-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
Demang Lehman syahid dikarenakan penghianat yang inginkan gulden penjajah belanda

Demang Lehman syahid dikarenakan penghianat yang inginkan gulden penjajah belanda


Demang Lehman Seorang panglima perang sekaligus pejuang Islam yg berhasil merebut benteng Belanda di Tabanio thn 1859 , 

Na'asnya beliau syahid krn dijebak temannya sendiri yg tergiur imbalan gulden Belanda .. ia terperangkap sehabis salat subuh dalam keadaan tidak bersenjata.

Demang Lehman kemudian diangkut ke Martapura untuk dihukum gantung oleh Belanda, Demang Lehman memilih hukum gantung tanpa mata tertutup. Sanak keluarganya tak ada yang menjenguk saat selesai hukum gantung. Kepalanya dipenggal dan dipajang di Museum Leiden Belanda.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Demang_Lehman

jadi jelas y .. 
pengkhianat itu Lebih berbahaya dari pada penjajah ..
krn penjajah takan bisa leluasa menjajah tanpa adanya kaki tangan..
Baca selengkapnya »
SUAMIKU TIDAK ROMANTIS | Nasehat Untuk Muslimah

SUAMIKU TIDAK ROMANTIS | Nasehat Untuk Muslimah


Jangan selalu berpikiran suami romantis itu seperti di bawah ini ya Bun:

1.dia selalu membawakan Bunga dan berkata i love you 
2.dia selalu membelikan barang mewah yg lagi trend 
3.dia selalu menuruti kemauan istri,bahkan sebelum istri meminta
4.dia selalu mencium pipi dan kening setiap saat
5.dia selalu perhatian dan mesra di depan orang2.
6.dia selalu mau berfoto romantis dengan bunda layak nya prewedding untuk foto profil Facebook
7.dia selalu memberikan materi yang tak perlu di minta langsung jreng...
8.dia selalu mengajak makan malam romantis dengan di iringi musik layak nya sinetron 
9.dia selalu mencium tangan saat sedang menggombal layak nya film Dylan 
10.dia selalu memberikan surprise ultah istri pas jam 00.00 dan memberikan kado plus kue dan boneka.

Setiap lelaki punya tingkat romantis yang berbeda.
Setiap lelaki memiliki prinsip yang berbeda.
Jika suami anda tidak romantis seperti poin di atas.
Maka itu salah.
Poin di atas hanyalah cerita sebuah sinetron,atau drakor yang bunda-bunda lihat.
Sebenarnya suami bunda romantis namun bunda yang tidak menyadari nya

Kenapa bisa begitu..?
Bersyukurlah di saat nifas dia mau mencucikan pakaian bayi dan pakaian istri karena masih banyak suami di luar sana yang cuek dan ogah mau repot nyuciin.

Bersyukurlah di saat suami sering membawakan makanan saat dia pulang kerja, karena masih ada lho suami yang ogah bawa plastik kecil buat di bawa pulang.

Bersyukurlah jika suami masih mau mijitin kepala istri nya saat si istri sakit,karena ada juga loh suami yang ogah mijitin istri karena males 
Bersyukurlah di saat anda memiliki bayi dia mau bantu beres-beres, nyuci baju, gantiin popok, mandiin anak, cebokin anak, siapin anak karena masih banyak loh suami yang selalu ngandelin istri dan bilang nya bahwa itu tugas istri.

Bersyukurlah di saat istri marah dia hanya diam dan malah bercanda karena si luaran sana ada suami galak yang nekad kdrt sama istri.

Bersyukurlah jika suami mu selalu ada untukmu, bisa membuat mu nyaman, bisa membuatmu bahagia...

__________

#copas
Baca selengkapnya »
Muhammadiyah sangat kecewa dengan kebijakan Pemerintah terkait penetapan industri miras dalam kategori usaha terbuka

Muhammadiyah sangat kecewa dengan kebijakan Pemerintah terkait penetapan industri miras dalam kategori usaha terbuka


Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas menyatakan, Muhammadiyah sangat kecewa dengan kebijakan Pemerintah terkait penetapan industri minuman keras (miras) dalam kategori usaha terbuka.

Kebijakan tersebut terangkum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 dan mulai berlaku per tanggal 2 Februari 2021. Dengan kebijakan itu, industri miras dapat menjadi ladang investasi asing, domestik, hingga diperjualbelikan secara eceran.

Hal itu kata Anwar Abbas, miras di Indonesia bisa dengan cepat dan leluasa beredar di masyarakat tanpa ada sesuatu yang dihalangi. Pemerintah dianggap hanya mementingkan investasi, tidak lagi melihat aspek menciptakan kebaikan dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

“Saya melihat dengan adanya kebijakan ini, tampak sekali bahwa manusia dan bangsa ini telah dilihat dan diposisikan oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai objek yang bisa dieksploitasi demi keuntungan yang sebesar-besarnya bagi kepentingan pemerintah dan dunia usaha,” keluhnya, Kamis (25/2).

Menurut Anwar, pedoman Pancasila dan UUD 1945 sebagai panduan bernegara kini hanya menjadi hiasan saja, tapi dalam kebijakan pedoman sebagai karakter dan jatidiri kebangsaan itu ditinggalkan.

“Dengan kehadiran kebijakan ini, saya melihat bangsa ini sekarang seperti bangsa yang telah kehilangan arah karena tidak lagi jelas oleh kita apa yang menjadi pegangan bagi pemerintah dalam mengelola negara ini,” imbuhnya.

Anwar tidak bisa membahayakan jika miras diperjualbelikan secara bebas, maka akan semakin banyak generasi muda yang teracuni barang haram ini. Miras adalah sesuatu yang berbahaya, merusak mental, dan moral masyarakat. Dan ia yakin, kejahatan akan semakin banyak karena terpengaruh minuman keras.

Sebelum diputuskan sebagai daftar positif investasi (DPI), industri miras masuk dalam kategori bidang usaha tertutup.

Dalam Lampiran III Perpres 10/2021, pemerintah sejatinya mengatur beberapa poin penting terkait miras.

Pertama, definisi industri minuman keras adalah alkohol yang berbahan anggur. Tempat investasi miras hanya dapat dilakukan di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Ternggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya serta kearifan lokal setempat.

Penanaman modal di empat provinsi tersebut ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

Selanjutnya, perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol hanya dapat diperjualbelikan secara eceran (kaki lima) dengan jaringan distribusi dan tempat yang disediakan secara khusus.

Poin utama terakhir terkait industri miras masuk dalam bidang usaha yang dapat diusahakan oleh investor asing, investor domestik, hingga koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Namun untuk investasi asing, hanya dapat melakukan kegiatan usahanya dalam skala usaha besar dengan nilai investasi lebih dari Rp 10 miliar di luar tanah dan bangunan.

Selain itu, investor asing wajib berbentuk perseroan terbatas (PT) berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. (Albar)

Baca selengkapnya »
Sekilas Perjalanan menuntut ilmu dan Dakwah Buya Zamzami Nas hafizahullah

Sekilas Perjalanan menuntut ilmu dan Dakwah Buya Zamzami Nas hafizahullah

Buya Zamzami Nas, Lc, S.Pd.I, MA Hafidzahullahu Ta'ala

Pagi hari, Kamis 13 Rajab 1442 H, kami bersama Team Markiz Darul Quran was Sunnah Lipatkain berkunjung ke Ponpes Ad-Dar As-Salafiyyah Al-Islamiyah, Bangkinang yang diasuh oleh Buya Zamzami Nas.

Berniat untuk meminta nasihat ilmu dan pengalaman dakwah yang telah beliau jalani hampir 40 tahun. 

Perjuangan beliau mengenal dakwah salaf sungguh menakjubkan, pendidikan formal S1 beliau 3 x, dan terakhir menyelesaikan S2 Politik Islam di Jakarta. 

Sebelum berangkat kuliah ke Kuwait, beliau menjadi mustami di LIPIA selama tiga tahun, ketika itu masih di Salemba. Dan dalam masa-masa itu beliau juga duduk di majelis Buya Muhammad Natsir, Buya Hamka dan tokoh-tokoh Nasional lainnya. 

Beliau terus mencari kebenaran dan tak berhenti, setelah sampai di Kuwait beliau banyak belajar dari para Ulama yang sering datang ke Kuwait tahun 70-80 an, di antaranya Syaikh Abu Bakar Al-Jazairy, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh Sulaiman Al-Asyqor dan para ulama salafiyyin lainnya. 

Ketika pulang ke Indonesia, berkumpullah beliau dengan duat salafiyyin lainnya, di antaranya Ust. Abdul Hakim Abdat, Ust. Yazid Abdul Qodir Jawaz, Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Ust. Abu Nida, Ust. Faiz Asifuddin, dan beberapa asatidz lainnya. 

Beliau menjadi ketua perkumpulan dai pertama kali di Al-Irsyad Tengaran.

Perjalanan dakwah beliau di Kampar Riau, tidak mulus begitu saja. Beliau bercerita pernah mau dibunuh 11 kali, namun semua itu gagal dengan pertolongan Allah Ta’ala, semua orang - orang yang mencoba menghalangi dakwah beliau, Allah hinakan oleh Allah, karena dakwah yang dibawa beliau adalah haq. Betapa banyak kasus yang telah terjadi, sebagaimana telah diceritakan oleh beliau. 

Pondok beliau yang pertama Ibnu Taimiyah sudah tidak ada lagi karena di dzolimi oleh orang-orang yang dengki kepada beliau. Namun beliau tidak menyerah, akhirnya membuat pondok Ad-Dar As-Salafiyyah Al-Islamiyah, sudah 25 tahun berjalan. 
Di antara murid-murid beliau adalah anak-anaknya sendiri yang berjumlah 9 dan yang lainnya, setelah lulus pondok anak Buya Zamzami 4 orang melanjutkan ke Universitas Islam Madinah, beberapa lainnya ke LIPIA dan STDI Imam Syafi'i Jember. 

Sekolah beliau sudah mengeluarkan ijazah resmi sendiri, karena pondok beliau mendapatkan SKB 2 Mentri. 

Dan beberapa tahun ini sudah mendapatkan Muadalah Universitas Islam Madinah. Walhamdulillah 

Perjuangan beliau ketika dakwah dengan Ust. Abdul Hakim dan Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawaz di Riau yang rutin datang, mereka berjalan kaki 8 kilo dengan jalan yang buruk dan mereka dengan sabar betahun-tahun untuk terus bersabar di atas derita mendakwakan dakwah sunnah hingga terlihat hasilnya sekarang. 

Begitulah perjuangan sesepuh kita, maka bagi yang muda, hargai mereka dan doakan mereka. 

Persahabatan buya Zamzami dan Buya Jufri hingga menjelang wafat sangat akrab. Empat hari sebelum Buya Jufri wafat, beliau berkunjung ke pondok Buya Zamzami bersama keluarganya. 

Nikmat ketika melihat guru-guru kita bersatu di atas sunnah, saling berkunjung dan saling menghormati. 

Masih banyak faidah dan pelajaran yang beliau ceritakan kepada kami tentang kesabaran, tawakal dan keteguhan.

Semoga Allah menjaga buya dan selalu Istiqomah dalam mendakwakan sunnah di Kampar, Riau. 

~Abu Yusuf ~
Baca selengkapnya »
MEMBANGUN, MENGHIASI DAN BERIBADAH DIATAS KUBURAN ADALAH KEBIASAAN YAHUDI DAN NASHRANI

MEMBANGUN, MENGHIASI DAN BERIBADAH DIATAS KUBURAN ADALAH KEBIASAAN YAHUDI DAN NASHRANI

▪️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
“Allah melaknat Yahudi dan Nasrani dikarenakan mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Al-Bukhari no. 435 dan Muslim no. 529)

▪️Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Abi Martsad al-Ghanawi radhiallahu ‘anhu,

لاَ تَجْلِسُوْا عَلىَ الْقُبُوْرِ وَلاَ تُصَلُّوا إِلَيْهَا
“Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya.” (HR. Muslim)
•••[1]

▪️Sahabat Jundub bin 'Abdullah Al Bajali radhiyallahu 'anhu meriwatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, 

"أَلَا وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ، أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ ".
"Sesungguhnya umat sebelum kalian (Yahudi dan Nashrani) memiliki kebiasaan menjadikan kuburan para nabi dan orang saleh mereka sebagai masjid. Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, aku melarang kalian dari perbuatan tersebut." (HR. Muslim)

✍ Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,

"Karena perbuatan mereka tersebut, perbuatan yang kita dilarang mencontohnya itu telah menjerumuskan mereka ke dalam musibah dan menjatuhkan mereka ke dalam syirik kepada Allah. Maka tidak boleh kita meniru mereka, jika kita melakukan perbuatan mereka itu, akan menimpa kita musibah yang telah menimpa mereka. 

Yahudi dan Nashrani begitu mudah menjadikan kuburan nabi atau orang saleh sebagai masjid, kemudian setelah itu, kuburan disembah sebagaimana terjadi pada kaum Nabi Nuh 'alaihissalam.

Siapa yang melakukan sebab suatu yang haram maka dia akan jatuh kepada keharaman. Maka wajib untuk kita menjauhi segala sebab keharaman agar tidak jatuh kepada keharaman."
📚(Syarh Iqtidha Ash Shirathal Mustaqim hal 158)
•••[2]

▪️Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda, 

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa menyerupai suatu kaum, ia termasuk dari mereka.” 
(HR. Ahmad dan Abu Dawud dari sahabat Abdullah bin ‘Umar radhiallahuanhu)

▪️Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟
“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti cara/jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai bila mereka masuk ke liang dhabb (binatang sejenis biawak yang hidup di padang pasir), niscaya kalian akan mengikuti mereka.” Kami berkata, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” 
(HR. al-Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Sa’id al- Khudri radhiallahu ‘anhu, lihat al-Lu’lu wal Marjan, hadits no. 1708)
•••[3]

Wallahu a'lam

Ket: 
[1]https://asysyariah.com
[2]http://telegram.me/ForumSalafy
[3]https://asysyariah.com
Baca selengkapnya »
Anies: Alhamdulillah, Atas Izin Allah Banjir 99,9% Surut pada Hari Minggu, Senin Ini 100% Surut

Anies: Alhamdulillah, Atas Izin Allah Banjir 99,9% Surut pada Hari Minggu, Senin Ini 100% Surut

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir di Jakarta saat ini telah 100 persen surut. Anies berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras menangani banjir.

“Alhamdulillah atas izin Allah pada hari Minggu 1 hari kemudian 99,9 persen surut. Ini terjadi lewat kerja keras seluruh jajaran untuk melakukan pemompaan di tempat-tempat yang terdampak. Kemudian, hari Senin dini hari, jam 03.00 WIB pagi tadi, dipastikan bahwa 100 persen sudah surut,” kata Anies saat apel di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

“Jadi alhamdulillah hari Senin pagi, seluruh kegiatan perekonomian, kegiatan pemerintahan, bisa berlangsung tanpa ada gangguan sedikit pun akibat curah hujan ekstrem pada hari Sabtu yang lalu,” kata Anies.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih pada seluruh jajaran yang bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa semua dampak dari curah hujan ekstrem tersebut bisa dikendalikan,” imbuhnya.
 
Anies menyebut tidak ada pengungsi yang menghuni di posko pengungsian banjir saat ini. Kendati demikian, pihaknya masih menyiapkan tenda pengungsian itu untuk tempat berteduh warga yang masih membersihkan rumahnya.

Sumber : Detikcom
Baca selengkapnya »
Pelatihan Pengelolaan Koperasi Syariah dengan Tema Bangkitnya Ekonomi Umat

Pelatihan Pengelolaan Koperasi Syariah dengan Tema Bangkitnya Ekonomi Umat

KADIN Kota Bandung bekerjasama dengan Komisi Perberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Pusat menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Koperasi Syariah dengan Tema Bangkitnya Ekonomi Umat Melalui Koperasi Syariah Berbasis Masjid, pada Hari Selasa, 23 Februari 2021, bertempat di Aula Graha KADIN Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas No. 31 Kota Bandung. 

Acara yang diikuti oleh Para Pengurus DKM, Pengurus MUI Tingkat Kecamatan , MUI Tingkat Kabupaten/Kota, Para Pensiunan, Dosen/Guru, Paraktisi, Akademisi, Mahasiswa, Karang Taruna, PKK, dan LPM Tingkat Kecamatan dan Kelurahan ini menghadirkan para Narasumber Ketua Kadin Kota Bandung, Ir. Iwa Gartiwa, MM, Ketua Kopsyah Masjid Cipaganti Bandung, Drs. H. Nuryana Saefudin, MSi. dan Ketua Bidang Ekonomi MUI Bandung, Dr. Ir. Arsyad Ahmad, M.Pd.  

Koperasi Syariah adalah bentuk koperasi yang memiliki prinsif, tujuan dan kegiatan usahanya berdasarkan syariah Islam, yaitu Al-Quran dan Assunah. Koperasi syariah merupakan badan usaha koperasi yang menjalankan aktivitas usahanya berdasarkan pada prinsif-prinsif syariah. semua unit usaha, produksi dan operasional koperasi ini dilakukan sesuia dengan fatwa Dewan Syariah Nasional “DSN” Majelis Ulama Indonesia.

Pelatihan Pengelolaan Koperasi Syariah yang diadakan oleh Kadin Kota Bandung bekerjasama dengan Komisi Perberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Pusat ini bertujuan untuk pemberdayaan dan membangkitkan ekonomi umat melalui koperasi syariah dengan melatih para peserta agar dapat memahami konsep-konsep bisnis syariah, usaha dan bentuk harta, yang sesuai dengan nilai-nilai, norma dan prinsif koperasi, disamping itu agar peserta melihat cara bagaimana pendirian koperasi syariah, atau unit mulai dari pendirian, pengesahan, akta pendirian atau perubahan, serta pola manajemen dan pengawasan syariah.

Baca selengkapnya »
Beranda

BERLANGGANAN ARTIKEL KAMI