-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
Kisah Perjalanan Hidayah Islam Pelawak senior Rudi Sipit hingga menjadi Mualaf

Kisah Perjalanan Hidayah Islam Pelawak senior Rudi Sipit hingga menjadi Mualaf

Pelawak senior Rudi Sipit menceritakan kisah perjalanannya menjadi mualaf. Dia menceritakannya di akun youtube HUMORIA INDONESIA yang diunggah pada 6 Januari 2021 lalu.

Rudi memulai ceritanya dengan asal usul namanya. Menurut Rudi, nama aslinya adalah Go Ceng Sin. Nama ini disebut Rudi karena dia keturunan etnis China.

"China di atas saya di bawah, turunan China. Dulu namanya Chinanya Go Ceng Sin. Mungkin bapak saya pegang uang melulu," kata Rudi sambil berkelakar soal ihwal namanya itu.

Kemudian, pada 1988 Rudi ikut lomba lawak se-Jabodetabek. Dulu namanya adalah lawak tunggal, belum ada istilah stand up comedy seperti sekarang ini.

Kemudian, dia yang juga memiliki nama di KTP Gunadi Salam dan dengan panggilan Udi, pada lomba lawak itu mengubah namanya menjadi Rudi Sipit. Hal ini dilakukan agar menambah kesan lucu.

"Kalau nama Rudi doang kerena amat. Kalau nama Udi jadi kaya petani. Akhirnya saya pakai nama Rudi Sipit," kata Rudi.

Rudi kemudian bercerita soal agamanya. Dia menceritakan pernah dua kali memeluk agama yang berbeda sebelum masuk Islam. Agama yang pertama adalah agama yang sama dengan kedua orang tuanya. Kemudian, dia memutuskan masuk agama lain dan sempat memperdalam selama 1,5 tahun.

Kemudian, Rudi bergabung dengan grup lawak Diamor yang beranggotakan Komeng, Jarwo, dan Mamo. Di grup itu, ketiga anggotanya beragama Islam.

Grup lawak ini memiliki posko untuk tempat latihan melawak. Usai latihan, dua orang personel lainnya yaitu Jarwo dan Mamo pulang. Sementara yang tidur di posko hanya Rudi dan Komeng.

Suatu ketika, dalam tidurnya, Rudi bermimpi bahwa dia dibangunkan oleh sosok kiai. Sang kiai itu menyuruhnya untuk bangun dan mengerjakan sholat.

"Bangun-bangun, sholat," kata Rudi mengenang suara dalam mimpinya itu.

Rudi merasa seolah-olah itu nyata. Setelah terjaga, dia bilang kepada Komeng.

"Meng, gue dibangunin (sama Kiai). Gue disuruh sholat, gimana ya gue kan ga paham. Gimana kalau gue masuk Islam?" tanya Rudi kepada Komeng.

Jawaban Komeng menurut Rudi ternyata cukup menggelikan setelah mendapat pertanyaan itu.

"Oh jangan, udah penuh," kata Rudi menirukan jawaban Komeng saat itu sambil tertawa.

"Emang mobil, ada-ada aja," kata Rudi menanggapi jawaban Komeng yang bercanda itu.

Tak lama kemudian, Rudi pun memutuskan masuk Islam dan menjadi mualaf. Keputusannya ini mendapat reaksi berbeda dari kedua orang tuanya.

Ibunya mempertanyakan keputusan Rudi sementara ayahnya berkata yang penting Rudi bahagia dengan keputusannya itu.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=oKusnFht8d0&t=252s
Repost dari Republika.co.id
Baca selengkapnya »
Perjalanan I gede Nyoman mantan hindu menuju hidayah Islam

Perjalanan I gede Nyoman mantan hindu menuju hidayah Islam


Wisnu, pria berusia 34 tahun lahir di keluarga yang berbeda agama. Ibunya seorang Muslimah, sedangkan ayahnya penganut Hindu. Perjalanannya menemukan hidaya Islam pun cukup berliku.

Sejak kecil, pemilik nama lengkap I Gede Nyoman Wisnu Satyadharma ini diajarkan dua agama dari kedua orang tuanya. Kebiasaan ini berlangsung hingga kelas lima SD. Wisnu lahir dan besar di Bandung, ayahnya hanya setiap pekan datang.

Sejak kelas lima SD inilah, ayahnya memutuskan agar anak-anaknya hanya mempelajari agama sang ayah saja dan berhenti belajar tentang Islam.
Wisnu kemudian memeluk hindu hingga SMA. Namun hal itu hanya untuk memenuhi apa yang diperintahkan orang tuanya.

"Saya tidak yakin dengan agama itu, sehingga saya sejak SMA tidak beribadah agama apapun meski KTP saya masih Hindu,"ujar dia kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Hingga suatu hari, dia memutuskan kembali mempelajari Islam bersama temannya, sesama penganut Hindu. Namun Wisnu terhalang karena ketakutannya sendiri terutama khawatir akan berkonflik dengan sang ayah. 
Akhirnya hanya temannya yang memutuskan mualaf pada saat itu, sedangkan Wisnu masih menunda dan memutuskan untuk tidak beragama.

"Ada rasa takut mengutarakan pendapat untuk memeluk Islam, sehingga saya mengurungkan niat saya," jelas dia.

Kemudian ketika masuk perguruan tinggi, Wisnu memiliki pergaulan yang lebih luas. Apalagi mayoritas mahasiswa di kampusnya merupakan Muslim.
Wisnu mengakui saat itu dia merasa iri dengan teman Muslimnya, karena bisa menjalankan ibadah secara rutin tanpa rasa khawatir. Apalagi ketika ada masalah, hanya dengan sholat seseorang terlihat lebih tenang dan damai.

Karena kedekatan dengan teman Muslim, Setelah lulus kuliah, Wisnu dikenalkan dengan komunitas Muslim yang bergerak di bidang sosial oleh pendirinya. 

Komunitas yang dikenal sebagai komunitas sedekah ini merupakan bagian dari proses Wisnu untuk menguatkan keyakinannya untuk memeluk Islam.

Meski awalnya komunitas ini tidak memploklamirkan diri sebagai komunitas Islam, belakangan nafas Islam dari para pengurus dan anggota lebih kental. 

Karena ketika bergabung di awal Wisnu bukan seorang Muslim.
"Saya kemudian menemukan bahwa ajaran Islam saya dapatkan dari komunitas ini terutama tentang ilmu sedekah. Saya membuktikan sendiri bahwa dengan bersedekah, harta kita tidak akan berkurang sedikitpun dan bahkan ditambah berkali lipat," ujar dia.

Balasan dari Allah SWT dari sedekah itu sangat besar dan ada keberkahan didalamnya. Apalagi saat mengunjungi panti asuhan, ada banyak momen-momen yang membuatnya terharu.

"Pernah komunitas kita membuat acara dan anak panto tampil, sederhana hanya membacakan surat al-Ikhlas, tapi saat mendengar seketika haru dan hati bergetar hingga saya meneteskan air mata," ujar dia.

Namun saat itu belum juga membuatnya untuk berani memeluk Islam. Hingga tiga tahun lalu, Wisnu memutuskan untuk memeluk Islam.

Saat itu dia berpikir bahwa usia 31 tahun bukanlah usia yang muda lagi. Dia harus mengambil keputusan besar untuk memilih ajaran agama yang akan dipegangnya hingga akhir hayat.

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, Wisnu memutuskan memilih agama Islam. Bukan berarti agama sebelumnya tidak baik, hanya saja Wisnu lebih yakin dengan kebenaran yang ada pada Islam.

Banyak jawaban dari pertanyaan tentang kehidupan yang hanya dia temukan pada agama Islam dan tidak ada pada agama lain. Namum dia masih khawatir jika ayahnya mendengar dia memeluk keyakinan lain.

Bukan karena akan dilarang atau dimusuhi, tetapi khawatir dengan kesehatan ayah dan dikucilkan keluarga dari ayah. Sehingga sebelum benar-benar bersyahadat, Wisnu memutuskan untuk mencari bukti kebenaran dari Rasulullah SAW adalah benar-benar utusan Allah SWT dan Islam adalah agama yang benar.

Wisnu mulai mencari informasi dari berbagai sumber, mulai dari buku sirah nabi. Namun dia tidak selesai membaca hingga tamat dan memutuskan untuk mencari ustadz.

Dia menghadiri kajian beberapa ustadz yang sedang populer seperti Evi Evendy dan Hanan Attaki. Namun karena waktu mereka yang sangat padat sehingga sulit untuk mengajak mereka berdiskusi.

Kemudian dia bertemu ustadz senior yang sering mengisi acara di kampusnya dan mulai bertukar pikiran. Wisnu pun sembari belajar sholat dan bertanya tentang bukti kenabian.

Ustadz tersebut mencontohkan tentang Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saat kondisi nabi yang buta huruf. Ketika dulu banyak orang yang mendustakan Alquran dan dikira buatan Nabi, tetapi mereka tidak bisa membuat ayat yang sama indahnya dengan Alquran.

Namun karena masih ada kekhawatiran, ustadz tersebut meminta Wisnu untuk berdoa dengan cara apapun. Saat itu ustadz tersebut belum mengetahui jika Wisnu sudah mulai melaksanakan sholat meski hanya Al-Fatihah dan gerakan saja.

"Saya diminta berdoa, redaksinya kira-kira seperti ini, Ya Rabb yang menciptakan aku, tunjukkan aku jalan kebenaran dan jauhkan dari bisikan syetan,"ujar dia.

Wisnu terus berdoa setelah sholat meski belum rutin. Setelah sepekan mencoba, ada rasa malas untuk sholat tetapi gelisah muncul sehingga dia memutuskan untuk sholat.

Terbukti setelah sholat hati terasa tenang. Usai sholat, dia merasa yakin tidak perlu lagi mencari bukti kebenaran tentang Islam ataupun Nabi Muhammad utusan Allah.

"Saat menjalankan sholat merasa ada ketenangan yang luar biasa sedangkan meninggalkannya menjadi gelisah berarti ada yang benar dengan sholat ini dan tidak perlu lagi sebuah bukti,"ujar dia.

Bagi Wisnu bahwa ketenangan dalam sholat adalah bukti itu sendiri adalah benar Nabi muhammad utusan Allah. Setelah itu pada Juli 2018, Wisnu memutuskan untuk bersyahadat di Masjid Istiqamah, Bandung dibantu oleh Mualaf Center Bandung.

Setelah bersyahadat Wisnu memutuskan mengunjungi ayahnya di Serpong. Setelah memberitahu ayahnya, apa yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Malah ayahnya menerima dengan terbuka keputusan anaknya. Dan sebenarnya sejak 2012, ayahnya sempat bertanya tentang keyakinannya, hanya saja Wisnu belum berani mengutarakannya. Jika Wisnu mau mengakui di tahun itu, sebenarnya ayahnya pun menerima keputusan dia. Keluarga besar juga tidak mempermasalahkan, karena keluarganya hidup dengan multiagama.

Source Republika.co.id
Baca selengkapnya »
Hukum Mendoakan Kebaikan Atas Wafatnya Da'i yang memiliki Kekhilafan

Hukum Mendoakan Kebaikan Atas Wafatnya Da'i yang memiliki Kekhilafan

SOAL : Bagaimana respon kita terhadap da'i yang tergelincir dalam syubhat dan bi'dah, ketika meninggal dunia kita turut berduka cita ? Atau malah bersyukur karena ia tidak lagi menyebarkan syubhatnya di masyarakat ?

JAWABAN :

Doakan saja semoga Allah merahmatinya, mengampuni dosa-dosa dan ketergelincirannya. Apalagi bila mengingat sumbangsih dan kontribusi positif beliau untuk Islam dan kaum muslimin. Selama seseorang tidak kafir, punya kebaikan dan di sisi lain punya kekeliruan, lebih utama memintakan ampunan baginya.

Contohnya Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam yang begitu getolnya untuk tetap menyolatkan dan memintakan ampunan atas wafatnya pemimpin kaum Munafikin Abdullah bin Ubay bin Salul (sebelum dilarang Allah) padahal Sejarah mencatat tinta kelam dengan segala tipu muslihat dan makar pemimpin kaum munafikin ini yang juga pernah menuduh ibunda Aisyah berselingkuh dengan Shafwan.

Juga baik bercermin dari sikap Ibnu Taimiyah yg mendengar musuh dakwahnya (yang membuat ia dipenjara) tatkala wafat. Beliau tetap menyolatkan dan memintakan ampunan untuk beliau, mendatangi rumah beliau, dan menghibur keluarganya serta memerintahkan mereka untuk menjadikan dirinya sebagi sosok pengganti ayah mereka yang wafat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Jadilah orang yang bijak, berhati mulia, rahmat kepada orang-orang beriman meski yang bersangkutan memiliki kekhilafan.

———
Batam, 1 Jumadil Akhir 1442/ 14 Jan 2021
Abu Fairuz Ahmad Ridwan
Baca selengkapnya »
Walimah sesuai Sunnah dianggap aneh, berikut ilustrasinya

Walimah sesuai Sunnah dianggap aneh, berikut ilustrasinya

KOK NIKAHNYA ANEH BANGET? 

Beberapa masyarakat mungkin akan berkomentar seperti hal diatas ketika melihat dekorasi dan pelaksanaan pernikahan syar'i, yang dari awal sampai akhir benar2 berjalan diatas koridor sunnah. 

Berikut saya berikan ilustrasi percakapan tersebut dan cara menjawabnya :

# Kondisi mempelai laki-laki dan wanita

Tamu : "Mempelai laki-lakinya kemana? 

kok tidak ada di kursi pelaminan?
 Ini gimana mau salaman"

Panitia : "Tadi sudah adzan pak. Mempelai laki-lakinya sudah bergegas shalat berjama'ah di Masjid dahulu. Nanti akan segera kesini lagi..."

Tamu : "Wah padahal saya ingin langsung memberi ucapan selamat" 

Tamu : "Sabar pak. Katanya shalat jamaah itu wajib, sedang walimah sunnah. 

Beliau ingin mendahulukan yang wajib. Bapak bisa mengambil makanan dulu sembari menunggu"

Tamu : "Kalau mempelai wanitanya mana?" 

Panitia : "Beliau masih di kamar pak. Katanya malu kalau menyambut tamu tanpa sepengetahuan dan seizin suaminya. 

Pengennya bareng2, walau dipisah ruangan" 

# Kondisi menjelang akad

Penghulu : "Lhoh calon istrinya mana? kok tidak ada? Biar bisa dimulai akad nikahnya."

Mempelai laki-laki : "Calon istri saya memang di dalam kamar pak, bersama keluarganya. 

Belum dihalalkan untuk saya, jadi masih dipisah dulu. Tidak ikut akad"

Penghulu : "Wah, padahal cuma gitu doang lho pak" 

Mempelai laki-laki : "Maaf pak, kami berdua benar2 ingin menjaga rasa malu kami sampai akhir. Sampai akhirnya dia sah menjadi istri saya. Nah pak, monggo segera dimulai biar segera halal" 

# Kondisi di penerimaan tamu

Panitia : "Maaf pak, disini khusus untuk tamu wanita. Sedangkan untuk tamu laki-laki ikut lajur disana." •

Tamu : "Lho...kok tamunya dipisah begini? Istri saya bagaimana, dipisah juga? Nanti repot kalo ngajak pulangnya, apalagi dia bawa anak."

Panitia : "Dipisah biar tidak ada ikhtilat (campur baur). Itu permintaan dari kedua mempelai agar mereka tidak menjadi jalan dosa jikalau tamu ibu2 cantiknya diliatin sama tamu laki-lakinya. 

Kalo bapak mau panggil istri bapak, biar kami yang memanggilkan."

Tamu : "Lhoh, walimahannya kok sepi kayak kuburan? Biasanya bunyi musik2 dangdutnya keras..."

Panitia : "Maaf pak, insyaAllah pihak mempelai tidak memakainya agar tidak mengganggu hak2 tetangga yang ingin tetap khusyuk menjalankan rutinitasnya. 

Siapa tahu ada tetangga yang sakit sehingga bertambah parah ketika mendengar musik2 yang keras, yang distel sepanjang hari. Pihak mempelai tidak ingin berlaku dzalim."

# Kondisi ketika walimah

Tamu : "Kok duduk sendirian di pelaminan? istrinya mana mas? Lagi marahan?

Mempelai laki-laki : "Istri saya di ruangan sebelah khusus wanita melayani tamu-tamu wanita. 

Maklum dipisah ruangannya pak."

Tamu : "Nah saya kan ingin tahu seperti apa istri kamu? Ingin juga salaman dan memberi ucapan selamat"

Mempelai laki-laki: "Maaf pak, cemburunya saya besar pak, hehehe. Kalau datang tamu laki-laki yang lebih tampan, wah bisa-bisa nanti istri saya gak mau sama saya, jadi batal nikahnya. Hehe" 

Tamu diluar : "Mempelai laki-lakinya yang mana?"

Panitia : "Itu pak yang pakai baju koko putih dan bercelana cingkrang."

Tamu : "Oh.. saya kira tadi panitia juga. Kok mempelai laki-lakinya tidak di make up atau di dandanin kayak artis?" 

Panitia : "Mempelainya gak mau di dandanin secara berlebihan pak, katanya menyerupai (maaf) banci."

Tamu : "Walimahannya seram amat, masak pagar ayunya brewokan semua?"

Panitia : "Biar anti-mainstream pak" (Jawaban asal) XD

# Kondisi tamu pulang

Tamu : "MasyaAllah... Cinderamatanya berupa buku-buku islam dan dvd ceramah. Jarang2 seperti ini"

Panitia : "Iya mas. Kedua mempelainya sama2 suka ngaji soalnya" 

Tamu : "Tadi khutbah nikahnya bagus sekali. Manggil ustadz dari mana ya? saya ingin undang juga kalau ada kegiatan di rumah"

Panitia : "Itu mempelai laki-lakinya yang khutbah tadi."

Tamu : "Waduh, beliau ya. Maaf tadi saya duduk paling belakang jadi tidak tahu."

# Kondisi percakapan tamu dengan mempelai laki-laki 

Tamu : "Mas kenapa maharnya kecil sekali, padahal orang kaya."

Mempelai laki-laki : "Ini sudah lumayan besar pak. Jauh melebihi permintaan calon istri. Selebihnya uang yang tersisa nanti ingin kami pakai untuk berumah tangga, bangun usaha, pendidikan anak2 dan urusan jangka menengah serta panjang" 

Tamu : "MasyaAllah, sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Tapi apa mas gak malu dikira tidak bisa menyelenggarakan walimahan yang mewah?" 

Mempelai laki-laki : "Segala harta kami hanya titipan Allah. Kalau kami nikah hanya untuk sekedar membuat orang lain senang, lalu apa gunanya saya menikah pak? Istri saya wanita yang shalihah, beliau berpesan ketika ta'aruf bahwa ingin walimah yang sederhana saja, selebihnya ditabung untuk bekal setelah menikah. 

Katanya, 'mas menikah tidak hanya urusan sehari, tapi seumur hidup'. Begitu, pak"

Tamu : "MasyaAllah, barakallahu laka wa baraka 'alaika wajama'a bainakuma fi khair. Selamat berbahagia mas dan istri. Semoga tetap teguh diatas sunnahnya" 

Mempelai laki-laki : "Aamiin ya rabbal 'alamiin" 

Akhukum fillah,

Semoga bermanfaat 
========================
Copas Oleh Muhammad Syarif . 
=========================
Baca selengkapnya »
Daerah antum membutuhkan dai ahlus sunnah? Ini nih di antara solusinya:

Daerah antum membutuhkan dai ahlus sunnah? Ini nih di antara solusinya:

1. Kumpulkan donatur di daerah antum yang sanggup dan bersedia untuk melakukan donasi baik secara tetap maupun tidak tetap.

2. Cari anak muda yang kurang mampu secara ekonomi di daerah antum, yang memiliki semangat menuntut ilmu, memiliki kecerdasan, komitmen yang tinggi dan kesungguhan untuk berdakwah. Anak-anak muda yang seperti ini sangat layak untuk dibantu.

3. Sekolahkan anak muda tadi dengan dana donasi yang khusus dialokasikan untuk penuntut ilmu seperti mereka. Ini tidak hanya berlaku untuk sekali saja, namun untuk generasi selanjutnya.

4. Buat MoU agar si penerima beasiswa bersedia untuk kembali (mengajar atau berdakwah) ke daerah asal. 

Akhi, betapa sering kita mengeluhkan bahwa di daerah kita kekurangan dai ahlus sunnah, namun kita enggan untuk mulai berinisiatif mencetak kader dakwah di daerah. Mencetak kader dakwah bukan semata tugas lembaga pendidikan, namun juga keikutsertaan dan peran masyarakat (baik secara personal maupun secara kolektif) yang mampu secara finansial dalam menyediakan donasi khusus untuk penuntut ilmu yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. 

Mari kita bahu membahu untuk membantu mereka. Toh nantinya setelah lulus mereka akan kembali ke daerah untuk mengaplikasikan ilmunya. Ini salah satu solusi yang sayangnya belum kita upayakan secara maksimal. Semoga mencerahkan.

Akhukum: Haris Hermawan - غفر الله له -
Baca selengkapnya »
Biografi Syaikh Wahid bin Abdussalam Bali, sang penakluk benua afrika abad 21

Biografi Syaikh Wahid bin Abdussalam Bali, sang penakluk benua afrika abad 21

Penakluk Benua Afrika (فاتح إفريفيا)

Sudah tercatat di tahun 2014, bahwa 150.000 orang kafir dari Afrika masuk islam melalui tangan dan dakwah beliau. 1500 desa di 10 negara afrika banyak yang masuk islam di tangan beliau.

Beliau telah membangun 102 masjid, 1300 sekolah, membuat 107 sumur, menanggung 30 da'i arab, membuka 29 markaz islam, memperbaiki 130 sumur.

Sebagian buku-buku beliau sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Allahu akbar wal hamdulillah.

Maka tak jarang beliau dijuluki sebagai penakluk benua Afrika abad 21.

Beliau adalah syaikh Wahid Abdussalam Bali -hafidzahullah-

Abdurrahman Al-Amiry

----------------
BIOGRAFI SYAIKH WAHID IBNU ABDUSSALAM BALI

Bismillah, wassholatu wassalamu 'ala Rosulillah..._

Sejak dulu hingga sekarang Allah selalu mengutus dan membangkitkan manusia-manusia pilihan yang akan menyebarkan agama-Nya. Mulai dari Nabi Adam dan seluruh nabi, sampai para ulama rabbani. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, kami menyajikan biografi salah satu dari mereka, para ulama rabbani yang hidup pada zaman ini. Beliau adalah Syekh Wahid Ibnu Abdus Salam Ibnu Bali.

Berikut Biografi Beliau :

Nama : Wahid Ibnu Abdus Salam Ibnu Bali

Tempat Lahir : Desa Ahmad Sulaiman - Proinsi Kafru Syekh­ ­­- Republik Arab Mesir Tahun 1963 M

Beliau telah menyelesaikan pendidikan S1 fakultas Adab dan Pendidikan Divisi Bahasa Arab pada tahun 1985 M.

Beliau pernah mengajar bahasa arab dan pendidikan islam di Sekolah Menengah Umum ( Tsanawiyah ) di Saudi Arabia, 2 tahun di Madinah dan 4 tahun di Kota Abha.

Guru- Guru Beliau :

• Syekh Abdul Aziz Ibnu Baz Rahimahullah (pernah mengunjunginya di rumahnya sekali)
• Syekh Muhammad Ibnu Sholih Al-‘Utsaimin Rahimahullah
• Syekh Muhammad Nashiruddin Al- Albani Rahimahullah (pernah menghadiri satu kajian di Makkah Al Mukarromah)
• Syekh ‘Athiyyah Muhammad Salim Rahimahullah
• Syekh Abdullah Al- Bassam Rahimahullah
• Syekh Abdullah Al-‘Ajlan Pengajar di Masjidil Haram
• Syekh Abdullah Ibnu Abdur Rahman Ibnu Jibrin Rahimahullah
• Syekh Usamah Khiyat Imam dan Khotib Masjid Nabawi Syekh Abu Bakr Al- Jazairy Pengajar di Masjid Nabawi
• Syekh Jabrot Al- Fifi Hakim Utama di Pengadilan Besar di Abha
• Doktor Jabron Al- Bushily (Pernah belajar kepadanya sepotong dari matan al kaukabul munir ushul fiqh) Syekh Muhammad Shofwat Nuruddinn Rahimahullah
• Syekh Shofwat Syawadafi Rahimahullah Syekh Adam Al- Atsyubi Syekh Abdul Muhsin Al ‘Abbad DLL

Guru- Guru yang pernah Mengijazahkan riwayat- riwayat mereka:

• Syekh Ahmad Ali As Suroti Rahimahullah Syekh Shubhi As Samiroiy
• Syekh Muhammad Qosim Al Wasyly
• Syekh Tsanaullah ‘Isa Khan
• Syekh Ghulamullah Rahmati
• Syekh Muhammad Al Anshori Al A’zhomi
• Syekh Muhammad Isroil Ibnu Muhammad Ibrohim An Nadwy, Ketua Darul hadits India
• Syekh Abdul Wakil Ibnu Abdul Haq Al- Hasyimi
• Syekh Abdullah Umar Al- Ahdal
• Syekh Walid Abdullah Al- Manisy
• Syekh Abdus Syakur Al Mazhohiry
• Syekh Zahir As Syawisy
• Syekh Muhammad Ibnu Amin Abu Khubzah
• Syekh Musa’id Ibnu Basyir As Sudani
• Syekh Rif’at Fauzi Abdul Mutholib
• Doktor Ahmad Ibnu Ma’bad Ibnu Abdil Karim
• Doktor Maher Yasin Al Fahl Guru Darul hadits ‘Iroq
• Doktor Yusuf Al- Maro’syili Pengarang Kitab Mu’jamul Ma’ajim
• Hakim Muhammad Ibnu Ismail Al- ‘Amrony Al Yamany
• Syekh Hafidz Tsanaullah Az Zahidy
• Syekh Hamid Ibnu Akrom Al Bukhory Al Madany
• Syekh Abdullah Ibnu Abdul ‘Aziz Ibnu ‘Aqil
• Syekh Nizhom Ya’qubi Al Bahroiny
• Syekh Muhammad Nashir Al ‘Ajamy
• Syekh Muhammad Ziyad Ibnu ‘Umar At Taklah]
• Muhammad Sulaiman Al Jilany
• Syekh ‘Imad Ibnu Abdul Hamid Al Jizy
• DLL

Buku- Buku yang pernah Beliau sima’ dan diijazahkan kepadanya:

• Shohih Bukhori seluruhnya dari Syekh Abdul Wakil dan Syekh Muhammad Isroil
• Shohih Muslim seluruhnya
• Sunan Abi Dawud seluruhnya
• Sunan Tirmidzi seluruhnya
• Sunan Nasai seluruhnya
• Sunan Ibnu Majah seluruhnya
• Muwattho’ Malik dengan riwayat Yahya ibnu Yahya Al Laitsy seluruhnya
• Kitab As- Syamail karangan Imam Tirmidzi seluruhnya
• Misykatul Mashobih seluruhnya
• Ar Risalah karangan Imam Syafi’I seluruhnya dari Syekh Abdul Wakil AlHasyimy
• Sunan Ad Darimy seluruhnya
• Risalah Abi Dawud Li Ahli Makkah seluruhnya
• Bulughul Marom seluruhnya dari Syekh Muhammad Isroil An Nadwy
• Nuhatun Nazhor seluruhnya dari Syekh Muhammad Isroil An Nadwy
• Juz Al Hasan Ibnu ‘Arafah seluruhnya dari Syekh Muhammad Isroil An Nadwy
• Ushulus Sunnah karangan Al Humaidy dari Syekh Muhammad Isroil An Nadwy
• Muqoddimah Ibnu Sholah dengan sedikit keterlewatan dari Syekh Muhammad Isroil An Nadwy
• Musnad Al Humaidy Jilid Pertama dan sebahagian dari Jilid Kedua
• Arba’un Nawawiyyah seluruhnya
• Ghoromy Shohih seluruhnya
• Mulhatul I’rob seluruhnya
• Kitab tauhid Ibnu Khuzaimah dengan banyak keterlewatan
• Al Musalsal bil Awwaliyyah
• Al Musalsal Surat Shoff
• Al Musalsal bil Mahabbah
• Al Musalsal bil hanabilah
• Al Musalsal hari ‘id
• Al Musalsal hari ‘Asyuro’

Sekilas tentang perjalan beliau dalam menuntut ilmu hadits.

Perjalanan Pertama : ke Sudan.

Membaca kepada Syekh Musa’id Ibnu Basyir As Sudani dari awal kitab Shohih Bukhori hinga Kitab Al Maghozi dari Shohih Bukhory.

Perjalanan Kedua : Ke Kuwait 2/ 2012 M.

Menyimak Misykatul Mashobih dari dua guru yaitu Syekh Muhammad Al A’zhomy Al Hindy dan Syekh Abdul Wakil ibnu Abdul Haq Al Hasyimy Al Makky, di Masjid Agung Kuwait.

Perjalanan Ketiga : ke Al Khubar di Saudi Arabia.

Menyimak Shohih Bukhori dan Muwattho’ Malik beserta awal – awal dari kutubuttis’ah daripada dua orang guru yaitu Syekh Muhammad Al A’zhomy Al Hindy dan Syekh Abdul Wakil ibnu Abdul Haq Al Hasyimy Al Makky ( telah mendengar juga dari guru yang pertama Nuzhatun Nazhor Ibnu Hajar dan Juz Ibnu ‘Arafoh dan dari guru yang kedua Ar Risalah Imam Syafi’I seluruhnya )

Perjalan Keempat : Ke Makkah Al Mukarromah.

Menyimak Keempat Sunan (Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah) seluruhnya dan melengkapi keterlewatan dari kitab Bulughul Marom dan juga Menyimak As Syamail Tirmidzi seluruhnya daripada Syekh Muhammad Isroil ibnu Muhammad Ibrohim An Nadwy, Tsanaullah Az Zahidy, Ghulamullah Rohmati, dan Abdus Syakur Al Mazhohiry. Dan ikut serta bersama beliau ketika itu Syekh Akrom Ibnu Hamid Al Bukhory dan Syekh Yahya Al Bakry dari kota Abha dan semuanya memberikan Ijazah kepada beliau secara lisan. Dan di rumah Syekh Abdus Syakur mereka membaca Muwattho’ dan beliau (syekh Wahid) terlewatkan darinya majlis pertama.

Perjalanan Kelima : Ke Kwait 10/ 2010.

Menyimak Shohih Muslim daripada 10 Guru. Mereka adalah :

• Muhammad Al A’zhomy Al Hindy’
• Muhammad Isroil ibnu Muhammad Ibrohim An Nadwy
• Tsanaullah Ibnu Khan Al Madany Ghulamullah Rohmaty
• Ahmad As Suroty
• Umar Ibnu Abdillah Al Ahdal
• Shubhy As Samiroiy
• Abdul Wakil Ibnu Abdull Haq Al Hasyimy
• Muhammad Qosim Al WasyiliDr. Walid Munis

Pernah berkunjung kerumahnya Syekh Muhammad Sulaiman Al Jilany kemudian Syekh Wahid beserta anak- anaknya membaca kepadanya sejumlah buku dan risalah diantaranya :

Sunan Ad Darimy seluruhnya Sepertiga dari Kitab Tauhid Ibnu KhuzaimahAwal Musnad Al Humaidy‘Umdatul Ahkam dengan keterlewatanMulhatul I’rob Al HariryAl Arba’in An NawawiyyahGhoromy ShohihAl Musalsal Surat ShaffAl Musalsal Surat Al KautsarAl Musalsal Surat Al Fatihah

Kitab- Kitab yang beliau syarah dan beliau ajarkan diantaranya:

A. Aqidah dan Tauhid :
• Kitab As Sunnah karangan Al Barbahari ( belum selesai )
• Kitab Al Ibanah As Shugro ( seluruhnya )
• Lum’atul I’tiqod ( seluruhnya )
• Syarh Ushul I’tiqod Ahlus Sunnah wal Jama’ah ( belum selesai )
• Syarh Al Wasithiyyah ( seluruhnya )
• Syarh Kitab Tauhid ( seluruhnya )
• Ushul Iman ( seluruhnya )

B. Hadits :
• Mukhtashor Al Bukhori Karangan Az Zabidi
• Mukhtashor Muslim Al Mundziri ( seluruhnya )
• Riyadussholihin ( seluruhnya )
• Shohih At Targhib wa At Tarhib ( seluruhnya )
• ‘Umdatul Ahkam ( seluruhnya )
• Al Arba’in An Nawawiyyah ( seluruhnya )
• Sunan Abi Dawud ( belum selesai )
• Sunan At Tirmidzi ( belum selesai )
• Syarhus Sunnah Al Baghowi ( belum selesai )
• Bulughul Marom ( memberi keterangan dan komentar )

C. Fiqh :
• Manarus Sabil ( seluruhnya )
• Bidayatul Mutafaqqih ( seluruhnya )
• Al Ijma’ karangan Ibnul Mundzir ( seluruhnya )
• Al Bidayah fi ‘Ilmi Al Mawarits ( seluruhnya )
• Fiqhus Sunnah ( belum selesai )
• Al Mughni karangan Ibnu Qudamah ( belum selesai )
• As Salsabil ( belum selesai )

D. Ushul Fiqh :
• Al Bidayah Fi Ushulul Fiqh ( seluruhnya )
• Al Wadih fi Ushul ( seluruhnya )
• Al Wajiz fi Ushulul Fiqh ( seluruhnya )

E. Siroh Nabawiyyah :
• Ar Rohiq Al Makhtum ( seluruhnya )

F. Mushtolah Hadits :
• Taisir Mushtolah Hadits ( belum selesai )
• Nukhbatul Fikr ( belum selesai )

G. Adab- Adab :
• Al Adab Al Mufrod ( seluruhnya )
• Shohih Al Adab Al Islamiyyah ( seluruhnya )
• Hilyatu Tholabil Ilmi ( seluruhnya )

H. Bid’ah dan Kesalahan- kesalahan :
• Al Kalimat An Nafi’ah fi Al Akhto’ As Syai’ah ( seluruhnya )

I. Bahasa Arab :
• Al Ajrumiyyah ( belum selesai )
• Al Qowaid Al Asasiyyah ( belum selesai )

J. Tarikh :
• Tarikh Al Khulafa’ Ar Rosyidin

Dauroh- dauroh yang pernah diadakan :

• Dauroh Fiqih Intensif : 30 jam dalam 3 hari ( satu hari 10 jam ) dari ba’da Fajar hingga Isya selain waktu istirahat
• Dauroh Aqidah Wasithiyyah : 10 jam
• Dauroh Kitab Tauhid : 10 jam
• Dauroh Al Bidayah fi Ushulul Fiqh : 10 jam
• Dauroh Al Bidayah fi Al Mawarits : 10 jam
• Dauroh Al Ijma’ karangan Ibnul Mundzir : 20 jam
• Dauroh Shohih Al Adab Al Islamiyyah : 10 jam
• Dauroh ‘Umdatul Ahkam : 10 jam
• Dauroh “ Persiapan Khotib yang Sukses ” : 8 jam
• Dauroh Fiqih Mu’amalat : 8 jam
• Dauroh Fiqih Pengadilan : 8 jam
• Dauroh Fiqih Makanan : 6 jam
• Dauroh Fiqih Puasa : 10 jam]

Karya- karya beliau :

• Wiqoyatul Insan Min Al Jin wa As Syaithon
• Hifzul Lisan
• Wasful Jannah min Shohihis Sunnah
• Wasfun Nar min Shohihl Akhbar
• At Thoriq Ila Al Waladi Ash Sholih
• Tahshinul bait Min As Syaithon
• Al Umur Al Muyassaroh li Qiyamil Lail
• Unzhur Haulak
• At Taubah An Nashuh
• Muhasabah An Nafs
• Ulama’ wa Umaro’
• As Shorim Al Battar fi At Tashoddi li As Saharoh Al Asyror
• Kalimat ‘Ala Firosyil maut
• Fathul Mannan fi Shifat Ibadirrohman
• Munazhoroh Ilmiyyah haula Al bunuk Ar ribawiyyah wa Al islamiyyah
• Ar Rokaiz Al Asasiyyah li Tholabil Ilmi
• Fakihatul Majalis
• Bidayatul Mutafaqqih
• Al Bidayah fi Ilmi Al mawarits
• Al Bidayah fi Ushulul Fiqh
• Al Bidayah fi Al ‘Aqidah
• Al Khulashoh Al bahiyyah fi Tartibi Ahdas As Siroh An Nabawiyyah
• Turuqus Syaithon li Idhlalil Insan
• 40 Khotoan Lillisan
• At Tahshinat Al Ilmiyyah min Al Madakhil As Syaithoniyyah
• Al Mubtakirot fi Al Khutob wa Al Muhadhorot
• At Tsimar Al Yani’ah fi Al Khutob Al Jami’ah
• Al Kalimat An Nafi’ah fi Al Akhto’ As Syai’ah
• Taisirul Karim Al ‘Ali fi Wasfi Haudhi An nabi
• Hukmul Islam fi Al ihtifal bi Syammin Nasim
• Al Iklil fi Syarh Manar As Sabil
• Thoriqus Sholihin ila Robbil ‘ Alamin
• Al Ma’ani Al Imaniyyah fi Syarhi Asmaillah Al Husna Ar Robbaniyyah ( 3 jilid )
• Al Maddah Al hadhiroh li Al Khutbah wa Al Muhadhoroh ( 12 jilid )
• Shohih Al Adab Al Islamiyyah
• Taqnin As Syari’ah Al Islamiyyah fi Majlis As Syu’ab ‘Am 1982 M ( 4 Jilid )
• Qowanin As Syari’ah Al Islamiyyah Al Lati Kanat Tahkumu Biha Ad Daulatul ‘Utsmaniyyah (4 jilid)
• Ar rihlah Ad da’wiyyah Al ula li daulatai Malawi wa Muzambiq Haisu Aslama fi Hadzihi Ar Rihlah Aktsar min Alfi Syakhin bi Fadhlillah ta’ala bidayat ‘ami 1434 H
• Munazhoroh Fiqhiyyah
• Shohihul Adzkar Lis Shigor

Perjalanan Beliau ke Luar Negri :

• Ke Saudi Arabia untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Qatar untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Imarat untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Bahroin untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Kwait untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Swedia untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Finlandia untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Sudan untuk menyampaikan beberapa kuliah ( muhadhoroh ), dauroh dan seminar
• Ke Malawi dan Mozambik bersama beberapa Masyaikh yang mana di dalam perjalanan ini lebih dari 1000 jiwa masuk islam melalui perantara mereka ( awal tahun 1434 H )
• Ke Malawi dan Kanya bersama beberapa Ulama yang mana di dalam perjalanan kali ini lebih dari 4500 jiwa masuk islam bifadlillah ta’ala ( Rajab 1434 H )

Dan sekarang disana ada beberapa dari saudara kita yang senantiasa berda’wah kepada islam yang dikontrol oleh syaikh Wahid setiap waktu, mendirikan masjid – masjid, sekolah- sekolah islam, dan markaz- markaz islam, menggali sumur- sumur, member makan fakir- fakir miskin, member pakaian dan mengajar mereka ( semoga Allah membalas jasa- jasa mereka ).

Dan perjalanan – perjalanan beliau hingga sekarang masih berlangsung berkat Allah Subhanahu wa ta’ala ke Negara Negara Afrika guna menda’wahi Non Muslim kepada Islam, Beliau dan Sejumlah Masyayikh lainnya Hafizohumullah.

Sumber
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2483437945015468&id=945461225479822
https://www.facebook.com/100044636640208/posts/243987727099114/
Baca selengkapnya »
APA ITU SUNNAH NABI...?, Muslim Wajib Tahu nih

APA ITU SUNNAH NABI...?, Muslim Wajib Tahu nih


APA ITU SUNNAH NABI...?, Muslim Wajib Tahu nih


Keutamaan Menghidupkan dan Mengikuti Sunnah

Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ [HR Ibnu Majah (no. 209), , syaikh al-Albani menshahihkannya dalam kitab “Shahih Ibnu Majah” (no. 173).

Pengertian As-sunnah

Secara Bahasa artinya :

الطريقة المتَّبعة، والسيرة المستمرَّة، سواء كانت حسنة أم سيئة
“Cara yang dikuti dan jalan yang berkelanjutan, baik ia (cara/jalan) yang baik ataupun buruk” (Tajul Arus : 9/243, Lisanul Arab : 6:39)

Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam firman Allah,

سُنَّةَ مَنْ قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُسُلِنَا وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا
“(Yang demikian itu) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu.” (Qs. Al-Isra’ :77)

Dan juga sabda Rasulullah sallahu alaihi wasallam,”

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
“Barang siapa yang mencontohkan kebiasaan yang baik di dalam Islam, maka ia akan mendapat pahala dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa yang mencontohkan kebiasaan yang jelek, maka ia akan mendapat dosa dan dosa orang yang mengerjakannya sesudahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Bukhari, 1017 dan Muslim, 2398)

👉Pengertian As-sunnah Secara Istilah

Ada beberapa makna as-sunnah, sesuai dengan pengertian dan pembagian dalam berbagai disiplin ilmu, sehingga di harapkan tidak ada salah paham di dalam memahami kalimat sesuai dengan bidannya. Antara lain:

1) Sunnah juga berarti lawan dari bid’ah. Dikatakan : Perbuatan ini tidak dicontohkan dalam sunnah, artinya adalah perbuatan bid’ah. Begitu juga seperti perkataan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

القصد في السنة خير من الاجتهاد في البدعة
“Pertengahan di dalam mengerjakan sunnah lebih baik dari pada sungguh-sungguh di dalam mengamalkan bid’ah “ (Al- Lalikai di dalam Ushul Al-I’tiqad 1/55 )

2) Menurut ulama ahlu al-hadist, sunnah adalah :
“Apa-apa yang berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berupa perkataan, perbuatan dan keputusan, serta sifat-sifatnya secara fisik dan non fisik.”

3) Adapun menurut ahlu ushul fiqh, sunnah adalah :
“Sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an, yaitu apa-apa yang berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan dan ketetapan (selain Al-Qur’an).”

4) Menurut illmu fiqh, sunnah adalah :
“Suatu perintah syariat, diminta untuk dilakukan tidak sampai kepada hukum wajib, bila dikerjakan akan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan, tidaklah berdosa. “

5) Sunnah juga berarti aqidah, sebagaimana para ulama mengarang buku dengan judul : As-Sunnah, yang berarti aqidah, seperti Kitab As-Sunnah, karya Imam Ahmad, As-Sunnah karya Al-Barbahari, as-Sunnah karya Al-Baghawi, As-Sunnah karya al-Khallal dan lain-lainnya. Buku-buku tersebut berisi tentang pokok-pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bukan buku tentang fiqh dan hadits.

Berkata Ibnu Rajab di dalam Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam (2/120) : “Mayoritas ulama sekarang ini menyebutkan istilah As-Sunnah dan maksudnya adalah sesuatu yang berhubungan dengan aqidah dan keyakinan. Karena itu adalah pokok ajaran agama, yang menyimpang darinya berada dalam bahaya yang besar. “

Dari berbagai pengertian diatas, menunjukkan bahwa apapun perngertiaannya maka semuanya mengarah kepada makna petunjuk/hidayah dari Allah dan RasulNya, yang telah dituangkan di dalam alquran dan asunnah, juga dijalankan oleh para sahabatnya (khususnya para khulafaa ar-rosyidin) sebagai petunjuk dan jalan manusia untuk menuju kehidupan yang hakiki. Sebagaimana firman-Nya :

مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا
“Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. Itulah ketetapan Allah pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.“
(Qs. Al-Ahzab : 38)

Juga dalam hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَة
“Maka dari itu, wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ rasyidin. Gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham kalian! Dan berhati-hatilah terhadap perkara baru yang diada-adakan dalam agama. Karena setiap perkara yang baru dalam agama itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.”
(HR. Abu Dawud, 4607, dan Tirmidzi, 2677)

Tidak Isbal Adalah Sunnah Rasulullah shallahu alaihi wasallam

Terkait dengan misal yang di sebutkan, tentang sunnahnya menggunakan celana di atas mata kaki, maka memang benar perbuatan itu adalah sunnah/perbuatan Rasulullah shallahu alaihi wasallam. Dengan perbuatan Rasulullah, sebenarnya sudah cukup bagi seorang muslim untuk berusaha menirunya, sebagai tanda cinta dan hormat kepada beliau. Tidak hanya itu, bahkan ternyata selain memerintahkan, Rasulullah mengancam bagi para pelaku yang melanggarnya, Sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan :

“Keadaan sarung seorang muslim hingga setengah betis, tidaklah berdosa bila memanjangkannya antara setengah betis hingga di atas mata kaki. Dan apa yang turun (dari celana) di bawah mata kaki maka bagiannya adalah di neraka. Barangsiapa yang menarik pakaiannya (melakukan isbal) karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya” [Hadits Riwayat. Abu Dawud 4093, Ibnu Majah 3573, Ahmad 3/5, Malik 12. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Misykah 4331]

Dan dalam riwayat lain di jelaskan, bahwa ‘Ubaid bin Khalid Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Tatkala aku sedang berjalan di kota Madinah, tiba-tiba ada seorang di belakangku sambil berkata, “Tinggikan sarungmu! Sesungguhnya hal itu lebih mendekatkan kepada ketakwaan.”

Ternyata dia adalah Rasulullah. Aku pun bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah, ini Burdah Malhaa (pakaian yang mahal).

Rasulullah menjawab, “Tidakkah pada diriku terdapat teladan?”
Maka aku melihat sarungnya hingga setengah betis”.

[Hadits Riwayat Tirmidzi dalam Syamail 97, Ahmad 5/364. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Mukhtashor Syamail Muhammadiyah, hal. 69]

Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلاَثَ مِرَارًا. قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا وَخَسِرُوا، مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الْمُسْبِلُ، وَالْمَنَّانُ، وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ
“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan bagi mereka adzab yang pedih. Rasulullah menyebutkan tiga golongan tersebut berulang-ulang sebanyak tiga kali, Abu Dzar berkata : “Merugilah mereka! Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab : “Orang yang musbil (memanjangkan pakaiannya), yang suka mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” [Hadits Riwayat Muslim 106, Abu Dawud 4087, Nasa’i 4455, Darimi 2608. Lihat Irwa’: 900]

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ
“Barangsiapa yang melabuhkan pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” [Hadits Riwayat Bukhari 5783, Muslim 2085]

Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda :

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ
“Apa saja yang di bawah kedua mata kaki di dalam neraka.” [Hadits Riwayat Bukhari 5797, Ibnu Majah 3573, Ahmad 2/96]

Sehingga, selayaknya seorang muslim untuk berusaha menjalankannya semaksimal mungkin apa yang telah di lakukan dan diperintahkan nabi shallahu ‘alaihi wasallam, sebagai tanda cinta dan hormat kepadanya. Serta mencoba menundukkan hawa nafsu dan kesombongannya untuk tidak menolaknya serta mencoba mencari pembenaran yang yang tidak berdasar. Itulah sunnah nabi yang hendaknya kita mencotohnya tanpa ada perasaan berat dan kesombongan.
Semoga Allah memberikan hidayah dan kemantapakan kita untuk selalu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu ta’ala a’lam.

✍ Oleh :Ustadz Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله
Baca selengkapnya »
Beranda

BERLANGGANAN ARTIKEL KAMI