Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | menebar ilmu dan menyaring berita yang layak dikonsumsi dll
Pertanyaan yang banyak ditanyakan seputar hewan qurban

Pertanyaan yang banyak ditanyakan seputar hewan qurban

hewan qurban

Umur Hewan Qurban

Untuk onta dan sapi: Jabir meriwayatkan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)

Musinnah adalah hewan ternak yang sudah dewasa, dengan rincian:

1. Onta: 5 tahun
2. Sapi : 2 tahun
3. Kambing jawa: 1 tahun
4. Domba/ kambing gembel: 6 bulan

(lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/371-372, Syarhul Mumti’, III/410, Taudhihul Ahkaam, IV/461)

Cacat hewan qurban dibagi menjadi 3:

▪Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4 (**):

Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya: Jika butanya belum jelas – orang yang melihatnya menilai belum buta – meskipun pada hakekatnya kambing tersebut satu matanya tidak berfungsi maka boleh diqurbankan. Demikian pula hewan yang rabun senja. ulama’ madzhab syafi’iyah menegaskan hewan yang rabun boleh digunakan untuk qurban karena bukan termasuk hewan yang buta sebelah matanya.

Sakit dan tampak sekali sakitnya.
Pincang dan tampak jelas pincangnya: Artinya pincang dan tidak bisa berjalan normal. Akan tetapi jika baru kelihatan pincang namun bisa berjalan dengan baik maka boleh dijadikan hewan qurban.

Sangat tua sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.

Dan jika ada hewan yang cacatnya lebih parah dari 4 jenis cacat di atas maka lebih tidak boleh untuk digunakan berqurban. (lih. Shahih Fiqih Sunnah, II/373 & Syarhul Mumti’ 3/294).

▪Cacat yang menyebabkan makruh untuk berqurban, ada 2 (***):

Sebagian atau keseluruhan telinganya terpotong

Tanduknya pecah atau patah (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/373)

▪Cacat yang tidak berpengaruh pada hewan qurban (boleh dijadikan untuk qurban) namun kurang sempurna.

Selain 6 jenis cacat di atas atau cacat yang tidak lebih parah dari itu maka tidak berpengaruh pada status hewan qurban. Misalnya tidak bergigi (ompong), tidak berekor, bunting, atau tidak berhidung. Wallahu a’lam

(lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/373)

(**) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang cacat hewan apa yang harus dihindari ketika berqurban. Beliau menjawab: “Ada empat cacat… dan beliau berisyarat dengan tangannya.” (HR. Ahmad 4/300 & Abu Daud 2802, dinyatakan Hasan-Shahih oleh Turmudzi). Sebagian ulama menjelaskan bahwa isyarat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangannya ketika menyebutkan empat cacat tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membatasi jenis cacat yang terlarang. Sehingga yang bukan termasuk empat jenis cacat sebagaimana dalam hadis boleh digunakan sebagai qurban. (Syarhul Mumthi’ 7/464)

(***) Terdapat hadis yang menyatakan larangan berqurban dengan hewan yang memilki dua cacat, telinga terpotong atau tanduk pecah. Namun hadisnya dlo’if, sehingga sebagian ulama menggolongkan cacat jenis kedua ini hanya menyebabkan makruh dipakai untuk qurban. (Syarhul Mumthi’ 7/470)

Hewan yang Disukai dan Lebih Utama untuk Diqurbankan

Hendaknya hewan yang diqurbankan adalah hewan yang gemuk dan sempurna. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “…barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah maka sesungguhnya itu adalah berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32). Berdasarkan ayat ini Imam Syafi’i rahimahullah menyatakan bahwa orang yang berqurban disunnahkan untuk memilih hewan qurban yang besar dan gemuk.

Abu Umamah bin Sahl mengatakan, “Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berqurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari secara mu’allaq namun secara tegas dan dimaushulkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Mustakhraj, sanadnya hasan)

Diantara ketiga jenis hewan qurban maka menurut mayoritas ulama yang paling utama adalah berqurban dengan onta, kemudian sapi kemudian kambing, jika biaya pengadaan masing-masing ditanggung satu orang (bukan urunan). Dalilnya adalah jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya oleh Abu Dzar radhiallahu ‘anhu tentang budak yang lebih utama. Beliau bersabda, “Yaitu budak yang lebih mahal dan lebih bernilai dalam pandangan pemiliknya” (HR. Bukhari dan Muslim). (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/374)

Manakah yang Lebih Baik, Ikut Urunan Sapi atau Qurban Satu Kambing?

Sebagian ulama menjelaskan qurban satu kambing lebih baik dari pada ikut urunan sapi atau onta, karena tujuh kambing manfaatnya lebih banyak dari pada seekor sapi (lih. Shahih Fiqh Sunnah, 2/375, Fatwa Lajnah Daimah no. 1149 & Syarhul Mumthi’ 7/458). Disamping itu, terdapat alasan lain diantaranya:

Qurban yang sering dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utuh satu ekor, baik kambing, sapi, maupun onta, bukan 1/7 sapi atau 1/10 onta.

Kegiatan menyembelihnya lebih banyak. Lebih-lebih jika hadis yang menyebutkan keutamaan qurban di atas statusnya shahih. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh penulis kitab Al Muhadzab Al Fairuz Abadzi As Syafi’i. (lih. Al Muhadzab 1/74)

Terdapat sebagian ulama yang melarang urunan dalam berqurban, diantaranya adalah Mufti Negri Saudi Syaikh Muhammad bin Ibrahim (lih. Fatwa Lajnah 11/453). Namun pelarangan ini didasari dengan qiyas (analogi) yang bertolak belakang dengan dalil sunnah, sehingga jelas salahnya.

Apakah Harus Jantan?

Tidak ada ketentuan jenis kelamin hewan qurban. Boleh jantan maupun betina. Dari Umu Kurzin radliallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aqiqah untuk anal laki-laki dua kambing dan anak perempuan satu kambing. Tidak jadi masalah jantan maupun betina.” (HR. Ahmad 27900 & An Nasa’i 4218 dan dishahihkan Syaikh Al Albani). Berdasarkan hadis ini, Al Fairuz Abadzi As Syafi’i mengatakan: “Jika dibolehkan menggunakan hewan betina ketika aqiqah berdasarkan hadis ini, menunjukkan bahwa hal ini juga boleh untuk berqurban.” (Al Muhadzab 1/74)

Namun umumnya hewan jantan itu lebih baik dan lebih mahal dibandingkan hewan betina. Oleh karena itu, tidak harus hewan jantan namun diutamakan jantan.

Larangan Bagi yang Hendak Berqurban

Orang yang hendak berqurban dilarang memotong kuku dan memotong rambutnya (yaitu orang yang hendak qurban bukan hewan qurbannya). Dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berqurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kulitnya.” (HR. Muslim). Larangan tersebut berlaku untuk cara apapun dan untuk bagian manapun, mencakup larangan mencukur gundul atau sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/376).

Apakah larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga ataukah berlaku juga untuk anggota keluarga shohibul qurban

Jawab: Larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga (shohibul qurban) dan tidak berlaku bagi anggota keluarganya. Karena 2 alasan:

Dlahir hadis menunjukkan bahwa larangan ini hanya berlaku untuk yang mau berqurban.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berqurban untuk dirinya dan keluarganya. Namun belum ditemukan riwayat bahwasanya beliau menyuruh anggota keluarganya untuk tidak memotong kuku maupun rambutnya. (Syarhul Mumti’ 7/529)

source muslim.or.id
Read more »
Hukum Tukar Cincin Tunangan menurut syariat islam

Hukum Tukar Cincin Tunangan menurut syariat islam

Hukum Tukar Cincin Tunangan menurut syariat islam

Diblah (tukar cincin) saat bertunangan atau setelah mengkhitbah apakah boleh atau termasuk tasyabbuh ?

Syaikh Al Utsaimin rahimahullah berkata: "Diblah itu sebuah istilah dari cincin pertunangan. Hukum asal sebuah cincin sebenarnya mubah, hanya saja sebagian orang berkeyakinan bahwa tukar cincin yang biasanya pada cincin tersebut telah diukir nama calon pasangannya, itu akan menjadi sebab eratnya hubungan kedua calon mempelai.

Jika demikian maka pertukaran cincin haram hukumnya, karena berkaitan dengan sesuatu keyakinan yang tidak ada dasarnya, baik dari sisi syari’at maupun menurut akal sehat. Demikian juga pemakaian cincin tersebut tidak boleh dilakukan sendiri oleh peminang laki-laki, karena tunangannya itu belum sah menjadi istrinya, dia masih sebagai orang asing sampai akad nikah dilaksanakan". (Fatawa Jami’ah lil Mar’ah al Muslimah III: 914)

Syaikh Al Albani rahimahullah saat membicarakan hal ini maka beliau mengatakan: "Sebagian calon pria ada yang memakaikan cincin emas yang mereka sebut sebagai cincin pertunangan. Maka hal ini di dalamnya terkandung sifat meniru pada tradisi orang kafir, juga hal ini merupakan kebiasaan yang telah menjadi tradisi orang Nashrani". (Adabuz Zifaf hal.139)

Kesimpulannya, tidak boleh melakukan tukar cincin saat pertunangan, dikarenakan hal itu tradisi orang kafir khususnya kalangan Nashara, dan bahkan bisa jatuh dalam kesyirikan bila ada keyakinan cincin pertunangan bisa melanggengkan sebuah pernikahan.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Read more »
Alhamdulillah, Aya Sofia di turki kembali Menjadi Masjid

Alhamdulillah, Aya Sofia di turki kembali Menjadi Masjid

Alhamdulillah, Aya Sofia di turki kembali Menjadi Masjid

Senang mendengar berita Aya Sofia kembali menjadi masjid, ini menunjukkan semangat beragama pemerintah & rakyat Turki. Kita patut senang dan bangga tidak lupa kita mendoakan yang terbaik kepada mereka atas perjuangan ini

Tentu kita ingin masjid ini sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah di atas pemahaman sahabat, dan proses berubahnya pun bertahap tidak bisa langsung. Perubahan menjadi masjid ini saja, suatu langkah yang sangat besar dan membahagiakan, karena langkah ini saja sudah diprotes oleh barat, tapi anehnya mereka orang barat diam terhadap masjid-masjid yang diubah menjadi gereja di Spanyol di mana sebelumnya adalah negara Islam yaitu Andulusia selama 800 tahun #standarganda

Kita doakan semoga selanjutnya secara perlahan-lahan dan bertahap masjid ini dibenahi, misalnya

1. Gambar sebagaimana foto dihapus
2. Kuburan keluarga raja yang masih satu komplek dan bergabung itu dipisah atau dipindahkan
3. Dll

Semoga Islam berjaya di Turki sesuai Al-Quran dan sunnah

Penyusun: Raehanul Bahraen

sumber gambar & video dokumentasi pribadi, sedangkan gambar masjid dan kubur dari Ginanjar Indrajati Bintoro
Read more »
Keyakinan Sufi: Semakin Gila Semakin Wali

Keyakinan Sufi: Semakin Gila Semakin Wali

Keyakinan Sufi: Semakin Gila Semakin Wali

Wali ya Wali, Tidak Ada yang namanya maqom majedub, jadzab, ghauts, kutub Utara, beruang kutub dsb.

Inilah diantara keyakinan sesat kaum tarekat sufi yaitu meyakini jika ada orang sudah sampai Maqom "Wali Majdub" atau high level Hakikat maka akan terlihat seperti ORANG GILA dan hilang kewajiban untuk menjalankan syariat (seperti sholat, zakat dll.) karena saking cintanya seseorang yg telah mencapai maqom "Wali Majdub" tersebut kepada Allah.

La Haula Wala Quwwata illa billah

Rasulullah Shalallahu alaihi Wasallam dan Para Sahabat Yang Di Jamin Masuk Surga Yang Cintanya Kepada Allah Begitu Besar Apakah ada yg sampai maqom "Majdub" ??? .

Entah Ajaran Siapa yg dibawa oleh kaum tarekat sufi ini. .

Semoga Allah berikan Taufiq dan Hidayah Untuk Kita semua. Aamiin.
Reshare From Koalisi Umat Islam
Read more »
Ajaran Syiah: HomoSeks dan Sodomi itu Ibadah

Ajaran Syiah: HomoSeks dan Sodomi itu Ibadah

Ajaran Syiah: HomoSeks dan Sodomi itu Ibadah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ada satu risalah yang ditulis salah satu tokoh syiah, dia bergelar al-Mufassir (ahli tafsir), al-Muhaddits (ahli hadis), dan al-Muarrikh (ahli sejarah) versi syiah. Dia bernama Samahah Sayid Mulah Zadah Ridha.

Dia menyatakan,

كان قد سألني بعض الأصحاب أن أكتب له رسالة مختصرة في وصف وفضائل وطء الأدبار ، تكون جامعة وكافية وشافية… ولما كثر الإلحاح والطلب صرفت بعض الوقت قبيل وطء صبياني الحسان في كتابة هذه الرسالة النفسية وسميتها ” الإخبار بما صح في ضرب الحلق من فضائل مروية عن سادة آل البيت وآثار معتبرة وأخبار”.
Ada sebagian kawan yang memintaku untuk menulis risalah ringkas tentang cara dan keutamaan menyetubuhi dubur, yang lengkap dan komprehensif… ketika permintaan semakin banyak, aku sediakan waktu khusus, sebelum aku menyetubuhi anak-anakku yang cakep, untuk menulis risalah yang mulia ini. Yang aku beri nama: “al-Ikhbar bima shahha fi dharbil halqi min fadhail, marwiyah ‘an sadati alil bait, wa atsaar mu’tabarah wa akhbar.” Artinya, “Informasi terkait riwayat yang shahih tentang keutamaan menyetubuhi dubur. Berdasarkan riwayat dari pemuka ahlil bait dan riwayat-riwayat yang diterima.”

Selanjutnnya Zadah Ridha memberikan mukadimah,

وأقول بداية أن الله خلق الأدبار لتكون موضعاً شريفاً للأزْبَـار ، وحكمتها تضاهي حكمه خلق الليل والنهار ، والوطء مرغوبٌ فيه وقت الإقامة والأسفار ، فالإسْتُ الحصن الحصين وهي العلاج إذا فقد الطب عمل يسير يعود بالنفع على فاعليه بالأجر الكثير رؤية الإست عبادة ، ولمسها عبادة وتقبيلها عبادة ، ووطئها عبادة ، والنظر إلي الدبر، والبحث عنه عباده ومجرد التفكير في الإست أو الدبر هو عبادة محضة
Saya awali dengan pernyataan, bahwa Allah menciptakan dubur untuk menjadi tempat mulia bagi azbar (penis). Hikmahnya seperti hikmah penciptaan siang dan malam. Senggama sangat diinginkan ketika itu, baik ketika di rumah maupun ketika safar. Pantat adalah pelindung, yang menjadi obat ketika tidak ada dokter. Amal yang mudah tapi memberikan manfaat dan pahala besar bagi pelakunya. Melihat pantat itu ibadah, mengelus pantat ibadah, menciumnya ibadah, menyetubuhinya ibadah, melihat dubur ibadah, mengarah ke dubur ibadah, membayangkan pantat dan dubur juga ibadah.

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah…

Lalu dia mulai membawakan riwayat dusta dari imam mereka – ahlul bait –,

عن جدنا الإمام موسى الكاظم عليه السلام قال: لا يبلغ عبد درجة الإيمان حتى يُضرَب أو يَضرب الحلَق “
Dari kakek kami, Imam Musa al-Kadzim – ‘alaihis salam – bahwa seorang hamba tidak akan sampai pada derajat iman, sampai dia disetubuhi atau menyetubuhi di lingkar dubur.

ورويت بإسناد موثق عن الإمام جعفر الصادق عليه السلام قال: من سعادة المؤمن أن يكون مكثاراً لوطء الأدبار متقرباً بذلك إلى العزيز الغفار”
Dan diriwayatkan dengan sanad yang dipercaya, dari Imam Ja’far as-Shadiq – ‘alaihis salam –, “Bagian dari kebahagiaan seorang mukmin, dia banyak melakukan homo di dubur, dalam rangka beribadah kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

وعنه عليه السلام قال: وطء الفرج بثواب عمرة، ووطء الدبر بثواب حجة تامة
Dan juga dari Ja’far – ‘alaihis salam –, “Bersenggama di farji, pahalanya seperti umrah. Dan bersenggama di dubur, pahalanya seperti haji, sempurna.”

Tafsir firman Allah,

فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ
“Datangilah sawah kalian, dengan cara apa saja yang kalian inginkan.” (QS. al-Baqarah: 223)

Menurut syiah, ayat ini adalah dalil bolehnya mensodomi.

Kata Zadah Ridha,

وحدثني آية الله العظمى ميرزا جعفر بن السيد رضا القمي قدس سره في تفسير هذه الآية قال: الآية تفيد أن وطء الدبر حلال, ويلحق
بذلك دبر الرجل لأن الأحاديث عن آل البيت صحت بذلك عبر طرق صحيحة, ولا تعارض بين القرآن وأقوال المعصومين سلام الله عليهم
Saya mendengar dari Mirza Ja’far bin Sayid Ridha al-Qumi, tentang tafsir ayat di atas,
Ayat ini menunjukkan bahwa bersetubuh di dubur halal. Termasuk dubur lelaki. Karena hadis-hadis dari Ahlul Bait statusnya shahih dari jalur yang shahih. Dan tidak ada pertentangan antara al-Quran dengan perkataan para imam yang maksum.

Di bagian akhir risalah, Zadah Ridha menyatakan dengan tegas,

لما كانت عبادة وطء الأدبار من الأعمال المباركة, وكان ثوابها مضاعفا, وعدت من علامات الإيمان, سيّما وقد صح عن الرسول الأكرم أنه قال” رحم الله من عمل عمَل قوم لوط ,وكررها ثلاثا”وقد حرّف أهل السنة الملاعين قوله”رحم الله” إلى “لعن الله” وتلك جرأة ما بعدها جرأة وكفر وزندقة
Karena ibadah dengan menyetubuhi dubur diberkahi, pahalanya berlipat, dan bagian dari tanda iman, terlebih terdapat riwayat yang shahih dari Rasul yang mulia, beliau bersabda,

رحم الله من عمل عمَل قوم لوط
“Semoga Allah merahmati orang yang melakukan perbuatan seperti kaumnya Luth.”

Beliau ulangi 3 kali.

Namun hadis ini telah diselewengkan oleh ahlus sunah – yang terlaknat –. Sabda beliau, “Semoga Allah merahmati” diganti dengan “Semoga Allah melaknat.” Dan itu tindakan lancang dan kekufuran.

Dan masih banyak pernyataan Zadah Ridha yang lebih ngeres dibandingkan ini…

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Read more »
Rapid Test sudah menjadi bisnis besar banyak daerah namun sumbar berbeda

Rapid Test sudah menjadi bisnis besar banyak daerah namun sumbar berbeda

Rapid Test sudah menjadi bisnis besar

Test kilat telah jadi bisnis tersendiri. Juga telah menjadi sumber pengurasan anggaran negara dan daerah.

Hanya satu daerah yang tidak menganggarkan pembelian alat rapid test: Sumatera Barat. Alasan utamanya sangat ilmiah: "Rapid test tidak bisa dipercaya," ujar dokter Andani Eka Putra kepada DI’s Way kemarin.

Di sana semua test dilakukan dengan PCR --swab test. Yang hasilnya praktis 100 persen bisa dipercaya.

Kuncinya ada di penemuan ilmiah oleh dokter Andani Eka Putra, Kepala Pusat Laboratorium Universitas Andalas Padang itu. Di sana test swab itu bisa dilakukan dengan cepat: hasilnya bisa diketahui dalam 24 jam. Dengan kapasitas yang sangat besar: 3.500 sehari (DI’s Way: Tirani Minoritas)

Sudah lebih tiga bulan Sumbar melakukan itu. Sampai hari ini sudah 55.000 yang dites di sana. Padahal penduduknya hanya sekitar 7 juta.

Satu laboratorium di universitas itu sampai kekurangan sampel untuk dites.

Karena itu tidak ada zona merah di Sumbar. Paling tinggi oranye. Itu pun hanya di satu kota: Padang. Sumbar juga sudah memutuskan akan membuka sekolah yang sudah lama mulai Senin depan. Khususnya di 4 daerah.

Kalau daerah di luar Sumbar kuwalahan melakukan tes, di Sumbar sampai menggratiskan. Misalnya untuk pedagang dan pengunjung pasar, anak sekolah dan pesantren.


Seharusnya yang ingin bepergian pun bisa dites gratis di situ. Tapi tidak bisa. Peraturan menyebutkan hanya rumah sakit yang boleh mengeluarkan surat keterangan untuk perjalanan.

DI’s Way pun sudah menuliskan penemuan itu sampai tiga kali. Sampai sungkan. Sampai seperti promosi untuk dokter Andani, Universitas Andalas dan juga Sumbar.

Padahal tidak ada maksud lain kecuali agar menginspirasi daerah lain. Sayang kebaikan ini sulit menular. Kalah dengan penularan demam rapid test.

Respons dari daerah lain sangat minim. Pun tidak ada kebijakan nasional yang mendukung penyebaran temuan itu.

Padahal penemuan dokter Andani itu tinggal di-copy. Dokter Andani sendiri mau membagi ilmunya itu. Secara suka rela.

Semua uraian ilmiahnya bisa didapat dengan gratis. Pun dokter Andani bersedia memberikan tutorialnya. Secara gratis.

"Bagi saya ini jihad. Rakyat harus diselamatkan dari Covid-19," ujar Andani.

Akhirnya memang ada permintaan dari Jatim. Kabarnya. DI’s Way belum berhasil menelusuri apakah benar Jatim sudah mulai meminta.

Kalau pun ada permintaan seperti itu sudah sangat telat. Jatim telanjur dinilai babak belur --oleh tingginya angka Covid-19 maupun oleh konflik antara Gubernur Khofifah Indar Parawansa dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Apakah betul ada permintaan dari Jatim itu? Dokter Andani belum tahu.

"Seandainya ada pun saya harus bertanya dulu. Apakah Jatim benar-benar minta dibantu," ujar Andani kemarin. "Kalau misalnya saya nanti ke Surabaya tapi respons di sana dingin, saya yang tidak enak," ujarnya.

"Kalau seperti itu tidak akan berhasil," tambahnya. Saya pun harus minta maaf kepada pembaca DI’s Way.

Kolom ini telah banyak terbuang untuk promosi penemuan cara lebih cepat melakukan test swab ala Sumbar itu.

Saya jadi ingat ceramah Prof Djohansjah Marzoeki, pelopor bedah plastik di Surabaya. "Sering sekali masalah ilmiah kalah dengan ego," ujarnya saat memberikan tribute lecture dua tahun tahun lalu.

"Masalah ilmiah juga sering kalah dengan subyektivitas," tambahnya.

Saya tidak akan lupa isi ceramah itu. Kampus yang seharusnya menjadi lembaga ilmiah dalam praktek sering tidak ilmiah. Acara hari itu mestinya untuk kalangan akademisi Unair. Sebagai penghargaan atas jasa luar biasa Djohansjah ke almamater. Saya diundang untuk hadir.

Prof Djohansjah dianggap sangat berjasa untuk Uniar khususnya untuk Fakultas Kedokteran. Karena itu acara tersebut diadakan khusus oleh junior-juniornya di aula fakultas kedokteran.

Tentu tidak hanya kampus yang harus menjunjung tinggi ilmu. Lembaga seperti laboratorium pun seharusnya juga. Tapi begitu sulit untuk mengakui penemuan ilmiah oleh laboratirium lain.

Pun di kampus. Ego masih lebih sering tampil daripada ilmu. Termasuk dalam hal penyelamatan manusia. Akibatnya lebih enak ambil jalan pintas: rapid test. Tinggal beli alat. Yang bisa diimpor dengan mudah. Soal efektivitas bisa disisihkan.

Dan rapid test sudah menjadi bisnis besar. Juga sudah ikut menguras anggaran publik.

Siapa pun yang melakukan perjalanan antar daerah harus melakukan itu.

Yang ilmiah pun juga sering kalah dengan bisnis.(Dahlan Iskan)

Oleh : Dahlan Iskan
Read more »
Di Arab Saudi, orang dengan mudah berbagi no pin atm debit card saat berbelanja

Di Arab Saudi, orang dengan mudah berbagi no pin atm debit card saat berbelanja

berbagi no pin atm debit card saat berbelanja

HANYA ADA Dl NEGARA KADRUN, ORANG DENGAN MUDAH BERBAGI NO PIN ATM DEBIT CARD SAAT BERBELANJA

Pandemi COVID 19, telah memberikan perubahan pola perilaku dalam berbelanja, salah satunya adalah penggunaan debit card pada saat berbelanja bahkan di warung-warung kecil sekalipun (بقالة).
Ada hal unik dan sudah menjadi kebiasaan banyak orang yang tinggal di Saudi ketika berbelanja, yaitu ketika kasir mempersilahkan untuk mengetik no.pin ATM saat pembayaran, maka dengan enteng tanpa ada rasa khawatir sedikitpun, banyak pembeli yang saya temukan dengan suara keras menyebut sederet no pin mereka, yang bahkan pembeli lainpun mendengarnya.

Pertama kali saya dulu mendengarnya sempat kaget, tapi lama2 menjadi biasa, bahkan terkadang saya sendiri ikut melakukannya, dan memang tidak ada rasa khawatir sedikitpun. Bahkan semakin banyak saya temukan di musim pandemi saat ini.

Cerita lain tentang berbagi no pin ATM, satu kali waktu, pernah saat saya hendak mengambil uang di ATM, tiba-tiba ada seorang kakek minta tolong untuk dibantu transfer uang, deg.... Sempat diam sejenak teringat banyak kasus gendam dengan modus seperti ini di Indonesia, tapi saya segera sadar bahwa saat itu saya tidak sedang di Indonesia. Saya persilahkan sang kakek mengetik sendiri no pin ATMnya, namun sang kakek enggan kemudian dengan suara keras menyebut no pin ATM nya dan meminta saya mengetiknya. Saya pun membantunya hingga selesai transaksi.

Pada waktu yang lain, saya pernah merasa ketinggalan ATM debit card saat belanja di supermarket di dekat apartment tempat kami tinggal, dengan segera setelah mengantar belanjaan, saya kembali ke kasir dan bertanya tentang ATM saya. Oleh pihak kasir, saya diminta mendatangi pihak customer service, dan.... Betapa kagetnya saat pihak cs menunjukan 3 tumpuk ATM pembeli yang tertinggal. Bahkan kata dia...

هذه من زمان... سنتين زيادة 
(Ini sudah lama, bahkan ada yang 2 tahun lebih).

Seketika saya ngebayangin jika ATM-ATM itu jatuh pada pihak yang tidak bertanggung jawab, dan lagi-lagi saya segera sadar bahwa saya bukan sedang di Indonesia,... melainkan di Saudi Arabia. Lagi-lagi negeri Kadrun ini bikin geleng-geleng kepala. MasyaAllah... 

Madinah, 20 Dzul Qodah 1441
Ditulis menjelang tidur....
Read more »
Beranda