Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | Menyajikan artikel dunia islam dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
7 Pemimpin terburuk di akhir zaman

7 Pemimpin terburuk di akhir zaman

7 Pemimpin terburuk di akhir zaman

Setidaknya menurut hadits-hadits Rasulullah shallallahu alahi wa salam ada 7 tanda pemimpin yang dimurkai dan terburuk di akhir zaman, antara lain:

1. Para Pemimpin Sesat

Dari Aus yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ»
“Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibbân).

Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan: “Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”

2. Para Pemimpin Bodoh

Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:

«أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاءِ »
“Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah ﷺ . Yakni pemimpin yang tidak menerapkan syariah Islam.

3. Para Pemimpin Penolak Kebenaran, Penyeru Kemungkaran

Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ»
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

4. Para Penguasa Yang Memerintah dengan Mengancam Kehidupan dan Mata Pencaharian

Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ»
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)

5. Para Pemimpin Yang Mengangkat Pembantu Orang-orang Jahat, dan Mengakhirkan Shalat (Mengabaikan Syari'ah)

Dari Abu Hurairah ra yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

« يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا»
“Akan ada di akhir zaman para penguasa sewenang-wenang, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat, dan para ahli hukum Islam (fuqaha’) pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai, pegawai kanan, dan polisi.” (HR. Thabrani)

Ada riwayat lain seperti hadits di atas dengan matan yang sedikit berbeda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُقَرِّبُونَ شِرَارَ النَّاسِ ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلا يَكُونَنَّ عَرِيفًا ، وَلا شُرْطِيًا ، وَلا جَابِيًا ، وَلا خَازِنًا
Daripada Abu Sa'id dan Abu Hurairah mereka berdua berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Akan datang atas kalian pemerintah yang rapat dengan seburuk-buruk manusia dan melewat-lewatkan sholat (sehingga terkeluar) daripada waktunya. Maka barangsiapa antara kalian yang menemui keadaan ini janganlah menjadi pegawai kanan, jangan polisi, jangan pemungut cukai dan jangan (pula menjadi) bendahari." (HR. Ibn Hibban dalam Sahih-nya [4586])

6. Para Pemimpin Diktator (Kejam Dan Tangan Besi)

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ»
“Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar)

Pemimpin al-huthamah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi terhadap rakyatnya.

Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«وسَيَلي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً وَكَرْهاً، ادْنَى الحَقِّ أَنْ لاَ تٌّاخُذُوا لَهُمْ عَطَاءً ولا تَحْضُروا لَهُمْ في المًّلاَ»
“Dan berikutnya adalah para pemimpin jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak memberikannya; dan jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka menolak. Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian tidak menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani)

7. Para Penguasa Zindik (Pura-Pura Beriman)

Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ»
“Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang bertindak zalim, dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari agama.” (HR. Thabrani).

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
"Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidhah itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “al-umara [pemerintah] fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”)." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar)

(gwa).

و الله اعلم ب الصواب
Read more »
Fatwa Terkini Syaikh Abdulmuhsin al-'Abbad hafizhahullahu terkait shalat berjamaah berjarak

Fatwa Terkini Syaikh Abdulmuhsin al-'Abbad hafizhahullahu terkait shalat berjamaah berjarak

shalat berjamaah berjarak

Fatwa Terkini Syaikh Abdulmuhsin al-'Abbad hafizhahullahu Perihal Didirikannya Sholat Lima Waktu di Arab Saudi di Tengah Pandemi Covid-19

Pada Fatwa Beliau hafizhahullahu terdapat pelajaran yang begitu berharga.
========================

بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Sholawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan segenap sahabat beliau.

Amma ba'du:

Saya pernah ditanya lebih dari dua bulan lalu, pada bulan Rajab, di waktu sholat lima waktu masih ditegakkan di masjid-masjid di seluruh negeri ini, kajian-kajian di masjid Nabawi juga masih diadakan, aku katakan:

Aku ditanya di suatu kajian perihal yang terjadi di beberapa negara, di mana masyarakat mengerjakan sholat di masjid-masjid sementara antara seorang makmum dengan yang lain terdapat jarak satu atau dua meter; mereka beralasan sebagai tindakan pencegahan dari penyakit (Covid-19), apakah hukum hal tersebut?

Lalu aku jawab sholatnya tidak sah, sebab mereka dianggap sholat sendiri-sendiri. Maksudku, mereka menyerupai orang yang sholat sendirian di belakang shaf. Padahal telah valid dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwa beliau melihat seorang sholat sendirian di belakang shaf, lalu beliau menyuruhnya untuk mengulangi (sholat).

Namun pasca diterbitkannya izin mendirikan sholat jumat dan berjamaah lima waktu di seluruh masjid Arab Saudi dengan tetap menjaga prosedur dan peraturan pencegahan, yang akan dimulai pada hari Ahad 8/10/1441 H, pasca Kementrian Urusan Islam menerbitkan pengarahan bagi pihak terkait di seluruh masjid, di antaranya : Wajibnya para jamaah sholat untuk menjaga jarak sejauh dua meter antara satu dengan yang lain.

Maka, saya sekarang sampaikan: "Tidak sepatutnya bagi seorang pun bersandar kepada pendapatku sebelumnya. Sebaliknya, hendaklah ia bersandar kepada keputusan yang telah diterbitkan oleh pihak yang berwenang untuk berfatwa."

Saya mohon kepada Allah 'azza wa jalla semoga Dia menolak balak dan mengangkat wabah ini. Semoga Allah memberi taufik kepada kaum muslimin -para pemimpin dan segerap rakyatnya- menuju kebaikan dan kemenangan, dan kepada segala hal yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengabulkan.

Sholawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabat beliau.

Abdulmuhsin bin Hamad al-'Abbad al-Badr
6/10/1441 H
Read more »
Aturan pemerintah saudi, keluar rumah tanpa masker didenda sebesar 1000 riyal

Aturan pemerintah saudi, keluar rumah tanpa masker didenda sebesar 1000 riyal

keluar rumah tanpa masker didenda sebesar 1000 riyal

Suhu udara kota Riyadh tadi pukul 10.23 mencapai 40 derajat celcius. Cukup panas, meski masih tergolong pagi.

Aturan dari pemerintah Saudi menyebutkan bahwa setiap orang yang keluar rumah harus mengenakan masker. Yang melanggar dan tertangkap petugas keamanaan akan dikenakan denda sebesar 1000 riyal. Sekitar Rp.4 juta. Lumayan kan?.

Penggunaan masker disaat wabah begini sangat penting, untuk menghindari penyebaran penyakit yang menular via cairan mulut dan hidung. Kita tidak tahu, apakah menularkan atau ditularkan.
Kalau dihitung berdasarkan zona versi Indonesia, saya ada di zona sangat merah. Tetangga kanan dan kiri tempat tinggal saya sudah ada beberapa orang dinyatakan positif covid-19. Bahkan hanya berjarak sekian meter saja dari gedung tempat saya berteduh setiap hari.

Pemerintah sudah melakukan langkah pelonggaran lockdown. Warga sudah boleh keluyuran mulai pukul 6 pagi sampai pukul 8 malam. Masjid sudah buka. Bandara untuk penerbangan domestik sudah buka. 

Sampai saat ini, pangkas rambut dan salon kecantikan masih belum buka. Info yang didapat dari media, 2 tempat pelayanan cukur mencukur ini tidak akan diizinkan untuk dibuka, selama virus korona masih belum tuntas.

Rambut sudah semakin memanjang. Ada upaya untuk melakukan penggondrongan saja. Bismillah.

source budi marta saudin
Read more »
Diantara Perilaku Jahiliyah, menilai kebenaran karena pengikutnya

Diantara Perilaku Jahiliyah, menilai kebenaran karena pengikutnya

Diantara Perilaku Jahiliyah, menilai kebenaran karena pengikutnya

Menilai kebenaran karena pengikutnya adalah orang-orang kaya, bangsawan, para ilmuwan dan orang-orang yang berkedudukan. Adapun bila pengikutnya rakyat jelata dan orang-orang lemah, ia anggap sesuatu yang batil.

Ini adalah parameter kaum jahiliyah yang tertipu dengan kedudukan dan pangkat. Dahulu para Nabi diikuti oleh orang-orang yang lemah.

Dalam Shahih Bukhari disebutkan kisah perbincangan raja Heraklius dengan Abu Sufyan yang masih kafir.

Diantara pertanyaan Heraklius tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah, “Apakah pengikutnya dari kalangan rendahan atau para bangsawan?”

Abu Sufyan menjawab, “Justru kebanyakan dari kaum yang lemah.”

Padahal dahulu kaum ‘Aad dan Tsamud adalah kaum yang kuat dan berkedudukan. Namun Allah menghancurkan mereka akibat kekafiran mereka.

Di zaman ini, masih banyak orang yang yang mempunyai parameter seperti ini. Bila yang berbicara orang tidak punya titel ia acuhkan, walaupun yang diucapkan adalah kebenaran. Tapi bila yang mengucapkannya adalah orang yang bertitel apakah itu profesor atau doktor atau pejabat tinggi, maka  anggap sebagai sebuah kebenaran.

Padahal kebenaran tidak terletak pada titel atau kedudukan. Kebenaran adalah yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Yang dapat mengikuti dakwah para Nabi hanyalah orang-orang yang menundukkan dirinya di hadapan Rabbnya dan membuang semua kesombongan dan keangkuhannya.

Adapun orang yang tertipu oleh kecerdasan, kekayaan dan kedudukan, amat sulit untuk tunduk dan taslim kepada Rabbnya. Masih menimbang-nimbang dengan akalnya, kekayaan dan kedudukan yang ia banggakan.

Maka sungguh mengagumkan orang yang tidak tertipu oleh semua itu, lalu ia tunduk dan mengakui kelemahannya di hadapan sang pencipta. Ia mengakui dirinya seorang hamba, kalaulah bukan karena Allah yang memberinya nikmat tentu ia akan binasa.

Ust. Badrussalam, Lc
Read more »
Waspada, Maksiat Setelah Nikmat !

Waspada, Maksiat Setelah Nikmat !

Waspada, Maksiat Setelah Nikmat !

Ramadhan telah berlalu. Namun, satu hal yang tak patut kita lupakan bahwa kita mampu berpuasa di siang harinya kala itu adalah karena nikmat ''taufiq'' dari-Nya. Maka, jangan hadapi nikmat itu dengan maksiat kepada-Nya setelahnya. Karena hal itu berbahaya.

Al-Hafizh Ibnu Rojab -semoga Allah merahmatinya- berkata :

فَأَمَّا مُقَابَلَةُ نِعْمَةِ التَّوْفِيْقِ كَصِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ بِارْتِكَابِ الْمَعَاصِي بَعْدَهُ فَهُوَ مِنْ فِعْلِ مَنْ بَدَّلَ نِعْمَةَ اللهِ كُفْرًا. فَإِنْ كَانَ قَدْ عَزِمَ فِي صِيَامِهِ عَلَى مُعَاوَدَةِ الْمَعَاصِي بَعْدَ اِنْقِضَاءِ الصِّيَامِ فَصِيَامُهُ عَلَيْهِ مَرْدُوْدٌ وَ بَابُ الرَّحْمَةِ فِي وَجْهِهِ مَسْدُوْدٌ
Adapun menghadapi nikmat ''taufiq'' seperti (mampu) berpuasa pada bulan Ramadhan dengan melakukan kemaksiatan setelahnya, maka hal itu termasuk bentuk tindakan orang yang menukar nikmat Allah dengan keingkaran. Maka, bila ia telah berniat sebelumnya ketika ia berpuasa untuk kembali melakukan kemaksiatan setelah selesai mengerjakan puasa, maka puasanya tertolak dan pintu rahmat di hadapannya tersumbat.

(Abdurrahman bin Ahmad bin Rojab al-Hanbaliy, "Latho-if al-Ma'arif Fii Maa Lil Mawasimi Min Wadha-if", 1/244)

--------------------
alsofwa.com | alsofwah.or.id
Konsultasi Islam & Keluarga (021-78836327)
W.A Dakwah Al-Sofwa +62 81 3336333 82
Read more »
Kiat menjadikan harga di warung tetangga lebih murah dibanding di supermarket

Kiat menjadikan harga di warung tetangga lebih murah dibanding di supermarket

Kiat menjadikan harga di warung tetangga lebih murah

Banyak yang mengeluh harga di warung tetangga tidak kompetitive, mahal, barang terbatas, dan pelayanan kurang memuaskan, tidak ada promo dan maish banyak lagi keluhannya.

Kawan, apa yang anda utarakan atau keluhkan bisa saja benar, namun tahukah anda apa sebabnya semua itu bisa terjadi pada anda?

Jawabannya karena anda belum mengetahui trik agar harga di warung tetangga lebih murah dibanding di supermarket dengan segala program promosinya?

Kiat pertama: Jadilah menantu pemilik warung, niscaya berapapun harga jual ibu mertua anda akan terasa murah.

Kiat kedua: Kalau kiat di atas tidak bisa anda lakukan, maka jadilah mertua bagi pemilik marung itu niscaya harga jual dia selalu lebih murah di dibanding harga jual supermarket manapun.

Kiat ketiga: bila dua kiat di atas tetap saja tidak bisa anda lakukan, maka minimal nikahkanlah anak anda dengan anak pemilik warung niscaya harga jual besan anda menjadi murah.

Kiat keempat: bila ketiga kiat di atas belum juga bisa anda lakukan, maka jadilah pemilik warung, niscaya anda menjadi orang yang paling percaya bahwa harga jual warung itu sangat murah.

Kiat kelima: Bila kelima kiat di atas belum juga bisa anda lakukan, maka kenalilah apa yang anda beli di warung dekat rumah anda.

Selama ini anda kurang mengenali barang yang anda beli di warung tetangga, kwalitas dan fungsinya.

Gambarannya: jangan pernah mengeluhkan tarif hotel bintang lima bila dibanding dengan tarif hotel kelas melati.

Jangan pernah mengeluhkan harga jual mercedes benz atau BMW lalu membandingkannya dengan mobil sejuta ummat.

Agar lebih mengenali barang dagangan warung tetangga yang anda beli, maka coba renungkan beberapa hal berikut:

Bila anda atau salah satu keluarga anda meninggal dunia, siapa yang akan ikut mengurus jenazah anda? Siapa yang akan ikut memandaikan, memikul dan menyolatkan jenazah anda? Pemilik supermarket atau pemilik warung dekat rumah anda dan keluarganya?

Bila ada gangguan keamanan di rumah anda, atau minimal kesibukan di rumah anda, siapakah yang akan ikut cawe cawe membantu anda dan keluarga anda?

Jika sendi sendi ekonomi negri anda dikuasai oleh segelintir pemodal, siapakah yang akan merasakan resikonya?

Jika kemakmuran merata di komplek anda, bahkan di negri anda, siapakah yang akan merasakan dampaknya?

Jiga warung di sekitar rumah anda pada tutup atau bangkrut, sehingga banyak pengangguran, siapakah yang akan turut merasakan dampaknya?

Jika suatu saat anda hendak mencari pasangan untuk menikah atau menikahkan anak anda, maka mungkinkah anda akan menikahi atau menikahkan anak anda dengan pemiliki supermarket atau anaknya?

Kawan! Membeli di warung tetangga bukan sekedar berbelanja, namun juga membeli masa depan negri anda dan masa depan anak cucu anda.

Renungkan: Ketika kaum Anshar diarahkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mempekerjakan kaum muhajirin di ladang ladang mereka, dan kemudian kaun Anshar dilarang untuk menjual ladang atau menyewakannya, apa anda kira kaum Anshar mempekerjakan orang orang yang profesional dalam pertanian atau mengelola ladang?

