Anakku... Haruskah aku bangga padamu ?

Saat kau raih gelar Doktor, namun kau tak pernah mengerti aqidah "Dimana Rabb-mu?"

Anakku...... Haruskah aku salut padamu?
Saat emas olimpiade dalam genggamanmu, namun kau tak pernah meneladani " bagaimana cara wudhu Nabimu?"

Anakku... Haruskah lisanku memujimu?
Kala kau Cumlaude dari Oxford University, namun kau tak pernah tahu "untuk apa kau di dunia ini?"

Anakku... Haruskah hatiku mengagumimu?
Kala kau menjadi Guru Besar kampus ternama, namun kau tak pernah mengilmui "berapa syarat diterimanya ibadah?"

Anakku... Haruskah aku bangga padamu ?

Anakku... Haruskah aku membanggakanmu?
Bila kau terkenal seantero dunia, namun kau tak pernah mau tahu "isbal itu apa?"

Anakku... Haruskah jiwaku meninggikanmu?
Bila kau raih sederet gelar di pelupuk mata, namun kau tak pernah ingat "surat Al-Bayyinah di sebelah mana?"

Anakku...
Kekagumanku, kebanggaanku, kebahagiaanku atasmu, adalah... Saat kau mengenal Rabb-mu, mengetahui Nabi-mu, memahami Dien-mu, serta menyelami Kitab-mu.

Sebab, dengan itulah, Nak...
Satu harapan kelak kita akan berkumpul kembali dalam surga-Nya, abadi selamanya.

Adakah harapmu sama dengan harapku ?

🖋 Ustadz Ammi Ahmad
______________________________
support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: