Media Dakwah dan dunia islam, bantu share sobat. barakallahu fikum
Pengurus DPP DARAM dilantik oleh Waketum MUI Pusat

Pengurus DPP DARAM dilantik oleh Waketum MUI Pusat


PENGURUS DPP DA'I RANTAU MINANG ( DARAM ) DILANTIK OLEH WAKETUM MUI PUSAT

Jakarta , bertempat Di universitas Uhamka , Jakarta,telah sukses dilaksanakan pelantikan Pengurus Dpp Da'i Rantau Minang ( Daram ) periode 2023-2028.

Pelantikan dilakukan oleh Waketum Mui Pusat yaitu Buya Anwar Abbas dan dihadiri juga oleh asisten II Ekonomi Provinsi Sumbar serta ormas-ormas Minang + Tokoh - tokoh Minang.

Untuk yang menjabat sebagai Ketua Umum tetap Buya Dr.Elfa Hendri Mukhlis,M.A.

Tema acara Pelantikan yang sekaligus Rakernas adalah : Babaliak Kasurau.

Acara dihadiri oleh sekitar 200 peserta mulai dari pengurus Dpw ,Dpd,Bpln Malaysia.

Sumber Ketua bidang Kominfo : Anton Pratama,Se
Read more »
Mensikapi Kesalahan Seorang Guru atau Ulama

Mensikapi Kesalahan Seorang Guru atau Ulama


Guru/Ulama adalah manusia biasa yang bisa benar dan bisa salah, sehingga harus dibedakan tatkala mereka melakukan kesalahan-kesalahan, mengapa harus dibedakan....? 

Karena beberapa hal:

a. Karena mereka adalah orang yang berjasa kepada kita:

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ
dan siapa saja yang telah berbuat baik kepada kalian maka balaslah jasanya, maka jika tak ada yang bisa kalian lakukan untuk membalas jasanya maka doakan dia hingga mereka melihat kalian seolah telah membalas budi kepadanya

b. Karena dampak buruk jatuhnya kehormatan seorang guru/ulama.
Dampak buruk dari jatuhnya kehormatan mereka bukan hanya mengenai dirinya saja akan tetapi berdampak kepada manusia secara umum yaitu manusia menjauhi guru/ulama tersebut sehingga mereka jauh dari ilmu tatkala mereka menjauhi ulama.

Ada kewajiban bagi kita atas ulama:
1. Menjelaskan kebenaran dan kesalahan
2. Memuliakan dan menjaga kehormatan ulama walaupun mereka salah.

Keduanya bisa dilakukan secara bersama

Adapun 6 Langkah tatkala kita mendengarkan kesalahan guru/ulama

1. pastikan berita itu benar

2. Pastikan itu benar² suatu kesalahan
 
3. Jangan ikuti kesalahannya, yaitu setelah kita memastikan itu benar-benar suatu kesalahan, hal ini kita lakukan karena cinta kita kepada guru kita agar beliau tidak dapat dosa jariyah.

4. Carikan udzur /alasan, yaitu Carikan alasan untuk memaklumi kesalahannya.

5. Nasehati secara halus dan rahasia. Karena Beliau adalah orang yang banyak jasa kepada kita, bukan secara kasar dan di hadapan umum, baik di dunia nyata maupun di dunia Maya.

6. Jaga reputasi Beliau.

Pon.Pes Jamilurrahman 14 Sya'ban 1445
Ringkasan Kajian Ust Abdullah Zain

diedit dan ditambah terjemahannya oleh admin dakwahpost
Read more »
Difitnah !? , kami lawan dengan Dakwah, InsyaAllah

Difitnah !? , kami lawan dengan Dakwah, InsyaAllah


Ada seorang kyai dari Situbondo Jawa Timur yang sibuk mengadakan taklim di daerah Riau dan Sumatera Barat, dan tema taklim nya ya mirip mirip yakni tentang "Wahabi", padahal jarak tempuh dari Situbondo ke Sumatera tengah ini tidak mudah, harus transit pesawat dua kali, atau jika sekali makan waktu cukup lama, belum lagi biaya yang besar kalau bolak balik Situbondo ke Pekanbaru misalnya 

Kenapa dia mau susah payah dan jauh-jauh dari Jawa Timur sampai ke Sumatera bagian tengah hanya untuk taklim saja, yaa intinya dia ingin berusaha keras untuk menghambat perkembangan Dakwah Salafiyah di daerah Sumatera, karena dari semua wilayah di Indonesia pertumbuhan paling pesat Dakwah Salafiyah ada di Sumatera, khususnya Sumatera bagian tengah, dan saat ini alhamdulillah sudah menyebar di beberapa bagian Sumatera lainnya seperti Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan, sampai ke Lampung. 

