Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | kajian islam dan informasi
3 tingkatan sabar dalam tauhid dan 4 tingkatan dalam menghadapi musibah dan ujian

3 tingkatan sabar dalam tauhid dan 4 tingkatan dalam menghadapi musibah dan ujian

4 tingkatan sabar agar hidup kita bahagian dunia-akhirat

Salah satu pelajaran TAUHID yang sangat berguna adalah mempelajari tingkatan sabar

• Mungkin banyak yang mengira bahwa sabar itu hanya sabar menghadapi musibah saja, ternyata dalam pelajaran TAUHID sabar ada 3 macam:

1. Bersabar menjalankan ketaatan
2. Bersabar tidak melakukan yang diharamkan

3. Bersabar menghadapi takdir Allah baik musibah maupun nikmat

➡️ Contohnya: ada yang sangat sabar shalat malam, tapi tidak sabar dengan godaan wanitabu

4. Tingkatan sabar dalam menghadapi musibah dan ujian

1. Marah

Bisa jadi tidak terima dengan takdir Allah, ini bisa mengurangi Tauhid seseorang bahkan bisa terjerumus dalam kesyirikan karena mencela takdir Allah

2. Sabar

hatinya mungkin terasa pedih tetapi ia masih mampu menahan diri dari perbuatan menentang takdir Allah, misalnya mencela atau “mengamuk” banting sesuatu

3. Ridha

Hatinya sama saja ketika mendapat musibah atau nikmat dan dia berusaha ridha, ketika ada rasa tidak menerima, ia berusaha lawan dan ridha

4. Bersyukur

Inilah tingkatan tertinggi, ia tahu hakikat musibah, menerima takdir, itulah yang terbaik, menghapuskan dosa, meningkatkan derajat, bisa jadi menghadap Allah tanpa dosa sama sekali kelak

Semoga kita termasuk dalam tingkatan yang bersyukur, walaupun berat, badai pasti berlalu, betapa banyak kita telah melewati musibah yang lebih berat dari sayang dan dunia tetap saja berlalu tanpa bekas
Agar bisa bersabar tingkat tertinggi kita harus belajar TAUHID asma wa sifat untuk mengenal sifat Allah, tatkala terkena musibah, ingatlah sifat Allah

>> Yaitu lebih sayang terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada bayinya di buaian setelah lama terpisah dengan bayinya karena bayinya hilang

Dari Umar bin Al Khattabradhiallahu ‘anhu , beliau menuturkan :

ﻗﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﺒﻲ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﻗﺪ ﺗﺤﻠﺐ ﺛﺪﻳﻬﺎ ﺗﺴﻘﻲ، ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﺕ ﺻﺒﻴﺎً ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﺃﺧﺬﺗﻪ، ﻓﺄﻟﺼﻘﺘﻪ ﺑﺒﻄﻨﻬﺎ ﻭﺃﺭﺿﻌﺘﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : (ﺃﺗﺮﻭﻥ ﻫﺬﻩ ﻃﺎﺭﺣﺔ ﻭﻟﺪﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ). ﻗﻠﻨﺎ: ﻻ، ﻭﻫﻲ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻄﺮﺣﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: (ﻟﻠﻪ ﺃﺭﺣﻢ ﺑﻌﺒﺎﺩﻩ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺑﻮﻟﺪﻫﺎ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu yang sedang mencari-cari bayinya.

Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami, “Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”

Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.”

[HR. Bukhari dan Muslim]

Semoga kita bisa mengamalkan ilmu kita

Ustadz Raehanul Bahraen (Muslimafiyah)
Read more »
Naik Bus Trans Jakarta Jauh lebih hemat dibandingkan mobil pribadi

Naik Bus Trans Jakarta Jauh lebih hemat dibandingkan mobil pribadi

Naik Bus Trans Jakarta

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya adalah seorang wiraswasta, yang berfikir simple, praktis dan ekonomis. 

Saya Tinggal Di daerah Cibubur, Setiap hari saya harus ke Jakarta Guna untuk suatu kegiatan Rutin.

Tadinya saya menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi. Karena merasa letih menyetir, setiap hari maka saya memutuskan untuk berhenti menggunakan kendaraan pribadi saya. 

Sewaktu Menggunakan Mobil saya harus menyiapkan minimal Rp 200,000  rupiah untuk biaya bensin dan tol sampai kembali kerumah. 

Karena kegiatan keseharian tidak bisa di hentikan, maka dari itu saya mencoba untuk menggunakan transportasi umum agar saya bisa tetap sampai ketujuan dengan tidak kecapean. 

Yah..., saya mencoba menaiki Bus trans jakarta. dari cibubur ke Jakarta, Alangkah terkejutnya dengan uang Rp 3500 Rupiah saya sudah bisa sampai tujuan dengan waktu yang lebih cepat, karena Bus Trans Jakarta mempunyai jalannya tersendiri, suatu kendaraan yang nyaman dan aman siap mengantarkan kita ke seluruh tempat dijakarta, Karena semuanya sudah terintegrasi. 

Di dalam bus Trans Jakarta saya tinggal duduk dan bisa tidur dengan nyenyak.

Ketika suatu saat saya harus berdiri di dalam bus arah menuju pulang saya terkejut, seorang anak muda yang sedang duduk, tiba tiba berdiri dan mempersilahkan saya untuk duduk di tempat duduknya . 

Saya sangat kagum dengan keadaan ini, ternyata saya juga baru tersadar bahwa bus trans Jakarta memprioritaskan orang tua, ibu hamil dan ibu yang membawa anak. kesadaran akan prioritas yang ditetapkan itu di terapkan oleh semua penumpang di dalam bus. 

Hal seperti Ini biasanya hanya terjadi di negara negara maju saja. bahkan saya dulu pernah tinggal di Luar negri, tidak sampai sebesar itu toleransi antar sesama penumpang.

 Akhirnya sayapun sampai ke rumah, sambil duduk saya coba menghitung dan membandingkan nilai rupiah yang saya keluarkan  ketika naik kendaraan pribadi dengan menggunakan Bus Trans Jakarta. 

Ternyata hasilnya sangat jauh berbeda
Rp 200.000 X 22 hari sebulan=Rp 4.400.000,- (kendaraan pribadi).dibandingkan dengan
Rp 7.000 X 22 = Rp. 154.000,- (Trans Jakarta) bayangkan apabila dikali setahun berapa rupiah yang harus kita keluarkan.

Subsidi dari pemerintah DKI sangat membantu, karena memang transportasi sangat dibutuhkan Masyarakat.

Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta Bpk Anies Rasyid Baswedan Phd, Atas kebijakan pro Rakyatnya yang telah membuat nilai Rupiah jadi berharga. 

Semoga Bapak sehat selalu dan dapat terus memimpin Jakarta. Aamiin ...

Semoga bermanfaat 

Saya Jouf Basyaib, untuk Kesadaran dan Logika kita semua, bahwa Negri ini, membutuhkan pempimpin yang Pro Rakyat, 

kabarberita.id

Wassalam.
Read more »
Mazhab Syafiipun menganjurkan mengusap seluruh kepala ketika berwudhu.

Mazhab Syafiipun menganjurkan mengusap seluruh kepala ketika berwudhu.

mengusap seluruh kepala ketika berwudhu

Bahkan menurut penuturan imam An Nawawi, seluruh ulama' mazhab As Syafii, bersepakat bahwa sunnah hukumnya mengusap seluruh kepala ketika berwudlu. (Al Majmu' oleh An Nawawi 1/433)

Dan dalam Mukhtashar Al Muzani, beliau menukilkan bahwa Imam As Syafii berkata:

وَأُحِبُّ أَنْ يَتَحَرَّى جَمِيعَ رَأْسِهِ وَصُدْغَيْهِ يَبْدَأُ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، ثُمَّ يَذْهَبُ بِهِمَا إلَى قَفَاهُ، ثُمَّ يَرُدُّهُمَا إلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ
Aku menyukai bila orang yang berwudlu berusaha untuk dapat mengusap seluruh kepala dan kedua pelipisnya. Mengusap kepala dimulai dari mengusap bagian depan kepala lalu kedua telapak tangannya bergeser ke arah tengkuk, kemudian digerakkan kembali ke posisi awal ketika mulai mengusap. (Mukhtashar Al Muzani 94)

Naah, bagaimana dengan praktek para penganut mazhab Syafii?

