-->
Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
Hukum Islam tentang Pelaku Pemerkosa ibu muda dan bunuh anaknya

Hukum Islam tentang Pelaku Pemerkosa ibu muda dan bunuh anaknya

Hukum Islam tentang Pelaku Pemerkosa ibu muda dan bunuh anaknya

HUKUMAN TEGAS SYARIAT ISLAM BAGI PELAKU KEJAHATAN

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan peristiwa pemerkosaan seorang ibu muda dan pembunuhan terhadap anaknya di Aceh.

Belakangan diketahui bahwa Samsul Bahri, si pelaku adalah seorang residivis yang pernah dipenjara karena kasus pembunuhan. Dia divonis 18 tahun penjara, namun keluar sebelum waktu hukumannya selesai berkat remisi dan program asimilasi Covid-19.

Tanpa menunggu lama, Samsul kembali melakukan kejahatan. Kali ini memperkosa dan membunuh anak yang tidak berdosa. Belasan tahun dihukum di penjara ternyata tidak membuat dia kapok. 

Walaupun kemudian si Samsul ini pun mati dalam tahanan -entah karena sakit atau dibunuh tapi saya yakin banyak orang yang tak ambil pusing- akan tetapi kemungkinan dia dihukum mati atas kejahatannya sangatlah kecil. 

Hukuman mati di Indonesia mendapatkan tantangan banyak LSM karena dianggap tidak manusiawi dan akan merugikan Indonesia di kancah internasional. Selain itu sistem peradilan yang buruk bisa menyebabkan orang yang tidak bersalah kehilangan nyawanya, kata mereka.

Seharusnya kita tidak perlu pedulikan apa kata orang di luar sana, karena yang mendambakan keamanan adalah kita. Apa urusannya dengan orang di luar sana? Dan kalau sistem pengadilannya buruk, perbaiki sistemnya, jangan malah dimandulkan.

Kemudian alasan bahwa tidak manusiawi. Pernyataan semacam ini muncul karena Anda berpihak pada pelaku kejahatan, bukan kepada korban. Bayangkan kalau istri Anda diperkosa dan anak anda dibunuh. Kemudian setelah beberapa tahun, si pembunuh keluar dari penjara dan tersenyum kepada Anda sambil mengatakan, "Aku tidak akan melupakan malam itu, istrimu sangat ehmm..."

Dan anda tidak bisa melakukan apa-apa karena dia sudah dipenjara walaupun mendapatkan berkali kali remisi.

Mau main hakim sendiri? Bisa-bisa malah Anda yang dipenjara.

Saya jadi teringat ucapan Syaikh Ali Nashir Al Faqihi yang sempat saya hadiri majelisnya di Masjid Nabawi..

"Orang-orang kafir mengatakan bahwa hukum had adalah hukuman wahsy (barbar) yang melanggar hak asasi manusia. Namun pada hakikatnya selain menjadi penghapus dosa para pelaku kejahatan, ditegakkannya hukuman had menjadi peringatan bagi orang-orang yang berniat melakukan kejahatan.
Masyarakat kita bukan malaikat. Ada orang-orang jahat juga di tengah-tengah kita. Akan tetapi dengan tegaknya hukum had, seperti qishosh dan hukum potong tangan, orang itu akan berpikir lagi untuk melakukan i'tida (perbuatan melampaui batas) kepada yang lain." 

Wallahu a'lam.

Baca selengkapnya »
Arab Saudi Punya Tambang Emas Seluas 600 ribu KM Persegi Segera Digarap

Arab Saudi Punya Tambang Emas Seluas 600 ribu KM Persegi Segera Digarap

Arab Saudi Punya Tambang Emas

Arab Saudi Punya Tambang Emas

Arab Saudi Punya Tambang Emas

Arab Saudi Punya Tambang Emas

Apa kekayaan alam terbesar yang dimiliki Arab Saudi selain minyak bumi? Jawabannya adalah emas, selain kekayaan tambang lainnya yang belum digarap.

Berdasarkan hasil survey Otoritas Geologi Saudi, diperkirakan kekayaan emas di Arab Saudi senilai US $ 229 milyar.

Otoritas Survei Geologi juga telah berencana menandatangani kontrak untuk pelaksanaan proyek survei geologi untuk kawasan “Arabian Shield” yang kaya sumber daya mineral di area seluas 600 ribu km2.

Tambang “Mahad Ad Dhahab” (‘cradle of gold‘) di Provinsi Madinah al-Munawwarah merupakan wilayah tambang yang paling terkenal.

Bukti sejarah yang ditelusuri menunjukkan bahwa aktivitas tambang di wilayah tersebut secara aktif sejak 3000 tahun yang lalu.

Melalui Ma’aden Gold and Base Metals Company (MGBM), anak perusahaan Ma’aden, emas merupakan hasil terbesar tambang, selain tembaga, perak dan seng.

Kandungan emas berada terpusat di “Wilayah Emas Arab Tengah di Arab Saudi,” yang merupakan wilayah geologis besar yang membentang dari pantai Laut Merah hingga ke tengah Arab Saudi.

Pengembangan Wilayah Emas Arab Tengah ini menantang, karena lokasinya yang terpencil dan ketersediaan air yang terbatas.

Untuk mengaktifkan operasi penambangan emas, Ma’aden mengembangkan dan mengoperasikan pipa air sepanjang 450 km, membawa air limbah olahan dari Kota Taif di Provinsi Makkah di Arab Saudi ke lokasi tambang.

Solusi ramah lingkungan ini adalah contoh pertama penggunaan air limbah olahan berskala besar untuk keperluan industri di Arab Saudi.

Saat ini, MGBM mengoperasikan enam tambang emas, yaitu:

Tambang Ad Duwayhi – Merupakan tambang terbuka terbaru dengan fasilitas pemrosesan Carbon-In-Leach konvensional. Produksi dimulai pada tahun 2016 dan merupakan penghasil emas terbesar.

Tambang Al Amar – Tambang Al Amar adalah tambang bawah tanah dengan fasilitas pemrosesan Carbon-In-Leach.

Produksi dimulai pada tahun 2009, menghasilkan konsentrat dore and copper and zinc concentrates untuk diekspor ke pasar internasional.

Tambang Bulghah & Sukhaybarat – Tambang ini merupakan tambang terbuka dengan fasilitas pengolahan Carbon-In-Leach yang memproduksi dore.

Bijih oksida dari lokasi diangkut dengan truk ke lokasi Bulghah untuk Heap Leach Processing and Dore production.

Bijih kadar oksida tambang terbuka Bulghah diproses di lokasi dengan Heap Leach Processing, sedangkan bijih kadar yang lebih tinggi diangkut dengan truk ke pabrik Sukhaybarat untuk menghasilkan dore.

As Suq Mine – As Suq Mine adalah tambang emas open pit yang mulai berproduksi pada tahun 2014, menggunakan teknologi heap leach untuk memproduksi dore.

Tambang Mahd Ad Dhahab – ini adalah tambang emas kuno yang berusia 3.000 tahun. Produksi bawah tanah modern dimulai pada tahun 1988. Pabrik Carbon-In-Leach memproduksi dore dan konsentrat.

Proyek Tambang Mansourah-Massarah – ini adalah proyek emas baru yang sedang dikerjakan. Proyek tersebut terdiri dari sumber daya Mansourah dan Massarah, yang sedang dikembangkan sebagai tambang terbuka konvensional.

Pabrik ini akan menggunakan teknologi Carbon-In-Leach dan Pressure Oxidation Processes untuk produksi emas.

source https://saudinesia.com/2020/10/18/tambang-emas-arabian-shield-seluas-600-ribu-km-persegi-segera-digarap/
Baca selengkapnya »
HARAMNYA DEMOKRASI DAN PEMILU !

HARAMNYA DEMOKRASI DAN PEMILU !

HARAMNYA DEMOKRASI DAN PEMILU !

Al-'Allamah Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’i (Pembaharu Negeri Yaman) rohimahullôh mengatakan:

‎دُعَاةُ الدِّمُقْرَاطِيَّةِ يَدْعُونَ إِلَى الشِّرْكِ.
"Para Du'ât (penyeru) demokrasi, adalah orang yang menyeru kepada kesyirikan." [Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/17)].

Beliau rohimahullôh juga mengatakan:

‎وَمَنْ يَتَبَاهَى بَالدِّمُقْرَاطِيَّةِ، فَوَاللَّهِ إِنَّهَا لَخِيَانَةٌ لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ.
"Barangsiapa berbangga dengan demokrasi maka demi Allôh, hal tersebut adalah pengkhianatan kepada Allôh dan RosulNya." [Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/315)].

Beliau rohimahullôh juga mengatakan:

‎وَمَنْ دَعَا إِلَى الدِّمُقْرَاطِيَّةِ وَهُوَ يَعْرِفُ مَعْنَاهَا فَهُوَ كَافِرٌ، لِأَنَّهُ يَدْعُو إِلَى أَن يَكونَ الشَّعْبُ شَرِيكًا مَعَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
"Barangsiapa menyeru kepada demokrasi dalam keadaan ia mengetahui maknanya, maka dia kafir. Karena ia menyeru untuk menjadikan rakyat sebagai serikat (tandingan) dengan Allôh azza wa jalla." [Lihat "Qom'ul Ma'ânid" (221-222)].

Beliau rohimahullôh juga mengatakan:

‎الدِّمُقْرَاطِيَّةُ طَاغُوتِيَّةٌ.
"Demokrasi adalah Thoghut!." [Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/354)].

Beliau rohimahullôh juga mengatakan:

‎الدِّمُقْرَاطِيَّةُ فِيهَا تَعْطِيلُ كِتَابِ اللَّهِ، وَتَعْطِيلُ سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
"Demokrasi terdapat padanya penelantaran terhadap Kitabullôh dan Sunnah Rosulillâh shollallôhu alaihi wa sallam." [Lihat "Ghôrotul Asyrithoh" (1/485)].

Beliau rohimahullôh juga mengatakan:

‎أَهْلُ السُّنَّةِ مَا يَتَلَوَّنُونَ نَحْنُ نَقُولُ اليَومَ وَغَدًا وَبَعْدَ غَدٍّ: الإِنْتِخَابَاتُ طَاغُوتِيَّةٌ مُحَرَّمَةٌ.
"Ahlus Sunnah tidaklah berubah-ubah, kita katakan hari ini, maupun esok dan setelah esok bahwa Pemilu adalah Thoghut lagi Harom." [Lihat "Tuhfatul Mujîb" (401)].

Dicuplik dan diringkas dari kitab: "I'lâmul Ajyâl bi Kalâmil Imâm Al-Wâdi'i fiel Firoqi wal Kutubi war Rijâl"

(Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum)

Alhamdulillaah. Allaahu A’lam.
Baca selengkapnya »
Kita adalah penuntut ilmu secara majaz bukan penuntut ilmu yang hakiki

Kita adalah penuntut ilmu secara majaz bukan penuntut ilmu yang hakiki

Kita adalah penuntut ilmu secara majaz

(ucapan Syeikh Dr. Labib Najib Hafidzohullah dalam dauroh via zoom semalam yang diadakan oleh STDI imam Syafii jember)

Di awal pembukaan beliau menjelaskan tentang dalil2 keutamaan2 ilmu dari Al-Quran dan As-sunnah, dan beliau mengatakan bahwa awal ilmu itu dari halaqoh2 di masjid dan akhir ilmu adalah jannah, sebagaimana hadits nabi

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة
Barang siapa yang menempuh jalan guna menimba ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya, berkat amalan ini jalan menuju ke surga

Allah memberikan orang yang bertaqwa ilmu sebagai pembeda

(یَأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ یَجۡعَل لَّكُمۡ فُرۡقَانا 
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu

Pembeda ini merupakan hal yang penting agar bisa membedakan yang haq dan bathil, sehingga semakin bertambah ilmu ia pun bisa membedakan keduanya dengan benar

Tetapi hal yang sangat disayangkan malah sebagian penuntut ilmu di saat ini semakin bertambah ilmu maka ia pun terkadang semakin sempit dadanya, semakin banyak mengingkari hal2 yang bisa dimaklumi oleh para ulama

Padahal ulama menyebutkan, (sebagaimana disebutkan oleh imam syafii-tambahan dari ana-)

كلما زاد علمك قلّ إنكارك 
Semakin bertambah ilmunya semakin sedikit pengingkarannya (dalam perkara yang dapat dimaklumi)

Demikian semakinbertambah ilmu semakin lapang dadanya, semakin memaklumi perbedaan, semakin bertambah lembut pada sesama

Kalau ada sebagian murid (penuntut ilmu) yang begitu tergesa2 mengingkara perkara ijtihadiyah, maka kita harus mengoreksi lagi bagaimana cara ia belajar

Selayaknya kita tidak mengingkari secara berlebihan apa2 yamg telah diamalkan.oleh penduduk negeri yang itu telah memiliki landasan ucapan ulama2 mujtahidin yang telah diakui oleh para ulama, karena mereka beramal sesuai dengan kaidah yang dibenarkan syariat

Maka aku (Dr. Labib) katakan bahwa kita ini sejatinya bukanlah seorang penuntut ilmu yang hakiki, tapi kita adalah penuntut ilmu secara kiasan (majaz) saja

Bagaimana tidak, kita merasa sulit membaca kitab yang hanya berjumlah 300 halaman lebih dalam 3 hari

Sedangkan disana ada sulthon ulama yaitu imam Al-Izz ibn abdissalam rohimahullah yang membaca nihayatul mathlah milik imam haromain yang berjumlah 20 jilid kitab hanya dalam 3 hari

Disana juga ada ibnul qoyyim yang banyak mengarang kitab2nya dalam keadaan bersafar semisal zaadul ma'ad yang sekarang sering kita jadikan rujukan ilmu beliau menukisnya ketika sedang safar, begitu juga roudhotul muhibbin dll

Hafidz ibn hibban pum mengstakan aku telah menulis ilmu dari 2000 (dua ribu) lebih guru

Sedangkan kita ketika membaca kitab sangatlah lama dan merasa berat

Ketika menulis pun sangatlah sedikit, guru yang kita timba ilmunya hanya berjumlah puluhan.... lalu kita merasa sudah pantas menjadi penuntut ilmu?

Maka sebagaimana aku katakan diatas, kita hanya penuntut ilmu secara kiasan, bukan penuntut ilmu yang sebenarnya

Maka kalian dimasa muda kalian banyak2lah belajar, menghafal dan menggunakan waktu kalian dengan sebaik mungkin, karena sekarang adalah waktu mengejar ilmu sebanyak2nya

Dan Insyaallah pada pertemuan tgl 29 sept akan dibahas tentang sejarah madzhab dari zaman sahabat sampai saat ini
-----------

Demikian ucapan Dr. Labib hafidzohullah ketika memberika kita memotivasi tentang ilmu agama agar kita tahu diri, sadar kapasitas diri kita yang jauh dari label penuntut ilmu karena minimnya pengetahuan kita

Janganlah berbangga karena sudah bisa baca kitab, karena disana para penuntut ilmu jaman dulu yang membaca dan berguru para ratusan bahkan ribuan guru

Lalu kita? Sudah pantaskah kita merasa pantas untuk disandarkan pada ilmu?

Cukuplah apa yang Dr. Labib ucapkan di awal muqoddimah dauroh dan juga sebagaimana Kyai Hasyim rohimahullah bawakan dalam awal kitab adab alim wal muta'allimnya ucapan Ali ibn Abi tholib rohimahullah

"كفى بالعلم شرفًا أن يدّعيه من لا يحسنه، ويفرح به إذا نُسب إليه، وكفى بالجهل ذما أن يتبرأ منه من هو فيه"
Cukuplah bentuk kemuliaan ilmu ketika orang yang gak mengerti ilmu merasa mereka memiliki ilmu, dan merasa bahagia lagi bangga ketika disandarkan pada ilmu

Dan cukuplah kebodohan sebagai aib dimana orang2 jahil pun enggan disebut jahil ,sedangkan mereka memang jahil

Maka teruslah belajar dan belajar, ilmu ini luas dan tidak terbatas, kita baru saja melihat ilmu belum berkenalan maka bagaiamana kita bisa merasa kalau kita sudah akrab dengan ilmu???

Semoga Allah mudahkan kita untuk terus mempelajari ilmu agama-Nya serta mengamalkan apa yang kita ilmui

Ringkasan dauroh diatas di ringkas sekedarnya oleh Al-faqir Aboud Basyarahil ghofarollah lahu wa li walidaih wa ahlih
Baca selengkapnya »
APA HUKUM WANITA BERLATIH OLAH RAGA

APA HUKUM WANITA BERLATIH OLAH RAGA

APA HUKUM WANITA BERLATIH OLAH RAGA

Syaikh Muqbil bin Hadi Hadi al Wadi'i rahimahullah

Pertanyaan: Apa hukum syar'i wanita yang berlatih olah raga baik di dalam rumah atau di luar rumah?

Jawaban:

Jika dia lakukan di dalam rumah tidak mengapa, bahkan kami menyarankannya, namun jika dia memiliki pekerjaan rumah maka pekerjaannya itu lebih dia dahulukan untuk dikerjakan.

Demikian pula jika dia berada bersama kaum wanita sedangkan kaum pria non mahram tidak ada yang melihat mereka, maka tidak mengapa melakukannya insya Allah, bahkan kami menyarankannya. Karena suasana sepi dan tenang kadang membuat bosan, lemahnya perlindungan tubuh dari penyakit, menurunnya stamina tubuh.

Maka, olah raga itu dibutuhkan seorang muslim dan muslimah dalam batas yang ditentukan syariat.

Gharatul Asyrithah 2/469
Diterjemahkan oleh ustadz abu zulfa anas hafidzahullah

ا•┈•❖◎❂🌺❂◎❖•┈•ا

ما حكم ممـارسة الرياضة للنســـاء

لفضيلة الشـيخ العـلامة مقبل بن هادي الوادعي رحمهُ اللهُ

 الســــــــؤال: «ما حكم الشرع في المرأة التي تمارس الرياضة سواء في البيت أو خارجه؟».

الجـــــواب: ٳذا كانت في البيت فلا بأس بذلك بل ننصح بهذا, وإذا كان لديها أعمال فأعمالها أقدم، يعني أعمالاً في بيتها ومنزلها، فينبغي أن تبدأ بها, وهكذا إذا كانت مع النساء ولا يراهن الرجال الأجانب فلا بأس بهذا إن شاء الله بل ننصح بهذا, لأن الركود والسكون ربما يؤدي إلى الملل وإلى ضعف الحافظية وإلى هزل الجسم, فالرياضة يحتاج إليها المسلم والمسلمة في حدود الشرْع . ( غارة الأشرطة 2 / 469 )
•┈┈┈┈•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•┈┈┈┈•

Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini dan tidak mengubah tulisan, semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

Telegram : t.me/MediaDakwah1
Baca selengkapnya »
AKU DAN 3 ISTERIKU (baca sampai habis agar tidak gagal paham)

AKU DAN 3 ISTERIKU (baca sampai habis agar tidak gagal paham)

AKU DAN 3 ISTERIKU

Ketika poligami menjadi sesuatu yang menakutkan, kami sudah menjalaninya dengan menyenangkan. Aku dikaruniai 3 istri yang sangat mendukung perjuanganku. Ketiga istriku saling bersinergi menghadirkan surga di dunia ini menuju surga sebenarnya nanti.

Aku menikahi istri pertamaku pada saat usiaku masih sangat belia. Aku jatuh hati pada pandangan pertama. Tak perlu waktu lama untuk memproses pernikahanku. Istri pertamaku sangat sayang kepadaku, ia selalu menuntun dan membimbingku setiap aku ditimpa masalah dalam hidup. Aku tak akan pernah kehilangan cinta kepadanya.

Istri pertamakulah yang menunjukkan aku pada calon istri keduaku. Aku banyak mengetahui dia dari istri pertamaku itu. Begitu banyak hal yang menarik yang ditunjukkan calon istri keduaku itu, maka tak perlu waktu lama, akupun segera menikahinya. Aku begitu bersemangat, bergairah hidup bersama keduanya.

Tak berhenti sampai disini kebahagiaanku. Kedua istriku itu membujukku untuk segera memperistri seorang akhwat shalihah yang aku sendiri belum pernah mengenal dia sebelumnya, kecuali dari selembar biodata dan sehelai pas foto hitam putih ukuran 4×6. Bahkan usiaku belum genap 24 tahun saat itu. Tapi karena aku sudah sangat percaya kepada kedua istriku itu, maka dengan mengucap bismillah aku menikahi istri ketigaku.

Alhamdulillah lengkap sudah kebahagiaanku, apalagi di kemudian hari dari rahimnya terlahir 5 orang anak yang lucu-lucu. Tapi dibanding yang lainnya, istri ketiga ini paling banyak berkorban. Demi kedua istriku sebelumnya, dia lebih banyak mengalah untuk memberiku waktu lebih banyak bersama mereka. Dia sudah tahu bahwa aku menikahi istri pertama dan kedua atas dasar cinta, tapi aku menikahi istri ketigaku atas dasar cintaku pada kedua istriku pertamaku itu. Cinta itu baru tumbuh belakangan, setelah kutahu bahwa dia begitu cinta kepadaku. Istriku ketigaku pun sangat hormat, cinta dan sayang kepada dua istri pertamaku.

Istri pertamaku bernama Ilmu, dia begitu bercahaya dihatiku.
Istri keduaku bernama Dakwah, ia begitu menginspirasi gerak kehidupanku. 
Dan istri ketigaku itulah istriku sebenarnya, yang rela menikah denganku atas bimbingan Ilmu dan Dakwah. Semoga cinta ini kekal hingga ke surga.

Copas....
Baca selengkapnya »
Kisah Imam Ahmad bin Hambal dan "tisu" kekuasaan.

Kisah Imam Ahmad bin Hambal dan "tisu" kekuasaan.

Kisah Imam Ahmad bin Hambal dan "tisu" kekuasaan.

Beliau diintimidasi, dipenjara bahkan disiksa oleh penguasa selama 3 periode khalifah.

Lalu di masa Khalifah Al Mutawakkil, beliau dibela dan dibebaskan, bahkan idiologi yang beliau perjuangkan dibela dan dipublikasikan secara luas.

Walau demikian, uniknya Imam Ahmad tidak mau menerima hadiah dari sang Khalifah yang membebaskannya dan memperjuangkan keyakinan yang beliau pertahankan, yaitu Al Qur'an adalah kalamullah dan bukan makhluq.

Ingat ya, biasanya hadiah itu tidak diserahkan langsung oleh sang khalifah kepada Imam Ahmad, namun hadiah itu dikirimkan lewat utusan yang dianggap lebih mahir mengkondisikan sang Imam agar menerima hadiah tersebut.

Bukan sekedar menolak hadiah yang diberikan kepadanya, beliau bahkan memutus hubungan dengan semua keluarga dan sahabatnya yang menerima pemberian sang khalifah .

Apa karena beliau ingin memberontak dan melawan sang khalifah?

Tentu saja tidak, tapi beliau tidak ingin membuka pintu produksi pabrik "tisu" bermerek ulama'.
Tisu itu fungsinya untuk mengelap ingus dan kotoran, lalu dicampakkan ke tempat sampah bahkan dianggap bagian dari sampah itu sendiri.

Beliau kawatir bila dirinya menerima hadiah hadiah itu, dan beliau juga mengawatirkan ulama' dan keluarganya yang menerima hadiah hadiah itu merasa berhutang budi. Karena merasa berhutang budi, mereka tersandra oleh hadiah hadiah itu, sehingga suatu saat tidak lagi mampu menegakkan kepala dengan setia kepada kebenaran dan tidak lagi fasih mengucapkan prinsip dan keyakinannya.

Beliau kawatir bila suatu saat nanti dimanfaatkan oleh sang khalifah menjadi tisu untuk membersihkan "ingus" yang meler meler dari hidungnya atau mengusap "keringat" yang bercucuran dari badannya.
Imam Ahmad rahimahulla tidak memberontak, tidak mendukung pemberontakan, namun juga tidak sudi menjadi "tisu" pembersih "ingus" sang khalifah, walaupun saat itu sang khalifah y ang memberinya hadiah adalah khalifah yang baik, memperjuangkan kebenaran.

Imam Ahmad memilih hidup sederhana, bahkan miskin dan kembali ke medan perjuangannya, yaitu mengajarkan ilmu kepada masyarakat luas.

Beliau tidak memandang bahwan khalifah tidak lagi dibutuhkan, beliau mengakui pentingnya khalifah dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara. Bagi beliau, khalifah menegakkan keadilan dan menyuarakan kebenaran adalah tanggung jawab yang melekat pada jabatan tersebut, sebagaimana beliau tidak memberontak juga karena keyakinan yang menancap kokoh dalam batin beliau.

Beliau menunjukkan kepada masyarakat beliau bahwa tidak memberontak bukan berati menjadi "tisu pembersih", tidak memberontak bukan berati "menjadi juru bicara" sang khalifah untuk melawan para pemberontak, karena beliau sadar bahwa sang khalifah sering "ingusan" dan bercucuran "keringat".
Adapun uang dan fasilitas, maka itu adalah godaan, dan bisa menyebabkan "taji" beliau tumpul dalam menyuarakan kebenaran dan memperjuangkannya.

Semoga Allah Ta'ala merahmati Imam Ahmad bin Hambal. Amiin.

Baca selengkapnya »
Beranda

BERLANGGANAN ARTIKEL KAMI