-->

Pemakaman Yang Mengikuti Ajaran Rasulullah ﷺ

Pemakaman Yang Mengikuti Ajaran Rasulullah ﷺ

Maa syaa Allah.. Hampir tidak ada bangunan di atas makam tersebut.

Awalnya pemakaman ini sebagian nya terlihat tdk seperti saat ini, karena telah dibangun dengan dinding dan keramik.

Alhamdulillah setelah beberapa kali pertemuan dengan para keluarga pemilik makam yg dibangun, untuk meratakan bangunannya, akhirnya mereka paham dan mengerti bahwasanya hal tersebut memang dilarang. .

Sebagaimana dalam hadits,

عَنْ أَبِي الْهَيَّاجِ الْأَسَدِي قَالَ : قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ : أَلاَ أَبَعْثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ : أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ
Dari Abul Hayyaaj Al-Asadi berkata, "Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku : "Maukah aku mengutusmu di atas tugas yang Rasulullah mengutusku?, janganlah engkau biarkan sebuah patungpun kecuali kau hilangkan dan tidak sebuah kuburan yang tinggi kecuali engkau ratakan" (HR Muslim 969)

Kalam Syafi’iyah

Matan yang cukup terkenal di kalangan Syafi’iyah yaitu matan Abi Syuja’ (matan Taqrib) disebutkan di dalamnya, “Kubur itu mesti diratakan, kubur tidak boleh dibangun bangunan di atasnya dan tidak boleh kubur tersebut diberi kapur (semen).” (Mukhtashor Abi Syuja’, hal. 83 dan At Tadzhib, hal. 94)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang sesuai ajaran Rasul ﷺ kubur itu tidak ditinggikan dari atas tanah, yang dibolehkan hanyalah meninggikan satu jengkal dan hampir dilihat rata dengan tanah. Inilah pendapat dalam madzbab Syafi’i dan yang sepahaman dengannya.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 35)

Imam Nawawi di tempat lain mengatakan, “Terlarang memberikan semen pada kubur, dilarang mendirikan bangunan di atasnya dan haram duduk di atas kubur. Inilah pendapat ulama Syafi’i dan mayoritas ulama.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 37)

Dan efek positifnya juga dapat dirasakan yaitu area pemakaman jadi luas dan tidak sesak, yg lama bisa ditindih dengan yg baru dan siapapun bisa makamkan disitu. Tidak egois..

Bayangkan jika semua di cor dan keramik. Bahkan sampai dibenteng dll.

Hidayah hanya milik Allah..
Dan tugas kita untuk mencarinya.

https://www.instagram.com/p/B-56dIUhGCC/?igshid=16k9gq8o7txho
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: