IBX5A47BA52847EF DakwahPost
Inilah Alasan kenapa Jazirah Arab dipilih permulaan Dakwah Nabi Muhammad

Inilah Alasan kenapa Jazirah Arab dipilih permulaan Dakwah Nabi Muhammad

Inilah diantara sebab-sebab mutlak dipilihnya jazirah Arab diutusnya Muhammad shallallahu alahi wa salam

1. Bahwasanya jazirah arab negeri bersuhu panas yang tidak dikuasai kerajaan manapun seperti persia, romawi dan lainnya.

2. Bahwasanya jazirah arab tidak didominasi oleh 1 agama akan tetapi beraneka keyakinan, ada yang menyembah patung (berhala), menyembah malaikat, menyembah bintang dan hanya sedikit diatas aqidah yang lurus nabi ibrahim alahissalam.

Jazirah Arab dipilih permulaan Dakwah Nabi Muhammad

3. Bahwasanya jazirah arab dipimpin dengan aturan penguasa oleh masing-masing kobilah (suku), setiap suku atau golongan memiliki aturan tersendiri.

4. Bahwasanya penduduk jazirah arab terkhususnya penduduk makkah, mereka jauh dari kota yang terpengaruh oleh peradaban, ideologi dan adat istiadat.

5. Bahwasanya jazirah arab wilayahnya berada di tengah dunia sehingga memudahkan tersebarnya risalah islam ke berbagai batas wilayah dan negara di dunia.

6. Bahasa arab memiliki ciri khas yang telah tersebar diseluruh negeri arab, dan mereka hanya menggunakan satu bahasa saja yaitu bahasa arab.

7. Bahwasanya mekkah mukarramah sejak dulu sudah ramai didatangi para penziarah untuk ibadah haji, berbisnis, pasar musiman dan juga sering diadakan pertemuan berkaitan tentang tatakarama dan syair arab.

Diterjemahkan oleh Atri Yuanda El-pariamany
Sumber : kitab assirajul munir oleh syeikh na’shir bin said assaif. Hal. 14
Read more »
Kenapa sangat penting mempelajari perjalanan hidup Nabi Muhammad

Kenapa sangat penting mempelajari perjalanan hidup Nabi Muhammad

1. Dikarenakan perjalanan hidup Rasulullah merupakan paling agung dalam sejarah kehidupan manusia untuk dipelajari karena muhammad shallallahu alahi wa salam adalah penghulunya keturunan nabi adam, Rasulullah shallallahu alahi wa salam bersabda

أنا سيد ولد آدم يوم القيامة 
Saya adalah penghulu para keturunan nabi adam pada hari kiamat kelak. (HR. Muslim)

2. Berkata abdul hamid bin ba’dis rahimahullah: memahami alquran berkaitan dengan memahami kehidupan rasulullah dan sunnahnya, dan dengan memahami kehidupan Rasulullah akan berkaitan erat dengan memahami isi alquran dan ajaran islam sebenarnya.

3. Dengan memahami perjalanan hidup Rasulullah maka anda akan tahu bagaimana agama islam yang mulia ini bisa sampai kepada anda.

4. Dengan mempelajari perjalanan hidup Rasulullah, kita akan mengetahui praktek nyata yang dilakukan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya yang berkaitan dengan hukum-hukum islam.

5. Untuk mengikuti ajaran Rasulullah maka diharuskan memperhatikan keseluruhan, segala aspek, tanda-tanda kenabian dan kekhususan yang dimiliki Rasulullah shallallahu alahi wa salam.

perjalanan hidup Nabi Muhammad

6. Terus bertambah ingin mengenal perjalanan hidup Rasulullah merupakan diantara sebab penting meneladani dan mencintai Rasulullah untuk dicontoh dalam segala aspek kehidupan.

7. Meneladani Rasulullah shallallahu alahi wa salam yang memiliki perjalanan hidup yang terang. Ini bukti konkrit keharusan mengikutinya dan bentuk kecintaan Hamba kepada Allah, sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman :
قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله و يغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم 
Katakanalah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (muhammad) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. (QS. Al-Imran: 31)

8. Mengetahui perjalanan hidup Rasulullah akan sangat membantu memahami kalamullah (alquran) azza wa jalla dan sunnah Rasulullah shallallahu alahi wa salam.

9. Mengetahui perjalanan hidup Rasulullah akan sangat membantu untuk memahami banyak cabang ilmu seperti aqidah, tafsir, fiqh, akhlak dan sebagainya.

10. Dapat mengetahui sebab turunnya ayat dan mengetahui banyak kecocokan dari perkataan-perkataan rasulullah, perkataan-perkataan para sahabatnya yang tidak diketahui kecuali mempelajari perjalanan hidup Rasulullah shallallahu alahi wa salam.

Diterjemahkan oleh Atri Yuanda El-pariamany
Sumber : kitab assirajul munir oleh syeikh na’shir bin said assaif. Hal. 12
Read more »
apakah Allah mencintaiku ?

apakah Allah mencintaiku ?

