Media Dakwah dan dunia islam, bantu share sobat. barakallahu fikum
Mutiara Nasehat Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Mutiara Nasehat Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas


Mutiara Nasehat Al Ustadz Al Waalid Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله وشفاه :

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن سار على نهجه إلى يوم القيامة، أما بعد:
1. Selama kita kuat berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah ‘ala Fahmis Salaf, maka Allah akan tolong kita.

2. Seorang da’i, ustadz dan guru, ketika ia berada di rumah, maka  harus menggunakan waktu untuk dirinya dengan baca Al-Qur’an, muraja’aah pelajaran dan kalau mampu dia menulis artikel, buku-buku yang bermanfaat, dan meluangkan waktu juga untuk istri dan anak-anak.

3. Jagalah keluarga, istri dan anak-anak, mereka wajib kita didik dan ajarkan adab dan akhlak yang mulia, nasehati mereka meskipun kadang kita agak keras, karena tanggung jawab kita berat di hadapan Allah pada hari kiamat. Jangan kita seperti lilin menerangi orang lain tapi lupa diri dan terbakar.
Allah Ta’aala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". (Qs. At Tahrim : 6).

4. Sebagai da’i, ustadz, guru, harus mengatur waktu sebaik-baiknya, atur waktu untuk membaca, belajar dan muraja’ah, atur juga untuk istri, anak dan orang tua. Jangan banyak mengisi kajian, sibuk dengan pertemuan, dan hal-hal yg tidak bermanfaat,  tapi harus sibuk dengan ilmu, belajar dan muraja'ah dan sibuk untuk mengamalkan ilmu. 

5. Harus tatsabbut -teliti dan koreksi- dalam menyebarkan hadits, takhrij dan derajatnya, karena banyak sekali orang yg menyebarkan hadits-hadits Dha’if dan Palsu. Ini wajib hati-hati, supaya kita tidak terkena ancaman berdusta atas nama Nabi Muhammad shallallahu alahi wasallam atau jangan menjadi seorang pendusta.

6. Jangan terburu-buru dalam mengeluarkan tulisan dan buku, cek lebih dahulu dan baca lagi berulang-ulang. Kita wajib teliti dalam menulis. Kalau salah koreksi lagi, kalau perlu dikoreksi oleh ustadz yang lain atau oleh murid yang senior yang mampu untuk mengoreksi tulisan kita. 

7. Bersabarlah dalam menghadapi cobaan, ujian dan musibah yang Allah sudah taqdirkan. Dan apa yang Allah takdirkan untuk kita, itu yang terbaik untuk kita. 

8. Perjuangan Dakwah ini masih panjang, maka kita wajib terus berjuang dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat kepada ummat meskipun banyak tantangan. Kita tidak boleh takut menghadapi rintangan dakwah. Ingat,  bahwa Allah akan selalu menolong hamba-NYA yang menolong Agama-NYA. 

9. Guru adalah panutan, yang akan dicontoh oleh murid-muridnya maka jadilah contoh dan teladan yang baik untuk para murid dan santri. Guru wajib menghiasi dirinya dengan Adab yang mulia sehingga murid dan santri akan mengikutinya dengan baik, baik dalam belajar, mengajar, shalat, bermuamalah dan lainnya. 

10. Wajib terus istiqamah di atas Sunnah, karena banyak sekali da’i, ustadz dan guru yang berguguran di medan dakwah dalam menghadapi tantangan, rintangan dan fitnah-fitnah yang diumpamakan seperti malam yang kelam. 
Kita wajib ingat dan amalkan wasiat Nabi shallallahu alaihi wasallam:

قُلْ أَمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

"Katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah". (HR. Muslim no. 38).
--------------------
Silahkan share semoga bermanfaat dan bisa kita amalkan nasehat mulia ini,. 
Tulisan singkat ini telah dimuraja'ah oleh Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله.

 جزى الله خيرا أستاذنا ووالدنا وبارك في علمه وعمره.
✒Alif/Bogor 21/05/2024.
Read more »
SELAMAT JALAN USTADZ  YAZID ABDUL QADIR JAWAZ RAHIMAKALLAH

SELAMAT JALAN USTADZ YAZID ABDUL QADIR JAWAZ RAHIMAKALLAH


Aku baru mengenal ustaz Yazid -rahimahullah- di tahun 1998, ketika ikut Daurah Tauhid Nasional di salah satu ponpes di Parung derah Bogor yang diadakan oleh Yayasan Al-Sofwa.

Kala itu aku sebagai peserta daurah dan yang menjadi pemeterinya adalah Ustadz Ainur Rafiq Ghufron, Ust Yazid Abdul Qadir Jawas, Ust Abdul Hakim bin Amir Abdat dan beberapa ustadz lainnya-semoga Allah merahmati yang telah wafat dari mereka dan menjaga yamg masih hidup-.

Itulah awal perjumpaanku dengan beliau. Setelah pindah ke Batam di tahun 2002, beliau kerap berdakwah ke Batam bergantian dengan ustd Abdul Hakim , setengah tahun sekali. 

Boleh dikatakan  tersebarnya dakwah di pulau Batam- setelah Allah- adalah sebab dakwah mereka berdua.

Ustadzuna Yazid orangnya tegas dalam menyampaikan materi, selalu menggugah jiwa para penimba ilmu. Tidak ada kesan-mencla-mencle- selalu mengatakan kebenaran apa adanya, hanif, lurus, mujahid sejati dalam memerangi berbagai penyakit syubhat dan syahwat. 

Kajian beliau selalu mengajak kepada tauhid, meninggalkan bid’ah, tegas terhadap ahli bid’ah, meski dengan sebab itu beliau banyak dimusuhi orang-orang yang tak sejalan dengan manhaj salaf.

Beliaulah -rahimahullah- cerminan salafi sejati di negeri ini-nahsibuhu kazalik wallahu hasibuhu wala nuzakki ‘allahi ahadan- dan dari beliau dan senior lainnya menelurkan murid-murid yang tersebar di seluruh Nusantara.

Banyak Doktor-Doktor lulusan Madinah hasil didikan beliau, dan banyak orang mendapat hidayah di tangan beliau.

Siapa yang ingin tahu lurus dan ketegasan beliau silahkan baca buku tulisan beliau yang berjudul “ Mulia dengan Manhaj Salaf”.

Tulisan ini terlalau lemah dan tidak akan mampu menjelaskan  dengan rinci segala keutamaan beliau, bahkan kata-kata yang kurangkai tak sanggup mengekspresikan sepak terjang beliau dalam dakwah. 

Kini beliau telah berpulang ke pada Allah,  esok Jumat, selepas Jumat kabarnya akan dimakamkan. Tetapi ilmu yang beliau tinggalkan dan kenangan hidup yang beliau jalani takkan dapat kami lupakan, akan hidup sepanjang zaman, meski jasad beliau terkubur berkalang tanah.

Alim ulama mati dan semua kita pun akan mati, namun ilmu mereka kekal abadi, nama mereka harum semerbak melintas zaman demi zaman. 

Selamat jalan Ustadz kami, kau telah berjumpa dengan Rabbmu, semoga Allah mengangkat derajatmu, menghapuskan dosa-dosamu, melapangkan alam kuburmu. Inna lillahi wa inna ilahi rajiun. Semoga Allah mengumpulkan dirimu dan kita murid-muridmu kelak di hari akhirat bersama rombongan para Nabi, Shiddiqin.Syuhada dan Sholihin.

Batam, 05 Muharram 1446/ 11 Juli 2024

Abu Fairuz Ahmad Ridwan My.
Read more »
Keutamaan shalat dhuha Secara Umum

Keutamaan shalat dhuha Secara Umum


ANDA TAK PERNAH SEMPAT SHALAT DHUHA MENDEKATI TENGAH HARI - MAKA LAKUKANLAH SHALAT DHUHA DIAWAL WAKTU- (SHALAT ISYRAQ/ SYURUQ) 

Keutamaan Secara Umum:

1. Dihadiri dan disaksikan oleh Malaikat

Dari Amr bin Abasah radhiallahu ’anhu, ia berkata:

قدِم النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم المدينةَ، فقدِمْتُ المدينةَ، فدخلتُ عليه، فقلتُ: أخبِرْني عن الصلاةِ، فقال: صلِّ صلاةَ الصُّبحِ، ثم أَقصِرْ عن الصَّلاةِ حين تطلُعُ الشمسُ حتى ترتفعَ؛ فإنَّها تطلُع حين تطلُع بين قرنَي شيطانٍ، وحينئذٍ يَسجُد لها الكفَّارُ، ثم صلِّ؛ فإنَّ الصلاةَ مشهودةٌ محضورةٌ، حتى يستقلَّ الظلُّ بالرُّمح
“Nabi shallallahu ’alaihi wasallam datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang shalat.’ Beliau bersabda: kerjakanlah shalat Subuh. Kemudian janganlah shalat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi, karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan, dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi (setinggi tombak diawal dhuha), baru shalatlah (yaitu shalat dhuha). Karena shalat ketika itu dihadiri dan disaksikan oleh Malaikat, sampai bayangan tombak mengecil (pertengahan hari sebelum dzuhur).” (shahih, HR. Muslim dalam sunannya (1374)). 

2. Dicukupkan dan dilepaskan dari kegundahan, dll. 

Dari Abu Darda dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Allah Subhanahu Wata'ala, dimana  Dia (Allah) berfirman:

ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
”Wahai anak Adam, ruku’lah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku akan mencukupimu di akhir siang”. (sanadnya shahih, HR. At-Tirmidzi dalam sunannya (475)). 

Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Author (3/ 79) menukil perkataan Al-Iroqi:

فلا مانع من أن يراد بهذه الأربع الركعات بعد طلوع الشمس؛ لأن ذلك الوقت ما خرج عن كونه أول النهار، وهذا هو الظاهر من الحديث وعمل الناس، فيكون المراد بهذه الأربع ركعات صلاة الضحى".
"Tidak mengapa, jika yang di inginkan 4 rakaat dalam hadits (diatas) ini dilakukan setelah matahari terbit (sejak awal dhuha), Karena waktu itu tidak keluar dari waktu awal siang, dan hal ini dzahirnya dari hadits dan yang diamalkan manusia, maka yang dimaksud dengan 4 rakaat ini adalah shalat Dhuha".

3. Mengikuti praktek Nabi. Dahulu Nabi pernah melakukan shalat dhuha -setelah matahari meninggi- (awal dhuha) dengan mandi [terlebih dahulu] di rumah Ummu Hani' saat penaklukan kota Makkah

Ummu Hani' radhiyallahu Anha berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّه أَتَى بَعْدَ مَا ارْتَفَعَ النَّهَارُ يَومَ الْفَتْحِ، فَأُتِيَ بِثَوْبٍ فَسُتِرَ عَلَيْهِ، فَاغْتَسَلَ، ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ، لا أَدْرِي أَقِيَامُهُ فِيهَا أَطْوَلُ، أَمْ رُكُوعُهُ أَمْ سُجُودُهُ؟ كُلُّ ذَلكَ مِنْهُ مُتَقَارِبٌ، قالَت: فَلَمْ أَرَهُ سَبَّحَهَا قَبْلُ وَلَا بَعْدُ.
"bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang (ke rumah Ummu Hani') ketika tahun Fath al-Makkah (penaklukan kota Makkah) setelah matahari meninggi irtifa'un Nahar (di awal dhuha)), lalu didatangkan pakaian/ kain untuk Rasulullah dan ditutupinya (/ berselimut dengannya), kemudian beliau mandi, lalu beliau shalat 8 raka’at pagi dhuha, dan aku tidak tau apakah berdirinya lebih lama dari rukuk nya atau sujudnya, semuanya berdekatan. Ummu Hani' berkata lagi: aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sunnah itu (di rumahnya) sebelum nya dan setelahnya." (shahih, HR. Muslim (336)). 

Dalam riwayat Ath-Thabrani dalam Mu'jam Al-Kabir (24/ 406) dengan sanad mauquf dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata:

"يا أم هانئ! هي صلاة الإشراق".
" Ya Ummu Hani', itu adalah shalat Isyraq". (Atsar Hasan mauquf dengan penggabungan jalur-jalurnya). 

4. Mengikuti Praktek Sebagian Sahabat Nabi, dimana Dahulu Penduduk Quba' dikalangan Sahabat Nabi pernah melakukannya hingga berlanjut dimasa tabi'in dan seterusnya.

Dalam sebuah hadits, dari Al-Qasim bin Auf Asy-Syaibani Rahimahullah berkata:

أنَّه رأى قومًا يُصلُّون من الضُّحى في مسجدِ قُباءٍ، فقال: أمَا لقَدْ علِموا أنَّ الصلاةَ في غيرِ هذه الساعةِ أفضلُ، قال: ((خرَجَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم على أهلِ قُباءٍ، وهم يُصلُّونَ الضُّحى، فقال: صلاةُ الأوَّابِين إذا رَمِضَتِ الفصالُ من الضُّحَى.
Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat sekelompok orang yang sedang melaksanakan shalat Dhuha di Masjid Quba (diawal waktu). Kemudian ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini ada yang lebih utama. Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga pernah keluar menuju Masjid Quba', dan mereka pada shalat dhuha. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat Awwabin hendaknya dikerjakan ketika anak unta merasakan panasnya terik matahari, (tidak saat ini)” (HR. Muslim no. 748).

Disebutkan dalam Mawqi' Durarus Saniyyah:

«رَأى قومًا يُصَلُّون في مَسجدِ قُباءَ مِن الضُّحى»- وكانوا يُصَلُّونها وقْتَ شُروقِ الشَّمسِ، كما في رِوايةٍ أُخرى لأحمَدَ.
"Mereka penduduk Quba' shalat sunnah Dhuha di masjid Quba', dan mereka melakukannya saat Syuruqusy Syams (di awal dhuha), sebagaimana dalam riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya."

Demikian terkait disyari'atkannya shalat dhuha diawal waktu (syuruq), meskipun diwaktu mendekati akhir dhuha (atau Awwabin) lebih utama (yang dikerjakan saat anak unta merasakan panasnya terik matahari). 

Referensi:
- Ash-Shahih, Imam Muslim An-Naishaburi
- Mawqi' Durar As-Saniyyah, dibawah bimbingan Syeikh As-Saqqaf

Oleh: Lilik Ibadurrahman, M.Pd
Read more »
Cara Imam Syafii mengajarkan seorang Muridnya slow Learner

Cara Imam Syafii mengajarkan seorang Muridnya slow Learner

Ternyata Imam Syafi'i memiliki Murid "Slow Learner" dan Begini Cara Mengajarnya.

Disebutkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Manaqib Imam Syafii, bagaimana cara Imam Syafii, sebagai guru mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.

Sang Murid itu adalah Ar Rabi’ bin Sulaiman, murid paling slow learner. Berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii, tapi Robi’tak juga faham. Setelah menerangkan pelajaran, Imam Syafii bertanya,
“Rabi’ Sudah faham paham belum ?”
“Belum faham, ”jawab Rabi’.

Dengan kesabaranya, sang guru mengulang lagi pelajaranya,lalu ditanya kembali, ”sudah faham belum? Belum.
Berulang diterangkan sampai 39x Rabi’ tak juga paham.

Merasa mengecewakan gurunya dan juga malu, Rabi’ beringsut pelan-pelan keluar dari majelis ilmu. Selesai memberi pelajaran Imam Syafii mencari Robi’, melihat muridnya. Imam Syafi'i berkata, ”Robi’ kemarilah, datanglah ke rumah saya !”.

Sebagai seorang guru, sang imam sangat memahami perasaan muridnya, maka beliau mengundangnya untuk belajar secara privat.
Sang Imam mengajarkan Rabi’ secara privat, dan ditanya kembali, ”Sudah paham belum ?
Hasilnya? Rabi’ bin Sulaiman tidak juga paham.

Apakah Imam Asy-Syafi’i berputus asa?
Menghakimi Rabi’ bin Sulaiman sebagai murid bodoh? Sekali-kali tidak. Beliau berkata,

”Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmuNya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allahlah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang aku ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya kepadamu.”

Mengikuti nasihat gurunya, Rabi’ bin Sulaiman rajin sekali bermunajat berdoa kepada Allah dalam kekhusyukan. Ia juga membuktikan doa-doanya dengan kesungguhan dalam belajar.Keikhlasan dan kesungguhan, inilah amalannya Rabi’ bin Sulaiman.

Tahukah kita? Rabi’ bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu ulama besar Madzhab Syafi’i dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwayatannya.

Sang slow learner bermetamorfosis menjadi seorang ulama besar.
Inilah buah dari kesabaran Imam Asy-Syafi’i dalam mengajar dan mendidik.

Adakah kita, para guru dan orangtua bisa meneladani kesabaran Imam Syafii dalam mengajar ?
Berapa kuat kita meyakini bahwa tidak ada anak dan murid yang bodoh?
Sudahkan kita, para guru dan orangtua mendoakan anak-anak dan murid didik kita agar difahamkan pelajaran ?
Sudahkan kita, para guru dan orangtua Memotivasi anak murid kita agar gigih berdoa kepada Allah Taala?

Read more »
MAKSUD KALIMAT HUSNUL KHATIMAH

MAKSUD KALIMAT HUSNUL KHATIMAH


Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahullah berkata,

“Maksud husnul khotimah (akhir hidup yang baik) BUKANLAH engkau meninggal dunia ketika :
- di masjid,
- di atas sejadah, atau
- engkau meninggal dunia dalam keadaan mushaf ada di hadapanmu.

Karena sesungguhnya :
- manusia terbaik Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam wafat di atas tempat tidurnya.
- sahabatnya, yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq yang merupakan sebaik-baik sahabat juga wafat di atas tempat tidurnya.
- Kholid bin Walid juga wafat di atas tempat tidurnya padahal beliau seorang yang digelari ‘pedang Allah yang terhunus’ dan telah terjun dalam 100 kali peperangan namun tidak pernah mengalami kerugian.

Akan tetapi husnul khotimah itu adalah :

●  engkau wafat dalam keadaan bersih dari syirik

●  engkau wafat dalam keadaan bersih dari kemunafikan

●  engkau wafat dalam keadaan menghindari Ahli Bid’ah dan bersih dari kebid’ahan

●  engkau wafat dalam keadaan di atas Al Qur’an dan As Sunnah serta mengimani isinya tanpa takwil

●  engkau wafat dalam keadaan kosong dari darah kaum muslimin, harta, dan kehormatan mereka, serta

●  engkau wafat dalam keadaan memenuhi hak Allah dan hak hamba-hamba-Nya terhadap dirimu.

●  engkau wafat dalam keadaan hati yang bersih, niat yang suci dan akhlak yang mulia tanpa dengki dan dendam kepada seorang muslim.

●  engkau wafat dalam keadaan menjalankan sholat yang lima waktu berjama'ah bagi mereka yang berhak melakukannya berjama'ah, serta

●  engkau wafat dalam keadaan telah menunaikan kewajiban Allah terhadap dirimu.

Ya Allah.. perbaikilah akhir keadaan kami dalam semua urusan dan lindungilah kami dari kehinaan dunia dan adzab di akhirat.

Ya Allah.. perbaikilah akhir hidup kami dan kembalikanlah kami kepada-Mu dalam keadaan tidak terhina dan terbongkar aib..”

(Fatawa Nuur 'Alad Darb)
Read more »
Dibuka Pendaftaran HSI AKADEMI STUDI I'DADUD DUAT WAT DAIYYAH

Dibuka Pendaftaran HSI AKADEMI STUDI I'DADUD DUAT WAT DAIYYAH

📣 DIBUKA PENDAFTARAN 
HSI AKADEMI PROGRAM STUDI I’DADUD DUAT WAD DAIYYAT
ANGKATAN PERTAMA  TAHUN AKADEMIK 1446 H

Bismillah,

Dengan mengharap ridho dan taufiq-Nya, HSI AbdullahRoy kini menghadirkan program baru, program pendidikan online kader dai dan daiyyah. HSI AKADEMI Program Studi : “ I’DADUD DUAT WAD DAIYYAT"

👥 STAFF PENGAJAR :
adalah para asatidz hafizhahumullah, diantaranya :
• Ustadz Dr. Roy Grafika Penataran, M.A (Pendiri & Pembina Yayasan HSI Abdullah Roy)
• Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A
• Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A 
• Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A 
• Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A 
• Ustadz Dr. Musyafa Ad-Darini, M.A 
• Ustadz Dr. Emha Ayatullah, M.A 
• Ustadz Dr. Rizki Gumilar, M.A

📚 MATA KULIAH YANG DIPELAJARI 
▪️Aqidah
▪️Fiqih
▪️Tafsir
▪️Hadits
▪️Manhaj
▪️Adab Islami
▪️Fiqih Dakwah
▪️Ushul Tafsir
▪️Mustholahul Hadits
▪️Qawaidul Fiqih
▪️Ushul Fiqih

📋 SYARAT PENDAFTARAN 
1. Muslim dan Muslimah 
2. Bertekad kuat untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik sampai akhir program
3. Bertekad kuat untuk mengamalkan dan mendakwahkan ilmu yang dipelajari dalam program ini
4. Lancar membaca Al-Quran
5. Sudah mempelajari kitab-kitab Aqidah dasar di HSI Reguler
6. Pernah belajar Nahwu dan Shorof dasar 
7. Lulus tes seleksi 

🕰️ TIME LINE KEGIATAN 
▪️Pendaftaran dan seleksi online : 7 - 13 Juli 2024
▪️Pengumuman penerimaan : 14 Juli 2024
▪️Kuliah Perdana : 18 Juli 2024

*BAGAIMANA CARA BELAJAR DI HSI AKADEMI PRODI I’DADUD DUAT WAD DAIYYAT?*
👉🏻 Belajar online serasa mulazamah offline (karena belajarnya 1 kitab sampai selesai baru ganti kitab selanjutnya)
👉🏻 Setiap hari ada materi, jadi cocok buat kamu yang bener-bener serius mau nambah ilmu Syar’i buat bekal jadi Dai
👉🏻 Tidak ada biaya pendaftaran 
👉🏻 Biaya pendidikan Rp 85.000,- / bulan (sebanyak 6x per semester)
👉🏻 Ada kuota untuk umum
👉🏻 Lama pendidikan 4 semester, sesuai kalender hijriyyah

LINK G-FORM PENDAFTARAN DAN SELEKSI edu.hsi.id

📮 Info lebih lanjut hubungi +62-82211920008
Read more »
Bentuk Ketaatan Para Salaf Ketika Mereka Berdagang

Bentuk Ketaatan Para Salaf Ketika Mereka Berdagang


Para sahabat radhiallaahu ‘anhum adalah orang yang sangat bertakwa kepada Allah. Allah subhaanahu wa ta’aalaa memilih mereka untuk menjadi sahabat-sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam di dunia. Perdagangan tidak menyibukkan mereka dari berzikir kepada Allah dan dari mengerjakan shalat lima waktu di masjid.

Di antaranya adalah apa yang dikatakan oleh Imam Mathar bin Thahmaan Al-Warraaq rahimahullaah(wafat 125 H), beliau mengatakan:

أَمَا إِنَّهُمْ قَدْ كَانُوْا يَشْتَرُوْنَ وَيَبِيْعُوْنَ، وَلَكِنْ كَانَ أحَدُهُمْ إِذَا سَمِعَ النِّدَاءَ وَمِيْزَانُه فِيْ يَدِهِ خَفَضَهُ وَأقْبَلَ إِلَى الصَّلاَة .
“Adapun mereka (para sahabat), dulu mereka membeli dan menjual. Akan tetapi, jika seorang di antara mereka mendengar adzan sedangkan timbangannya berada di tangannya, maka dia turunkan timbangan tersebut dan memenuhi panggilan shalat.” (Tafsir Ibnu Abi Haatim VIII/2608, no. 14653.)
Read more »
Beranda