Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | kajian islam dan informasi
4 metode sunat terpopuler, mana yang disarankan ?

4 metode sunat terpopuler, mana yang disarankan ?

4 metode sunat terpopuler

Beragam teknik sunat bisa dinikmati masyarakat mulai dari teknik operasi biasa atau konvensional hingga pakai alat potong. Tujuannya supaya pasien lebih nyaman dan cepat sembuh usai disunat.

Dari beragam teknik tersebut, ternyata dokter menyarankan memilih operasi sirkumsisi atau dorsumsisi yang biasa. Teknik ini minim risiko dan lebih aman bagi pasien dibanding yang lain.

"Bagaimana pun sebaiknya pilih metode konvensional yang standar saja. Metode yang lain bukannya jelek tapi kita tidak tahu tingkat keberhasilannya. Karena itu lebih baik pilih metode yang biasa," kata dokter ahli urologi, Dr dr JC Prihadi, SpU dari Rumah Sakit St Carolus, Jakarta.

Beberapa metode sunat yang kerap ditawarkan adalah cauthering dengan alat potong dan diathermy yang dibakar dengan arus listrik. Hasil yang diberikan dari metode tersebut memang baik dan cepat, namun risiko kepala penis atau jaringan lain terluka juga besar.

Risiko ini ditekan dengan operasi biasa yang ditangani dokter atau tenaga kesehatan langsung. Dokter bisa memperkirakan dengan tepat kulit kulub yang harus dibuang, serta teknik supaya tidak melukai jaringan di sekitar kepala penis.

Hal serupa dikatakan dokter ahli bedar dr Odetta Natatilova Halim, SpB untuk memilih metode konvensional. Operasi memungkinkan pembuluh darah yang terbuka selama operasi dijahit dan diikat satu per satu.

"Hasilnya pembuluh darah tidak jebol bila nanti pasien nangis atau jerit-jerit. Karena itu, sebaiknya pilih teknik konvensional yang lebih aman," kata dr Odetta. (detik.com)
Read more »
Faedah Kajian Tafsir Surat Al Jinn oleh Ustadz Firanda

Faedah Kajian Tafsir Surat Al Jinn oleh Ustadz Firanda

Faedah Kajian Tafsir Surat Al Jinn

Faidah Kajian Islam Ilmiah Ustadz DR. Firanda Andirja Lc, M.A. hafizhahullah
Tema: Tafsir Surat Al Jinn

1. Surat Al Jinn adalah surat Makkiyyah

2. Topik surat ini adalah bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk bangsa manusia dan bangsa jin dan tidak ada rasul dari bangsa jin
3. Sebab turunnya surat Al Jin: karena bangsa jin tidak dapat lagi mendengar kabar dari langit, maka para jin mencari sebab ternyata mereka dapati bahwa Nabi Muhammad shalat subuh bersama para shahabatnya, maka para jin mendengar bacaan Alquran
4. Sebab kedua turunnya surat Al Jin dari riwayat Muhammad bin Ishaq: ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam terusir dari Thaif, kemudian di tengah jalan pada waktu malam beliau shalat malam
 
5. Disini menakjubkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditolak oleh bangsa manusia di daerah thaif, maka engkau wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam jangan sedih, karena ada bangsa jin yang langsung beriman dan bahkan langsung berdakwah.
6. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melihat jin karena nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tahu ada jin dan mengetahuinya saat diberitahukan oleh Allah Taala.
7. Non Muslim kalau di akhirat non surga dan kalau non surga non stop.
8. Ada jin yang beriman dan ada jin yang tidak beriman.
9. Kesimpulan dari Bacaan Alquran yang dibaca oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Tauhid, karena semua ayat di dalam Alquran
10. Allah tidak punya istri, karena jika punya istri maka Dia membutuhkan manusia, dan juga akan dimarahi istri.
11. Allah tidak punya anak, karena jika Allah mempunyai anak berarti ada yang serupa dengan Allah.
12. Ternyata ada jin yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu.

13. Ayat ini dalil bahwa tidak boleh/haram bertaklid dalam masalah aqidah.
14. Jin adalah jenis kelamin laki-laki dan jin jenis kelamin perempuan.
15. Ustadz tidak mengetahui bagaimana cara jin berkembang biak tetapi mereka berkembang biak.
16. Syariat kaum muslimin jin secara umum sama dengan syariat kaum muslimin dari manusia.
17. Meminta perlindungan kepada penguasa jin adalah sebuah kesyirikan karena meminta kepada sesuatu yang ghaib, meskipun penguasan jin mampu melarang anak buahnya untuk tidak menganggu manusia.
18. Doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika singgah disuatu tempat adalah:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ ".

19. Diharamkan untuk minta perlindungan kepada jin.
20. Keyakinan di tengah bangsa kafir Quraisy sama dengan keyakinan di tengah bangsa jin yaitu tidak mengimani adanya hari kiamat.
21. Faman yastami’il ana: barangsiapa yang yang mendengar berita dari langit pasti terbakar.
22. Ada tiga keadaan tentang pencurian berita dari langit oleh bangsa jin:
  • sebelum nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus langit tidak ada penjaga sehingga jin bisa mencuri berita langit.
  • Setelah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus langit ada penjaga sehingga jin tidak bisa mencuri berita langit.
  • Setelah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, terjadi khilaf apakah masih bisa berita langit dicuri oleh bangsa jin, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa hampir mustahil berita langit dicuri oleh bangsa jin, dan ini dikuatkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar.
23. Bangsa jin berdakwah dengan bahasa yang halus, bahwa diantara kita ada yang shalih dan diantara kita ada yang dibawahnya.
24. Ibnu Katsir rahimahullah meriwayatkan dari Al A’masy bahwa makanan yang paling disukai oleh bangsa jin adalah nasi. Dan kaum rafidhah adalah kaum yang paling buruk di dalam bangsa jin.
25. Cara jin berdakwah lembut, contohnya; kalian jika tidak beriman maka di dunia tidak akan selamat, lalu bagaimana di akhirat.
26. Fakanu lijahannam, menunjukkan kepastian bahwa mereka akan menjadi bahan bakar neraka jahannam.
27. Maan ghadaqa: air yang segar maksudnya adalah rezeki yang banyak karena bangsa Arab menganggap bahwa air itu adalah rezeki sehingga setiap kali dapat rezeki mereka menggambarkan dengan air.
28. Kalau bangsa jin istiqamah maka mereka akan diberikan rezeki Allah Taala, maka manusia lebih lagi jika istiqamah bertakwa maka dibukakan rezeki oleh Allah karena Rasul dari bangsa manusia, dan ini tafsiran pertama.
29. Tafsiran kedua bahwa istiqamah disini adalah istidraj, tetapi pendapat yang pertama lebih kuat.
30. Tafsiran Al Masajid: tempat ibadah milik Allah maka tidak boleh beribadah kecuali hanya kepada Allah, adapun penamaan masjid dengan nama manusia maka bukan untuk kepemilikan tetapj sebagai tanda pengenal, tafsiran kedua yang lain adalah al masajid dari kata masjad, maksudnya adalah anggota tubuh yang digunakan oleh untuk sujud, maka ini semua hanya untuk Allah, tafsiran ke tiga yang lain al masajid adalah 

31. Gelar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang paling tinggi adalah Rasulullah yang artinya utusan Allah yang menyampaikan risalah dari Allah dan Abdullah yang artinya hamba Allah tidak memiliki kekuasaan.
32. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup dan beliau asyraful mursalin tidak memiliki manfaat dan mampu menahan mudharat apalagi manusia yang di bawah Nabi kedudukannya siapapun dia, wali manapun ia.
33. Tidak ada yang mengetahui akan hal ghaib baik manusia ataupun jin bahkan malaikat.
34. Jin tidak mengetahui hal ghaib buktinya bangsa jin tidak mengetahui bahwa Nabi Sulaiman sudah meninggal, lihat surat Saba’: 14.
35. Surat ini menunjukkan bahwa:
  • risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam umum untuk bangsa jin dan manusia
  • Bangsa jin adalh yang beriman dan ada yang kafir
  • Bangsa jin juga diberikn redaksi untum beribadah sebagaimana manusia.

Ditulis oleh saudaranya karena Allah
Ahmad Zainuddin Al Banjary
Banjarmasin, Sabtu 19 Syawwal 1440H
Read more »
Catatan Penting jika Terpaksa berobat ke Rumah Sakit Kristen

Catatan Penting jika Terpaksa berobat ke Rumah Sakit Kristen

berobat ke Rumah Sakit Kristen

Seorang ulama yang sangat peduli akan situasi sakaratul maut, mengunjungi sahabat lamanya di sebuah rumah sakit Kristen yang sedang SEKARAT. Tampaknya pasien kelelahan tak berdaya. 
Dengan berbagai alat medis di tubuhnya dia berjuang sendirian di ruang ICU.

Para sanak keluarganya dilarang masuk dan hanya boleh melihat melalui pintu kaca.
Ulama tersebut tak kuasa untuk mendiamkan sahabatnya berjuang dengan Kematian, dia berusaha bernegosiasi untuk masuk menalkinkan sahabatnya itu.
Tapi tetap pihak Rumah Sakit melarangnya.
Dengan berbagai cara dan memaksa, ulama tersebut meminta untuk yang terakhir kali berjumpa dengan sahabatnya itu.
Akhirnya pihak Rumah Sakit mengizinkan dengan sangat terpaksa dan hanya beberapa menit.
Tatkala ulama tersebut mendekati sahabatnya dan ingin menuntun mengucapkan lafadz Allah, tampak di telinganya ada sebuah phone Cell yang sedang menyalakan sebuah lagu lagu PUJIAN KRISTUS 
DAN DOA DOA DALAM AGAMA KRISTEN...!!!

Ulama tersebut protes dan marah besar terhadap pihak rumah sakit..!!! 

Saudara2ku tercinta ternyata Missi mereka bukan hanya pada saat orang masih hidup, menjelang ajalnya pun mereka berusaha agar UMAT ISLAM MENINGGAL DENGAN CARA MEREKA..!

Maka waspadalah jika ada saudara, rekan atau siapapun yang muslim berobat di RS KRISTEN..!! INI PENGALAMAN NYATA SEORANG KIYAI YANG SANGAT PEDULI DENGAN KONDISI SAKARATUL MAUT YANG KONON KATANYA SEBUAH KEGIATAN YANG PALING MELELAHKAN YANG MENIMPA UMMAT MANUSIA..!

Barusan saya forward ke teman, ybs membenarkan; bahwa memang itu SOP di RS Kristen
Ini harus diViralkan di kalangan Muslim

#copas from whatsapp group

catatan admin

tidak semua kondisi ini terjadi di rumah sakit kristen namun bisa juga terjadi di rumah sakit islam, poin pentingnya adalah kepedulian kita bersama terutama mereka yang sakaratul maut ada yang membimbing untuk talqin sehingga menimalisir kemungkinan mati murtad, nauzubillah
Read more »
Cita-Cita Seorang Mukmin

Cita-Cita Seorang Mukmin

Cita-Cita Seorang Mukmin

✒. قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :[ عباد الله ....، لو سألتم : أيَّ واحدٍ ما هي أمنيتك؟
لقال : أمنيتي أن أعيش سعيدًا ، وأموت حميدًا ، وأبعث آمنًا. وهذه الأمنية تتحقَّق يقينًا لكلِّ مَن عمل صالحًا وهو مؤمنٌ ، وما أيسر ذلك لمن يسَّره الله له ] الضِّياء اللَّامع (٢/ ١٨٠)
As-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh pernah berkata : "Wahai hamba-hamba Alloh...., jika kalian bertanya (kepada seseorang) : "Adakah sesuatu yg kamu cita-citakan (inginkan) ?"

Tentu dia akan menjawab : "Aku ingin hidup dalam keadaan bahagia, mati dalam keadaan terpuji (mulia), dan dibangkitkan (di hari kiamat nanti) dalam keadaan merasa aman (yakni rasa aman dari siksaan api neraka)."

Perasaan aman ini adalah akan terwujud secara meyakinkan (pasti), bagi setiap orang yg beramal sholih (di dunia) dalam keadaan mukmin. Dan alangkah mudahnya hal itu bagi orang yg diberi kemudahan oleh Alloh ta'ala.

[AD-DHIYAA'UL LAAMI', 2/180]

Catatan :

1. Ya, setiap orang tentu ingin hidup bahagia, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Tetapi, seperti apakah kehidupan yg berbahagia itu ?

2. Bagi seorang mukmin (orang yg beriman) itu, kebahagiaan yg sejati itu bukanlah di dunia ini, tetapi nanti di akhirat. Sedangkan kebahagiaan di dunia itu, hanyalah sesaat saja !

Ya, kehidupan yg kekal dan abadi, hanyalah di akhirat sana. Sebagaimana dalam Firman-Nya :

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau saja mereka mengetahui.” (QS Al-‘Ankabut: 64).

Alloh ta'ala jg berfirman :

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّ اَبْقٰى 
“Tetapi kalian (orang-orang kafir) lebih memilih kehidupan dunia. Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (Al-A’la: 16-17)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman :

الحياة الدنيا إلا وما لعب ولهو وللدار الآخرة خير للذين يتقون أفلا تعقلون
"Dan kehidupan dunia ini tiada lain adalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mau memahaminya?" [Al-An'âm : 32]

Alloh juga berfirman :

أوتيتم من شيء وما فمتاع الحياة الدنيا وزينتها وما عند الله خير وأبقى أفلا تعقلون
"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya. Sementara apa yang di sisi Allâh itu lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak mau memahaminya ?" [Al-Qhashas : 60]

Juga firman-Nya:

يبسط الرزق لمن الله يشاء ويقدر وفرحوا بالحياة الدنيا وما الحياة الدنيا في الآخرة إلا متاع
"Allâh meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) Kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)." [Ar-Ra'du : 26]

Dan masih banyak dalil-dalil yg lainnya !

3. Dan puncak kebahagiaan yg sebenarnya itu adalah ketika seorang hamba dimasukkan oleh Alloh ke dalam surga, dan dijauhkannya dari adzab/siksaan api neraka.

Alloh ta'ala berfirman :

كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Dan sungguh pada hari kiamat nanti disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu saja !" [ QS Ali Imron : 185]

Inilah kebahagiaan dan keberuntungan yg besar !

4. Dan kebahagiaan yg seperti itu hanya akan diberikan oleh Alloh ta'ala kepada orang-orang yg bertakwa, yakni orang-orang yg beriman dan selalu beramal sholih.

Alloh ta'ala berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." [ QS An-Nahl : 97]

Demikianlah.....

Semoga Alloh ta'ala jadikan kita semua, termasuk orang-orang yg berbahagia, di dunia maupun di akhirat nanti.... Aamiin.

Semoga nasehat yg ringkas ini bermanfaat bagi kita semuanya.... Barokallohu fiikum....

Surabaya, Kamis pagi yg sejuk, 16 Syawal 1440 H / 20 Juni 2019 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
Read more »
SAUDARAKU....., Bangunlah masjidmu senyaman mungkin

SAUDARAKU....., Bangunlah masjidmu senyaman mungkin

Bangunlah masjidmu senyaman mungkin

Usai sholat di masjid ini saya kagum dengan kebersihannya yang terjaga dan suasana yang dingin , Saya sempat TERMENUNG atas kejadian beberapa waktu lalu, ketika dalam perjalanan menuju satu daerah, ingin sholat, ternyata pintu Masjidnya sudah terkunci.

SAUDARAKU....,
Bila suatu hari nanti kamu atau aku diizinkan ALLAH mampu membangun masjid,
PESANKU : Bukalah pintu masjidmu 24 jam, agar Engkau tidak malu di hadapan Allah yang telah membukakan pintu ampunan-Nya untuk kita semua di setiap waktu.

Barangkali ada saudara kita yang ingin beri'tikaf malam atau bertahajjud dan pintu masjid yang dijaga oleh ta'mir tetap terbuka.

Jangan pernah Engkau tulis Dilarang Tidur di Masjid, karena kamu tidak tau ada beberapa musafir yang sama sekali tidak punya duit untuk menginap di Hotel/penginapan dan perkarangan lantai depan masjid lah bisa mereka buat untuk mengistirahatkan kepenatannya itu bila masjidmu tidak memiliki tempat istirahat khusus tamu.

Jangan pernah kamu tulis, Selain jamaah masjid dilarang menggunakan toilet.
Betapa perhitungannya kita dengan musafir, hanya menumpang buang air kecil pun harus dicegah.

