-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
Ditangkap, Inilah Profil Kakek Appolinaris Darmawan, 10 tahun lebih terang-terangan melecehkan islam

Ditangkap, Inilah Profil Kakek Appolinaris Darmawan, 10 tahun lebih terang-terangan melecehkan islam

Inilah Profil Kakek Appolinaris Darmawan

Tertangkapnya Penghujat dan Penghina Islam, Appolinaris Darmawan yang sudah lebih dari 10 tahun membuat kegaduhan dan keresahan Umat Beragama di Indonesia

Lebih dari 10 Tahun, lelaki tua ini menebar kebencian kepada Islam.

Bahkan penulis buku yang bukunya pernah dilarang kejaksaan ini beberapa tahun lalu mengkampanyekan kebencian akutnya melalui media sosial (Twitter, Facebook dan Blogger), bahkan dia membuat blog provokatif dan tendensius dengan nama Buang Islam dari Indonesia.

Beberapa hari terakhir Video hujatan dan penghinaannya terkait Qurban Appolinaris Darmawan Viral di group-group WA.

Team KNAP mendapatkan informasi tentang Profilnya tentang dia seperti ini

==
Islam dilecehkan Oleh Penganut Khatolik "Apollinaris Darmawan" tentang Idul Adha
Pria yang sudah Uzur ini, lecehkan Islam dengan membahas tentang Penyembelihan hewan Qurban bukan ajaran agama Islam.

Pria yang berusia 68 tahun tersebut penganut Kristen Khatolik terang-terangan Menghina dan melecehkan agama Islam.

Nama Lengkap : Apollinaris Darmawan
TTL : 22 Juli 1949 (68 tahun)
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Khatolik
Alamat lengkap : Jalan Jatayu Dalam II No. 5 RT 001/RW 010, Kel. Husen' Sastra Negara, Kec. Cicendo, Kota Bandung

==
Mendapatkan informasi ini, hari Jumat malam kami langsung menindak lanjuti berkoordinasi dengan Ketua KNAP Jawa Barat, Ust Roinul Balad untuk cek kevalidan informasi tersebut.

Hari Sabtu Malam bersama berbagai elemen Umat Islam di Bandung dengan berkoordinasi dengan Ketua RT dan RW tempat dia tinggal dan berkoordinasi dengan Aparat keamanan mendatangi tempat tinggal Appolinaris Darmawan, karena banyaknya bukti Hujatan dan penghinaan kepada Islam dan Atas laporan Ust Roinul Balad kini Penghujat tersebut ditangkap Polisi dan ditahan di Polrestabes Bandung.

Insya Allah Komisi Hukum KNAP akan mendampingi Ust Roinul Balad sebagai Pelapor Appolinaris Darmawan penghujat Islam.

Dari pantauan kami Orang semacam Appolinaris di Indonesia ada banyak sekali.. di kehidupan sehari hari mereka tampak ramah dan manis dihadapan umat Islam. Tap mereka "Bongkar kedoknya" yang begitu Ekstrim bencinya kepada Islam di Dunia maya.

Perilaku mereka sesuai dengan yang Allah subhanahu wa ta'ala firmankan: 

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ 
Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. QS. Ali Imran: 118

Untuk memberikan Efek jera kepada yang lainnya dan untuk menjaga kerukunan Umat beragama di Indonesia, orang semacam Appolinaris Darmawan perlu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya

#AdiliPenghujatIslam
#Investigasi
#UmatIslamBersatuCegahPemurtadan

source infoknap
Read more »
Ritual Suluk pada TAREKAT SUFI bukan ajaran islam

Ritual Suluk pada TAREKAT SUFI bukan ajaran islam


Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669)
Larangan Bermajelis dengan Ahlul Bid'ah Menurut Para Ulama Salaf :

Abu Musa berkata : “Bertetangga dengan yahudi dan nashrani lebih aku sukai daripada bertetangga dengan pengekor hawa nafsu (ahli bid’ah) karena ini menyebabkan hatiku berpenyakit.” (Al Ibanah 2/468 nomor 469)

Abul Jauza berkata : [ Seandainya tetanggaku kera dan babi itu lebih aku sukai daripada seorang dari ahli ahwa menjadi tetanggaku dan sungguh mereka termasuk yang disebut dalam ayat : Dan jika mereka bertemu kamu, mereka berkata : “Kami beriman.” Dan jika mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jarinya lantaran marah dan benci kepadamu. Katakanlah : “Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (QS. Ali Imran : 119) (Al Ibanah 2/467 nomor 466-467) ]

Imam Al Barbahary berkata : “Jika kamu dapati seorang sunniy yang jelek thariqah dan madzhabnya, fasiq dan fajir (durhaka), ahli maksiat sesat namun ia berpegang dengan sunnah, bertemanlah dengannya, duduklah bersamanya sebab kemaksiatannya tidak akan membahayakanmu. Dan jika kamu lihat seseorang giat beribadah, meninggalkan kesenangan dunia, bersemangat dalam ibadah, pengekor hawa nafsu (ahli bid’ah) maka jangan bermajelis atau duduk bersamanya dan jangan pula dengarkan ucapannya serta jangan berjalan bersamanya di suatu jalan karena saya tidak merasa aman kalau kamu merasa senang berjalan dengannya lalu kamu celaka bersamanya.” (Syarhus Sunnah 124 nomor 149)

source membedah bidah
Read more »
Mengapa bahasa Melayu menjadi bahasa resmi Indonesia dan bukan bahasa Jawa ?

Mengapa bahasa Melayu menjadi bahasa resmi Indonesia dan bukan bahasa Jawa ?

bahasa Melayu menjadi bahasa resmi Indonesia

Galibnya, bahasa resmi suatu bangsa atau negaranya biasanya diambil dari bahasa mayoritas penutur di tempat tersebut. Kemudian ada satu tanya terbetik, ‘Bukankah suku terbesar di Indonesia itu Jawa? Tapi kenapa Bahasa Jawa tidak menjadi bahasa Nasional? Alih-alih, bahasa nasional adalah bahasa melayu (kelak menjadi bahasa official Indonesia) yang penuturnya hanya segelintir dari beberapa suku di Riau dan Sumatera.

Perlu kita ketahui bahwa pada masa dahulu, bahasa melayu bukanlah bahasa asing untuk suku-suku di nusantara.
Pertama, bahasa Melayu asli adalah bahasa suku suku Melayu di Riau, sebuah provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia. Orang melayu dari riau berkerabat dengan suku melayu di malaysia, bahasanya hampir sama. Suku Melayu Riau merupakan minoritas di Indonesia.
Namun, pada abad ke-19, versi bahasa Melayu yang disebut “Bahasa Melayu Pasaran” (orang Barat menyebutnya Bazaar Malay) telah dipahami secara luas di seluruh nusantara. Kemudian bahasa tersebut (setelah bercampur dengan bahasa Jawa, Cina, Belanda, Portugis, Arab dan India). 

Bahasa melayu pasaran adalah bahasa perdagangan de-facto yang menghubungkan semua suku yang berbeda dari banyak pulau di Indonesia. Misalnya seorang pedagang Tionghoa dari Surabaya Jawa Timur dapat berkomunikasi dengan pedagang Arab dari Palembang Sumatera Selatan dengan menggunakan Bahasa Melayu Pasaran. Komunikasi tidak mungkin terjadi jika orang Cina menggunakan Hokkien (bahasa sukunya) dan orang Arab menggunakan bahasa Arab Yaman (bahasa sukunya). 

Seorang pedagang Batak dari Medan bisa berkomunikasi dengan penjual batik Jawa dari Yogyakarta menggunakan Bahasa Melayu Pasaran. Komunikasi akan sangat sulit jika orang Batak menggunakan bahasa Karo dan orang batik Jawa menggunakan dialek Yojo, karena kedua bahasa tersebut sama sekali berbeda satu sama lain. Membuat komunikasi antar suku tidak memungkinkan.

Belakangan, dengan penyatuan berbagai kerajaan, kesultanan dan pulau-pulau di Indonesia di bawah pemerintahan Belanda (Indonesia dijadikan koloni resmi Belanda yang disebut Nederland Oost Indie / Hindia Belanda), Belanda sendiri menggunakan Bahasa Melayu Pasaran sebagai bahasa pilihan untuk komunikasi formal di Hindia Belanda, karena mereka menemukan bahwa bahasa ini sudah menjadi bahasa yang diterima di seluruh koloni mereka.

Perwira-perwira Belanda itu akan sangat kesulitan jika berkomunikasi dengan tukang becak jika menggunakan bahasa Belanda: D .. tapi karena mengerti bahasa Melayu Pasaran, komunikasi bisa dilakukan.

Pada tahun 1928, perwakilan dari suku utama di Indonesia (Jawa, Sumatera, Bali dll) mengadakan pertemuan di Jakarta, yang menghasilkan kesepakatan mereka untuk mendapatkan kemerdekaan bagi Hindia Belanda, dan mereka juga setuju untuk memilih Bahasa Melayu Pasaran, yang mereka ubah namanya menjadi "Bahasa Indonesia", sebagai bahasa nasional untuk bangsa baru mereka.

Begitulah perkembangan dialek bahasa Melayu yang berasimilasi menjadi bahasa nasional Indonesia. Jauh pada 28 Oktober 1928, jauh sebelum Indonesia mendeklarasikan Kemerdekaan dari 3 abad penjajahan Belanda pada 17 Agustus 1945, para pendiri Indonesia berjanji membangun: Satu Negara, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa: Indonesia.

Saat itu meskipun pulau-pulau di Indonesia sekarang disebut Hindia Belanda, namun pulau-pulau tersebut terdiri dari banyak kesultanan dan kerajaan dan hingga saat ini terdiri dari ratusan suku bangsa dengan bahasa yang semakin banyak. Tetapi karena perdagangan dilakukan di seluruh pulau, bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu.

Sementara penduduk yang dominan hingga saat ini adalah orang Jawa yang memiliki budaya yang canggih dan bahasa yang rumit, dengan tingkatan yang tergantung dengan siapa Anda berbicara. Jadi ini bukan bahasa yang demokratis. Padahal para founding fathers kita bertekad untuk menciptakan republik demokratis dan bukan kerajaan. Jadi bahasa Melayu dipilih sebagai bahasa nasional Indonesia. Bahasa Melayu yang dipilih berasal dari Bintan di Kepulauan Riau. Jadi walaupun akarnya adalah bahasa Melayu, bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Malaysia.

source husni-magz
Read more »
Inilah Sejarah dan Proses Penggantian Kiswah Ka’bah Musyarrafah disertai video

Inilah Sejarah dan Proses Penggantian Kiswah Ka’bah Musyarrafah disertai video


Hari ini, Rabu 8 Dzulhijjah 1441, selepas shalat Isya, kiswah Ka’bah Musyarrafah yang lama diganti dengan yang baru.

Proses penggantian tersebut melibatkan 160 teknisi dan pembuatnya, sebagaimana yang biasa dilakukan di bawah koordinasi Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haramain.

Sejak suku Quraisy, Khulafaa Rasyidin, diteruskan ke era selanjutnya, penggantian kiswah telah dilakukan, sebagai manifestasi perhatian paling penting terhadap Baitul ‘Atiiq.

Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberi penutup Ka’bah dengan tsiyab Yamaniyah (jenis pakaian Yaman).

Kemudian di zaman Abu Bakar dan Umar bin Khattab, radhiyallahu ‘anhuma, menutupi Ka’bah dengan Al-Qabati.

Di masa Utsman bin Affan, ditambah dengan al-Burud al-Yamaniyah. Sehingga beliau dicatat dalam sejarah Islam, sebagai orang yang pertama kali membuat dua kiswah berlapis.

Tradisi ini terus belanjut ke era Bani Umayah, Abasiyah, Mamalik dan seterusnya. Hingga di awal Muharram 1346 H, Raja Abdul Aziz, memerintahkan membangun pabrik khusus pembuatan Kiswah di Ajyad.

Sejak itulah berdiri pertama kali lembaga yang khusus mendedikasikan untuk menjahit kiswah Ka’bah.

Sebagai bentuk perhatian yang besar, Saudi meyiapkan semua keperluannya. Di antaranya mempekerjakan ahli jahit dan bordir, untuk membuat kiswah dari sutra hitam.

Pembuatannya dikerjakan dalam berbagai tahap,dengan penuh kejelian, penguasaan pembuatan, dan kreativitas bordir.

Rumah Kiswah sempat ditutup pada 1358 H, kemudian dibuka kembali pada tahun 1381 H. Sejak itu menempati gedung milik Kementerian Keuangan di Jarwal Mekkah.

Pada tahun 1397 H, lokasi Rumah Kiswah dipindah lagi ke Ummul Juud, Makkah al-Mukarramah. Penjahitan kiswah sampai sekarang dikerjakan di tempat tersebut.

Pada bulan Sya’ban 1438, atas perintah Raja Salman, nama Rumah Kiswah dirubah menjadi Komplek Raja Abdul Aziz untuk Kiswah Ka’bah Musyaraffah.

Mengikuti langkah pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz, raja-raja Saudi berikutnya melakukan hal yang sama, untuk terus merawat Ka’bah dan kiswahnya. riyadh

source saudinesia.com
Read more »
10 Gedung Termahal di Dunia, peringkat 1 dan 2 ada di Arab Saudi

10 Gedung Termahal di Dunia, peringkat 1 dan 2 ada di Arab Saudi

10 Gedung Termahal di Dunia, peringkat 1 dan 2 ada di Arab Saudi

10 Gedung Termahal di Dunia, peringkat 1 dan 2 ada di Arab Saudi

MSN Money, online hub untuk informasi keuangan pribadi dan investasi, yang didukung MSN, Yahoo dan Google Finance merilis nilai gedung termahal di dunia.

Dalam StatistaCharts, the World’s Most Expensive Building, mendaftar 10 gedung termahal di planet bumi tahun 2019.

Perkiraan gedung termahal dengan hitungan billion US dollar, sebagai berikut:

  1. Masjidil Haram, Makkah, 100.0
  2. Abraj Al-Bait, Makkah, 16.0
  3. Marina Bay Sands, Singapura, 6.2
  4. Apple Park, Cupertino, AS, 5.0
  5. The Cosmopolitan, Las Vegas, 4.4
  6. One World Trade Center, New York, 4.1
  7. Palace of the Parliament, Bucharest, 3.9
  8. Emirates Palace, Abu Dhabi, 3.8
  9. Wynn Resort, Las Vegas, 3.4
  10. Istana Nurul Iman Palace, Bandar Seri Begawan, 3.3

Di antara netizen Saudi menanggapi hasil penilai tersebut, “yang paling mantap adalah Masjidil Haram, haram bagi kafir, sehingga tidak dapat mendatangi dan melihatnya.”

Netizen lain, seperti Abdul Aziz al-Utaibi mencuit, “bagaimana bisa menjadi 100 milyar dollar, padahal tidak dijual?”

Adapula warganet @AboSoltan6 menuliskan:

Maha Suci Dia yang telah memilih negara Saudi untuk melayani rumahNya.

Di mana mereka mengeluarkan yang paling mahal dan berharga, bahkan al-Haram lebih baik daripada istana dan bangunan milik para raja, pangerannya, orang kaya dan penguasanya.

Al-Haram lebih utama dan berkhidmah untuknya suatu kemuliaan.

Dan bagimu contoh buruk saat Ottoman menguasai Al-Haram.

Read more »
syaikh sudais : Arab saudi selalu membantu atasi bencana dan krisis kemanusiaan

syaikh sudais : Arab saudi selalu membantu atasi bencana dan krisis kemanusiaan

beirut

Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr. Abdul-Rahman bin Abdulaziz Al-Sudais, Kamis (6/8), menegaskan kembali posisi Arab Saudi terkait krisis dan bencana dunia.

Sepanjang sejarahnya, Saudi selalu membantu menanggulangi krisis dan bencana kemanusiaan, baik untuk negara-negara Arab maupun internasional.

Syaikh Sudais mengatakan, bahwa Arab Saudi itu tidak pernah absen membantu mengatasi bencana dan krisis kemanusiaan di negara, bangsa Arab, kaum muslimin maupun dunia internasional.

Baik itu karena akibat perang atau bencana alam, pemerintah dan rakyat Saudi selalu menunjukkan solidaritasnya kepada semua saudara dan saudari mereka yang menderita di berbagai negara di dunia.

Ini merupakan tradisi sejak beridirinya Arab Saudi, dari zaman Raja Abdulaziz bin Abdul Rahman Al Saud, rahimahullah, hingga era Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, hafizahullah.

Untuk itu, Syaikh Sudais mendoakan untuk keistiqomahan kepemimpinan Saudi dan memohon kepada Allah agar memberikan taufiqNya.

Menyusul ledakan mematikan yang mengguncang Beirut pada hari Selasa (4/8), Raja Salman telah memerintahkan agar bantuan kemanusiaan segera dikirim ke Lebanon.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengumumkan bahwa bantuan kemanusiaan darurat disalurkan melalui Pusat Aksi dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief).

Read more »
Raja Abdulaziz Kepada Roosevelt: Orang Arab Memilih Mati Daripada Menyerahkan Palestina

Raja Abdulaziz Kepada Roosevelt: Orang Arab Memilih Mati Daripada Menyerahkan Palestina

Raja Abdulaziz Kepada Roosevelt

75 tahun yang lalu, Raja Abdulaziz Al Saud, pendiri Arab Saudi, mengadakan pertemuan yang masyhur dengan Presiden AS, Franklin Roosevelt di atas kapal induk USS Quincy di Terusan Suez.

Kantor Sejarah Amerika, badan resmi yang bertanggung jawab menerbitkan dokumen kebijakan luar negeri AS, menerbitkan dokumen sejarah tentang pertemuan tersebut.

Saat itu, Roosevelt sedang kembali dari konferensi di Yalta, di mana dia bertemu dengan para pemimpin Arab yang paling penting, sekaligus pertemuan pertama antara Raja Saudi dan seorang presiden Amerika.

Di antara yang ditemui Roosevelt adalah Raja Farouk dari Mesir dan Haile Selassie, Kaisar Ethiopia.

Pertemuan antara Roosevelt dan Raja Abdulaziz difokuskan pada permasalahan Arab.

Raja Abdulaziz menekankan hak-hak rakyat Arab untuk menjaga dan hidup di tanah mereka.

Di antaranya, membicarakan nasib Lebanon dan Suriah, yang saat itu berada di bawah kendali kolonialisme Prancis.

Dalam pertemuan tersebut, Roosevelt juga mengungkapkan ketertarikannya pada pertanian dan pengembangan sumber daya air di negara-negara Arab.

Porsi terbesar dalam pertemuan tersebut adalah membahas masalah Palestina, imigrasi Yahudi dan hak rakyat Palestina untuk hidup damai di tanah mereka.

Dokumen sejarah Amerika tersebut, terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama inilah yang fokus terkait Palestina dan Yahudi.

Dari hasil pertemuan saat itu, menghasilkan “Quincy Agreement” yang ditandatangani kedua belah pihak.

Raja Abdulaziz menandatangani teks bahasa Arab pada 14 Februari 1945, dan Presiden Roosevelt menandatangani teks bahasa Inggris keesokan harinya di Alexandria.

Isinya kemudian ditunjukkan kepada Presiden Truman sebagai informasi.

Di awal dialog, Roosevelt “meminta nasihat” raja tentang masalah “pengungsi Yahudi” yang diusir dari Eropa.

Raja Abdulaziz menanggapi, bahwa mereka harus kembali tinggal di tempat asal mereka diusir.

Adapun bagi mereka yang rumahnya hancur dan tidak memiliki kesempatan untuk tinggal di tanah airnya, mereka harus diberi tempat tinggal di negara yang menganiaya mereka.

Raja Abdulaziz menyampaikan kepada Roosevelt tentang permasalahan rakyat Arab dan hak mereka yang sah untuk hidup di tanah mereka.

Beliau juga mengatakan kepada Presiden Amerika, bahwa orang Arab tidak dapat bekerja sama dengan orang Yahudi, baik di Palestina maupun di negara lain.

Dokumen Kantor Sejarah Amerika tersebut juga menyebutkan, “Yang Mulia menaruh perhatian terhadap ancaman yang terus meningkat terhadap keberadaan orang Arab.”

“Serta krisis yang diakibatkan karena berlanjutnya imigrasi Yahudi dan pembelian tanah oleh orang Yahudi.”

Raja Abdulaziz juga menyatakan bahwa orang Arab akan memilih untuk mati daripada menyerahkan tanah mereka kepada orang Yahudi.

Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa Raja Abdulaziz mengungkapkan harapan rakyat Arab terhadap AS.

Didasari atas penghormatan sebagai sekutu dan kecintaan AS akan keadilan, diharapkan dukungan AS untuk rakyat Arab melawan Yahudi.

Menanggapi hal tersebut, Roosevelt meyakinkannya bahwa dia tidak akan melakukan apa pun untuk membantu orang Yahudi melawan rakyat Arab dan tidak akan mengambil kebijakan anti-Arab.

Tetapi dia menambahkan, bahwa pada saat yang sama, tidak mungkin mencegah suara dan keputusan yang dikeluarkan oleh Kongres atau opini pers tentang masalah apapun.

Roosevelt meninggal dua bulan setelah pertemuan itu, dan digantikan oleh Harry Turman.

Pandangan Turman tidak semanis janji Roosevelt. Dia tidak dapat berdamai tentang masalah Israel, sehingga lebih memihak Israel.

Adapun Raja Abdulaziz meninggal 8 tahun paska pertemuan beresejarah tersebut, tepatnya pada tahun 1953.

Raja Abdulaziz sempat mengirim pesan kepada presiden Amerika, mengingatkan tentang janji sebelumnya di antara mereka, ketika konflik Arab-Israel meningkat.

Penulis Amerika Rachel Burenson mendokumentasikan pertemuan bersejarah itu dalam sebuah buku yang menceritakan orang-orang yang hadir di kapal USS Quincy.

Burenson menyebutkan, ada sekitar 42 orang delegasi yang menyertai Raja Abdulaziz dalam pertemuan tersebut.

Mereka ada yang membawa pedang, ikat pinggang emas dan belati. Saat itu, delegasi Saudi membawa makanannya sendiri, dengan mengangkut 8 domba ke kapal perang tersebut.[]

*) Dari berbagai sumber, di antaranya buku “Khomsuun ‘Aaman fi Jazirah al-Arab,” karya Hafiz Wahba.

source saudinesia.com
Read more »
Beranda