Beberapa fitnah kyai memang menghasilkan beberapa lokasi kajian dibubarkan atau dihentikan, namun alhamdulillah ketika suatu tempat kegiatan dakwahnya dibubarkan dan dihentikan ditempat lain muncul kegiatan baru dakwah Salafiyah, hal tersebut dapat di lihat dari makin banyak masjid berbasis kajian Salafiyah di sejumlah lokasi di Sumatera, alhamdulillah. 

Benarlah firman Allah Ta'ala sebagai insan yang beriman kita harus bersabar, karena buahnya tidak saja di dunia tapi InsyaAllah juga di akhirat, juga membalas keburukan dengan kebaikan adalah hal yang terbaik, kami akan lawan hal buruk tersebut dengan cara berdakwah kepada masyarakat luas, dengan ilmu dan adab, InsyaAllah. 

 Allahua'lam. 
----------

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allâh, supaya kamu beruntung. [Ali ‘Imrân/3:200]

Allah Ta’ala berfirman :

ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ
“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat : 34).

Foto salah satu taklim kyai Jawa Timur di Riau, dan Foto kegiatan belajar mengajar membaca Al-Qur'an di sejumlah lokasi yang kami ikut membantu.

By Siswo Kusyudhanto
Read more »
24 februari, hari berdirinya kerajaan arab saudi

24 februari, hari berdirinya kerajaan arab saudi


Hari ini, Kamis, 22 Februari 2024, adalah hari libur nasional Arab Saudi. Pemerintah menyebutnya sebagai yaum ta'sis atau dalam bahasa Inggris disebut foundation day. 

Perayaan hari ini dimulai sejak 2 tahun lalu, atas dekrit Raja Salman pada 22 Januari 2022 yang menyebutkan bahwa tanggal 22 Februari dijadikan hari libur nasional memperingati hari pembentukan kerajaan Arab Saudi pertama. 

Untuk diketahui, dalam sejarah disebut bahwa pada 22 Februari 1727, Al Imam Muhammad bin Saud telah membentuk
Imarah Dir'iyyah. Inilah asal muasal penamaan perayaan ini. 

Karena libur nasional, maka kantor-kantor pemerintah, sekolah, dan universitas semua tutup. 

Adapun aktivitas sosial masyarakat umumnya berjalan normal. Bengkel, warung, dan toko swalayan buka sebagaimana hari lainnya. 

نهنئكم بذكرى يوم التأسيس السعودي
ونسأل الله العلي العظيم أن يجعله يوم خير وسلام وحفظ الله هذه البلاد وشعبها
---

Riyadh, kawasan industri lama, 22 Februari 2024

Read more »
Pakaian street wear lebih syar'i dibanding gamis !!!

Pakaian street wear lebih syar'i dibanding gamis !!!


Bismillahirrahmanirrahim

Bukan hanya penyakit badan yang bisa menular dari satu manusia kepada manusia lainnya, akan tetapi gaya berpakaian, gaya hidup, gaya berbicara bisa menular dari satu kaum kepada kaum lainnya. Orang kafir, munafik, fasiq, ahli bid'ah hati mereka berpenyakit walaupun jasmani mereka tampak sehat. Hal ini telah difirmankan Allah -ta'ala- dalam Firman-Nya: 

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ 
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu ; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta." QS. Al-Baqarah: 10

Sakit yang ada dalam hati mereka, bisa menular kepada kaum muslimin, karenanya kita dilarang loyal dan tasyabbuh kepada mereka. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- berkata: "Secara umum, kekufuran kedudukannya seperti penyakit hati bahkan lebih. Kapan saja hati itu sakit, maka anggota badan tidak akan sehat secara sempurna. Terlebih kebaikan itu hanyalah dengan tidak tasyabbuh kepada orang yang sakit hatinya dalam perkara apapun, walaupun tersembunyi bagimu penyakit anggota badannya. Akan tetapi cukup bagimu bahwa kerusakan pokok (hati) pasti mempengaruhi kerusakan cabang (anggota badan). 
(iqtidho Shirothil Mustaqim, hal. 125, cet. Darul Fadhilah, Riyadh)

Orang yang meniru kaum apapun baik orang kafir, fasik, lelaki meniru pria, atau pria meniru wanita dalam pakaian misalnya. Lama kelamaan sifat dan karakter mereka akan tertular dan tertiru. Yang sangat berbahaya kalau sekiranya pola pikir dan watak mereka juga tertular sehingga sulit menerima hidayah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- berkata: "Dan Sungguh Allah telah mengutus Muhammad -shallallahu 'alaihi wasallam- dengan hikmah yaitu sunnahnya. Dan ia adalah syariat dan minhaj (metode) yang Allah syariatkan untuknya. Maka diantara hikmah ini, Allah syariatkan berupa perbuatan dan perkataan yang menyelisihi jalan orang yang dimurkai dan yang disesati. Allah memerintahkan untuk menyelisihi mereka dalam hidayah (ajaran) yang nampak, walaupun tidak nampak keburukan meniru mereka bagi kebanyakan orang, diantaranya:

Bahwa berserikat dengan mereka dalam ajaran yang nampak akan mewariskan kesesuaian, kemiripan antara dua orang yang meniru dan ditiru, yang menyeret kepada kesesuaian akhlak, dan perbuatan. Dan perkara ini bisa dibuktikan dengan panca indra. Karena orang yang memakai pakaian ahli ilmu, ia akan mendapati dalam hatinya semacam tergabungnya mereka bersama ahli ilmu. Dan orang yang memakai pakaian tentara perang misalnya, ia mendapati dalam hatinya semacam berakhlak dengan akhlak mereka. Tabiat mereka menjadi saling menarik, kecuali dihalangi oleh suatu penghalang.

(Iqtidho Shirothil Mustaqim, hal 24, cet. Darul Fadhilah, Riyadh) 

Hal yang dikatakan Syaikhul Islam memang bisa kita rasakan, ketika kita memakai gamis, atau baju ibadah, atau pakaian penuntut ilmu dan ulama, maka watak, kepribadian, gaya, cara bicara menjadi sesuai dengan pakaiannya. Ketika kita memakai baju tentara atau polisi, maka ketika berjalan kita merasa seperti polisi, sehingga cara berperilaku dan berbicara pun mirip dengan mereka. Dan ketika seseorang memakai baju anak band, style anak hip-hop atau hardcore, antum akan dapati pada yang memakainya watak, kepribadian, perilaku, cara bicara, gaya berjalan akan sama dan mirip sama anak-anak stylish hip-hop dan selainnya. Jadi apakah pantas sebagai salafi bergaya seperti mereka?

Kalau ada yang mengatakan bahwa pakaian street wear lebih syar'i dibanding gamis yang dipakai ikhwan, tentu itu penilaian dari hawa nafsu, dan tidak ada satupun ulama yang mengatakannya.

Syaikh Islam -rahimahullah- berkata: "Dan telah diriwayatkan untuk masalah ini dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar -radhiyallah anhuma- dari Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- bahwa beliau melarang tasyabbuh dari bangsa 'ajam. Beliau bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم
'Barang siapa meniru suatu kaum, dia termasuk bagian dari mereka' Disebutkan oleh Al-Qodhi Abu Ya'la.

Dengan hadits ini, bukan hanya seorang ulama yang berhujjah tentang makruhnya pakaian selain kaum muslimin. Berkata Muhammad bin Abi Harb: Imam Ahmad ditanya tentang sendal dari Sind, dipakai untuk keluar, maka ia memakruhkannya untuk laki-laki dan wanita. Dan dia berkata: "Apabila untuk masuk WC, dan berwudhu (tidak mengapa) , dan aku tidak menyukai Ash-Shorror (jenis sendal bangsa 'ajam)" dan ia berkata: "itu termasuk busana bangsa 'ajam" 

Said bin Jubair -rahimahullah- berkata: "Sunnah Nabi Kami lebih kami sukai dibandingkan Sunnah Bakihan (raja India)"

(Iqtidho Shirothil Mustaqim, hal 165)

Semoga bermanfaat

Dika Wahyudi
Karawang, 10 Februari 2024
Read more »
Kenapa karpet di Masjid Nabawi selalu bersih dan wangi ?

Kenapa karpet di Masjid Nabawi selalu bersih dan wangi ?



Ada 25 ribu karpet yang disediakan DKM Masjid Nabawi untuk para peziarah. Setiap harinya, dibersihkan sebanyak 4 kali oleh para petugas.

Pantas saja, meskipun padat pengunjung siang malam tanpa henti, karpet-karpet ini selalu bersih dan wangi.
 
Jamaah betul-betul dimanjakan dengan fasilitas masjid yang terbaik. Cukup datang, shalat, dzikir, minum zamzam, dan dengerin kajian.
 
Pihak masjid tidak minta para pengunjung untuk ngisi kotak amal, karena hal itu tidak ada.
--
Source: Inside the Haramain.
ditulis oleh ustadz budi marta
Read more »
Belajar Dewasa Menyikapi Hukum Nyoblos Dalam Pemilu

Belajar Dewasa Menyikapi Hukum Nyoblos Dalam Pemilu


Hiruk pikuk fitnah politik merambah kepada para penuntut ilmu, sehingga debat kusir dan pro kontra menjelang pemilu sering terjadi tak terelakkan. 

🍃 Tulisan ini bukan untuk menguatkan salah satu pendapat karena itu relatif bagi masing-masing orang sesuai dengan kadar akalnya, hanya saja kami ingin menyampaikan permasalahan dan nasehat agar kita lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan pendapat di kalangan para ulama dan ustadz dalam masalah ini. 

1⃣ Sesungguhnya sistem demokrasi bertentangan dengan hukum Islam, karena:

a. Hukum dan undang-undang adalah hak mutlak Allah عزوجل. Manusia boleh membuat peraturan dan undang-undang selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan as-Sunnah.

b. Demokrasi dibangun di atas partai politik yang merupakan sumber perpecahan dan permusuhan, sangat bertentangan dengan agama Islam yang menganjurkan persatuan dan melarang perpecahan.

c. Sistem demokrasi memiliki kebebasan yang seluas-luasnya tanpa kendali dan melampui batas dari jalur agama Islam.

d. Sistem demokrasi, standarnya adalah suara dan asiprasi mayoritas rakyat, bukan standarnya kebenaran Al-Qur’an dan as-Sunnah sekalipun minoritas.

e. Sistem demokrasi menyetarakan antara pria dan wanita, orang alim dan jahil, orang baik dan fasik, muslim dan kafir, padahal tentu tidak sama hukumnya. (Lihat risalah Al 'Adlu fi Syariah Laa fii Dimaqrutiyyah Al Maz'umah karya Syeikhuna Abdul Muhsin Al Abbad) 

2⃣ Namun karena di kebanyakan negeri Islam saat ini –termasuk Indonesia- menggunakan sistem demokrasi yang kepemimpinan negeri ditentukan melalui pemilu, maka dalam kondisi seperti ini apakah kita ikut mencoblos ataukah tidak? 

🍃 Masalah ini diperselisihkan para ulama yang mu’tabar tentang boleh tidaknya, karena mempertimbangkan kaidah maslahat dan mafsadat:

A. Sebagian ulama berpendapat tidak boleh berpartisipasi secara mutlak seperti pendapat mayoritas ulama Yaman karena itu sistem yang menyelisihi Islam, tidak ada maslahatnya bahkan ada madharatnya. 
(Lihat Tanwir Dzulumat Syeikh Muhammad Al Imam) 

B. Sebagian ulama lainnya berpendapat boleh untuk menempuh madharat yang lebih ringan seperti pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syeikh Al Albani, Syaikh Ibnu Utsaimin dan lain-lain banyak sekali. (Lihat Al Intikhobat wa Ahkamuha kry Dr. Fahd Al 'Ajlani) karena “Apa yang tidak bisa didapatkan seluruhnya maka jangan ditinggalkan sebagiannya” dan “rabun itu lebih baik daripada buta”.

🍃 Intinya, para ulama berbeda pandangan dalam masalah ini antara melarang secara mutlak dan membolehkan dg pertimbangan maslahat dan mafsadat. Lah, kalau ulama saja beda pendapat, apa mungkin kita paksa semua orang satu pendapat dengan kita?! 

🍃 Maka seyogyanya bagi kita semua untuk bersikap arif dan bijaksana serta berlapang dada dalam menyikapinya. Marilah kita menjaga ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan sesama Islam) dan menghindari segala perpecahan, perselisihan serta percekcokan karena masalah ijtihadiyyah seperti ini.

🔹Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga pernah mengatakan:

وَأَمَّا الِاخْتِلَافُ فِي ” الْأَحْكَامِ ” فَأَكْثَرُ مِنْ أَنْ يَنْضَبِطَ وَلَوْ كَانَ كُلَّمَا اخْتَلَفَ مُسْلِمَانِ فِي شَيْءٍ تَهَاجَرَا لَمْ يَبْقَ بَيْنَ ‏الْمُسْلِمِينَ عِصْمَةٌ وَلَا أُخُوَّةٌ وَلَقَدْ كَانَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا سَيِّدَا الْمُسْلِمِينَ يَتَنَازَعَانِ فِي أَشْيَاءَ لَا يَقْصِدَانِ إلَّا ‏الْخَيْرَ‎
“Adapun perselisihan dalam masalah hukum maka banyak sekali jumlahnya. Seandainya setiap dua orang muslim yang berbeda pendapat dalam suatu masalah harus saling bermusuhan, maka tidak akan ada persaudaraan pada setiap muslim. Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu dan Umar Radhiyallahu ‘anhu saja—kedua orang yang paling mulia setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam—mereka berdua berbeda pendapat dalam beberapa masalah, tetapi keduanya tidak menginginkan kecuali kebaikan.” 
(Majmu Fatawa 5/408)

3. Bagi siapa yang memilih karena mempertimbangkan kaidah: يُخْتَارُ أَهْوَنُ الشَّرَّيْنِ‎ “Menempuh mafsadat yang lebih ringan.” maka:
- Hendaknya bertaqwa kepada

🍃 Allah عزوجل dengan memilih pemimpin yang lebih mendekati kepada kriteria pemimpin yang ideal dalam Islam yaitu:

1. Memiliki agama yang bagus dan diharapkan mampu membela Islam dan memberikan kemudahan untuk dakwah sunnah. 
2. Memiliki kemampuan dalam mengatur negara, menjaga stabilitas negara, dan persatuan umat.
3. Perlu menjadi pertimbangan juga orang atau partai di sekitarnya karena tentu saja mereka memiliki pengaruh besar bagi calon pemimpin.

🍃 Dan yang lebih penting dari masalah ini adalah mari kita sibukkan diri kita dengan memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah, karena nasib negara ini bukan di tangan makhluk, tetapi di tangan Allah.  

🍃 Tinggalkan debat kusir masalah ini yang hanya akan mengeraskan hati kita dan tidak akan menyelesaikan masalah serta membuang waktu dan tenaga kita sia-sia. Kalau memang mau diskusi, diskusilah dengan ilmiah dan adab mulia dg tetap menjaga persaudaraan di antara kita. 

🔹Alangkah bagusnya nasihat Syaikh Ibnu ‘Utsaimin:

“Hendaknya bagi para penuntut ilmu khususnya dan semua manusia umumnya untuk berusaha menuju persatuan semampu mungkin, karena bidikan utama orang-orang fāsiq dan kāfir adalah bagaimana orang-orang baik berselisih di antara mereka, sebab tidak ada senjata yang lebih ampuh daripada (adu domba agar timbul) perselisihan.”
(Syarhul Mumti' 4/63) 

🍃 Hati-hatilah dalam berbicara dan menulis kata-kata, karena semua kita akan berdiri di hadapan Allah mempertanggung jawabkan perbuatan kita. 

🍃 Semoga Allah menjaga hati kita, ukhuwwah kita dan adab kita.

📑 Artikel Lentera Dakwah
Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi
Read more »
Beranda