Jangan pernah kamu tulis ; "Jangan membawa anak kecil" , ketahuilah anak anak kecil itulah yang akan menjadi penerus kita.

SAUDARAKU....., Bangunlah masjidmu senyaman mungkin, karena masjid bukan hanya sekedar tempat bersujud, tetapi bisa digunakan untuk bermusyawarah, menimba ilmu serta menenangkan hati dan mengistirahatkan dzahir dan batin kita.

Sebelum ku akhiri, Bila kamu jadi pengurus masjid, Jangan bangga jumlah infak yang ratusan juta tapi tidak digunakan untuk kemakmuran masjid.

INGATLAH...., Orang ber Infak ke masjid itu berharap pahala jariyah, Bagaimana mereka akan mendapatkan pahala amal jariyah dan kamu mendapatkan pahala menjaga amanah nya, sedangkan uang infak mereka tidak kamu gunakan, karena kamu hanya bangga dengan total saldo nya saja......,

Permudahlah setiap orang yang mampir ke masjidmu, Barangkali karena amal kecil itu bisa menjadi sebab kita ke sorga Nya.....

Semoga bermanfaat......
Read more »
4 mitos agar luka sunat segera sembuh

4 mitos agar luka sunat segera sembuh

4 mitos agar luka sunat segera sembuh

Mitos seputar metode supaya luka sunat segera sembuh terus beredar. Meski sudah banyak info supaya jangan lekas percaya, namun mitos ini tetap menjadi perhatian masyarakat dan tak jarang diikuti.

Menurut dokter praktisi sunat dr Zecky Eko Triwahyudi dari Sunat 123, mitos berasal dari anggapan yang sulit dibuktikan dengan keilmuan medis. Luka sendiri adalah proses yang wajar setelah bagian tubuh membuka, mengering, nyeri, hingga akhirnya sembuh.

"Yang penting dari luka adalah proses perawatan dan nutrisi yang dikonsumsi sehingga proses bisa dilalui dengan baik, hingga akhirnya sembuh. Selama proses penyembuhan, sebaiknya tanyakan proses perawatannya setiap hari termasuk bila perlu tindakan ekstra," kata dr Zecky.

Dengan perawatan dan konsumsi nutrisi yang cukup, tentunya tak perlu khawatir pada mitos seputar luka sunat. Berikut beberapa mitos tersebut dan penjelasannya.
1. Jangan makan ayam dan telur

Salah satu mitos yang kerap beredar adalah jangan makan ayam, telur, atau asupan amis lain karena memperlambat kesembuhan. Faktanya asupan tersebut tetap diperlukan tubuh selama proses penyembuhan luka.

"Tubuh kita justru perlu protein supaya segera sembuh. Namun lain halnya jika terjadi alergi," kata dr Zecky.

2. Melangkahi kotoran ayam

Mitos melangkahi kotoran ayam dianggap bisa memperpanjang masa perawatan karena luka tidak kunjung sembuh. Mitos lain adalah bekas luka menjadi bengkak karena melangkahi kotoran ayam.

"Nglangkahin kotoran ayam nggak apa-apa lah ya. Yang penting luka jangan sampai kotor dengan dibersihkan setiap hari supaya tidak bengkak dan bisa cepat sembuh," kata dr Zecky.

3. Jangan mandi

Menurut dr Zecky, pasien usai sunat justru harus mandi supaya selalu bersih dan merasa nyaman. Perban yang basah usai mandi bisa segera diganti supaya tetap bersih, kering, dan mencegah infeksi.

"Jika jauh dari fasilitas kesehatan atau tak bisa mengganti perban, maka yang perlu diakali adalah cara mandinya supaya perban tetap kering. Tidak mandi sampai 4 hari usai sunat berisiko memperlambat penyembuhan karena bekas luka dan badan yang kotor," kata dr Zecky.

4. Dijemur supaya cepat sembuh

Terpapar sinar matahari mungkin bermaksud menjaga luka tetap kering supaya lekas sembuh. Faktanya bekas luka perlu perawatan yang baik, bukan dijemur supaya cepat sembuh.

"Ada prosesnya hingga luka bekas sunat menjadi lembab dan berair (benyek). Karena itu, tanyakan pada tenaga kesehatan metode perawatan luka yang baik setiap hari," ujar dr Zecky.
Read more »
Syiriknya Selawat Syifa’ dan Selawat Nariyah

Syiriknya Selawat Syifa’ dan Selawat Nariyah

Selawat Syifa’:

اَللَّهُمَّ صَلِ عَلىَ مُحَمَّدٍ طِبِّ القُلُوْبِّ وَدَوَاِئهَا، وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَاِئهَا، وَنُوْرِاْلأَبصَارِ وَضِيَاِئهَا، وَعَلىَ أَلِهِ وَسَلَّمَ
Maksudnya: “Ya Allah, berikanlah selawat dan salam kepada Muhammad, yang memberi penawar dan pengubat hati (kalbu), yang memberi kesihatan dan penyembuhan badan, cahaya dan yang menerangkan pandangan mata. Juga ke atas keluarga beliau.”

Selawat ini banyak diamalkan oleh banyak tokoh-tokoh perubatan dan bomoh-bomoh tertentu di dalam negara kita (Malaysia) mahu pun di luar negara. Ia digunakan sebagai zikir atau bentuk doa untuk mengubati/merawat individu tertentu yang mengalami masalah kesihatan tertentu.

Ianya juga sangat popular malahan sehingga dinasyidkan dan dilagukan sebagai zikir-zikir harian. Malangnya, kebanyakan dari mereka (yang mengamalkannya) hanya tahu melafazkan dan melagukannya. Namun tidak mahu mengambil tahu berkenaan makna dan kesyirikan yang terkandung di dalamnya.

Lebih malang lagi, selawat tersebut tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melalui mana-mana riwayat hadis, apatah lagi tidak juga diamalkan oleh sahabat-sabahat Rasulullah sendiri. Maka, ianya adalah tergolong di dalam bentuk selawat-selawat ciptaan dan rekaan manusia berdasarkan akal dan nafsu.

Jika kita perhatikan satu persatu rangkap perkataan di dalam selawat tersebut, terdapat penyandaran sifat yang tidak selayaknya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam iaitu dengan sifat “yang memberi penawar”, “pengubat hati (kalbu)”, “yang memberi kesihatan”, “penyembuhan badan”, dan “yang menerangkan pandangan mata”. Padahal kita mengetahui bahawa yang mampu menyembuhkan dan memberi kesihatan badan, yang mampu mengubati hati, dan yang mampu menerangkan pandangan mata adalah hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata. Berkenaan sifat yang dinisbahkan (atau disandarkan) kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam tersebut, beliau sendiri tidak mampu berbuat apa-apa, apatah lagi untuk orang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya):

“Katakanlah (Wahai Muhammad): “Aku tidak berkuasa memberi manfaat kepada diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah”.” (Surah al-A’raaf, 7: 188)

“...dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku,” (Surah asy-Syu’araa, 26: 80)

“Barangsiapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka tidaklah dia memiliki cahaya sedikit pun.” (Surah an-Nuur, 24: 40)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Salam sendiri bersabda (maksudnya):

“Janganlah kamu melampaui batas dengan mengagung-agungkan aku sebagaimana kaum Nasrani telah melakukannya terhadap Isa anak Mariam. Sesungguhnya tiadalah aku melainkan seorang hamba, maka katakanlah, “(Muhammad) Hamba dan Pesuruh Allah”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, no. 3445, daripada ‘Umar al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu)

Syaikh Muhammad Jamil Zainu berkata:

“Sesungguhnya yang menyembuhkan dan yang memberi kesihatan badan, hati, dan mata hanyalah Allah sahaja. Adapun Rasulullah tidak memiliki kekuasaan untuk memberi manfaat bagi dirinya dan tidak pula untuk selainnya. Bentuk selawat ini (selawat Syifa’ di atas) menyalahi firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (maksudnya),

“Katakanlah (Muhammad): “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak pula kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah...” (Surah Yunus, 10: 49) (Rujuk: Fadhilat Selawat Kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, m/s. 113-114, Mubarak Mahfudh Bamuallim. Juga al-Firqatun Najiyah, m/s. 192-193, Syaikh Muhammad Jamil Zainu)
shalawat-nariyah

Selawat Nariyah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً، وَسلِّمْ سَلاَمًا تَامَّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُ بِهِ الْعُقَدُ، وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَ بِهِ الْحَوَاِئجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ، وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَعَلىَ أَلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Maksudnya: “Ya Allah, berikanlah selawat dan keselamatan yang sempurna kepada penghulu kami, Muhammad, yang dengannya akan terlerai pertikaian hidup, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala apa yang diperlukan, tercapai segala keinginan dan hasil yang baik (husnul Khatimah), tersiramilah hati yang gersang dengan perantaraan wajahnya yang mulia. Dan semoga dilimpahkan pula kepada keluarganya, para sahabatnya sebanyak ilmu-Mu.”

Jika kita benar-benar memahami akan hakikat kebenaran, telah jelas bahawa aiqdah tauhid yang disebutkan di dalam al-Qur’an dan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mewajibkan supaya setiap Muslim meyakini bahawa hanya Allah yang mampu menyelesaikan (meleraikan) pertikaian di dalam kehidupan, menghilangkan segala kesusahan, yang memenuhi segala bentuk keperluan, dan memperkenankan permohonan orang yang berdoa kepada-Nya.

Seseorang Muslim tidak dibenarkan berdoa kepada selain Allah. Walaupun kepada para Malaikat dan Nabi yang dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman (maksudnya),

“Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, sebenarnya pada hakikatnya mereka tidak memiliki sebarang kuasa untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya”. Sesungguhnya yang mereka seru itu, mereka sendiri sentiasa mencari jalan agar mereka menjadi yang paling dekat (kepada Allah), mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (Surah al-Isra’, 17: 56-57)

“Hanya kepada Allah kami menyembah, dan hanya kepada Allah kami memohon pertolongan.” (Surah al-Fatihah, 1: 5)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan berkenaan ayat ini,

“Yang dapat melakukan semua itu hanyalah Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Menciptakan dan meemrintahklan hanyalah hak Allah semata. Di mana berkenaan firman Allah (maksudnya): “Orang-orang musyrik dahulu sering menyatakan “Kami menyembah Malaikat, ‘Isa al-Masih, dan ‘Uzair”. Mereka itulah yang diseru sebagai tempat memohon sesuatu oleh orang-orang musyrik.” (Rujuk: Tafsir Ibnu Katsir di bawah perbahasan ayat 56-57 Surah al-Isra’)

Jika kita perhatikan rangkap selawat tersebut, dengan ia menunjukkan bentuk-bentuk permohonan doa kepada Nabi. Malah sifat-sifat yang tidak selayaknya, tetapi malah sebenarnya berlebih-lebihan (ghuluw) disandarkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Penutup:

Dari dua bentuk selawat yang telah kita lihat di atas, kita dapat perhatikan bahawa sifat-sifat yang dinisbatkan atau disandarkan kepada Nabi dalam untaian (atau rangkap) selawat tersebut sangat berlebih-lebihan dan memerangkap seseorang jatuh ke dalam lembah kesyirikan. Sekiranya beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam mendengarnya, sudah pasti beliau tidak akan redha. Ini adalah berdasarkan beberapa dalil di bawah ini,

Firman Allah (maksudnya):

“(Dialah Allah) Yang telah menciptakan aku, lalu Dialah yang memberi aku petunjuk, dan Yang memberi makan dan minuman kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (Surah asy-Syu’araa’, 26: 78-80)

Dari Abdullah Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi: “Apa yang Allah kehendaki dan engkau?” Lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

“Adakah kamu menjadikan aku setara dengan Allah? (dalam riwayat yang lain, “tandingan bagi Allah?). Tidak, tetapi katakanlah: “Apa yang dikehendaki Allah sahaja”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Adabul Mufrad, no. 783)

Begitulah penjelasan daripada Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa Salam sendiri.

Oleh itu, perlu kita fahami bahawa, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Tidak ada kaifiyah (cara) selawat yang lebih baik daripada kaifiyah yang diajarkan beilau Shallallahu ‘alaihi wa Salam sendiri. Jauhilah bentuk-bentuk beribadah yang direka cipta oleh manusia yang dengannya akan mengakibatkan pelbagai kesesatan dalam beragama.

“Ya Allah, selamatkanlah kami dari sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dan dari sifat kemusyrikan yang besar atau pun yang kecil”

artikel bahaya-syirik
Read more »
Beranda