IBX5A47BA52847EF Anakku... Haruskah aku bangga padamu ?

Anakku... Haruskah aku bangga padamu ?

Saat kau raih gelar Doktor, namun kau tak pernah mengerti aqidah "Dimana Rabb-mu?"

Anakku...... Haruskah aku salut padamu?
Saat emas olimpiade dalam genggamanmu, namun kau tak pernah meneladani " bagaimana cara wudhu Nabimu?"

Anakku... Haruskah lisanku memujimu?
Kala kau Cumlaude dari Oxford University, namun kau tak pernah tahu "untuk apa kau di dunia ini?"

Anakku... Haruskah hatiku mengagumimu?
Kala kau menjadi Guru Besar kampus ternama, namun kau tak pernah mengilmui "berapa syarat diterimanya ibadah?"

Anakku... Haruskah aku bangga padamu ?

Anakku... Haruskah aku membanggakanmu?
Bila kau terkenal seantero dunia, namun kau tak pernah mau tahu "isbal itu apa?"

Anakku... Haruskah jiwaku meninggikanmu?
Bila kau raih sederet gelar di pelupuk mata, namun kau tak pernah ingat "surat Al-Bayyinah di sebelah mana?"

Anakku...
Kekagumanku, kebanggaanku, kebahagiaanku atasmu, adalah... Saat kau mengenal Rabb-mu, mengetahui Nabi-mu, memahami Dien-mu, serta menyelami Kitab-mu.

Sebab, dengan itulah, Nak...
Satu harapan kelak kita akan berkumpul kembali dalam surga-Nya, abadi selamanya.

Adakah harapmu sama dengan harapku ?

🖋 Ustadz Ammi Ahmad
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu laptop core i7
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->