-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
CAPEKNYA PERJUANGAN PENDUDUK SURGA DALAM MERAIH SURGA

CAPEKNYA PERJUANGAN PENDUDUK SURGA DALAM MERAIH SURGA


"IBnul Jauzi Rahimahullah berkata: "wahai jiwa berletih letihlah sedikit (dalam beramal sholih) maka engkau pun akan banyak beristirahat di surga Firdaus." (Al-Mawaizh 1/79).

meraih surga, bukan hal yang mudah, yang cukup di raih dengan berangan angan dan bermalas malasan. penduduk surga adalah orang orang yang di uji dengan berbagai perjuangan dan pengorbanan, yang mencapekkan jiwa, raga dan pikiran, lalu mereka lulus ujian. penduduk surga adalah pejuang tangguh, orang orang rela berkorban tanpa pamrih. kecuali dengan cinta kepada Rabb mereka.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا أَن يَقُولُوٓاءَامَنَّاوَهُمْ لَايُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ الَّلهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الكّٰذِبِينَ
"apakah manusia mengira bahwa mereka akan di biarkan hanya dengan mengatakan, "kami telah beriman".dan mereka tidak di uji? sungguh! kami telah menguji orang orang sebelum mereka,maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan orang orang yang dusta. (QS.Al-Ankabut:2-3)

oleh karna itu,dalam ayat yang lain, Allah menceritakan apa sebabnya mereka bisa masuk surga. yaitu karna kesabaran mereka menahan capek demi memperjuangkan surga.

أُولٰٓىِٔكَ يُجْزَونَ الْغُرْفَةَبِمَاصَبَرُوا وَيُلَقَّونَ فِيهَا تَحَّيةُ وَسَلّٰمًا
"Mereka itu akan di beri balasan dengan tempat yang tinggi( dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan di sambut dengan penghormatan dan salam." (QS.Al-Furqan:75).

وَجَزَ لَهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةُ وَحَرِيرْا.
مُّتَّكِينَ فِيهَاعَلَى الاَرَٓ اىِٔكِ لَايَرَونَ فِيهَا شَمْسُا وَلَازَمْهَرِيَرُا
Dan dia memberi balasan kepada mereka karna kesabarannya ( Berupa) surga dan (pakaian) sutra." Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan. (QS.Al-Insan:12-13).

Barakallahu fiikum..
Baca selengkapnya »
Rhoma Irama Skakmat OKI eks Noah atau syariat Islam ?

Rhoma Irama Skakmat OKI eks Noah atau syariat Islam ?

Firman Allah & Sabda Rosulnya mau di Skakmat pake apa❓ Pake Hawa Nafsu ⁉️

Allah ‘Azza wa jalla berfirman,

‎وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat senior Nabi berkata ketika ditanya tentang maksud ayat ini, maka beliau menjawab bahwa itu adalah musik, seraya beliau bersumpah dan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.

Begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an, bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian. [Tafsir Ibnu Katsir, hal 556/3]

Al-Wahidy berkata bahwasanya ayat ini menjadi dalil bahwa nyanyian itu hukumnya haram. [Ighatsatul Lahafan karya Ibnul Qayyim, hal. 239]

Dan masih banyak lagi, ayat-ayat lainnya yang menjelaskan akan hal ini.

Jangan heran jika ada musisi seperti Bang Rhoma, Kiai, Gus Gus & para pecinta musik tidak setuju dengan Haramnya Musik & justru malah menghalalkannya karena itu semua sudah disebutkan oleh rasulullah ﷺ

beliau pernah bersabda,
”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” [HR. Bukhari, no. 5590]
Baca selengkapnya »
awalnya benci, akhirnya mencintai dakwah syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab

awalnya benci, akhirnya mencintai dakwah syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab


Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah mengisahkan:

Sekarang saya akan mengisahkan kisah Abdurrahman al-Bakariy yang termasuk penduduk Najd. Beliau termasuk murid sang paman, yaitu Syaikh Abdullah (bin Abdil Lathif Aalusy Syaikh) dan selainnya.

Kemudian beliau membuka madrasah (yang dibangun dengan upaya beliau) di Oman, mengajarkan tauhid. Jika beliau kehabisan dana, beliau mengambil beberapa barang jualan dari seseorang kemudian beliau safar menuju India. Kadangkala beliau tinggal setengah tahun di India.

Syaikh al-Bakariy berkata: Saya tinggal di samping sebuah masjid di India. Di masjid itu ada seorang pengajar yang setiap kali selesai mengajar, melaknat (Syaikh Muhammad) Ibnu Abdil Wahhab. Ketika pengajar itu keluar dari masjid, ia berpapasan denganku dan berkata: Saya fasih berbahasa Arab, namun saya ingin mendengar bahasa Arab dari orang Arab asli, dan beliau ingin meminum air dingin di tempat saya. Maka saya ingat benar-benar apa yang dia lakukan pada pelajaran yang disampaikannya.

Saya pun bersiasat untuk mengundangnya ke rumah saya dan saya mengambil Kitabut Tauhid. Saya sobek sampul depannya dan saya letakkan di rak di rumah saya sebelum kedatangan dia. Ketika orang itu datang, saya berkata: Apakah anda mengizinkan saya untuk mengambilkan semangka? Saya pun pergi. Ketika saya kembali, orang itu ternyata sedang membaca (Kitabut Tauhid yang saya hilangkan sampul depannya itu) dan dia menggerak-gerakkan kepalanya. Dia berkata: Siapakah penulis kitab ini? Gaya penulisan babnya seperti dalam Shahih alBukhari. 

Ini, demi Allah, persis seperti Shahih al-Bukhari! Saya berkata: Saya tidak tahu. Kemudian saya berkata: Apakah sebaiknya kita pergi pada Syaikh al-Ghozawiy untuk bertanya kepada beliau. Syaikh al-Ghozawiy adalah pemilik perpustakaan dan beliau memiliki karya bantahan terhadap Jami’ul Bayaan.

Kami pun masuk menemui Syaikh al-Ghozawiy dan saya berkata kepada beliau: Saya punya kumpulan beberapa kertas ini yang Syaikh ini bertanya: karya siapakah ini? Saya tidak tahu. Al-Ghozawiy paham yang dimaksudkan. Beliau memanggil seseorang untuk membawakan kitab Majmu’ atTauhid. Didatangkanlah kitab itu dan ditunjukkan: Ini adalah karya Muhammad bin Abdil Wahhab. Maka seorang alim India itu berkata dengan marah dan berteriak: Orang kafir itu?! Kami pun diam dan dia pun terdiam sebentar. 

Kemudian setelah kemarahannya mereda, ia beristirja’ (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’un). Ia pun berkata: Jika memang kitab ini adalah karya beliau, berarti kami telah mendzhalimi beliau. Kemudian setelah itu, setiap hari beliau mendoakan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, demikian juga dengan para murid beliau. Murid-murid beliau di India jika selesai dari majelis, semuanya mendoakan kebaikan untuk Syaikh (Muhammad) Ibnu Abdil Wahhab (Fataawa wa Rosaail Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim(1/75-76))

Penerjemah: Al Ustadz Abu Utsman Kharisman

Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:

وأَنا أَقص الآن قصة عبد الرحمن البكري من اَهل نجد- كان أَولا من طلاب العلم على العم الشيخ عبد الله وغيره، ثم بدا له أَن يفتح مدرسة في عمان يعلم فيها التوحيد من كسبه الخاص فإذا فرغ ما في يده أخذ بضاعة من أَحد وسافر إلى الهند وربما أخذ نصف سنة في الهند. قال الشيخ البكري: كنت بجوار مسجد في الهند وكان فيه مدرس إذا فرغ من تدريسه لعنوا ابن عبد الوهاب، وإذا خرج من المسجد مر بي وقال: أَنا أُجيد العربية لكن أحب أَن أَسمعها من أَهلها، ويشرب من عندي ماءً باردًا. فأَهمني ما يفعل في درسه، قال: فاحتلت بأَن دعوته وأَخذت ((كتاب التوحيد)) ونزعت ديباجته ووضعته على رف في منزلي قبل مجيئه، فلما حضر قلت: أَتأْذن لي أَن آتي ببطيخة. فذهبت، فلما رجعت إذا هو يقرأُ ويهز رأْسه فقال: لمن هذا الكتاب؟ هذه التراجم شبه تراجم البخاري هذا والله نفس البخاري؟! فقلت لا أدري، ثم قلت أَلا نذهب للشيخ الغزوي لنسأَله –وكان صاحب مكتبة وله رد على جامع البيان- فدخلنا عليه فقلت للغزوي كان عندي أَوراق سأَلني الشيخ من هي له؟ فلم أَعرف، ففهم الغزوي المراد، فنادى من يأْتي بكتاب ((مجموعة التوحيد)) فأُتي بها فقابل بينهما فقال هذا لمحمد بن عبد الوهاب. فقال العالم الهندي مغضبًا وبصوت عال: الكافر. فسكتنا وسكت قليلاً. ثم هدأَ غضبه فاسترجع. ثم قال: إن كان هذا الكتاب له فقد ظلمناه. ثم إنه صار كل يوم يدعو له ويدعوا معه تلاميذه وتفرق تلاميذ له في الهند وإذا فرغوا من القراءة دعوا جميعًا للشيخ ابن عبد الوهاب

_________________

Wallohu'alam bissawwab

Barakallahu fiikum, semoga bermanfaat. Sunnah-id

Copas: Status FB Sangaji Ali
Baca selengkapnya »
apa alasan dibolehkannya memasang bendera saat 17 Agustus?

apa alasan dibolehkannya memasang bendera saat 17 Agustus?

HUKUM MEMASANG BENDERA SAAT HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS

P e r t a n y a a n:

Ustadz, apa alasan dibolehkannya memasang bendera saat 17 Agustus? Apakah kita juga boleh berjualan sesuatu yang berbau nasionalisme agar sesuai momennya dengan tujuan agar lebih laris, seperti kaos dengan warna dan pesan nasionalisme?

J a w a b a n :

Alasannya:

(1). Perintah dan instruksi pemerintah.

(2). Mengibarkan bendera tanpa tujuan tertentu yang berbau mistis dengan tujuan untuk menampakkan lambang negara, merupakan suatu perkara yang 'urf ( kebiasaan suatu bangsa).

Rasulullah ﷺ hampir di setiap peperangan mengibarkan bendera.

Pengibaran bendera yang dilakukan sebuah pasukan dalam peperangan merupakan simbol kekuatan pasukan tersebut.

(3). Fatwa ulama tentang bolehnya perbuatan tersebut.

Adapun berdagang pernak-pernik untuk perayaan bid'ah, maka tidak diperbolehkan, karena hal itu bentuk ta'awwun 'alal itsmi wal 'udwan.

Wallahu a'lam

Repost Hadis Shahih

✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
Baca selengkapnya »
Saudi Aramco Masuk 10 Perusahaan Terbesar 2021 versi Forbes

Saudi Aramco Masuk 10 Perusahaan Terbesar 2021 versi Forbes

Meski pandemi virus corona jenis baru (Covid-19) melanda dunia dan menyebabkan perekonomian global menyusut, dengan sejumlah perusahaan harus gulung tikar, tetap ada banyak perusahaan yang berkembang.

Forbes mencatat ada 10 perusahaan yang masuk dalam peringkat atas sepanjang tahun ini, dengan aset, nilai pasar, penjualan, dan keuntungan tertinggi. Berikut daftar perusahaan ini :

10. Amazon

Amazon menjadi perusahaan terbesar versi Forbes di peringkat ke-10 pada tahun ini. Banyak orang yang melakukan transaksi pembelian secara daring selama pandemi, membuat perusahaan yang didirikan Jeff Bezos ini mendapat keuntungan yang meningkat, mencapai 386,1 miliar dolar AS.

9. Agricultural Bank of China

Bank Pertanian Cina (Agricultural Bank of China) memiliki nilai pasar hingga 140,1 miliar dolar AS. Dengan keuntungan 31,3 miliar dolar AS, bank ini mampu menduduki posisi kesembilan sebagai perusahaan terbesar versi Forbes pada 2020.

8. Ping An Insurance Group

Ping An merupakan perusahaan asuransi terbesar di dunia asal Cina. Menurut laporan, penjualan dari produk perusahaan ini mencapai 169,1 miliar dolar AS dengan aset mencapai 1,453,8 miliar dolar AS.

7. Bank of America

Bank of America, sebuah bank investasi multinasional dan perusahaan induk jasa keuangan yang berkantor pusat di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat (AS) memiliki aset sebesar 2.832,2 miliar dolar AS.

6. Apple

Apple menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia berdasarkan pendapatan, dengan total 274,5 miliar dolar AS pada 2020 dan sejak Januari 2021. Perusahaan teknologi AS itu naik tiga peringkat ke peringkat enam versi Forbes. Hal ini secara khusus disebabkan oleh nilai pasar sebesar 2,252,3 miliar dolar AS dan penjualan sebesar 294 miliar dolar AS.

5. Saudi Aramco

Saudi Aramco menjadi pendatang baru 10 besar daftar perusahaan terbesar versi Forbes 2020. Perusahaan produksi minyak Arab Saudi berada di urutan kelima dalam peringkat saat ini dengan omset 229,7 miliar dolar AS dan nilai pasar saham 1,897,2 miliar dolar AS.

4. China Construction Bank

China Construction Bank turun dua peringkat ke posisi keempat pada. Forbes mencatat penjualan sebesar 173,5 miliar dolar dan aset sebesar 4301,7 miliar dolar AS dimiliki perusahaan tersebut pada tahun ini.

3. Berkshire Hathaway

Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan yang dijalankan oleh Warren Buffett sejak 1960-an, meningkat satu tempat ke posisi ketiga dalam "Global 2000". Penjualan turun sedikit sekitar 10 miliar dolar AS, menjadi 245,5 miliar dolar AS.

2. JPMorgan Chase

JPMorgan Chase, bank investasi multinasional dan perusahaan induk jasa keuangan sempat mengalami tren umum di ‘Global 2000’ selama pandemi dengan penjualan turun 136,2 miliar dolar AS, tetapi aset meningkat hingga total mencapai 3,689,3 miliar dolar AS, serta nilai pasar yang lebih tinggi 464,8 miliar dolar AS.

1. ICBC

Bank Industri dan Komersial China (Industrial and Commercial Bank of China/ICBC) mempertahankan gelar sebagai perusahaan terbesar di dunia dalam ‘Global 2000’ Forbes. Itu keluar di atas untuk kesembilan kalinya berturut-turut. Menurut analisis, perusahaan ini membukukan keuntungan di keempat kategori, mulai dari penjualan dengan total 190,5 miliar, keuntungan, 45,8 miliar dolar AS, aset 4914,7 miliar dolar AS, nilai pasar 249,5 miliar dolar AS.

Source ihram
Baca selengkapnya »
sepucuk surat santri di pondok untuk ayahnya seorang marbot masjid (isinya bikin haru)

sepucuk surat santri di pondok untuk ayahnya seorang marbot masjid (isinya bikin haru)

[ Sepucuk Surat Dari Pondok Ke Masjid ]
Ini surat salah satu santri Pon-Pes Daarus Sunnah Rangkasbitung bernama Hudzaifah Ibnu Munir, anak seorang marbot di salah satu masjid di kota Bekasi.

Isi surat yang penuh dengan adab, ta'zhim dan kasih sayang seorang anak untuk ayahandanya.

Di dalam surat yang dia tulis menghadirkan hati menahan kerinduan. mengabarkan sang ayah berharap bisa menyenangkan hati ayahnya yang tercinta, isinya:
👇👇👇👇👇
باسم الله الرحمان الرحيم

Assalamualaikum Abi (ayahku), gimana kabarnya, sehat?

Abi! Afwan (maaf, ungkapan menghormati) paketin majalah (berisi kajian Islam sesuai manhaj salaf), kan semua majalah ada di Bekasi. Kirimin aja (dikirim dari rumah ke pondok) walau yang jelek juga. Biar (supaya) hudzaifah disini ada bacaan. Kalau bisa semua buku yang ada di Bekasi paketin aja kesini, tapi jangan yang di masjid, soalnya itu kan punya DKM (dewan kemakmuran masjid). Udah ya Abi.

"Abi tau gak? Hudzaifah disini sudah setor 5 juz, bentar lagi Hudzaifah ujian".

Syukron ya abi (terimakasih wahai ayahku)
Jazakumullahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh"
____________________
Tentu kabar yang begitu menggembirakan bagi sang ayah, padahal baru beberapa bulan mulai setor hafalan.

Ternyata di pondok itu, selain diajarkan Al-Qur'an, Bahasa Arab dan ilmu syar'i yang lain, mereka dibiasakan bersabar menahan rindu kepada orang tua dan tentu adab yang santun.

Semoga Allah memberkahi mu hudzaifah dan para santri yang lain, agar menjadi anak-anak yang shalih..


Diedit dan sedikit perubahan oleh admin dakwahpost.com
Baca selengkapnya »
KYAI ASWAJA BEGITU TAKUT TERHADAP DAKWAH SALAFY

KYAI ASWAJA BEGITU TAKUT TERHADAP DAKWAH SALAFY


Dinamika dakwah islam di tanah air dalam tiga dekade terakhir diwarnai dengan pesatnya perkembangan dakwah salafiyah yang bertujuan mengembalikan pemahaman umat islam kepada Al-Qur‘an dan As-Sunnah berdasarkan manhaj salafus saleh. 

Fakta demikian ternyata mengundang pobia luar biasa dari kalangan tradisionalis atau yang menyebut diri sebagai aswaja, di mana praktek-praktek keislaman mereka yang sarat pencampuradukan dengan budaya lokal mendapat koreksi dari kalangan salafi.

Perlu ditegaskan, makna aswaja dalam term tradisionalis bukanlah satu pengamalan beragama yang meneladani Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya dalam aqidah maupun ibadah sebagaimana definisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebenarnya, melainkan satu model baru keislaman yang memadukan berbagai unsur semisal madzhab ilmu kalam Asya’irah, tasawuf, dan ritual-ritual amaliah yang berasal dari warisan kultur Hindu-Budha. 

Maka tak heran, berkembangnya dakwah salafi dari Aceh hingga Papua mendatangkan kegelisahan dari kalangan tokoh aswaja yang selama ini terlanjur menikmati kedudukan begitu tinggi di tengah-tengah masyarakat santri.

Sikap pobia akut kalangan aswaja terhadap salafi-wahabi sejatinya sudah tergambar jelas dalam lembaran sejarah seputar berdirinya salah satu ormas. Sebagaimana diketahui, bermula dari satu tim panitia “Komite Merembuk Hijaz” yang didirikan guna merespon peperangan antara Wahabi di Saudi Arabia yang berakhir dengan terusirnya Syarif Husein dari Makkah pada 1924. 

Kemenangan Abdul Aziz Al-Saud yang disebut berhaluan Wahabi atas Syarif Husein yang berpemahaman sufi merupakan pukulan telak bagi kaum tradisionalis di manapun termasuk di wilayah Hindia-Belanda. Sebab, dengan jatuhnya Makkah ke tangan Wahabi, sama artinya dengan hilangnya kemerdekaan bagi kaum sufi-tradisionalis untuk menjalankan praktek amalan-amalan khas quburiyun di tanah suci.

Allah Ta‘ala berfirman, “Sebenarnya kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggan (Al Qur‘an) tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (Al Mu‘minun 71)

📝Abualrasyid
Instagram: @ittibarasul1
Baca selengkapnya »
Israel Hancurkan Lebih dari 140 Pohon Zaitun Milik Palestina

Israel Hancurkan Lebih dari 140 Pohon Zaitun Milik Palestina

Pemukim Israel menghancurkan lebih dari 140 pohon zaitun di Kota al-Khader, bagian Selatan Kota Bethlehem, Sabtu (31/7). Perusakan ratusan pohon ini dijelaskan oleh aktivis lokal Ahmad Salah.

Dilansir dari Wafa News, Sabtu (31/7), Ahmad mengatakan pemukim dari dua pemukiman ilegal Daniel dan Elazar menyemprot pohon-pohon itu dengan pestisida. Semprotan tersebut yang mengakibatkan ratusan pohon zaitun milik warga mati.

Para pemukim, katanya, selama ini sudah mengambil alih tanah milik Palestina di kota dan menanamnya dengan pohon zaitun dan buah-buahan lainnya. Mereka juga membuka jalan sepanjang 100 meter dengan lebar dua meter untuk penggunaan mereka sendiri di atas tanah milik warga Palestina.

Minyak zaitun memang merupakan hasil bumi kebanggan rakyat dan tanah Palestina selama ratusan tahun. Hasil bumi ini bahkan hingga kini masih menjadi salah satu andalan ekspor Palestina ditengah pendudukan Israel.

Dilansir dari Middle East Eye, ada sekitar 10 juta pohon zaitun di tanah Palestina. Pentingnya zaitun di hati warga Palestina hingga hasil pertanian ini disebut sebagai simbol dari identitas rakyat Palestina, makanan hingga peninggalan bersejarah.

"Minyak zaitun adalah kehidupan kami, identitas kami, dan masa depan kami. Dan dari cerita kakek nenek kami, zaitun menghidupi tanah kita sehingga bisa ditinggali. Minyak zaitun adalah simbol dari rakyat Palestina," kata salah seorang Petani, Mohamed Abu.

"Orang Israel selalu menargetkan pohon-pohon itu dibanding tumbuhan lain yang ada di Palestina. Mereka memotongnya, menutupnya, dan membakarnya, mencoba menghentikan identitas orang Palestina. Kita menonton di televisi orang Israel dengan sengaja mencabut dan membakar pohon zaitun, mereka tidak ingin melihat satu pohon pun di wilayah tepi barat," tambahnya.

Minyak zaitun dari Palestina bahkan disebut sebagai yang terbaik dari produsen dari negara lain karena rasanya yang khas. Rasa dan wangi minyak zaitun Palestina dikatakan lebih kuat dibanding minyak zaitun lain. Ihram.co.id
Baca selengkapnya »
Ibadah Jika Tidak Ada Asalnya Maka Tertolak

Ibadah Jika Tidak Ada Asalnya Maka Tertolak

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Orang yang melakukan amalan tanpa tuntunan benar-benar merugi, amalannya sia-sia belaka dan tidak diterima. Dalam ayat Al Qur’an disebutkan,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi: 103-104)

Ibnu Mas’ud pernah berkata pada orang yang amalannya mengada-ada, tanpa pakai tuntunan padahal niatan orang tersebut benar-benar baik,

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.” (HR. Ad Darimi 1: 79. Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayyid)
Baca selengkapnya »
Buku fiqh 5 Mazhab, waspada sekte Syi'ah mengaku islamBuku

Buku fiqh 5 Mazhab, waspada sekte Syi'ah mengaku islamBuku

Ada yg melihat di toko² buku sudah banyak dijual buku pembahasan fiqih 5 madzab, itu madzab yang ke lima Syiah mereka lagi berkamuflase menjadi madzab agar bisa diterima orang awam. Bagi Sunni kita hanya mengenal 4 madzhab fiqih. Tolong jangan dibeli dan viralkan. WASPADA SEKTE SYIAH MENGAKU ISLAM ‼️
Baca selengkapnya »
DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI KELAPARAN DAN KHIANAT

DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI KELAPARAN DAN KHIANAT

للَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُوعِ، فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ  وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ، فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ
Ya Allâh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lapar, karena kelaparan adalah seburuk-buruk teman yang menyertai. Dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat. Karena ia adalah teman karib yang paling buruk. [HR. Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah]

Doa ini memuat permintaan perlindungan dari lapar yang merupakan teman berbaring (selalu menyertai) yang paling buruk. Yaitu rasa lapar yang membuat seseorang tidak mampu menunaikan kewajibannya, dan mengharuskannya bergantung pada orang lain. Dan ini pun terkait erat dengan kefakiran yang sangat, sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam meminta perlindungan dari fitnah kefakiran. Yaitu kefakiran yang tak ada kebaikan di dalamnya, tidak pula rasa wara’, sehingga membuat orang jatuh dalam hal yang mencoreng agama dan muru’ah (kehormatannya). Dan berbagai dampak buruk akan menimpanya, bahkan bisa sampai menggadaikan agama.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam berdoa, meminta perlindungan dari lapar, karena dampaknya sangat buruk dan kentara terhadap kekuatan seseorang, baik kekuatan fisik maupun batin. Artinya bahwa kelaparan tersebut menghalangi seseorang untuk menunaikan berbagai amal ibadah. Sebab kelaparan melemahkan badan dan mengganggu pikiran; sehingga membangkitkan pikiran-pikiran busuk dan merusak. Amaliah ibadah menjadi rusak dan terbengkalai. Dan salah satu pemicunya adalah kosongnya lambung dari makanan. Badan dan pikirannya menjadi tidak stabil.

Hadits ini dijadikan sebagai dalil dari suatu pendapat yang mengatakan bahwa rasa lapar semata (murni karena lapar, tidak ada tendensi karena Allâh) tidak terkandung unsur pahala di dalamnya.

Sedangkan khianat adalah lawan dari amanah. Dan ini sifatnya umum, mencakup hak-hak Allâh seperti shalat, puasa, sedekah, zakat, dan lainnya ; juga mencakup hak-hak anak manusia di antara mereka. 
Baca selengkapnya »
KHIANAT DOSA BESAR TANDA HARI KIAMAT

KHIANAT DOSA BESAR TANDA HARI KIAMAT

Oleh : Ustadz  Abu Isma’il Muslim al-Atsari

Diantara tanda hari kiamat adalah tersebarnya perbuatan khianat. Sekarang, lihatlah bagaimana perbuatan khianat dengan berbagai bentuknya sudah terjadi di banyak tempat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَظْهَرَ الْفُحْشُ وَالتَّفَاحُشُ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَسُوءُ الْمُجَاوَرَةِ، وَحَتَّى يُؤْتَمَنَ الْخَائِنُ وَيُخَوَّنَ الْأَمِينُ
Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul perkataan keji, kebiasaan berkata keji, memutuskan kerabat, keburukan bertetangga, dan sehingga orang yang khianat diberi amanah (kepercayaan) sedangkan orang yang amanah dianggap berkhianat. [HR. Ahmad, no. 6514, dari Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Hadits ini dihukumi shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah dan Syaikh Syu’aib al-Arnauth rahimahullah]

● MAKNA KHIANAT
Khianat adalah lawan dari amanah. Kalau amanah berarti melaksanakan kewajiban yang sudah disanggupi, maka khianat adalah kebalikannya. Yaitu: berlaku curang atau mengurangi, atau membatalkan kewajiban.

Al-Munawi rahimahullah berkata, “Khianat adalah menyia-nyiakan amanah. Ada yang mengatakan, khianat adalah menyelisihi kebenaran dengan membatalkan perjanjian secara rahasia.” [At-Tauqîf, hlm. 162]

Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Khianat adalah curang dan menyembunyikan sesuatu.” [Al-Jâmi’ li Ahkâmil Qur’ân, 7/395]

Al-Jâhizh berkata, “Khianat adalah melanggar sesuatu yang diamanahkan orang kepadanya, berupa harta, kehormatan, kemuliaan, dan mengambil milik orang yang dititipkan dan mengingkari orang yang menitipkan. Termasuk khianat juga tidak menyebarkan berita yang dianjurkan disebarkan, merubah surat-surat (tulisan-tulisan) jika dia mengurusinya dan merubahnya dari maksud-maksudnya”. [Tahdzîbul Akhlâq, hlm. 31]

Lihat makna-makna di atas dalam kitab Nadhratun Na’îm fi Akhlâqir Rasûl al-Karîm, 10/4483

HUKUM KHIANAT
Para Ulama telah memasukkan perbuatan khianat ke dalam daftar dosa-dosa besar.

Imam Dzahabi rahimahullah memasukkan perbuatan khianat ke dalam dosa-dosa besar yang ke-39 di dalam kitabnya, al-Kabâir, walaupun perbuatan khianat itu juga bertingkat-tingkat dosanya.

Imam Dzahabi berkata, “Khianat merupakan perbuatan keji dalam segala sesuatu, tetapi sebagiannya lebih buruk dari yang lain. Orang yang berkhianat kepadamu dalam hal uang, tidak seperti orang yang berkhianat kepadamu dalam keluargamu, hartamu, dan melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang sangat besar.” [Al-Kabâ-ir, hlm. 149]

Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah berkata, “Dosa Besar ke-240 yaitu khianat dalam amanat, seperti barang titipan, barang yang digadaikan, barang yang disewakan, dan lainnya”. [Az-Zawâjir ‘an Iqtirâfil Kabâ-ir, hlm. 442]

BAHAYA-BAHAYA KHIANAT
Bahaya-bahaya khianat banyak sekali di antaranya:

1. Khianat adalah salah satu sifat orang munafik

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ “
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga yaitu apabila bercerita dia berdusta, apabila berjanji dia menyelisihi janjinya, dan apabila diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat”. [HR. Al-Bukhâri, no. 33, 2682, 2749, 6095 dan Muslim, no. 59]

2. Orang yang khianat tidak memiliki iman

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا قَالَ: ” لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ “
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu , dia berkata, “Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berkhutbah kepada kami, melainkan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya”. [HR. Ahmad, no. 12383, 12567, 13199; Ibnu Hibban, no. 194. Hadits ini dihukumi hasan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrîj Musnad Ahmad; dan dan dihukumi shahih oleh Syaikh al-Albani di dalam Shahîh Jâmi’ush Shaghîr, no. 7179]

3. Orang yang khianat adalah calon penduduk neraka
Ketika menjelaskan calon-calon penghuni neraka, antara lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالْخَائِنُ الَّذِي لَا يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ، وَإِنْ دَقَّ إِلَّا خَانَهُ
Pengkhianat, orang yang tidak samar sifat tamaknya, walaupun sesuatu yang kecil dia selalu berbuat khianat. [HR. Muslim, no. 2865, dari ‘Iyadh bin Himar al-Mujaasi’iy]

MACAM-MACAM KHIANAT
Khianat bisa berkaitan dengan hak Allâh Azza wa Jalla , karena sesungguhnya menjalankan kewajiban-kewajiban agama merupakan amanah bagi hamba dari Allâh Azza wa Jalla , sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, namun semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan semuanya khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. [Al-Ahzâb/33:72]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata, “Allâh Subhanahbu wa Ta’ala mengagungkan urusan amanah yang Allâh Subhanahbu wa Ta’ala wajibkan amanah itu kepada para mukallaf, amanah itu adalah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, dalam keadaan rahasia dan tersembunyi seperti keadaan terang-terangan.” (Tafsir as-Sa’di, surat Al-Ahzâb/33: 72)

Dengan demikian, meninggalkan perintah Allâh Subhanahbu wa Ta’ala dan melanggar larangan-Nya merupakan bentuk khianat terhadap amanah dari Allâh Subhanahbu wa Ta’ala .

Khianat juga bisa berkaitan dengan urusan manusia. Sebagaimana penjelasan al-Jâhizh di atas yang mengatakan, “Khianat adalah melanggar sesuatu yang diamanahkan orang kepadanya, berupa harta, kehormatan, kemuliaan, dan mengambil milik orang yang dititipkan dan mengingkari orang yang menitipkan. Termasuk khianat juga tidak menyebarkan berita yang dianjurkan disebarkan, merubah surat-surat (tulisan-tulisan) jika dia mengurusinya dan merubahnya dari maksud-maksudnya”. [Tahdzîbul Akhlâq, hlm. 31]

Dengan tersebarnya khianat dengan berbagai bentuknya di zaman ini, maka seharusnya manusia segera bertaubat kepada Allâh yang Maha Kuasa, sebelum datangnya hukuman dari-Nya.

Wahai Allâh ampunilah dosa-dosa kami dengan ampunan dan kelembutan-Mu.
Baca selengkapnya »
Miris, "Kemenag Respons MUI soal Agama Baha'i: Offside-nya di Mana?"

Miris, "Kemenag Respons MUI soal Agama Baha'i: Offside-nya di Mana?"

Allahu mustaan, ya Allah arrahman berikan kami pemegang amanah yang takut kepada Mu. Amin
____________________
Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz menyebut bahwa langkah Menag Yaqut Cholil Qoumas yang mengucapkan selamat Hari Raya Naw Ruz kepada masyarakat Baha'i sudah berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons pernyataan Ketua MUI Cholil Nafis yang mengingatkan pemerintah jangan offside soal agama Baha'i.

"Dalam hal Menag menyampaikan ucapan selamat Hari Raya bagi umat Baha'i beliau merupakan bagian dari negara. Jadi bagian tugas negara. Offside-nya di mana?" kata Ishfah kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/7).

Ishfah lantas mengutip Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama (PNPS) yang menyebut bahwa terdapat 6 agama yang diakui di Indonesia.

Agama tersebut yakni Islam, Kristen, Katolik, Konghucu, Budha, dan Hindu yang banyak dianut masyarakat di Indonesia.

Meski demikian, kata Ishfah, tidak berarti selain enam agama tersebut dilarang di Indonesia. Agama-agama ini tetap diizinkan selagi tidak bertentangan dengan peraturan perundangan.

"Tak berarti agama-agama lain seperti Yahudi Taosime, Shinto itu dilarang di Indonesia. Ini termaktub eksplisit. Nah asalkan ketentuannya yang penting tidak ada penodaan dan pelecehan terhadap agama-agama lain. Kan prinsipnya seperti itu," ujar dia.

Meski demikian, Ishfah mengapresiasi kepada MUI yang sudah mengingatkan kepada pemerintah agar tidak offside dalam hal ini. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama selama ini berjalan sesuai perintah peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kita mengajak umat kembali pada regulasi dan UU yang ada. Mari kita pahami itu secara utuh," kata Ishfah.

Sebelumnya, sempat beredar viral video ucapan selamat Hari Raya Naw Ruz terhadap masyarakat Baha'i oleh Yaqut di media sosial.

Baha'i merupakan agama yang lahir di Persia pada 23 Mei 1844. Agama itu masuk ke Indonesia pada 1878. Kemenag menyebut penganut Baha'i di Indonesia mencapai sekitar 5.000 orang. CNN Indonesia
Baca selengkapnya »
Buya Gusrizal: Menag telah mengabaikan ghirah umat Islam dalam menjaga aqidah Islamiyyah.

Buya Gusrizal: Menag telah mengabaikan ghirah umat Islam dalam menjaga aqidah Islamiyyah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Buya Gusrizal Dt. Palimo Basa angkat suara soal ucapan selamat dari Menteri Agama terkait hari raya komunitas Bahaiyyah yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Buya Gusrizal mengatakan, Bahaiyyah ditinjau dari latar belakang sejarah, esensi ajaran dan gerakan penyebaran merupakan ajaran sesat yang menodai ajaran Islam dan menjadi pintu masuk musuh untuk merusak umat Islam.

Karena itu, tak mengherankan bila lembaga-lembaga umat Islam berskala internasional, nasional dan juga para tokoh ulama telah mengeluarkan keputusan tentang kesesatan aliran ini.

“Membiarkan dan melindunginya sebagai suatu agama berarti memberi payung legalitas bagi mereka untuk menyesatkan umat. Pencabutan Kepres pelarangan yang pernah dikeluarkan, tidaklah otomatis mengakuinya sebagai suatu agama yang memiliki kedudukan yang sama dengan agama-agama yang diakui di Indonesia,” tegas Buya Gusrizal, Kamis, (29/7/3021).

Lebih jauh Buya Gusrizal menyampaikan dengan memberikan ucapan selamat hari raya mereka, Menag telah mengabaikan ghirah umat Islam dalam menjaga aqidah Islamiyyah.

“Tak patut hanya berpijak kepada Kepres 69/2000 yang telah mencabut kepres 264/1962 karena itu tidak berarti bahaiyyah mendapatkan posisi sebagai suatu agama yang diakui sejajar dengan agama resmi yang diakui. Di samping itu, tugas negara khususnya Kemenag untuk melindungi agama-agama resmi dari penyesatan merupakan amanah konstitusi,” tegas Buya.

Buya menambahkan, tanpa terjaganya kebenaran ajaran agama, berarti umat beragama tidak bisa menjalankan agama mereka dengan benar.

Lebih jauh lagi, sikap kurang pertimbangan Menag bisa memicu konflik antara umat dengan penganut ajaran bahaiyyah.

Alangkah bijaknya, di saat negara sedang berkutat menghadapi berbagai persoalan berat, Menag semestinya bisa menyingkirkan terlebih dahulu perkara-perkara yang bisa memicu kekisruhan dan menggerus kepercayaan umat kepada pemerintah.

“Kalau memang sikap pemerintah dipandu oleh keadilan antar anak bangsa dalam persoalan keberagamaan, sepatutnya pemerintah mengkaji ulang pencabutan Kepres 264/1962 zaman Presiden Soekarno tersebut karena itu dilakukan tanpa melibatkan lembaga-lembaga umat Islam.

Hal ini merupakan kecelakaan sejarah yang sangatlah tidak wajar terjadi karena Islam merupakan akar ajaran yang kemudian diselewengkan oleh bahaiyya,” tutup Buya.

Baca selengkapnya »
KEYAKINAN NUR MUHAMMAD,CIKAL BAKAL KEYAKINAN WIHDATUL WUJUD

KEYAKINAN NUR MUHAMMAD,CIKAL BAKAL KEYAKINAN WIHDATUL WUJUD

Oleh: Ustadz Prasetyo Abu Ka'ab 

Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam… Beliau merupakan hamba Allah sekaligus utusan-Nya. Allah telah memilihnya sebagai hamba-Nya yang paling mulia dan sebagai pengemban risalah bagi seluruh jin dan manusia. Selain itu, Allah juga telah memuliakan beliau dengan beberapa keutamaan yang tidak dimiliki oleh makhluk selainnya.

● KEYAKINAN NUR MUHAMMAD

Di antara keyakinan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang banyak tersebar di Indonesia, khususnya bagi mereka yang biasa bergelut dengan dunia ke-sufi-an, adalah keyakinan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di ciptakan dari cahaya Allah; dan seluruh alam semesta diciptakan dari cahayanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Benarkah pemahaman ini?

SYUBHAT MEREKA

Yang menjadi dasar atas keyakinan tersebut adalah sebuah hadits yang terdapat banyak dalam kitab-kitab sufi. Hadits tersebut adalah sebagai berikut:

`Abdurrazzaq meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada shahabat Jabir bin `Abdilla al-Anshariy radhiyallahu `anhu, dia mengatakan: “Saya bertanya: ‘Wahai Rasulullah, Demi bapak dan ibu saya sebagai tebusan bagimu, kabarkan kepada saya tentang makhluk yang pertama Allah ciptakan sebelum Dia menciptakan selainnya.’ 

Beliau menjawab: ‘Wahai Jabir, makhluk yang pertama Allah ciptakan adalah cahaya Nabimu yang Dia ciptakan dari cahaya-Nya. Kemudian Dia menjadikan cahaya tersebut berputar dengan kuat sesuai dengan kehendak-Nya. Belum ada saat itu lembaran, pena, surga, neraka, malaikat, nabi, langit, bumi, matahari, bulan, jin, dan juga manusia. Ketika Allah hendak menciptakan, Dia membagi cahaya tersebut menjadi 4 bagian. 

Kemudian, Allah menciptakan pena dari bagian cahaya yang pertama; lembaran dari bagian cahaya yang kedua; dan `Arsy dari bagian cahaya yang ketiga. Selanjutnya, Allah membagi bagian cahaya yang keempat menjadi 4 bagian lagi. Lalu, Allah menciptakan (malaikat) penopang `Arsy dari bagian cahaya yang pertama; Kursi dari bagian cahaya yang kedua; dan malaikat yang lainnya dari bagian cahaya yang ketiga. [di akhir hadits beliau mengatakan] Beginilah permulaan penciptaan Nabimu, ya Jabir.”

DERAJAT HADITS NUR MUHAMMAD

Wahai saudaraku, semoga Allah menunjuki kita ke jalan-Nya, ketahuilah bahwasanya sanad (silsilah orang-orang yang meriwayatkan hadits) merupakan bagian dari agama kita, yang dengannya Allah menjaga agama ini. `Abdullah bin Mubarak mengatakan: “Sanad merupakan bagian dari agama. Kalau tidak ada sanad, tentu orang akan seenaknya berkata (tentang agama ini).”

Syaikh Dr. Shadiq Muhammad Ibrahim (salah seorang yang telah melakukan penelitian terhadap hadits ini) mengatakan: “Semua kitab-kitab sufi yang terdapat di dalamnya hadits ini, tidak ada yang menyebutkan sanad dari hadits tersebut. Mereka hanya menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh `Aburrazzaq. Saya telah mencarihadits tersebut dalam kitab-kitab yang ditulis oleh `Abdurrazzaq dan saya tidak menemukan hadits tersebut.”

`Abdullah al-Ghamariy (seorang pakar hadits) mengatakan: “Hadits tersebut merupakan hadits maudhu` (palsu). … Bersamaan dengan itu, hadits tersebut juga tidak terdapat dalam kitab Mushannaf `Abdurrazzaq, Tafsir-nya, dan tidak juga dalam Jami`-nya. … Maka shahabat Jabir bin `Abdullah radhiyallahu `anhu (perawi hadits menurut mereka) berlepas diri dari menyampaikan hadits tersebut. Demikian juga `Abdurrazzaq, dia tidak pernah menulis hadits tersebut (dalam kitabnya). Orang yang pertama menyampaikan hadits ini adalah Ibnu Arabi. Saya tidak tahu dari mana dia mendapatkannya.”

KONSEKUENSI YANG SESAT DAN MENYESATKAN

Keyakinan sesat yang timbul sebagai konsekuensi dari hadits di atas adalah sebagai berikut:

Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam diciptakan dari cahaya
Keyakinan ini tentu saja merupakan bentuk pengingkaran terhadap al-Qur`an yang dengan jelas menyatakan tentang kemanusiaan.....
Baca selengkapnya »
DUNIA DICIPTAKAN KARENA NUR CAHAYA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM ?

DUNIA DICIPTAKAN KARENA NUR CAHAYA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM ?

Oleh : Ustadz DR Ali Musri Semjan Putra MA.

Proses tashfiyah dan tarbiyah , pemurnian ajaran Islam dan pendidikan umat dengan ajaran yang sesuai dengan syariat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam , harus tetap menjadi langkah acuan dalam mendakwahkan Islam. Hal ini dikarenakan masih ada keyakinan-keyakinan yang tidak benar-benar merasuki kalbu umat. 

Bak rumah yang berpondasi rusak, maka aqidah yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi ini akhirnya merusak umat dan berperan besar dalam perpecahan demi perpecahan. Di antara aqidah yang diyakini kebenarannya, padahal merupakan aqidah yang salah, aqidah Nur Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam .

● HAKIKAT AQIDAH NUR MUHAMMAD

Di antara keyakinan keliru yang digagas oleh aqthâb (tokoh) Sufi, disebarkan dan dibela oleh mereka, aqidah Nur Muhammad. Mereka pun membakukan ushul (landasan-landasan) untuk membenarkan aqidah ini dalam kitab-kitab yang mereka tulis dan dalam syair-syair mereka susun. Hanya, meski cukup terkenal aqidah ini, namun para Ulama mereka belum satu kata dalam mendefinisikannya secara detail dan jelas. Masing-masing menyampaikannya sesuai dengan perasaan dan apa yang terbetik pada firasatnya (?!).

Mereka mengatakan, “(Yang dimaksud Nur Muhammad) bahwa Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam diciptakan dari cahaya, dan yang pertama kali dibuat oleh Allâh Azza wa Jalla adalah cahaya Muhammad; dan bumi seisinya diciptakan karena Rasûlullâh, kalaulah tidak ada beliau, maka bumi tidak akan pernah ada dan diciptakan”

Yûsuf Ismâil an-Nabhâni salah satu pembela ideologi ini menjelaskan makna istilah yang aneh ini dengan mengatakan, “Ketahuilah, bahwasannya tatkala kehendak al-Haq (Allâh) berhubungan dengan penciptaan para makhluk-Nya, Allâh Azza wa Jalla telah dilakukan haqiqat Muhammad dari cahaya- cahaya-Nya, kemudian dengan alasan tersingkaplah seluruh alam dari atas hingga bawahnya …kemudian terpancarlah darinya sumber ruh-ruh, sedangkan dia (Muhammad) merupakan jenis (ruh) yang paling tinggi di atas segala jenis dan sebagai induk terbesar bagi seluruh makhluk yang ada.” [1]

Ini mengandung pengertian bahwasanya Allâh Azza wa Jalla menciptakan Muhammad dari cahaya-Nya dan bahwa Dia Azza wa Jallamenciptakannya sebelum menciptakan Adam, bahkan sebelum menciptakan seluruh alam. Dan bahwa segala sesuatu yang diciptakan dari cahaya Muhammad.

Salah satu dari tokoh mereka juga mengatakan, “Kalaulah tidak ada dia (Muhammad), matahari, bulan… bintang, lauh, dan Qolam tidak akan pernah dibuat”.[2]

● MELURUSKAN AQIDAH NUR MUHAMMAD

Apa yang mereka sampaikan di atas, adalah anggapan-anggapan yang batil dan pernyataan-pernyataan yang tidak memiliki bukti (dasar) dari al-Qur`ân maupun Hadits Nabi yang shahih. Dan tatkala mereka dimintai dalil yang shahih dan jelas serta tidak kontradiktif dengan nash-nash yang ada, mereka malah berhujjah dengan hadits-hadits yang seluruhnya berderajat maudh (palsu). Di antaranya:

Kalau tidak ada kamu, bintang-bintang tidak dibuat [3]

Aku menjadi nabi, sedang Adam, air dan tanah belum ada [4]

Sesunggunya dia (Muhammad) dulu adalah cahaya yang ada di sekeliling Arsy. Kemudian beliau mengucapkan, “Wahai Jibril, aku dulu adalah cahaya itu ” [5]

Hadits-hadits ini berderajat palsu, sementara sanad (para perawi yang meriwayatkannya) dan matannya (teks haditsnya) pun munkar. Sungguh aneh, mereka menggunakan hadits-hadits palsu ini untuk memperkuat aqidah Nur Muhammad, padahal mereka mengatakan tidak boleh menggunakan hadits Ahad sebagai hujjah dalam masalah aqidah, walaupun terdapat dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim !!! Apakah pantas hadits-hadits seperti ini dijadikan hujjah (dasar) dalam agama?! Bagaimana mereka bisa menggunakan hadits-hadits tersebut sebagai hujah bertentangan dengan firman Allâh Azza wa Jalla ;

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Ku [ad-Dzâriyât/51:56]

Allâh Azza wa Jalla telah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Dia Azza wa Jalla tidak menciptakan jin dan manusia secara keseluruhan termasuk Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali untuk tujuan ibadah kepada-Nya saja. Tujuan mengadopsi kesesatan ini, agar mereka dapat menghilangkan makna tauhid. Bagaimana bisa khurofat ini melekat pada sebagian akal kaum Muslimin, seolah-olah mereka belum pernah membaca ayat di atas. Mungkin saja, karena kejahatan (tentang agama) yang terlalu parah telah bermain pada akal mereka.

Tentang mereka bahwa Nabi Muhammad berasal dari cahaya, bukan seperti manusia dalam hal penciptaannya, keyakinan tersebut bertentangan dengan nash-nash yang telah ada dalam al-Qur`ân, seperti firman Allâh Azza wa Jalla :

Katakanlah, “Maha suci Rabbku, jadikan aku ini hanya seorang manusia yang rasul? ” [al-Isra/16:93]

Dan juga menyelisihi firman Allâh Azza wa Jalla berikut yang menyatakan adanya nabi dan rasul sebelum beliau:

Katakanlah, “Aku rasul yang pertama di antara rasul-rasul ”. [al-Ahqâf/46:9]

Barangsiapa yang mengingkari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai manusia dan keyakinannya berasal dari cahaya yang tidak memiliki bayangan, sungguh orang tersebut telah menghina Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, padahal ia menginginkan untuk mengagungkan beliau.

Syaikh Ibnu Bâz rahimahullah berkata tentang aqidah Nur Muhammad, “Hubungan dengan kutipan sebagian manusia dan khurofi, serta kalangan Sufi bahwa 'beliau (Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ) diciptakan dari cahaya' atau 'yang pertama kali diciptakan adalah cahaya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , ini semua kabar (riwayat) yang tidak ada asalnya, secara keseluruhan kebatilan, merupakan berita palsu yang tidak ada dasarnya (sama sekali) sebagaimana disebutkan di muka”.

Beliau rahimahullah mengatakan, “(Pernyataan) bahwa dunia diciptakan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , jika tidak ada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam maka dunia tidak akan pernah ada, juga tidak akan diciptakan ciptaan (lainnya), ini merupakan kebatilan , tidak ada asalnya, ini kutipan yang rusak. Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia agar Dia dikenal, diketahui dan diibadahi (oleh makhluk, manusia). Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia dan seluruh makhluk agar dikenal melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kekuasaan dan ilmu-Nya, agar ibadahi, tidak ada sekutu bagi-nya, bukan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , (Nab) Nuh Alaihissalam, ataupun (Nabi) Isa Alaihissallam maupun karena nabi lainnya. Allâh menciptakan seluruh makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Allah berfirman:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Ku [ad-Dzâriyât/51:56]

Di sini, Allâh Azza wa Jalla menjelaskan bahwa Dia menciptakan agar mereka beribadah kepada-Nya, bukan karena Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam .

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk dalam kandungan ayat di atas, diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

Dan sembahlah Rabbmu sampai kedatangan yang dipercaya (ajal) [al-Hijr/15:99]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

Allâh-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allâh berlaku Anda, agar kamu mengetahui bahwasanya Allâh Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu [ath-Thalâq/65:12]

Allah Azza wa Jalla berfirman:

Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah [Shâd/38:27]”

Beliau rahimahullah juga mengatakan: “Ini semua yang engkau dengar (ada di tengah masyarakat) merupakan kebatilan, tidak ada dasarnya sama sekali (dalam Islam), Allâh Azza wa Jalla tidak menciptakan makhluk, tidak jin, manusia, langit dan bumi dan makhluk lainnya bukan karena Muhammad, bukan juga karena rasul yang lain. Akan tetapi, menciptakan semua makhluk dan dunia untuk tujuan agar Allâh Azza wa Jalla diibadahi dan menjadi sarana mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya”[6].

Dengan demikian, sudah jelas penyimpangan aqidah Nur Muhammad yang diyakini sebagian orang (kaum Sufi). Sebuah keyakinan yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada umat Islam. Maka, harus disingkirkan jauh-jauh dari umat Islam.

Wallâhu a'lam
Baca selengkapnya »
Amalan Sedikit Tapi Berterusan

Amalan Sedikit Tapi Berterusan

عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Daripada Aisyah Radhiyallahu Anha dia berkata, Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang berterusan walaupun jumlahnya sedikit.” (HR. Bukhari no: 6465) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1. Amalan yang paling dicintai Allah terhadap hambanya adalah yang dilakukan secara berterusan walaupun jumlahnya sedikit.

2. ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan, namun dilanjutkan dengan amalan keburukan, maka itu adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394)

3. ’Al-Qomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyah, ”Wahai Ummul Mukminin, bagaimanakah Rasulullah SAW beramal? Apakah baginda mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab,

لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً وَأَيُّكُمْ يَسْتَطِيعُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَطِيعُ
”Tidak. Amalan beliau adalah amalan yang berterusan (rutin). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang baginda lakukan.”(HR. Muslim no. 783)

4. Imam Nawawi mengatakan, ”Ketahuilah bahawa amalan yang sedikit namun berterusan dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Amalan sedikit yang rutin dilakukan akan memudahkan amalan ketaatan, zikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima Allah. Amalan sedikit yang rutin dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang banyak namun sesekali saja dilakukan.”(Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 3/133)

5. Amalan yang sedikit tetapi berterusan akan mencegah masuknya virus ”futur” (penat atau jemu untuk beramal). Rasulullah SAW bersabda: 

وَلِكُلِّ عَمِلٍ شِرَّةٌ وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ يَكُنْ فَتْرَتُهُ إِلَى السُّنَّةِ فَقَدِ اهْتَدَى وَمَنْ يَكُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ ضَلَّ
”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi SAW, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.”(HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir) Status: Sahih

6. ”Sesungguhnya bangunan di syurga dibangun oleh para Malaikat disebabkan amalan zikir yang terus dilakukan. Apabila seorang hamba mengalami rasa jemu untuk berzikir, maka malaikat pun akan berhenti dari pekerjaannya tadi. Lantas malaikat pun mengatakan, ”Apa yang terjadi padamu, wahai fulan?” Sebab malaikat boleh menghentikan pekerjaan mereka kerana orang yang berzikir tadi mengalami kefuturan (kemalasan) dalam beramal.”
Baca selengkapnya »
TANDA SEORANG YANG IKHLAS

TANDA SEORANG YANG IKHLAS

🔹 Ibrahim bin Adham berkata :

“Seseorang yang cinta kemasyhuran berarti dia tidak jujur kepada Allah.”

🔹 al-Hafizh adz-Dzahabi mengatakan ketika mengomentari ucapan diatas : “Saya katakan :

“Tanda seorang yang ikhlas yang terkadang menyukai kemasyhuran tanpa dia sadari, adalah ketika dia dikritik kesalahannya, maka dia tidak merajuk (yaitu tidak marah) ataupun berusaha membela dirinya.

Bahkan mengakuinya dan mendoakannya : “Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kepadaku aibku.” dan dia tidak merasa bangga dengan dirinya yang tidak menyadari akan aibnya, bahkan tidak menyadari kalau dia tidak menyadari hal itu (menyukai kemasyhuran) karena ini merupakan penyakit yang kronis.”

📚 Siyar A'lamin Nubala’ 7/393

ﻗﺎﻝ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺑﻦ ﺃﺩﻫﻢ:  “ ﻣَﺎ ﺻَﺪﻕ َﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﺒﺪٌ ﺃَﺣَﺐَّ ﺍﻟﺸُّﻬﺮﺓ”

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ ﻣﻌﻠِّﻘﺎ: ﻗﻠﺖ:
ﻋَﻼَﻣَﺔ ُﺍﻟﻤُﺨﻠِﺺِ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺪ ﻳُﺤِﺐُّ ﺷُﻬﺮَﺓً، ﻭﻻ ﻳﺸﻌﺮُ ﺑﻬﺎ، ﺃﻧّﻪ ﺇﺫﺍ ﻋُﻮﺗﺐ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻻ ﻳَﺤْﺮَﺩُ ‏(ﺃﻱ: ﻻ ﻳﻐﻀﺐ‏) ﻭﻻ ﻳُﺒَﺮِّﺉُ ﻧﻔﺴَﻪُ،
ﺑﻞ ﻳﻌﺘﺮﻑ ﻭﻳﻘﻮﻝ: ﺭﺣﻢَ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺃﻫﺪﻯ ﺇﻟﻲَّ ﻋُﻴﻮﺑﻲ، ﻭﻻ ﻳَﻜُﻦْ ﻣﻌْﺠﺒﺎً ﺑﻨﻔﺴِﻪ؛ ﻻ ﻳﺸﻌﺮُ ﺑﻌﻴﻮﺑﻬﺎ، ﺑﻞ ﻻ ﻳﺸﻌﺮ ﺃﻧّﻪ ﻻ ﻳﺸﻌﺮ، ﻓﺈﻥّ ﻫﺬﺍ ﺩﺍﺀٌ ﻣﺰﻣﻦٌ.
📚 ‏ﺳﻴﺮ ﺃﻋﻼﻡ ﺍﻟﻨﺒﻼﺀ ﻟﻠﺬﻫﺒﻲ 7/ 393
Baca selengkapnya »
Mencintai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Mencintai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam


عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Dari Anas berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya". (HR. Bukhari I/14 no.15, dan Muslim I/167 no.44).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

1- Belakangan ini, di tengah-tengah masyarakat sedang marak berbagai aktivitas yang mengatasnamakan cinta Rasul. Kecintaan kepada Rasulullah adalah perintah agama dan merupakan prinsip keimanan. Tetapi untuk mengekspresikan cinta kepada Rasulullah  tidak boleh kita lakukan menurut selera dan hawa nafsu kita sendiri. Sebab jika cinta Rasul itu kita ekspresikan secara serampangan tanpa mengindahkan syari’at agama maka bukannya pahala yang kita terima, tetapi malahan menuai dosa. 

2- Hadits shahih di atas adalah dalil tentang wajibnya mencintai Nabi  dengan kualitas cinta tertinggi. Yakni kecintaan yang benar-benar melekat di hati yang mengalahkan kecintaan kita terhadap apapun dan siapapun di dunia ini. Bahkan meskipun terhadap orang-orang yang paling dekat dengan kita, seperti anak-anak dan ibu bapak kita. Bahkan cinta Rasul itu harus pula mengalahkan kecintaan kita terhadap diri kita sendiri.

3- Kecintaan sejati kepada Rasulullah menyebabkan seseorang merasakan manisnya iman. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim dari Anas , dari Nabi, beliau bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اِلإِيْمَانِ : أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا 
“Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan merasakan manisnya iman, ‘Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RasulNya lebih dari cintanya kepada selain keduanya……”. (HR. Bukhari I/14 no.16, 21 dan 6542, dan Muslim I/66 no.43).

4- Orang yang mencintai Rasulullah dengan benar akan dikumpulkan oleh Allah bersama-sama dengan beliau di akhirat kelak.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ « وَمَا أَعْدَدْتَ لِلسَّاعَةِ ». قَالَ حُبَّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ قَالَ « فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ ».
 قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بَعْدَ الإِسْلاَمِ فَرَحًا أَشَدَّ مِنْ قَوْلِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ ». قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِأَعْمَالِهِمْ.
Dari Anas bin Malik , ia berkata: “seseorang datang menemui Rasulullah  dan berkata: “Wahai Rasulullah, kapan akan terjadi hari kiamat?” beliau bersabda: “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” ia menjawab: “kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.” Lalu beliau bersabda: “sesungguhnya engkau akan bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Muslim IV/2032 no.2639, dan Ahmad III/192 no.13016).    

5- Cinta itu haruslah benar-benar murni dari lubuk hati seorang mukmin dan senantiasa terpatri di hati. Sebab dengan cinta itulah hatinya menjadi hidup, melahirkan amal shalih dan menahan dirinya dari kejahatan dan dosa.

6- Adapun diantara tanda-tanda cinta sejati kepada Rasulullah adalah sebagai berikut:

a. Berkeinginan keras untuk dapat melihat dan bertemu dengn Rasulullah, dan merasa berat bila kehilangan kesempatan itu.
Tanda dan bukti cinta Rasul ini sudah diwujudkan oleh para sahabat dengan sempurna.

b. Membenarkan semua apa yang beliau khabarkan (tentang agama islam).

c. Mentaati beliau dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Pecinta sejati Rasul manakala mendengar Nabi memerintahkan sesuatu akan segera menunaikannya. Ia tak akan meninggalkannya meskipun itu bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsunya. Ia juga tidak akan mendahulukan ketaatannya kepada isteri, anak, orang tua atau adat kaumnya. Sebab kecintaannya kepada Nabi lebih dari segala-galanya. Dan memang, pecinta sejati akan patuh kepada yang dicintainya.

Adapun orang yang dengan mudahnya menyalahi dan meninggalkan perintah-perintah Nabi serta menerjang berbagai kemungkaran maka pada dasarnya dia jauh lebih mencintai dirinya sendiri. Sehingga kita saksikan dengan mudahnya ia meninggalkan shalat lima waktu, padahal Nabi sangat mengagungkan perkara shalat, hingga ia diwasiatkan pada detik-detik akhir sakaratul mautnya. Dan orang jenis ini, akan dengan ringan pula melakukan berbagai larangan agama lainnya. Na’udzubillah min dzalik.

d. Tidak beribadah kepada Allah Subhanahu wata'ala kecuali hanya dengan syariatnya. 
Menolong dan mengagungkan beliau rasulullah dan sunnahnya.
Dan ini telah dilakukan oleh para sahabat sesudah beliau wafat. Yakni dengan mensosialisasikan, menyebarkan dan mengagungkan sunnah-sunnahnya di tengah-tengah kehidupan umat manusia, betapapun tantangan dan resiko yang dihadapinya.

e. Memperbanyak mengingat dan shalawat atas Nabi

Dalam hal shalawat Nabi  bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barangsiapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim I/306 no.408).