Yuk, kita bersama sama memasyarakatkan sunnah ini, yang ternyata disepakati oleh seluruh ulama' mazhab syafii .

Semoga mencerahkan.

fb ustadz Dr Muhammad Arifin Badri
Read more »
KETAATAN ISTERI KEPADA SUAMINYA

KETAATAN ISTERI KEPADA SUAMINYA

KETAATAN ISTERI KEPADA SUAMINYA

Setelah wali atau orang tua sang isteri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi, setelah kewajiban taatnya kepada Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” [1]

Sujud merupakan bentuk ketundukan sehingga hadits tersebut di atas mengandung makna bahwa suami mendapatkan hak terbesar atas ketaatan isteri kepadanya. Sedangkan kata: “Seandainya aku boleh…,” menunjukkan bahwa sujud kepada manusia tidak boleh (dilarang) dan hukumnya haram.

Sang isteri harus taat kepada suaminya dalam hal-hal yang ma’ruf (mengandung kebaikan dalam agama). Misalnya ketika diajak untuk jima’ (bersetubuh), diperintahkan untuk shalat, berpuasa, shadaqah, mengenakan busana muslimah (jilbab yang syar’i), menghadiri majelis ilmu, dan bentuk-bentuk perintah lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan syari’at. Hal inilah yang justru akan mendatangkan Surga bagi dirinya, seperti sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” [2]

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sifat wanita penghuni Surga,

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى
“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’” [3]

Dikisahkan pada zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang wanita yang datang dan mengadukan perlakuan suaminya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dari Hushain bin Mihshan, bahwasanya saudara perempuan dari bapaknya (yaitu bibinya) pernah mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena ada suatu keperluan. Setelah ia menyelesaikan keperluannya, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah bersuami?” Ia menjawab, “Sudah.” Beliau bertanya lagi, “Bagaimana sikapmu kepada suamimu?” Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi (haknya) kecuali yang aku tidak mampu mengerjakannya.”

Maka, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ.
“Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya karena suamimu (merupakan) Surgamu dan Nerakamu.” [4]

Hadits ini menggambarkan perintah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk memperhatikan hak suami yang harus dipenuhi isterinya karena suami adalah Surga dan Neraka bagi isteri. Apabila isteri taat kepada suami, maka ia akan masuk Surga, tetapi jika ia mengabaikan hak suami, tidak taat kepada suami, maka dapat menyebabkan isteri terjatuh ke dalam jurang Neraka. Nasalullaahas salaamah wal ‘aafiyah.

Footnote

[1]. Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1159), Ibnu Hibban (no. 1291 – al-Mawaarid) dan al-Baihaqi (VII/291), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini diriwayatkan juga dari beberapa Shahabat. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1998).

[2]. Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 1296 al-Mawaarid) dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiih Mawaariduzh Zham’aan (no. 1081).

[3], Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (XIX/140, no. 307) dan Mu’jamul Ausath (VI/301, no. 5644), juga an-Nasa-i dalam Isyratun Nisaa’ (no. 257). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahiihah (no. 287).

[4]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (VI/233, no. 17293), an-Nasa-i dalam ‘Isyratin Nisaa’ (no. 77-83), Ahmad (IV/341), al-Hakim (II/189), al-Baihaqi (VII/291), dari bibinya Husain bin Mihshan radhiyallaahu ‘anhuma. Al-Hakim berkata, “Sanadnya shahih.” Dan disepakati oleh adz-Dzahabi.

Join Channel Telegram : https://t.me/QalbnSalim
Read more »
Kisah calon mahasiswa universitas islam madinah yang tak boleh daftar lagi

Kisah calon mahasiswa universitas islam madinah yang tak boleh daftar lagi

Kisah calon mahasiswa universitas islam madinah

Pada khataman kitab Tauhid bersama Syaikh Haitsam Muhammad Sarhan hafidzahullahu ta’ala hari ini, beliau menceritakan sebuah kisah seorang yang datang dari salah satu negara pecahan Rusia (negara belakangnya Tan Tan).

Beliau datang ke Madinah ingin belajar di Jami’ah Islamiyah (UIM, Universitas Islam Madinah). Akhirnya beliau mengikuti muqobalah dan menunggu pengumuman.

Di sela sela waktu menunggu, beliau sempatkan belajar di Masjid Nabawi, salah satunya bersama Syaikh Haitsam Muhammad Sarhan hafidzahullahu ta’ala, ngaji Kitab Tauhid hingga selesai. Walhamdulillah.

Waktu tak terasa berlalu begitu cepat, sudah setahun beliau menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Pada akhirnya, diumumkanlah nama-nama mahasiswa baru yang diterima pada tahun itu melalui website resmi kampus.

Qoddarullah, nama beliau tidak ada. Sedih sekali rasanya, hingga hampir putus asa. Mau kembali ke negaranya tidak mungkin, karena susah belajar agama disana.

Akhirnya murung diri di kosnya. Hingga beliau ingat salah satu bab di kitab tauhid yang menjelaskan agar senantiasa menerima taqdir Allah dengan lapang dada. Ridha dengan keputusan Allah.

Pada malam itu terasa sesak dadanya, tapi dengan mengingat pelajaran tauhid yang pernah ia pelajari maka dia selalu tafaaul (optimis) dan tidak boleh menyerah.

Pagi hari setelah beberapa waktu berlalu, beliau pergi ke kampus Universitas Islam Madinah untuk mendaftar ulang, berharap tahun depan dapat diterima.

Masuklah beliau ke Imarah Qobul. Di sana, ternyata beliau ditolak mendaftar lagi dan sudah tidak ada kemungkinan untuk mendaftar kembali di UIM, ujar seseorang yang bertugas.

Bagaimana rasanya? Sudah tidak diterima, lalu tidak boleh daftar lagi. Pupuslah harapan.

Tapi petugas lajnah mengatakan, “bagaimana kamu mau daftar lagi di sini, sedangkan kamu sudah diterima disini.”

Sontak beliau langsung kaget, mendengar celetukan sang petugas tersebut. “Bagaimana mungkin? Nama saya tidak ada di pengumuman yang beberapa waktu lalu diumumkan.”

“Oh, ada kesalahan input nama. Nama kamu yang seharusnya masuk. Dan selamat kamu di terima disini.”

Masya Allah…. Walhamdulillah
________________________
Pelajaran :
Apapaun keadaanmu, pegang tauhidmu. Seorang mukmin hanya Allah-lah tempat bersandar. Pilihan Allah itulah yang terbaik, selalu baik sangkalah kepadaNya.

Madinah, 12 Jumadil Akhir 1441 H

~Abu Yusuf ~
Read more »
Video Ahmad Qashim al-Ghamdi Penyeru Valentine’s Day Halal di arab saudi

Video Ahmad Qashim al-Ghamdi Penyeru Valentine’s Day Halal di arab saudi


Di kesempatan yang sama, dia berbicara tentang sebuah hadits yang menurutnya dho’if (lemah). Berikut potongan matan haditsnya;

“…. sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk surga…”

Menurutnya, kalapun hadits di atas shahih, tidak lebih sebagai bentuk dari stimulus untuk mencapai kebenaran dan tidak mengakui perbedaan.

Lebih lanjut, dia memaknai hadist tersebut, menggiring kepada klaim kebenaran sebuah kelompok atau golongan. Al-Ghamdi menolak jika hadits tersebut dijadikan dalil, yang akan menyesatkan kelompok lain.

Bagi kalangan penuntut ilmu di Arab Saudi, kesesatan Ahmad Qashim Al-Ghamdi sangat mudah terbantahkan.

