KONSEKUENSI CINTA KEPADA NABI MUHAMMAD -shallallahu alaihi wa sallam-

[1] Berusaha berdoa setiap hari agar diberi ilmu yang bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
"Ya Allah, aku memohon ilmu yg bermanfaat, rizqi yg baik, dan amal yang diterima"

[2] Hendaknya memperhatikan adab-adab menuntut ilmu:

-ikhlash
-mendengarkan dengan baik
-diam
-berusaha memahami
-mencatat
-memohon kepada Allah agar bisa mengamalkan
-mendakwahkan kepada keluarga, dan kerabat dekat.
muhammad

[3] Jalan menuntut ilmu adalah jalan yang memudahkan untuk menuju surga.

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan jalan baginya menuju surga"

[4] Penting ketika dakwah mengingatkan surga dan bahaya neraka.

Allah berfirman mengisahkan dakwah para Rasul kepada orang kafir:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). Surat Al-A'raf, Ayat 59

Apabila orang kafir diingatkan tentang bahaya neraka apalagi orang yang beriman. Dan dakwah dilakukan agar manusia ingat tujuan hidupnya adalah surga

[5] Seluruh para nabi mengingatkan tiga hal dalam dakwahnya:

PERTAMA: mengingatkan tentang Allah, bahwa: Allah yang mencipta, menguasai, mengatur, memberi rizqi...

Apabila Allah yang mencipta, memberi rizqi, mengatur alam, maka Allah wajib diibadahi satu2 nya. Dan wajib di tauhidkan

KEDUA: mengingatkan bahwa para nabi diutus oleh Allah dan mereka tidak berdusta, dan diutusnya para nabi dan Rasul dibutuhkan oleh alam semesta.

KETIGA: mengingatkan tentang al-ma'ad (manusia pasti kembali kepada Allah)

[6] Beberapa keutamaan Nabi Muhammad:

1) Allah mengambil janji kepada seluruh nabi untuk mengimani nabi muhammad

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya".

Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Surat Ali 'Imran, Ayat 81

2) Nabi Muhammad merupakan Nabi yang paling banyak pengikutnya.

أَنَا أَكْثَرُ الأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ ‏
Aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat, dan aku adalah orang yang pertama mengetuk pintu surga. H.R. Muslim

Bahkan nabi menyuruh menikah dan banyak anak.

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ , فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمُمَ
"Nikahilah wanita yang penyayang dan subur, karena aku berbangga dengan banyak kalian didepan umat nabi yang lain pada hari kiamat"

3) Masa/zaman nabi adalah zaman yang terbaik.

بُعِثْتُ مِنْ خَيْرِ قُرُونِ بَنِي آدَمَ، قَرْنًا فَقَرْنًا
"Aku diutus kepada sebaik-baik masa bani adam (manusia) kurun demi kurunnya" H.R. Bukhori

4) Allah mengampuni dosanya yg telah lalu.

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا * لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus" [Surat Al-Fath 1 - 2]

5) Allah mengangkat nama nabi, baik dalam syahadat, adzan, maupun lainnya.

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Surat Al-Insyirah, Ayat 4

6) Allah bersumpah dengan hidup nabi. Dan hanya bersumpah dengan hidup nabi, tidak dengan yang lainnya.

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
(Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)". Surat Al-Hijr, Ayat 72

7) Allah memuliakan nabi dengan panggilannya. Wahai nabi, wahai rasul, sedang nabi lain dengan namanya.

8) Tidak boleh memanggil nama nabi.

لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. Surat An-Nur, Ayat 639

9) Tidak boleh mengeraskan suara dihadapan nabi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari." Surat Al-Hujurat, Ayat 2

10) Allah memberikan mukjizat yg sangat banyak kepada nabi.

11) Nabi menjadi penghulu para nabi d hari kiamat.

Oleh: Ustadz Yazid bin AbdulQodir Jawas di Cilandak, Jakarta Selatan 27 November 2017.

Dika Wahyudi, Lc

Tidak ada komentar: