Berjalan di depan atau di belakang jenazah ?

Berjalan di depan atau di belakang jenazah

Manakah yang lebih baik (afdhal), berjalan dibelakang jenazah atau di depannya ?

JawabanPermasalahan ini, ulama berselisih pendapat, ada yang berpendapat berjalan didepan jenazah itu lebih baik, tapi ada juga ulama yang memandang bahwa berjalan dibelakang jenazah itu lebih baik, adapun permasalahan dimanakah yang lebih baik atau utama ? hal it tidak perlu dibesar-besarkan.

Di berbagai kondisi kita dapati berbagai kendala untuk menjalankan, mana yang afdhal untuk dikerjakan,misalnya disebabkan oleh diri sendiri atau bisa jadi karena pertimbangan resiko yang lebih buruk jika melakukan yang lebih afdhal.


Jika semua orang mengambil pendapat pertama (berjalan dibelakang jenazah) dan bersikukuh untuk melakukannya, maka siapa yang akan membantu membawa jenazah ? tentu akan kesulitan.

Keutamaan (afdhaliyyah( itu ditinjau dari berbagai sisi,bukan hanya satu sisi saja. Bisa karena tempatnya (pada permasalah ini), lalu dari segi waktu pelaksanaan, sisi keikhlasan, kesempurnaan mutabaah. Sisi-sisi ini perlu untuk dipertimbangkan.

Pada kondisi mengendarai kendaraan maka dibelakang jenazah lebih baik, adapun yang berjalan kaki, maka didepan lebih baik (pendapat sebagian ulama).

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa mengiringi jenazah bagi pejalan kaki hendaklah dari segala arah:

الرَّاكن يسيرُ خَلفَ الجَنازةِ و الماشي يمشي خلفها و أمامها و عنْ يمينها و عن يسارها قريبًا منها
“penunggang kendaraan mengiringi dari belakang jenazah, sedangkan pejalan kaki, maka hendaknya berjalan di belakangnya, depannya, sisi kanannya dan sisi kirinya, serta upayakan untuk mendekat darinya". (HR. Abu Daud dan lainnya).

Dalam mengiring jenazah, orang yang memanggul jenazah tentu lebih baik diandingkan dengan orang yang sekedar mengiringi didepan ataupun dibelakang jenazah. Tentunya dalam menentukan mana yang lebih baik tidak hanya di tinjau dari satu aspek saja.

Sumber: majalah As-sunnah edisi 01/Thn XVII

Tidak ada komentar: