Inilah Sejarah dan Proses Penggantian Kiswah Ka’bah Musyarrafah disertai video


Hari ini, Rabu 8 Dzulhijjah 1441, selepas shalat Isya, kiswah Ka’bah Musyarrafah yang lama diganti dengan yang baru.

Proses penggantian tersebut melibatkan 160 teknisi dan pembuatnya, sebagaimana yang biasa dilakukan di bawah koordinasi Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haramain.

Sejak suku Quraisy, Khulafaa Rasyidin, diteruskan ke era selanjutnya, penggantian kiswah telah dilakukan, sebagai manifestasi perhatian paling penting terhadap Baitul ‘Atiiq.

Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberi penutup Ka’bah dengan tsiyab Yamaniyah (jenis pakaian Yaman).

Kemudian di zaman Abu Bakar dan Umar bin Khattab, radhiyallahu ‘anhuma, menutupi Ka’bah dengan Al-Qabati.

Di masa Utsman bin Affan, ditambah dengan al-Burud al-Yamaniyah. Sehingga beliau dicatat dalam sejarah Islam, sebagai orang yang pertama kali membuat dua kiswah berlapis.

Tradisi ini terus belanjut ke era Bani Umayah, Abasiyah, Mamalik dan seterusnya. Hingga di awal Muharram 1346 H, Raja Abdul Aziz, memerintahkan membangun pabrik khusus pembuatan Kiswah di Ajyad.

Sejak itulah berdiri pertama kali lembaga yang khusus mendedikasikan untuk menjahit kiswah Ka’bah.

Sebagai bentuk perhatian yang besar, Saudi meyiapkan semua keperluannya. Di antaranya mempekerjakan ahli jahit dan bordir, untuk membuat kiswah dari sutra hitam.

Pembuatannya dikerjakan dalam berbagai tahap,dengan penuh kejelian, penguasaan pembuatan, dan kreativitas bordir.

Rumah Kiswah sempat ditutup pada 1358 H, kemudian dibuka kembali pada tahun 1381 H. Sejak itu menempati gedung milik Kementerian Keuangan di Jarwal Mekkah.

Pada tahun 1397 H, lokasi Rumah Kiswah dipindah lagi ke Ummul Juud, Makkah al-Mukarramah. Penjahitan kiswah sampai sekarang dikerjakan di tempat tersebut.

Pada bulan Sya’ban 1438, atas perintah Raja Salman, nama Rumah Kiswah dirubah menjadi Komplek Raja Abdul Aziz untuk Kiswah Ka’bah Musyaraffah.

Mengikuti langkah pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz, raja-raja Saudi berikutnya melakukan hal yang sama, untuk terus merawat Ka’bah dan kiswahnya. riyadh

source saudinesia.com

Tidak ada komentar: