-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
OPM Klaim Bunuh Prajurit TNI, Pimpinan MPR: Apalagi yang Ditunggu Densus 88?

OPM Klaim Bunuh Prajurit TNI, Pimpinan MPR: Apalagi yang Ditunggu Densus 88?

OPM Klaim Bunuh Prajurit TNI, Pimpinan MPR: Apalagi yang Ditunggu Densus 88?

 Gerak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dalam memberantas terorisme kembali dipertanyakan.

Hal ini seiring klaim dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang bertanggung jawab atas serangan di Yahukimo yang menyebabkan satu prajurit TNI meninggal dunia.

Menurut Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Densus 88 Antiteror tidak perlu lagi ragu untuk bergerak ke Papua. Apalagi, OPM terang mengakui aksi teror mereka.

“Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat OPM malah sudah mengumumkan aksi teror mereka,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Senin (22/11).

Politisi PKS ini juga menekankan bahwa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sudah resmi mengumumkan bahwa KKB di Papua termasuk organisasi Teroris.

“Dan tupoksi Densus 88 pun juga sudah dipublikasikan. Jadi apalagi yang ditunggu oleh Densus 88?” tutupnya. (RMOL)
Baca selengkapnya »
Dukung MUI Bentuk Cyber Army, Politikus PKS: Kebenaran Harus di Atas Kebatilan

Dukung MUI Bentuk Cyber Army, Politikus PKS: Kebenaran Harus di Atas Kebatilan

Rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membentuk Cyber Army untuk melawan pendengung alias buzzer yang menyerang ulama dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat dukungan penuh anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf.

“Ketika berbagai konten negatif memiliki pendengungnya tersendiri yang bertugas menyebarluaskannya, maka sesungguhnya konten yang positif lebih berhak untuk disebarluaskan melalui keberadaan Cyber Army ini,” ucap Bukhori di Jakarta, Senin (22/11)

Politikus PKS ini menambahkan, pembentukan Cyber Army oleh MUI DKI bukan hal yang perlu dipermasalahkan, sepanjang tidak melanggar aturan yang berlaku.

Bahkan, dirinya menilai pembentukan Cyber Army adalah keputusan yang tepat. Karena menjadi momentum bagi mereka yang memiliki perhatian pada kebajikan untuk menunjukan pemihakannya secara nyata dan terorganisir.

“Tidak ada yang perlu dicemaskan jika MUI akhirnya mengambil sikap tegas dengan memanfaatkan media sosial sebagai medium perjuangan menegakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan memperhatikan adab dan peraturan perundangan yang berlaku. Pasalnya, sepak terjang pendengung selama ini sudah berada dalam tahap yang mengkhawatirkan lantaran merusak demokrasi dan mengancam kohesi sosial di tengah masyarakat,” paparnya.

Ulah para buzzer ini, lanjut Bukhori, terbukti telah menimbulkan ketegangan hingga pembelahan sosial di antara sesama anak bangsa. Akibat ujaran kebencian, fitnah, adu domba, penyampaian informasi sesat, dan tindakan perundungan terhadap pihak tertentu sehingga menggerus eksistensi nilai Persatuan Indonesia dalam Pancasila.

Di sisi lain, patut disayangkan pula pemerintah selama ini seakan tidak berdaya dalam menertibkan ulah meresahkan para buzzer ini. Walaupun mereka telah memiliki segala instrumen yang diperlukan untuk mengatasi ulah buzzer, tidak ada upaya berarti yang manfaatnya berhasil dirasakan masyarakat.

Legislator dapil Jawa Tengah 1 ini menambahkan, rencana pembentukan Cyber Army oleh unsur masyarakat, yang dalam hal ini dinisiasi oleh MUI DKI, patut dilihat sebagai ikhtiar dari warga untuk warga dalam memelihara suasana kondusif dan mengembalikan kehangatan percakapan antarsesama warga negara.

“Inisiasi ini perlu dilihat sebagai upaya masyarakat untuk mengisi ruang kosong yang diabaikan oleh negara. Di sisi lain, saya berharap ‘melawan para pendengung’ ini dimaknai sebagai usaha menangkal dan meluruskan peredaran konten negatif yang menimbulkan keresahan dengan menyajikan informasi penyeimbang yang mengacu pada fakta yang objektif dan narasi yang mengacu pada kaidah saintifik,” jelas Bukhori.

“Jadi, melawan para pendengung ini bukan dengan saling berbalas cacian sehingga menjadi kontraproduktif,” tambahnya.

Disinggung Fatwa MUI soal pendengung itu haram, Ketua DPP PKS ini menekankan bahwa isu sentralnya bukan terletak pada persoalan pendengung dan bukan pendengung, tetapi soal pemihakan terhadap kebenaran.

“Kebenaran harus di atas kebatilan dan kebenaran harus dibela,” tegasnya.

Melansir Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 dijelaskan tentang hukum kegiatan pendengung atau buzzer di media sosial. Sejumlah aktivitas dinyatakan haram hukumnya seperti penyediaan informasi yang mengandung hoax, fitnah, adu domba, perundungan, aib, dan gosip serta hal lain sejenis sebagai profesi untuk mendapatkan keuntungan dari segi ekonomi maupun non-ekonomi. Begitupun dengan pihak yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan, dan memfasilitasinya

Baca selengkapnya »
BPOM RI Rilis Daftar Kosmetik yang Mengandung Merkuri

BPOM RI Rilis Daftar Kosmetik yang Mengandung Merkuri

Produk kosmetik dengan kandungan merkuri amat berbahaya untuk kesehatan, namun toh masih banyak dijumpai di pasaran.

Produk semacam itu biasanya ditawarkan khususnya secara online melalui e-commerce dan media sosial.

Harganya yang murah dan efeknya yang kilat menjadi daya tarik utama produk ini sehingga begitu disukai.

Ketidaktahuan soal bahaya membuat banyak warga yang tertipu dan lantas menggunakannya.

Selain itu, bujuk rayu seller "jahat" yang mengklaim produk bermerkuri aman digunakan juga menjadi salah satu penyebabnya.

Kosmetik mengandung merkuri

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemetaan data kerawanan kejahatan produk kosmetik dengan kandungan merkuri di Indonesia.

Hasilnya, ada sejumlah produk mengandung merkuri yang paling banyak ditemukan beredar dan harus diwaspadai.

Beberapa nama tersebut antara lain:

  • Temulawak New Day & Night Cream Beauty Whitening Cream - Night
  • Natural 99 Vitamin E
  • HN
  • SP Special UV Whitening Cream
  • Pemutih Dokter
  • Diamond Cream
  • Ling Zhi Vitamin E
  • Night Cream SJ Sin Jung
  • Tabitha Daily Cream & Nightly Cream

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, sejumlah produk berbahaya tersebut masih sangat mudah didapatkan di platform belanja online Tanah Air.

Produk bermerk Tabitha, misalnya, dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp35.000 per produk sampai Rp175.000 untuk paket lengkap.

Paket lengkap ini terdiri dari sabun muka, toner, krim siang dan krim malam.

Jika kita melakukan pencarian dengan kata kunci "Tabitha cream", hasilnya bisa mencapai ratusan item dengan seller yang tersebar di berbagai daerah.

Hal serupa juga kita dapatkan jika melakukan pencarian untuk berbagai merk berbahaya lainnya.

Bahkan, sebagian seller menyematkan istilah 'ori' untuk mempromosikan produk yang dijualnya.

Selain itu, produk dengan kandungan merkuri ini diklaim ampuh untuk berbagai permasalah kulit termasuk jerawat, kering, kulit gelap, dan penuaan dini.

Salah satu istilah yang ditonjolkan adalah produk ini mampu membuat wajah menjadi 'glowing'.

Jika dilihat dari review pembelinya, banyak yang mengaku produk tersebut bekerja dengan baik, tanpa menyadari bahaya sesungguhnya.

Bahaya merkuri

Merkuri sebenarnya sudah sejak lama dinyatakan sebagai bahan yang berbahaya untuk dijadikan kandungan kosmetik.

Sayangnya, merkuri terus diminati karena salah persepsi masyarakat Indonesia akan kulit yang cantik.

Masih banyak yang beranggapan bahwa kulit yang cantik dan sehat itu harus putih, termasuk dengan menggunakan merkuri.

Padahal merkuri dapat memicu perubahan warna kulit yang menyebabkan bintik-bintik hitam, alergi, dan iritasi pada kulit.

Baca juga: 5 Zat Makanan Pemicu Penyakit Kanker, dari Merkuri, Garam hingga Pewarna Tekstil

Selain itu, bahan yang banyak ditemukan di pertambangan ini juga bisa memicu kerusakan permanen pada susunan saraf otak dan ginjal.

Paparan merkuri dalam jangka pendek namun dosis tinggi menyebabkan gejala muntah-muntah, diare, dan kerusakan ginjal.

Selain itu, merkuri juga bahan yang bersifat karsinogenik yakni menyebabkan kanker sehingga harus dijauhi.

Baca selengkapnya »
sertifikat vaksin COVID-19 Indonesia belum bisa dibaca sistem Arab Saudi

sertifikat vaksin COVID-19 Indonesia belum bisa dibaca sistem Arab Saudi

Pemerintah memberikan kabar terbaru mengenai rencana pelaksanaan umrah dan vaksinasi COVID-19 di Arab Saudi. Hanya saja terdapat kendala dalam persiapan tersebut. Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menyebutkan sistem QR Code pada sertifikat vaksin COVID-19 Indonesia belum bisa dibaca sistem Arab Saudi. Padahal, QR code dibutuhkan sebagai syarat melaksanakan umrah.

“Yang harus menjadi perhatian adalah QR code sertifikat vaksin. Pengamatan kami di lapangan bahwa QR Code adalah menjadi hal yang mutlak ketika pembacaan sertifikat vaksin tersebut di bandara, kami sudah mencoba membaca QR Code sertifikat dari Indonesia sampai pada saat kami mencoba uji coba itu belum bisa terbaca,” katanya dalam diskusi virtual ‘Apa Kabar Umrah Kita?’, Selasa (21/9/2021).

Dijelaskan oleh Endang, sertifikat vaksin Corona elektronik dari sejumlah negara sudah bisa terbaca, salah satunya Nigeria. Tentunya hal ini menjadi kendala besar dan akan menyulitkan jamaah umrah karena merupakan rangkaian dari protokol kesehatan yang ketat di Arab Saudi.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Abdul Kadir menyampaikan barcode sertifikat vaksin COVID-19 Kemenkes RI dalam aplikasi PeduliLindungi untuk sementara masih berlaku di Indonesia.

Ke depannya, Kemenkes RI akan membuat program khusus untuk calon jamaah haji terkait vaksinasi dan menyelesaikan kendala ini.

Sumber : Detikcom
Baca selengkapnya »
Dubes Saudi tawarkan gubernur sumbar kerjasama di 18 negara timteng

Dubes Saudi tawarkan gubernur sumbar kerjasama di 18 negara timteng


Gubernur Sumatera Barat bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi.

Pada kesempatan itu, dibahas tentang peluang kerja sama Sumbar dengan Arab Saudi di sektor pendidikan, perekonomian dan sektor investasi penanaman modal.

Mahyeldi dijamu langsung oleh Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi di kediamannya, Rabu (17/11). Dalam pertemuan itu, Mahyeldi didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sumbar Marliosni, dan Staf Khusus Kerjasama Luar Negeri dan Negara Timur Tengah Dr. Muhammad Zen dan H. Hendri Susanto.

Mahyeldi mengaku sangat terkesan dan tersanjung atas jamuan yang diberikan oleh Dubes Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia ini. Ia pun mengapresiasi peluang kerja sama yang diberikan oleh Arab Saudi.

"Sungguh sebuah pertemuan yang sangat bersahabat dan bermanfaat. Kami berbincang mengenai banyak hal yang sangat konstruktif, terutama tentang berbagai peluang untuk bekerja sama di sektor pendidikan, perekonomian dan penanaman modal. Dan kita berterima kasih kepada Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi yang telah menjamu memfasilitasi pertemuan ini," kata Mahyeldi dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Pada pertemuan tersebut, Mahyeldi secara khusus juga memohon kesediaan Kerajaan Arab Saudi untuk menerima juara MTQ Tafsir Al-Quran yang hafal 30 juz dari Sumbar untuk diterima di salah satu perguruan tinggi Saudi Arabia melalui jalur khusus.

"Kita senang dan bangga Saudi Arabia mau menerima permohonan juara MTQ Tafsir Al Qur'an diterima di salah satu perguruan tinggi di Saudi Arabia dikabulkan, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi sebagai perwakilan Kerajaan Arab Saudi di Indonesia," tutur Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, pertemuan tersebut menjadi pintu masuk kerja sama Kerajaan Arab Saudi dengan daerah-daerah di Pulau Sumatera. Ia mengatakan Dubes Arab Saudi menawarkan kepada Pemprov Sumbar untuk mengundang 18 negara Timur Tengah yang memiliki perwakilan di Indonesia untuk datang ke Sumatera Barat.

"Insyaallah kita akan menyambut baik kedatangan para Duta Besar negara-negara sahabat kita di Timur Tengah di Sumatera Barat. Semoga semakin kuat ukhuwah, maka semakin banyak kebaikan yang dapat kita perbuat bagi masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat Sumbar," urai Mahyeldi.(detik)
Baca selengkapnya »
Menkominfo era SBY: Yang Minta MUI Dibubarkan sama dengan pemikiran PKI

Menkominfo era SBY: Yang Minta MUI Dibubarkan sama dengan pemikiran PKI

Seruan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dibubarkan terus mendapat penolakan dari berbagai pihak mulai dari kelompok agama hingga politisi.

Seruan ini muncul setelah anggota Komisi Fatwa MUI Zain An Najah ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terkait dugaan terorisme.

Bagi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Tifatul Sembiring, seruan pembubaran MUI ini sudah keblinger.

“Ini orang-orang yang minta MUI dibubarkan, sudah keblinger,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Sabtu (20/11).

Politisi PKS ini bahkan menyamakan kelompok yang mendesak pembubaran MUI sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang di awal kemerdekaan selalu anti dengan pemuka agama.

“Pikirannya sebelas duabelas sama PKI, anti ulama,” tutupnya. RMOL
Baca selengkapnya »
mengenal Ustadz DR. Ali Musri, salah satu murid terbaik Indonesia

mengenal Ustadz DR. Ali Musri, salah satu murid terbaik Indonesia


Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc, MA Hafidzahullah

Salah Satu Putra Terbaik INDONESIA Berdarah Minang Yang Sering Mewakili INDONESIA Di Forum Negara-Negara Islam.

Beliau adalah seorang ustadz Salafi dan dosen Indonesia. Beliau adalah perintis dan pendiri Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember (STDIIS). Sekarang, beliau menjabat Ketua Litbang setelah sebelumnya menjabat sebagai ketua pertama pada kampus tersebut. Beliau juga pembina Yayasan Dar el-Iman Padang.

Nama : Ali Musri Semjan Putra
Gelar : Doktor, MA
Kelahiran : Tanggal lahir 9 Januari 1972 (umur 49)
Tempat lahir : Tanjung Gadang, Sijunjung, Sumatra Barat
Agama : Islam
Etnis : (Suku bangsa) Minangkabau
Kebangsaan : Indonesia
Pendidikan : Alma mater Universitas Islam Madinah
Dikenal sebagai Pendiri STDI Imam Syafi'i Jember
Penceramah Nasional dan Internasional
Dai di Surau TV, Radio Rodja
Dan Dosen

Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan seluruh ulama dan ustadz salaf dimanapun mereka berada... Aamiin Ya Rabbal'alaamiin...
Baca selengkapnya »
Mengikuti jejak imam Mazhab, dicap Wahabi

Mengikuti jejak imam Mazhab, dicap Wahabi

ASLI MEMBINGUNGKAN.

CADAR.. .Menurut 4 Madzhab
Hanafi: sunnah
Maliki: sunnah
Syafi'i: wajib
Hambali: wajib

Fakta di lapangan:
Anti cadar = syafii
Cadar = wahhabi

MENGIRIMKAN PAHALA BACAAN AL QUR'AN KEPADA MAYIT.
4 madzhab:
Hanafi: sampai
Maliki: tidak sampai
Syafii: tidak sampai
Hambali: sampai terutama Ibnu Taimiyah

Fakta di lapangan:
Kirim pahala bacaan al Qur'an = syafii
Tidak mau amalan ngirim pahala bacaan al Qur'an = wahhabi

MAULID
4 madzhab:
Hanafi: tidak
Maliki: tidak
Syafi'i: tidak
Hambali: tidak

Syiah fathimiyah: iya

Fakta di lapangan:
Maulid = syafi'i
Tidak maulid = wahhabi

MEMBANGUN, MENYEMEN, MENGECAT MEMBERI NAMA KUBURAN.
4 madzhab:
Hanafi: tidak
Maliki: tidak
Syafi'i: tidak
Hambali: tidak

Fakta di lapangan:
Membangun, menyemen, mengecat memberi nama kuburan = syafi'i
Tidak melakukan di atas = wahhabi

DI MANA ALLAH?
4 madzhab plus:
Hanafi: di atas langit
Maliki: di atas langit
Syafi'i: di atas langit
Hambali: di atas langit
Abul Hasan al Asy'ari: di atas langit

Asy'ariyah: di mana-mana

Fakta di lapangan:
Allah di mana-mana= syafi'i
Allah di atas langit= wahhabi

DIBA'AN, YASINAN, TAHLILAN, DZIKIR BERJAMAAH.
4 madzhab:
Hanafi: bid'ah
Maliki: bid'ah
Syafi'i: bid'ah
Hambali: bid'ah

Fakta di lapangan:
Diba'an, Yasinan, Tahlilan, dzikir berjamaah= syafi'i
Tidak mau melakukan di atas= wahhabi

KESIMPULAN:
Penamaan wahhabi hanya supaya muslimin tidak menjalankan agama ini sesuai al Qur'an dan al Hadits sesuai pemahaman 4 madzhab utama
Jadi, jangan takut dikatain wahhabi sesat oleh orang yang gak jelas madzhabnya, sejatinya merekalah yang tidak mau menerima kebenaran

Wassalam.
Baca selengkapnya »
curahan hati guru tentang minusnya adab murid zaman sekarang

curahan hati guru tentang minusnya adab murid zaman sekarang


Inilah beberapa curahan guru tentang minusnya adab murid zaman sekarang akibat didikan ortu di rumah. Malah, ada ortu yang justru mengajarkan anaknya untuk melawan guru. 

Pernah, ada kejadian di sekolah. Jadi, guru agama menerangkan tentang pentingnya sholat. 

"Salah satu orang yang terbebas dari sholat adalah orang yang hilang akal atau gila. Jadi, kalo ada di antara kalian yang gak sholat berarti ...."

Kebetulan saat itu ada rapat wali murid. Baru saja bubar dan melewati kelas tersebut. Nyeletuklah salah seorang wali murid, seorang ibu. "Gurunya yang gila!"

Lihat?
Dan, memang anak si ibu itu mulutnya serem banget. Aku pun pernah menegur anaknya saking tajamnya mulutnya. Ngalah-ngalahin mulut Mak Lampir. Wajar saja anaknya pun punya mulut seseram sang ibu. 

Pernah menonton ILC?
Profesor Salim berkata, "Kenapa Indonesia susah maju? Karena, gak ada yang ditakuti. Tuhan aja pun gak ditakuti."

Intinya apa?
Kita bisa maju, menjadi baik, punya kontrol jika ada yang kita takuti. 

Nah, pola pendidikan yang dianut di negeri ini justru mendorong anak-anak untuk tidak takut apa pun. Karena itu, mereka jadi minus adab. 

Kenapa orang sholat?
Karena mereka takut Allah. 

Kenapa orang kerja keras?
Karena takut miskin.

Kenapa orang belajar?
Karena takut bodoh. 

Jadi, rasa takut itu perlu. Sebab, takut merupakan motivasi untuk melangkah maju, berubah baik. 

Murid sekarang luar biasa melunjak. Mau tau apa kata mereka?
"Belajar gak belajar, bodoh atau nggak, wajib naik kelas."

"Nggak usah takut. Kalo kita keluar, berhenti sekolah, sekolah rugi. Dana bos berkurang."

Aku yakin, para guru di sini pasti gila sendiri waktu kasih PR atau tugas. Hanya sebagian yang mengerjakan. 

Atau, saat ujian. Hanya sedikit yang nilainya bagus. 

Sebab, mereka hanya butuh rapor. Bukan ilmu. Dan, kalau ditinggalkan kelas, ribut satu kampung. Ortu protes. Dinas marah. Siapa yang salah?
GURU!

Fakta di lapangan:
Semakin gratis sekolah, semakin tak ada nilainya sekolah itu. Semakin sepele ortu dan anak. 

Ingat waktu zaman sekolah kita dulu?
Sekolah negeri pun bayar. Nah, karena bayar, anak-anak rajin sekolah. Sebab, ada uang yang dikeluarkan. Ortu berkorban agar anak bisa sekolah. Jadi, ortu dan anak serius dalam hal sekolah. 

Buku wajib beli. 
Sekarang?
Guru dilarang menyuruh murid beli buku. Sebab, alasan pemerintah buku sudah disediakan. 
Padahal, buku gak cuma 1. Dan, yang dari pemerintah, bukunya nggak banget. 

Kebijakan tinggal kelas. 
Sekarang, gak ada yang berani meninggalkelaskan murid yang nggak layak. Semua naik kelas. Takut dimarahi ortu. Takut dimarah atasan. Takut dituding guru gak becus. 

Aturan pendidikan, nilai murid harus mencapai KKM. Dan, sebelum mencapai itu wajib remedial. Jika murid tetap gagal, gurunyalah yang gagal mengajar. 

Jika mau fair, kemampuan anak berbeda. Masak iya, dalam satu semester diwajibkan satu kelas punya nilai minimal sama. 

Analoginya, kura-kura dipaksa harus punya waktu finish yang sama dengan kelinci saat lari. 

Atau, ikan dan kucing harus mencapai garis finish secara bersamaan saat lomba renang.

Sedangkan anak kita di rumah pun berbeda waktu saat berjalan. Ada yang 1 tahun. Ada yang 1 tahun lebih. Bahkan, ada yang 2 tahun. 

Begitu juga saat bicara. Ada yang 6 bulan. Ada yang 1 tahun. Ada yang 3 tahun baru jelas. 

Miris dengan kebijakan pendidikan formal di sekolah. Gurulah yang jadi korban. 

Bahkan, ada anak tamat SD masuk SMP sama sekali gak bisa baca. Di kelasku ada 6 orang. 

Dulu, saat ada kebijakan tinggal kelas, anak-anak rajin belajar. Sebab, nilai tak rekayasa. Murid-murid takut tinggal kelas, jadi belajar keras. 

Jika tinggal, pasti malu. Untuk itu, mereka rajin mengerjakan tugas, patuh pada guru, nurut ke ortu. 

Ini adalah fakta yang ada. 
Dan, kami guru saat ini sama sekali tak punya taring. 

Zaman now, guru adalah sapi. Murid adalah harimau. Dan, ortu adalah singa. 

Kututup quotiak.
"Ajarilah anakmu takut. Sebab, rasa takutlah yang mengubah seseorang untuk maju."

❤️
#IAK

Baca selengkapnya »
H.M. Rasjidi Ulama dan tokoh Muhammadiyah terkemuka dipilih menjadi Menteri agama pertama Indonesia

H.M. Rasjidi Ulama dan tokoh Muhammadiyah terkemuka dipilih menjadi Menteri agama pertama Indonesia

Kementerian Agama adalah kementerian yang bertugas menyelenggarakan pemerintahan dalam bidang agama. Usulan pembentukan Kementerian Agama pertama kali disampaikan oleh Mr. Muhammad Yamin dalam Rapat Besar (Sidang) Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), tanggal 11 Juli 1945. Dalam rapat tersebut Mr. Muhammad Yamin mengusulkan perlu diadakannya kementerian yang istimewa, yaitu yang berhubungan dengan agama.


Menurut Yamin, "Tidak cukuplah jaminan kepada agama Islam dengan Mahkamah Tinggi saja, melainkan harus kita wujudkan menurut kepentingan agama Islam sendiri. Pendek kata menurut kehendak rakyat, bahwa urusan agama Islam yang berhubungan dengan pendirian Islam, wakaf dan masjid dan penyiaran harus diurus oleh kementerian yang istimewa, yaitu yang kita namai Kementerian Agama”.


Namun demikian, realitas politik menjelang dan masa awal kemerdekaan menunjukkan bahwa pembentukan Kementerian Agama memerlukan perjuangan tersendiri. Pada waktu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melangsungkan sidang hari Ahad, 19 Agustus 1945 untuk membicarakan pembentukan kementerian/departemen, usulan tentang Kementerian Agama tidak disepakati oleh anggota PPKI. Salah satu anggota PPKI yang menolak pembentukan Kementerian Agama ialah Mr. Johannes Latuharhary.


Keputusan untuk tidak membentuk Kementerian Agama dalam kabinet Indonesia yang pertama, menurut B.J. Boland, telah meningkatkan kekecewaan orang-orang Islam yang sebelumnya telah dikecewakan oleh keputusan yang berkenaan dengan dasar negara, yaitu Pancasila, dan bukannya Islam atau Piagam Jakarta.


Diungkapkan oleh K.H.A. Wahid Hasjim sebagaimana dimuat dalam buku Sedjarah Hidup K.H.A. Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar (Kementerian Agama, 1957: 856), "Pada waktu itu orang berpegang pada teori bahwa agama harus dipisahkan dari negara. Pikiran orang pada waktu itu, di dalam susunan pemerintahan tidak usah diadakan kementerian tersendiri yang mengurusi soal-soal agama. Begitu di dalam teorinya. Tetapi di dalam prakteknya berlainan."


Lebih lanjut Wahid Hasjim menulis, "Setelah berjalan dari Agustus hingga November tahun itu juga, terasa sekali bahwa soal-soal agama yang di dalam prakteknya bercampur dengan soal-soal lain di dalam beberapa tangan (departemen) tidak dapat dibiarkan begitu saja. Dan terasa perlu sekali berpusatnya soal-soal keagamaan itu di dalam satu tangan (departemen) agar soal-soal demikian itu dapat dipisahkan (dibedakan) dari soal-soal lainnya. Oleh karena itu, maka pada pembentukan Kabinet Parlementer yang pertama, diadakan Kementerian Agama. Model Kementerian Agama ini pada hakikatnya adalah jalan tengah antara teori memisahkan agama dari negara dan teori persatuan agama dan negara."


Usulan pembentukan Kementerian Agama kembali muncul pada sidang Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang diselenggarakan pada tanggal 25-27 November 1945. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) merupakan Parlemen Indonesia periode 1945-1950, sidang pleno dihadiri 224 orang anggota, di antaranya 50 orang dari luar Jawa (utusan Komite Nasional Daerah). Sidang dipimpin oleh Ketua KNIP Sutan Sjahrir dengan agenda membicarakan laporan Badan Pekerja (BP) KNIP, pemilihan keanggotaan/Ketua/Wakil Ketua BP KNIP yang baru dan tentang jalannya pemerintahan.


Dalam sidang pleno KNIP tersebut usulan pembentukan Kementerian Agama disampaikan oleh utusan Komite Nasional Indonesia Daerah Keresidenan Banyumas yaitu K.H. Abu Dardiri, K.H.M Saleh Suaidy, dan M. Sukoso Wirjosaputro. Mereka adalah anggota KNI dari partai politik Masyumi. Melalui juru bicara K.H.M. Saleh Suaidy, utusan KNI Banyumas mengusulkan, "Supaya dalam negeri Indonesia yang sudah merdeka ini janganlah hendaknya urusan agama hanya disambilkan kepada Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan saja, tetapi hendaklah Kementerian Agama yang khusus dan tersendiri”.


Usulan anggota KNI Banyumas mendapat dukungan dari anggota KNIP khususnya dari partai Masyumi, di antaranya Mohammad Natsir, Dr. Muwardi, Dr. Marzuki Mahdi, dan M. Kartosudarmo. Secara aklamasi sidang KNIP menerima dan menyetujui usulan pembentukan Kementerian Agama. Presiden Soekarno memberi isyarat kepada Wakil Presiden Mohammad Hatta akan hal itu. Bung Hatta langsung berdiri dan mengatakan, "Adanya Kementerian Agama tersendiri mendapat perhatian pemerintah." Pada mulanya terjadi diskusi apakah kementerian itu dinamakan Kementerian Agama Islam ataukah Kementerian Agama. Tetapi akhirnya diputuskan nama Kementerian Agama.


Pembentukan Kementerian Agama dalam Kabinet Sjahrir II ditetapkan dengan Penetapan Pemerintah No 1/S.D. tanggal 3 Januari 1946 (29 Muharram 1365 H) yang berbunyi; Presiden Republik Indonesia, Mengingat: usul Perdana Menteri dan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat, memutuskan: Mengadakan Kementerian Agama.


Pembentukan Kementerian Agama pada waktu itu dipandang sebagai kompensasi atas sikap toleransi wakil-wakil pemimpin Islam, mencoret tujuh kata dalam Piagam Jakarta yaitu "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."


Maksud dan tujuan membentuk Kementerian Agama, selain untuk memenuhi tuntutan sebagian besar rakyat beragama di tanah air, yang merasa urusan keagamaan di zaman penjajahan dahulu tidak mendapat layanan yang semestinya, juga agar soal-soal yang bertalian dengan urusan keagamaan diurus serta diselenggarakan oleh suatu instansi atau kementerian khusus, sehingga pertanggungan jawab, beleid, dan taktis berada di tangan seorang menteri.


Pembentukan Kementerian Agama, sebagaimana diungkapkan R. Moh. Kafrawi (mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama), "…. dihasilkan dari suatu kompromi antara teori sekuler dan Kristen tentang pemisahan gereja dengan negara, dan teori muslim tentang penyatuan antara keduanya. Jadi Kementerian Agama itu timbul dari formula Indonesia asli yang mengandung kompromi antara dua konsep yang berhadapan muka: sistem Islami dan sistem sekuler."


Pengumuman berdirinya Kementerian Agama disiarkan oleh pemerintah melalui siaran Radio Republik Indonesia. Haji Mohammad Rasjidi diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri Agama RI Pertama. H.M. Rasjidi adalah seorang ulama berlatar belakang pendidikan Islam modern dan di kemudian hari dikenal sebagai pemimpin Islam terkemuka dan tokoh Muhammadiyah.

Rasjidi di saat itu adalah menteri tanpa portfolio dalam Kabinet Sjahrir. Dalam jabatan selaku menteri negara (menggantikan K.H. A. Wahid Hasjim), Rasjidi sudah bertugas mengurus permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam.


Kementerian Agama mengambil alih tugas-tugas keagamaan yang semula berada pada beberapa kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri yang berkenaan dengan masalah perkawinan, peradilan agama, kemasjidan dan urusan haji; Kementerian Kehakiman yang berkenaan dengan tugas dan wewenang Mahkamah Islam Tinggi; dan Kementerian Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan yang berkenaan dengan masalah pengajaran agama di sekolah-sekolah.


Sehari setelah pembentukan Kementerian Agama, Menteri Agama H.M. Rasjidi dalam pidato yang disiarkan oleh RRI Yogyakarta menegaskan bahwa berdirinya Kementerian Agama adalah untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama serta pemeluk-pemeluknya.


Kutipan transkripsi pidato Menteri Agama H.M. Rasjidi yang mempunyai nilai sejarah, tersebut diucapkan pada Jumat malam, 4 Januari 1946. Pidato pertama Menteri Agama tersebut dimuat oleh Harian Kedaulatan Rakyat di Yogyakarta tanggal 5 Januari 1946.

 

Dalam Konferensi Jawatan Agama seluruh Jawa dan Madura di Surakarta tanggal 17-18 Maret 1946, H.M. Rasjidi menguraikan kembali sebab-sebab dan kepentingan Pemerintah Republik Indonesia mendirikan Kementerian Agama yakni untuk memenuhi kewajiban Pemerintah terhadap Undang-Undang Dasar 1945 Bab XI pasal 29, yang menerangkan bahwa "Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa" dan "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu" (ayat 1 dan 2). Jadi, lapangan pekerjaan Kementerian Agama ialah mengurus segala hal yang bersangkut paut dengan agama dalam arti seluas-luasnya.


https://kemenag.go.id/artikel/sejarah
Baca selengkapnya »
Oknum Cabul yang ngaku-ngaku Ustadz Salafy

Oknum Cabul yang ngaku-ngaku Ustadz Salafy

:: Oknum Cabul yang ngaku-ngaku Ustadz Salafy, padahal ustadz Salafy satupun tak ada yg kenal sama dia.

Jadi ceritanya begini,
Pasien saya soerang janda, lagi proses hijrah, dia punya Jin khodam udah lama, selain punya Jin Khodam, dia pun selalu jadi target sihir, bahkan mantan suami terangan-terangan ngaku nyantet dia agar bisa mati, tapi Qadarallah ga kunjung mati.

***

Beberapa kali kami ruqyah beliau & anak-anaknya, dalam rangka ikhtiar membatalkan perjanjian pasien & anak2nya dengan bangsa Jin, baik jin Nasab dari orang tuanya, dan Jin Khodam yg dipasang sendiri. Sampai akhirnya beliau merantau ke kalimantan untuk cari nafkah, , karena uang beliau sudah habis ratusan juta ditipu ikhwan Ngaku Salafy yg menikahi beliau secara palsu dan dengan media sihir pengasih (nanti akan menyusul ceritanya, insya Allah).

***
Singkat cerita,
ada sebuah pondok di Kalimantan yang sedang cari juru masak di pesantren yg dia kelola. Walhasil Beliau melamar ke pondok tersebut. Niatnya agar bisa fokus belajar agama juga, dan juga beliau punya keahlian memasak,  

Kemudian si pengelola pondok ini (Ngustadz, Abu A), minta video call, alasannya untuk wawancara. Qadarallah pasien kami ini sudah bercadar, sehingga si Ngustadz Cabul itu japri pasien kami minta fotonya tanpa cadar, katanya si Ngustadz pengen memastikan wajah juru masak pondok. (dari sini aja udah ga masuk akal, peduli apa wajah sama cita rasa masakan ? emang dasar cabul)

***

Kemudian si Ngustadz Cabul ini ngorek-ngorek informasi tentang pasien kami ini, dan akhirnya nawarin ruqyah versi dia. Singkat cerita, setelah ruqyah dengan dia, pasien kami malah pingsan, dan tubuh beliau makin sakit ga karuan. Serasa mau mati rasanya. Dan setelah ruqyah itu, si Ngustadz Cabul nawarin untuk tinggal bareng di rumah dia, pasien kami diminta ngerawat anaknya, dan juga diminta melakukan hubungan suami-istri tanpa nikah. 

Nah, alhamdulillah pasien kami masih waras, dia menolak karena tau itu zina, tapi si Ngustadz Cabul kasih syubhat macem-macem. Dan ga ngerti kenapa, tanpa alasan jelas, hati pasien kami ini serasa pengen ke pondok tersebut. Persis seperti orang kena sihir pengasih, tapi Alhamdulillah Allah Ta'ala jaga beliau, sehingga tidak pergi ke tempat Ngustadz Cabul tsb.

***

Nah,
Si Ngustadz Cabul ini punya channel Youtube tentang tahsin, dan dia ini ngakunya mau selesai S2. Ngakunya Ngustadz Salafy ke pasien. tapi saya rasa cuma akal-akalan dia aja, untuk meyakinkan mangsanya.

***

Sehari atua dua kemudian,
Pasien saya dalam keadaan yg udah kayak mau mati, sendirian di kos, napas susah betul katanya, tubuh terasa berat , sakit di sekujur tubuh, seolah-olah kematian udah di depan mata, beliau minta bantuan saya via WA, karena ga ada siappun yg bisa diminta bantuan. Akhirnya karena darurat, berkaitan dengan nyawa seorang muslim, maka saya berijtihad untuk ruqyah beliau ini via zoom ditemani anak beliau yg ada di surabaya (agar tidak ikhtilath), alhamdulillah beliau muntah sejadi-jadinya, dan atas izin Allah Ta'ala langsung membaik., rasanya lebih plong. Bahkan di salah satu ruqyah tersebut, Jinnya yang "terjebak" di tubuh beliau membisikkan ke beliau, untuk minta tolong kepada kami agar mereka bisa segera lepas dari ikatan dgn cara diruqyah, mereka mau keluar dari tubuh pasien tapi ga bisa, dan membisikkan jangan ke Ngustadz Abu A. 

Mungkin karena peruqyah yg dikenal beliau cuma dua, Kami pribadi dan si Ngsutadz Cabul. Nah, Itu yang disampaikan oleh pasien kpd kami. Allah Ta'ala Yang Maha Mengetaui hakikatnya. Kita ga bisa percayai 100% informasi dari Jin.

Dari kejadian genting diatas, barulah pasien cerita bahwa baru aja diruqyah oleh Ngustadz Cabul tsb. Maka kami minta beliau untuk kooperatif memberikan bukti screenshot chat mesum Ngustadz cabul.

Qadarallah si Ngustadz Cabul ini licik dan pandai, chat mesum beliau langsung dihapus agar tidak merusak reputasinya, tapi terus meneror si pasien dengan chat dan telpon. Akhirnya, agar kami punya bukti valid kalo dia ini memang Ngustadz Cabul, maka kami minta ke pasien untuk menjebak dia, sehingga pasien bisa langsung screenshot chat mesum dia dan dikirimkan ke kami. 

***

Dan luar biasa mengerikan,
seperti yang terlihat, dia ngajak pasien kami untuk VCS (Video Call Sex), padahal dia pengelola pondok tahfidz, lalu juga berminat berbuat yg haram sama putri si pasien. Anda bisa menilai sendiri betapa cabulnya Ngustadz tersebut.

***

Jadi pelajarannya,
-Bagi para suami, jaga betul istri anda.... Jangan sampai istri itu mudah curhat ke sosmed kalo ada masalah. Mending selesaikan di dalam kamar, paling mentok di dalam rumah. Kalo dia sampai mudah curhat di medsos, mereka jadi incaran para predator sex berkedok agama.

-Buat para akhwat single atau Ummahat janda,
Kalo ada pria yg udah japri genit, langsung brokir aja. kalo perlu screenshot lalu viralkan. Sekalipun pria ini menjanjikan akan menikahi scr baik, maka jangan percaya. Starting nya aja udah dengan cara yg haram, ga mungkin finihisng bakalan baik.

***

Sengaja kami sensor nomor Ngustadz Cabul, dan tidak kami share fotonya ataupun link channel youtubenya, karena kami tidak mau kena UU ITE. Harap dimengerti ! Cukup diambil ibrahnya aja.

Kami sudah dapat izin dari pasien untuk memviralkan modus si Ngustadz Cabul, agar para akhowat dan ummahat lebih aware.

Komentar yg ga sopan, langsung kami hapus dan kami blokir ya. Jadi, ucapakan yang baik atau lebih baik diam.

~al-Faqiir Abu Musa al-Fadaniy

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1233666203779050&id=100014070454093
Baca selengkapnya »
Beranda