Ahlan wa Sahlan di situs dakwahpost.com | Menyajikan artikel dakwah, berita islam dll
Imbas covid-19,Pemerintah pusat dan DKI Jakarta beri subsidi kepada 3,5 juta warga ibukota

Imbas covid-19,Pemerintah pusat dan DKI Jakarta beri subsidi kepada 3,5 juta warga ibukota

subsidi kepada 3,5 juta warga ibukota

Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi DKI Jakarta akan memberikan jaring pengaman social (social safety net) untuk membantu warga DKI yang terdampak pandemi Corona atau Covid-19. Pemerintah akan memberikan subsidi kepada 3,6 juta warga ibu kota.

Pemerintah pusat akan memberikan subsidi ke 2,5 juta warga. Sedangkan pemerintah provinsi DKI akan memberikan subsidi untuk 1,1 juta warga.

Presiden Jokowi mendapat laporan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa ada 3,6 juta warga DKI yang perlu mendapat bantuan dari pemerintah. Adapun 1,1 juta warga telah diberikan bantuan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Saya kira kemarin Gubernur DKI juga sudah menyampaikan 3,6 juta perlu dimasukan di dalam jaring pengaman sosial. Dan yang sudah diberikan oleh Provinsi DKI 1,1 juta," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Kamis (2/4).

"Artinya tinggal 2,5 juta yang perlu segera kita siapkan untuk dieksekusi di lapangan," sambungnya.

Pemerintah telah mengalokasi belanja negara sebesar Rp 405,1 triliun yang ditujukan untuk menangani virus corona. Jokowi menekankan pentingnya memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi virus corona.

"Saya melihat bantuan perlindungan sosial, stimulus ekonomi akan sangat membantu sekali dalam bertahan, terutama di Ibu kota," jelas dia.

Sebelumnya, Jokowi menyebut pergerakan arus mudik terjadi lebih awal sejak DKI Jakarta ditetapkan sebagai tanggap darurat virus corona. Pemudik yang kebanyakan adalah pekerja informal terpaksa pulang kampung karena tidak memiliki penghasilan imbas dari kebijakan physical distancing.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyadari kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan sekolah dari rumah demi mencegah penularan virus corona berdampak kepada perekonomian warga. Terlebih, para pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian.

Untuk itu, dia meminta jajarannya untuk mempercepat program bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak virus corona. Khususnya, bagi para pekerja harian dan pelaku UMKM. merdeka.com
Read more »
Musyarawah sebelum perang uhud

Musyarawah sebelum perang uhud

Musyarawah sebelum perang uhud

Semangat Quraisy

Semangat membalas dendam menyala berkobar-kobar di hati setiap tentara Quraisy.

Apalagi, mereka ingin memamerkan kemampuan tempur di hadapan bunga-bunga Quraisy yang kini terus menyanyi mengorbankan semangat.

Genderang bertalu-talu dan wewangian nan semerbak merebak.

Belum pernah sebelumnya orang-orang Quraisy berangkat perang dengan tekad sekuat ini.

Di depan, Abu Sufyan memegang komando.

Dua pasukan berkuda kavaleri yang dipimpin Khalid bin Walid dan Iqlima Bin Abu Jahal mengawali Sisi kiri dan kanan.

Di dusun Abwa, beberapa prajurit Quraisy hampir saja membongkar kuburan Aminah, ibunda Rasulullah ﷺ.

Untung para Pembesar Quraisy segera datang dan melarang.

"Nanti mereka juga akan membongkar makam-makam kita," cegah pembesar itu.

Pasukan tersebut terus bergerak semakin dekat ke Madinah, mereka sudah siap beraksi bagai angin puyuh yang akan menerjang.

Angin puyuh yang diliputi nyala api kemarahan dan angan-angan kemenangan yang memabukkan.

Mereka mendekati Madinah dari dataran tinggi.

Di tempat itu, gunung Uhud yang kasar menggunduk bagai makhluk besar yang siap menerkam.

Kaum muslimin di Madinah pasti akan sangat terkejut, jika mereka tidak mengetahui meningkatnya pasukan yang jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada pasukan yang pernah mereka taklukan di Badar.

Apakah kaum muslimin mengetahui gerakan ini?

Jika mereka mengetahui, strategi apa yang akan dilakukan Rasulullah ﷺ ?

Akankah beliau memimpin kaum muslim bergerak menyongsong musuh atau bertahan di Madinah?

Kaum Muslimin Bermusyawarah

Paman Rasulullah ﷺ , Abbas bin Abdul Muthalib ikut dalam pasukan Quraisy itu.

Ia memang masih mencintai agama nenek moyangnya, tapi hatinya sudah semakin kagum kepada keponakannya itu.

Abbas ingat ketika ia diperlakukan dengan baik sebagai tawanan pada Perang Badar.

Karena itulah sebelum pasukan Quraisy berangkat, diam-diam Abbas mengirimkan surat kepada seorang Bani Ghifar untuk disampaikan kepada Rasulullah ﷺ.

Surat ini berisi berita pemberangkatan pasukan Quraisy.

Seorang utusan Abbas memberitakan keberangkatan Quraisy kepada Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ segera mengajak para sahabat bermusyawarah.

Kita akan pergi ke luar kota atau menyongsong di dalam kota.

Abdullah bin Ubay mengatakan ingin bertahan di dalam kota.

Musyawarah membuat semua orang jadi mengetahui sepenuhnya bahaya dan kesulitan yang mereka hadapi.

Hal itu akan membuat anggota pasukan saling mempercayai.

Setiap orang akan menganggap dirinya benar-benar bagian dari pasukan, sehingga mampu berjuang saling bahu-membahu.
Keberanian Para Pemuda

Para sesepuh Anshor angkat bicara,  "Ya Rasulullah, tetaplah tinggal di Madinah.

Jangan pergi menghadapi musuh karena itu berarti musuh sudah menang.

Andaikata musuh yang datang menyerbu, kita pasti yang menang.

Biarkan saja mereka di sana mengepung kita.

Jika mereka memaksakan diri bertahan, berarti mereka justru berada dalam keadaan merugikan diri sendiri."

Sebetulnya, Rasulullah ﷺ ingin agar kaum Muslimin menyepakati usul ini.

Para sesepuh Anshor yang telah berjuang mempertahankan kota selama puluhan tahun tentu tahu benar bahwa mereka lebih baik bertahan di dalam kota.

Namun tidak demikian halnya dengan para pemuda Muslim yang semangatnya sedang menyala-nyala.
Mereka terpukau atas kemenangan 300 orang sahabat Rasulullah ﷺ menghadapi 1000 orang musuh pada Perang Badar.

Sebenarnya, Rasulullah ﷺ memang cenderung pada pendapat para sesepuh Anshar itu.

Akan tetapi, di balik itu, Rasulullah ﷺ juga mengetahui bahwa apabila mereka bertahan di dalam kota, sangat mungkin akan terjadi penghianatan dari kaum munafik atau orang Yahudi.

Tiba-tiba Bilal mengumandangkan adzan.

Rapat perang pun dihentikan dan Rasulullah ﷺ memimpin mereka melaksanakan shalat Jum'at.

Khutbah Rasulullah ﷺ kali itu berisi ajakan agar kaum muslimin menabahkan hati untuk memperoleh kemenangan.

Kemudian dimintanya kaum muslimin bersiap menghadapi musuh.

Setelah sholat Jumat, rapat dilanjutkan lagi, Saad bin Khaitsama berkata,

"Semoga Allah memberikan kemenangan atau mati syahid.

Dalam perang Badar saya amat mendambakan mati syahid, tapi ternyata meleset.

Justru anak saya yang mendapatkannya.

Semalam, saya bermimpi bertemu dengan anak saya dan dia berkata, "Ayah susullah kami dan kita bertemu di dalam surga."

" Sudah saya dapatkan apa yang dijanjikan Allah kepada saya."

"Ya Rosulullah, sungguh rindu saya akan menemui anak saya di dalam surga. Saya sudah tua, tulang sudah rapuh. Saya ingin bertemu Allah."

Kata-kata itu semakin menguatkan semangat kaum Muslimin untuk menyongsong musuh ke luar kota.

"Saya khawatir kamu akan kalah jika pergi ke luar kota," demikian Sabda Rasulullah ﷺ .

Namun suara terbanyak kaum muslimin adalah agar mereka menyongsong musuh.

Rasulullah ﷺ pun segera mengetahui keputusan mana yang akan diambil.

Setiap pemuda tentulah tidak sama.

Pemuda yang berangan-angan memiliki mobil mewah uang yang banyak dan hidup berfoya-foya dengan pemuda yang bertekat buat dan kuat untuk mewujudkan kemenangan serta kemuliaan Islam.
Read more »
Strategi nabi muhammad dalam perang uhud

Strategi nabi muhammad dalam perang uhud


Baju Perang Rasulullah

Selepas sholat Asar, Rasulullah ﷺ masuk ke rumah untuk mempersiapkan diri. Abu Bakar dan Umar membantu Rasulullah ﷺ mengenakan sorban, pedang, dan baju besi. Ketika Rasulullah ﷺ di rumah para sahabat di luar sedang ramai kaum muslimin bertukar pikiran.

Usaid bin Hudair dan Saad bin Muadz adalah orang yang berpendapat bahwa lebih baik bertahan di dalam kota.

Mereka pun berkata kepada kaum muslimin yang berniat menyongsong musuh ke luar.

"Tuan-tuan mengetahui, Rasulullah ﷺ berpendapat mau bertahan dalam kota namun tuan-tuan berpendapat lain lagi dan memaksa beliau bertempur ke luar. Padahal lihatlah Rasulullah ﷺ agak enggan melaksanakan strategi itu. Serahkan sajalah soal ini ke tangan Beliau. Apa yang diperintahkan-nya kepadamu, jalankanlah!"

Mendengar kata-kata itu, sikap para pemuda yang ingin menyongsong musuh pun melunak. Mereka sadar bahwa mereka telah menentang pendapat Rasulullah ﷺ, padahal sangat mungkin pendapat Rasulullah ﷺ itu datang dari Allah. Maka ketika Rasulullah ﷺ telah keluar rumah sambil mengenakan baju besi, mereka berkata,

"Rasulullah bukan maksud kami hendak menentang tuan. Lakukanlah apa yang tuan kehendaki. Juga kami tidak bermaksud memaksa tuan. Kami tahu bahwa kehendak tuan mungkin berasal dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.

"Ke dalam pembicaraan semacam inilah saya ajak tuan-tuan, tetapi tuan-tuan menolak," demikian jawab Rasulullah ﷺ.

"Tidak layak bagi seorang nabi yang apabila sudah mengenakan pakaian besinya lalu akan menanggalkannya kembali sebelum Allah memberikan putusan antara dirinya dan musuhnya. Perhatikanlah apa yang saya perintahkan kepada kamu sekalian, kemudian ikuti. Atas ketabahan hatimu, kemenangan akan berada di tanganmu."

Demikianlah, Rasulullah ﷺ selalu memegang keputusan hasil musyawarah, keputusan seperti itu tidak dapat dibatalkan oleh keinginan-keinginan tertentu. Keputusan hasil musyawarah harus dilaksanakan dengan cara sebaik-baiknya.

Lalu berangkatlah kaum muslimin dipimpin oleh Rasulullah ﷺ ke arah Uhud. Di suatu tempat bernama Syaikhan dia berhenti. Dilihatnya dari kejauhan di atas pasukan tentara yang belum dikenal, siapakah mereka itu? lawan atau kawan?

Kaum Muslimin Berangkat

Seseorang kemudian memberitahu Rasulullah ﷺ,

"Itu adalah orang-orang Yahudi sekutu Abdullah bin Ubay."

Rasulullah ﷺ bersabda, "Jangan meminta pertolongan orang-orang kafir dalam melawan orang-orang musyrik sebelum mereka masuk Islam."

Rasulullah ﷺ memerintahkan pasukan Yahudi itu pulang ke Madinah. Sebelum pulang, orang-orang Yahudi itu berkata kepada Abdullah bin Ubay,

"Kau sudah menasehati Muhammad dan Kau Berikan pendapatmu berdasarkan pengalaman orang-orang tua dahulu. Sebenarnya, dia sependapat denganmu lalu ia menolak dan menuruti kehendak pemuda-pemuda yang menjadi pengikutnya."

Abdullah bin Ubay senang sekali mendengar pendapat itu.

"Memang betul," demikian pikir Abdullah bin Ubay, aku sudah menasehati Muhammad dan dia tidak menurut, jadi sudah sepantasnya jika aku tidak ikut dalam perang ini.

Kemudian Abdullah bin Ubay mulai menghasut dan menyebarkan desas-desus untuk membuat hati sebagian orang menjadi ragu.

Keesokan harinya Abdullah bin Ubay berhasil mempengaruhi 300 pengikutnya agar menarik diri dari pasukan Rasulullah ﷺ dan kembali ke Madinah menyusul pasukan Yahudi.

Kini tinggal Rasulullah ﷺ beserta 700 orang sahabat yang melanjutkan perjalanan ke gunung Uhud untuk menyongsong musuh.

"Bersabarlah, Bersabarlah," demikian nasihat Rasulullah ﷺ kepada para sahabat yang tetap bersamanya.

Saat itu pasukan muslimin sebenarnya sangat membutuhkan kuda, tapi Abdullah bin Ubay telah menggiring sebagian besar kuda dan dibawa pulang. Kini mereka semakin dekat ke uhud.

Pagi-pagi sekali, sebelum musuh terbangun, pasukan muslimin bergerak maju ke Uhud dan memotong jalan sedemikian rupa, sehingga musuh berada di belakang mereka.

Dengan strategi itu pasukan muslimin lebih dulu tiba di Gunung uhud sehingga bisa lebih leluasa menempatkan pasukan.

"Bersabarlah, Bersabarlah," demikian nasehat Rasulullah ﷺ kepada para sahabat yang tetap bersamanya.

Dalam Perang Badar pihak muslim hanya memiliki 3 ekor kuda ini berarti satu kuda untuk setiap 100 orang namun berkat usaha keras Nabi dalam waktu 7 tahun pasukan muslim memiliki 10000 ekor kuda untuk setiap 30.000 tentara berarti satu kuda untuk setiap 3 orang.

Penempatan Pasukan Panah

Rasulullah ﷺ segera mengatur barisan para sahabat. Beliau menempatkan 50 pemanah di lereng gunung, kepada mereka Rasulullah ﷺ memberi perintah,

"Lindungi kami dari belakang. Bertahanlah kamu, jangan pernah meninggalkan tempat ini. Kalau kalian melihat kami dapat menghancurkan mereka sehingga dapat memasuki pertahanannya, kamu jangan meninggalkan tempatmu. Jika kamu melihat kami yang diserang, jangan pula kami dibantu, juga jangan kami dipertahankan. Tugas kamu adalah menghujani pasukan berkuda mereka dengan panah. Dengan serangan panah itu pasukan berkuda tidak dapat maju."

Selain pasukan pemanah, Rasulullah ﷺ memerintahkan agar pasukan yang lain tidak menyerang siapa pun, sebelum Beliau memberi perintah menyerang.

Pasukan Quraisy yang tiba belakangan, juga segera menyusun barisan. Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid, sedangkan sayap kiri dikomando Ikrimah bin Abu Jahal. Pasukan utama di tengah dipimpin oleh Abu Sufyan dan benderanya dipegang oleh Abdul Uzza Talhah bin Abi Talhah.

Wanita-wanita Quraisy yang memukul genderang dan rebana berjalan di tengah-tengah barisan itu. Kadang mereka di depan dan kadang di belakang. Hindun binti Utbah Istri Abu Sufyan berteriak-teriak,

"Ayo Banu Abdul Dar, Ayo! ayo! Pengawal barisan belakang! hantamlah dengan segala yang tajam!"
Read more »
Kemunculan Masjid Dhirar di awal peradaban islam dan wafatnya ibrahim anak nabi

Kemunculan Masjid Dhirar di awal peradaban islam dan wafatnya ibrahim anak nabi

Kemunculan Masjid Dhirar di awal peradaban islam
Masjid Dhirar

Sejak sebelum kaum muslimin hijrah, di Madinah ada seorang pendeta Nasrani bernama Abu Amir. Ia adalah orang terpandang di suku Kha'raj. Setelah Islam menyebar luas Abu Amir pun menunjukkan kebencian kepada Rasulullah ﷺ dan para pengikutnya. Bahkan diam-diam Abu Amir telah menghasut Quraisy agar memerangi Rasulullah ﷺ. Namun ketika akhirnya Mekah ditaklukan, Abu Amir berpaling ke Romawi.

Kaisar Heraklius mengizinkan Abu Amir tinggal di wilayah Romawi agar bisa bersama-sama menyusun rencana jahat terhadap Rasulullah ﷺ.

Dari tempat yang baru itulah Abu Amir menulis surat kepada orang-orang munafik Madinah. Ia menceritakan bahwa Heraklius siap membantu. Namun lebih dahulu harus dibangun sebuah markas agar orang-orang dapat berkumpul untuk melaksanakan rencana jahat terhadap Rasulullah ﷺ.

Maka dengan cerdik orang-orang munafik Madinah membangun sebuah markas. Markas tersebut bukan berbentuk rumah atau benteng melainkan sebuah masjid. Padahal di dekat situ sudah ada masjid Quba yang didirikan Rasulullah ﷺ. Jika orang-orang menanyakan hal ini, kaum munafik itu beralasan supaya pada malam-malam yang sangat dingin orang di sekitar sini bisa mendapat tempat shalat yang lebih dekat.

Masjid ini telah selesai dibangun sebelum Rasulullah ﷺ berangkat ke Tabuk. Orang-orang munafik mendatangi Rasulullah ﷺ meminta agar beliau sudi kiranya shalat di sana. Tujuan utama mereka adalah, jika Rasulullah ﷺ mau sholat di sana maka masjid itu tidak akan lagi dicurigai.

Namun ketika itu Rasulullah ﷺ bersabda, "Kami sekarang mau berangkat, insya Allah nanti setelah pulang."

Sebelum Rasulullah ﷺ tiba di Madinah dari Tabuk, Jibril turun membawa berita tentang masjid Dhirar yang dibangun untuk memecah belah dan membuat orang kembali kafir.

Maka begitu tiba di Madinah beliau memerintahkan kepada beberapa sahabat untuk menghancurkan Masjid itu sampai rata dengan tanah.

Setelah gembira karena meraih kemenangan dari Romawi dan orang munafik, kembali kesedihan menimpa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ibrahim Wafat

Khadijah melahirkan dua anak laki-laki untuk Rasulullah ﷺ yaitu Qosim dan Thahir, namun keduanya meninggal ketika masih bayi di pangkuan ibunya.

Setelah Khadijah wafat berturut-turut ketiga putri Rasulullah ﷺ meninggal hingga yang tersisa hanyalah Fatimah Az-Zahra. Karena itu kita dapat memahami betapa besarnya rasa sayang Rasulullah ﷺ kepada Ibrahim anaknya yang lahir dari Mariyah. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Ibrahim si bayi mungil jatuh sakit yang sangat menghawatirkan.

Tatkala ajal Ibrahim sudah dekat Rasulullah ﷺ diberitahu. Karena begitu sedih Rasulullah ﷺ berjalan sambil memegang dan bertumpu pada tangan Abdurrahman bin Auf.

Rasulullah ﷺ mengambil bayi itu dari pangkuan ibunya ke pangkuannya sendiri. Hati beliau seolah remuk redam, tangan beliau menggigil saat memeluk Ibrahim. Dengan rasa pilu yang begitu mencekam sanubari Rasulullah ﷺ bersabda,

"Ibrahim kami tidak dapat menolongmu dari kehendak Allah."

Air mata Rasulullah ﷺ mengalir melihat bayinya sedang menarik nafas terakhir. Mariyah dan adiknya Shirin menangis menjerit-jerit. Namun Rasulullah ﷺ membiarkan mereka begitu. Setelah itu tubuh Ibrahim tidak bergerak lagi, nyawanya telah kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Oh Ibrahim kalau bukan karena soal kenyataan dan janji yang tidak dapat dibantah lagi bahwa kami akan segera menyusul orang yang mendahului kami, tentu kesedihan kami akan lebih dalam daripada ini."

Beliau diam sejenak kemudian bersabda lagi,

"Air mata boleh bercucuran, hati dapat merasa duka tapi kami hanya dapat berkata apa yang telah menjadi kehendak Allah dan bahwa kami, sungguh sedih terhadapmu wahai Ibrahim."

Beliau memandang Mariyah dan Shirin dengan penuh kasih. Beliau meminta keduanya lebih tenang dan berkata, "Ia akan mendapatkan inang pengasuh dari surga. "

Pada saat itu terjadilah gerhana matahari, para sahabat berkata bahwa gerhana itu terjadi karena kematian Ibrahim, namun Rasulullah ﷺ bersabda,

"Matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah yang tidak akan terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang, kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dan berdzikirlah kepada Allah dengan melakukan shalat."
Read more »
masih bermaksiat ketika wabah virus corona tersebar

masih bermaksiat ketika wabah virus corona tersebar

masih bermaksiat ketika wabah virus corona tersebar

Sungguh sangat mengherankan, ada sebagian kaum muslimin, bahkan termasuk kita di dalamnya, masih bermaksiat ketika wabah virus corona tersebar dengan begitu masif. Celaka, sungguh betul-betul celaka jika demikian adanya.

Berkata Annu’man bin Basyir Al Anshari Radhiyallahu ‘Anhu:

“إن الهلكة كل الهلكة، أن تعمل السيئات في زمان البلاء”. |[ العقوبات لإبن أبي الدنيا (176) ]|
“Sesungguhnya celaka yang paling celaka itu, yaitu engkau melakukan dosa (maksiat) di saat bala melanda”. (Al ‘Uqubaat, Ibnu Abi Addunya hlm 176).

Bertaubat dan perbanyaklah istighfar agar azab Allah berupa menyebarnya wabah virus corona dan bala lainnya tidak akan menimpa dan terangkat dari kita.. Jangan justru banyak berbuat maksiat dan dosa.

Allah Ta'ala berfirman :

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ}
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun. (QA. Al-Anfal: 33).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

العَبْدُ آمِنٌ مِنْ عَذَابِ اللهِ مَا اسْتَغْفَرَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ
“Seorang hamba dalam keadaan aman dari azab Allah selagi ia masih memohon ampun kepada Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad. Hadits Hasan).

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa, dan tidaklah bisa musibah tersebut terangkat kecuali dengan taubat.” (Al-Jawabul Kaafi, h. 87)

Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

‏أخبر الله سبحانه أنه لا يعذب مستغفراً، لأن الاستغفار يمحو الذنب الذي هو سبب العذاب، فيندفع العذاب)) اهـ.
“Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwasanya Dia tidak akan menyiksa orang yang beristighfar, karena Istighfar dapat menghapuskan dosa yang mana dosa adalah penyebab siksaan, maka tercegahlah siksaan (dengan sebab Istighfar).” [Majmu’ al-Fatawa (8/163)].

Gabung Telegram https://t.me/abufadhelmajalengka/12
Read more »
Terhapusnya 21 juta akun ponsel, dugaan angka kematian covid-19 di cina lebih tinggi dari laporan

Terhapusnya 21 juta akun ponsel, dugaan angka kematian covid-19 di cina lebih tinggi dari laporan

angka kematian covid-19 di cina

Harian The Epoch Times melaporkan ada 21 juta pengguna ponsel di China tiba-tiba lenyap atau tidak aktif dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu memicu dugaan korban meninggal karena pandemi corona di China jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan pemerintah selama ini.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China pada 19 Maret lalu merilis data statistik terbaru pengguna ponsel di setiap provinsi di Negeri Tirai Bambu pada Februari 2020.

Dibandingkan data pada pengumuman statistik sebelumnya yang dirilis 18 Desember 2019 untuk periode November 2019, angka pengguna ponsel anjlok sangat besar.

Angka pengguna ponsel merosot dari 1.601 miliar menjadi 1,51 miliar, turun 21 juta.

"Rezim China mewajibkan semua warga memakai ponsel mereka untuk mendapatkan kode kesehatan. Hanya mereka yang memiliki kode kesehatan hijau dibolehkan bepergian di dalam negeri saat ini. Mustahil bagi seseorang untuk menghapus akun ponselnya," kata Tang Jingyuan, pengamat China di Amerika Serikat kepada The Epoch Times 21 Maret lalu, seperti dilansir laman Al Arabiya, Selasa (31/3).

Menurut Epoch Times, pemerintah China meluncurkan kode kesehatan berbasis ponsel mulai 10 Maret lalu. Semua warga diminta memasang aplikasi di ponselnya dan mendaftarkan informasi kesehatan mereka. Lalu aplikasi itu akan memberikan kode QR yang muncul dalam tiga warna menandakan level kesehatan si pengguna ponsel. Merah berarti dia terpapar penyakit menular, kuning berarti orang itu ada peluang terjangkit penyakit menular, dan hijau berarti dia tidak terjangkit penyakit menular.

Pemerintah China mengatakan kode kesehatan itu bertujuan mencegah penyebaran virus corona.

"Pertanyaan besarnya adalah apakah turun drastisnya angka pengguna ponsel menandakan akun-akun ponsel itu sudah ditutup karena pemiliknya meninggal?" kata laporan Epoch Times.

"Saat ini kita tidak tahu seperti apa rincian datanya. Jika hanya 10 persen saja akun ponsel yang ditutup karena si pengguna meninggal lantaran virus, maka angka kematian akan mencapai 2 juta," ujar Tang kepada Epoch Times.

Pekan lalu, Direktur Administrasi Informasi dan Komunikasi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, Han Xia, mengatakan penurunan angka akun ponsel itu disebabkan berbagai sektor bisnis yang ditutup pada Februari karena mengikuti aturan karantina dari pemerintah.

Namun Epoch Times menuturkan, "angka kematian di China tidak sesuai dengan situasi sebaliknya yang ada di sana."

Angka kematian di China, misalnya bisa dibandingkan dengan di Italia.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian di Italia mencapai 10.781 dari 97.689 kasus dan di China 3.310 kematian dari total 82.447 kasus positif Covid-19.

Angka itu menunjukkan tingkat kematian di Italia mencapai 11,03 persen dan di China 4,01 persen, meski China memiliki jumlah populasi yang lebih banyak.

Epoch Times juga menyebut "ada tujuh rumah pemakaman di Wuhan yang dilaporkan mengkremasi mayat 24 jam sehari, tujuh hari sepekan, pada akhir Januari lalu" dan "Provinsi Hubei sudah mengerahkan 40 fasilitas krematorium yang masing-masing mampu membakar lima ton sampah medis dan mayat per hari, sejak 16 Februari."

Selanjutnya Epoch Times mengatakan, "minimnya data menjadi misteri angka kematian sebenarnya di China. Terhapusnya 21 juta pengguna ponsel bisa menjadi dugaan angka kematian sebenarnya jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan selama ini." merdeka.com
Read more »
Thowaf Distancing : Setiap 50 Orang Dipersilahkan Thowaf

Thowaf Distancing : Setiap 50 Orang Dipersilahkan Thowaf


Melalui akun twitternya, HaramaiInfo mengumumkan pembukaan kembali mathof untuk jemaah dan peziarah yang ingin mengerjakan thowaf.

Pembukaan halaman dasar di seputar Ka’bah al-Musyarriffah tersebut, mulai tanggal 31 Maret 2020. Hanya saja, Pimpinan Umum untuk Urusan Masjidil Haramain membatasi jumlah orang yang berthowaf dalam sekali waktu.

Jemaah dibatasi maksimal 50 orang, dibuat pergrup untuk melaksanakan thowaf sebanyak 7 putaran. Selain itu, jemaah harus rela antri masuk ke Masjidil Haram, menunggu giliran.

Untuk masuk ke Masjidil Haram, sementara hanya melalui Pintu King Fahd.

Sejak ditutup pada 4 Maret 2020 lalu, kemudian pada tanggal 9 Maret 2020 dibuka kembali untuk shalat berjemaah, bagi penduduk Makkah saja.

Kemudian pada tanggal 19 Maret 2020, Pemerintah Arab Saudi menutup seluruh aktivitas di Masjidil Haramain, termasuk shalat untuk umum.

Shalat tetap dilaksanakan di Haramain dengan jemaah terbatas, seperti petugas atau pegawai di Masjidil Haramain.

Beberapa netizen merekam video kondisi mathof saat pembukaan kembali hari Selasa (31/3)
Read more »
Beranda