Adapun bentuk shalawat atas Nabi adalah sebagaimana yang beliau ajarkan. Salah seorang sahabat bertanya tentang bentuk shalawat tersebut, beliau menjawab: “Ucapkanlah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَّمَدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
( Ya Allah, bershalawatlah atas Muhammad dan keluarga Muhammad)” (HR. Al-Bukhari No. 6118, Muslim No. 858).

f. Mencintai orang-orang yang dicintai Nabi. 
Seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Aisyah, Fathimah radhiallahu anhum dan segenap orang-orang yang disebutkan hadits bahwa beliau shallallahu alaihi wasalam  mencintai mereka. Kita harus mencintai orang yang dicintai beliau dan membenci orang yang dibenci beliau. Lebih dari itu, hendaknya kita mencintai segala sesuatu yang dicintai Nabi, termasuk ucapan, perbuatan dan sesuatu lainnya.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al qur'an :

1- Allah mengancam siapa saja yang mencintai seseorang, baik itu orang tua, anak, istri, kerabat, atau harta benda dan tempat tinggal melebihi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan-Nya”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24).

2- Tidak menerima sesuatupun perintah dan larangan kecuali melalui beliau , rela dengan apa yang beliau tetapkan, serta tidak merasa sempit dada dengan sesuatu pun dari sunnahnya.
Hal ini sebagaimana Allah berfirman:

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمَا
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisaa: 65).

3- Mengikuti beliau rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam segala halnya.
Dalam hal shalat, wudhu, makan, tidur , bergaul, dsb. Juga berakhlak dengan akhlak beliau dalam kasih sayangnya, rendah hatinya, kedermawanannya, kesabaran dan zuhudnya, dsb. Allah  berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا 
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzaab: 21).

4- Ulama Salaf mengatakan bahwa ada segolongan kaum yang menduga bahwa dirinya mencintai Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini, yaitu firman-Nya:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian.(Ali Imran: 31).

5- Berkata Syaikh As-Sa’di, “Allah menganugrahkan kenikmatan kepada para hambaNya dengan mengutus di tengah-tengah mereka seorang Nabi yang berasal dari jenis mereka. Merekapun mengetahui keadaan Nabi dan memungkinkan mereka untuk mencontohi Nabi dan tidak menolak untuk taat kepadanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh sangat berusaha untuk menasehati umatnya, berusaha agar umatnya meraih kebaikan-kebaikan.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min”. (QS. 9:128).
Baca selengkapnya »
Hukum Meluruskan shof pada Sholat Jama'ah

Hukum Meluruskan shof pada Sholat Jama'ah

عن أَبي عبدِ الله النعمان بن بشير رَضيَ الله عنهما، قَالَ: سمعت رَسُول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ((لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ، أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 
Dari Abu Abdillah iaitu an-Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Hendaklah engkau semua benar-benar meratakan barisan-barisanmu - dalam shalat, atau kalau tidak suka meratakan barisan, pastilah Allah akan membalikkan antara wajah-wajahmu semua -maksudnya ialah bahawa Allah akan memasukkan rasa permusuhan, saling benci-membenci dan perselisihan pendapat dalam hatimu semua." (Muttafaq 'alaih)

وفي رواية لمسلم: كَانَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم يُسَوِّي صُفُوفَنَا حتى كأنَّما يُسَوِّي بِهَا القِدَاحَ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ. ثُمَّ خَرَجَ يَومًا فقامَ حَتَّى كَادَ أنْ يُكَبِّرَ فرأَى رَجلًا بَاديًا صَدْرُهُ، فَقَالَ: ((عِبَادَ الله، لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ)). 
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:

"Rasulullah s.a.w. itu meratakan barisan-barisan kita sehingga seolah-olah beliau itu meratakan letaknya anak panah, sampai-sampai beliau meyakinkan bahawa kita semua telah mengerti betul-betul akan meratakan barisan itu. 

Selanjutnya pada suatu hari beliau keluar - untuk bersembahyang - kemudian berdiri sehingga hampir-hampir beliau akan bertakbir. Tiba-tiba beliau melihat ada seorang yang menonjol dadanya - agak ke muka sedikit dari barisannya - lalu beliau bersabda:

"Hai hamba-hamba Allah, hendaklah engkau semua benar-benar meratakan barisanmu, atau kalau tidak suka meratakan barisan, pastilah Allah akan membalikkan antara wajah-wajahmu semua."

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Dalam shalat berjama’ah kita diperintahkan untuk merapatkan dan luruskan shaf. Karena lurus dan rapatnya shaf adalah bentuk kesempurnaan dalam shalat berjama’ah. Sangat membantu shalat kita lebih khusyuk, lebih aman dari gangguan, menyatukan hati para jama’ah dan meraih pahala yang lebih besar. Hal ini juga membuat shalat berjamaah menjadi indah.

2- Lurusnya shaf adalah sebab terikatnya hati orang-orang yang shalat. Dan bengkoknya shaf dapat menyebabkan berselisihnya hati mereka. Dalam Hadis di atas terdapat anjuran yang sangat keras agar di waktu shalat, barisan itu benar-benar dilempangkan, diratakan dan diluruskan sekencang-kencangnya 

3- Meluruskan shaf hukumnya wajib Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengancam orang yang tidak meluruskan shaf dalam shalat berupa terjadinya perselisihan hati di antara mereka. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsamin mengatakan:

المعتبر المناكب في أعلى البَدَن ، والأكعُب في أسفل البَدَن
“Yang menjadi patokan meluruskan shaf adalah pundak untuk bagian atas badan dan mata kaki untuk bagian bawah badan” (Asy Syarhul Mumthi’, 3/7-13).

4- Selain itu terdapat keterangan pula perihal dibolehkannya berkata-kata dalam waktu antara selesai-nya iqamah dengan akan dilakukannya shalat, tetapi kata-kata itu hendaknya yang bermanfaat dan berguna.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an

- Jadilah kalian bersama orang-orang mukmin dalam amal perbuatan mereka yang paling baik, salah satunya dan paling khusus serta paling sempurna ialah salat.

وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk. (Al-Baqarah: 43)
Baca selengkapnya »
Pelabuhan Aden Terima Hibah Minyak Saudi Gelombang Ketiga

Pelabuhan Aden Terima Hibah Minyak Saudi Gelombang Ketiga

Gelombang ketiga hadiah minyak Saudi sebesar 75.000 metrik ton tiba pada hari Ahad (25/7) di Pelabuhan Aden untuk mendukung pembangkit listrik di provinsi Yaman, Saudi Press Agency melaporkan.

Pengiriman di pelabuhan diterima oleh Wakil Gubernur Aden Badr Mu’awen, Wakil Pertama Aden Mohammed Nasr Al-Shathily, perwakilan dari Program Pembangunan dan Rekonstruksi Saudi untuk Yaman (SDPRY) Mohammed Al-Yehya, Wakil Sekretaris Kementerian Listrik dan Minyak Yaman serta pejabat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan SDPRY mengatakan bahwa pengiriman tersebut merupakan kelanjutan dari hibah minyak sebelumnya yang diberikan oleh Arab Saudi dengan total senilai $ 4,2 miliar, guna melayani warga Yaman dalam meningkatkan standar hidup mereka.

Hibah minyak Saudi berkontribusi meningkatkan persentase energi yang dihasilkan lebih dari 25 persen di semua provinsi selama bulan Mei dan Juni, dengan lebih dari 40 persen di provinsi Aden, memberikan stabilitas dalam pasokan bahan bakar.

Hibah ini juga telah mengurangi beban anggaran pemerintah Yaman, menstabilkan nilai tukar riyal Yaman dan harga bahan bakar terhadap dolar AS, memberikan kesempatan kerja, meningkatkan daya produktif Warga Yaman, meningkatkan layanan sektor vital dan meningkatkan mata pencaharian rakyat Yaman.

Hal ini juga berkontribusi untuk mengurangi pemadaman listrik yang sering terjadi, meningkatkan jam ketersediaan listrik di beberapa provinsi sebesar 30 persen, serta kualitas dan kinerja layanan di sektor-sektor vital di Yaman.[SPA|Saudinesia]
Baca selengkapnya »
Beranda