil bisa dicapai oleh manusia!
Belum lagi ditambah kesibukan beliau berdakwah kepada masyarakat, mengurus keluarga dan lain sebagainya.

Ya Allah rahmatilah Ustadz Yazid…
Ya Allah masukkanlah beliau ke dalam golongan para ulama dan mujahid yang berjuang dengan ilmunya menegakkan tauhid di muka bumi ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Ahmad Anshori 
Jogja, 6 Muharam 1445
Read more »
Beranda