IBX5A47BA52847EF Hati-hati dalam BerCurhat Terutama Para Muslimah

Hati-hati dalam BerCurhat Terutama Para Muslimah

Saat menghadapi masalah, ada yang cenderung menguap, membuka masalahnya kepada orang lain, termasuk kepada orang yang mungkin tak membantu, pokoknya asal cerita, plong dan lega, beban berat terbuang sesaat walaupun masalah belum tentu terurai.

Bila Anda adalah istri atau suami dan Anda termasuk tipe ini, maka itu urusan Anda, namun waspadalah ?

Dengan curhat, berarti Anda membawa keluar masalah dengan suami atau istri kepada orang lain, berarti si pembawa –minimal- telah menyebarkan aib atau kekurangan pasangannya. Padahal sesama muslim dianjurkan saling menutupi kekurangan masing-masing.

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ .
“Barangsiapa menutupi seorang muslim maka Allah menutupinya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim).

Dengan curhat berarti Anda telah mengghibah pasangan, karena Anda tidak mungkin dalam kondisi perselisihan membicarakan kebaikannya, karena yang ada di pikiran anda adalah keburukannya dan orang berbicara apa yang ada di benaknya. Anda mau makan bangkai pasangan Anda sendiri?

Hati-hati dalam BerCurhat

Dengan curhat, justru tidak mengurai persoalan, yang ada malah menambah benang kusut. Perselisihan bertambah ruwet dan carut marut dengan campur tangan pihak ketiga. Ketika Anda menyeret pihak ketiga tentunya pihak ketiga ini anda harapkan berada sepihak dengan Anda dan otomatis berseberangan dengan pasangan Anda. Bukankah ini berarti Anda hanya mencari sekutu pendukung? Hal yang sama bisa dilakukan oleh pasangan Anda bukan? 

Tambah kusut. Di samping itu teman curhat Anda bisa jadi adalah ember, menampung apa saja, akan tetapi karena ember itu mulutnya lebar maka ia bisa melebar kemana-mana. Artinya keluh kesah Anda yang Anda bisikkan kepadanya malah dia umbar kemana-mana? Anda mau aib anda dan pasangan menjadi biang gosip?

Bila curhat dilakukan kepada teman lawan jenis, suami curhat kepada teman wanitanya atau istri curhat kepada teman lelakinya, hal seperti ini akan membuka peluang wa la taqrabu az-zina, menyerempet zina, karena bila orang yang dicurhati memposisikan sebagai pendengar yang baik, maka pihak yang curhat akan merasa nyaman, kenyamanan ini merupakan lahan basah setan untuk membujuk keduanya lebih intens lagi bercurhat ria, akhirnya terbentuk majlis-majlis curhat dan akhirnya… 

Kalaupun tidak sampai pada akhirnya, namun saat seseorang, suami atau istri, sudah merasa enak, nyaman dan nyambung bila duduk semajlis dengan lawan jenis demi curhat, maka itu sama dengan berlindung dari terik matahari di balik api, lari dari satu masalah dan terjerumus ke dalam masalah yang bisa jadi lebih berat.

Jadi, hati-hatilah dalam bercurhat ❗

WhatsApp@DakwahAlSofwa +62 81 3336333 82
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu laptop core i7
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->