حالنا اليوم
هل يُحبني الله؟
هل سألت نفسك يوماً هذا السؤال ؟!
يقول الشيخ علي الطنطاوي رحمه الله : راودني هذا السؤال كثيراً .. فسألت نفسي يوماً ، هل يُحبني الله ؟

فتذكرت أن محبة الله لعباده تأتي لأسباب وأوصاف ذكرها الله في كتابه ، قلّبتها في ذاكرتي لأعرض نفسي عليها لعليَّ أجد لسؤالي جواباً :
فوجدت أنه : ( يُحب المتقين ) ولا أجرؤ أن أحسب نفسي منهم!
ووجدت أنه : ( يحب الصابرين ) فتذكرت قلة صبري!
ووجدت أنه : ( يحب المجاهدين ) فتنبّهت لكسلي وقلة حيلتي!
ووجدت أنه : ( يحب المحسنين ) وما أبعدني عن هذه! 
kondisi kita hari ini
apakah Allah mencintaiku ?
apakah anda pernah bertanya satu hari akan pertanyaan ini ?

berkata syeikh ali at-tontowi rahimahullah : 

selalu muncul pertanyaan ini kepadaku maka aku bertanya pada diriku, apakah Allah mencintaiku ?

maka akupun teringat bahwa kecintaan Allah kepada hamba-Nya datang dengan sebab sebab dan sifat-sifat yang telah Allah sebutkan dalam kitabnya, kemudian aku mengingat-ingat di ingatanku, berharap aku mendapatkan jawaban atas pertanyaanku ini

apakah Allah mencintaiku ?

maka aku dapati bahwasanya : (Allah mencintai orang yang bertakwa), tak bisa kupastikan diriku termasuk diantara mereka

dan aku dapati bahwasanya : (Allah mencintai orang-orang yang sabar) maka aku dapati diri ini sedikit sabar

dan aku dapati bahwasanya : (Allah mencintai para mujahidin) maka aku dapati diri ini malas dan berusaha mencari alasan untuk melepaskan diri

dan aku dapati bahwasanya : (Allah mencintai orang yang gemar bersedekah) maka aku dapati diri ini jauh dari kebiasaan ini

حينها توقفت عن متابعة البحث خشية ألا أجد في نفسي شيئاً يحبني الله لأجله .
وتفحّصت أعمالي فإذا أكثرها ممزوج بالفتور والشوائب والذنوب، فخطر لي قوله تعالى : 
selama masa penelitianku maka tampak jelas yg membuatku cemas bahwa tidak ku dapati sesuatupun yang dapat membuat Allah cinta kepadaku. dan aku periksa amalanku maka ku dapati banyak didalamnya bercampur dengan kemalasan, cacat, dosa dan kudapati setelah itu firman Allah

{ إن الله يحب التوابين }
sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat

وكأنني لأول مرة أفهم أنها لي ولأمثالي فأخذت أقول :
seolah-olah ayat ini baru pertama kali ku baca yang serupa dengan kondisi diri ini maka seketika aku berucap

 ( أستغفر الله وأتوب إليه ، أستغفر الله وأتوب إليه )
aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat

عسى أن يحبني الله بها .
akupun berharap Allah akan mencintaiku oleh karnanya

مع تحيات الشيخ سمير الجدى غزة
oleh syeikh samir al-jadda qazzah

diterjemahkan oleh atri yuanda elpariamany
Read more »
Disyariatkannya nikah mendatangkan banyak maslahat

Disyariatkannya nikah mendatangkan banyak maslahat

Di antara nikmat dan tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah disyariatkannya nikah, yang mana mendatangkan banyak maslahat dan manfaat bagi setiap individu dan masyarakatnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Nikah termasuk nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang agung. Allah Subhanahu wa Ta'ala syariatkan bagi hamba-Nya dan menjadikannya sebagai sarana serta jalan menuju kemaslahatan dan manfaat yang tak terhingga.” (Dinukil dari Taudhihul Ahkam, 4/331)

Disyariatkannya nikah mendatangkan banyak maslahat

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutnya dengan lafadz perintah dalam beberapa ayat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا
“Dan jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Namun jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (An-Nisa`: 3)

وَأَنْكِحُوا اْلأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32)

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah hendaknya menikah, karena itu akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, hendaknya berpuasa karena itu adalah pemutus syahwatnya.”

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata kepada Sa’id bin Jubair rahimahullahu: “Menikahlah, karena orang terbaik di umat ini adalah yang paling banyak istrinya.” (Dibawakan oleh Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya)

Bahkan para ulama menyatakan, seorang yang khawatir terjatuh dalam zina maka dia wajib menikah. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata: “Nikah menjadi wajib atas seorang yang khawatir terjatuh dalam zina jika meninggalkannya. Karena, itu adalah jalan bagi dia untuk menjaga diri dari perbuatan haram. Dalam keadaan seperti ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Jika seseorang telah perlu menikah dan khawatir terjatuh dalam kenistaan jika meninggalkannya, maka harus dia dahulukan dari amalan haji yang wajib.” (Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/258)

Seorang yang menikah dengan niat menjaga kehormatan dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمْ: الْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ اْلأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ، وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللهِ
“Tiga golongan yang Allah akan menolong mereka: budak yang hendak menebus dirinya, seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya, dan seorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa`i, Kitabun Nikah, Bab Ma’unatullah An-Nakih Al-Ladzi Yuridul ‘Afaf, no. 3166)

Janganlah seseorang meninggalkan pernikahan karena mengikuti bisikan setan, dengan dibayangi kesulitan ekonomi, padahal dia telah sangat ingin menikah serta takut terjatuh dalam maksiat. Bertawakallah dengan disertai ikhtiar, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menjamin orang yang benar-benar bertawakal kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barangsiapa yang bertawakal kepada-Nya pasti Dia akan menjadi Pencukupnya.” (Ath-Thalaq: 3)

Tabattul ala Shufiyah (Sufi)

Tabattul adalah meninggalkan wanita dan pernikahan dengan dalih untuk fokus beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tabattul adalah keyakinan Shufiyah yang menyelisihi prinsip Islam.
Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata: “Hidup menyendiri bukanlah termasuk ajaran Islam.” 

Beliau juga berkata: “Barangsiapa yang mengajak untuk tidak menikah, maka dia telah menyeru kepada selain Islam. Jika seorang telah menikah, maka telah sempurna keislamannya.” (lihat ucapan beliau dalam Al-Mughni karya Ibnu Qudamah rahimahullahu)

Apa yang beliau sebutkan didasari banyak dalil. Di antaranya, ketika ada tiga orang datang ke rumah sebagian istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya tentang ibadah beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika kembali, sebagian mereka menyatakan: “Aku akan puasa terus menerus dan tidak akan berbuka.” Yang lain berkata: “Aku akan shalat malam, tidak akan tidur.” Dan sebagian lagi berkata: “Aku tak akan menikah dengan wanita.” Ketika sampai ucapan ketiga orang ini kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:

مَا بَالُ أَقْوَامٍ قَالُوا: كَذَا وَكَذَا؟! لَكِنِّي أُصَلِّي وَأَنَامُ، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغب عن سنتي فليس مني
adaapa dengan sekelompok orang, mereka berkata : begini begitu, akan tetapi saya shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka,  dan saya juga menikahi wanita. barangsiapa tidak menyukai sunnahku maka bukan bagian dari golonganku

repost and reedit dikarenakan ada potongan hadist yg tertinggal, artikel ini didapat dari group whatsapp
Read more »
Kendalikan diri, jangan mendoakan kejelekan kepada anak

Kendalikan diri, jangan mendoakan kejelekan kepada anak

Kendalikan diri, jangan mendoakan kejelekan kepada anak

Berkata Az-Zamakhsyariy :

Dahulu sewaktu kanak-kanak , aku pernah bermain seekor burung kecil , lalu aku potong kakinya menggunakan benang ...

Karena terbawa emosi, ibuku berkata : " Semoga Allah memotong kakimu ! "

Maka tatkala besar, kakiku terserang penyakit lantaran dinginnya salju yang mengakibatkannya teramputasi.

Tārīkhul Islam Karya Adz-Dzahabiy : 11 / 797.

Kuasailah diri-diri kalian ketika marah, jangan mendoakan kejelekan bagi anak - anak kalian, hingga kalian menjadi orang pertama yang akan menyesalinya !

join https://t.me/QAttadzkiroh
Read more »
Bersabarlah Dari Kekurangan Penguasamu

Bersabarlah Dari Kekurangan Penguasamu

Bersabarlah Dari Kekurangan Penguasamu

Rasulullah Shallallahu 'alaihi waallam bersabda:

من كره من أميره شيئا فليصبر عليه، فإنه ليس أحد من الناس خرج من السلطان شبراً فمات عليه، إلا مات ميتة جاهلية 
"Barangsiapa yang melihat dari penguasanya sesuatu yang tidak dia senangi, hendaknya dia bersabar. Karena tidak seorangpun dari manusia yang keluar dari ketaatan kepada penguasanya sejengkal saja, lalu kemudian dia mati, kecuali matinya dia dalam keadaan jahiliyyah". (HR. Al-Bukhari)
Read more »
Jangan Berdusta Meski Anda Bergurau (Bercanda)

Jangan Berdusta Meski Anda Bergurau (Bercanda)

Jangan Berdusta Meski Anda Bergurau

Abdullah bin Mas’ud semoga Allah meridhainya berkata:

إِنَّ الْكَذِبَ لَا يَصْلُحُ مِنْهُ جِدٌّ وَلَا هَزْلٌ، اِقْرَءُوْا إِنْ شِئْتُمْ : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مِنَ الصَّادِقِينَ } ثُمَّ قَالَ: فَهَلْ تَجِدُوْنَ لِأَحَدٍ فِيْهِ رُخْصَةً
Kedustaan itu tidak pantas digunakan untuk suatu keseriusan, dan tidak pula dalam senda gurauan. Jika engkau mau, bacalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (At-Taubah: 119)

Kemudian beliau katakan: “Apakah dalam ayat ini engkau dapati adanya satu keringanan bagi seorang pun (untuk berdusta)?”

(Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 4/234)

Al-Sofwa Channel | www.alsofwa.com
WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
Read more »
Beranda