Pendapatnya tidak lebih sebagai pengulangan dari orang-orang terdahulunya yang dihinakan dan tidak diakui oleh masyarakat. Tetapi media sekuler kerap menjadikannya populer dan dijadikan rujukan.

Pada tanggal 15 Februari 2018 silam, saat berbicara di kanal berita alArabiya, dia mengatakan Valentine’s Day adalah adalah kegiatan sosial dan urusan duniawi semata.

Kemudian secara masif, media mem-blow up pendapat tersebut dinisbatkan kepada pendapat Saudi, seakan-akan pendapat mayoritas masyarakat, pemerintah atau ulamanya.

Empat tahun sebelumnya, 13 Desember 2014, di depan layar MBC, dia mendemonstrasikan membuka cadar istrinya, meyakinkan pendapatnya yang menyelisihi mayoritas ulama di Arab Saudi.

Yang jadi soal, dia menjelaskan dan menafsirkan nash agama dengan caranya sendiri, menyelisihi ulama madzhab dan salaf shalihin.

Bantahan ilmiah terhadap pendapat-pendapatnya yang “nyeleneh” ditulis dan disampaikan. Tetapi dia tidak bergeming, khas kaum liberal-sekuler yang menolak klaim menyesatkan, tetapi dirinya membenarkan dirinya sendiri.

Dalam acara “Khaimah Ramadhaniyah” di sebuah televisi Arab Saudi, terungkap bahwa latar belakang pendidikan Ghamdi tidak pernah kuliah dan bukan srajana syar’i. Diapun diaku-aku sebagai murid kibar ulama, tetapi pendapat-pendapatnya menyelisihi guru-gurunya. saudinesia.com
Read more »
Rawan : Meriahnya Valentine's Day di Arab saudi plus video realita

Rawan : Meriahnya Valentine's Day di Arab saudi plus video realita

Sejak itulah, tahun lalu warga Saudi merayakan Hari Valentine perdana mereka. Dilansir di Arab News, Kamis (13/2), orang-orang Saudi kini menunjukkannya dengan cara membeli hadiah-hadiah mewah, bunga, balon, dan bahkan boneka beruang klise untuk orang yang mereka anggap istimewa.

Begitulah satu paragraf fiksi yang ingin dibangun Rawan Radwan, jurnalis Arab News, berimajinasi tentang meriahnya Valentine’s Day di Arab Saudi.

Secara sporadis, media nasional mengutipnya, baik yang dikenal media sekuler maupun yang konon media aspirasi umat Islam.

Radwan, hanya mendaur ulang tulisan sebelumnya, mengutip lagi pendapat “nyeleneh” Ahmad Qasim Al-Ghamdi, mantan polisi agama di Makkah.

Membeli hadiah semacam bunga, balon atau boneka bukan perkara yang istimewa bagi warga Saudi. Setiap munasabah, sebagai rasa syukur, mereka biasa berbagi hadiah.

Tidak perlu menunggu Valetine’s Day, ringan tangan mereka memberi dan berbagi. Tidak heran, toko manisan, bunga dan hadiah mudah didapati di pinggir-pinggir jalan di Arab Saudi.

Sementara pada hari “H” Valentine, suasana berjalan seperti biasanya. Tidak ada sama sekali yang istimewa dari hari-hari lainnya.

Merayakan valentine apakah dilarang? Warga Arab tidak perlu peraturan pemerintah yang mengaturnya. Mengingat sejak kecil telah diajarkan syari’at Islam, mereka tahu itu terlarang dalam agama. Ini seperti libur di hari Jum’at saja.

Dibalut dengan “fatwa” dari yang mislead, tulisan semisal Radwan laris di pasaran. Bagi orang yang tidak mengerti kultur sosial warga Arab Saudi, tanpa sadar menanggapnya sebagai inforamsi yang benar.

Tonton suasana malam Valetine’s Day dan pendapat orang-orang yang bermukim di Saudi di vlog TKI berikut ini. saudinesia.com

Read more »
Beranda