Tidak sama sekali. Kaum Muhajirin adalah para pedagang, yang tidak memiliki pengalaman dalam mengelola lahan pertanian dan perkebunan. Namun demikian, kaum Anshar menerima semua itu dengan suka rela, karena mereka sadar sedang menata masa depan dan membeli masa depan ummatnya.

Hasilnya luar biasa, kaum muslimin sukses melalui masa masa sulit dan segera mampu berdiri di atas kaki sendiri, dalam walau hitungan singkat, ketika mereka harus berseteru dengan orang orang Yahudi yang secara ekonomi, persenjataan dan jumlah penduduk lebih mumpuni, namun Kaum Muslimin mampu memenangkan perseteruan tersebut, hingga akhirnya kota Madinah steril dari kaum Yahudi alias dikuasai penuh oleh kaum muslimin.

Sebaliknya, Ketika kaum Muhajirin menolak keinginan kaum Anshar untuk membagi harta kekayaan mereka, apa anda kira kaum Muhajirin sedang kelebihan harta benda?

Tidak sama sekali. Kaum Muhajirin kala itu sedang dalam kondisi susah kekurangan harta benda, namun mereka menolak pemberian itu untuk mempertahankan jiwa petarung, jiwa entrepreneur mereka agar tidak luntur. Sehingga mereka lebih tertantang untuk menimba skill baru menjadi peladang, sehingga bisa sukses hidup di New Normal mereka di kota Madinah yang nota bene negri agraris. Fakta membuktikan hal ini, sahabat Umar bin Al Khatthab, Sa'ad bin Abi Waqqash dan lainnya menjadi para peladang yang sukses.

Hari ini, di negri kita telah terjadi kesenjangan ekonomi yang luar biasa, sendiri sendi ekonomi telah dikuasai oleh segelintir orang, bagaimana lagi halnya kelak dengan anak cucu anda?

Masihkah anda merasa mahal harga-harga di warung tetangga?

Ingat kawan, ketika anda berbelanja di warung tetangga, sejatinya anda sedang membeli masa depan perekonomian anak cucu anda, mempertahankan pemerataan ekonomi bangsa anda, dan menjaga stabilitas sosial di tanah air anda.

Semua itu harus anda lakukan demi masa depan anak cucu anda, agar bisa berdiri tegak di tanah air sendiri.

Yuk kawan, satukan tangan kita dan bulatkan tekad kita demi masa depan anak cucu kita, agar kepala anak cucu kita tetap bisa tegak di negri sendiri.

Allahu Akbar.

Dr. Muhammad Arifin Badri MA
Read more »
Kereta Api Haramain hingga hari ini masih berhenti beroperasi

Kereta Api Haramain hingga hari ini masih berhenti beroperasi

Kereta Api Haramain hingga hari ini masih berhenti beroperasi

Kereta Api Haramain hingga hari ini masih berhenti beroperasi. Rencananya, angkutan umum cepat rute Mekkah-Madinah PP ini akan kembali mengangkut penumpang pada bulan September mendatang. 

Selain kereta api Haramain, pesawat rute internasional pun akan dibuka mulai September mendatang.
Bulan September sudah masuk Muharram 1442 H.
Artinya, bisa saja tahun ini tidak ada penyelenggaran ibadah haji.
Atau, mungkin saja ada haji, tetapi khusus untuk warga Saudi.
Atau bisa jadi ada haji untuk masyarakat internasional, tapi dengan protokol kesehatan ketat. 

Otomatis jumlah jamaah akan terpangkas.
Mungkin juga akan diseleksi, hanya jamaah haji asal negara yang sudah aman covid-19 yang bisa ikutan.
Semuanya serba mungkin. Kita tidak tahu kepastiannya seperti apa.
Hari-hari cemas menunggu, apakah tahun ini haji akan diselenggarakan atau tidak. Wallahu a'lam.

source budi marta saudi
Read more »
Beranda